Author Archives: Agustina Kadaristiana

E-Book Doctormums – Kiat Sehat Puasa di Bulan Ramadhan

Assalamualaikum wr wb

Bulan Ramadhan kali ini, Doctormums ingin berbagi tips sehat selama puasa melalui e-book doctormums. Topik yang kami sajikan mudah-mudahan bermanfaat mulai dari bolehkah ibu hamil dan menyusui berpuasa, kiat mengajarkan puasa pada anak, tips sehat puasa saat umroh di bulan Ramadhan, kiat berhenti merokok di bulan puasa dan masih banyak lagi. Silakan di share dan download secara bebas bila dirasa bermanfaat. Mudah-mudahan ibadah puasa kita diterima Allah SWT dan penuh dengan keberkahan. Aamiin

Kiat Sehat Berpuasa di Bulan Ramadhan (by Doctormums)

Bila Anak Muntah Setelah Minum Obat

Memberikan obat dikala anak sakit bukanlah perkara yang mudah. Apalagi ketika Ibu atau Ayah sudah susah payah meminumkan obat tapi ternyata dimuntahkan anak. Anak muntah setelah minum obat memang hal yang cukup sering dialami. Hal ini sering kali membuat orangtua bingung apakah perlu diberikan lagi obatnya atau tidak. Agar orangtua tidak bingung lagi, mari disimak panduan anak muntah setelah minum obat di rubrik berikut ya…

Kenapa sih anak muntah setelah minum obat?

Anak muntah setelah minum obat bisa bisa disebabkan beberapa hal. Paling sering ialah adanya gangguan pencernaan pada tubuh anak itu sendiri misalnya penyakit gastroenteritis akut (radang saluran pada anak), infeksi akut, keracunan makanan, dsb. Rasa obat yang tidak enak, obat yang terlalu kental, ‘mencekok’ atau memaksa anak minum obat dan memberi obat dikala anak menangis juga bisa membuat anak muntah. Selain itu, efek samping dari obat yang diberikan juga bisa menyebabkan anak muntah setelah minum obat.

Apa yang harus dilakukan ketika anak muntah setelah minum obat?

Meskipun anak muntah setelah minum obat biasa dialami, sayangnya tidak banyak literatur dan penelitian yang menjelaskan apa yang harus dilakukan bila hal ini terjadi. Saat ini, panduan anak muntah setelah minum obat hanya berdasarkan opini para ahli. Panduan mudah untuk orangtua ialah:

  • Bila anak muntah dalam 15 menit setelah minum obat atau obat terlihat jelas dimuntahkan anak: Berikan lagi obat dengan dosis yang sama karena kemungkinan obat belum masuk ke dalam lambung.
  • Bila muntah lebih dari 60 menit setelah minum obat: Tidak perlu diberikan obat lagi karena kemungkinan obat sudah masuk ke saluran cerna.

Bagaimana bila anak muntah antara 15-60 menit setelah minum obat?

Sebaiknya tanyakan pada farmasi atau dokter karena keputusan memberi dosis ulangan perlu pertimbangan resiko dan manfaat. Karena kemungkinan sebagian obat sudah dicerna oleh tubuh tetapi ada tidak optimal. Bila resiko tidak memberi obat lebih besar daripada memberi dosis berlebih, orangtua bisa memberikan ulang obat dengan dosis yang sama. Tetapi tentu dengan saran dan pemeriksaan tenaga kesehatan ya 😊

Bila keputusannya Anak saya harus minum obat ulangan, kapan baiknya diberikan?

Sebaiknya Anda tunggu sampai kira-kira jeda 15 menit setelah muntah supaya anak tidak trauma minum obat. Coba ajak anak Anda kumur-kumur terlebih dahulu setelah muntah supaya rasa tidak nyaman di mulut berkurang.

Selain waktu ketika muntah, apakah ada hal lain yang perlu dipertimbangkan?

Tentu. Waktu ketika muntah hanya panduan umum untuk memudahkan. Tetapi, keputusan memberi dosis ulangan harus dibuat berdasarkan kondisi masing-masing anak oleh tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan perlu mempertimbangkan jenis obatnya, tipe obat (cair atau padat), durasi penggunaan obat (jangka pendek/jangka panjang), dsb. Oleh karena itu, orangtua perlu terus berkonsultasi dengan dokter atau farmasi ya ketika anak muntah setelah minum obat

Bila setelah diminumkan obat kembali lalu anak muntah lagi harus bagaimana?

Segera ke dokter atau tenaga kesehatan terdekat. Baiknya orangtua tidak memberikan dosis ulangan atas pertimbangan sendiri. Terlalu sering memberikan dosis ulangan malah bisa membuat anak diare apalagi obat antibiotik. Dokter mungkin akan melakukan penghitungan dosis ulangan atau mencoba cara lain untuk memberikan obat misalnya disuntik atau diberikan melalui infus. Tentunya dokter juga akan menelaah penyebab anak muntah berulang dan memberikan terapi sesuai penyebabnya.

Ada tidak ya langkah pencegahan supaya anak tidak muntah setelah minum obat?

Tentu ada. Orangtua bisa menyiasati supaya anak tidak muntah setelah diberi obat. Beberapa caranya ialah:

Obat sirup

  • Berikan obat sirup dengan sendok/pipet ke bagian dalam pipi atau garis gusi dengan menggunakan pipet (baiknya jangan sendok). Tujuannya ialah agar obat cair perlahan-lahan mengalir ke belakang lidah. Bila anak cukup besar, biarkan ia mencoba minum obat sediri supaya lebih kooperatif.
  • Hindari memberikan obat secara cepat ke belakang tenggorokan. Hal ini bisa membuat tersedak karena obat malah masuk ke saluran nafas.
  • Hindari memberikan obat dan benda apapun ke tengah lidah saat anak tidak aktif menelan karena bisa merangsang refleks muntah
  • Untuk obat dalam bentuk puyer atau sirup kental, berikan air supaya lebih mudah ditelan
  • Beri obat saat posisi duduk, tegak atau kepala lebih tinggi dari badannya (Hindari memberi obat dalam posisi berbaring)
  • Jangan ‘mencekok’ anak minum obat (memasukkan obat secara paksa sambil menutup hidung anak). Hal ini bisa membuat anak tersedak
  • Hindari memaksa anak meminum obat ketika ia berontak. Selain bisa membuat muntah, hal ini juga bisa membuat anak tersedak.
  • Bila anak muntah setelah minum obat karena rasa obat yang tidak enak, coba minta dokter memberikan obat dengan rasa yang lebih mudah diterima. Anda juga bisa menyamarkan rasa obat dengan mencampur pemanis dengan rasa yang kuat. Misalnya, sirup cokelat, sirup strawberry, sirup pancake, dsb. Baiknya konsultasikan ke dokter terlebih dahulu bila hendak mencampur dengan makanan/minuman lain seperti susu, madu, dsb.

Tablet atau kapsul

  • Gunakan cairan yang lebih padat dari air ketika menelan tablet atau kapsul. Anda bisa berikan jus atau smoothies pada anak sebelum menelan obat. Menelan pil atau kapsul dengan air biasanya lebih sulit.
  • Berikan dalam posisi kepala tegak atau tubuh sedikit condong ke depan. Menelan dalam posisi kepala mendongak ke belakang tentu lebih sulit.
  • Gunakan sedotan bisa membantu
  • Anda bisa saja membelah tablet supaya lebih mudah ditelan anak. Namun, perlu berhati-hati bila menggerus tablet karena tablet jenis slow-release (tablet yang larut perlahan-lahan dalam tubuh) dan enteric-coated pills (tablet berlapis khusus yang tahan dengan asam lambung) tidak boleh digerus. Bila tidak yakin, konsultasikan dengan apoteker atau dokter tentang jenis obat yang boleh digerus atau tidak.
  • Bila anak sulit menelan kapsul, tanyakan dulu ke dokter atau apoteker mana kapsul yang boleh dibuka dan mana yang tidak. Perlu diingat bahwa serbuk dalam kapsul rasanya pahit sehingga mungkin malah sulit diberikan pada anak.
  • Untuk anak >8 tahun, latih anak untuk terbiasa menelan obat sebelum sakit. Anda bisa memberikan potongan coklat, es atau permen kecil. Bila takut tersangkut, Anda bisa lapisi dengan mentega.

Selengkapnya mengenai cara tepat memberi obat untuk anak bisa dibaca di sini.

Kapan saya harus ke dokter bila anak muntah setelah minum obat?

Sebaiknya Anda hubungi dokter bila anak:

  • Tetap muntah setelah diberikan dosis ulangan
  • Obat yang diberikan ialah obat resep yang harus habis (misalnya antibiotik)
  • Anak menolak minum obat kembali meskipun dengan teknik yang benar
  • Anak terlihat sangat sakit
  • Anak sering muntah

Semoga penjelasannya bermanfaat ya..

Agustina Kadaristiana, dr., MSc (Paeds)

08-02-2018

Referensi

  1. Rohyans JA. What should I do if my child throws up right after I give her antibiotics? [Internet]. Baby Center. Available from: https://www.babycenter.com/expert-jo-ann-c-rohyans
  2. Should Your Child See a Doctor? Medication – Refusal to Take [Internet]. Seattle Children’s Hospital. 2012. Available from: http://www.seattlechildrens.org/medical-conditions/symptom-index/medication-refusal-to-take/
  3. Kendrick JG, Ma K, DeZorzi P, Hamilton D. Vomiting of Oral Medications by Pediatric Patients: Survey of Medication Redosing Practices. Can J Hosp Pharm [Internet]. 2012;65(3):196–201. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3379826/

Tanya jawab vaksin MR

Halo ayah bunda! Baru-baru ini pemerintah baru saja menambahkan vaksin MR (Measles, Rubella) di imunisasi dasar. Seperti isu vaksin lainnya, respon orangtua terhadap vaksin MR juga terbagi tiga: ada yang pro, kontra dan yang galau. Pada tulisan kali ini, Doctormums akan membantu orang tua menimbang manfaat dan risiko dari vaksin MR. Siap-siap yah…

Apa itu vaksin MR?

Vaksin Measles, Rubella (MR) atau disebut juga vaksin campak dan rubella ialah vaksin hidup yang dilemahkan berupa serbuk kering dengan pelarut. Seperti namanya, vaksin ini bertujuan untuk mencegah penyakit campak dan rubella (campak Jerman) pada anak yang disebabkan oleh virus.(1)

Apa bedanya vaksin campak, MR dan MMR?

Kalau ini paling mudah dijelaskan dengan rumus matematika yah 😊

Vaksin campak= M (measles)

Vaksin MR= Measles + Rubella

Vaksin MMR= Mumps (gondongan)+ Measles (campak) + Rubella (campak jerman)

Sebelumnya pemerintah hanya mewajibkan vaksin campak. Namun, karena kejadian rubella juga tinggi, pemerintah menambah imunisasi rutin dengan vaksin rubella. Vaksin MMR sudah ada di Indonesia, tapi tidak masuk dalam program wajib pemerintah artinya vaksin ini tidak gratis. Tapi stok vaksin MMR di Indonesia sudah lama kosong. Dengan adanya vaksin MR, diharapkan penyakit rubella dan campak bisa tetap dicegah. Pemerintah lebih memprioritaskan MR karena campak dan rubella lebih berbahaya dan mematikan disbanding mumps (gondongan).(1,2)

Apa bahayanya campak dan rubella sampai anak saya harus divaksin?

Rubella berbahaya bila mengenai ibu hamil dan anak-anak. Bila mengenai ibu hamil pada trimester pertama, rubella bisa menyebabkan aborsi, kematian janin atau cacat bawaan. Cacat yang diakibatkan oleh rubella disebut Congenital Rubella Syndrome/ Sindrom Rubella Kongenital (CRS) yang ditandai katarak, tuli, kelainan jantung dan otak. Bila anak tertular rubella setelah lahir, anak beresiko terkena ensefalitis (peradangan otak) meskipun jarang. Mirip halnya dengan campak, anak yang terkena infeksi ini setelah lahir bisa terkena komplikasi ensefalitis, meningitis (radang selaput otak), radang paru (pneumonia), diare, bahkan kematian.(1)

Kapan vaksin MR ini diberikan?

Selama program kampanye vaksin MR, semua anak usia 9 bulan-15 tahun harus di vaksin MR ya ayah bunda. Kalau kampanye vaksin sudah selesai, vaksin MR diberikan menggantikan jadwal vaksin campak yaitu 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD/sederajat.(2)

Kalau sudah di vaksin campak, apa perlu di vaksin MR lagi?

Perlu supaya anak terlindungi dari rubella. Vaksin MR aman diberikan pada yang sudah diberi vaksin campak.(1)

Kalau sudah di vaksin MMR bagaimana?

Sebaiknya si kecil tetap di vaksin untuk memastikan kekebalan penuh terhadap penyakit campak dan rubella. Vaksin MR aman diberikan pada anak yang sudah MMR.(1)

Kenapa banyak orang tua yang galau untuk vaksin anaknya?

Menurut penelitian di Indonesia, alasan orangtua untuk tidak memvaksin ialah takut akan resiko dan efek samping, takut terkena autis, dan ragu akan kehalalannya.(3)

Memang apa resiko anak saya di vaksin MR?

Vaksin MR pada umumnya aman namun bukan berarti bebas dari resiko. Resiko atau efek samping yang bisa muncul karena vaksin MR misalnya:

  • Sakit karena disuntik!
  • Radang di bekas suntikan
  • Demam

Meskipun sangat jarang, reaksi alergi terhadap vaksin bisa terjadi.(1) Bila terjadi hal tersebut, segera laporkan ke petugas kesehatan untuk ditindak lanjuti. Saat ini pemerintah menyediakan situs pelaporan keamanan vaksin bila orangtua resah terhadap efek samping/resiko vaksin: www.keamananvaksin.com

Benarkah vaksin campak membuat autisme?

Tidak. Isu vaksin MMR menyebabkan autism dan penyakit usus berasal dari penelitian dokter Andrew Wakefield di tahun 1998. Penelitian ini sangat menghebohkan orangtua di Inggris sampai-sampai banyak orangtua yang menolak vaksinasi. Ternyata setelah ditelusuri penelitian ini dianggap tidak valid, terdapat unsur penipuan dan tidak bisa di replikasi. Pemerintah Inggris telah mencabut izin praktek dan menarik penelitiannya dari jurnal. Tapi tetap saja Wakefield aktif berkampanye anti vaksin lewat gerakan Vaxxed sampai saat ini. (4)

Benarkah vaksin mengandung babi sehingga haram?

Tidak. WHO sudah memberi pernyataan resmi bahwa enzim tripsin atau gelatin yang berasal dari babi tidak terkandung di produk akhir vaksin. Gelatin dan enzim tripsin dipakai dalam beberapa proses pembuatan vaksin. Namun, vaksin dicuci hingga bersih sampai enzim tersebut benar-benar hilang (5). Tahun 2001, WHO telah konsultasi dengan 100 ulama dari berbagai belahan dunia dan disimpulkan gelatin yang terkandung dalam vaksin halal. Menurut ulama dunia, tidak ada alasan untuk tidak mengimunisasi anaknya. (6)

Di Indonesia, MUI telah mengeluarkan fatwa nomor 4 Tahun 2016 bahwa imunisasi hukumnya mubah (boleh).(7) Sebagai informasi, saat ini sedang dikembangkan vaksin yang tidak menggunakan produk babi oleh Biofarma. Jangan lupa kita dukung ya 😊

Adakah anak yang tidak boleh divaksin MR?

Ada. Beberapa kelompok yang kontraindikasi untuk di vaksin MR misalnya:

  • Anak yang sedang dalam terapi kortikosteroid, imunosupresan dan radioterapi
  • Anak dengan kelemahan imun (immunocompromise)
  • Leukemia, anemia berat dan kelainan darah lainnya
  • Kelainan fungsi ginjal berat
  • Riwayat alergi berat terhadap komponen vaksin
  • Setelah pemberian gamma globulin atau transfusi darah.(1)

Kapan pemberian vaksin MR bisa ditunda?

Pemberian imunisasi bisa ditunda saat anak demam, batuk pilek, dan diare.(1)

Kalau saya memilih tidak memvaksin, apa resikonya?

Vaksin bukan hanya melindungi anak yang divaksin tetapi juga juga anak-anak yang lain. Vaksin memberi kekebalan masyarakat dari penyakit dari konsep Herd immunity. (4,8) Bila cakupan vaksin tinggi (80-95%), virus akan terhambat penyebarannya. Bahkan suatu penyakit bisa benar-benar hilang seperti penyakit smallpox (cacar) bila cakupan vaksin tetap tinggi. Tingginya herd immunity ini akan melindungi anak yang belum atau tidak bisa divaksin MR. Misalnya, anak yang timbul reaksi alergi berat karena vaksinasi, bayi-bayi muda, atau anak dengan kekebalan tubuh rendah. Sebaliknya, bila banyak orangtua yang menolak vaksin, herd immunity akan menurun drastis. Penelitian terbaru di Amerika menemukan bahwa penurunan cakupan imunisasi sekecil 5% saja bisa meningkatkan resiko campak 3x lipat! (9) Bayangkan bila angka imunisasi turun lebih dari itu. Bukan hanya anak berisko terkena penyakit, masyarakat akan beresiko terkena wabah.

Sebagai janji Doctormums di awal, kami akan membantu orangtua menimbang-nimbang risiko vs manfaat dari vaksinasi. Kalau dirangkum dari tulisan ini, yang perlu orangtua pikirkan ialah:

vaksin mr

Orangtua memang memiliki kewenangan untuk membesarkan anak dan memberi keputusan medis untuk anak yang dianggap belum cukup umur. Kebebasan berpendapat orangtua memang perlu dihargai seperti keyakinan beragama. Namun, dalam menimbang masalah imunisasi, orangtua kerap kali menyepelekan resiko penyakit seperti campak dan rubella dan membesarkan efek negatif imunisasi. (10) Penelitian lain juga menemukan bahwa sentimen dari sosial media tentang vaksin berpengaruh besar terhadap keraguan orangtua pada vaksin (11). Agar orangtua senantiasa bijak dalam memilih yang terbaik untuk anak, kami sangat mendukung orangtua yang terus mencari informasi yang terpercaya. Diskusikan dengan tenaga medis sebanyak-banyaknya bila orangtua galau dalam memutuskan imunisasi. Semoga bermanfaat.

Agustina Kadaristiana, dr.

8/8/2017

Referensi

  1. Kemenkes. Petunjuk teknis kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) [Internet]. Jakarta; 2017. Available from: http://www.searo.who.int/indonesia/topics/immunization/petunjuk_teknis_kampanye_dan_introduksi_mr.pdf?ua=1
  2. IDAI. IDAI – Daftar Pertanyaan Seputar Imunisasi Campak/Measles dan Rubella (MR) [Internet]. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2017 [cited 2017 Aug 8]. Available from: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/daftar-pertanyaan-seputar-imunisasi-campak/measles-dan-rubella-mr
  3. UN Global Pulse. Understanding immunisation awareness and sentiment through social media and mainstream media. Glob Pulse Proj Ser [Internet]. 2015;(19). Available from: http://www.unglobalpulse.org/projects/immunisation-parent-perceptions
  4. Chatterjee A. Vaccinophobia and Vaccine Controversies of the 21st Century [Internet]. 2013. Available from: http://reader.eblib.com/(S(r0xkd1qnsweq5vz04hzacqs1))/Reader.aspx#
  5. WHO. Oral polio vaccine and its production [Internet]. WHO. 2017 [cited 2017 Aug 2]. Available from: http://www.emro.who.int/polio/information-resources/oral-polio-vaccine-production.html
  6. MMR. [cited 2017 Aug 8]; Available from: http://www.immunisationscotland.org.uk/vaccines-and-diseases/mmr.aspx
  7. MUI. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang imunisasi [Internet]. MUI, 4 2016. Available from: http://www.depkes.go.id/resources/download/lain/Fatwa No. 4 Tahun 2016 Tentang Imunisasi.pdf
  8. Luyten J, Vandevelde A, Van Damme P, Beutels P. Vaccination policy and ethical challenges posed by herd immunity, suboptimal uptake and subgroup targeting. Public Health Ethics. 2011;4(3):280–91.
  9. Lo NC, Hotez PJ. Public Health and Economic Consequences of Vaccine Hesitancy for Measles in the United States. JAMA Pediatr [Internet]. 2017;1–6. Available from: http://archpedi.jamanetwork.com/article.aspx?doi=10.1001/jamapediatrics.2017.1695
  10. Wearmouth E. Children, vaccination and UK law and UK law. Arch Dis Child [Internet]. 2014;99(Suppl 1):A193–A193. Available from: http://adc.bmj.com/cgi/doi/10.1136/archdischild-2014-306237.445
  11. Salathé M, Khandelwal S, Cauchemez S, Gerberding J, Barabasi A. Assessing Vaccination Sentiments with Online Social Media: Implications for Infectious Disease Dynamics and Control. Meyers LA, editor. PLoS Comput Biol [Internet]. 2011 Oct 13 [cited 2017 Aug 8];7(10):e1002199. Available from: http://dx.plos.org/10.1371/journal.pcbi.1002199

 

Vaksin Palsu : Dampak, Pencegahan dan Penanganannya

Berita tentang vaksin palsu tentu sangat tidak nyaman dan membuat resah bagi banyak pihak. Mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, dan yang paling terasa mungkin orangtua. Terlebih lagi bila anak sendiri yang menjadi korban oknum vaksin palsu. Tentu wajar bila orangtua merasa marah, panik dan khawatir. Kami dari Doctormums juga sangat prihatin akan musibah vaksin palsu yang melanda negeri ini. Berikut ini ialah upaya dari Doctormums menjawab keresahan orangtua akibat vaksin palsu.

Apa isi dari vaksin palsu?

Sampai artikel ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari institusi pemerintah mengenai kandungan vaksin palsu. Beredar kabar bahwa isi dari vaksin palsu ialah vaksin yang diencerkan. Adapula yang mengatakan vaksin palsu dibuat dari campuran gentamisin dan cairan infus dengan dosis masing-masing 0,5 cc. Gentamisin ialah antibiotik berspektrum luas untuk membunuh bakteri. Sediaan dari gentamisin ini ada yang berupa salep, tetes mata, dan sediaan untuk suntik. Gentamisin suntik ini biasa digunakan untuk infeksi berat. 1–3

Apakah vaksin palsu berbahaya bagi kesehatan?

Berbahaya atau tidaknya kemasan ini tentu tergantung dari isi, dosis, dan cara produksi (apakah ada kontaminasi atau tidak). Adapun secara teori, beberapa dampak vaksin palsu (dengan asumsi isi vaksin palsu ialah cairan infus, vaksin oplosan atau gentamisin) bagi kesehatan misalnya:2,4

  1. Tidak adanya efek perlindungan vaksin terhadap kuman. Orangtua membawa anaknya untuk divaksinasi tentu dengan tujuan meningkatkan kekebalan tubuh anak terhadap penyakit. Sayangnya, efek ini tidak akan bisa dicapai dengan vaksin imitasi.
  2. Anak menjadi rentan terhadap penyakit yang ingin dicegah vaksin. Misalnya, anak diberikan vaksin BCG yang ternyata palsu. Sampai anak tersebut mendapatkan vaksin BCG yang asli, anak akan mengalami kerentanan terhadap penyakit TBC.
  3. Ada kemungkinan efek samping dari vaksin palsu. Sebagai contoh, bila benar isi vaksin palsu ialah gentamisin, beberapa anak bisa saja terjadi reaksi alergi, hipersensitifitas, mual muntah, sariawan, dsb.
  4. Ada kemungkinan kontaminasi. Produksi vaksin palsu tentu berbeda dengan vaksin asli yang dibuat dengan steril di pabrik. Sayangnya, hal ini membuka kemungkinan adanya kontaminasi dari proses produksi vaksin palsu.
  5. Perlunya anak disuntik ulang untuk vaksin. Pengalaman anak disuntik tentu tidak menyenangkan. Anak kemungkinan besar akan merasa nyeri bahkan sering enggan untuk pergi ke dokter. Namun, bila anak belum mendapat vaksin asli, anak kurang terlindungi dari penyakit menular berbahaya seperti TBC, difteri, pertusis, tetanus, dsb.

Bagaimana bila anak saya menjadi korban vaksin palsu?

Tentu bisa dimaklumi bila reaksi orangtua marah, kesal dan ingin menuntut hak anak. Namun, perlu dipahami bahwa tenaga kesehatan pun merasa demikian. Semua orang tentu marah dengan ulah oknum yang tidak bertanggung jawab dari vaksin palsu. Sehingga, ada baiknya bila orangtua bekerja sama dengan institusi terkait mencari solusi terbaik untuk sang anak. Secara ilmiah, solusi yang paling aman bagi korban vaksin palsu ialah vaksin ulang untuk mengejar ketinggalan vaksin. Saat ini pemerintah membuka posko pelayanan korban vaksin dengan menyediakan vaksin yang dijamin asli bila imunisasi anak memang perlu diulang.5

Apakah vaksin ulang berbahaya ?

Anak yang mendapat vaksin palsu dianggap tertinggal mendapat vaksin. Tentu perlu ditelaah dengan pihak yang berwenang (tenaga kesehatan) jenis dan durasi pemberian vaksin palsu. Hal ini dikarenakan orangtua hanya perlu menvaksin ulang anaknya dari sejak anak mendapat vaksin palsu. Vaksin ulangan ini tidaklah berbahaya. Sebaliknya, membiarkan anak tidak divaksin setelah mendapat vaksin imitasi justru membuat anak rentan terhadap penyakit berbahaya.

Bagaimana cara pemberian vaksin ulangan?

Pada prinsipnya, bila anak anda tertinggal beberapa jadwal vaksin, Anda tidak perlu mengulang vaksin dari awal. Begitu pula bila pada durasi tersebut ternyata vaksin yang diberikan ialah vaksin palsu. Perlu diingat, untuk kasus vaksin palsu, dokter dan tenaga kesehatan terkait perlu mengecek ulang riwayat kesehatan dan vaksinasi di posko pengaduan. Lakukan vaksin ulang bila dokter Anda mengatakan demikian.6,7

Hepatitis B

Vaksin Hepatitis B umumnya diberikan dalam 3 serial. Serial pertama diberikan idealnya <12 jam setelah bayi lahir. Vaksin kedua diberikan dengan jarak 4 minggu dari vaksin pertama yaitu saat usia anak 1 bulan. Vaksin terakhir paling baik dilakukan saat anak minimal berusia 6 bulan. Pada beberapa kasus vaksin, ketiga bisa diberikan dengan jarak 8 minggu setelah vaksin kedua dan 16 minggu dari vaksin pertama. Anak yang belum pernah mendapatkan vaksin Hepatitis B asli saat bayi perlu diberikan serial 3 vaksin tersebut dimulai dari kapan saja ia berkunjung ke dokter.

Polio

Terdapat 2 jenis vaksin polio yang tersedia di Indonesia yaitu vaksin polio oral (yang ditetes) dan vaksin polio suntik (IPV). Jadwal pemberian masing-masing vaksin tersebut ialah:

  • Vaksin polio oral/tetes: saat lahir, usia 2, 4, 6, 18 bulan (menurut IDAI) atau usia 2, 3, 4 bulan sesuai program pemerintah
  • Vaksin polio suntik (IPV): 2, 4, 6-18 bulan dan 6-8 tahun.

Bila anak tertinggal beberapa jadwal vaksin polio ini, orangtua tidak perlu mengulang pemberian dari awal tetapi lanjutkan dan lengkapi sesuai jadwal.

DPT

Vaksin DPT diberikan dalam 5 serial yaitu pada usia 2, 4, 6, 18-24 bulan dan 5 tahun. Untuk anak umur lebih dari 7 tahun diberikan vaksin Td, di booster setiap 10 tahun. Bila anak tertinggal beberapa jadwal imunisasi tersebut, tidak perlu diulang, cukup teruskan dan lengkapi sesuai jadwal. Bila anak belum pernah mendapatkan imunisasi sampai usia 4 tahun, anak perlu mendapatkan 5 serial vaksin tersebut dengan jarak pemberian vaksin sebagai berikut. Vaksin pertama diberi di atas usia 6 minggu, vaksin kedua dan ketiga diberi dengan jarak masing-masing minimal 4 minggu, vaksin ke empat diberi jarak minimal 6 bulan dari vaksin ketiga, dan vaksin kelima diberi jarak minimal 6 bulan dari vaksin ke empat. Bila anak belum mendapatkan imunisasi DPT sama sekali tetapi usia anak lebih dari 4 tahun, anak hanya perlu diberikan 4 serial vaksin DPT tanpa serial yang ke lima.

Campak

Vaksin campak diberikan pada usia 9 bulan dan diberi dosis booster saat anak berusia 2 dan 6 tahun. Bila anak belum divaksin atau mendapat vaksin palsu saat ia berusia 9-12 bulan, berikan di usia berapapun saat ia bertemu. Bila anak sudah berusia >12 bulan, berikan vaksin MMR.

Bagaimana upaya maksimal orangtua yang bisa dilakukan untuk mencegah vaksin palsu?

Mengidentifikasi vaksin palsu cukup sulit bagi kalangan awam bahkan tenaga kesehatan itu sendiri. Pasalnya, vaksin benar-benar bisa dibuktikan palsu apabila sudah dilakukan pengecekan di laboratorium. Namun, tidak ada salahnya bersikap hati-hati sebelum memberikan vaksin pada anak anda seperti :

  • Minta izin pada tenaga kesehatan untuk sama-sama mengecek kemasan vaksin. Lihat tanggal kadaluarsanya, identitas pasien (bila vaksin dibeli dengan resep), serta segelnya. Lihat juga ciri fisik vaksin  seperti pada tabel dan gambar ini:8,9
Vaksin Palsu Vaksin Asli
  • Harga lebih murah dari pasaran
  • Tidak ada tanda dot merah
  • Bentuk kemasan lebih kasar
  • No. Batch tidak terbaca
  • Warna rubber stopper (tutup vial) berbeda dari produk asli
  • Tidak ada nomor ijin edar (nie) BPOM
  • Terdapat perbedaan pada cetakan barcode kemasan vaksin palsu
  • Terdapat tanggal kadaluarsa
  • Kemasan masih disegel
  • Terdapat label yang mencantumkan keterangan seputar vaksin pada ampul
  • Label ampul biasanya dilepas dan ditempekan pada buku kesehatan begitu vaksinasi lalu kemasan dihancurkan
Vaksin Palsu

Mengenali vaksin

  • Lakukan vaksin di institusi pemerintah (seperti posyandu, puskesmas atau RS pemerintah) atau institusi swasta yang terpercaya. Institusi pemerintah bisa dijamin menggunakan vaksin asli karena vaksinnya berasal dari distributor resmi. Begitu pula dengan RS besar atau institusi swasta yang menggunakan pemasok vaksin dari sumber resmi.
  • Menggunakan fasilitas JKN dalam melakukan imunisasi dasar vaksin. Pengadaan vaksin JKN didasarkan pada Fornas dan e-catalog dari produsen dan distributor resmi jadi dijamin asli dan aman oleh Kemenkes.9

Semoga bermanfaat

Agustina Kadaristiana, dr.

07/20/2016

Sumber:

  1. Kemkes Harus Beri Keterangan Resmi Soal Dampak Vaksin Palsu [Internet]. CNN Indonesia. [cited 2016 Jul 20]. Available from: http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160719173258-20-145680/kemkes-harus-beri-keterangan-resmi-soal-dampak-vaksin-palsu/
  2. Berisi Infus dan Antibiotik, Vaksin Palsu Dinilai Tak Bahaya [Internet]. CNN Indonesia. [cited 2016 Jul 20]. Available from: http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160627115331-20-141168/berisi-infus-dan-antibiotik-vaksin-palsu-dinilai-tak-bahaya/
  3. Gentamicin Dosage, Side Effect | MIMS.com Indonesia [Internet]. [cited 2016 Jul 20]. Available from: http://www.mims.com/indonesia/drug/info/gentamicin?mtype=generic
  4. Indonesia BBC. Apa dampak vaksin palsu bagi kesehatan? [Internet]. BBC Indonesia. [cited 2016 Jul 20]. Available from: http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160714_indonesia_explainer_vaksinasi
  5. Dwi S. Vaksinasi Ulang Dijamin Gunakan Produk Berkualitas Global [Internet]. Biofarma. 2016 [cited 2016 Jul 20]. Available from: http://www.biofarma.co.id/en/news/vaksinasi-ulang-dijamin-gunakan-produk-berkualitas-global/
  6. Melengkapi/ Mengejar Imunisasi (Bagian II) [Internet]. IDAI. [cited 2016 Jul 20]. Available from: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-ii
  7. Catch-up Immunization Schedule | CDC [Internet]. [cited 2016 Jul 20]. Available from: http://www.cdc.gov/vaccines/schedules/hcp/imz/catchup.html
  8. Dwi S. Bedakan Vaksin Asli dan Palsu [Internet]. Biofarma. 2016 [cited 2016 Jul 20]. Available from: http://www.biofarma.co.id/en/featured-news/bedakan-vaksin-asli-dan-palsu/
  9. Cara Membedakan Vaksin Asli dan Palsu [Internet]. detiknews. [cited 2016 Jul 20]. Available from: http://news.detik.com/infografis/3244092/cara-membedakan-vaksin-asli-dan-palsu
  10. Media KC. Kemenkes: 7 Alasan Tak Perlu Khawatir Vaksin Palsu – Kompas.com [Internet]. [cited 2016 Jul 20]. Available from: http://health.kompas.com/read/2016/06/27/103352623/kemenkes.7.alasan.tak.perlu.khawatir.vaksin.palsu

Obat Batuk Pilek Bayi

Orangtua mungkin paling pening saat bayinya sakit. Termasuk saat si kecil terkena batuk. Terlebih lagi bila batuk ini disertai demam, pilek dan sulit bernafas. Tidak jarang orangtua terburu-buru berobat ke dokter untuk minta obat atau minta “diuap”. Namun, tahukah ayah bunda bahwa obat batuk pilek yang dijual bebas tidak disarankan untuk anak <4 tahun?

Efek Obat Batuk Pilek Pada Bayi

Obat batuk pilek sampai saat ini masih banyak dijual di pasaran. Orangtua dapat membeli obat ini tanpa membutuhkan resep dari dokter. Contohnya ialah obat-obatan yang mengandung :

  • Antitusif (obat yang menekan rangsang batuk) seperti dextromethorphan dan pholcodine
  • Ekspektoran (pengencer dahak) seperti guaifenesin dan ipecacuanha
  • Dekongestan (pelega hidung) seperti efedrin, oxymetazoline, phenylephrine, pseudoefedrin dan xylometazoline
  • Antihistamin (brompheniramine, chlorphenamine, diphenhydramine, doxylamine, promethazine and triprolidine)

Biasanya obat batuk pilek mengandung campuran dari beberapa kandungan di atas. Obat-obatan ini sebenarnya relatif aman digunakan untuk orang dewasa. Namun, setelah diteliti, ternyata penggunaan obat batuk pilek pada bayi dan anak sebenarnya kurang bermanfaat. Bahkan, dapat beresiko buruk untuk kesehatan. Adapun resikonya dapat berdampak pada kesakitan dan kematian anak akibat keracunan zat-zat tersebut bila diberikan secara sering dalam waktu yang lama. Sehingga, bulan Oktober 2008, FDA (The Food and Drug Administration) menghimbau untuk tidak memberikan obat batuk pilek yang dijual bebas pada anak di bawah 4 tahun. Saat anak berusia 4-6 tahun, obat batuk pilek ini bisa diberikan setelah mendapatkan resep dari dokter. Baru setelah 6 tahun, obat batuk pilek ini aman digunakan tanpa resep dokter tetapi orangtua tetap harus mengikuti dosis yang tertera pada kemasan.

Lalu, bagaimana jika bayi saya batuk pilek?

Ayah bunda tidak perlu khawatir, batuk pilek biasanya sembuh dalam waktu 5-7 hari, tergantung kekebalan tubuhnya. Memang bayi mungkin akan lebih rewel. Namun, selama bayi sakit usahakan agar ia:

  • Istirahat dengan cukup. Sebaiknya hindari bepergian ke tempat yang jauh agar bayi tidak kelelahan
  • Terhidrasi dengan baik. Caranya dengan terus memberinya ASI atau minum.
  • Biasakan anggota keluarga untuk mencuci tangan agar menghindari penularan kuman
  • Kalau ada, gunakan humidifier bila udara di rumah anda tergolong kering. Mengalirkan shower air hangat juga dapat membuat udara lembab dan membuat nyaman pernafasan bayi. Saluran nafas yang kering dapat menjadi media yang subur untuk virus berkembang biak.

Anda juga dapat mengatasi gejala batuk pilek pada bayi ini sendiri di rumah lho.

  • Hidung tersumbat : berikan tetes hidung yang mengandung garam saline (NaCl). Garam saline berfungsi untuk mengencerkan lendir. Biasanya tetes hidung ini tersedia di toko obat/farmasi tanpa perlu resep dokter. Bila tidak tersedia, orangtua boleh gunakan air hangat yang bersih. Setelah itu, gunakan pengisap atau cotton bud untuk mengeluarkan lendirnya. Cara ini aman dan cukup efektif untuk dilakukan pada bayi.
  • Hidung berair : cukup lap atau keluarkan dengan alat pengisap. Obat antihistamin (CTM, loratadine, cetirizine) tidak membantu untuk batuk pilek karena virus. Namun, bisa mengatasi hidung berair karena alergi.
  • Batuk : saat bayi batuk, orangtua bisa menggunaan obat batuk yang dibuat sendiri di rumah.
    Bayi 3 bulan-1 tahun : Berikan air hangat dan jernih (air putih hangat, jus apel) dengan dosis 5-15 ml diberikan 4x sehari saat batuk. Jangan berikan madu pada anak dibawah 1 tahun karena dapat beresiko menyebabkan infeksi botulism. Bila bayi Anda masih dibawah 3 bulan, hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.
    Anak di atas 1 tahun : gunakan madu 2-5 ml seperlunya. Madu dapat mengencerkan lendir dan mengurangi batuk. Bila tidak ada madu, Anda bisa gunakan sirup jagung. Dari penelitian yang melibatkan 300 anak, didapatkan hasil bahwa madu yang diberikan sebelum tidur pada anak usia 1-5 tahun yang mengalami batuk dapat mengurangi batuk dan membuat tidur anak lebih nyenyak. Selain itu, penelitian lain menyebutkan bahwa madu lebih baik dari obat batuk manapun untuk mengurangi keparahan dan frekuensi batuk pada malam hari.

Jadi, tidak perlu buru-buru ke apotik untuk mencari obat batuk pilek untuk bayi yah…Bila batuk pilek tidak kunjung sembuh, silakan hubungi dokter.

Agustina Kadaristiana, dr.

01/29/2016

Referensi

1. Gunn VL, Taha SH, Liebelt EL, Serwint JR. Toxicity of Over-the-Counter Cough and Cold Medications. Pediatrics. 2001 Sep 1;108(3):e52–e52.
2. 2009 TPJM. Cough and cold remedies no longer recommended for children under six years [Internet]. Pharmaceutical Journal. [cited 2016 Jan 28]. Available from: http://www.pharmaceutical-journal.com/news-and-analysis/news/cough-and-cold-remedies-no-longer-recommended-for-children-under-six-years/10244795.article
3. Coughs and Colds: Medicines or Home Remedies? [Internet]. HealthyChildren.org. [cited 2016 Jan 28]. Available from: http://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/chest-lungs/Pages/Coughs-and-Colds-Medicines-or-Home-Remedies.aspx
4. Choices NHS. Colds, coughs and ear infections – Pregnancy and baby guide – NHS Choices [Internet]. 2015 [cited 2016 Jan 28]. Available from: http://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/pages/coughs-colds-ear-infections.aspx
5. Ashkin E, Mounsey A. A spoonful of honey helps a coughing child sleep. J Fam Pract. 2013 Mar;62(3):145–7.

Ingin Donor ASI? Baca Dulu Syaratnya!

Donor ASI sepertinya sudah tidak asing lagi dikalangan para ibu. Ibu yang produksi ASI nya sedikit biasanya menjadi konsumen dari ibu yang memiliki stok ASI berlebih. Terlebih lagi bagi para ibu yang tidak ingin cepat-cepat beralih ke susu formula. Sehingga, tidak heran bila komunitas donor ASI di internet atau media sosial menjadi marak. Namun, berbagi ASI bukan berarti anak mendapatkan manfaat 100% dari ASI tanpa terhindar dari risiko penyakit. Jadi, amat penting bagi ibu untuk berhati-hati sebelum menjadi donor atau konsumen dari donor ASI tersebut.

Manfaat vs Risiko Donor ASI

ASI sudah tidak diragukan lagi menjadi makanan pertama dan utama bagi bayi. Manfaatnya tidak bisa disaingi dengan susu formula atau susu instan lainnya. Namun, saat bayi tidak bisa mendapatkan ASI langsung dari payudara ibu, terdapat beberapa alternatif dari ASI yang dapat dipertimbangkan. Dalam The Global Strategy for Infant and Young Child Feeding disebutkan tingkatan alternatif ASI ialah :1

  1.  ASI yang diperah dari payudara ibu
  2. ASI dari ibu sapih yang sehat atau susu dari bank ASI yang dipasteurisasi
  3. Pengganti ASI seperti susu formula

Di Indonesia, sayangnya bank ASI belum ada. Sehingga, banyak para ibu yang berinisiatif membuat komunitas donor ASI di internet atau mencari ibu susu secara langsung. Namun, orangtua perlu berhati-hati. Donor ASI bisa jadi membawa resiko yang lebih besar daripada manfaatnya apabila ibu tidak memperhatikan kesehatan pendonor dan pengelolaan hasil ASI perah secara seksama. Beberapa risiko donor ASI misalnya :

  1. Kontaminasi dengan penyakit. Air susu ibu dapat menjadi media penularan penyakit pada bayi dari ibu yang mengidap Human T-Cell Leukaemia Viruses (HTLV 1 dan 2), HIV dan Cytomegalovirus (CMV). Khusus untuk kontaminasi CMV di ASI, kuman ini baru akan menimbulkan masalah apabila ASI diberikan pada bayi yang prematur. 2
  2. Kontaminasi dengan obat. Obat atau bahan kimia yang dikonsumsi ibu dapat terdeteksi di ASI. Beberapa obat ini dapat mempengaruhi kesehatan janin. 2
  3. ASI  yang tidak murni lagi. Penelitian dari Keim dkk menyebutkan bahwa sebagian besar ASI yang didapatkan dari internet sudah dicampur dengan susu sapi, terkontaminasi dengan bahan kimia atau bakteri.3
  4. Kurang higienis. Pendonor ASI yang kurang paham cara menangani ASI perah bisa saja malah bisa mengantarkan kuman penyakit ke ASI yang hendak diberikan. Penelitian menyebutkan bahwa terdapat kuman berbahaya akibat pengelolaan ASI perah yang kurang higienis seperti Kleibsiella pneumonia, Pseudomonas aeruginosa, Stahylococcus aureus, Bacillus dan Grup B Streptococcus.2

Pertimbangan Lain

Bagi ibu yang beragama Islam, mungkin perlu lebih hati-hati dalam memilih donor ASI. Pasalnya, menyusui bayi orang lain memiliki konsekuensi hukum tersendiri yaitu menjadi haram untuk dinikahi. Dua kelompok yang menjadi haram dinikahi karena persusuan yaitu ibu yang menyusui serta nasabnya ke atas dan anak dari ibu yang menyusui (saudara sepersusuan).4

Langkah Memilih Donor

Sebagai orangtua yang bijak, tentu tidak salah apabila bersikap ekstra hati-hati dalam memilih donor ASI. Meskipun kita sudah kenal baik dengan calon ibu susu, tetap pertimbangkan kesehatan pendonor juga pengetahuan dalam mengelola ASI tersebut.

Di negara maju yang telah memiliki bank ASI, calon ibu yang hendak menjadi donor terlebih dahulu dilakukan penapisan atau skrining. Sedangkan di Indonesia yang belum ada bank ASI, skrining bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan atau skrining mandiri. Adapun syarat awal yang perlu dipenuhi ibu bila hendak mendonorkan ASI ialah: 5–8

  1. Memiliki bayi berusia kurang dari 6 bulan
  2. Sehat dan tidak mempunyai larangan untuk menyusui
  3. Produksi ASI sudah memenuhi kebutuhan bayinya dan memutuskan untuk mendonasikan ASI atas dasar produksi yang berlebih
  4. Tidak menerima transfusi darah atau transplantasi organ dalam 12 bulan terakhir
  5. Tidak merokok atau menggunakan terapi nikotin
  6. Tidak mengkonusmsi alkohol
  7. Tidak mengkonsumsi narkoba
  8. Tidak mengkonsumsi obat, termasuk insulin, hormon tiroid, dan produk yang bisa mempengaruhi bayi.
  9. Bukan pengguna vitamin dosis besar atau obat-obatan herbal. Obat/suplemen herbal harus dinilai dulu efeknya terhadap ASI
  10. Bukan vegetarian murni yang tidak mengkonsumsi suplemen vitamin B 12
  11. Tidak menggunakan implan payudara
  12. Tidak menggunakan tato/body piercing
  13. Tidak ada riwayat menderita penyakit menular, seperti hepatitis, HIV, atau HTLV2
  14. Tidak memiliki pasangan seksual yang berisiko terinfeksi penyakit, seperti HIV, HTLV2, hepatitis B/C (termasuk penderita hemofilia yang rutin menerima komponen darah)

Bila ibu sudah memenuhi kriteria tersebut, ibu masih perlu melakukan beberapa tes agar ASI yang diberikan terjamin aman dari penyakit berbahaya. Pemeriksaan meliputi tes HIV, human T-lymphotropic virus (HTLV), sifilis, hepatitis B, hepatitis C, dan CMV (bila akan diberikan pada bayi prematur). Bila ada keraguan terhadap status pendonor, tes skrining ini dapat dilakukan tiap tiga bulan.

Setelah dua tahapan ini dilakukan, baik pendonor atau penerima ASI perlu dibekali cara pengelolaan ASI agar tetap dalam keadaan higienis dan bebas penyakit.

Manajemen Donor ASI

Dari Pendonor

  • Sebelum memerah ASI, cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, kemudian keringkan dengan handuk bersih
  • Sebaiknya ASI diperah menggunakan tangan. Namun, penggunaan pompa ASI juga tidak apa-apa.
  • ASI perah harus disimpan pada tempat tertutup, botol kaca, kontainer plastik dari bahan polypropylene atau polycarbonate, botol bayi gelas atau plastik standar (perhatikan tata cara penyimpanan ASI)
  • ASI perah dari ibu pendonor perlu dibekukan secepatnya untuk menjaga nutrisi dan kualitas ASI. Bila tidak memungkinkan (misalnya karena kulkas penuh), ASI yang diperah masih bisa dibekukan dalam 24 jam.
  • ASI harus dalam keadaan beku sampai didonorkan
  • Sebaiknya donor mengecek temperatur kulkas secara berkala (Standar beku tidak lebih dari -20°Celcius )
  • Berikan label pada setiap wadah ASI5,7,8
Penyimpanan Donor ASI

Penyimpanan Donor ASI

Penerima ASI
Setiap ASI yang diterima dari donor perlu dipanaskan khusus untuk mengurangi resiko infeksi. Terlebih lagi bila ASI akan diberikan pada bayi prematur. Ada 3 cara mengurangi resiko penularan penyakit dari ASI (termasuk HIV) yang cukup mudah dilakukan, yaitu :2,5,6

1. Pasteurisasi Holder
Susu dipanaskan di suhu 62.5oC selama 30 menit. Cara ini dapat menonaktifkan virus HIV dengan mempertahankan unsur kekebalan dari ASI. Metode ini paling banyak digunakan di bank ASI karena membutuhkan termometer khusus.

2. Flash heating
Metode ini paling umum dalam pencegahan HIV melalui ASI karena cukup mudah dilakukan. Caranya, ASI sebanyak 50-150 ml diletakkan dalam wadah kaca tertutup berukuran 450 ml. Lalu, buka tutup wadah dan letakkan wadah kaca dalam pemanas susu (Hart Pot) berukuran 1 liter. Tuangkan air 450 ml atau hingga permukaan air mencapai 2 cm dari bibir panci. Didihkan air. Sesaat setelah muncul gelembung, matikan panci dan pindahkan wadah dari sumber panas. Diamkan ASI sampai suhunya siap untuk diminum bayi.

01-flash-heating1

3. Pasteurisasi Pretoria
Tempatkan 50-150 ml ASI ke dalam wadah kaca berukuran 450 ml. Tutup wadah dan letakkan ke dalam panci aluminium 1 liter. Tuangkan air mendidih 450 ml atau hingga permukaan air mencapai 2 cm dari bibir panci. Tunggu selama 30 menit lalu pindahkan susu sampai suhunya siap diminum bayi atau disimpan dalam kulkas.

Semoga bermanfaat

Agustina Kadaristiana, dr.

01/13/2016

Referensi

1. Global Strategy for Infant and Young Child Feeding. WHO [Internet]. 2003; Available from: www.who.int/nutrition/publications/infantfeeding/en/index.html
2. Gribble KD, Hausman BL. Milk sharing and formula feeding: Infant feeding risks in comparative perspective? Australas Med J. 2012 May 31;5(5):275–83.
3. Keim SA, McNamara KA, Dillon CE, Strafford K, Ronau R, McKenzie LB, et al. Breastmilk Sharing: Awareness and Participation Among Women in the Moms2Moms Study. Breastfeed Med. 2014 Oct;9(8):398–406.
4. Donor ASI dalam Fikih Islam [Internet]. Republika Online. [cited 2016 Jan 13]. Available from: http://www.republika.co.id/berita/koran/dialog-jumat/15/05/22/noqm0f6-donor-asi-dalam-fikih-islam
5. Donor ASI [Internet]. IDAI. [cited 2016 Jan 13]. Available from: http://idai.or.id/artikel/klinik/asi/donor-asi
6. Donor ASI; Kapan dan Bagaimana? | AIMI – Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia [Internet]. [cited 2016 Jan 13]. Available from: http://aimi-asi.org/donor-asi-kapan-dan-bagaimana/
7. Government of Canada HC. Safety of Donor Human Milk in Canada – Health Canada [Internet]. 2014 [cited 2016 Jan 13]. Available from: http://www.hc-sc.gc.ca/fn-an/nutrition/infant-nourisson/human-milk-don-lait-maternel-eng.php
8. Donor breast milk banks overview – NICE Pathways [Internet]. [cited 2016 Jan 13]. Available from: http://pathways.nice.org.uk/pathways/donor-breast-milk-banks/donor-breast-milk-banks-overview#path=view%3A/pathways/donor-breast-milk-banks/donor-breast-milk-banks-overview.xml&content=view-index

Perlengkapan Bayi

Perlengkapan Bayi yang Tidak Perlu dibeli

Salah satu kebingungan orangtua baru dalam menyambut si kecil ialah memilihkan perlengkapan bayi untuknya. Begitu pula saat kita ingin memilihkan kado kelahiran untuk buah hati saudara atau kawan kita. Saat ini, produk bayi amatlah banyak yang dijual di pasaran. Terlebih lagi dengan modelnya yang menarik dan senantiasa update. Padahal, tidak semua perlengkapan bayi yang beredar itu aman lho! Bahkan untuk produk yang kita anggap biasa sekalipun. Kira-kira perlengkapan bayi apa saja ya yang kurang aman dan tidak perlu dibeli?

Daftar Perlengkapan Bayi yang Tidak Perlu Dibeli

1. Perlengkapan bayi untuk tidur seperti bantal, guling, dan selimut.  Perlengkapan ini sebetulnya praktis dan umum sebagai kado kelahiran. Namun, ternyata bayi yang baru lahir tidak disarankan untuk tidur menggunakan bantal, guling atau selimut. Pasalnya, perlengkapan tidur ini dapat meningkatkan risiko bayi terjebak, tercekik dan kekurangan nafas yang dapat berakibat fatal bagi bayi. Meskipun begitu, sebagian besar ahli setuju perlengkapan tidur ini relatif aman digunakan saat anak di atas 12 bulan.
Alternatif : cukup pakaikan jumpsuit tidur yang hangat tanpa memakaikan ia bantal, guling atau selimut.

2. Kasur khusus, pembatas tidur dan penjaga posisi bayi yang diklaim dapat mencegah kematian mendadak pada bayi (SIDS/Sudden Infant Death Syndrome). Produk-produk ini tidak perlu dibeli karena tidak terbukti mencegah SIDS. Bahkan, ada laporan bayi tercekik saat menggunakan produk ini.
Alternatif : posisikan bayi tidur telentang di kasur bayi yang tidak terlalu lembut seperti spring bed tanpa alat apapun.

3. Boks bayi (baby cribs) yang sisinya bisa naik turun. Perlengkapan bayi ini termasuk berbahaya karena terlibat dalam laporan kematian 32 bayi dan ratusan laporan cedera dari tahun 2000. Produk ini telah di larang edar di Amerika sejak tahun 2011. Bila Anda masih menemukan produk ini di pasaran, lupakan saja niat Anda untuk membelinya.
Alternatif : Beli boks bayi yang memenuhi standar seperti boksnya tidak bisa di buka-tutup, tidak ada jeda lebih dari 2 jari (6 cm) antara sela-sela boks dan matras, terbuat dari bahan yang kuat, dan tidak berumur lebih dari 10 tahun. Hal ini disebabkan produk yang beredar 10 tahun yang lalu banyak yang tidak memenuhi standar keamanan.

Perlengkapan Bayi kurang aman

Box Bayi Berpintu

4. Bumper. Bumper ialah bantalan agar bayi tidak terbentur sisi-sisi boks bayi. Penelitian telah menemukan 27 kematian bayi usia 1 bulan-2 tahun dari tercekik atau mati lemas karena bumper antara tahun 1985 dan 2005. Sebab itu, AAP (The American Academy of Pediatrics) menghimbau orangtua untuk tidak menggunakan bumper termasuk yang diklaim “breathable” atau masih bisa bernafas.
Alternatif : Tidak perlu gunakan apa-apa di sekitar boks bayi.

Perlengkapan Bayi : Bumper

5. Baby walker. Banyak orangtua yang beranggapan baby walker dapat membuat bayi cepat bisa berjalan. Nyatanya, baby walker malah bisa membuat bayi lebih lambat berjalan. Saat ini AAP menghimbau orangtua untuk meninggalkan baby walker. Bahkan, di Kanada penggunaan baby walker ini sudah dilarang. Alasan di balik ini ialah banyaknya laporan mengenai kecelakaan pada bayi saat penggunaan baby walker. Saat bayi menggunakan baby walker, ia dapat terjungkal dari tangga, menggapai benda-benda di atas meja yang mungkin berbahaya bagi bayi (seperti tertumpah air panas, bahan beracun, dsb) atau tecebur di kolam. Sayangnya, orangtua merasa ‘aman’ meninggalkan bayi di baby walker sehingga bayi luput dari penglihatan orangtua saat ia celaka di baby walker.
Alternatif : Tempat duduk aktivitas bayi yang tidak beroda.

6. Kursi bayi untuk mandi (Infant Bath Seats). Kursi mandi awalnya didesign untuk membantu bayi yang sudah bisa duduk (usia 6-8 bulan) agar duduk tegak saat mandi. Namun, orangtua sering menjadi salah kaprah karena merasa bayi sudah ‘aman’ ditinggal saat mandi. The Consumer Product Safety Commission (CPSC) melaporkan ada 174 kematian dan 300 kecelakaan pada bayi antara 1983-2009 akibat kelalaian penggunaan kursi mandi bayi. Sehingga, tahun 2010, CPSC mengeluarkan standar baru dan rambu-rambu bila orangtua ingin menggunakan kursi mandi.
Alternatif : Sebaiknya memang tidak pakai kursi mandi. Terlebih lagi kursi mandi keluaran lama (sebelum 2010). Lebih aman gunakan bak mandi khusus bayi yang terbuat dari plastik kokoh. Bila Anda tetap ingin gunakan, cek dulu label keamanannya. Paling penting jangan sesekali meninggalkan anak saat mandi.

Kursi Mandi Bayi

Kursi Mandi Bayi

7. Bumbo seat. Bumbo seat ialah kursi empuk dengan design cerah yang menarik bayi untuk duduk tegak. Tapi produk ini dipertanyakan ulang mengenai keamanannya. CPSC melaporkan bahwa terdapat 45 kecelakaan akibat bayi jatuh dari bumbo seat yang diletakkan di meja atau kursi dewasa. 17 bayi diantaranya berusia kurang dari 1 tahun dengan cedera kepala cukup serius. Meskipun terkesan stabil, bayi bisa terjatuh saat ia menunduk, bergerak maju atau bergoyang-goyang.
Alternatif : bouncer seat, kursi aktivitas bayi yang kokoh.

Bumbo Seat

8. Meja ganti bayi dengan batas yang tidak lengkap. Ayah bunda mugkin pernah lihat meja ganti bayi yang di satu sisinya tidak ada penyangga. Memang rasanya praktis karena orangtua tidak terhalangi saat mengganti popok/pakaian bayi. Namun, balita bisa terjatuh dari meja ganti tersebut. CPSC memperkirakan sekitar 4500 balita cedera akibat penggunaan meja ganti. Sehingga perlu hati-hati dalam memilih furnitur tersebut.
Alternatif : Pilihlah meja ganti dengan permukaan yang datar dengan penyangga di semua sisi. Lebih aman gunakan matras ganti pakaian yang diletakkan di lantai atau permukaan yang rendah. Selalu dampingi saat si kecil berganti pakaian.

Meja ganti bayi yang kurang aman

Semoga bermanfaat

Agustina Kadaristiana, dr.

12/24/2015

Referensi
1. Dangerous Baby Products to Avoid – Consumer Reports [Internet]. [cited 2015 Dec 24]. Available from: http://www.consumerreports.org/cro/2012/05/13-dangerous-baby-products-to-avoid/index.htm
2. A Safer Generation of Cribs [Internet]. U.S. Consumer Product Safety Commission. [cited 2015 Dec 24]. Available from: http://www.cpsc.gov/en/Safety-Education/Neighborhood-Safety-Network/Posters/Crib-Rules/
3. 2014 the BMABL updated: M. Baby bath seats [Internet]. BabyCenter. [cited 2015 Dec 24]. Available from: http://www.babycenter.com/0_baby-bath-seats_5753.bc
4. Baby Walkers: A Dangerous Choice [Internet]. HealthyChildren.org. [cited 2015 Dec 24]. Available from: http://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/at-home/Pages/Baby-Walkers-A-Dangerous-Choice.aspx
5. Samantha Hill, MD, Rupal Christine Gupta, MD. Choosing Safe Baby Products: Cribs. KidsHealth [Internet]. Available from: http://kidshealth.org/parent/firstaid_safe/home/products_cribs.html
6. Pediatrics AA of. Four million Bumbo seats recalled. AAP News. 2012 Aug 15;E120815–1.
7. Pediatrics AA of. New rules to improve safety of bedside sleepers. AAP News. 2014 Mar 1;35(3):26–26.
8. Reduce the Risk of SIDS [Internet]. HealthyChildren.org. [cited 2015 Dec 24]. Available from: http://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/sleep/Pages/Preventing-SIDS.aspx
9. Safe to Sleep® – Crib Information Center [Internet]. U.S. Consumer Product Safety Commission. [cited 2015 Dec 24]. Available from: http://www.cpsc.gov/en/Safety-Education/Safety-Education-Centers/cribs/

Perlindungan Anti Nyamuk yang Aman Untuk Si Kecil

 Siapa sih yang tidak kesal dengan nyamuk? Apalagi kalau menggigit si kecil. Sudah kulitnya menjadi bentol, gatal, lalu anak menjadi rewel. Belum lagi kalau (jangan sampai) sang nyamuk menebarkan penyakit ganas seperti malaria atau demam berdarah. Bisa-bisa anak yang jadi korban terkena penyakit dari gigitan nyamuk ini. Memang perlindungan anti nyamuk banyak yang beredar di pasaran. Mulai dari lotion, kelambu, sampai gelang atau perangkat elektronik. Tapi mana ya yang efektif dan aman bila dipakai bayi dan anak?

Cara Alami Anti Nyamuk

Orangtua mungkin khawatir dan enggan memberi paparan bahan kimia terlalu banyak pada anak. Sehingga, memang cukup bijak bila orangtua mencoba cara alami untuk menghindari gigitan nyamuk. Mulai dari memberi perlindungan khusus pada anak sampai memperhatikan kebersihan lingkungan agar bebas nyamuk. Cara alami perlindungan anti nyamuk yang aman untuk buah hati misalnya :1–4

  • Memakaikan anak baju dan celana yang panjang saat ia keluar rumah atau tidur
  • Tidak membawa anak ke ruang terbuka atau ke luar rumah saat malam hari. Pada malam hari biasanya nyamuk sedang aktif-aktifnya mencari mangsa.
  • Menggunakan kelambu saat tidur
  • Menggunakan jaring anti nyamuk di roda dorong atau tempat tidur bayi
  • Memasang filter anti nyamuk di jendela
  • Menutup jendela atau pintu di malam hari
Anti Nyamuk Bayi

Kelambu Anti Nyamuk Bayi

Selain itu, penting juga untuk menjaga lingkungan tempat tinggal agar nyamuk tidak betah bersarang, seperti :

  • Mengurangi tempat nyamuk bersarang dengan menguras penampungan air seperti bak mandi, penampung air lemari es, dsb
  • Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air
  • Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular
  • Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan
  • Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk
  • Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah
  • Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain

Cara-cara ini terutama dilakukan untuk perlindungan anti nyamuk pada bayi. Usaha ini juga biasanya cukup efektif bila di anak sedang berada di daerah yang tidak terlalu banyak nyamuk. Namun, bila cara ini kurang mempan, Anda mungkin perlu mempertimbangkan memberi perlindungan anti nyamuk yang lebih lanjut. Terlebih lagi bila sedang banyak kasus demam berdarah atau anak Anda sedang berada di daerah rawan malaria. Berikut ini kami akan mengulas satu per satu perlindungan anti nyamuk lanjutan yang aman dan efektif maupun yang tidak.

Lotion Anti Nyamuk

Saat ini banyak sekali lotion anti nyamuk yang dijual di pasaran. Bahan aktif pada lotion anti nyamuk di pasaran biasanya mengandung DEET, Picaridin, atau minyak dari tanaman (seperti citronella, cedar, eucalyptus dan kacang kedelai). Namun, tidak semua lotion anti nyamuk bisa digunakan pada anak. Kalaupun boleh digunakan, orangtua perlu tahu cara menggunakan yang benar agar aman digunakan.2,4,5

DEET (N,N-diethyl-3-methylbenzamide)

DEET merupakan komponen yang mungkin diketahui paling efektif melawan gigitan serangga termasuk nyamuk. DEET telah digunakan selama hampir 70 tahun dan sudah dijadikan standar produksi lotion anti nyamuk. DEET terdapat dalam berbagai produk dengan konsentrasi antara kurang dari 10% sampai 75%. Sebenarnya DEET yang lebih dari 30% tidak lebih efektif dari yang konsentrasinya lebih besar. Hanya saja semakin tinggi konsentrasinya, semakin lama perlindungannya terhadap nyamuk. Produk yang mengandung DEET <10% melindungi pemakai hanya dalam 2 jam. Sedangkan DEET 24% bisa melindungi anak sekitar 5 jam. Waktu perlindungan lotion ini lebih singkat bila penggunanya berenang, mandi, terkena hujan, berenang atau mengelap badan.4

DEET sudah diteliti aman digunakan anak usia 2 bulan atau lebih. Tetapi, DEET tidak boleh digunakan pada bayi kurang dari 2 bulan. The American Academy of Pediatrics memberi rekomendasi bahwa lotion lotion nyamuk untuk anak tidak boleh mengandung DEET >30% dan tidak boleh digunakan untuk bayi kurang dari 2 bulan. Hal ini disebabkan DEET bisa menimbulkan efek samping berupa dermatitis, reaksi alergi dan gangguan saraf meskipun jarang. 2,6Jadi, orangtua mesti mulai rajin membaca kemasan obat nyamuk yang dijual di pasaran ya..

Picaridin dan minyak dari tanaman lain

Tahun 2005, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan lotion nyamuk alternatif yang setara dengan DEET yaitu picaridin, obat oles nyamuk dari minyak eukaliptus lemon, atau 2% minyak kacang kedelai. Obat nyamuk ini memiliki waktu perlindungan yang setara dengan 10% DEET. 2

Picaridin ialah zat aktif yang berasal dari tanaman dan cukup efektif melawan nyamuk serta serangga lainnya. Zat ini tersedia dalam kadar 7,15 dan 20%. Keunggulannya Picaridin relatif lebih aman dari DEET, tidak mengiritasi kulit, tidak berbau dan tidak lengket. Meskipun begitu, belum ada penelitian jangka panjang tentang keamanannya pada anak. Sehingga orangtua hanya boleh memakaikan Picaridin pada anak di atas 2 tahun.2,4,7

Tanaman eukaliptus lemon telah banyak digunakan di Cina sebagai anti nyamuk. Zat aktif pada tanaman ini telah diakui efektif memberantas nyamuk oleh EPA (Environmental Protection Agency). Di pasaran, anti nyamuk ini tersedia dalam kadar 10-60%. Tanaman ini sebenarnya relatif aman meskipun ada laporan dapat mengiritasi kulit. Sebab itu anti nyamuk ini tidak boleh dioleskan dekat mata, wajah dan telapak tangan anak. Tanaman ini belum dites pada anak <3 tahun. Sehingga, anak dibawah 3 tahun tidak disarankan menggunakan anti nyamuk ini.4,5,7

Cara Menggunakan Lotion Anti Nyamuk Pada Anak

Setelah memilih lotion nyamuk yang cocok dan aman untuk si kecil, sekarang giliran kita belajar mengoleskan lotion yang aman pada anak. Berikut cara menggunakan lotion anti nyamuk pada anak yang aman :

  • Baca label serta ikuti petunjuk pemakaian dan kolom perhatian
  • Pastikan yang mengoles obat nyamuk adalah orang tua atau pengasuh. Sebaiknya jangan biarkan anak mengoles sendiri
  • Hanya oles lotion anti nyamuk di daerah yang tidak tertutup pakaian secara tipis. Mengoles tebal-tebal tidak akan menambah perlindungan dari lotion
  • Lotion boleh dioleskan tipis-tipis di wajah anak tapi hindari mengoles di sekitar mata, mulut
  • Hindari mengoles di kulit yang teriritasi, luka, terkena eksim atau telapak tangan anak. Selalu cuci tangan anak dengan air dan sabun untuk menghilangkan sisa-sisa lotion di tangan. Tujuannya agar lotion tidak terkena mata saat ia mengucek atau megusap wajah.
  • Bila menggunakan obat nyamuk spray, jangan menyemprot langsung pada wajah anak. Spray dulu pada tangan anda baru menyapukan ke kulit anak.
  • Jangan gunakan DEET yang dicampur sunblock sebab DEET bisa menurunkan efektifitas sunblock. Selain itu, penggunaan sunblock yang berulang bisa jadi menambah paparan DEET yang tidak perlu
  • Tidak perlu mengoleskan lotion anti nyamuk sering-sering
  • Bila perlindungan nyamuk sudah tidak diperlukan, selalu cuci kulit anak dengan sabun dan air.2,4,6

Permethrin Semprot

Permethrin merupakan zat sintetik yang menyebabkan kerusakan saraf pada serangga tetapi tidak pada manusia. Permethrin cukup efektif sebagai anti serangga termasuk nyamuk, lalat dan tungau merah (chigger). Cara kerjanya ialah dengan menyemprotkan pada baju, alat kemah atau sleeping bag tetapi tidak boleh disemprot langsung pada kulit. Setelah dispray pada kain, Permethrin harus ditunggu sekitar 30-45 detik sampai kering baru bisa digunakan anak. Satu kali semprot Permethrin bisa awet efeknya sampai dua minggu bahkan beberapa kali cuci. 2,4,6

Kelambu Berinsetksidia

Ayah ibu yang tinggal di daerah rawan malaria mungkin sudah tidak asing lagi dengan kelambu berinsekstisida. Biasanya pemerintah daerah membagikan kelambu ini secara gratis di Puskesmas. Seperti namanya, kelambu ini mengandung insektisida yang dapat mengurangi gigitan nyamuk, mematikan kepinding, kecoa dan serangga pengganggu lain yang kontak dengan kelambu. Di Afrika, kelambu ini dapat mengurangi angka kesakitan malaria 50% juga menurunkan kematian balita sampai 20%. Kelambu ini aman digunakan pada bayi, anak dan ibu hamil. Namun, memang perlu perawatan khusus agar kelambu tetap efektif. 8–10

Obat Nyamuk Semprot dan Bakar

Obat nyamuk semprot dan bakar, baik yang dinyalakan dengan api maupun listrik, sebaiknya tidak digunakan sebagai anti nyamuk bayi dan anak. Hal ini disebabkan polutan yang dihasilkan dari obat spray atau obat nyamuk bakar dapat menimbulkan penyakit akut maupun kronis pada anak. Sebagai contoh, asap atau spray anti nyamuk dapat mencetuskan asma, reaksi alergi, menimbulkan iritasi saluran nafas dan mata serta menimbulkan gangguan pernafasan di kemudian hari.

Perlindungan Anti Nyamuk yang Kurang Efektif

Di pasaran, banyak sekali produk yang mengklaim efektif memberantas nyamuk. Nyatanya, penelitian membuktikan produk-produk ini kurang efektif. Jadi, orangtua tidak perlu repot-repot keluar uang untuk membelinya. Produk tersebut diantaranya :

  • Minyak oles dari tanaman dari sandalwood dan geranium
  • Bawang putih, belerang mineral, tanaman cruciferous seperti brokoli, kubis, lobak, kembang kol yang dimakan
  • Suplemen vitamin
  • Anti nyamuk elektronik yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi. Dari 10 penelitian menyimpulkan bahwa alat ini tidak efektif dalam memberantas nyamuk sedikitpun.
  • Gelang anti nyamuk2,4

Kesimpulan

Perlindungan anti nyamuk yang paling aman terutama ialah cara manual tanpa lotion anti nyamuk kimia atau herbal. Namun, bila perlindungan alami kurang membuahkan hasil, orangtua bisa pertimbangkan pakai perlindungan anti nyamuk lanjutan. Perlu diingat bahwa lotion anti nyamuk apapun tidak boleh diberikan pada anak di bawah 2 bulan. Pilihan yang aman digunakan untuk anak di atas 2 bulan ialah DEET <30% dan Picaridin. Tanaman eukaliptus lemon boleh dipakai untuk anak di atas 3 tahun. Permethrin semprot juga efektif dan cukup aman digunakan pada anak asal tidak dikenakan langsung pada kulit. Kelambu berinsektisida pada daerah rawan malaria aman digunakan pada bayi, anak dan ibu hamil. Sedangkan metode lain seperti gelang anti nyamuk, anti nyamuk elektronik, bawang putih, minyak herbal lain terbukti tidak efektif dalam memberantas nyamuk.

Agustina Kadaristiana, dr.

Artikel ini telah direview oleh Hanifah Widiastuti, PhD

2015-12-16

Referensi

  1. DEMAM BERDARAH BIASANYA MULAI MENINGKAT DI JANUARI. Kemenkes [Internet]. 2015 Jan 8; Available from: http://www.depkes.go.id/article/print/15011700003/demam-berdarah-biasanya-mulai-meningkat-di-januari.html
  2. Choosing an Insect Repellent for Your Child [Internet]. HealthyChildren.org. [cited 2015 Dec 16]. Available from: http://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/at-play/Pages/Insect-Repellents.aspx
  3. Prevent Mosquito Bites. CDC [Internet]. Available from: http://www.cdc.gov/features/stopmosquitoes/
  4. Nancy L Breisch, PhD. Prevention of arthropod and insect bites: Repellents and other measures. Uptodate. 2015 Aug 3;
  5. Research C for DE and. Emergency Preparedness – Insect Repellent Use and Safety in Children [Internet]. [cited 2015 Dec 16]. Available from: http://www.fda.gov/Drugs/EmergencyPreparedness/ucm085277.htm
  6. Roger S. Nasci, Robert A. Wirtz, William G. Brogdon. Protection against Mosquitoes, Ticks, & Other Arthropods. CDC [Internet]. Available from: http://wwwnc.cdc.gov/travel/yellowbook/2016/the-pre-travel-consultation/protection-against-mosquitoes-ticks-other-arthropods
  7. 2015 the BMABL updated: F. Test your health IQ: Which bug repellents are safe for your child? [Internet]. BabyCenter. [cited 2015 Dec 16]. Available from: http://www.babycenter.com/0_test-your-health-iq-which-bug-repellents-are-safe-for-your-c_1242548.bc
  8. Nicholas Weinberg, Michelle S. Weinberg, Susan A. Maloney. Traveling Safely with Infants & Children. CDC [Internet]. Available from: http://wwwnc.cdc.gov/travel/yellowbook/2016/international-travel-with-infants-children/traveling-safely-with-infants-children
  9. Prevention C-C for DC and. CDC – Malaria – Malaria Worldwide – How Can Malaria Cases and Deaths Be Reduced? – Insecticide-Treated Bed Nets [Internet]. [cited 2015 Dec 16]. Available from: http://www.cdc.gov/malaria/malaria_worldwide/reduction/itn.html
  10. dr. Rita Kusriastuti, MSc. Pedoman Penggunaan Kelambu Berinsektisida Menuju Eliminasi Malaria. Kementeri Kesehat RI TAHUN 2011 [Internet]. 2011; Available from: dr. Rita Kusriastuti, MSc
  11. Balan, Saroja Dr. Are mosquito coils or plug-in repellents safe to use for my baby?. BabyCenter http://www.babycenter.in/x1050386/are-mosquito-coils-or-plug-in-repellents-safe-to-use-for-my-baby#ixzz3uukePFFE
  12. Liu W, Zhang J, Hashim JH, Jalaludin J, Hashim Z, Goldstein BD. Mosquito coil emissions and health implications. Environ Health Perspect. 2003 Sep;111(12):1454–60.

Manfaat ASI bagi ibu

Manfaat ASI bagi Ibu

ASI sudah tidak diragukan lagi bermanfaat bagi bayi. Kualitas ASI tidak bisa ditandingkan dengan susu apapun. Lebih hebat lagi ternyata memberikan ASI bukan hanya bermanfaat bagi bayi tetapi juga bermanfaat bagi ibu. Selain dapat menghemat pengeluaran rumah tangga, manfaat ASI ternyata sangat besar terhadap kesehatan ibu sesaat setelah melahirkan bahkan  jangka panjang. Berikut ini beberapa manfaat ASI bagi ibu yang perlu ibu ketahui.

Manfaat ASI Bagi Ibu Sesaat setelah melahirkan

1. Mempercepat penyembuhan rahim setelah melahirkan. Saat menyusui, tubuh ibu mengeluarkan hormon oksitosin. Hormon ini berfungsi untuk menimbulkan kontraksi rahim yang nantinya mengurangi pendarahan dan mempercepat rahim kembali ke ukuran semula. Selain itu, ibu juga dapat terhindar dari resiko anemia dan infeksi paska salin.

2. Mengurangi depresi setelah melahirkan. Depresi paska melahirkan (baby blues) cukup sering dialami para ibu meskipun ibu telah merasa siap memiliki anak. Emosi negatif setelah melahirkan seperti sedih, khawatir, menangis tanpa alasan, merasa gagal, dsb bisa saja muncul dari perubahan hormonal drastis pasca melahirkan. Selain itu, adanya status baru, perasaan lelah setelah melahirkan dan datangnya anggota keluarga baru, serta kesulitan saat menyusui juga dapat menimbulkan perasaan ini. Penelitian menyebutkan bahwa kejadian depresi paska melahirkan meningkat pada ibu yang tidak menyusui bayinya atau yang menyapih terlalu cepat. Jadi, mungkin dapat disimpulkan bahwa menyusui dapat membantu mengurangi kejadian depresi pada ibu yang baru melahirkan.

3. Menjalin ikatan batin atau bonding antara ibu dan bayi. Hormon menyusui seperti oksitosin dan prolaktin memiliki efek positif terhadap hubungan emosional ibu dan bayi. Selain itu, sentuhan kulit ibu dan bayi selama menyusui juga dapat mempererat ikatan batin antara keduanya. Hal ini selaras dengan penelitian yang membuktikan bahwa kasus penelantaran atau kekerasan anak lebih rendah pada ibu yang memberikan ASI daripada yang tidak,

4. Menyusui diduga dapat menurunkan berat badan setelah hamil. Proses menyusui membutuhkan energi yang didapat dari pembakaran kalori ibu. Sehingga, amat logis bila ibu yang menyusui berat badannya lebih cepat turun daripada yang tidak menyusui. Pada penelitian yang melibatkan lebih dari 14000 ibu paska melahirkan ditemukan bahwa ibu yang menyusui lebih dari 6 bulan berat badannya lebih rendah 1,38 kg daripada yang tidak menyusui.

5. Menunda kehamilan secara alami. Memberikan ASI eksklusif dapat menunda kembalinya siklus menstruasi pada ibu. Hal ini disebabkan isapan bayi saat menyusui merangsang hormon prolaktin yang mana dapat menurunkan hormon pencetus ovulasi pada ibu (hormon GnRH, FSH, LH). Sehingga, kesuburan ibu cenderung rendah saat memberi ASI eksklusif.

Manfaat ASI Bagi Ibu Jangka Panjang

1. Menurunkan risiko diabetes bagi ibu yang sebelumnya sehat. Dengan menyusui, resiko terjadinya diabetes mellitus pada ibu yang sebelumnya sehat dapat berkurang. Bila ibu menyusui, resiko DM Tipe 2 akan turun sebanyak 4-12% setiap tahun selama ibu menyusui.

2. Menurunkan risiko diabetes bagi ibu yang mengidap diabetes saat hamil. Bagi ibu yang menderita diabetes saat hamil (diabetes gestasional), ada berita yang amat baik bila ibu memberi ASI. Saat ini telah diketahui bahwa ibu yang menderita gestasional diabetes resikonya 7x lebih besar dapat berlanjut menjadi Diabetes Mellitus tipe 2 beberapa tahun setelah melahirkan. Namun, tidak perlu khawatir. Penelitian terbaru membuktikan bahwa menyusui dapat menurunkan resiko DM Tipe 2 dalam 2 tahun setelah melahirkan sampai separuhnya pada ibu yang mengalami gestasional diabetes. Perlu diingat bahwa penurunan resiko ini tergantung dari intensitas menyusui.

3. Menurunkan resiko kanker payudara dan ovarium. Kanker payudara dan ovarium termasuk kanker yang ditakuti karena dapat berakibat fatal bagi wanita. Ternyata kanker ini dapat dicegah salah satunya dengan menyusui. Menyusui lebih dari 12 bulan telah terbukti menurunkan resiko kanker ovarium dan kanker payudara sampai 28%.

Manfaat ASI bagi ibu

4. Menurunkan resiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Hasil penelitian yang melibatkan lebih dari 139.000 wanita paska menopouse membuktikan bahwa menyusui selama 12-23 dapat menurunkan resiko yang signifikan terhadap penyakit hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi dan serangan jantung daripada yang tidak pernah menyusui. Laporan dari Nurse’s Health Study menunjukkan bahwa ibu yang menyusui selama total dua tahun dalam hidupnya lebih rendah resikonya terkena penyakit jantung koroner daripada yang tidak pernah menyusui.

5. Menurunkan resiko terkena penyakit rheumatoid arthritis. Rheumatoid arthritis ialah penyakit autoimun dimana sistem kekebalan tubuh penderita menyerang sendi-sendi kecil yang sehat. Gejalanya berupa nyeri dan pembengkakan sendi pada jari-jari tangan dan kaki. Penyakit ini lebih banyak diderita wanita terutama yang berusia di atas 40 tahun. Salah satu fakta menarik dari ASI dan kaitannya dengan penyakit rheumatoid arthritis didapatkan dari Nurses Health Study. Pada penelitian ini disebutkan bahwa semakin lama ibu memberi ASI selama hidupnya, semakin rendah resiko terkena penyakit ini.

Ternyata manfaatnya banyak sekali ya… Semoga setelah ini para ibu jadi lebih semangat memberi ASI sesuai kebutuhan si kecil. Semoga bermanfaat.

Agustina Kadaristiana, dr. 

12/12/2015

Referensi

1. Section on Breastfeeding. Breastfeeding and the use of human milk. Pediatrics. 2012 Mar;129(3):e827–41.
2. Benefits of Breastfeeding for Mom [Internet]. HealthyChildren.org. [cited 2015 Dec 12]. Available from: http://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/breastfeeding/Pages/Benefits-of-Breastfeeding-for-Mom.aspx
3. Breastfeeding Overview [Internet]. WebMD. [cited 2015 Dec 12]. Available from: http://www.webmd.com/parenting/baby/nursing-basics
4. Breastfeeding. J Obstet Gynecol Neonatal Nurs. 2015 Jan 1;44(1):145–50.
5. Gunderson EP, Hurston SR, Ning X, Lo JC, Crites Y, Walton D, et al. Lactation and Progression to Type 2 Diabetes Mellitus After Gestational Diabetes MellitusA Prospective Cohort StudyLactation and Incidence of Diabetes After GDM. Ann Intern Med. 2015 Nov 24;N/A(N/A):N/A – N/A.
6. Leading nursing journal finds mothers and babies benefit from skin-to-skin contact [Internet]. EurekAlert! [cited 2015 Dec 12]. Available from: http://www.eurekalert.org/pub_releases/2014-11/w-lnj111114.php
7. Richard J Schanler, MD. Maternal and economic benefits of breastfeeding. Uptodate. 2015 Nov 18;
8. Staff LS. Moms Gain Health Benefits From Breast-Feeding, Too [Internet]. LiveScience.com. [cited 2015 Dec 12]. Available from: http://www.livescience.com/18708-breastfeeding-health-benefits-moms-women.html
9. Vekemans M. Postpartum contraception: the lactational amenorrhea method. Eur J Contracept Reprod Health Care Off J Eur Soc Contracept. 1997 Jun;2(2):105–11.
10. Mayo Clinic Staff. Rheumatoid arthritis. Mayo Clin [Internet]. 2014 Oct 29; Available from: http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rheumatoid-arthritis/basics/definition/con-20014868

Bolehkah Ibu Hamil Minum Kopi ?

Bolehkah ibu hamil minum kopi ?

Bolehkah ibu hamil minum kopi ? Pertanyaan ini mungkin tidak asing di kalangan ibu pencinta kopi. Di satu sisi ibu hamil pencinta kopi mungkin berat meninggalkan kebiasaan ini. Namun, di sisi lain ibu mungkin khawatir akan efek kopi terhadap janin. Lalu, bagaimana sebenarnya pandangan medis terhadap hal ini?

Sekilas Tentang Kopi dan Kafein

Kopi ialah stimulan alami yang dapat meningkatkan kewaspadaan, konsentrasi dan kinerja otak. Efek ini didapat dari kandungan kafein yang cukup tinggi di dalam kopi. Tidak heran bila kopi sering menjadi minuman yang menemani saat bergadang. Konsumsi kafein yang tinggi dapat menyebabkan ketagihan dan menimbulkan gejala yang kurang nyaman saat penggunanya berhenti mengkonsumsi kafein. Selain itu, efek lain dari kafein bagi tubuh ialah dapat mempercepat kerja jantung, meningkatkan tekanan darah, dan mempersering buang air kecil (efek diuretik).

Kafein tidak hanya ditemukan dalam kopi. Ada 60 tanaman yang mengandung kafein secara alami termasuk teh, coklat, produk kokoa dan kola. Selain itu, kafein juga ditemukan dalam minuman instan, minuman penambah energi (energy drink), makanan ringan bahkan obat-obatan.

Efek kafein terhadap janin

Saat ibu hamil mengkonsumsi kafein, kafein ini dapat menembus plasenta sehingga dapat terdeteksi di darah bayi dan ketuban. Kafein ini juga dapat dicerna oleh janin dan menimbulkan efek yang mirip saat dikonsumsi oleh ibu. Sebagai contoh, denyut jantung meningkat, nafas janin semakin cepat, serta tidur bayi jadi lebih sedikit. Atas dasar inilah muncul kekhawatiran kafein dapat berakibat buruk pada janin.

Terdapat beberapa penelitian yang menyebutkan kafein dapat beresiko mengganggu kesuburan, meningkatkan resiko keguguran, kelahiran prematur, cacat bawaan serta gangguan tumbuh kembang janin. Namun, penelitian ini kualitasnya kurang baik sehingga belum cukup menjadi landasan untuk menghentikan konsumsi kafein saat hamil.

Bolehkah ibu hamil minum kopi ?

Setelah melakukan penelaahan dari berbagai penelitian, The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) saat ini menyebutkan bahwa konsumsi kafein dalam porsi sedang (kurang dari 200 mg per hari) bukan faktor utama penyebab keguguran atau kelahiran prematur pada janin. Namun, efek kafein dalam jumlah besar saat hamil dengan kejadian keguguran belum dapat disimpulkan. Efek kafein pada pertumbuhan janin terhambat juga masih belum dapat dipastikan.

Bolehkah Ibu Hamil Minum Kopi ?

Bolehkah ibu hamil minun kopi?

Mengingat bahwa belum ada penelitian dengan bukti yang kuat tentang dosis kafein dan efek pada janin, rekomendasi takaran kafein juga bervariasi di tiap negara. Namun, rata-rata lembaga kesehatan menyarankan agar ibu hamil membatasi konsumsi total kafein hanya 200 mg per hari. Artinya, ibu hamil masih boleh mengkonsumsi kopi, teh, coklat, soda atau makanan minuman berkafein lainnya namun dalam jumlah yang terbatas. Berikut ini beberapa takaran kafein yang terkandung dalam minuman atau makanan :

Jenis minuman

Takaran

Kafein

Kopi seduh

237 ml (±1 cangkir)

95-200 mg

Kopi espresso

30 mL

47-75 mg

Kopi instan

237 mL (±1 cangkir)

27-173 mg

Latte atau mocca

237 ml (±1 cangkir)

63-175 mg

Teh hitam

237 ml (±1 cangkir)

14-70 mg

Teh hijau

237 ml (±1 cangkir)

24-45 mg

Teh instan (perlu diseduh air)

237 ml (±1 cangkir)

11-47 mg

Teh instan siap minum (botol/kaleng)

237 ml (±1 cangkir)

5-40 mg

Minuman soda

335 ml

23-39 mg

Cokelat

50 gram

25-50 mg

Amount-of-caffeine-per-cup

Perhatikan juga makanan ringan yang dijual di pasaran karena mungkin ada yang ditambahkan kafein. Cara paling mudah ialah dengan mengecek kandungan kafein yang tertera pada kemasan. Ibu juga perlu hati-hati saat membeli obat yang dijual bebas seperti obat batuk pilek, alergi atau obat sakit kepala karena ada yang mengandung kafein. Biasakan teliti membaca kandungan obat atau bertanya pada apoteker dan dokter.

Memang membatasi kafein mungkin tidak mudah bagi ibu yang biasa mengkonsumsinya. Ibu bisa mengganti dengan minuman alternatif rendah kafein seperti kopi yang decaffeinated (dikurangi kadar kafeinnya). Lebih baik lagi bila ibu bisa bertahap membiasakan konsumsi minuman yang tidak berkafein seperti air putih atau jus buah. Semoga bermanfaat.

Agustina Kadaristiana, dr.

12/10/2015

Referensi
1. Bryan Bordeaux, DO, MPH, Harris R Lieberman, PhD. Benefits and risks of caffeine and caffeinated beverages. :Nov 20, 2015.
2. Mayo Clinic Staff. Caffeine content for coffee, tea, soda and more. MayoClinic [Internet]. 2014 May 13; Available from: http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/caffeine/art-20049372?pg=1
3. Caffeine Intake During Pregnancy [Internet]. American Pregnancy Association. [cited 2015 Dec 10]. Available from: http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/caffeine-during-pregnancy/
4. Moderate caffeine consumption during pregnancy. Committee Opinion No. 462. Am Coll Obstet Gynecol. 2012 Aug;116:467–8. http://www.acog.org/Resources-And-Publications/Committee-Opinions/Committee-on-Obstetric-Practice/Moderate-Caffeine-Consumption-During-Pregnancy
5. Vicki Nisenblat, MD, Robert J Norman, MD. The effects of caffeine on reproductive outcomes in women. Uptodate. 2015 Feb 23;

Kebutuhan ASI dari Waktu ke Waktu

ASI sudah tidak diragukan lagi amat bermanfaat bagi ibu dan bayi. Lembaga kesehatan dunia sepakat untuk merekomendasikan ASI ekslusif untuk bayi 0-6 bulan dan tetap meneruskan ASI sampai 1-2 tahun.1–4Namun, sebagai ibu yang baru menyusui mungkin pernah bertanya-tanya mengenai kebutuhan ASI yang tepat untuk bayi. Terlebih lagi saat hari-hari pertama ASI yang keluar masih amat sedikit. Tidak jarang ibu menjadi panik dan takut kebutuhan ASI bayi tidak tercukupi.

Jangan Terburu-buru memberi Susu Formula

Ibu mungkin berpikir bahwa bayi yang baru lahir membutuhkan nutrisi yang banyak. Proses persalinan yang melelahkan, suplai nutrisi dari plasenta yang sudah diputus setelah bayi lahir, dan berat badan bayi yang turun mungkin membuat ibu khawatir bayi tidak mempunyai stok energi yang cukup dalam tubuhnya. Terlebih lagi bila ibu melihat bayi menangis kencang, pertanda ia mungkin lapar atau haus. Sebagai ibu, tentu secara naluri bisa dipahami bila ibu ingin memberi susu bayi cepat-cepat untuk menenangkan anak. Tapi, ibu tidak perlu khawatir. ASI yang sedikit ini sesuai dengan kebutuhan bayi yang masih sedikit juga.

Kebutuhan ASI Pada Bayi yang Menyusui Langsung dari Payudara

Mungkin ibu pernah bingung bagaimana menilai kebutuhan ASI dari bayi yang menyusui langsung dari payudara. Pasalnya, kita sulit mengukur berapa ASI yang keluar saat disusui bayi. Namun, ibu tidak perlu khawatir. Bayi ialah makhluk luar biasa yang telah dibekali insting oleh Tuhan untuk bisa bertahan hidup. Secara alami, bayi yang sehat bisa mengatur sendiri kebutuhan nutrisinya tanpa intervensi. Produksi ASI juga akan menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Jadi, tugas ibu ialah mengetahui tanda ia lapar dan segera hadir ketika ia butuh untuk menyusui.

Bulan pertama kehidupan bayi ialah masa yang paling kritis dalam menyusui. Hal ini disebabkan berhasil atau tidaknya menyusui ditentukan pada masa ini. Penelitian membuktikan bahwa ibu paling banyak menyerah menyusui pada hari ke 7 karena kesulitan menyusui pada bayi dan hari ke 14 karena ASI yang sedikit. Sehingga, amat dianjurkan bagi ibu untuk membuka diri terhadap konseling menyusui terutama di hari-hari pertama setelah ibu melahirkan.5

Kebutuhan ASI Minggu Pertama

Dalam minggu pertama, ibu dapat menghasilkan kolostrum dari 30 ml per hari menjadi 300-360 ml ASI transisi. Kapasitas lambung bayi juga berubah dari yang hanya bisa menampung 5-10 ml ASI sekali menyusui menjadi 30-45 ml. Pada minggu pertama ibu harus menyusui bayi kapanpun ia menunjukkan tanda-tanda lapar (on demand) atau 4 jam berikutnya dari menyusui terakhir. Sehingga, kalau dihitung, rata-rata bayi menyusui 8-12 kali dalam 24 jam. Menyusui secara on demand bisa menjadi cara komunikasi bayi pada ibu bahwa ia mengerti dan bisa mengatur kebutuhannya. Selain itu, keuntungan menyusui secara on demand ialah :

Bagi ibu :

  • Meningkatkan kesuksesan laktasi
  • Menurunkan resiko breast engorgement

Bagi bayi :

  • Memperpanjang durasi menyusui
  • Menurunkan keparahan kejadian kuning pada bayi

Sehingga umumnya menyusui berdasarkan jadwal tidak dianjurkan. Namun, pada kondisi tertentu, bayi mungkin perlu dibangunkan untuk menyusui terlebih lagi bila berat badannya tidak naik sesuai yang diharapkan. Lama menyusui pada bayi baru lahir bervariasi dari 10-15 menit. Bila bayi menyusui lebih dari 30 atau 45 menit, sebaiknya ibu cek lagi apakah proses menyusui sudah efektif atau belum. Tidak perlu ragu untuk menghubungi bidan, konselor ASI atau dokter.

Ibu juga dianjurkan untuk menyusui selang-seling dari dua payudara. Maksudnya, ibu ingat-ingat dari payudara mana yang terakhir bayi menyusui supaya saat menyusui selanjutnya, ibu mulai dari payudara yang belum disusui. “Mengosongkan” kedua isi payudara membantu tubuh untuk memproduksi ASI untuk kedua payudara tersebut hingga optimal. 5–8

Kebutuhan ASI dari waktu ke waktu

Panduan Ibu Menyusui

Secara lebih mendalam, berikut ini perubahan perilaku menyusui bayi dari hari ke hari.

Kebutuhan ASI Hari Pertama-ketiga

Pada hari pertama sampai ketiga, ASI ibu masih berupa kolostrum. Kolostrum yang dihasilkan setara dengan kemampuan lambung bayi menampung ASI. Pada masa ini, stimulasi sentuhan pada payudara ibu sangatlah penting. Stimulasi ini paling efektif dihasilkan dari rangsangan mulut bayi pada payudara ibu. Hasil dari rangsangan ini dapat memperbanyak reseptor prolaktin pada payudara yang nantinya mempengaruhi jumlah ASI yang diproduksi tubuh ibu.

Pada hari pertama kehidupan, kapasitas lambung baru sebesar kelereng. Ibu dan bayi juga sama-sama sedang belajar cara menyusui. Kolostrum yang dihasilkan ibu kira-kira jumlahnya 0-5 ml atau sekitar 1-4 sendok teh saat pertama keluar. Beberapa jam kemudian, produksi kolostrum bisa meningkat dari 7-123 ml/hari tergantung dari kemampuan menyusui ibu dan bayi.

Berilah ASI secara on demand (sesuai dengan keinginan bayi) dari kedua payudara. Saat ini, bayi menyusui sekitar 3-8 kali/hari dengan durasi 10-15 menit pada tiap proses menyusui. Bayi rata-rata membutuhkan 7 ml (sekitar 1 sendok the) tiap kali meyusui.

Hari ke dua dan tiga, produksi kolostrum meningkat. Tetap beri ASI secara on demand (sesuai dengan keinginan bayi) dari kedua payudara. Saat ini bayi menjadi lebih sering menyusui yaitu sekitar 5-10 kali/hari. Pada hari kedua, bayi membutuhkan sekitar 14 ml (kurang dari 3 sendok teh) tiap menyusui. Sedangkan pada hari ketiga, rata-rata bayi minum ASI sekitar 38 ml tiap kali. 5–7,9,10

Kebutuhan ASI Hari Keempat

Produksi ASI meningkat menjadi 395–800 ml per hari. Beri ASI secara on demand (sesuai dengan keinginan bayi) dari kedua payudara. Sama seperti hari sebelumnya, saat ini bayi menyusui sekitar 5-10 kali/hari dengan jumlah ASI sekitar 58 ml/kali tiap pemberian.5,6,10

Kebutuhan ASI Hari ke lima

Produksi ASI meningkat. Beri ASI secara on demand dari kedua payudara. Saat ini bayi menjadi lebih sering menyusui sekitar 8-12 kali/hari. 5–7,10

Kebutuhan ASI Hari ke tujuh

Pada akhir minggu pertama bayi semestinya bisa menyusui paling tidak 10 menit pada tiap payudara sampai kosong tiap 2-3 jam. Rata-rata bayi menyusui sekitar 65 ml ASI tiap kalinya. 5–7,10

Kebutuhan ASI Minggu ke 2-4

Sejalan dengan penambahan usianya, bayi jadi lebih handal menyusui. Hal ini menyebabkan bayi menjadi lebih jarang menyusui dengan durasi menyusui yang lebih pendek. Pada minggu ke empat, rata-rata bayi menyusui 7-9 kali/hari. Bayi juga menjadi lebih cepat saat menyusui yaitu sekitar 8-10 menit.

Pada minggu ke 2-3, lambung bayi bisa menampung kira-kira 60-90 ml tiap menyusui, dengan total 600-750 ml konsumsi ASI per hari. Pada minggu ke 4, bayi bisa menampung 90-120 ml tiap menyusui, sekitar 750-1050 ml/hari. Pada akhir bulan, ibu dapat memproduksi ASI rata-rata 1100 ml/hari dan jumlah ini relatif tetap sampai akhir periode menyusui. 5,6,11

Kebutuhan ASI Bulan ke 1-6

Saat ini, bayi membutuhkan sekitar 960 ml (32 ons) per hari. Pada bulan pertama, bayi dapat menampung 120 ml tiap menyusui dengan kapasitas lambung yang terus bertambah seiring dengan usianya. Frekuensi bayi menyusui dari 1-3 bulan berkurang tetapi bayi dapat meminum ASI lebih banyak dari tiap sesi menyusui. Durasi menyusui juga cenderung tetap dari usia 3-6 bulan. 5

Kebutuhan ASI Selama Growth Spurts (Lonjakan Pertumbuhan)

Ibu mungkin akan merasa di beberapa waktu, bayi lebih lapar dari biasanya. Hal ini bisa jadi bayi berada di masa growth spurts atau lonjakan pertumbuhan. Saat growth spurts, berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala bayi akan bertambah lebih cepat dari biasanya. Ia juga mungkin akan bisa melakukan kemampuan baru yang sebelumnya ia tidak bisa.

Masa growth spurts pada bayi mungkin bisa bervariasi. Namun, para ahli percaya bahwa growth spurts rata-rata terjadi pada saat usia bayi:

  • Dua minggu
  • Tiga minggu
  • Enam minggu
  • Tiga bulan
  • Enam bulan

Saat growth spurts ini, bayi biasanya akan makin semangat menyusui. Bayi bisa menyusui bahkan tiap 30 sampai 60 menit dan menetek lebih lama. Pola menyusui yang lebih sering ini hanya bersifat sementara. Ibu juga tidak perlu khawatir tentang ASI kurang. Saat masa growth spurts ini, produksi ASI ibu akan otomatis menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Setelah melalui masa growth spurts, bayi akan kembali ke pola menyusui yang biasa demikian juga produksi ASI. 5,12,13

Kebutuhan ASI Setelah 6 bulan

Setelah 6 bulan, Ibu dianjurkan untuk tetap meneruskan ASI on-demand sampai 1-2 tahun dengan menambah MP ASI secara bertahap. Hal ini disebabkan ASI tetap menyumbangkan nutrisi yang signifikan meskipun bayi sudah diberi makanan tambahan. Memang produksi ASI dan daya tampung ASI di payudara ibu sedikit berkurang. Namun, ibu masih tetap memproduksi ASI dalam jumlah yang cukup banyak. . Berikut ini perkiraan kebutuhan ASI setelah bayi lebih dari 6 bulan. 14,15

  • 4-6 bulan. Bayi memerlukan ASI sekitar 840-960 ml per hari dengan frekuensi menyusui sekitar 4-6 kali/hari
  • 7-9 bulan. Bayi memerlukan ASI sekitar 900-960 ml per hari dengan frekuensi menyusui sekitar 3-5 kali/hari
  • 10-12 bulan. Bayi memerlukan ASI sekitar 720-900 ml per hari dengan frekuensi menyusui sekitar 3-4 kali/hari.

Semoga informasi ini bermanfaat ya ayah bunda.. Selamat menyusui 🙂

Agustina Kadaristiana, dr.

Telah di review oleh Viranda Putri Mariska, dr. (konselor ASI)

12/07/2015

Referensi
1. Global Strategy for Infant and Young Child Feeding. WHO [Internet]. 2003; Available from: www.who.int/nutrition/publications/infantfeeding/en/index.html
2. Committee on Health Care for Underserved Women, American College of Obstetricians and Gynecologists. ACOG Committee Opinion No. 361: Breastfeeding: maternal and infant aspects. Obstet Gynecol. 2007 Feb;109(2 Pt 1):479–80.
3. Section on Breastfeeding. Breastfeeding and the use of human milk. Pediatrics. 2012 Mar;129(3):e827–41.
4. U.S. Preventive Services Task Force. Primary care interventions to promote breastfeeding: U.S. Preventive Services Task Force recommendation statement. Ann Intern Med. 2008 Oct 21;149(8):560–4.
5. Linda Dahl. The Progression of Nursing. In: Clinician’s Guide to Breastfeeding Evidenced-based Evaluation and Management. Switzerland: Springer; 2015. p. 47–56.
6. Promoting Breastfeeding Victorian Breastfeeding Guidelines [Internet]. Melbourne: Department of Education and Early Childhood Development; 2014. Available from: http://www.education.vic.gov.au/childhood/Pages/default.aspx
7. Richard J Schanler, MD, Debra C Potak, RN, BSN, IBCLC. Initiation of Breastfeeding. Uptodate. 2015 Sep 9;
8. Breastfeeding FAQs: How Much and How Often. Available from: http://kidshealth.org/parent/pregnancy_newborn/breastfeed/breastfeed_often.html#
9. admin. Breastfeeding | Ministry of Health and Medical Services [Internet]. [cited 2015 Dec 4]. Available from: http://www.health.gov.fj/?page_id=1697
10. Emma Dufficy. How much milk does my baby need in the first few days? Babycenter [Internet]. 2013 Dec; Available from: http://www.babycentre.co.uk/x553873/how-much-milk-does-my-baby-need-in-the-first-few-days#ixzz3tbKEOiE4
11. Authors, Richard J Schanler, MD. Initiation of breastfeeding. Uptodate. 2015 Sep 9;
12. Timing of breastfeeding: MedlinePlus Medical Encyclopedia [Internet]. [cited 2015 Dec 7]. Available from: https://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/patientinstructions/000636.htm
13. Baby growth spurts. Babycenter [Internet]. 2015 Jan; Available from: http://www.babycentre.co.uk/a25012757/baby-growth-spurts
14. Feeding Guide for the First Year. John Hopkins Med [Internet]. Available from: http://m.hopkinsmedicine.org/healthlibrary/conditions/pediatrics/feeding_guide_for_the_first_year_90,P02209/
15. PAHO. GUIDING PRINCIPLES FOR COMPLEMENTARY FEEDING OF THE BREASTFED CHILD [Internet]. WHO; 2003. Available from: http://www.who.int/nutrition/publications/infantfeeding/a85622/en/

Perubahan ASI dari Waktu ke Waktu

Setelah buah hati lahir, ASI akan keluar dengan sendirinya untuk memenuhi kebutuhan bayi. Namun, ibu tidak perlu heran bahwa susu ibu yang dihasilkan tidak langsung berwarna putih dan melimpah. Susu yang dikeluarkan ibu akan berubah dan bertambah secara bertahap. Terdapat tiga tahapan perubahan ASI dari waktu ke waktu, yaitu kolostrum, susu transisi dan susu matur (susu yang matang). Produksi ASI juga meningkat secara bertahap dari sejak lahir sampai usia 4-6 minggu. Setelah itu, produksinya akan menetap. 1–3

Perubahan ASI : Bentuk

Susu yang pertama diproduksi ibu setelah bayi lahir ialah kolostrum. Kolostrum ialah susu yang dihasilkan ibu mulai dari kehamilan sampai beberapa hari setelah melahirkan. Ciri-ciri cairan kolostrum ialah kental, berwarna kekuningan dan diproduksi dalam jumlah sedikit. Kolostrum ini amat bermanfaat untuk bayi karena mengandung komponen kekebalan tubuh dari ibu seperti IgA, lactoferrin dan sel darah putih. Selain itu, kolostrum amat tinggi kandungan proteinnya, vitamin larut lemak dan mineral.

Perubahan ASI

Perubahan ASI

Dalam dua sampai empat hari setelah melahirkan, asi yang berwarna putih mulai keluar. Susu ini bernama susu transisi. Susu peralihan ini memiliki kandungan di antara kolostrum dan susu putih yang “matang”. Susu transisi mengandung lemak yang tinggi, laktosa dan vitamin larut air. Kalorinya juga lebih tinggi daripada kolostrum.

Pada 4-6 minggu pertama bayi lahir, susu ibu berubah menjadi susu matur (susu matang). Susu ini mengandung 90% air untuk memenuhi kebutuhan cairan bayi. Sedangkan 10% lagi berupa karbohidrat, protein dan lemak yang dibutuhkan untuk sumber energi dan tumbuh kembang. Susu matur ini terbagi menjadi 2 jenis, foremilk dan hindmilk.

  • Foremilk ialah susu pertama yang keluar saat bayi mengisap payudara ibu. Foremilk mengandung air, vitamin dan protein.
  • Hindmilk keluar setelah foremilk diisap bayi. Hindmilk mengandung lemak yang tinggi untuk menambah berat badan bayi. Kedua susu ini berperan penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.

Semua bentuk ASI ialah aset yang penting dari ibu untuk bayi. Sehingga, salah bila ada anggapan selain susu matur, susu ibu perlu dibuang.

Perubahan ASI : Jumlah

Produksi ASI (kolostrum) hari pertama dan kedua amat sedikit. Kira-kira sebanyak 1-4 sendok the per hari. Namun, ibu tidak perlu khawatir. Kolostrum yang sedikit ini sesuai dengan kebutuhan bayi. Lambung bayi pun masih hanya sebesar biji kelereng. Pastikan saja ia selalu disusui ketika ia merasa lapar. Hari-hari berikutnya, produksi ASI akan terus meningkat. Pada hari ke 5, produksi ASI menjadi 500 ml. Minggu kedua ASI menjadi 600-690 ml. Bulan ke 3-5 kira-kira ASI yang dihasilkan 750 ml per hari. 4

Perubahan ASI : Volume

Perubahan ASI : Volume

Produksi ASI menyesuaikan dengan kebutuhan bayi dan makanan tambahan selain ASI. Penelitian membuktikan bahwa pada ibu yang melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD/kontak kulit dengan kulit saat bayi lahir) dan rawat gabung, produksi ASI paling banyak dihasilkan daripada yang tidak. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk melakukan IMD dan rawat gabung setelah lahir agar bayi dapat menyusui secara on-demand atau sesuai dengan keinginan bayi. Bila bayi mendapat tambahan makanan selain ASI (misalnya susu formula), maka kebutuhan bayi akan ASI berkurang. Hal ini juga dapat berakibat pada penurunan produksi ASI. 5

Agustina Kadaristiana, dr.

12/04/2015

Referensi

  1. Breastfeeding: Overview [Internet]. American Pregnancy Association. [cited 2015 Dec 4]. Available from: http://americanpregnancy.org/breastfeeding/breastfeeding-overview/
  2. Maria Mexitalia. Air Susu Ibu dan Menyusui. In: Buku Ajar Nutrisi Pediatrik dan Penyakit Metabolik. I. IDAI; 2011. p. 85.
  3. Ballard O, Morrow AL. Human Milk Composition: Nutrients and Bioactive Factors. Pediatr Clin North Am. 2013 Feb;60(1):49–74.
  4. Neville MC, Allen JC, Archer PC, Casey CE, Seacat J, Keller RP, et al. Studies in human lactation: milk volume and nutrient composition during weaning and lactogenesis. Am J Clin Nutr. 1991 Jul;54(1):81–92.
  5. Bystrova K, Widström A-M, Matthiesen A-S, Ransjö-Arvidson A-B, Welles-Nyström B, Vorontsov I, et al. Early lactation performance in primiparous and multiparous women in relation to different maternity home practices. A randomised trial in St. Petersburg. Int Breastfeed J. 2007 May 8;2:9.

Gambar diambil dari : Admin. Breastfeeding | Ministry of Health and Medical Services [Internet]. [cited 2015 Dec 4]. Available from: http://www.health.gov.fj/?page_id=1697 dan http://kellymom.com/ages/newborn/when-will-my-milk-come-in/

Bolehkah Bayi Minum Air Putih?

Tidak jarang kita temui orangtua atau pengasuh yang sering mencicipi air putih pada bayi. Mungkin karena khawatir bayi masih haus dan ASI belum keluar banyak. Padahal, pada bayi yang diberikan ASI ekslusif tidak disarankan untuk diberi air putih. Hati-hati ya, ayah bunda, pemberian air putih pada bayi kurang dari 6 bulan bisa berbahaya untuk bayi.

Mengapa bayi minum air putih berbahaya?

Berbeda dengan anak atau orang dewasa, bayi yang diberi ASI tidak perlu air putih sebagai minuman tambahan meskipun cuaca panas atau anak sedang sakit. Memberi air putih pada bayi dapat meningkatkan resiko terkena diare, keracunan air atau malnutrisi. Air putih yang Anda berikan bisa saja mengandung kuman yang membawa penyakit pada bayi. Karena sistem kekebalan tubuh bayi masih rentan, bayi menjadi lebih mudah terkena diare atau muntah.

Selain itu, bila Anda memberi air terlalu banyak, bayi bisa mengalami ‘keracunan air’. Hal ini disebabkan ginjal bayi belum berkembang secara sempurna. Air putih yang terlalu banyak dapat menurunkan konsentrasi Natrium di dalam tubuh. Penurunan konsentrasi Natrium ini akan mengganggu keseimbangan elektrolit dalam tubuh dan menyebabkan sel menjadi bengkak. Sebagai akibatnya, aktivitas di otak bisa terganggu yang ditandai bayi menjadi gelisah, mudah mengantuk, kejang-kejang bahkan koma.

Air putih terlalu banyak dapat membuat sel bengkak

Air putih yang terlalu banyak dapat menyebabkan sel bengkak

Pemberian air putih pada bayi juga dapat membuat perut bayi kembung dan terasa penuh. Hal ini dapat membuat bayi menjadi kurang semangat untuk minum ASI. Bila bayi menjadi lebih jarang minum ASI, produksi ASI dari ibu juga bisa menurun. Selain itu, minum air terlalu banyak juga dapat mengganggu penyerapan nutrisi bayi dari ASI. Lama-kelamaan, bayi dapat mengalami malnutrisi atau kurang gizi.

ASI saja sudah cukup

Nutrisi pertama dan utama bagi bayi 0-6 bulan ialah ASI. Ayah bunda tidak perlu khawatir karena bayi tidak akan dehidrasi apabila hanya diberi ASI. Ayah bunda juga perlu ingat bahwa 80% kandungan ASI ialah air. Jadi, ia tidak perlu diberi minuman tambahan seperti air putih atau jus. Keuntungan lain dari memberi ASI ialah bayi akan mendapat sistem kekebalan tubuh dari ibu melalui ASI.

Pada kondisi di mana bayi tidak bisa minum ASI, susu formula bisa menjadi alternatif. Namun, pemberian susu formula juga tidak bisa sembarangan. Ayah ibu perlu perhatikan betul mengenai kebersihan air dan botol. Pemberian air putih untuk melarutkan susu formula juga harus sesuai dengan petunjuk masing-masing produk.

Bila bayi ibu sakit seperti diare atau kurang gizi, dokter mungkin akan memberi obat tetes, sirup vitamin atau mineral, atau cairan rehidrasi oral seperti oralit. Cairan-cairan ini aman diberikan untuk bayi namun hanya pada kondisi tertentu dengan petunjuk dokter dan dengan tetap meneruskan ASI.

Kapan bayi boleh minum air putih?

Bayi bisa diberikan air putih bila sudah memasuki usia 6 bulan. Saat ini bayi sudah semakin besar dan kebutuhan nutrisinya semakin meningkat. Sehingga pada usia ini, bayi sudah boleh diberi makanan atau minuman sebagai tambahan dari ASI.

Semoga informasi ini bermanfaat ya Ayah Bunda..

Agustina Kadaristiana, dr.

11/30/2015

Referensi

1. Drinking water can be harmful to smallest babies. Reuters [Internet]. 2008 May 21 [cited 2015 Nov 30]; Available from: http://www.reuters.com/article/2008/05/21/us-water-babies-idUSCOL16728820080521
2. Giving Water to a Baby [Internet]. [cited 2015 Nov 30]. Available from: http://www.whattoexpect.com/first-year/feeding-your-baby/giving-water-to-baby.aspx
3. pediatrician SRD. When can babies drink water? [Internet]. BabyCenter. [cited 2015 Nov 30]. Available from: http://www.babycenter.com/408_when-can-babies-drink-water_1368488.bc
4. WHO | Why can’t we give water to a breastfeeding baby before the 6 months, even when it is hot? [Internet]. WHO. [cited 2015 Nov 30]. Available from: http://www.who.int/features/qa/breastfeeding/en/

Tanda Bayi Cukup ASI

Saat pertama menyusui, ibu mungkin pernah merasa khawatir apakah ASI yang ibu berikan cukup. Terlebih lagi saat produksi ASI belum terlalu banyak di hari-hari pertama ia lahir. Lalu, bagaimana tanda bayi cukup ASI?

Tanda Bayi Cukup ASI

Tanda Bayi Cukup ASI

Tanda Bayi Cukup ASI

Menilai cukup atau tidaknya buah hati Anda mendapat ASI sebenarnya amat mudah. Secara kasat mata, bayi yang cukup ASI akan terlihat aktif, ceria, sehat, kulit yang segar dan kencang juga tumbuh dengan baik. Namun, untuk penilaian yang lebih pasti, Ayah bunda perlu memperhatikan produksi ASI, kondisi bayi, pola ia menyusu, berat badan serta pola buang air kecil dan besar. Berikut ini uraian mengenai tanda bayi cukup ASI yang perlu ayah bunda ketahui.

  1. Produksi ASI. Ayah ibu tidak perlu khawatir apabila hari pertama ASI Anda tidak banyak karena kebutuhan nutrisi bayi Anda juga masih sedikit. Teruslah berusaha menyusui saat bayi terlihat lapar. Selang 2-4 hari setelah melahirkan biasanya produksi ASI akan mulai melimpah. Payudara Ibu akan bertambah besar, berat, lebih hangat dan seringkali ASI menetes dengan sendirinya. Ini merupakan salah satu ciri produksi ASI cukup.
  2. Pola menyusui bayi. ASI ialah nutrisi pertama dan utama pada bayi. Sehingga, pada minggu pertama wajar bila bayi Anda sering menyusui. Salah satu tanda bayi cukup ASI ialah bayi menyusui 8-12 kali sehari dengan perlekatan yang benar secara teratur minimal 10 menit pada tiap payudara. Bayi juga akan tampak puas setelah menyusu dan seringkali tertidur saat menyusu terutama pada payudara yang kedua. Setelah bayi semakin besar, ia semakin handal untuk mengisap ASI. Jadi wajar apabila setelah minggu pertama frekuensi menyusui semakin berkurang menjadi 7-9 kali sehari dengan durasi yang lebih sebentar.
  3. Buang Air Kecil. Tanda bayi cukup ASI juga bisa dilihat dari apa yang ia keluarkan. Normalnya, bayi baru lahir akan buang air kecil >6x sehari dengan kencing berwarna jernih dan tidak kekuningan. Kencing yang berwarna pekat atau keluar butiran halus kemerahan bisa jadi menjadi tanda bayi Anda mengalami dehidrasi karena kurang ASI. Pee-Chart
  4. Buang Air Besar. Pola buang air besar juga bisa menjadi tanda bayi cukup ASI atau tidak. Bayi di bawah 1 bulan yang sehat umumnya akan buang air besar >4x sehari dengan volume paling tidak 1 sendok makan dan bukan hanya berupa noda membekas pada popok bayi. Feses berwarna kekuningan dengan terdapat butiran-butiran putih susu (seedy milk). Bila setelah hari ke 5 feses bayi masih hitam seperti ter (mekonium) atau hijau kecoklatan, mungkin ini tanda salah satu bayi kurang mendapat ASI. Anda tidak perlu khawatir bila bayi Anda buang air besar setiap kali menyusui. Hal ini merupakan perkara normal dan biasa terjadi. poo-changes
  5. Berat badan. Pada hari-hari pertama kehidupan bayi, normal apabila berat badan bayi turun sekitar 5-7% dari berat badan lahir. Namun, penurunan berat badan ini biasanya akan terhenti pada hari ke lima. Setelah itu, berat badan bayi akan perlahan naik dan kembali seperti berat lahir pada usia 10-14 hari setelah lahir. Bila bayi Anda mendapatkan cukup ASI, berat badannya tidak akan turun lebih dari 10% di hari-hari awal. Selain itu, berat badan bayi akan naik 15-40 gram per hari dengan ASI setelah minggu pertama.
  6. Hati-hati dengan nyeri puting. Puting payudara akan terasa sedikit sakit pada hari-hari pertama menyusui. Apabila sakit ini bertambah setelah 5-7 hari disertai dengan lecet, ibu perlu berhati-hati. Pasalnya, ini merupakan tanda bahwa bayi tidak melekat dengan baik saat menyusui. Apabila tidak segera ditangani, maka hal ini dapat menurunkan produksi ASI dan mengurangi kecukupan ASI pada bayi. Segera atasi dengan membetulkan posisi dan perlekatan bayi. Bila perlu, konsultasikan dengan konselor ASI atau tenaga kesehatan.

Semoga bermanfaat ya ayah bunda..

Agustina Kadaristiana, dr.

11/29/2015

Referensi

1. How can I tell if my baby is getting enough milk? Leche Leag Int [Internet]. 2006 Oct 29; Available from: http://www.llli.org/faq/enough.html
2. Maria Mexitalia. Air Susu Ibu dan Menyusui. In: Buku Ajar Nutrisi Pediatrik dan Penyakit Metabolik. I. IDAI; 2011. p. 85.
3. Richard J Schanler, MD, Debra C Potak, RN, BSN, IBCLC. Initiation of Breastfeeding. Uptodate. 2015 Sep 9;

Sunat

Sunat Pada Anak : Bagaimana Agar Ia Tidak Takut?

Bagi sebagian anak, sunat dapat menjadi salah satu hal yang menakutkan bagi mereka. Ketakutan ini tak jarang timbul karena orang dewasa tanpa sadar mengaitkan sunat dengan sebuah hukuman yang menakutkan seperti adanya ancaman, “Kalau bandel, nanti disunat lho”. Ketakutan ini semakin bertambah apabila teman atau saudara yang telah disunat juga ikut menakut-nakuti sang anak. Hal inilah yang menyebabkan anak memiliki persepsi yang menakutkan mengenai sunat.

Cara Agar Anak Tidak Takut Sunat

Beberapa hal yang bisa dicoba oleh orangtua agar anak semakin siap untuk disunat, yaitu:

  1. Mulai dari diri orangtua. Anak ialah peniru yang ulung. Ia bisa menangkap emosi orang terdekatnya termasuk rasa cemas. Rasa cemas yang dirasakan orangtua ketika anaknya hendak disunat bisa jadi membuat anak juga ikut merasa takut. Sehingga, sebelum menenangkan anak, mulailah mengatasi rasa cemas pada diri Anda dengan berdoa untuk kekuatan diri dan anak serta memahami betul manfaat dari sunat.
  2. Beri ia pemahaman tentang sunat. Kita sebagai orangtua memiliki peranan yang besar untuk memperbaiki kesalahan informasi tentang khitan pada anak. Orangtua dapat menyampaikan kepada anak mengenai apa itu sunat dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak. Sebagai muslim, orangtua juga sebaiknya memberitahukan mengenai kewajiban khitan sehingga cepat atau lambat anak tetap perlu menjalani proses sunat. Orangtua juga sebaiknya menjelaskan apa saja manfaat dari sunat kepada anak sehingga anak menyadari bahwa sunat adalah hal yang penting dan baik bagi dirinya.
  3. Bicaralah yang jujur. Kunci kesuksesan mempersiapkan anak disunat ialah komunikasi yang baik sesuai pemahamannya. Hindari membohongi anak dengan mengatakan bahwa khitan itu tidak sakit atau rasanya hanya seperti digigit semut. Hal ini nantinya dapat menimbulkan trauma pada anak karena ia sebenarnya merasakan sakit melebihi dari apa yang ia dengar dari orangtua. Katakanlah dengan jujur kepada anak bahwa ia akan merasakan sakit setelah disunat, namun sakit tersebut tidak akan bertahan lama.
  4. Buat ia familiar. Anak di semua usia akan lebih baik menghadapi sunat apabila ia tahu apa yang akan dilakukan pada dirinya dan mengapa itu penting. Sehingga, orangtua bisa membuat ia familiar dengan menjelaskan metode khitan kepada anak. Tentu sesuaikan dengan bahasa dan pemahaman anak. Akan lebih baik lagi jika orangtua memberikan kesempatan kepada untuk memilih metode yang ia anggap paling nyaman dan sesuai dengan kondisi ekonomi orangtua.
  5. Berbagi pengalaman. Ajaklah ayah atau saudara laki-laki yang telah disunat untuk menceritakan pengalaman mereka ketika dikhitan kepada anak. Hal ini dilakukan agar anak memiliki panutan dari orang-orang didekatnya. Pastikan bahwa mereka menceritakan pengalaman yang dapat membuat anak termotivasi untuk disunat.
  6. Biar anak yang menentukan waktunya. Waktu yang terbaik untuk disunat dari segi medis memang saat iya bayi. Namun, jika anak sudah lebih besar dan mulai mengerti, beri kesempatan kepadanya untuk mengusulkan waktu kapan ia akan disunat. Ini salah satu cara untuk benar-benar mengetahui kapan anak benar-benar siap dan mengajarinya bertanggung jawab dengan ucapan dan keinginannya.
  7. Lakukan ketika anak benar-benar siap. Lakukanlah khitan ketika anak benar-benar siap agar anak tidak mengalami trauma. Anak yang tidak siap tak jarang membuat sakit yang dirasa dapat berkali-kali lipat karena sugesti yang dibangun anak. Walaupun mengaku siap, tak jarang sebagian anak tiba-tiba menjadi takut sesaat sebelum menjalani proses sunat. Untuk mengatasinya, orangtua dapat memberikan pemahaman kembali bahwa proses sunat tidak semenakutkan yang dibayangkan, mengalihkan perhatian anak dengan mengajaknya membicarakan topik lain, dan bekerja sama dengan ahli medis yang akan melakukan sunat agar bisa menyemangati anak.
  8. Beri ia pujian. Setelah disunat, jangan lupa berikan pujian kepada anak atas keberanian dan keberhasilannya menjalani proses sunat. Orangtua juga dapat memberikan anak hadiah yang ia inginkan, yang tentunya disesuaikan dengan kemampuan orangtua.

Semoga bermanfaat ya ayah bunda

Aisha Salsabila, S.Psi

11/27/2015

Sumber:
1. Preparing Your Child for Surgery [Internet]. [cited 2015 Nov 26]. Available from: http://kidshealth.org/parent/system/surgery/hosp_surgery.html
2. Bila Anak Takut Disunat [Internet]. [cited 2015 Nov 26]. Available from: http://www.ummi-online.com/bila-anak-takut-disunat—.html

Malaria Pada Anak

Malaria ialah penyakit yang disebabkan oleh parasit. Parasit ini ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Apabila tertular penyakit malaria, anak dapat mengalami gejala dari ringan sampai berat. Malaria pada anak dan bayi amat ditakuti karena dapat mengakibatkan kelumpuhan, cacat permanen, gangguan fungsi otak bahkan kematian.

Malaria di Indonesia

Di Indonesia penyakit malaria tersebar di seluruh pulau meskipun dengan jumlah penyakit yang berbeda-beda. Mayoritas kasus malaria terjadi di wilayah Indonesia Timur, terutama di Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Penyebab Malaria Pada Anak

Ada beberapa parasit penyebab malaria. Di Indonesia, yang terbanyak adalah parasit Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae dan Plasmodium vivax. Parasit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina Begitu parasit penyebab malaria masuk ke dalam tubuh, ia akan tumbuh di dalam sel hati. Setelah itu, parasit akan menghancurkan sel darah merah sehingga mengakibatkan demam.

Siklus Malaria Pada Anak

Siklus Malaria Pada Anak

Penyakit malaria pada anak sendiri dapat dibedakan ke dalam beberapa jenis, di antaranya malaria tropikana, tertiana dan kuartana. Malaria tropikana ialah malaria yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum. Anak yang menderita penyakit ini mungkin mengalami gejala yang paling berat. Malaria tertiana disebabkan oleh parasit Plasmodium vivax. Disebut tertiana karena gejala demam terjadi tiap hari ke tiga. Sedangkan pada malaria kuartana, malaria yang disebabkan Plasmodium malariae, gejala demam akan muncul setiap hari ke empat dari mulai muncul gejala.

Tanda dan Gejala Malaria Pada Anak

Gejala malaria pada anak amat bervariasi mulai dari yang ringan sampai berat dan mengancam jiwa. Pada umumnya, anak yang mengalami malaria akan mengalami tiga gejala khas :

  • Menggigil, selama 15-60 menit
  • Demam, selama 2-6 jam, dimana suhu tubuh antara 37,5-40o C
  • Berkeringat selama 2-4 jam

Selain itu, tidak jarang anak mengeluhkan sakit kepala, mual muntah, nyeri badan atau pegal-pegal.

Pada malaria berat, anak dapat mengalami penurunan kesadaran seperti selalu terlihat mengantuk dan sulit untuk dibangunkan. Selain itu, dapat terjadi kejang, demam yang amat tinggi, kulit atau mata menjadi kuning, mimisan atau pendarahan gusi, sampai sesak nafas.

Kapan Perlu ke Dokter?

Ketika Anda curiga muncul gejala malaria pada anak, segeralah ke dokter atau Puskesmas. Terlebih lagi apabila anak Anda mengalami demam setelah bepergian dari daerah endemik malaria. Hal ini dikarenakan pengobatan malaria paling baik dilakukan secara cepat untuk menghindari komplikasi yang tidak diinginkan.

Diagnosis

Setelah dokter bertanya dan melakukan pemeriksaan fisik pada anak Anda, dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan darah untuk memastikan ada tidaknya malaria. Diagnosis pasti malaria ditegakkan setelah dokter menemukan parasit malaria di dalam darah lewat mikroskop. Namun, dalam keadaan emergensi atau di daerah terpencil yang tidak tersedia fasilitas laboratorium, pemeriksaan tes diagnosis cepat (Rapid Diagnostic Test) dapat digunakan. Tes ini dapat mendeteksi antigen parasit malaria dalam tubuh penderitanya.

Terapi Malaria Pada Anak

Terapi malaria bertujuan untuk membunuh semua parasit penyebab malaria yang ada dalam tubuh anak. Pengobatan malaria di Indonesia menggunakan Obat Anti Malaria (OAM) kombinasi. Saat ini yang digunakan program nasional ialah obat dari turunan artemisinin dengan golongan aminokuinolin. Penggunan obat anti malaria disesuaikan dengan kondisi anak, parasit penyeba dan tingkat keparahannya. Semua obat ini tidak boleh diberikan dalam keadaan perut kosong karena bersifat iritasi lambung. Oleh sebab itu, anak harus makan terlebih dulu setiap akan obat anti malaria.

Jika ditemukan gejala malaria berat atau sudah terjadi komplikasi, dokter akan memberi obat anti malaria suntik dan merujuk ke rumah sakit. Anak mungkin butuh untuk dirawat karena akan dipantau secara berkala dan diberi obat anti malaria melalui infus.

Komplikasi

Parasit penyebab malaria dapat menyerang ke berbagai organ tubuh. Pada anak, malaria dapat berakibat fatal karena mampu menyerang otak, sel-sel darah, hati, dll. Gejala malaria berat pada anak meliputi :

  • Hipoglikemia (gula darah rendah). Gejala ini merupakan gejala malaria berat tersering pada anak. Hipoglikemia dapat menyebabkan penurunan kesadaran yang dicirikan dengan anak terlihat terus mengantuk, tidak berespon atau sulit dibangunkan
  • Anemia berat (jumlah sel darah merah yang sangat rendah, Hb <5 g%) yang dicirikan dengan anak sangat pucat dan lemah
  • Kejang berulang
  • Kulit, mata terlihat kuning akibat sel darah merah yang pecah.
  • Pendarahan spontan seperti mimisan dan gusi berdarah
  • Gagal ginjal
  • Demam yang sangat tinggi >40oC
  • Sesak nafas
  • Syok

Pencegahan

Saat ini pemerintah terus berusaha memberantas malaria melalui program Gebrak Malaria (Gerakan Eliminasi Radikal Malaria) terutama di daerah endemi. Pada program ini, pemerintah mendorong pencegahan malaria dengan membagikan kelambu berinsektisida, melakukan skrining dan pengobatan masal.

Upaya pencegahan malaria dari diri sendiri yang paling efektif dilakukan ialah menghindari gigitan nyamuk Anopheles penyebab malaria. Cara ini dapat dilakukan dengan :

  • Hindari keluar rumah dan tutup jendela saat malam tiba. Nyamuk Anopheles aktif menggigit manusia pada sore dan malam hari yaitu pukul 17.00-18.00, sebelum jam 24 (20.00-23.00) dan setelah jam 24
  • Gunakan baju atau celana panjang dan selimut saat tidur
  • Gunakan kelambu berinsektisida terutama bagi anak dan ibu hamil. Kelambu ini efektif sampai 3-5 tahun dan dapat dicuci secara teratur 3 bulan sekali. Insektisida dalam kelambu ini tidak berbahaya bagi ibu hamil, janin dan anak.


  • Gunakan lotion anti nyamuk yang mengandung DEET (N, N diethylmetatoluamide). Pada anak sebaiknya gunakan yang konsentrasi DEET rendah (24%) karena zat kimia yang terlalu banyak dapat menyerap ke dalam kulit
  • Hindari bepergian ke daerah yang endemi (banyak terjadi malaria) terutama kelompok yang beresiko seperti ibu hamil, anak yang terlalu muda, atau orang tua.

Nyamuk Anopheles berkembang biak di area persawahan, perbukitan/hutan dan pantai/aliran sungai. Kerjasama dengan masyarakat dan pemerintah setempat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pengendalian jentik nyamuk atau penyemprotan. Jangan lupa untuk menjaga kebersihan dari genangan air di rumah dan sekitarnya.

Reqgi First Trasia, dr.

12/03/2015

Referensi:

  1. Abdulla S, et al. 2001. Impact on Malaria morbidity in children aged under 2 years in Tanzania: community cross sectional study. British Medical Journal 322: 270-273
  2. Audibert M, et al. 2002. Malaria in the Logone Valley, Cameroon. American Journal of Tropical Medicine and Hygiene; 42: 550-560
  3. De Bartolome CA, et al. 2003. A case study of Malaria treatment in Brazil. Journal of Health Economics; 14: 191-205
  4. Baume C, et al. 2004. Patterns of Care for childhood Malaria in Zambia. Social Science and Medicine; 51: 1419-1503
  5. Eveline, Nanang. 2010. Panduan Pintar Merawat Bayi dan Balita. Jakarta : Wahyu Media. Pg 164
  6. 65_PMK No. 5 Ttg Pedoman Tata Laksana Malaria [Internet]. Scribd. [cited 2015 Dec 3]. Available from: https://ml.scribd.com/doc/211815570/65-PMK-No-5-Ttg-Pedoman-Tata-Laksana-Malaria
  7. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan [Internet]. 1st ed. Indonesia: Departemen Kesehatan; 2013. Available from: http://www.searo.who.int/indonesia/documents/976-602-235-265-5-buku-saku-pelayanan-kesehatan-ibu.pdf
  8. dr. Ferdinand J Laihad, MPHM. Epidemiologi Malaria di Indonesia. Jendela Data Dan Info Kesehatan. 2011;
  9. Malaria-Prevention [Internet]. WebMD. [cited 2015 Dec 3]. Available from: http://www.webmd.com/a-to-z-guides/malaria-prevention
  10. dr. Rita Kusriastuti, MSc. Pedoman Penggunaan Kelambu Berinsektisida Menuju Eliminasi Malaria. Kementeri Kesehat RI TAHUN 2011 [Internet]. 2011; Available from: http://www.pppl.depkes.go.id/_asset/_download/Buku_saku_menuju_eliminasi_malaria.pdf

Tanda tanda Vital Bayi dan Anak

Tanda tanda vital ialah tanda yang menunjukkan fungsi penting tubuh manusia. Dari tanda-tanda ini bisa diketahui apakah seseorang relatif sehat, mengalami penyakit serius, atau menderita gangguan yang mengancam jiwa. Ada empat tanda tanda vital yang umum diperiksa oleh tenaga kesehatan yaitu denyut nadi, tekanan darah, suhu tubuh dan kondisi nafas. Semua orang yang masih hidup tentu memiliki tanda tanda vital. Namun, nilai tanda tanda vital ini bisa berbeda sesuai dengan usia, jenis kelamin, berat badan, dan kesehatan tubuh pada umumnya.

Pada anak, pemeriksaan tanda tanda vital ini amat penting dipelajari karena dapat mendeteksi dini adanya penyakit serius pada anak atau tidak. Hal ini amat bermanfaat karena anak bisa mendapatkan pertolongan segera dari dokter ketika sakitnya cukup serius. Pemeriksaan tanda tanda vital pada anak juga sebenarnya cukup mudah untuk dipelajari oleh orangtua atau pengasuh. Oleh karena itu, orangtua atau pengasuh hendaknya tahu dan paham cara pemeriksaan ini.

Tanda Tanda Vital 1 : Denyut Nadi

Denyut nadi yang dihitung menunjukkan berapa kali jantung berdetak dalam satu menit. Jumlah denyut nadi ini bisa berubah sesuai usia, jenis kelamin, aktivitas bahkan perubahan stress pada anak. Selain menghitung jumlah, dokter juga biasa menilai apakah irama nadi ini teratur atau tidak.

Pada bayi, denyut nadi biasanya diukur dengan meletakkan jari secara lembut di lipatan siku atau lipatan lutut dalam. Sedangkan pada anak yang lebih besar, denyut nadi bisa dihitung dari nadi pergelangan tangan. Setelah itu, denyut nadi dihitung selama satu menit menggunakan jam yang memiliki jarum atau stopwatch.

c5f001be2817adfc6f43064baafeeeb8

Tanda Tanda Vital 1 : Nadi

Berikut ini denyut nadi normal selama satu menit pada anak sesuai usia.

Usia Nadi saat anak bangun (kali/menit) Nadi saat anak tidur (kali/menit)
Bayi baru lahir s/d 3 bulan 85-205 80-160
3 bulan s/d 2 tahun 100-190 75-160
2 s/d 10 tahun 60-140 60- 90
>10 tahun 60-100 50-90

Pemeriksaan denyut nadi ini sebenarnya tidak perlu rutin dilakukan orangtua. Terkecuali bila memang buah hati Anda memiliki kondisi penyakit yang membutuhkan pemantauan denyut nadi secara berkala. Namun, ada kalanya pemeriksaan ini penting untuk dilakukan seperti saat :

  • anak mengeluhkan jantung berdebar-debar, nyeri dada
  • pingsan
  • kulit mendadak pucat atau bibir menjadi biru
  • sulit bernafas mendadak seperti pada asthma

Bila ada kondisi seperti ini, Anda sebaiknya segera membawa ke dokter.

Tanda Tanda Vital 2: Tekanan darah/Tensi

Pemeriksaan tekanan atau tensi darah pada anak cukup sulit dilakukan bagi awam. Selain itu, untuk mengukur tekanan darah anak dibutuhkan manset yang ukuran khusus sesuai usia mereka. Sehingga, tidak seperti pemeriksaan tanda tanda vital yang lain, pemeriksaan ini biasanya hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih. Namun, mungkin pada anak dengan kondisi kesehatan tertentu, dokter akan melatih orangtua untuk memeriksa tekanan darah anak.

pediatric's office nurse with patients

Tanda tanda vital 2 : Tekanan darah

Tidak seperti orang dewasa, pemeriksaan tekanan darah anak baru rutin dilakukan setiap tahun pada anak usia diatas 3 tahun. Pasalnya, tensi pada batita cukup sulit dinilai secara akurat. Terkecuali bila batita mengalami penyakit jantung atau ginjal yang cukup serius. Berikut ini ialah tekanan darah normal anak sesuai usia.

Perkiraan Usia Batas normal tekanan sistolik (mmHG) Batas normal tekanan diastolik (mmHg)
1-12 bulan 75-100 50-70
1-4 tahun 80-110 50-80
3-5 tahun 80-110 50-80
6-13 tahun 85-120 55-80
13-18 tahun 95-140 60-90

Tanda Tanda Vital 3 : Pernafasan

Masalah pernafasan ternyata menjadi penyebab nomer satu kegawatdaruratan pada bayi dan anak. Sehingga amat penting bagi orangtua untuk bisa menilai pernafasan yang normal dan tidak. Menilai pernafasan yang akurat paling baik dilakukan saat anak tidur atau istirahat. Anak sebaiknya tidak menyadari bahwa pernafasarnnya sedang dihitung. Sebab, bila ia sadar, anak bisa mengatur nafasnya seperti yang ia inginkan.

Pernafasan normal pada bayi dengan anak lebih besar ternyata berbeda. Bayi bernafas lebih cepat dan lebih tidak teratur. Terkadang bayi baru lahir bernafas cepat dan dalam lalu tiba-tiba nafasnya menjadi lambat dan dangkal. Jangan heran juga bila sewaktu-waktu ia menahan nafas selama beberapa detik. Hal ini disebut juga nafas periodik (periodic breathing) dan normal ditemukan pada bayi. Selain itu, bayi juga suka mengeluaran dengkuran halus saat ia tidur. Orangtua tidak perlu khawatir bila bayi bernafas seperti itu karena lambat laun pernafasannya akan menjadi matang dan teratur.

Cara menilai pernafasan

Menilai pernafasan anak amat mudah dilakukan. Caranya ialah dengan mengamati langsung atau memegang dada anak saat ia bernafas. Sementara itu, hitung seberapa banyak ia bernafas selama satu menit menggunakan jam dengan jarum atau stopwatch. Hal pertama pernafasan yang dinilai ialah upaya nafas. Apakah anak sulit bernafas atau tidak. Tanda anak sulit bernafas misalnya :

  • Wajah anak bisa seperti ketakutan dan terlihat panik
  • Anak bernafas melalui mulut. Hal ini bisa saja saluran nafas anak tersumbat atau anak sudah terlalu sesak.
  • Anak mengeluarkan suara yang tidak lazim saat bernafas seperti mendengkur atau mengi (bengek)
  • Hidung anak kembang kempis
  • Otot leher dan dada sangat terangkat saat bernafas. Bahkan terlihat cekungan yang nyata di leher, sela tulang iga dan perut. Dalam istilah kedokteran hal ini disebut retraksi.
  • Kulit anak menjadi pucat dan membiru di sekitar hidung dan mulut. Hal ini menandakan darah anak tidak mengangkut cukup oksigen dari paru-paru.
  • Nafas anak menjadi lebih cepat atau lambat dari yang normal.
60999-0550x0475

Tanda kesulitan bernafas

Adapun kecepatan bernafas anak yang normal sesuai usia ialah:

Umur Kecepatan nafas normal (kali/menit)
0-1 tahun 30 s/d 60
1-3 tahun 24 s/d 40
3-5 tahun 22 s/d 34
5-12 tahun 18 s/d 30
>13 tahun 12 s/d 16

Selain itu, lihat juga pola pernafasannya. Apakah teratur atau tidak. Bila orangtua atau pengasuh menemukan tanda-tanda sulit bernafas atau khawatir pola pernafasan anak tidak seperti biasanya, silakan hubungi tenaga kesehatan. Ada kemungkinan anak Anda butuh pertolongan segera.

Tanda Tanda Vital 4 : Suhu tubuh

Suhu pusat tubuh anak rata-rata antara 36.6oC – 37oC saat diukur lewat mulut dan 0.5oC lebih tinggi saat diukur dari dubur. Mengukur suhu tubuh penting dilakukan saat curiga anak mengalami demam. Pasalnya, demam bisa jadi pertanda anak Anda terkena infeksi, gangguan metabolisme atau penyakit lain. Ada beberapa cara mengukur suhu tubuh anak. Paling akurat ialah dari dubur meskipun cara ini terasa kurang nyaman. Selain itu, pengukuran dari mulut (di bawah lidah) juga bisa mendapatkan hasil akurat bila dilakukan dengan teknik yang benar. Cara ini berguna terutama pada anak lebih dari 4 tahun yang bisa kooperatif.

4343_image

Tanda tanda vital 4 : Suhu

Sebaliknya, pengukuran dari ketiak ternyata kurang akurat. Namun, cara ini masih bisa digunakan sebagai pemeriksaan awal pada bayi kurang dari tiga bulan atau pada anak yang lebih besar tetapi belum bisa menahan termometer dari bawah lidah. Demikian pula pemeriksaan suhu lewat telinga atau dahi, dimana hasil yang didapatkan kurang akurat. Orangtua tidak disarankan untuk menilai suhu anak hanya dari memegang kulit anak. Hal ini disebabkan hasil yang didapatkan tergantung dari suhu pemeriksanya.

Agustina Kadaristiana, dr.

11/22/2015

Referensi

1. How To Take Your Child’s Pulse. KidsHealth [Internet]. Available from: http://kidshealth.org/parent/firstaid_safe/emergencies/take-pulse.html
2. Normal Vital Signs: Normal Vital Signs. 2015 Sep 18 [cited 2015 Nov 22]; Available from: http://emedicine.medscape.com/article/2172054-overview
3. Mark A Ward, MD. Patient information: Fever in children (Beyond the Basics). Uptodate. 2015 Aug 31;
4. Pediatric Vital Signs: Normal Heart Rate Chart [Internet]. eMedicineHealth. [cited 2015 Nov 22]. Available from: http://www.emedicinehealth.com/pediatric_vital_signs/article_em.htm
5. Jan E Drutz, MD. The pediatric physical examination: General principles and standard measurements. Uptodate. 2015 Nov 18;
6. Vital Sign in Children. US Dep Health Hum Serv [Internet]. 2011 Jun 26; Available from: http://chemm.nlm.nih.gov/pals.htm#sec2
7. Your baby’s breathing: what’s normal. Babycenter [Internet]. 2012 Apr; Available from: http://www.babycentre.co.uk/a558559/your-babys-breathing-whats-normala

Cara Cepat Hamil Setelah Keguguran

Peristiwa keguguran atau aborsi amat mungkin menyakitkan bagi perasaan ibu dan suami. Ibu bisa jadi mengalami guncangan batin apalagi bila mengharapkan kehadiran seorang anak. Saat merencanakan kehamilan berikutnya, ibu dan suami mungkin galau antara ingin segera mendapatkan momongan dengan takut bila mengalami keguguran lagi. Lalu, apa yang sebaiknya pasangan ketahui dan lakukan sebelum merencanakan punya anak? Bagaimana cara cepat hamil setelah keguguran ketika pasangan sudah siap?

Saat pasangan merencanakan kehamilan berikutnya

Merencanakan kehamilan paska keguguran memang butuh persiapan dari pasangan terutama ibu. Tentu ini bukanlah hal yang mudah karena ibu harus menghadapi perubahan yang kurang nyaman baik dari segi lahir dan batin. Ibu mungkin perlu menjalani fase pendarahan paska keguguran, kram perut, dan ketidaknyamanan pada payudara seperti bengkak dan air susu rembes.

Secara batin, perasaan negatif ibu mungkin akan campur aduk. Mulai dari rasa kehilangan, sedih, depresi, marah, merasa bersalah, menyesal, kesepian, kurang percaya diri bahkan cemas. Hal ini mungkin bisa membawa konflik bagi hubungan ibu dan suami. Sehingga, menerima ujian keguguran mungkin waktu yang berbeda bagi setiap pasangan. Namun, pasangan tidak perlu takut untuk mencoba kehamilan berikutnya terutama yang masih di usia produktif. Karena Anda berdua masih mungkin mendapatkan momongan yang sehat.

Kesuburan Paska keguguran

Setelah Ibu mengalami keguguran dan dikuret, rahim akan segera berada dalam proses pemulihan. Dalam waktu kurang lebih 2 minggu, peristiwa ovulasi (lepasnya sel telur dari indung telur) sudah bisa terjadi. Setelah ovulasi, hormon progesteron ibu akan meningkat dengan sendirinya.

Tergantung dari siklus normal ibu, mensturasi biasanya terjadi setelah 3-6 minggu paska keguguran. Bila ibu sudah mulai menstruasi, ibu sudah bisa dikatakan kembali subur. Namun, pada ibu yang mengalami infeksi berat atau luka yang hebat pada rahim, ada kemungkinan kesuburan Anda akan terganggu. Konsultasikan dengan dokter bila Anda mengalami hal ini.

Waktu yang disarankan untuk hamil kembali

Pada umumnya, ibu perlu waktu untuk pemulihan rahim paling tidak 2-3 bulan setelah kuret bila ingin hamil lagi. Namun, terdapat perbedaan durasi menunda kehamilan pada beberapa kondisi ibu.

Untuk ibu yang baru pertama kali keguguran

Terdapat perbedaan pendapat tentang lama penundaan hamil setelah keguguran pada ibu yang pertama kali keguguran. Menurut rekomendasi lama WHO tahun 2005, pasangan sebaiknya menunda kehamilan sampai lebih dari 6 bulan dari awal keguguran. Sebaliknya, penelitian terbaru tahun 2010 menyebutkan ibu disarankan untuk hamil lagi dalam 6 bulan setelah kuret. Hal ini disebabkan karena kehamilan paska keguguran yang terjadi kurang dari 6 bulan lebih baik hasilnya daripada yang ditunda. Ibu yang hamil dalam 6 bulan pertama setelah kuret, lebih kecil kemungkinannya terjadi keguguran kedua dan komplikasi kehamilan.

Menyikapi hal ini, memang yang paling baik ialah menilai kondisi masing-masing ibu berdasarkan konsultasi dan saran dokter yang memeriksa Anda. Bila ibu sudah pulih, siap dan ibu dikatakan sehat menurut dokter, mungkin ibu tidak perlu menunda kehamilan.

Untuk Ibu yang keguguran berulang

Pada ibu yang mengalami keguguran berulang paling penting ialah konsultasi dengan tenaga kesehatan. Dokter Anda mungkin akan mencari penyebab keguguran berulang ini dengan melakukan beberapa tes. Sehingga, waktu yang diperlukan untuk persiapan hamil lagi mungkin lebih panjang

Untuk Ibu yang keguguran akibat hamil anggur

Hamil anggur atau mola ialah tumor yang berasal dari sel hasil konsepsi yang tumbuh pada rahim ibu. Sel tumor ini akan memproduksi hormon hCG yang berlebihan. Pada ibu yang keguguran akibat hamil anggur mungkin disarankan untuk mendunda kehamilan sampai kadar hormon hCG nya kembali normal.

Saat Anda Siap, Berikut Cara Cepat Hamil yang Aman Setelah keguguran

Setelah ibu dan suami sudah pulih baik secara fisik dan mental dari peristiwa kehilangan paska keguguran, ibu dan suami bisa mulai mempersiapkan diri untuk kehamilan berikutnya. Berikut ini adalah cara cepat hamil setelah keguguran yang aman dan perlu diketahui :

  1. Berdoa untuk kesehatan janin berikutnya. Tentu pasangan perlu sadari lagi bahwa yang memberi rezeki anak ialah Tuhan YME. Sehingga pasangan dapat lebih tegar dan optimal dalam merencanakan kehamilan berikutnya.
  2. Konseling pra kehamilan dengan dokter atau tenaga kesehatan. Ibu yang mengalami keguguran pertama kali memang beresiko 14% untuk mengalami keguguran lagi. Sedangkan resiko ibu yang mengalami keguguran berulang, kemungkinan keguguran pada kehamilan berikutnya lebih besar. Selain itu, ibu yang pernah keguguran memiliki resiko kelahiran prematur, induksi prersalinan dan pendarahan paska lahir di kehamilan berikutnya. Sehingga penting sekali kerjasama dengan dokter untuk mengetahui penyebab keguguran dan mencegahnya pada kehamilan berikutnya.
  3. Konseling genetik. Terutama bila Anda mencurigai kelainan genetik menjadi penyebabnya.
  4. Periksa kemungkinan adanya kelainan rahim. Kelainan rahim seperti adanya sekat pada rahim, penempelan rahim atau tumor sebaiknya diperbaiki sebelum hamil.
  5. Obati dulu penyakit penyerta pada ibu. Ibu yang memiliki penyakit seperti infeksi menular seksual, diabetes, penyakit tiroid dan gangguan pembekuan darah beresiko untuk mengalami keguguran. Sehingga penting sekali mendeteksi dan mengobati penyakit ini sebelum hamil.
  6. Perbaiki berat badan. Ibu yang terlalu kurus atau gemuk juga lebih besar kemungkinan terjadi keguguran spontan. Upayakan mencapai berat badan ideal dengan diet sehat dan olahraga teratur.
  7. Hindari zat yang berbahaya untuk janin seperti rokok, alkohol, narkoba, minuman yang tidak dipasteurisasi dan makanan yang tidak termasak sempurna. Ibu juga perlu konsultasi ke dokter bila sedang mengkonsumsi obat yang tidak aman utuk sistem reproduksi.
  8. Suntik vaksin seperti vaksin cacar, campak, rubella, gondongan (mumps) karena infeksi ini dapat menyebabkan keguguran pada janin.
  9. Perbaiki gaya hidup seperti menjaga kebersihan, mengatur pola makan, olahraga, belajar mengendalikan stres, dan menjalani perilaku seks yang sehat (tidak berganti-ganti pasangan)
  10. Berhubungan teratur paling tidak 2-3 kali per minggu setelah menstruasi berhenti selama masa subur. Hal ini meningkatkan kemungkinan sperma membuahi sel telur setelah terjadinya ovulasi.
  11. Mulai konsumsi suplemen asam folat (400-800 mcg per hari) beberapa bulan sebelum rencana hamil. Memang tujuan dari pemberi suplemen ini bukan untuk meningkatkan kesuburan. Tetapi, pemberian asam folat amat penting untuk mencegah kecacatan janin yang mana bisa berkontribusi dalam penyebab keguguran.

Semoga bermanfaat

Agustina Kadaristiana, dr.

Telah direview oleh Riyana Kadarsari, dr., SpOG

11/18/2015

Referensi
1. After a Miscarriage: Physical Recovery – American Pregnancy [Internet]. American Pregnancy Association. [cited 2015 Nov 18]. Available from: http://americanpregnancy.org/pregnancy-loss/physical-recovery-after-miscarriage/
2. Choices NHS. Can having an abortion affect my fertility? – Health questions – NHS Choices [Internet]. 2014 [cited 2015 Nov 18]. Available from: http://www.nhs.uk/chq/Pages/1645.aspx?CategoryID=60
3. Love ER, Bhattacharya S, Smith NC, Bhattacharya S. Effect of interpregnancy interval on outcomes of pregnancy after miscarriage: retrospective analysis of hospital episode statistics in Scotland. BMJ. 2010 Aug 5;341:c3967.
4. Emotional Side Effects After an Abortion [Internet]. American Pregnancy Association. [cited 2015 Nov 18]. Available from: http://americanpregnancy.org/unplanned-pregnancy/abortion-emotional-effects/
5. UK CR. Fertility after a molar pregnancy, persistent disease or choriocarcinoma [Internet]. 2015 [cited 2015 Nov 18]. Available from: http://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/type/GTT/living/fertility-after-a-molar-pregnancy-persistent-disease-or-choriocarcinoma
6. Togas Tulandi, MD, MHCM, Haya M Al-Fozan, MD. Management of couples with recurrent pregnancy loss. Uptodate. 2015 Nov 9;
7. Mark D Hornstein, MD, William E Gibbons, MD. Optimizing natural fertility in couples planning pregnancy. Uptodate. 2015 Oct 15;
8. Pregnancy after miscarriage: What you need to know. 2013 Mar 14; Available from: http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/pregnancy-after-miscarriage/art-20044134?pg=1
9. Togas Tulandi, MD, MHCM, Haya M Al-Fozan, MD. Spontaneous abortion: Management. Uptodate. 2015 Jul 23;
10. Lamb EH. The Impact of Previous Perinatal Loss on Subsequent Pregnancy and Parenting. J Perinat Educ. 2002;11(2):33–40.
11. WHO | Report of a WHO technical consultation on birth spacing [Internet]. WHO. [cited 2015 Nov 18]. Available from: http://www.who.int/reproductivehealth/publications/family_planning/WHO_RHR_07_1/en/

12. F. Gary Cunningham, Kenneth J. Leveno, Steven L. Bloom, Catherine Y. Spong, Jodi S. Dashe, Barbara L. Hoffman, et al. Williams Obstetrics. 24th ed. United States: McGraw-Hill Education; 2014.

Penyakit Celiac (Celiac Disease)

Penyakit celiac (celiac disease) ialah penyakit turunan dimana seseorang tidak dapat mengkonsumsi makanan mengandung gluten. Gluten ialah protein yang ditemukan pada makanan olahan gandum, rye dan barley seperti tepung terigu, roti, kue, biskuit, dll. Pada penyakit Celiac, sistem tubuh penderita penyakit ini akan menyerang sel tubuh yang sehat bila mengkonsumsi gluten. Hal ini akan menimbulkan kerusakan pada organ terutama usus halus.

141

Usus penderita penyakit celiac

Apa Penyebab Penyakit Celiac?

Belum diketahui secara pasti apa penyebab penyakit Celiac. Namun, diduga faktor genetik dan lingkungan memegang peranan penting dalam perkembangan penyakit ini. Sehingga bila ada keluarga yang mengidap penyakit Celiac, ada kemungkinan gen penyakit tersebut diturunkan ke generasi berikutnya. Satu-satunya faktor lingkugan yang mencetuskan gejala penyakit celiac adalah gluten.

Seberapa sering Penyakit ini terjadi?

Penyakit celiac umum terjadi pada orang Eropa dan Amerika Utara. Namun, saat ini penyakit celiac mulai terdeteksi di populasi orang Afrika, Timur Tengah dan Asia. Di Indonesia penyakit celiac masih jarang terjadi.

Penyakit celiac bisa terdeteksi di usia berapapun. Namun, penyakit ini jarang terjadi pada manula (di atas 60 tahun. Gejala klasik penyakit ini biasanya mulai terlihat pada anak usia 9-18 bulan.

Apa Gejala Penyakit Celiac?

Orang yang mengidap penyakit celiac bisa saja tidak menunjukkan gejala setelah mengkonsumsi gluten. Namun, pada umumnya gejala yang muncul setelah terpapar gluten berupa :

  • Diare kronis
  • Perut kembung
  • Nyeri perut
  • Tidak nafsu makan
  • Muntah
  • Berat badan sulit naik
  • Badan terasa lemah
  • Gizi kurang atau gizi buruk

Selain itu, terdapat gejala di luar saluran pencernaan, seperti :

  • Anemia (kurang darah) karena gangguan penyerapan besi dan folat dari usus halus
  • Pendarahan akibat gangguan penyerapan vitamin K
  • Osteoporosis karena kekurangan kalsium, vitamin D
  • Gangguan saraf seperti kelemahan otot dan baal
  • Gangguan kulit, disebut juga dermatitis herpetiformis, yaitu munculnya bruntus-bruntus yang gatal di punggung tangan dan kaki, punggung, bokong, kepala dan leher.
  • Gangguan hormonal seperti terlambat haid, infertilitias dan impoten

Meskipun jarang, pada penderita penyakit ini bisa terjadi gejala yang mengancam jiwa seperti lemah, diare akut hebat, perut yang amat kembung, dehidrasi berat, tekanan darah turun, gangguan keseimbangan elektrolit dan lemah.

Bagaimana mendiagnosis penyakit celiac?

Diagnosis penyakit celiac ditegakkan dari gejala, pemeriksaan fisik dan penunjang. Tes darah yang digunakan untuk mengetahui penyakit ini ialah tes anti TTG-IgA (Transglutainasi Imunoglobulin A). Tes ini berfungsi untuk mendeteksi antibodi terhadap gluten. Bila hasilnya positif, pemeriksaan biopsi jaringan mungkin dibutuhkan untuk memastikan diagnosis penyakit celiac. Pada pemeriksaan ini, dokter akan meneropong saluran pencernaan Anda lewat endoskopi. Setelah itu, jaringan sel usus akan diambil untuk diperiksa di laboratorium.

Apa terapi penyakit celiac?

Bila Anda didiagnosis mengalami penyakit Celiac, pengobatan utama yang paling efektif ialah diet bebas gluten seumur hidup. Anda perlu menghindari makanan apapun yang mengandung gandum, rye, barley seperti yang terdapat pada tepung terigu, tepung gandum, mi, roti, kue, keripik, dsb. Untungnya, nasi, ubi, singkong atau kentang yang menjadi makanan pokok di Indonesia tidak mengandung gluten. Begitu juga lauk pauk seperti ikan, daging, ayam juga sayur dan buah.

Diet bebas gluten perlu konsultasi dan pengawasan dari ahli gizi karena Anda mungkin beresiko kekurangan vitamin B, kalsium, zat besi, magnesium dan serat.

Pada penderita yang sulit menjalani diet bebas gluten atau gejala penyakit celiac tetap muncul setelah diet mungkin dibutuhkan obat penurun kekebalan tubuh. Golongan yang umum digunakan ialah kortikosteroid.

Apa komplikasi dari Penyakit Celiac?

Resiko penyakit Celiac yang dikhawatirkan ialah kanker. Kerusakan dari sel tubuh secara jangka panjang dapat menyebabkan keganasan pada saluran pencernaan seperti kanker mulut, kerongkongan, esofagus, pankreas sampai usus.

Agustina Kadaristiana, dr.

11/17/2015

Referensi

1. Ivor D Hill, MD. Diagnosis of celiac disease in children. Uptodate. 2015 Oct 22;
2. Ivor D Hill, MD. Management of celiac disease in children. Uptodate. 2014 Jun 30;
3. Celiac Sprue: Practice Essentials, Background, Pathophysiology. 2015 Sep 17 [cited 2015 Nov 17]; Available from: http://emedicine.medscape.com/article/171805-overview
4. Gujral N, Freeman HJ, Thomson AB. Celiac disease: Prevalence, diagnosis, pathogenesis and treatment. World J Gastroenterol WJG. 2012 Nov 14;18(42):6036–59.

Salah Kaprah Tentang Diet Bebas Gluten

Saat ini produk berlabel gluten-free atau bebas gluten mulai dilirik masyarkat. Apalagi setelah diet bebas gluten dipopulerkan oleh media dan para artis. Banyak orang yang salah kaprah bahwa diet bebas gluten bagus untuk siapa saja. Lebih esktrim lagi bila Gluten dianggap musuh untuk orang yang sehat. Padahal, diet ini hanya diperuntukkan bagi orang yang mengidap Celiac disease (penyakit celiac). Lalu, apa efeknya bila diet bebas gluten dijalani oleh orang yang sehat?

Sekilas tentang gluten

Gluten ialah protein yang ditemukan pada makanan seperti gandum, rye, barley dan triticale (campuran antara gandum dan rye). Selain itu, gluten bisa ditemukan di lip balm dan lem di belakang amplop atau perangko. Diet bebas gluten artinya menghindari makanan apapun yang mengandung gluten dan olahanya seperti tepung terigu, mie, pasta, kue, roti, dressing salad, snack, dll.

gluten

Makanan Mengandung Gluten

Siapa yang membutuhkan diet bebas gluten?

Diet bebas gluten amat diperlukan bagi penderita Celiac disease (Penyakit celiac). Hal ini disebabkan gluten dapat merusak usus penderitanya. Sistem imun seseorang akan menyerang sel tubuh sendiri (autoimun) saat penderita mengkonsumsi gluten meskipun dalam jumlah yang amat sedikit. Efek yang paling sering ialah gangguan pencernaan seperti nyeri perut, diare kronis, berat badan turun, kurang gizi, dan tidak nafsu makan.

Selain itu, beberapa kondisi di bawah ini akan terbantu dengan menghindari atau mengurangi gluten meskipun tidak terlalu ketat. Misalnya :

  1. Penderita Intoleransi Gluten. Mirip halnya dengan gejala penyakit celiac, seseorang yang mengalami intoleransi gluten akan muncul gangguan pencernaan saat mengkonsumsi gluten. Perbedaannya, pada Intoleransi Gluten tidak sampai menimbulkan kerusakan usus.
  2. Penderita alergi gluten dan protein gandum.  Pada penderita penyakit ini, konsumsi gluten akan mencetuskan reaksi alergi. Gejala bisa berupa gangguan pernafasan (bersin, pilek, sesak), saluran cerna (nyeri perut, diare, perut kembung), dan kulit (gatal-gatal, biduran, dsb).
  3. Penderita penyakit autoimun lain seperti Diabetes Mellitus Tipe 1, Rheumatoid Arthritis, sindroma iritabel usus.

Bagaimana bila diet bebas gluten dijalani oleh orang umum?

Sampai saat ini tidak ada bukti bahwa diet bebas gluten bermanfaat bila dijalani orang umum tanpa penyakit-penyakit tadi. Bahkan Anda perlu waspada dengan kerugian diet gluten tanpa alasan medis yang jelas, karena :

  • Penyakit celiac jarang terjadi pada orang Asia termasuk Indonesia. Mayoritas penderitanya ialah ras kaukasian (orang Barat/ bule)
  • Adanya resiko kekurangan zat gizi. Dengan melakukan diet bebas gluten, Anda beresiko kekurangan vitamin dan mineral seperti vitamin B, kalsium, zat besi, magnesium dan serat. Terutama pada orang yang mengkonsumsi olahan gandum sebagai makanan pokok (seperti orang Barat pada umumnya).
  • Makanan yang mengandung gluten sendiri sebenarnya bermanfaat bagi orang yang sehat. Seperti menurunkan lemak trigliserida, mengontrol tekanan darah, meningkatkan fungsi imun, dan dapat melindungi usus dari kanker.
  • Membeli produk berlabel bebas gluten di pasaran bisa jadi lebih boros. Padahal, makanan sehari-hari orang Indonesia sendiri sudah bebas gluten. Contohnya, nasi, kentang, ubi, singkong, sayur, telur, ikan, daging, susu, dsb.
Gluten-free-list

Diet Bebas Gluten

Apakah diet bebas gluten bermanfaat untuk menurunkan berat badan?

Salah satu klaim kesehatan yang digembor-gemborkan media dan artis ialah diet bebas gluten bagus untuk menurunkan berat badan. Padahal, sampai saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menyokong klaim ini. Bahkan, hasil dari beberapa studi menyebutkan bahwa diet bebas gluten malah dapat memperburuk status Indeks Masa Tubuh pada orang yang obesitas dan berat badan berlebih. Hal ini disebabkan olahan makanan bebas gluten malah tinggi lemak dan energi.

Apakah benar diet bebas gluten bermanfaat untuk anak autis?

Saat ini, diet bebas gluten juga populer dijalani oleh anak yang autis. Namun, tidak ada bukti ilmiah yang cukup bahwa diet bebas gluten bermanfaat untuk anak dengan spektrum autis. Bahkan AAP (The American Academy of Pediatrics) tidak mendukung diet bebas gluten untuk terapi utama anak autis.

Jadi, tidak perlu termakan iklan dengan klaim berlebihan dari diet bebas gluten. Diet bebas gluten memang amat diperlukan hanya pada pengidap penyakit tertentu. Bila Anda curiga mengalami gangguan pencernaan atau alergi karena makanan mengandung gluten, silakan Anda hubungi dokter untuk mengecek kondisi Anda. Putuskan untuk melakukan diet bebas gluten hanya setelah Anda didiagnosis mengidap penyakit Celiac, intoleransi gluten, alergi gluten dan gandum serta penyakit autoimun lain (Diabetes Mellitus Tipe 1, Rheumatoid Arthritis, dll). Semoga bermanfaat.

Agustina Kadaristiana, dr.

11/15/2015

Referensi

1. Gujral N, Freeman HJ, Thomson AB. Celiac disease: Prevalence, diagnosis, pathogenesis and treatment. World J Gastroenterol WJG. 2012 Nov 14;18(42):6036–59.
2. Celiac Sprue: Practice Essentials, Background, Pathophysiology. 2015 Sep 17 [cited 2015 Nov 15]; Available from: http://emedicine.medscape.com/article/171805-overview
3. Gluten-Free/Casein-Free Diets [Internet]. HealthyChildren.org. [cited 2015 Nov 15]. Available from: http://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/Gluten-Free-Casein-Free-Diets.aspx
4. Gluten-free diet. Mayo Clin [Internet]. 2014 Nov 25; Available from: http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/gluten-free-diet/art-20048530
5. Gaesser GA, Angadi SS. Gluten-Free Diet: Imprudent Dietary Advice for the General Population? J Acad Nutr Diet. 2012 Sep 1;112(9):1330–3.
6. Gluten Free Diet: Learn About Benefits, Plans and Recipes [Internet]. MedicineNet. [cited 2015 Nov 15]. Available from: http://www.medicinenet.com/celiac_disease_gluten_free_diet/article.htm
7. Jaret P. The Truth About Gluten [Internet]. WebMD. [cited 2015 Nov 15]. Available from: http://www.webmd.com/diet/healthy-kitchen-11/truth-about-gluten
8. Alex ADA 1701 NBS, ria, 1-800-Diabetes V 22311. What Foods Have Gluten? [Internet]. American Diabetes Association. [cited 2015 Nov 15]. Available from: http://www.diabetes.org/food-and-fitness/food/planning-meals/gluten-free-diets/what-foods-have-gluten.html

Tes Kehamilan yang Perlu Anda Tahu

Tes Kehamilan yang Perlu Anda Tahu

Bila Anda mengamati terdapat tanda-tanda kehamilan, Anda mungkin penasaran ingin mengecek apakah benar Anda hamil atau tidak. Berikut ini tes kehamilan yang umum digunakan:

Tes urin/ Tes Pack

Tes urin mungkin tes kehamilan yang paling umum dan mudah digunakan karena wanita bisa mengecek kehamilannya di rumah. Tes urin dapat mengetahui adanya kehamilan dengan cara mengukur hormon hCG (Human Chorionic Gonadotropin). Hormon hCG dikeluarkan sel dari janin Saat pertama kali janin menempel pada rahim. Hormon ini berfungsi untuk merangsang estrogen dan progesteron. Kadar hormon ini memuncak di tiga bulan pertama kehamilan. Sehingga pemeriksaan hCG dapat digunakan tes kehamilan di trimester awal.

Untitled

Cara menggunakan tes urin/tes pack

  1. Periksa tanggal kadaluarsa dan kondisi alat. Bila tes pack diletakkan lama di tempat lembab, mungkin kualitas alat sudah menurun. Lebih baik ganti dengan tes pack yang baru.
  2. Gunakan di pagi hari saat urin anda paling pekat
  3. Baca petunjuk test pack. Cara penggunaan test pack mungkin berbeda sesuai dengan merk yang Anda gunakan.
  4. Umumnya, Anda perlu menampung urin sebelum mencelupkan test pack selama 5 detik. Namun, ada juga alat yang bisa membaca hasil dengan Anda pipis langsung ke alat tersebut.
  5. Baca hasil. Hasil juga tergantung alat yang digunakan. Ada yang muncul dua garis berarti positif, ada juga yang langsung muncul berupa kata bila Anda menggunakan alat tes urin digital.

Bila ibu mendapati tes pack yang positif di rumah, maka sebaiknya selalu konfirmasi dengan pemeriksaan hCG darah atau USG. Meskipun dalam produk dikatakan tes pack 99% akurat, dalam kenyataan tes ini mungkin tidak dapat mendeteksi kehamilan bila tes dilakukan terlalu dini. Lagipula, klaim 99% akurat berasal dari uji lab dimana urin perempuan yang tidak hamil ditambahkan dengan hormon hCG. Sehingga tidak sepenuhnya bisa mewakili kondisi ibu hamil yang bervariasi. Selain itu, meskipun jarang, ada kemungkinan hasil tes kehamilan ini positif palsu (seolah-olah hamil padahal bukan seperti :

  • Abortus
  • Hamil anggur
  • Anda meminum obat penyubur yang mengandung hCG
  • Penyakit yang menyebabkan hormon hCG tinggi (seperti tumor penghasil hCG)
  • Kesalahan alat (sudah kadaluarsa atau rusak)

Tes Darah

Mirip halnya dengan tes urin, tes darah juga mendeteksi kehamilan dari hormon hCG. Namun, tes kehamilan lewat darah memang lebih akurat daripada urin karena dapat mengukur kadar pasti hormon hCG. Namun, karena pemeriksaannya lebih kurang nyaman, tes darah hanya digunakan bila diagnosis kehamilan amat perlu ditegakkan (misalnya sebelum memberi obat-obatan yang dapat mengganggu janin), terlambat mens kurang dari seminggu dengan tes urin yang negatif.

USG atau Doppler

manfaat-usg-kehamilan-300x200

Tes kehamilan yang paling akurat mungkin USG atau Doppler. Kehamilan bisa dikatakan positif bila terlihat janin dari pemeriksaan USG atau terdengar bunyi jantung janin oleh alat Doppler. Biasanya metode USG yang digunakan ialah USG transvaginal (melalui liang vagina) karena paling akurat untuk mengetahui usia kandungan dan lokasi kehamilan (pada kehamilan ektopik, janin bisa menempel di luar rahim dan dapat berbahaya bagi ibu). Sedangkan denyut jantung bayi dapat didengarkan oleh alat Doppler pada usia 10-12 minggu kehamilan.

Agustina Kadaristiana, dr.

09/30/2015

Referensi

1. Pregnancy Diagnosis: Overview, History and Physical Examination, Laboratory Evaluation. 2015 Sep 16 [cited 2015 Sep 30]; Available from: http://emedicine.medscape.com/article/262591-overview
2. F. Gary Cunningham, Kenneth J. Leveno, Steven L. Bloom, Catherine Y. Spong, Jodi S. Dashe, Barbara L. Hoffman, et al. Williams Obstetrics. 24th ed. United States: McGraw-Hill Education; 2014.