Aborsi Perlu Pantauan Medis! Ini Sebabnya

Terus terang kami bergidik untuk menulis mengenai tindakan aborsi. Namun, praktik aborsi ilegal amatlah memprihatinkan setelah kami telusuri bahwa penjualan obat penggugur kandungan marak terjadi di dunia maya. Untuk itu, kami merasa bertanggung jawab untuk mengedukasi bahayanya usaha menggugurkan kandungan di luar pengawasan dokter dan tanpa indikasi medis.

Alasan Pentingnya Pantauan Medis Pada Aborsi

Berikut ini alasan mengapa aborsi memerlukan pemantauan dari tenaga medis dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai:

Counselling
Pentingnya konseling paska aborsi
  1. Konseling. Konseling mengenai efek aborsi secara medis dan psikologis amat penting  bagi wanita hamil juga keluarga. Efek samping jangka pendek seperti perdarahan dan infeksi perlu dijelaskan kepada wanita hamil yang akan menjalani aborsi. Begitu juga efek samping jangka panjang, seperti meningkatnya risiko kelahiran prematur maupun postmatur pada kehamilan berikutnya. Konseling pascaaborsi juga diperlukan terutama pada wanita yang rentan depresi seperti pernah depresi sebelumnya, usia muda, kehamilan pertama, dan keraguan saat mengambil keputusan aborsi.
  2. Pengkajuan medis. Perlunya pengkajian apakah wanita tersebut tidak memiliki kondisi kesehatan yang memerlukan penatalaksanaan sebelum tindakan aborsi dilakukan, dan apakah ada kontraindikasi terhadap tindakan aborsi pada wanita tersebut. Gangguan kesehatan seperti asma, diabetes mellitus, anemia, dan gangguan darah dapat memburuk bila menggunakan obat-obat pemicu aborsi.Pengkajian tersebut dapat berupa anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.
  3. Pemantauan efek samping. Obat-obat yang digunakan untuk aborsi memiliki efek samping. Sebagian dari efek samping tersebut dapat membahayakan jiwa.
  4. Pemantauan resiko gagal. Angka kegagalan tuntasnya aborsi yang dilakukan dengan menggunakan obat saja dapat terjadi hingga 22%-89% (tergantung pada jenis obat yang digunakan dan usia kandungan saat itu). Tidak tuntasnya aborsi yang dilakukan dapat berakibat timbulnya perdarahan akibat masih ada jaringan yang melekat. Tanpa pengawasan tenaga medis, perdarahan yang terjadi tidak mampu ditangani dengan cepat dan tepat, sehingga dapat membahayakan kesehatan bahkan nyawa wanita tersebut.
  5. Pemantauan infeksi, walaupun hanya menggunakan obat dan tanpa tindakan medis, dapat menimbulkan infeksi serius yang berakibat fatal bagi wanita yang menjalaninya. Tanpa pendampingan medis, deteksi dini dan penanganan dini dari infeksi tersebut akan tertunda. Infeksi dapat terjadi tanpa disertai demam, dan dapat menyebabkan kematian.

Rizki Cinderasuci, dr.

11/12/2015

Referensi

1. Christin-Maitre S, Bouchard P, Spitz IM. Medical termination of pregnancy. N Engl J Med. Mar 30 2000;342(13):946-56. [NEJM]
2. Zhou W, Sorensen HT, Olsen J. Induced abortion and subsequent pregnancy duration. Obstet Gynecol. Dec 1999;94(6):948-53. [PubMed]
3. Wilhite, M. et al. Psychological responses of women after first-trimester abortion. Archives of General Psychiatry. 2000; 57: 777–784 [PubMed]
4. Andrew and Boyle, 2003Andrew, J. and Boyle, J.S. African American Adolescents experiences of unplanned pregnancy and elective abortion. Health Care for Women International. 2003; 24: 414–433. [PubMed]
5. Kahn JG, Becker BJ, MacIsaa L, et al. The efficacy of medical abortion: a meta-analysis. Contraception. Jan 2000;61(1):29-40. (ISSN: 0010-7824). [Contraception]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *