5 Perbedaan Gumoh dan Muntah

Ada kalanya ibu mengalami kendala saat menyusui. Kendala tersebut seringkali datang dari gangguan pada bayi itu sendiri, antara lain bayi tersedak, perut bayi kembung, bayi gumoh ataupun muntah. Berikut adalah perbedaan gumoh dan muntah:

http://assets.inhabitots.com/wp-content/uploads/2014/06/babies-overdiagnosed-with-gerd-537x442.jpg

Gumoh Muntah
Gumoh biasanya terjadi pada bayi baru lahir (berusia beberapa minggu sampai 6 bulan). Gumoh akan hilang seiring bertambahnya usia. Muntah minimal terjadi pada bayi berusia di atas 2 bulan. Bila tidak ditangani serius, dapat berlanjut hingga dewasa.
Penyebab gumoh:

  • Terlalu banyak minum ASI
  • Adanya udara yang turut tertelan saat minum ASI
  • Belum sempurnanya organ pencernaan seputar mulut dan kerongkongan (umumnya terjadi pada bayi prematur)
Penyebab muntah:

  • Adanya kelainan pada sistem pencernaan, terutama pada katup pemisah lambung dan usus 12 jari (warna cairan yang keluar biasanya kehijauan)
  • Terjadinya luka atau infeksi di daerah tenggorokan (biasanya bercak darah mengiringi keluarnya cairan)
Cairan yang dikeluarkan dari gumoh kembali biasanya berupa ASI yang tertelan, dengan volume tidak terlalu banyak (dibawah 10 cc) Cairan yang dikeluarkan saat muntah dapat berupa ASI, MPASI atau susu formula. Volumenya cukup banyak (diatas 10 cc)
Biasanya gumoh keluar melalui mulut tanpa diiringi kontraksi pada dinding otot perut. Muntah bisa keluar melalui mulut, terkadang juga rongga hidung. Keluarnya cairan cukup deras dari dalam perut dan diikuti kontraksi pada dinding otot perut.
Penanganan gumoh: dengan cara membuat bayi bersendawa Penanganan muntah: bawa ke dokter.
Muntah-Gumoh-pada-bayi
Cara membuat anak bersendawa

Depok, 27 Maret 2015

Reqgi First Trasia, dr.

Modifikasi terakhir : 2015-05-29

Referensi :
1. Fleisher, David. 2006. Regurgitation, Rumination, and The Rumination Syndrome. Columbia: University of Missoury Medical School
2. Allen, Katie. 2007. The Vomiting Child : What to do and when to consult. Melbourne : Departement of Pediatrics, University of Melbourne.
3. Annemaire, Houda. 2013. Gastroesophageal Reflux in Breastfed Babies. Wellington : New Zealand College of Midwife.
4. Sunarto, Nano. 2008. Panduan Merawat Bayi dan Balita Agar Tumbuh Sehat dan Cerdas. Jakarta : Diva Press
5. Smith, Jony. 1999. Pertolongan Pertama Dokter di Rumah Anda. Jakarta : Dian Rakyat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *