Aktivitas Berisiko Saat Hamil

Kehamilan tentu merupakan hal yang membahagiakan, tapi tiba-tiba saja ada banyak aktivitas yang menjadi berisiko jika Anda lakukan. Benarkah begitu berbahayanya hidup Anda saat hamil? Berikut ini adalah hal-hal yang seringkali menimbulkan keraguan di kalangan ibu hamil:

 

Bolehkah menggelapkan warna kulit (dengan obat-obatan)?

Boleh saja, tapi kulit Anda bisa saja menjadi sangat sensitif selama hamil dan mungkin akan bereaksi terhadap produk kosmetik, meski Anda pernah memakainya saat sebelum hamil. Untuk amannya, lebih baik selalu berkonsultasi dengan dokter dahulu sebelum memakai obat-obatan.

 

Bolehkah menggunakan microwave untuk memasak?

Boleh. Tidak ada bukti yang menguatkan bahwa oven microwave akan membahayakan makanan Anda lewat radiasi atau mengurangi kadar nutrisi dalam makanan.

 

Bolehkah tetap minum obat alergi?

Demi keamananan ibu dan bayi di kandungan, bicarakanlah dengan dokter terlebih dahulu. Beberapa resep tablet antihistamin untuk gejala alergi ada yang aman dikonsumsi selama hamil, tapi harus dengan anjuran dokter. Mungkin saja dokter akan menyarankan Anda menggunakan obat lain yang lebih aman, seperti obat semprot hidung atau tetes mata saja.

 

Apakah merokok berbahaya saat hamil maupun nanti?

Tentu saja. Ketika merokok (atau menghisap asap rokok orang lain), berbagai racun kimia, seperti karbon monoksida akan masuk ke aliran darah, sehingga mengurangi pasokan oksigen untuk janin dan membahayakan plasenta. Akibatnya adalah pertumbuhan tubuh dan bobot janin akan terganggu, dapat menyebabkan keguguran, dan berakibat anak berisiko untuk menderita asma serta infeksi. Bila sudah terlanjur, berhenti merokok akan berdampak bagus bagi Anda dan si kecil. Perhatikan juga asap rokok di sekeliling anda, karena menjadi perokok pasif jauh lebih berbahaya.

 

Akankah berbahaya bagi janin ketika mabuk (karena alkohol) hanya beberapa hari sebelum mengetahui bahwa saya hamil?

Alkohol memang melewati plasenta dan memasuki aliran darah janin Anda di saat organ hatinya masih terlalu muda untuk memecah alkohol dengan cepat. Namun, tidak ada bukti yang menguatkan bahwa mabuk saat awal kehamilan dapat melukai bayi. Meski demikian, anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan dan menjelaskan kondisi ini, agar dapat diperiksa lebih lanjut. Yang terpenting anda harus senantiasa tenang, karena kondisi stres karena terlalu khawatir malah bisa tidak baik bagi janin. Lebih baik fokus pada perbaikan kebiasaan dan pola hidup sehat sejak saat ini.

 

Haruskah kucing peliharaan disingkirkan?

Tidak perlu, tapi hindari membersihkan kotoran kucing (atau kenakan sarung tangan dan basuh tangan hingga bersih) karena ada risiko toksoplasma, yaitu infeksi parasit yang membahayakan perkembangan otak dan mata janin. Tes darah dapat memastikan bahwa Anda tidak terjangkit infeksi tersebut. Hindari pula kegiatan membersihkan kuku pada kucing karena obat-obatan yang digunakan mengandung insektisida. Sebaiknya, bersihkan peralatan tidur si kucing dengan cara merebus dan mandikan kucing dengan shampo biasa. Serta rutinkan kucing periksa kesehatan dan vaksin.

 

Mengapa tidak boleh menikmati keju kesukaan saya?

Boleh saja selama anda memang tidak ada alergi terhadap keju. Karena keju keras yang dipasteurisasi sebenarnya secara umum aman untuk ibu hamil. Sebaiknya Anda menghindari keju yang tidak diproses pasteurisasi, cek labelnya, blue-veined cheese, keju lembut dengan white-rind, dan keju susu kambing. Keju semacam itu mengandung bakteri Listeria, yang dalam beberapa kasus dapat menyebabkan keguguran. Berita gembiranya, pematangan akan membunuh bakteri tersebut. Oleh karena itu semua keju matang aman untuk dikonsumsi.

 

Amankah bepergian dengan pesawat saat hamil?

Ya, selama tanpa gangguan kesehatan setelah berkonsultasi dengan dokter. Setelah kandungan berusia 28 minggu, Anda mungkin akan dimintai surat keterangan dokter yang memastikan kondisi kesehatan Anda dan menyatakan perkiraan tanggal kelahiran si kecil. Tanyakan pada maskapai penerbangan yang bersangkutan. Kebanyakan perusahaan penerbangan tidak mengijinkan terbang ibu hamil dengan usia kandungan di atas 36 minggu atau 32 minggu untuk bayi kembar. Bahkan umur kandungan lebih muda lagi jika ternyata Anda mengalami komplikasi kehamilan.

 

Reqgi First Trasia, dr.

 

Referensi :

  1. James M Pivamik. 2006. Impact of Physical Activity during Pregnancy on Disease Risk. American College of Sport Medicine.
  2. Amy E Anderson. 2013. Risky Drinking Patterns Are Being Continued into Pregnancy. School of Medicine and Public Health. University of Newcastle.
  3. Samar K Hafez. 2014. Profile of High Risk Pregnancy among Saudi Women in Taif-KSA. World Journal of Medical Sciences. Taif University.
  4. Anne Drapkin, et al. 2009. Risk and Pregnant Body. HHS Public Access.
  5. Daniele Symon, et al. 2012. Physical Activity and Pregnancy: Past and Present Evidence. HHS Public Access.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *