Apa Itu Insting Nesting Saat Kehamilan?

Pernah tidak Anda perhatikan saat seorang ibu hamil, ia bisa keranjingan membersihkan dan mendekorasi rumah? Atau tiba-tiba ia senang mengintip ke dalam oven, menandai pakaian sesuai warnanya, dan tanpa lelah mondar-mandir di toko demi mencari tirai warna? Jangan heran, ternyata perubahan hormon saat hamil bisa menimbulkan insting nesting atau ‘bersarang’. Kok bisa yah?

Dorongan “Bersarang” Pada Mamalia

Dorongan nesting pada ibu ternyata bukan hanya terjadi pada manusia, tetapi juga pada mamalia yang melahirkan bayi yang belum bisa langsung berdiri sendiri atau berjalan mengikuti ibunya. Calon ibu seperti itu cenderung lebih dulu sudah mencari tempat aman agar dapat melahirkan dan memberi makan anak yang baru dilahirkan dengan nyaman.

Besarnya perhatian induk hewan terhadap pembuatan sarang berhubungan langsung dengan jumlah dan lamanya si induk memenuhi kebutuhan anaknya sebelum anaknya dapat hidup sendiri. Hal ini menjadi semacam lisensi bagi manusia untuk mencari rumah atau mendesainnya agar dapat membesarkan anak-anak dengan baik sampai mereka berumur belasan tahun (bahkan lebih). Tak heran jika kita merasa harus memiliki ‘sarang’.

Apa yang memicu perilaku “bersarang”?

Peningkatan hormon kehamilan lah yang diduga memicu perilaku maternal (keibuan) tersebut, khususnya hormon oksitosin, senyawa kimiawi di otak yang berhubungan dengan ikatan batin, dan hormon prolaktin selaku hormon nesting. Bukan hanya calon ibu yang terpengaruh, dorongan membuat ‘sarang’ ini diketahui juga memengaruhi ibu yang ingin mengadopsi anak bahkan beberapa pria yang istrinya sedang mengandung. Dalam sebuah penelitian di tahun 2011, 56% calon ayah mengalami peningkatan aktivitas nesting. Oleh karena itu sulit untuk membangun reaksi yang bersifat insting pada manusia karena insting kita bercampur dengan perilaku yang kita pelajari (learned behavior) dan respon emosional. Maka banyak ahli menyebut nesting sebagai respon intuitif, bukan insting.

Manfaat Dorongan “Bersarang”

Bagi manusia, nesting memberi perempuan peluang untuk mengambil kontrol, meraih ketenangan, dan keteraturan. Ketika perut Anda yang kian membesar karena kehamilan, Anda mungkin merasa betapa kecil kontrol yang Anda miliki terhadap kehamilan maupun kelahiran si kecil. Insting nesting ini membantu Anda menyiapkan tempat di sekitar Anda agar memberi rasa aman secara psikologis dan menciptakan suasana yang dapat mendukung Anda menjelang kelahiran si kecil. Akan melegakan ketika semua lebih jelas pada saat ‘kekacauan’ semakin dekat rasanya.

Memiliki rasa aman dan kontrol diri dinilai oleh para dokter sebagai komponen utama dalam mendukung persalinan yang baik. Hormon pemicu stres seperti adrenalin akan menghambat pelepasan hormon oksitosin yang memicu kontraksi. Sebuah penelitian terhadap ibu hamil di Athena menemukan bahwa para ibu yang merencanakan proses persalinan di rumah bersalin terdekat dari rumah akan memiliki rasa aman dan yakin yang pada gilirannya akan menumbuhkan harga diri dan percaya diri saat persalinan.

Beberapa klinik dan rumah bersalin mengadopsi dekor ruangan bernuansa rumah dan sengaja tidak menerapkan aturan rumah sakit pada umunya agar tercipta sepenuhnya ‘sarang’, mengurangi stres, dan perasaan berisiko.

Sebelum masa menjadi orang tua tiba, kehidupan sebagian besar orang diisi dengan pulang-pergi kerja dan bersosialisasi. Ketika si kecil lahir, kehidupan tersebut menghilang perlahan. Ketidakberdayaan karena hamil dan dorongan untuk ‘bersarang’ akan memotivasi calon ibu untuk menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, bergaul dengan tetangga, dan membangun hubungan dengan komunitas sekitar. Hal ini akan membuat kita lebih mudah melindungi anak dan mereka juga akan lebih berhasil saat berada di kelompok sosial yang lebih besar. Dalam istilah pergeseran perilaku, saat kita memiliki peran baru sebagai orang tua, hal itu akan mengungkapkan kesuksesan kita dalam beradaptasi dengan keadaan yang terus berubah.

Di akhir trimester ketiga, dorongan untuk ‘bersarang’ akan semakin tinggi. Ini pertanda persalinan sudah semakin dekat. Anda sebaiknya menyiapkan sesuatu untuk dimakan dan cobalah tidur sejenak sebelum saat persalinan tiba sekadar untuk menekan dorongan insting yang kadang cukup menguras tenaga ini.

 

Depok, 18 Oktober 2017

Reqgi First Trasia, dr.

 

Referensi :

  1. Team. 2014. That Nesting Instict During Pregnancy. http://www.whattoexpect.com/ pregnancy/labor-and-delivery/preparing/nesting-phase.aspx
  2. Joy Johnston. 2004. The Nesting Instict. Birth Matters Vol 8.2 pp 21-22. Journal of Maternity Coalition. Melbourne.
  3. Freya Knight. 2016. The Instinctive Nesting. Birthings Magazine. Sydney.
  4. Team. 2001. Nesting During Pregnancy.  http://americanpregnancy.org/ planning/nesting-during-pregnancy/
  5. Marla V Anderson. 2001. Cognitive Reorganization and Protective Mechanism in Pregnancy. Simon Fraser University.

Gambar diambil dari: sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *