Anak Anda Sering Pingsan? Mungkin ini sebabnya

Saya jadi ingat waktu zaman sekolah, dokter kecil standby dibelakang barisan untuk menolong teman-temannya yang sakit. Nah, tiap hari Senin hampir selalu ada kawan saya yang pingsan. Waktu itu orangtua saya bilang kalau tidak sarapan saya bisa pingsan. Tapi, apakah benar kurang makan saja bisa membuat pingsan? Bahaya tidak ya kalau anak pingsan?

Sekilas Tentang Pingsan

Pingsan atau syncope adalah kondisi kehilangan kesadaran disertai postur lemah mendadak yang bersifat spontan. Hal ini disebabkan adanya penurunan aliran darah ke otak secara tiba-tiba. Pingsan pada anak cukup sering, kejadiannya sekitar 15%, dan biasanya hilang pada akhir usia remaja. Mayoritas pingsan pada anak tidak berbahaya. Namun, ada beberapa kondisi pingsan yang perlu diwaspadai karena dapat mengancam nyawa.

Penyebab pingsan pada anak

Pingsan pada anak dibagi menjadi 3 penyebab utama yaitu pingsan vasovagal, gangguan kardiovaskular dan penyebab lain.

1. Vasovagal syncope

Adalah penyebab tersering pingsan pada anak (sekitar 50%) dan tidak berbahaya. Pingsan jenis ini terjadi karena hipersensitifitas dari reseptor adrenalin di jantung terhadap perubahan postur dan volume darah. Akibat hipersensitifitas ini, respon parasimpatis meningkat seperti pembuluh darah melebar dan nadi melambat. Ciri khas pingsan vasovagal ialah anak merasakan tanda-tanda awal (prodromal) berupa :

  • Keliyengan (kepala terasa melayang)
  • Pandangan kabur atau ganda
  • Mual
  • Pucat
  • Keringat dingin

F1.large

Biasanya pingsan dicetuskan karena anak berdiri lama, stres (baik fisik maupun emosi seperti panik, takut), atau aktivitas yang mencetuskan refleks seperti batuk, merawat rambut atau pipis.

2. Pingsan karena Gangguan Jantung

Ini adalah pingsan yang perlu diwaspadai karena mengancam nyawa. Pingsan ini terjadi karena penurunan volume darah yang di pompa jantung akibat aritmia (irama jantung yang tidak teratur) atau kelainan organ jantung. Untungnya, pingsan kardiovaskular tergolong jarang pada anak. Namun, orangtua patut curiga anak memiliki masalah jantung apabila :

  • Anak jarang atau tidak mengalami tanda-tanda awal sebelum pingsan(prodromal)
  • Pingsan berlangsung lama (lebih dari 5 menit)
  • Dicetuskan oleh olahraga
  • Disertai nyeri dada atau jantung berdebar-debar
  • Ada riwayat keluarga yang sakit jantung

3. Penyebab lain

  • Breath holding spell : Biasanya terjadi pada anak usia 6-24 bulan. Anak yang mengalami emosi berlebihan seperti nyeri, marah, atau takut bisa menahan nafas selama 1 menit. Namun, mereka melakukan ini secara tidak sadar (refleks). Saat menahan nafas, wajah anak bisa membiru atau pucat dan disertai pingsan. Meskipun membuat panik, breath holding spell ini tergolong jinak. Biasanya berhenti saat anak usia 5 tahun.
  • Hipoglikemia (gula darah rendah): dulu banyak orangtua yang mengira karena anak kurang makan dan gula darah rendah, anak bisa pingsan. Padahal, di luar kasus diabetes tipe 1, hipoglikemi jarang menyebabkan pingsan pada anak. Gejala hipoglikemi biasanya berupa lemas, keringat dingin, gelisah, bingung, sampai penurunan kesadaran (bersifat menetap sampai gula darah naik kembali).

Kapan Perlu Ke Dokter?

Pingsan pada anak biasanya tidak berbahaya. Namun bila anda curiga atau sudah mengetahui ada riwayat gangguan jantung pada anak atau keluarga, silakan hubungi dokter anak Anda.

Biasanya, dokter anak akan melakukan wawancara klinis dan pemeriksaan fisik untuk menganalisa berbagai kemungkinan. Pemeriksaan tambahan seperti EKG, Echocardiogram, dsb mungkin diperlukan bila dokter mendapati kecurigaan adanya penyebab yang berbahaya.

Salah satu kondisi yang mirip dengan pingsan ialah kejang. Kejang pada anak biasanya didahului penurunan kesadaran dan kelemahan otot. Sehingga, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan (seperti rekam otak/EEG) untuk membedakan pingsan karena kejang atau sebab lain.

Apa yang Anda harus lakukan saat anak Anda pingsan?

  1. Sebisa mungkin tangkap anak sebelum ia jatuh ke lantai
  2. Perlahan-lahan baringkan ia dengan posisi terlentang
  3. Jaga jalan nafas. Jika ada makanan dalam mulutnya, miringkan kepala sambil mengambil makanan tersebut
  4. Tidak perlu membangunkan anak dengan alkohol, amonia/kapsul amonia , mengguyur dengan air dingin atau menampar pipi. Ia akan bangun dengan sendirinya dalam beberapa saat.
  5. Hubungi dokter bila perlu

Bagaimana mencegah dan mengobati pingsan?

Pada anak yang mengalami pingsan vasovagal, yang pencegahan dan terapi paling penting ialah:

  1. Perbanyak minum sekitar 30-50 ml/kg Berat badan/hari (misal BB anak 10 kg berarti dalam satu hari anak perlu minum 300-500 ml). Hal ini bertujuan agar menjaga volume darah tetap cukup terpompa ke otak
  2. Makan secara teratur dengan gizi yang seimbang. Kurang mineral bisa menjadi penyebab pingsan vasovagal
  3. Tambahkan snack asin dalam makanan (misal biskuit, acar, keripik, dsb)
  4. Hindari minuman/makanan yang berkafein seperti kopi, teh
  5. Sebisa mungkin hindari berdiri lama. Mungkin Anda bisa utarakan pada guru bahwa anak anda sering pingsan. Sehingga saat upacara atau olahraga, anak diberi keringanan untuk berdiri tidak terlalu lama atau olahraga tidak terlalu capek.
  6. Ajarkan anak tanda-tanda sebelum pingsan agar berhati-hati. Beritahu anak untuk mencegah penumpukan darah di vena saat berdiri lama seperti menekuk lutut saat berdiri lama, melipat tangan, menyilangkan kaki.
  7. Saat anak duduk lama, ajarkan ia untuk sesekali badan maju, menunduk, dan lutut didekap pada dada. Hal ini juga untuk menghindari penumpukan darah di vena.
  8. Saat anak dalam posisi tidur, bisa sanggah bantal di kaki untuk memperlancar aliran darah ke otak
  9. Hindari berlama-lama mandi dengan shower air hangat, berendam air panas atau di tengah matahari yang panas.

Untuk pingsan karena penyakit jantung atau penyebab lain, terapinya ialah sesuai penyebab utama. Silakan konsultasikan ke dokter anak Anda untuk penanganan lebih lanjut. Semoga bermanfaat

Agustina Kadaristiana, dr.

ditelaah oleh Tundjungsari Ratna Utami, dr., Sp.A

10/19/2015

Referensi

1. Grassi G. Vasovagal syncope, sympathetic mechanisms and prognosis: the shape of things to come. Eur Heart J. 2010 May 1;ehq115.

2. Strickberger SA, Benson DW, Biaggioni I, Callans DJ, Cohen MI, Ellenbogen KA, et al. AHA/ACCF Scientific Statement on the Evaluation of Syncope From the American Heart Association Councils on Clinical Cardiology, Cardiovascular Nursing, Cardiovascular Disease in the Young, and Stroke, and the Quality of Care and Outcomes Research Interdisciplinary Working Group; and the American College of Cardiology Foundation: In Collaboration With the Heart Rhythm Society: Endorsed by the American Autonomic Society. Circulation. 2006 Jan 17;113(2):316–27.

3. Breath Holding Spell [Internet]. Available from: http://kidshealth.org/parent/emotions/behavior/spells.html

4. Jack C Salerno, MD, Brian Coleman, MD, MSE. Causes of syncope in children and adolescents. Uptodate. 2013 Dec 3;

5. Dizziness and Fainting Spells [Internet]. HealthyChildren.org. [cited 2015 Oct 19]. Available from: http://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/head-neck-nervous-system/Pages/Dizziness-and-Fainting-Spells.aspx

6. Jack C Salerno, MD, Brian Coleman, MD, MSE. Emergent evaluation of syncope in children and adolescents. Uptodate. 2014 Jan 15;

7. Karen J Marcdante, MD. Syncope. In: Nelson Essentials of Paediatrics. 7th ed. Philadelphia: Elsevier Inc; p. 486–7.

8. Côté J-M. Syncope in children and adolescents: Evaluation and treatment. Paediatr Child Health. 2001 Oct;6(8):549–51.

3 thoughts on “Anak Anda Sering Pingsan? Mungkin ini sebabnya

  1. Mahor masyhur

    Dr . anak saya usia 19 bulan kemarin pas lagi bermain tiba-tiba pingsan kira-kira penyebabnya apa ya dok..?

    Reply
    1. Eagle

      Dok , td pagi dan sorenya anak sya yg umur 2tahun tiba” pingsan,,dan ini baru pertama kalinya anak saya pingsan secara tiba”,,mohon bimbingannya biar anak sya ga pingsan” lg dn apa obatnya..trimakasih.

      Reply
      1. Agustina Kadaristiana Post author

        Halo Mahor Masyhur. Baik saya coba bantu jelaskan ya… Seperti yang disebutkan di artikel, pingsan pada anak memang sering dialami dan umumnya tidak berbahaya. Sebab yang tidak berbahaya misalnya pingsan vasovagal yaitu terlalu sensitifnya radar di jantung terhadap perubahan volume darah dan postur tubuh. Pencetusnya bisa karena anak kurang makan, kelelahan, kurang cairan tubuh, berdiri terlalu lama, dsb. Bila hanya sekali dan tidak ada gejala lain yang menyertai (misalnya demam, anak susah dibangunkan, anak terlihat lemas/loyo, kejang2, dsb) biasanya tidak apa2. Tapi waspada bila pingsan terlampau sering (misal 3x seminggu) disertai dengan gejala yang sudah disebutkan ya. Supaya bisa dipastikan, saya sangat anjurkan Mahor untuk periksa ke dokter langsung. Untuk mencegah pingsan : upayakan anak makan teratur, minum yang cukup, tidak bermain terlalu lama di bawah sinar matahari (di atas jam 9 siang), istirahat yang cukup. Mudah2 an membantu ya

        Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *