6 Akibat Gizi Lebih Pada Anak

Dulu banyak orang tua menyenangi anak gemuk karena dianggap lucu dan menggemaskan. Kini diketahui bahwa kegemukan pada anak merupakan faktor pencetus terjadinya penyakit dan menurunkan usia harapan hidup. Gizi lebih akan berakibat timbulnya berbagai penyakit degeneratif.

Akibat Negatif Gizi Lebih Pada Anak

1. Memicu Depresi
Anak akan depresi karena bentuk tubuhnya tidak ideal. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada pandangan buruk terhadap anak yang mengalami kegemukan. Anak sering diejek, susah berteman, dan tidak diikutsertakan dalam aktivitas tertentu, seperti olahraga, karena dipandang lamban yang akan menjadi titik lemah dalam tim.

2. Merusak Liver (Hati)
Saat lemak mulai menumpuk dalam tubuh, maka hati akan mendapatkan pengaruhnya. Penelitian mencatat kasus penyakit liver yang dapat menyebabkan sirosis, gagal hati, atau kanker hati kini mulai banyak ditemukan pada anak-anak di negara maju seperti Amerika, Eropa, Australia, dan bahkan ada pula di beberapa negara berkembang.

3. Penyakit Jantung Koroner
Gizi lebih mengakibatkan kelebihan kalori dalam tubuh disimpan dalam bentuk lemak. Bila lemak dalam darah tinggi, biasanya dalam bentuk kolesterol dan trigliserida, maka akan terbentuk plak sehingga aliran darah dalam pembuluh tidak lancar. Akibatnya, jantung harus bekerja keras untuk memompa darah. Bila kondisi ini berjalan terus, akan memicu terjadinya penyakit jantung koroner.

4. Diabetes
Diabetes dipicu oleh tingginya kadar gula dalam darah. Konsumsi sumber karbohidrat dan gula yang tinggi akan menyebabkan kadar gula darah naik. Akibatnya, insulin tidak mampu memetabolisme gula darah secara optimal sehingga sel kekurangan energy. Pada saat yang bersamaan, simpanan glikogen dalam hati akan dilepas ke pembuluh darah. Akibatnya, kadar gula darah semakin tinggi, tetapi tidak dapat dimetabolisme, sehingga orang yang bersangkutan makin kurus.

5. Stroke
Stroke diawali oleh profil lemak, seperti kolesterol dan trigliserida yang tinggi. WHO mendefinisikan bahwa stroke adalah gejala defisit fungsi susunan saraf yang disebabkan oleh gangguan pada pembuluh darah di otak. Ditandai dengan kematian sebagian jaringan otak yang terjadi karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Gejalanya berupa kaku, menurunnya fungsi sensorik, kemampuan membau, mengecap, mendengar, dan melihat parsial atau keseluruhan, refleks menurun, ekspresi wajah terganggu, lidah lemah, daya ingat menurun, dan kebingungan.

6. Osteoarthritis
Kegemukan mengakibatkan gangguan pada sendi, terutama sendi lutut, karena lutut terbebani oleh berat badan yang berlebih. Hal ini dapat menyebabkan tulang rawan pada sendi menipis. Akibatnya, pergerakan sendi menjadi terbatas dan terasa nyeri, bahkan bisa menyebabkan peradangan. Inilah yang disebut osteoarthritis.

Depok, 2 Agustus 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :
1. Dubois L, et al. 2007. Social Factors and Television Use During Meals and Snacks is Associated with Higher BMI among Pre School Children. The Journal of Public Health Nutrition, Volume II, Issue 12, pg 1267-1279
2. Nnakwe EN. 2009. Community Nutrition. Planning Health Promotion and Disease Prevention. Jones and Bartlett Publishers. Sudbury, Massachusetts, Boston, Toronto, London.
3. Jakes HCM, Drake JL, Bundy Pad. 2008. School Health, Nutrition and Education for All Leveling The Playing Field. CABI Publishing. USA.
4. Gunde R. 2004. School Children in the Developing World: Health, Nutrition, and School Performance. UCLA International Institute. http://www.international.ucla.edu/asia/article/8943
5. Hadi. 2005. Beban Ganda Masalah Gizi dan Implikasinya terhadap Kebijakan Pembangunan Kesehatan Nasional. Fakultas Kedokteran, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2011/08/Beban-ganda-masalah-gizi.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *