Agar Anak Tidak Mengalami Cemas Perpisahan

Apakah si kecil terlihat cemas dan menangis ketika jauh dari bunda? Apakah hal ini juga membuat bunda selalu merasa gelisah? Tenang bunda. Hal itu wajar karena si kecil sedang mengalami cemas perpisahan.

Separation anxiety atau cemas perpisahan merupakan hal yang lumrah yang menunjukkan bahwa anak memiliki kelekatan atau hubungan emosional yang baik dengan orang tuanya.1,2 Kondisi ini juga merupakan salah satu tanda berkembangnya aspek emosi dan kemampuan berpikir pada anak.1 Sebelum usia 6 bulan, bayi jarang menunjukkan reaksi negatif terhadap orang yang tidak ia kenal. Selanjutnya ketika memasuki usia 8 atau 9 bulan, bayi pada umumnya akan menangis, mendekap erat tubuh orang tuanya, membalikkan wajah, atau tubuhnya ketika ia akan ditinggalkan bersama orang asing. Perubahan ini terjadi karena pada usia tersebut bayi telah memiliki kemampuan object permanence – tahu bahwa orang tuanya sebenarnya ada walau tidak terlihat, serta telah mampu menggunakan daya ingatnya untuk membedakan wajah orang asing dengan wajah orang tuanya dan mengingat situasi dimana ia pernah ditinggalkan bersama dengan orang asing.

Meski demikian, usia terjadinya separation anxiety dapat berbeda pada masing-masing anak.3 Beberapa anak mungkin baru mengalami kondisi ini antara usia 18 bulan hingga 2.5 tahun, dan beberapa mungkin tidak pernah mengalaminya. Sementara itu pada beberapa anak lain, cemas perpisahan timbul ketika adanya kejadian tertentu seperti adanya pengasuh baru, saudara baru, atau pindah ke tempat yang baru. Pada banyak kasus, kecemasan yang timbul pada anak tidak berlangsung lama. Rasa cemas dan tangisan anak umumnya akan hilang setelah 3-4 menit mereka berpisah dari orang tua.2 Kondisi separation anxiety dapat menjadi sangat buruk ketika mereka merasa lapar, lelah, atau dalam kondisi yang tidak sehat. 4

bilde

Ada beberapa hal yang dapat orang tua lakukan agar si kecil tidak terlalu sedih atau cemas ketika harus berpisah sementara dari orang tua3,4:

  1. Perhatikan waktu
    Tidak disarankan bagi orang tua untuk memasukkan anak ke tempat penitipan anak atau sekolah antara usia 8 bulan hingga 1 tahun, dimana separation anxiety umumnya muncul pertama kali. Disamping itu, cobalah untuk tidak meninggalkan anak saat ia sedang lelah atau lapar. Jika memungkinkan, atur jadwal kepergian orang tua yaitu setelah anak tidur dan makan.
  2. Berlatihlah
    Latihlah diri anda untuk tidak selalu bersama dengan anak setiap saat, serta kenalkan anak pada orang dan tempat baru secara berkala. Jika anda berencana untuk menitipkan anak pada pengasuh yang lain, kenalkan anak dengan pengasuh tersebut terlebih dahulu dan berikan kesempatan pada pengasuh untuk bermain bersama anak dengan pengawasan anda. Apabila anak akan dititipkan di tempat penitipan atau akan mulai bersekolah, ajaklah anak untuk mengunjungi tempat tersebut sebelum anak mulai dititipkan atau bersekolah di sana.
  3. Ciptakan ritual dan tetap tenang
    Ciptakan ritual perpisahan dengan anak seperti dengan memeluk, mencium, atau melakukan gerakan-gerakan tertentu dengan penuh cinta. Lakukan hal tersebut dengan singkat dan konsisten. Jangan terlalu lama karena hal tersebut akan membuat anak semakin sulit berpisah dengan anda. Tetaplah tenang dan tunjukkan rasa percaya pada anak. Buatlah anak yakin bahwa anda akan kembali – jelaskan anda akan pergi kemana dan berapa lama anda akan berpisah dengannya dalam bahasa yang dapat dipahami anak (seperti, “Bunda akan pergi kerja ke kantor dan akan kembali setelah kamu mandi sore”). Ketika berpisah, berikan perhatian penuh kepada anak anda. Jangan lakukan salam perpisahan ketika anda sedang melakukan hal yang lain. Disamping itu, anda juga tidak disarankan untuk pergi diam-diam meninggalkan anak karena hal tersebut justru membuat anak semakin merasa cemas. Lebih baik melakukan salam perpisahan dengan cepat meski anak akan menangis atau berteriak karena biasanya hal tersebut akan berhenti beberapa saat.
  4. Tepati janji
    Pastikan bahwa anda benar-benar kembali sesuai dengan yang telah dijanjikan. Hal ini sangat penting karena akan mempengaruhi terbentuknya rasa percaya anak terhadap anda serta kemandirian dan keyakinan bahwa ia mampu melalui waktu dengan baik meskipun tidak bersama orang tua.

Jika cemas perpisahan ini terus berlanjut hingga anak memasuki TK atau sekolah dasar, dan mengganggu aktivitas harian anda, diskusikanlah hal ini dengan dengan psikolog anak terdekat.

Aisha Salsabila, S.Psi

10/08/2015
Referensi
1 Papalia, D.E., Olds, S.W., & Feldman, R.D. (2009). Human development (11th Ed.). New York: McGraw-Hill.
2 Watkins, C.E. (2004). Separation anxiety in young children. Artikel. Nouthern County Psychiatric Associates. Diakses dari http://www.baltimorepsych.com/separation_anxiety.htm
3 Pendley, J.S. (2012, Januari). Separation anxiety. Diakses dari http://kidshealth.org/parent/emotions/feelings/sep_anxiety.html
4 How to ease your child’s separation anxiety. American Academy of Pediatrics. Diakses dari https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/toddler/Pages/Soothing-Your-Childs-Separation-Anxiety.aspx

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *