Author Archives: Arasy Fitri Amir

Prosedur Bayi Tabung

Yang Perlu Diketahui Tentang Bayi Tabung

Memiliki keturunan adalah impian setiap pasangan yang berkeluarga. Namun tidak semua pasangan mendapatkan keturunan dengan mudah. Hal ini biasa kita kenal dengan ketidaksuburan atau infertilitas. Seseorang dikatakan mengalami infertilitas apabila tidak ada kehamilan setelah 12 bulan atau lebih melakukan hubungan seksual secara reguler tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Salah satu pilihan terapi pada pasangan yang mengalami infertilitas adalah IVF ( In Vitro Fertilization) atau bayi tabung, dimana sel telur wanita dibuahi oleh sperma di luar tubuh manusia (laboratorium).

Siapa yang dianjurkan untuk menjalani bayi tabung?

Teknologi bayi tabung ini dianjurkan untuk:

  • Pasangan yang memiliki jumlah dan gerakan sperma sangat rendah
  • Tidak adanya saluran tuba falopi
  • Saluran tuba falopi yang tertutup
  • Usia reproduktif hampir terlewati
  • Pasangan yang telah mencoba berbagai terapi tapi gagal.

Bagaimana Prosedur IVF atau Bayi Tabung?

Prinsip bayi tabung ialah sel telur diambil dari indung telur ibu lalu dibuahi oleh sperma di laboratorium. Setelah terjadi pembuahan, 2-3 embrio lalu dimasukkan lagi ke dalam rahim. Secara detail, prosedur IVF ialah:

  1. Edukasi. Pasangan akan diberi tahu keuntungan, tingkat keberhasilan dan resiko dari tindakan ini. Pasangan juga perlu mempertimbangkan tentang perlakuan terhadap hasil embrio yang belum terpakai, kelak akan disimpan ataupun dibuang perlu dipikirkan sejak awal.
  2. Stimulasi ovarium. Pada tahap ini calon ibu diberikan obat untuk meningkatkan jumlah folikel sel telur yang matang. Setiap dokter memiliki pendekatan yang berbeda, salah satu contohnya dengan pemberian pil pengontrol kehamilan selama satu atau dua minggu sebelum dimulainya IVF.
  3. Pemeriksaan. Setelah hari kedua haid, dilakukanlah pemeriksaan seperti USG dan cek hormon. Pemeriksaan ini dilakukan pula pada hari ketiga dan kelima untuk mengevaluasi perkembangan ovarium dan level hormon. Jika tidak ada masalah, maka dilanjutkan dengan penyuntikan hormon secara mandiri selama beberapa hari. Diharapkan ada dua atau lebih folikel yang terbentuk. Berbagai efek dari pengobatan hormonal ini bisa saja timbul, seperti mood swing, sakit kepala, nyeri perut .
  4. Pengambilan sel telur. Saat folikel sel telur mencapai ukuran yang dibutuhkan , maka dilakukan penyuntikan hormon hCG. Setelah 32-36 jam , folikel yang terpilih pun diambil dengan menggunakan alat khusus, melalui vagina. Pembiusan dan pemberian obat penghilang rasa sakit akan diberikan pada ibupasien wanita.
  5. Pembuahan. Folikel-folikel sel telur tersebut diletakan dalam piringan khusus di laboratorium, dan dipertemukan dengan sperma. Sperma yang diperoleh pada hari yang sama. Disinilah pembuahan terjadi. Di luar tubuh, di dalam laboratorium, dalam pengawasan para tenaga ahli. Kurang lebih ada 50% sel telur yang berhasil dibuahi.
  6. Penanaman embrio. Dua sampai 5 hari setelah pembuahan, sel telur yang telah dibuahi (embrio) dipilih untuk diletakkan kembali dalam rahim pasien wanita dengan menggunakan kateter. Teknik ini dilakukan dalam keadaan pasien sadar. Jumlah embrio yang dikembalikan ke rahim tergantung pada riwayat IVF sebelumnya dan usia pasangan pasien. Sehingga resiko kehamilan ganda akan selalu ada.
  7. Menunggu Hasil. Setelah dua minggu , pemeriksaan darah hormon hCG dilakukan secara serial, untuk mailmen keberhasilan IVF. Jika tidak ada komplikasi pada kehamilannya, maka pemeriksaan kehamilan bisa dilakukan secara normal. Semua tahapan di atas dapat dilakukan tanpa harus dirawat inap sebelumnya, namun setelah itu, pasien diharuskan istirahat beberapa jam untuk proses pemulihan.

ivf_TREATMNT

Berapa Besar Kemungkinan Keberhasilan Bayi Tabung?
Kehamilan diperoleh rata-rata 29,4% dari setiap siklus IVF, namun yang berhasil dilahirkan 22,4%. Keberhasilan bayi tabung dipengaruhi oleh :

  1. Usia Ibu  Pada usia pasien wanita di bawah 35 tahun maka angka keberhasilannya sekitar 30-35%, usia 38-40 tahun 20-25%.
  2. Cadangan sel telur
  3. Faktor penyebab infertilitas
  4. Permasalahan psikologis dan emosional

Oleh karena itu teknik IVF ini membutuhkan komitmen yang besar dari pasangan, secara fisik, finansial maupun emosional.

Apa komplikasi dari metode IVF?

Sama seperti halnya terapi medis lainnya, prosedur IVF memiliki komplikasi seperti :

  1. Perangsangan berlebih pada indung telur
  2. Kehamilan ganda
  3. Kehamilan di luar kandungan
  4. Infeksi atau pendarahan

Meskipun begitu, resiko ini lebih kecil dibanding terapi fertilitas yang lain.

Berapa biaya bayi tabung?

Biaya 1 siklus bayi tabung di Indonesia berkisar antara Rp 30-60 juta, bergantung pada hasil pemeriksaan dan obat-obatan yang digunakan.

Bagaimana Pandangan Agama Terhadap Bayi Tabung?

Di dunia , isu tentang IVF ini memiliki pro kontra dalam berbagai agama. Sisi kritisnya adalah sumber sperma dan sel telur diharuskan dari pasangan yang resmi menikah, sperma yang didapatkan pun bukan dari cara yang dilarang agama. Serta tentang perlakuan terhadap embrio yang terbentuk namun tidak dipakai. Konsultasi dengan ahli agama yang dianut pun perlu dilakukan pasangan. Karena manusia hanya bisa berusaha, semua ditentukan oleh Yang Maha Kuasa.

Arasy Fitri Amir, dr.

10/24/2015

Seperti yang dimuat dalam media RS Anna Medika

Referensi
1. Choices NHS. Infertility – Causes – NHS Choices [Internet]. 2014 [cited 2015 Oct 24]. Available from: http://www.nhs.uk/conditions/infertility/Pages/Causes.aspx
2. Infertility and In Vitro Fertilization [Internet]. WebMD. [cited 2015 Oct 24]. Available from: http://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/guide/in-vitro-fertilization
3. Richard Paulson, MD. In vitro fertilization. Uptodate. 2015 Sep 9;
4. Melodie Shank. Religion and Third-Party Reproduction. Available from: https://www.fertilityauthority.com/articles/religion-and-third-party-reproduction
5. WHO | Infertility definitions and terminology [Internet]. WHO. [cited 2015 Oct 24]. Available from: http://www.who.int/reproductivehealth/topics/infertility/definitions/en/