Author Archives: Reqgi First Trasia

Naluri Bayi untuk Bertahan Hidup

Bayi dilahirkan dengan serangkaian keterampilan yang menakjubkan untuk membantunya bertahan hidup dan mendorong Anda untuk merawatnya. Terbukti tangan mungil dan tangis kerasnya sangat bermanfaat sehingga orang tua mau repot mengerjakan hal sulit untuk si kecil. Si kecil pun dilahirkan dengan serangkaian refleks primitif yang dapat kita temui dalam masa evolusi manusia. Meski kini kegunaannya bervariasi, beberapa refleks itu penting untuk bertahan hidup.

Refleks Primitif

Bayi dilahirkan dengan sekitar 70 refleks primitif. Yang paling mudah dikenali adalah refleks mencari-cari dan mengisap yang dibutuhkan bayi untuk mencari makanan. Sentuhlah pipinya, si kecil pun akan menoleh dan mencari-cari makanan, entah itu susu ASI ataupun susu formula, kemudian secara otomatis si kecil akan mengisap. Gerak refleks Morro (atau terkejut) terjadi ketika bayi dikejutkan oleh suara atau gerakan: ia akan menarik kepala ke belakang, merentangkan lengannya, kemudian menarik lagi lengannya ke arah tubuhnya. Yang menggemaskan adalah refleks menggenggam ketika Anda meletakkan jari di telapak tangan si kecil, ia akan menggenggamnya erat dan tak akan melepasnya. Kemudian ia akan memegang erat rambut dan pakaian Anda. Ketika Anda memegang si kecil dalam posisi tegak lurus dan telapak kakinya di permukaan yang rata, kakinya akan refleks menginjak. Bayi memang belum dapat berjalan di tahap ini, tetapi ia sudah memiliki pengetahuan tentang cara berjalan dan akan ia latih saat tubuhnya sudah lebih kuat.

Refleks yang dilakukan bayi sehat mengindikasikan bahwa sistem sarafnya berfungsi dengan baik, dan sistem saraf ini akan diperiksa oleh dokter ketika si kecil dilahirkan. Di minggu dan bulan selanjutnya, refleks itu akan menghilang perlahan dan si kecil akan mempelajari cara mengontrol gerakan. Sebelum Anda menyadarinya, si kecil sudah pandai mengambil biskuit dan bergerak mengeksplorasi dunianya.

Tahukah Anda?

  • Di dalam air, bayi baru lahir dapat menahan napas dan menggerakkan anggota tubuhnya seperti berenang. Tapi jangan lakukan ini di rumah! Refleks menyelam dan berenang ini hanya untuk bertahan hidup, bukan berarti si kecil sudah pandai berenang.

  • Beberapa refleks mempunyai kegunaan lebih dari satu: selain untuk bertahan hidup, refleks menggenggam juga untuk menumbuhkan ikatan, membuat orangtua merasa dicintai anaknya. Refleks mengisap juga menjadi sumber kenyamanan bagi si kecil.

  • Anak-anak terlahir untuk aktif bergerak, melambaikan tangan, dan berlarian. Para ahli menemukan bukti bahwa anak-anak yang masih memperlihatkan gerak refleks primitif sebaiknya melakukan lebih banyak latihan fisik. Anak-anak seperti ini mungkin terlalu banyak menghabiskan waktunya di kereta atau kursi bayi.

  • Refleks primitif mengindikasikan bahwa bayi adalah passive parent clingers, artinya bayi memang terlahir dengan keinginan dipeluk erat. Di tahun 1970, penelitian di Kolumbia menggunakan teknik perawatan ‘kanguru’ terhadap bayi lahir prematur. Penelitian itu memperlihatkan bayi-bayi tersebut berkembang baik ketika dipeluk erat dan mengalami sentuhan kulit dengan kulit.

Referensi :

  1. Yasuyuki Futagi, et al. 2012. Review Article : The Grasp Reflex and Moro Reflex in Infant: Hierarchie of Primitive Reflex Response. Department of Pediatric of Neurology. Japan.

  2. DI Zafireiou. 2000. Plantar Grasp Reflex in Infant during the First Year of Life. Pediatric Neurology. Vol 22, no 1 pp 75-76

  3. AA Jakobovits. 2009. Grasping Activity in Utero: A Significant Indicator of Fetal Behaviour. The Role of Grasping Reflex in Fetal Ethology. Journal of Perinatal Medicine, vol 37 no 5 pp 571-572

  4. JM Schot and NM Rossor. 2003. The Grasp and Other Primitive Reflex. Journal of Neurology and Psychiatri. Vol.74 no. 5 pp 558-560

  5. JJ Volpe. 2008. Neurological Examination: Normal and Abnormal Features. Neurology of The New Born. Pp 121-153, Saunders, Philadelphia, USA.

Tips Menenangkan Bayi yang Menangis

Bayi menangis, itu faktanya. Kebanyakan bayi akan menangis antara satu sampai tiga jam setiap hari, karena inilah satu-satunya cara bayi berkomunikasi. Anda pun akan segera tahu apa yang ‘dikatakan’ si kecil lewat tangisannya.

Lapar dan haus adalah alasan utama bayi menangis, tetapi tangis si kecil juga bisa berarti ia lelah, ingin dipeluk, bosan, atau kesepian. Ia juga mungkin agak kepanasan atau kedinginan, atau hanya merasa tidak nyaman. Bayi juga menangis kalau popoknya perlu diganti dan ia merasa basah pada kulitnya. Semakin Anda memahami si kecil, maka Anda pun akan lebih memahami mengapa ia menangis. Jika si kecil sudah bersih, nyaman, dan kenyang, tetapi masih terus menangis, alangkah baiknya jika Anda siap dengan strategi menenangkan si kecil. Kuncinya adalah tetap tenang, meskipun Anda tak tahu apa penyebab si kecil menangis.

Meluruskan pikiran si kecil yang kusut

Saat bayi sangat lelah, akan sulit baginya untuk tidur. Gendong si kecil menghadap dinding kosong untuk menghindari gangguan atau bentangkan kain polos di depan kereta atau kursi bayi (jangan sampai kain menutupi wajahnya).

Bergeraklah

Ayunan lembut dapat menciptakan keajaiban karena gerakan ini juga mengingatkan si kecil saat ia di dalam rahim Anda. Cobalah berjalan selagi mengayun si kecil, duduk bersama di kursi goyang, atau ayunlah si kecil di kursi ayun khusus. Gerakan di kursi, gendongan atau dalam mobil dapat menenangkan si kecil dan membuatnya tertidur. Berjalan-jalan akan mendatangkan manfaat karena gerakan berjalan, lambaian pohon, pemandangan dan suara, angin, atau suara kesibukan lalu lintas dapat menenangkan bayi.

Gunakan kata-kata yang menenangkan

Berbicaralah dengan suara rendah dan menenangkan kepada si kecil. “Shh shh shh” akan mengingatkan suara yang kerap ia dengar di dalam rahim. Jika si kecil dalam kondisi berbaring, belai si kecil sambil menyuarakan kata-kata yang menenangkannya. Bernyanyi dan bersenandung juga dapat membuat si kecil tenang.

Dekap erat

Si kecil akan merasa tenang bersama Anda, angkat dan dekaplah ia. Ia akan merasakan detak jantung, kehangatan dan kehadiran Anda yang menenangkan. Usap perlahan punggung atau perutnya dengan gerakan lembut dan beraturan. Membawanya dalam gendongan atau berbaring dengan kulit bersentuhan satu sama lain juga akan sangat menenangkan. Meletakkannya dalam keranjang bayi pun dapat menjadi pilihan terutama ketika si kecil sangat lelah dan terlalu banyak digendong serta diperhatikan.

Mengisap untuk kenyamanan

Bayi yang baru lahir mempunyai keinginan kuat untuk menghisap, bisa jarinya sendiri atau puting Anda. Aktivitas mengisap ini akan menenangkan detak jantung si kecil dan merilekskan otot perutnya.

Relaksasi berirama

Di dalam rahim, si kecil dapat mendengar detak jantung dan suara perut Anda. Mendekapnya erat akan mengingatkan si kecil pada itu semua. Suara-suara berulang lain yang juga dapat menenangkan si kecil adalah white noise seperti suara mesin cuci, vacum cleaner, hairdryer. Anda dapat mengunduh aplikasi atau membeli kaset yang khusus dibuat untuk bayi, yakni berisi musik-musik menenangkan dan suara dari alam, misalnya suara ombak di laut.

Usap dan belai

Usap kepala, punggung, dan wajahnya lembut ketika Anda mendekapnya. Pijat lembut bayi adalah teknik yang bermanfaat, terutama untuk yang mengidap kolik atau jika bayi rewel sebelum waktunya tidur.

Seringkali yang dibutuhkan si kecil adalah kehadiran Anda dan rasa yakin yang ia temukan dalam sentuhan Anda. Tangisnya akan mereda dengan kehadiran Anda di sisinya, dan si kecil akan mampu melepas kekesalannya dan merasa aman bersama Anda.

Referensi :

  1. Bardige B. 2006. Infants and Toddlers: Providing Responsive and Supportive Care. Young Children 61 (4) : 12-13 pg.

  2. Gillespie NG and N. Seibel. 2006. Self-regulation: A Cornerstone of Early Childhood Development. Young Children 61 (4): 34-39

  3. Kallo E and G Ballog. 2006. The Uniqueness of Infacy Demands a Responsive approach to Care. Young Children 61 (4): 14-20

  4. Gonzales-Mena, et al. 2005. A Unique Approach to Caring for Children. Exchange; November ; 49-51

  5. Gerber M. 2005. Authentic Relationships in Group Care for Infants and Children. London: Jessica Kingsley Publisher: 39-45 pg.

Fakta Tentang Operasi Caesar

Melahirkan dengan operasi caesar semakin sering ditemui di negara-negara maju. Di Eropa Barat, sekitar satu dari setiap 4 sampai 5 bayi dilahirkan dengan cara ini. Operasi caesar dapat direncanakan atau dilakukan dalam situasi darurat, dan dapat menyelamatkan nyawa ibu dan bayinya. Meski secara rutin dilakukan, operasi caesar membutuhkan prosedur bedah yang bersifat invasif dan membutuhkan waktu pemulihan.

Apa itu caesar?

Cesar (C-section) adalah tindakan operasi membedah perut dan rahim dengan tujuan mengambil dan mengeluarkan bayi. Pengirisan dilakukan searah potongan horizontal ataupun vertikal, kemudian sesudahnya irisan tersebut segera dijahit kembali.

Apa yang terjadi?

Rambut di bagian bawah perut dicukur, dan dipasangi kateter yang terhubung ke kandung kemih. Kemudian Anda akan dipasangi infus untuk memasukkan cairan dan obat. Biasanya Anda akan dibius lokal untuk memati-rasakan tubuh bagian bawah, tetapi Anda akan tetap sadar dan dapat melihat proses kelahiran si kecil. Seorang dokter spesialis kandungan akan membuat irisan pada perut bagian bawah dan rahim untuk mengeluarkan si kecil dan plasentanya. Saat Anda memeluk si kecil, perut Anda akan dijahit. Proses ini berlangsung 30-45 menit.

Mengapa caesar?

Cesar adalah pilihan bila direncanakan sebelum hari persalinan. Anda harus memilih caesar jika posisi si kecil tidak memungkinkan ia lahir secara normal (misalnya pecah ketuban, bayi kembar, plasenta menutup jalan lahir, atau jika ada risiko medis). Namun, mungkin saja ibu hamil memulai proses persalinan secara normal, tetapi kemudian membutuhkan tindakan caesar darurat. Hal ini bisa terjadi bila timbul risiko terhadap ibu dan bayinya jika proses melahirkan normal tersebut diteruskan, misalnya jika si bayi stres atau detak jantungnya mendadak tidak normal atau jika proses pembukaan tidak berjalan dengan semestinya.

Risiko yang mungkin terjadi

  • Risiko terhadap ibu mencakup infeksi, kehilangan banyak darah, pembekuan darah, kerusakan pada kandung kemih, ovarium dan uterus.
  • Sekitar 35 dari 1000 bayi yang dilahirkan dengan cara caesar akan mengalami masalah pada pernapasan setelah dilahirkan, sedangkan dalam kelahiran normal hanya 5 dari 1000 bayi mengalami masalah yang sama.

Fakta-fakta tentang caesar

  • Operasi caesar yang sukses telah menyelamatkan begitu banyak nyawa wanita dan bayi di seluruh dunia. 18,5 juta bayi per tahun dilahirkan dengan tindakan caesar. Angka tertinggi melahirkan dengan cara caesar terjadi di Brazil dan China, satu dari dua bayi lahir dengan cara tersebut. Di Amerika serikat, satu dari tiga bayi dilahirkan dengan caesar.
  • Peningkatan ibu hamil berusia lanjut, obesitas, dan kelahiran berulang kali sebanding dengan peningkatan tindakan operasi caesar.
  • Di Amerika serikat, kekhawatiran terhadap tuntutan hukum akibat malpraktek memengaruhi para dokter untuk merekomendasikan operasi caesar kepada ibu hamil.
  • Seringkali para ibu diberitahu sekali caesar pasti akan caesar lagi, tapi kenyataannya sekarang tidaklah demikian. Diskusikanlah dengan dokter Anda. Peluang melahirkan normal setelah caesar adalah hingga 76%.
  • Karena pembedahan bersifat invasif dan traumatis, Anda membutuhkan waktu minimal 6 minggu pemulihan untuk dapat kembali ke kondisi normal.

 

Depok, 11 Januari 2017

Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :

  1. Thacker, Stroup & Chang. Continuous electronic heart rate monitoring for fetal assessment during labour (Review). Cochrane Database Systematic Reviews, 2001:2:CD000063.
  2. . Hofmeyer GJ, Hannah ME. Planned caesarean section for term breech delivery. The Cochrane Database of Systematic Reviews 2003; Issue 2 Art No:CD000166 DOI 10.1002/14651858 CD000166. This version first published online 22 April 2003.
  3. Hodnett ED, Gates S, Hofmeyr GJ, Sakala C (2007). Continuous support for women during childbirth. Cochrane Database Systematic Review; Jul 18 (3):CD003766.
  4. . McCourt C, Weaver J, Statham H, Beake S, Gamble J and Creedy D. Elective Cesarean Section and decision making: a critical review of the literature. Birth 2007; 34(1):65-79.
  5. Joseph KS, Liston RM, Dodds L, Dahlgren L, and Allen AC, (2007). Socioeconomic status and perinatal outcome with universal access to essential health care services. CMAJ; 177 (6):582-590.

Kiat Memilih Popok

Banyak sekali jenis popok yang dijual di pasaran saat ini. Ada popok sekali pakai, popok kain atau popok pakai-ulang, dan biodegradable. Ada pula orang tua yang menghindari popok untuk si kecil. Lalu sebagai orangtua, popok apa sebenarnya yang aman untuk anak? Apa sih risikonya bila bayi tidak memakai popok? Yuk simak tips doctormums dalam memilih popok.

Popok disposable (popok sekali pakai)

Popok disposable ialah popok dengan daya serap tinggi, nyaman dipakai, mudah dibawa kemana-mana, dan banyak tersedia di pasaran.

Keuntungan: Popok sekali buang ini sangat praktis karena Anda tidak perlu repot mencuci.  Orang tua juga tidak perlu khawatir, bahan yang terkandung dalam produksi popok aman untuk bayi. Popok ini mengandung bahan ultra absorbent polyacrylate yang ketika basah, bahan ini akan berubah menjadi gel dan mengikat cairan seperti pipis, pup dan keringat. Oleh karena itu, kulit bayi akan tetap kering dan risiko kulit gatal akibat popok (diaper rash) akan menurun. Tapi bukan berarti popok bisa didiamkan lama menumpuk kotoran. Bila popok didiamkan lama, kulit bayi akan lembab, bakteri dan jamur akan tumbuh sehingga muncul ruam popok.

KekuranganPopok sekali pakai ini kurang baik bagi lingkungan. Dibutuhkan 200 tahun atau lebih untuk menghancurkan popok. Popok disposable juga mahal harganya. Selain itu, tidak semua bayi cocok dengan penggunaan popok sekali pakai. Beberapa anak ada yang sensitif terhadap pewarna pada gambar di popok. Sehingga, pilihlah merk lain yang lebih netral bila anak Anda alergi. Tidak jarang popok disposable meninggalkan tanda karet di sekitar pangkal paha dan pinggang. Bisa jadi ini karena popok terlalu ketat. Solusinya, longgarkan atau belilah popok dengan ukuran yang lebih besar.

Reusable (popok kain)

Keuntungan:  Popok kain yang dapat dipakai ulang jauh lebih murah daripada popok sekali pakai. Awalnya Anda memang harus membeli banyak, tapi biaya keseluruhannya akan lebih murah, bahkan akan lebih tinggi nilainya jika Anda punya anak lebih dari satu. Popok kain juga bebas dari bahan kimia pencetus alergi. Popok kain membuat Anda mau tidak mau lebih sering mengganti popok ketika basah. Sehingga, kulit bayi akan tetap kering, bersih dan terhindar dari jamur, kuman, dan ruam popok. Selain itu, bayi yang menggunakan popok kain lebih mudah dilatih untuk toilet training. Si kecil akan mudah merasa tidak nyaman ketika pipis atau pup di popok kain sehingga bisa jadi lebih mudah untuk diajak ke toilet dan menggunakan celana dalam.

KekuranganPopok kain lebih tidak praktis dibandingkan dengan popok sekali pakai. Popok kain daya serapnya tidak sebagus popok sekali pakai sehingga Anda harus lebih sering mengganti dan mencucinya. Namun, saat ini sudah banyak inovasi popok kain.  Ada popok kain yang dilengkapi lapisan yang dapat dibongkar pasang, sehingga Anda tidak harus mencuci seluruh bagian popok. Popok kain awalnya diduga lebih ramah lingkungan daripada popok sekali pakai karena jauh lebih sedikit menimbulkan sampah. Sayangnya, penelitian terbaru menyebutkan bahwa popok kain juga tidak seramah lingkungan itu. Dibutuhkan air, listrik dan sumber energi yang lebih besar untuk membersihkan popok kain daripada popok sekali pakai.

Popok Biodegradable

Keuntungan: Popok biodegradable ialah popok sekali pakai yang lebih ramah lingkungan karena bisa teruraikan dalam tanah. Popok ini praktis, tidak mengandung bahan kimia dan pemutih, dan menggunakan lapisan katun (bukan polyacrylate) untuk menyerap cairan. Popok biodegradable ini lebih baik bagi kesehatan kulit bayi Anda dibandingkan popok disposable.

Kekurangan: Karena praktis dan ramah lingkungan, wajar bila popok ini menjadi dambaan orang tua. Sayang harganya lebih mahal dari popok-popok lain. Selain itu, meski bisa hancur dan terurai, butuh 50 tahun bagi popok ini untuk melebur dengan tanah.

Pendekatan tanpa popok

Ada orang tua yang mencoba dan mempelajari tanda-tanda si kecil ingin buang air, lalu
secepatnya membawa si kecil ke toilet. Perlahan si kecil belajar mengontrol dirinya, bahkan terkadang ia mempunyai kemampuan itu lebih dini daripada anak-anak yang terbiasa mengenakan popok. Tahukah Anda? Bayi rata-rata berganti popok 6 kali sehari, 40 per minggu, atau 160 per bulan. Berdasarkan survey di Inggris, 3 milyar popok dibuang setiap harinya. Sejak tahun 2012, pendekatan tanpa popok menjadi populer di kalangan selebiritis di Eropa. Anda mungkin dapat memilih pendekatan yang lebih fleksibel dan menerapkan kombinasi beberapa jenis popok.

Kesimpulan

Memilih popok keputusannya ada pada orangtua. Sampai saat ini, peneliti dan praktisi medis tidak merekomendasikan popok tertentu untuk si kecil. Hal ini disebabkan tiap-tiap popok ada kelebihan dan kekurangannya untuk kesehatan dan lingkungan. Apapun pilihan Anda, yang penting orang tua perlu perhatikan langkah berikut ini untuk menghindari ruam popok:

  1. Gunakan perlak berlapis yang mudah diseka, karena cukup higienis dan nyaman saat Anda harus mengganti popok si kecil.
  2. Bersihkan area popok dengan air hangat, kain lembut atau kapas. Bila pakai sabun, pilih yang tidak berbau dan lembut. Bila pakai tisu basah, pilih yang tidak beralkohol.
  3. Keringkan kulit bayi dengan handuk lembut sebelum dipakaikan popok.
  4. Gunakan krim sebelum pakai popok disposable dan biodegradable
  5. Segera ganti popok ketika popok basah atau bayi pup.
  6. Seringlah mengganti popok, minimal setiap 4 jam atau 6 kali sehari.
  7. Ketika pantat si kecil terlihat memerah, seulas tipis krim khusus ruam popok akan
    mengobati dan melindungi area tersebut.

Mengenai dampak terhadap lingkungan, fakta menyebutkan bahwa apapun jenis popok yang Anda gunakan berdampak pada ekosistem. Untung mengurangi jejak karbon, Anda bisa mencuci popok pakai ulang dengan suhu rendah dan keringkan dengan menggantungnya, bukan dengan mesin pengering. Pilih jenis popok dengan lapisan biodegradable agar lebih cepat hancur. Ketika bayi Anda menggunakan popok sekali pakai, ganti bila memang perlu dan carilah popok dengan merek yang ramah lingkungan.

Mari bijak memilih dan menggunakan popok!

Depok, 24 Oktober 2017
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :

  1. Nhung T Pham, et al. 2009. Diapers and The Environment. Nearta Magazine.
    https://www.nearta.com/Papers/DiaperEnvironment.pdf
  2. Team. 2001. Documented Facts About Diapers. Real Diapers Association.
    http://www.realdiaperassociation.org/pdf/trifold_real-diaper- facts.pdf
  3. Saleem Ali. 2011. Sustainable Assessment: Seventh Generation Diapers vs gDiapers.
    University of Vermont.
  4. B Lab. 2011. Diapers B Impact Report. http://www.bcorporation.net/index.cfm/fuseaction/company.report/ID/5d0146a1-226a- 47c6-ba9d- b708d09aab48
  5. Hakala S, et al. 2001. Life cycle Assessment Comparison of Biopolymer and
    Traditional Diapers System. Technical Reserach Centre of Finland
  6. Diapers: Disposable or Cloth?. Healthy Children. 2015. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/diapers-clothing/Pages/Diapers-Disposable-or-Cloth.aspx
  7. The Diaper Debate: Cloth Versus Disposable Baby Diapers. What To Expect. a2017. https://www.whattoexpect.com/diapering-essentials/cloth-vs-disposables.aspx

Apa Itu Insting Nesting Saat Kehamilan?

Pernah tidak Anda perhatikan saat seorang ibu hamil, ia bisa keranjingan membersihkan dan mendekorasi rumah? Atau tiba-tiba ia senang mengintip ke dalam oven, menandai pakaian sesuai warnanya, dan tanpa lelah mondar-mandir di toko demi mencari tirai warna? Jangan heran, ternyata perubahan hormon saat hamil bisa menimbulkan insting nesting atau ‘bersarang’. Kok bisa yah?

Dorongan “Bersarang” Pada Mamalia

Dorongan nesting pada ibu ternyata bukan hanya terjadi pada manusia, tetapi juga pada mamalia yang melahirkan bayi yang belum bisa langsung berdiri sendiri atau berjalan mengikuti ibunya. Calon ibu seperti itu cenderung lebih dulu sudah mencari tempat aman agar dapat melahirkan dan memberi makan anak yang baru dilahirkan dengan nyaman.

Besarnya perhatian induk hewan terhadap pembuatan sarang berhubungan langsung dengan jumlah dan lamanya si induk memenuhi kebutuhan anaknya sebelum anaknya dapat hidup sendiri. Hal ini menjadi semacam lisensi bagi manusia untuk mencari rumah atau mendesainnya agar dapat membesarkan anak-anak dengan baik sampai mereka berumur belasan tahun (bahkan lebih). Tak heran jika kita merasa harus memiliki ‘sarang’.

Apa yang memicu perilaku “bersarang”?

Peningkatan hormon kehamilan lah yang diduga memicu perilaku maternal (keibuan) tersebut, khususnya hormon oksitosin, senyawa kimiawi di otak yang berhubungan dengan ikatan batin, dan hormon prolaktin selaku hormon nesting. Bukan hanya calon ibu yang terpengaruh, dorongan membuat ‘sarang’ ini diketahui juga memengaruhi ibu yang ingin mengadopsi anak bahkan beberapa pria yang istrinya sedang mengandung. Dalam sebuah penelitian di tahun 2011, 56% calon ayah mengalami peningkatan aktivitas nesting. Oleh karena itu sulit untuk membangun reaksi yang bersifat insting pada manusia karena insting kita bercampur dengan perilaku yang kita pelajari (learned behavior) dan respon emosional. Maka banyak ahli menyebut nesting sebagai respon intuitif, bukan insting.

Manfaat Dorongan “Bersarang”

Bagi manusia, nesting memberi perempuan peluang untuk mengambil kontrol, meraih ketenangan, dan keteraturan. Ketika perut Anda yang kian membesar karena kehamilan, Anda mungkin merasa betapa kecil kontrol yang Anda miliki terhadap kehamilan maupun kelahiran si kecil. Insting nesting ini membantu Anda menyiapkan tempat di sekitar Anda agar memberi rasa aman secara psikologis dan menciptakan suasana yang dapat mendukung Anda menjelang kelahiran si kecil. Akan melegakan ketika semua lebih jelas pada saat ‘kekacauan’ semakin dekat rasanya.

Memiliki rasa aman dan kontrol diri dinilai oleh para dokter sebagai komponen utama dalam mendukung persalinan yang baik. Hormon pemicu stres seperti adrenalin akan menghambat pelepasan hormon oksitosin yang memicu kontraksi. Sebuah penelitian terhadap ibu hamil di Athena menemukan bahwa para ibu yang merencanakan proses persalinan di rumah bersalin terdekat dari rumah akan memiliki rasa aman dan yakin yang pada gilirannya akan menumbuhkan harga diri dan percaya diri saat persalinan.

Beberapa klinik dan rumah bersalin mengadopsi dekor ruangan bernuansa rumah dan sengaja tidak menerapkan aturan rumah sakit pada umunya agar tercipta sepenuhnya ‘sarang’, mengurangi stres, dan perasaan berisiko.

Sebelum masa menjadi orang tua tiba, kehidupan sebagian besar orang diisi dengan pulang-pergi kerja dan bersosialisasi. Ketika si kecil lahir, kehidupan tersebut menghilang perlahan. Ketidakberdayaan karena hamil dan dorongan untuk ‘bersarang’ akan memotivasi calon ibu untuk menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, bergaul dengan tetangga, dan membangun hubungan dengan komunitas sekitar. Hal ini akan membuat kita lebih mudah melindungi anak dan mereka juga akan lebih berhasil saat berada di kelompok sosial yang lebih besar. Dalam istilah pergeseran perilaku, saat kita memiliki peran baru sebagai orang tua, hal itu akan mengungkapkan kesuksesan kita dalam beradaptasi dengan keadaan yang terus berubah.

Di akhir trimester ketiga, dorongan untuk ‘bersarang’ akan semakin tinggi. Ini pertanda persalinan sudah semakin dekat. Anda sebaiknya menyiapkan sesuatu untuk dimakan dan cobalah tidur sejenak sebelum saat persalinan tiba sekadar untuk menekan dorongan insting yang kadang cukup menguras tenaga ini.

 

Depok, 18 Oktober 2017

Reqgi First Trasia, dr.

 

Referensi :

  1. Team. 2014. That Nesting Instict During Pregnancy. http://www.whattoexpect.com/ pregnancy/labor-and-delivery/preparing/nesting-phase.aspx
  2. Joy Johnston. 2004. The Nesting Instict. Birth Matters Vol 8.2 pp 21-22. Journal of Maternity Coalition. Melbourne.
  3. Freya Knight. 2016. The Instinctive Nesting. Birthings Magazine. Sydney.
  4. Team. 2001. Nesting During Pregnancy.  http://americanpregnancy.org/ planning/nesting-during-pregnancy/
  5. Marla V Anderson. 2001. Cognitive Reorganization and Protective Mechanism in Pregnancy. Simon Fraser University.

Gambar diambil dari: sini

Apa Saja yang Dilakukan Janin Dalam Rahim?

Janin di perut Anda juga beraktivitas, lho! Selain tidur, hari-hari si kecil di perut Anda diisi dengan berbagai hal, mulai dari mimpi dan mengeksplorasi sekelilingnya sampai dengan berlatih peregangan dan mendengarkan suara-suara di dunia si kecil.

Menguap besar

Si kecil mulai bisa menguap di usia 11 minggu, dan ia menguap dua kali lebih sering daripada orang dewasa. Seperti halnya orang dewasa, janin menguap disertai gerakan meregang. Janin akan lebih sering menguap saat ia berada dalam periode aktif, yang sebenarnya ia sedang menguji coba proses membangunkan diri.

Berlatih akan menyempurnakan

Saat Anda berjuang agar bisa tidur cukup nyaman, si kecil justru tidak mengalami masalah tidur, bahkan ia menghabiskan rata-rata 90-95% waktunya untuk tidur. Ia akan mengalami tahap tidur dan periode bangun yang berbeda, dan hal itu berarti merangsang semua bagian otak dan melatih sistem sarafnya. Si kecil siap menghadapi tantangan yang akan segera datang.

Bangun bangun!

Selama ia terbangun, bayi Anda akan mengeksplorasi lingkungannya dengan menyentuh, menegangkan dan memanjangkan tubuh, menggerakkan tangan dan kakinya, dan bahkan memeluk erat tali pusarnya. Beruntunglah adik-adik si janin nantinya karena mereka akan mempunya ruang yang lebih besar untuk berjungkir balik karena rahim yang sudah pernah membesar.

Bunda dan aku

Si kecil ‘dimandikan’ oleh hormon Anda, sehingga emosi dan kebiasaan Anda akan memengaruhi ritme hidupnya. Kadar tinggi hormon stres akan memacu aktivitas si kecil. Sebaliknya, si kecil akan secara otomatis merasa rileks (detak jantungnya akan melambat) ketika ia mendengar suara Anda.

Bermimpilah pemimpi

Mulai awal trimester ketiga, si kecil memiliki pola tidur dan bangun yang teratur, termasuk di dalamnya adalah periode REM (rapid eye movement) yang menandai bahwa ia tengah bermimpi. Apa mimpi si kecil? Itu masih sebuah misteri, tapi ia mungkin melatih gerakan-gerakan yang ia pelajari atau ia mungkin membayangkan sensasi kehidupan di dalam rahim.

Tidak sinkron

Mungkin Anda merasa si kecil justru mulai menendang-nendang saat Anda ingin istirahat. Penjelasannya begini, si kecil sedang meregangkan tubuhnya karena saat Anda berbaring dan merasa nyaman serta otot perut Anda menjadi rileks, ia mendapat ruang lebih besar untuk bermanuver.

Siap keluar

Dengan semakin dekatnya masa persalinan, si janin akan memangkas waktu tidurnya, menjadi hanya sekitar 85%, seperti halnya bayi baru lahir. Di usia 32 minggu, otak dan sistem sarafnya sudah sematang sistem yang akan ia miliki di saat lahir nanti.

Sesuai jadwal

Begitu Anda berjumpa dengan si kecil, Anda dapat mulai menanamkan kebiasaan. Membiasakan si kecil terkena banyak cahaya di siang hari dan membiarkannya dalam gelap di malam hari akan memberi ide secara umum pada tubuh si kecil. Jadwal dan kebiasaan tersebut belum merefleksikan siklus siang dan malam sampai sekitar satu atau dua bulan setelah ia dilahirkan.

Apa saja aktivitas organ dalam tubuh janin?

Ginjal. Sejak minggu ke-21, si kecil mulai menelan cairan amniotik. Ginjal si kecil akan menyaring cairan itu dan menghasilkan air seni, yang kemudian ia keluarkan lagi ke cairan amniotik. Proses itu akan berlangsung terus.

Paru-paru. Sejak minggu ke-17, si kecil melatih pernapasannya dengan menghirup cairan amniotik, bukan udara. Sekitar minggu ke-26, paru-parunya menghasilkan surfaktan yang akan menggelembungkan paru-paru saat ia lahir.

Usus. Sejak trimester kedua, usus si kecil sudah berfungsi, memproduksi mekonium campuran berwarna hijau kehitaman yang berasal dari rambut, sel kulit mati, empedu, dan cairan amniotik.

Otak. Jumlah koneksi dalam otaknya selalu bertambah setiap saat. Dan kini si kecil mengembangkan refleks dan pola aktivitas serta istirahat.

Mata. Begitu kelopak mata si kecil terbentuk sempurna di minggu ke-27, ia akan mulai membuka matanya saat aktif dan menutupnya selama tidur.

Tangan dan kaki. Saat ia terbangun, si kecil sibuk merasai wajah dan tubuhnya, memegang tali pusar, dan menghisap jempolnya. Selain tendangan dan gerakan menekuk-meregang, ia juga menikmati seolah berjalan-jalan dalam rahim.

 

Depok, 7 Januari 2017

Reqgi First Trasia, dr.

 

Referensi :

  1. Giuseppe Misumeci, et al. Pregnancy, Embrio-Fetal Development and Nutrition: physiology around fetal Programming. Journal of Histology. University of Catania. Italia.
  2. Keith L Moore, et al. Fetal Growth and Development. The South Dakota Departement of Health. London.
  3. 2015. Prenatal Development: How Your Baby Grows During Pregnancy. Frequency Ask Question. The American College of Obstetrician and Gynecologist.
  4. J A DiPitreo. 2008. Prenatal Development. Elsevier Journal. Johns Hopkins University. USA.
  5. Sarwono Prawiroharjo. 2008. Buku Ajar Ilmu Kebidanan. PT Bina Pustaka Sarwono. Jakarta.

Amankah Membeli ASI Online?

Tahukah Anda, penelitian di Amerika Serikat pada tahun 2013 menemukan bahwa membeli ASI di Internet melalui situs berbagi susu (milk-sharing) tidak sepenuhnya aman. Meskipun ASI yang dapat diperoleh melalui situs online dengan gratis atau sangat murah, hal itu mungkin membawa risiko yang berarti bagi bayi. Jelas manfaat ASI sangat luas; Dokter Anak dan ahli kesehatan merekomendasikan untuk menyusui eksklusif sampai usia 6 bulan. Namun, ASI yang diperoleh dari individu yang tidak diketahui (atau hanya diketahui) secara online dapat membawa kontaminasi berupa obat yang dikeluarkan melalui ASI, atau kontaminasi berupa bakteri dan virus. Jika seorang ibu tidak mampu menyediakan cukup ASI untuk bayinya, ia dan suami perlu mengetahui bahwa susu dari penjual online dapat terkontaminasi pada saat pengumpulan dan/ atau selama transportasi. Hal ini dapat berbahaya, terutama untuk bayi yang lahir prematur. Sehingga jika ingin membeli, sebaiknya carilah ASI yang bersertifikasi.

Pada tahun 2010, sebenarnya FDA sudah menyatakan penentangannya dalam praktik pembelian ASI secara online, dengan memperingatkan orang tua mengenai adanya potensi risiko kontaminasi bakteri atau virus, terpapar bahan kimia, pengobatan terapi penyakit, dan obat-obatan terlarang. Penelitian di Amerika Serikat ini kemudian menguatkan hal tersebut: para peneliti mendapatkan bahwa hampir 3/4 dari ASI yang didapat secara online  memiliki kontaminasi bakteri dan 20% sampel dinyatakan positif terinfeksi virus yang bernama CMV (Citomegalovirus). 

Perlu diperhatikan bahwa jumlah bakteri (atau virus) di dalam ASI tidaklah menentukan besarnya risiko infeksi. Sehingga, adanya bakteri dalam sampel ASI tidak berarti bahwa bayi yang mengonsumsinya pasti akan sakit. Berapa umur bayi, jumlah bakteri dalam sampel, dan status kekebalan bayi juga ikut berperan. Namun, ada laporan tentang bayi prematur dan bayi dengan ketahanan tubuh yang rendah (immunodeficiency) yang menjadi sakit parah akibat pemberian ASI yang tidak dipasteurisasi, sehingga bersikap hati-hati itu perlu bagi orang tua yang ingin membeli ASI melalui situs online.

Ditekankan bahwa ASI yang diperoleh dan dipelajari dalam penelitian bukanlah ASI yang berasal dari dari bank susu (milk bank). Himpunan ASI Amerika Utara (Human Milk Banking of North America/HMBANA) melakukan skrining infeksi (seperti HIV) bagi para pendonor ASI dan mempasteurisasi ASI untuk memastikan peningkatan perlindungan keselamatan penerimanya. Yang menjadi masalah bagi banyak keluarga yang tidak mampu memperoleh ASI yang cukup dengan menggunakan bank-bank seperti ini adalah mahalnya harga yang harus dibayar untuk mengganti biaya penanganan, skrining, dan pasteurisasi, yang dapat membuat satu ons ASI saja seharga beberapa dolar!

ASI yang Dibeli Melalui Internet:

  • Para peneliti di Ohio mengumpulkan lebih dari 100 sampel ASI donasi melalui situs ASI online yang tidak disebutkan namanya untuk pengujian. Silakan cari kata kunci “buy breastmilk” untuk beberapa contoh situs jual beli ASI secara online. Dalam penelitiannya, para peneliti memesan, membayar, dan melakukan tes pada ASI diperoleh melalui situs online. Mereka memetakan waktu pengiriman, suhu pada saat kedatangan dan menguji susu-susu tersebut terhadap kontaminasi bakteri dan virus. Pada penelitian itu, 74% air susu yang diperoleh secara online didapati mengandung kontaminasi bakteri pada saat pengujian. Sebagian besar bakteri yang ditemukan dalam susu yang dikumpulkan adalah bakteri gram positif (“staph“) yang hidup di kulit manusia. Tiga sampel ASI yang dikumpulkan terkontaminasi bakteri Salmonela. Sekitar 1 dari 5 sampel yang diuji positif mengandung DNA CMV.
  • Kemungkinan untuk terjadinya kontaminasi bakteri dapat menjadi lebih tinggi dengan semakin lamanya waktu yang dibutuhkan ASI untuk sampai ke tempat tujuan. Meskipun separuh dari sampel tiba dalam waktu dua hari, 12% dibutuhkan tiga sampai enam hari. Setiap tambahan satu hari transit dikaitkan dengan peningkatan total jumlah bakteri. Beberapa penjual ASI mempromosikan diet atau olah raga yang biasa mereka jalani atau tidak menggunakan obat-obatan. Namun, tak satu pun dari klaim ini dapat digunakan untuk memprediksi jumlah bakteri atau adanya virus CMV.
  • Para peneliti membandingkan sampel ASI yang diperoleh secara online dengan sampel air susu yang diperoleh (sebelum pasteurisasi) dari bank susu anggota HMBANA.  Ternyata sampel-sampel yang diperoleh melalui online lebih terkontaminasi secara signifikan dibandingkan ASI yang didapatkan dari bank susu. Peneliti berteori bahwa karena susu yang disumbangkan ke bank susu telah di skrining dan berasal dari wanita yang di skrining dan diberi konseling mengenai teknik pengumpulan yang tepat, mereka dapat mengirimkan susu yang lebih tidak terkontaminasi secara keseluruhan dengan praktik penanganan higienis yang lebih baik.
  • Para peneliti menguatkan pernyataan FDA 2010 akan ASI online: “ASI yang dibeli melalui Internet menunjukkan pertumbuhan bakteri yang tinggi dan seringnya kontaminasi bakteri patogen, yang mencerminkan praktik pengumpulan, penyimpanan, atau pengiriman yang tidak baik.”
  • Penelitian ini sangat bermanfaat sebagai informasi awal tentang ASI yang dibeli melalui Internet. Mayoritas ibu melakukan menyusui bayinya sejak dini (77%), namun tidak semua ibu dapat menghasilkan cukup ASI untuk bayi mereka. Jika Anda seorang ibu yang memiliki tantangan dalam menyediakan stok susu atau mengenal ibu yang memiliki tantangan serupa, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah dengan berkonsultasi dengan konsultan laktasi untuk mendapatkan dukungan dalam meningkatkan produksi susu. Jika keluarga ingin membeli ASI tambahan, penelitian baru ini dan rekomendasi FDA saat ini menyarankan sebaiknya hindari pembelian ASI secara online.

Ditulis oleh Wendy Sue Swanso, MD, MBE, Pediatrician, Executice Director of Digital Health at Seattle Children’s Hospital dan penulis blog Seattle Mama Doc dan Mama Doc Medicine. Pelajari lebih lanjut dengan mengikuti Twitternya di (@SeattleMamaDoc) dan Facebook (www.Facebook.com/SeattleMamaDoc)

 

Artikel asli: http://seattlemamadoc.seattlechildrens.org/buying-breast-milk-online/. Artikel ini diterjemahkan atas izin dari SeattleMamaDoc oleh dr. Reqgi First Trasia.

 

 

Bisakah rasa sakit saat melahirkan dikurangi secara alami?

Jika anda ingin melakukan persalinan secara normal, Anda mungkin akan mengkhawatirkan rasa sakit yang akan anda rasakan saat proses melahirkan. Berikut ini adalah sederet pilihan pengurang rasa sakit alami yang dapat dilakukan, mulai dari teknik-teknik yang dapat Anda latih di rumah sampai perawatan untuk mengurangi rasa sakit. Apa saja pilihannya?

Pijat

Pijatan lembut akan merangsang pelepasan hormon endorfin, pengurang rasa sakit alami di tubuh kita, membuat tubuh memperoleh relaksasi. Mintalah pasangan Anda memprektekkan teknik pijat ini sebelum masa persalinan. Rasa sakit di punggung bagian bawah dan bokong akan bereaksi pada tekanan yang kuat. Saat kontraksi, pijatan di bahu akan mengurangi ketegangan. Komunikasi adalah kunci: katakan pada pasangan apa yang Anda butuhkan, dan ingatlah di hari H situasinya mungkin berbeda.

Melahirkan dengan hipnotis

Program persalinan ini mengombinasikan relaksasi dengan visualisasi dan hipnosis diri sederhana. Metode ini membantu Anda melepaskan rasa takut dan menghantarkan Anda pada satu kondisi relaksasi mendalam saat persalinan, dan Anda dapat mengatasi setiap kontraksi yang membuat kelahiran si kecil kian dekat. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa waktu persalinan ibu hamil yang melakukan hypnobirthing akan lebih pendek, lebih sedikit pula diintervensi dengan obat-obatan, termasuk obat bius.

Teknik pernapasan

Bernapas perlahan dan teratur selama kontraksi adalah cara terbaik untuk memfokuskan pikiran dan mengurangi ketegangan. Mengambil napas adalah semacam refleks alamiah tubuh, jadi berkonsentrasilah pada pernapasan. Merespon rasa sakit dengan menahan napas (insting alami) akan menghambat aliran oksigen dan membuat otot-otot menjadi tegang. Dengan berlatih pernapasan ritmis sebelum persalinan akan membantu Anda fokus pada pernapasan.

Mesin TENS

Mesin TENS (transcutaneous electrical nerve stimulation) adalah sebuah perangkat yang mentransmisikan denyut listrik yang bertujuan untuk menghambat sinyal rasa sakit mencapai otak. Kabel mesin TENS akan dihubungkan ke bantalan yang dipasang di punggung Anda. Alat ini efektif digunakan dalam persalinan awal, hingga kini diketahui tidak mendatangkan efek samping, dan membuat Anda lebih bebas bergerak. Meski demikian, bukti ilmiah berdasarkan penelitian yang melibatkan 712 wanita hamil di Inggris meunjukkan bahwa penggunaan TENS tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap nyeri.

Melahirkan dalam air

Air hangat bagus untuk persalinan, berefek menenangkan otot dan membantu Anda untuk rileks. Sedangkan kondisi mengapung alami akan menopang tubuh Anda dan mengurangi tekanan pada tulang belakang dan panggul. Dengan demikian, Anda dapat lebih bebas bergerak tanpa merasa kelelahan. Selain itu, Anda juga akan menikmati perawatan khusus karena Anda tidak akan ditinggalkan sendirian di kolam. Kolam untuk melahirkan tersedia di hampir semua rumah sakit yang memiliki fasilitas waterbirth. Anda harus menunggu saat persalinan tiba atau saat leher rahim sudah terbuka sampai 5 cm untuk dapat menggunakan kolam di rumah sakit. Belum ditemukan adanya peningkatan risiko infeksi karena melahirkan dalam air dan refleks ‘menyelam’ alami si kecil menghentikan si kecil menarik napas ketika bersentuhan dengan air. Suhu kolam harus dijaga maksimal 37,5 C agar tidak terlalu panas bagi Anda dan membuat si bayi stres. Meski demikian, American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) belum merekomendasikan persalinan dengan metode ini karena belum adanya cukup bukti untuk menunjang aspek ilmiahnya.

Birth Partner

Birth partner, seperti suami, dapat membantu Anda mengatur napas, memijat, atau membantu Anda masuk ke dalam kolam bila memilih metode waterbirth.

Anda mungkin tidak ingin menggunakan obat bius karena ingin menikmati pengalaman melahirkan di setiap detiknya. Tetapi Anda harus ingat, persalinan tidak dapat diperkirakan, sehingga tetaplah bersiap diri bila harus dilakukan intervensi berupa induksi atau operasi sesar.

Depok, 10 Januari 2017

Referensi :

  1. Kate M Levett, et al. 2016. Complementary Therapies for Labor and Birth Study: A Randomised Controlled Trial of Antenatal Integrative Medicine for Pain Management in Labor. Sydney. Australia.

  2. Christin Roberts, et al. 2004. Pain Relief for Labour for Women Having Their First Baby. University of Sydney. Australia.

  3. Lesley Dixon, et al. 2013. The Emotional and Hormonal Pathways of Labour and Birth: Integrating Mind, Body, and Behaviour. New Zealand College of Midwifes. Australia.

  4. Smith CA, et al. 2006. Studies on Hypnosis for Childbirth. Departement Obstetric and Gynecology. University of Adelaide. Australia.

  5. Collins CT, et al. 2007. Complementary and Alternative Therapies for Pain Management in Labor. Medical School North. Australia.

  6. Joseph R Wax, et al. 2016. Immersion in Water During Labor and Delivery. Women’s Health Care Physicians. The American College of Obstetricians and Gynecologist. Washington.

  7. Carrol D, et al. 2001. Transcutaneous Electrical Nerves Stimulation in Labour Pain: A Systematic Review. London.

  8. Jones L, et al. 2012. Pain Management for Women in Labour – An Overview. Cochrane Library

Ramuan Alami Untuk Menyamarkan Stretchmarks

Stretchmarks atau guratan terjadi akibat peregangan yang terus menerus dan progresif pada jaringan ikat kulit. Guratan-guratan ini menggambarkan robekan pada jaringan ikat yang disebabkan oleh kerusakan jaringan kolagen dan elastin yang berfungsi untuk menjaga elastisitas kulit. sretchmark dapat terjadi terutama pada individu yang kelebihan berat badan (overweight) serta pada wanita hamil.

Hingga saat ini, beberapa penelitian menunjukkan adanya peranan faktor genetik dalam timbulnya stretchmarks. Singkatnya, jika ibu Anda termasuk perempuan yang memiliki kulit cukup elastis untuk menghadapi pembesaran tubuh dalam waktu singkat tanpa timbulnya sretchmark, mungkin Anda pun akan demikian.  Namun bila sebaliknya, garis-garis warna putih akan muncul saat tubuh Anda membesar dengan cepat dan kulit akan sedikit tercabik saat mengejar pembesaran tubuh tadi. Tapi, mari kita rayakan garis-garis putih itu sebagai sebuah ‘lencana kehormatan’ bagi seorang ibu.

Mayoritas ibu hamil (90%) akan mendapati guratan di perut dan beberapa bagian tubuh lain seperti lengan dan paha. Namun, banyak hal dapat Anda lakukan untuk mengurangi peluang terbentuknya guratan tersebut atau menyamarkannya.

Stretchmarks pada dasarnya adalah bekas luka pada jaringan kulit. Guratan itu tidak akan bisa hilang sama sekali, tetapi Anda dapat mengurangi timbulnya lebih banyak guratan dan memperbaikinya. Minumlah cukup banyak air agar tidak dehidrasi, dan konsumsilah makanan bergizi untuk memelihara kondisi kulit Anda. Dengan menjaga kelembaban kulit sepanjang hari, Anda akan terhindari dari kulit kering dan rasa gatal sepanjang hari di sekitar perut akan berkurang. Jika Bunda mengalami hal ini dan ingin menghilangkan stretchmarks tersebut, solusi efektif adalah krim tretinoin, perawatan laser atau pengupasan secara kimiawi. Namun, perawatan tersebut baru dapat Anda lakukan setelah persalinan dengan harga yang relatif tidak sedikit.

Kabar baiknya, tidak perlu terburu-buru juga untuk melakukan perawatan, karena gurat-gurat itu biasanya akan lebih samar seiring waktu. Selain itu, juga terdapat beberapa bahan alami yang dapat membantu dalam menyamarkan guratan-guratan di tubuh anda dan meningkatkan perasaan nyaman dan mengurangi cemas akibat kondisi ini. Inilah beberapa bahan alami yang dapat digunakan:

Mentega coklat, ekstrak lemak dari biji coklat, pertama kali digunakan di Amerika Tengah oleh suku Maya sebagai obat kulit dan bahan ini ditemukan pada hampir semua pelembab body butter. Coklat memicu pelepasan hormon pemunah rasa sakit, endorphin, dan hormon pembangkit rasa senang, serotonin.

Minyak zaitun telah dikenal sejak jaman dahulu di Yunani dan Italia sebagai penangkal stretchmarks, dengan cara diminum maupun dioleskan. Asam lemak tak jenuh squalene, yang juga ditemukan pada kulit manusia, membuat kulit tetap lembut.

Body butter biasanya mengandung essential oil neroli yang disuling dari jeruk limau. Awalnya hanya ada di China, neroli kini tumbuh di seluruh dunia, khususnya di Italia dan Tunisia. Para aromatherapist menyukai neroli karena kemampuannya meregenerasi kulit dan karena efek menenangkan sistem saraf.

Minyak argan banyak digunakan oleh wanita Berber. Minyak argan berasal dari biji sejenis pohon Maroko. Kaya akan antioksidan dan asam lemak omega-3, minyak argan cukup dioleskan pada kulit. Selain itu, para wanita di Polynesia dan Micronesia menggunakan minyak kacang tamanu untuk merangsang tumbuhnya jaringan kulit baru.

Selamat mencoba!

Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :

  1. Haider Ali, et al. 2012. Stretchmarks and Treatment Efficacy. New Age Skin Research Foundation. New York.

  2. F. Wang, et al. 2015. Stretchmarks cience : What happens to your skin when pregnancy gives you a stretch marks. British Journal of Dermatology. University of Michigan Health System.

  3. Mohamed L, et al. 2009. Striae Distensae (Stretchmarks) and Different Modalities of Therapy. Departement of Dermatology. Al Azhar University: Cairo.

  4. K. Korgavkar, et al. 2015. Stretchmarks During Pregnancy: A review of Topical Prevention. British Journal of Dermatology. University of Michigan Health System.

  5. Mc George, et al. 2015. Topical Management of Striae Distensae : prevention and therapy. Journal of The European Academy of Dermatology.

Aktivitas Berisiko Saat Hamil

Kehamilan tentu merupakan hal yang membahagiakan, tapi tiba-tiba saja ada banyak aktivitas yang menjadi berisiko jika Anda lakukan. Benarkah begitu berbahayanya hidup Anda saat hamil? Berikut ini adalah hal-hal yang seringkali menimbulkan keraguan di kalangan ibu hamil:

 

Bolehkah menggelapkan warna kulit (dengan obat-obatan)?

Boleh saja, tapi kulit Anda bisa saja menjadi sangat sensitif selama hamil dan mungkin akan bereaksi terhadap produk kosmetik, meski Anda pernah memakainya saat sebelum hamil. Untuk amannya, lebih baik selalu berkonsultasi dengan dokter dahulu sebelum memakai obat-obatan.

 

Bolehkah menggunakan microwave untuk memasak?

Boleh. Tidak ada bukti yang menguatkan bahwa oven microwave akan membahayakan makanan Anda lewat radiasi atau mengurangi kadar nutrisi dalam makanan.

 

Bolehkah tetap minum obat alergi?

Demi keamananan ibu dan bayi di kandungan, bicarakanlah dengan dokter terlebih dahulu. Beberapa resep tablet antihistamin untuk gejala alergi ada yang aman dikonsumsi selama hamil, tapi harus dengan anjuran dokter. Mungkin saja dokter akan menyarankan Anda menggunakan obat lain yang lebih aman, seperti obat semprot hidung atau tetes mata saja.

 

Apakah merokok berbahaya saat hamil maupun nanti?

Tentu saja. Ketika merokok (atau menghisap asap rokok orang lain), berbagai racun kimia, seperti karbon monoksida akan masuk ke aliran darah, sehingga mengurangi pasokan oksigen untuk janin dan membahayakan plasenta. Akibatnya adalah pertumbuhan tubuh dan bobot janin akan terganggu, dapat menyebabkan keguguran, dan berakibat anak berisiko untuk menderita asma serta infeksi. Bila sudah terlanjur, berhenti merokok akan berdampak bagus bagi Anda dan si kecil. Perhatikan juga asap rokok di sekeliling anda, karena menjadi perokok pasif jauh lebih berbahaya.

 

Akankah berbahaya bagi janin ketika mabuk (karena alkohol) hanya beberapa hari sebelum mengetahui bahwa saya hamil?

Alkohol memang melewati plasenta dan memasuki aliran darah janin Anda di saat organ hatinya masih terlalu muda untuk memecah alkohol dengan cepat. Namun, tidak ada bukti yang menguatkan bahwa mabuk saat awal kehamilan dapat melukai bayi. Meski demikian, anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan dan menjelaskan kondisi ini, agar dapat diperiksa lebih lanjut. Yang terpenting anda harus senantiasa tenang, karena kondisi stres karena terlalu khawatir malah bisa tidak baik bagi janin. Lebih baik fokus pada perbaikan kebiasaan dan pola hidup sehat sejak saat ini.

 

Haruskah kucing peliharaan disingkirkan?

Tidak perlu, tapi hindari membersihkan kotoran kucing (atau kenakan sarung tangan dan basuh tangan hingga bersih) karena ada risiko toksoplasma, yaitu infeksi parasit yang membahayakan perkembangan otak dan mata janin. Tes darah dapat memastikan bahwa Anda tidak terjangkit infeksi tersebut. Hindari pula kegiatan membersihkan kuku pada kucing karena obat-obatan yang digunakan mengandung insektisida. Sebaiknya, bersihkan peralatan tidur si kucing dengan cara merebus dan mandikan kucing dengan shampo biasa. Serta rutinkan kucing periksa kesehatan dan vaksin.

 

Mengapa tidak boleh menikmati keju kesukaan saya?

Boleh saja selama anda memang tidak ada alergi terhadap keju. Karena keju keras yang dipasteurisasi sebenarnya secara umum aman untuk ibu hamil. Sebaiknya Anda menghindari keju yang tidak diproses pasteurisasi, cek labelnya, blue-veined cheese, keju lembut dengan white-rind, dan keju susu kambing. Keju semacam itu mengandung bakteri Listeria, yang dalam beberapa kasus dapat menyebabkan keguguran. Berita gembiranya, pematangan akan membunuh bakteri tersebut. Oleh karena itu semua keju matang aman untuk dikonsumsi.

 

Amankah bepergian dengan pesawat saat hamil?

Ya, selama tanpa gangguan kesehatan setelah berkonsultasi dengan dokter. Setelah kandungan berusia 28 minggu, Anda mungkin akan dimintai surat keterangan dokter yang memastikan kondisi kesehatan Anda dan menyatakan perkiraan tanggal kelahiran si kecil. Tanyakan pada maskapai penerbangan yang bersangkutan. Kebanyakan perusahaan penerbangan tidak mengijinkan terbang ibu hamil dengan usia kandungan di atas 36 minggu atau 32 minggu untuk bayi kembar. Bahkan umur kandungan lebih muda lagi jika ternyata Anda mengalami komplikasi kehamilan.

 

Reqgi First Trasia, dr.

 

Referensi :

  1. James M Pivamik. 2006. Impact of Physical Activity during Pregnancy on Disease Risk. American College of Sport Medicine.
  2. Amy E Anderson. 2013. Risky Drinking Patterns Are Being Continued into Pregnancy. School of Medicine and Public Health. University of Newcastle.
  3. Samar K Hafez. 2014. Profile of High Risk Pregnancy among Saudi Women in Taif-KSA. World Journal of Medical Sciences. Taif University.
  4. Anne Drapkin, et al. 2009. Risk and Pregnant Body. HHS Public Access.
  5. Daniele Symon, et al. 2012. Physical Activity and Pregnancy: Past and Present Evidence. HHS Public Access.

Kapan Pertama Kali Janin Mengenal Rasa Makanan?

Tahukah Anda bahwa si kecil di dalam kandungan dapat merasai apa yang Anda makan? Nah, ini dia menu dalam rahim.

 

Anda mungkin berpikir si kecil belum mempunyai konsep tentang rasa sampai saat pertama si kecil meneguk ASI, atau barangkali ketika si kecil diberi makanan padat. Tapi mungkin Anda terkejut karena ternyata si kecil sudah mencicipi rasa pertamanya 13 minggu setelah pembuahan, atau tepatnya ketika indra pengecapnya mulai berkembang.

Dari usia 11 minggu di kandungan, bayi Anda akan belajar bagaimana menelan dan meneguk cairan amniotik yang mengelilinginya dalam rahim. Komposisi cairan amniotik berubah di trimester pertama. Dari semula cairan berbasis air, mirip plasma darah, menjadi substansi penuh nutrisi karbohidrat, protein, dan lemak. Substansi ini berperan penting dalam proses tumbuh kembang si janin. Setiap hari, si kecil akan mencerna sejumlah cairan ini, untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, maupun untuk melatih kemampuan si kecil menelan dan mencerna. Cairan amniotik tersebut mengandung rasa yang tidak pasti, rasa berubah sesuai makanan yang dikonsumsi ibunya. Jadi, begitu indra pengecap si kecil sudah cukup berkembang, ia akan dapat mencicipi berbagai rasa yang terkandung dalam cairan amniotik, tergantung jenis makanan yang Anda asup.

Penerima rasa (taste receptor) yang terbentuk cepat di lidah si kecil, seiring perkembangan saraf penerima lainnya di saluran napas, memberi kemampuan pada si kecil untuk merasakan amniotik dan membauinya. Setidaknya 90% dari indera perasanya dipengaruhi oleh penerima bau (smell receptor), sehingga makanan dengan rasa yang kuat, misalnya rempah, adalah yang paling mudah dikenali janin.

Coba uji pada diri Anda sendiri. Jika Anda makan makanan berbumbu tajam, tunggu dua jam, waktu yang dibutuhkan bagi rasa makanan tersebut sampai ke cairan amniotik, Anda akan merasakan respon janin, misalnya gerakan, dll. Atau bisa saja, janin Anda tidak responsif! Apapun reaksi janin yang terjadi, Anda tidak perlu khawatir . Rasa makanan seperti itu tidak akan membuat janin stress. Rasa-rasa itu sekadar melatih janin dengan sensasi yang lebih bervariasi sehingga ia akan lebih siap saat lahir nanti.

Para peneliti menyatakan bahwa bayi yang terekspos oleh rasa tertentu di dalam rahim akan lebih menyukai makanan dengan rasa tersebut setelah mereka dilahirkan nanti. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Philadelphia menguji sekelompok ibu hamil. Para bumil ini dibagi dalam tiga kelompok: satu kelompok diberi jus wortel empat kali seminggu selama kehamilan, lalu diberikan air ketika mereka sudah melahirkan dan saat menyusui. Kelompok kedua minum air selama kehamilan, lalu diberi jus wortel saat mereka menyusui. Kelompok terakhir tidak minum jus wortel.

Ketika bayi-bayi mereka disapih dan mulai makan makanan padat, para peneliti menawarkan dua macam sereal: sereal tanpa rasa dan rasa wortel. Bayi yang terpapar jus wortel, baik melalui cairan amniotik maupun ASI, akan lebih menyukai sereal rasa wortel dan cenderung tidak akan menyeringai bila dibandingkan bayi yang belum pernah mencicipi rasa wortel.

Penelitian lain dilakukan untuk menguji apakah bau-bauan dapat diteruskan ke cairan amniotik oleh jenis makanan tertentu. Peneliti memberikan kapsul bawang putih atau kapsul gula kepada sekelompok ibu hamil. Kemudian , para peneliti mengambil contoh cairan amniotik pada bumil tersebut. Sekelompok orang diminta melakukan tes penciuman, dan sampel dari para ibu yang telah menelan kapsul bawang putih terdeteksi bau bawang putih.

Sepertinya memang benar kata orang: you are what you eat. Dan anehnya, apapun yang Anda makan tidak saja langsung berpengaruh pada si kecil, tetapi juga mungkin memengaruhi pilihan rasa si kecil di masa depan. Ilmuwan Perancis melakukan sebuah studi untuk mendukung fakta tersebut: 12 ibu hamil diberikan biskuit dan permen berlapis coklat sekitar 10 hari sebelum melahirkan. Beberapa jam setelah para wanita tersebut melahirkan, reaksi bayi mereka terhadap bau coklat lebih tampak dibandingkan dengan bayi yang tidak terpapar bau tersebut sebelumnya.

Paparan terhadap sebuah aroma di masa antenatal dan setelah melahirkan diyakini dapat meningkatkan kenikmatan terhadap rasa tersebut, selama masa penyapihan maupun setelah mereka dewasa. Hal ini menjelaskan mengapa berbagai negara memiliki preferensi budaya dan etnis tertentu terhadap makanan dan rasa. Seorang anak Indonesia, misalnya, tumbuh dengan preferensi rasa yang berbeda dengan anak-anak Perancis, China, atau India – dan kegemaran tersebut dapat disebabkan oleh tereksposnya anak-anak terhadap rasa cairan amniotik yang pertama kali mereka rasakan.

Menjaga kebiasaan makan sehat dan seimbang selama masa kehamilan penting untuk memberi makanan si kecil yang sedang tumbuh. Namun, dengan Anda menganut kebiasaan makan makanan yang bervariasi, si kecil nantinya akan lahir dengan kebiasaan menikmati makanan sehat. Dengan makan yang benar, Anda dapat menghapus kemungkinan si kecil menyukai permen dengan kegemarannya pada brokoli.

Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :

  1. Keith L. Moore, et al. 2000. Fetal Growth and Development. The South Dakota Departement of Health.

  2. Women Health Care Physicians. 2015. Prenatal Development: How Your Baby Grows During Pregnancy. The American College of Obstetric and Gynecology.

  3. Giussepe M, et al. 2015. Pregnancy, Embryo Fetal Development and Nutrition: Physiologi around Fetal Programming. Journal of Histology and Histopatology: University of Catania: Italia.

  4. Deki Pem. 2015. Factors Affecting Early Childhood Growth and Development: Golden 1000 ages. Medical Science University of Bhutan: Bhutan.

  5. J A Dipietro. 2008. Prenatal Development. Johns Hopkins University: Baltimore.

Mengapa Ibu Hamil Keranjingan Makan?

You are what you eat

tapi apa maksudnya bila tiba-tiba Anda makan pisang dengan saus?

 

Dalam banyak kejadian, ciri-ciri hamil digambarkan dengan keranjingan makan es krim dan acar. Kita juga kerap mendengar seorang teman yang tiba-tiba kepingin makan banyak daging merah atau tiba-tiba tidak suka kopi sama sekali. Bahkan, 75 persen dari ibu hamil (bumil) akan doyan ngemil jenis-jenis makanan tertentu sampai usia kehamilannya mencapai 40 minggu.

Mungkin Anda tidak heran kalau mendengar bahwa keranjingan makan yang sering terjadi adalah ngemil yang manis-manis, berlemak, seperti coklat atau kue donat; juga keranjingan terhadap cemilan asin dan berbumbu. Tetapi jenis makanan yang disuka bumil ini bervariasi, tergantung pada latar belakang masing-masing. Di Tanzania, misalnya, bumil umumnya akan senang makan daging, mangga, yogurt, dan buah jeruk. Sementara di Kamboja, para bumil senang ngemil makanan yang gurih dan berbumbu.

Sebaliknya, ada ibu hamil yang tidak suka makan dan merupakan hal yang juga mengejutkannya dengan keranjingan karena perubahan kebiasaan dari saat sebelum hamil. Datang tiba-tiba dan sulit dikontrol. Anda bisa jadi hanya inginkan roti gosong dengan olesan tebal mentega tak peduli siang atau malam.

Kapan kesukaan atau justru penolakan terhadap makanan itu terjadi? Doyan ngemil umumnya terjadi pada kehamilan pertama, meski para ahli tidak dapat menentukan kapan tepatnya kebiasaan ini dimulai. Sementara 60% dari kasus tidak doyan makan dimulai pada trimester pertama kehamilan, tepatnya ketika mual-mual mulai timbul, menurut sebuah jurnal yang membahas mengenai appetite. Tidak doyan makan umumnya tidak menimbulkan masalah setelah trimester pertama, tetapi keranjingan justru bisa berkelanjutan sepanjang masa kehamilan.

Sebuah studi lain dari University of Connecticut memperlihatkan bahwa perempuan lebih banyak mengonsumsi makanan yang manis di trimester kedua dan keranjingan makanan gurih seiring bertambahnya usia kandungan.

Apa yang terjadi? Beberapa ahli mengatakan bahwa keranjingan makan ini sebenarnya adalah intuisi tubuh ketika terjadi kekurangan nutrisi. Perilaku keranjingan makanan berbahan dasar susu pada bumil dianggap biasa karena rata-rata perempuan mengonsumsi hanya tiga perempat dari kebutuhan kalsium hariannya. Tidak demikian halnya dengan kesukaan terhadap makanan gurih. Tubuh Anda memang membutuhkan lebih banyak sodium karena volume darah yang meningkat, tetapi pada umumnya kita sudah mengonsumsi terlalu banyak garam. Namun, belum ada bukti yang mendukung teori ini.

Teori lain menyebutkan bahwa tidak doyan makan adalah mekanisme perlindungan ibu dan bayinya terhadap racun-racun dari lingkungan sekitar. Lihatlah berapa banyak perempuan yang tiba-tiba mual dengan kopi, terutama di minggu-minggu awal kehamilan. Bumil juga mungkin tidak doyan sayuran pahit atau beraroma tajam, dan itu justru menghindari bumil dari keracunan.

Penyebab lain dari dua perilaku seputar kebiasaan makan bumil adalah perubahan hormon tubuh. Para ahli meneliti keranjingan makan dalam kaitannya dengan kadar progesteron dan prolaktin, yang dapat memengaruhi nafsu makan. Perubahan hormon ini berpengaruh pada sensitivitas terhadap bau dan rasa, dan berkaitan erat dengan tekstur makanan yang dikonsumsi bumil. Es adalah makanan favorit bumil karena rasa lezatnya, juga efek dingin dan menyegarkannya.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa doyannya bumil terhadap makanan dipengaruhi oleh pola pikir kita tentang apa yang harus dimakan, misalnya buah dari produk-produk susu yang berefek mendinginkan, atau hal-hal klise yang sering kita lihat di televisi. Perilaku ini bertambah intensif saat bumil gelisah. Memang menggoda untuk mengalihkan pikiran ke makanan. Banyak bumil memilih cemilan anak-anak yang cenderung hambar, misalnya keju dan roti bakar, puding beras, atau pasta dengan butter. Ada hal positif disini, karbohidrat akan meningkatkan kadar hormon serotonin yang akan membuat Anda lebih rileks.

Namun, perilaku keranjingan ini bisa menggila. Beberapa bumil bisa berjingkat-jingkat ke dapur di malam hari dan makan kerak makanan di dinding panci atau mengendus semir sepatu. Perilaku semacam ini disebut pica, keranjingan hal-hal yang bukan makanan, misalnya bau tanah dan pasta gigi. Fenomena seperti ini ditemui di berbagai budaya, bahkan terjadi sejak lama. Dalam beberapa tradisi, perilaku keranjingan ini dinanti-nanti, bahkan didorong sebagai semacam perlindungan atau pertanda baik. Sebuah studi tahun 2000, para ibu di Mexico mengatakan bahwa memakan segumpal tanah liat suci akan mendatangkan berkah. Dan barangsiapa menolak ngidam, maka bayinya tidak akan pernah puas (lahir dengan mulut ngiler), dan bila ngidamnya dipenuhi maka bayinya akan senang dan bersih.

Jadi, haruskah Anda menolak ngidam? Ya, jika Anda ngidamnya membaui asap mobil atau ngemil batu bata, mungkin Anda harus bicara dengan dokter apakah Anda kekurangan nutrisi tertentu. Namun tidak ada data yang mendukung bahwa ngidam berakibat buruk pada bayi. Yang Anda harus lakukan adalah menggantinya dengan sesuatu yang lebih menyehatkan; makan sedikit tetapi sering karena kadar gula dalam darah yang rendah akan memicu keinginan ngemil. Makan lebih banyak ikan juga dapat membantu karena minyak dari ikan tersebut akan mengurangi keinginan Anda untuk ngemil.

Jika Anda sangat ingin makan coklat, Anda mungkin sedang kekurangan zat magnesium dan cobalah ngemil biji (kuaci) bunga matahari. Keletihan juga dapat meningkatkan keinginan ngemil, jadi Anda sebiknya tidur cukup di malam hari dan istirahat di siang hari. Dan yang penting adalah semangati diri Anda untuk melalui tahap yang aneh, tetapi sangat berarti dalam kehamilan Anda.

Penulis:
Reqgi First Trasia, dr.

 

Referensi :
1. Ministry of Health. 2006. Food and nutrition guidelines for Healthy Pregnant and Breastfeeding Women. Wellington : New Zealand.
2. Crawley, Helen. 2014. Eating well for Healthy Pregnancy: A Practical Guide. Queens Road : London.
3. National Health and Medical Research Council. 2007. Healthy Eating during your Pregnancy. Departement of Health and Aging : Australian Government.
4. Australian Dietary Guidelines. 2008. Food Savety during Pregnancy. Departement of Food Authority : New Zealand.
5. Williamson, C.S. 2006. Nutrition in Pregnancy. British Nutrition Foundation : London.

Makanan dan Minuman Hebat untuk Kehamilan

Kehamilan merupakan masa-masa yang tidak hanya menggembirakan dan menyenangkan, namun juga menegangkan dan seringkali membuat calon ibu was-was akan kecukupan gizi jabang bayinya. Tidak jarang ibu hamil bingung untuk memilih menu makanan yang menyehatkan bagi ibu dan calon bayi, tetapi pada kenyataannya kesehariaannya lebih didominasi dengan makanan siap saji atau panganan tinggi kalori rendah nutrisi.

Jika anda adalah satu diantaranya, ini saatnya anda beralih ke makanan yang lebih sehat untuk menambah energi yang anda butuhkan di masa kehamilan dan berkreasi dengan campuran bahan-bahan alami bernutrisi demi tercapainya tumbuh kembang janin yang optimal. Di trimester kedua dan ketiga, anda akan membutuhkan tambahan sebanyak 300 kalori setiap hari, sehingga memerlukan asupan makanan dengan porsi yang baik dan bergizi. Berikut ini adalah beberapa sumber makanan dan minuman yang tinggi

Alpukat

Alpukat mengandung nutrisi menyehatkan: vitamin C dan B6 yang bagus untuk jaringan dan pertumbuhan otak janin; potasium yang membantu mengatur keseimbangan cairan, dan folat yang penting untuk perkembangan sistem saraf janin. Iris-iris untuk dibuat salad atau blender untuk dijadikan olesan roti.

Brokoli

Semua jenis brokoli mengandung karotenoid, yakni zat antioksidan yang baik untuk mata si janin. Brokoli juga mengandung potasium yang dapat membantu mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Ada pula vitamin A dan C didalamnya. Sayuran ini bisa dikukus, ditumis, atau dicampurkan dalam sup.

Pisang

Buah yang satu ini kaya akan potasium sehingga baik untuk mencegah kekurangan elektrolit. Selain itu, pisang juga mengandung asam amino tryptophan yang dapat membantu si kecil mudah tidur. Tambahkan irisan pisang dalam sarapan anda, jadikan campuran smoothie, atau dimakan begitu saja karena buah yang padat energi ini mudah dibawa kemana-mana.

Ikan salmon

Ikan salmon mengandung asam lemak omega-3 dan vitamin B. Omega-3 sangat baik untuk pertumbuhan otak dan perkembangan penglihatan janin. Panggang salmon dan hidangkan sebagai steak dan tambahkan salad. Atau buatlah roti lapis (sandwich) dengan campuran salmon kalengan.

Keju

Keju hasil pasteurisasi mengandung kalsium, fosfor, dan magnesium yang dapat menguatkan tulang anda maupun si kecil. Keju mengandung cukup banyak lemak, jadi konsumsi dalam jumlah sedikit atau taburkan di atas makanan. Sementara keju lembek yang umumnya bukan hasil pasteurisasi juga boleh dikonsumsi asalkan dimasak hingga matang.

Ubi

Ubi manis mengandung folat, serat, potasium, dan vitamin C. Nah, vitamin C dapat membantu menumbuhkan daya tahan tubuh si kecil dan menguatkan tulang, gigi, serta pembuluh darah. Coba panggang ubi manis, haluskan, atau potong-potong untuk dijadikan ubi goreng dan makan bersama keju, ikan, atau daging panggang.

Daging sapi

Irisan daging sapi tanpa lemak dapat menambah zat besi dalam tubuh, sehingga jika anda merasa lelah, seiris steak akan membuat anda lebih nyaman. Zat besi membantu penyaluran oksigen ke janin, mencegah anemia, dan mencegah ternjadinya kelahiran prematur. Daging sapi juga mengandung protein yang mudah diserap tubuh, yaitu zink dan vitamin B.

Telur

Ini dia pilihan untuk cemilan, cepat dimakan kapan saja. Telur adalah sumber protein dan asam amino penting, vitamin, dan mineral, asalkan dimasak sampai benar matang. Telur juga kaya mineral kolin yang sangat penting untuk perkembangan otak janin dan memperbaiki ingatan.

Gandum

Oat, roti gandum utuh (whole wheat), pasta, beras merah, roti dari bulir rye, dan makanan berbahan dasar bulir utuh lainnya mengandung lebih banyak nutrisi dan serat (dapat mencegah konstipasi) daripada bulir yang diproses. Jadikan bubur untuk sarapan atau pasta gandum utuh untuk makan malam.

Buah beri

Selain sebagai sumber vitamin C yang sangat bagus, buah-buah berry juga kaya akan zat antioksidan yang membantu melawan radikal bebas dan mencegah kerusakan sel. Buah beri segar (blueberry, strawberry, raspberry) dapat anda nikmati sebagai cemilan atau masukkan dalam menu sarapan. Sedangkan buah beri yang dibekukan dapat anda tambahkan ke dalam smoothie, yogurt, atau bubur.

Minuman Terbaik

Yang terbaik adalah air putih, tetapi bila anda ingin yang lebih menyegarkan, tambahkan perasan jeruk lemon atau jeruk nipis dan jus buah. Susu sangat baik untuk memenuhi kebutuhan kalsium, vitamin D dan K, serta asam lemak Omega-3. Segelas jus buah atau smoothie sama dengan satu porsi buah dan sayur. 19% cairan tubuh kita sehari-hari diperoleh dari makanan, dan kita harus memenuhi 81% lagi melalui minuman. Kebutuhan itu meningkat saat kehamilan, sekitar 30 ml lebih banyak per harinya.

Selamat makan!

Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :

  1. Ministry of Health. 2006. Food and nutrition guidelines for Healthy Pregnant and Breastfeeding Women. Wellington : New Zealand.

  2. Crawley, Helen. 2014. Eating well for Healthy Pregnancy: A Practical Guide. Queens Road : London.

  3. National Health and Medical Research Council. 2007. Healthy Eating during your Pregnancy. Departement of Health and Aging : Australian Government.

  4. Australian Dietary Guidelines. 2008. Food Savety during Pregnancy. Departement of Food Authority : New Zealand.

  5. Williamson, C.S. 2006. Nutrition in Pregnancy. British Nutrition Foundation : London.

Tips Menangani Gangguan Belajar pada Anak

Pada umumnya, setiap anak akan menampilkan satu atau lebih dari tanda-tanda peringatan dini gangguan belajar. Hal ini normal. Namun, saat menemukan ada beberapa karakteristik yang terus muncul dalam periode waktu yang panjang, maka Anda perlu mempertimbangkan anak Anda mengalami gangguan belajar.

Berikut beberapa langkah yang dapat Anda lakukan dalam merespon gangguan belajar:

  1. Memahami kekuatan anak

  • Anak-anak dengan gangguan belajar seringkali sangat cerdas, memiliki keterampilan memimpin, atau lebih unggul dalam bidang musik, seni, olahraga, atau bidang kreatif lainnya. Daripada berfokus pada kekurangan anak, kita harus lebih menekankan dan menghargai kekuatan anak.
  1. Melakukan evaluasi

  • Anda bisa meminta pihak sekolah untuk memberikan evaluasi pendidikan yang komprehensif, termasuk tes kemampuan (assessment), pengujian untuk mengevaluasi dan mengukur bidang kekuatan dan kelemahan anak Anda.
  1. Bekerja sama untuk membantu anak

  • Jika hasil evaluasi menunjukkan bahwa anak Anda memiliki gangguan belajar, maka Anda harus memenuhi syarat untuk mendapat layanan pendidikan khusus. Anda dapat bekerja dengan guru untuk mengembangkan Program Pendidikan Individual, semacam dokumen tertulis tentang ringkasan kinerja pendidikan anak dan metode untuk mengevaluasi kemajuan.
  1. Berdiskusi dengan anak tentang gangguan belajar

  • Anak-anak dengan gangguan belajar harus diyakinkan bahwa mereka itu tidak bodoh atau malas. Mereka orang cerdas yang mengalami gangguan belajar karena pikiran mereka berbeda cara dalam memproses kata-kata atau informasi.
  1. Temukan akomodasi yang dapat membantu

  • Anda dapat bertemu dengan guru untuk membahas tentang opsi untuk dibacakan informasi tertulis dengan kertas, tambahan waktu pada saat ujian, merekam pelajaran, dan menggunakan alat bantu teknologi.
  1. Memonitor kemajuan anak

  • Perhatikan kemajuan anak untuk memastikan bahwa kebutuhan anak Anda telah terpenuhi.
  1. Mengorganisir informasi seputar gangguan belajar anak

  • Mulailah membuat folder untuk semua materi yang berhubungan dengan pendidikan anak Anda.
  1. Mendapatkan bantuan sejak dini

  • Sangat penting bagi Anda untuk mencari bantuan segera setelah Anda menyadari anak memiliki gangguan belajar.

Jadi, apa yang harus Anda lakukan terlebih dahulu?

  • Percayalah pada naluri!
  • Tidak ada yang tahu anak Anda lebih baik daripada Anda sendiri. Jadi, Anda bisa menduga apa yang sebenarnya terjadi, langsung berbicara dengan guru, mencari informasi dan pendapat para ahli, dan jangan takut untuk segera mendapatkan evaluasi.
  • Bertemu dengan guru dan konselor bimbingan. Mereka dapat memberi tahu Anda seberapa baik anak Anda berinteraksi dengan teman-teman sebayanya.

Saran untuk orang tua dalam menangani gangguan belajar:

  1. Bekerja sama dengan anak di rumah

  • Orang tua adalah guru anak yang pertama dan terbaik. Kita dapat menunjukkan kepadanya bahwa membaca itu menyenangkan. Kita bisa membacakan sebuah buku untuk anak setiap hari.
  1. Bergabung dengan mereka yang peduli

  • Yakinlah Anda tidak sendirian. Bergabung dengan orangtua lain dalam sebuah support group dan bekerja sama dengan para profesional, maka kita pun dapat meningkatkan kesadaran terhadap problem ini, menghilangkan kesalahpahaman populer.
  1. Bekerja sama dengan para profesional

  • Para profesional tersebut antara lain: audiolog, konsultan pendidikan, terapis pendidikan, spesialis gangguan belajar, neurologist, terapis okupasional, dokter anak, psikiater, psikolog (klinis), psikolog pendidikan/sekolah, terapis wicara dan bahasa.
  1. Membantu menyelesaikan tugas-tugas sekolah

  • Tunjukkan minat pada pekerjaan rumah anak kita. Kita dapat menanyakan tentang mata pelajaran dan tugas apa yang harus dikerjakan. Ajukan pertanyaan yang membutuhkan jawaban lebih dari satu atau dua kata.
  1. Membantu anak menjadi pembaca yang lebih baik (untuk anak usia dini)

  • Mengajarkan hubungan antara huruf dan kata. Ajarkan pada anak sejak dini cara mengeja kata-kata, seperti: nama mereka sendiri atau kata-kata yang mungkin akan sering mereka ucapkan, seperti: sudah! Atau tidak boleh!

Selamat mencoba!

<Depok, 31 Desember 2016>

Reqgi First Trasia, dr.

.

.

.

Referensi:

  1. Corinne Smith: Learning Disabilities A to Z; Free Press; 1st edition (June 12, 2000)
  2. Gary Fisher dan Rhoda Cummings: The School Survival Guide for Kids with Learning Disability (Self-Help for Kids Series); Free Spirit Publishing; 2nd edition (September 2000)
  3. Joan M Harwell dan Rebecca Williams Jackson: The Complete Learning Disability Handbook: Ready to-Use Strategies and Activities for Teaching Students with Learning Disability; Jossey-Bass; 3rd edition (October 20, 2008)
  4. Peg Dawson dan Richard Guare: Coaching Students with Executive Skills Deficits; The Guilford Press; 3rd edition (Februari 9, 2010)

 

7 Perasaan Unik Saat Hamil Muda

Ketika seorang wanita sedang hamil trimester pertama, mungkin ia akan merasa ada sesuatu yang berbeda sekalipun belum mengetahui hasil tes kehamilan. Bila Anda tiba-tiba tidak suka rasa kopi yang setiap hari Anda teguk atau aromanya membuat Anda mual, nah bisa jadi ini suatu pertanda ada perubahan dalam diri Anda. Apa saja ya perasaan unik tersebut?

Rasa Logam di Lidah

Dysgeusia adalah rasa logam di mulut yang tidak menyenangkan. Fenomena ini dapat disebabkan oleh peningkatan kadar hormon esterogen dalam tubuh kita. Mungkin juga efek dari retensi air pada indra pengecapan Anda. Anehnya, mengonsumsi makanan yang manis malah memperburuk rasa mineral di mulut Anda. Tetapi menyikat gigi dengan pasta gigi rasa mint akan membantu menghilangkan rasa logam ini. Mengonsumsi makanan yang asam atau menambahkan sedikit cuka pada salad atau keripik juga dapat membantu mengatasinya.

Selera Aneh

Apakah makanan terasa kurang asin atau terasa pahit? Kadar estrogen yang tinggi dapat berdampak pada selera makan Anda: menjadi kurang sensitif terhadap rasa asin, tetapi sensitivitas pada rasa pahit makanan dan minuman justru bertambah. Ini hal biasa. Banyak ibu hamil tidak berselera pada kopi (dan alkohol) di trimester pertama kehamilannya, tetapi bukankah ini suatu perubahan yang baik?

Mabuk Perjalanan & Mual Pagi Hari

Cenderung mabuk di perjalanan? Wah, hal ini bisa bertambah buruk saat kehamilan. Anda juga akan mengalami mabuk di pagi hari. Kadar gula yang rendah menjadi pemicu rasa mual itu. Sebaiknya Anda makan teratur dan ngemil sebelum bepergian atau melakukan perjalanan jauh. Gelang khusus perjalanan (travel wristband) dapat membantu mengatasinya karena akan menekan satu titik akupresur di bagian dalam pergelangan tangan.

Payudara Membesar

Payudara Anda akan menjadi lebih sensitif dan membesar, tetapi ini karena mempersiapkan diri Anda untuk memberi ASI pada si kecil nanti. Kenakan bra yang cukup kuat menopang payudara (tanpa kawat di bagian bawah) agar Anda lebih nyaman.

Penciuman Sensitif

Indra penciuman Anda menjadi sama sensitifnya dengan indra perasa. Ini juga disebabkan oleh kadar estrogen yang meningkat. Banyak ibu hamil yang merasa sangat sensitif terhadap bau-bauan, misalnya ibu yang suka berkebun merasa tidak tahan dengan bau tanaman tertentu. Ibu hamil yang lain bahkan mencium bebauan yang tidak jelas sumbernya alias phantom smell, atau dapat membaui seseorang dari kejauhan. Nah, untuk mengatasi hal ini, coba hirup aroma lemon yang segar: teteskan minyak beraroma lemon pada pakaian atau hirup jika dibutuhkan.

Berliur seperti Bayi

Air liur berlebihan adalah gejala klasik hamil muda, dan mungkin dapat disebabkan oleh peningkatan hormon gonadotropin. Ini adalah hormon yang memelihara kehamilan. Peningkatan hormon ini mencapai puncaknya pada usia kandungan 8-11 minggu, dan setelah itu akan menurun. Mengunyah permen, memperbanyak minum air putih, dan makan dalam porsi kecil kadang akan membuat Bunda lebih nyaman.

Lelah Berlebihan

Rasa penat karena hamil mungkin agak membingungkan di awal kehamilan. Keletihan itu disebabkan oleh peningkatan kadar progesteron dan tubuh Anda memang sedang bekerja keras menumbuhkan janin. Untuk mempersiapkan diri terhadap kelahiran si kecil, tubuh Anda harus meningkatkan volume darah. Oleh karena itu, sistem tubuh Anda pun sibuk lebih banyak menyerap oksigen. Setiap ada kesempatan, ada baiknya Anda tidur siang, beristirahat sepulang kerja, dan membatasi kegiatan sosial yang menguras tenaga.

Selamat menjadi ibu!

Depok, 30 Desember 2016

Reqgi First Trasia, dr.

Referensi:

  1. Chescheir, C. Nancy, et al. 2001. Planning your pregnancy and Birth. 3rd edition. The American College of Obstetriciann and Gynecology. Washington.
  2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23 edition. Mc Graw Hill. New York.
  3. Evans, A. 2008. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
  4. Novak, Patricia D. 1996. Dorland’s Pocket and Medical Dictionary. 25th edition. WB Saunders Company. Philadelphia.
  5. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
  6. Shaony Bhatacarya, et al. 2015. The Pregnancy and Baby Book. Dorling Kindersley. London.

Mengenal Gangguan Belajar Pada Anak

Beberapa orangtua mungkin ada yang khawatir melihat kemampuan belajar anaknya ‘berbeda’ dengan anak seusianya. Seperti sulit membaca, menulis, mengerjakan soal matematika, berbicara, mendengar atau konsentrasi. Namun, orangtua tidak perlu terlalu galau. Nyatanya, banyak orang besar yang memiliki gangguan belajar seperti Albert Einstein baru bisa membaca diusia 9 tahun dan Walt Disney memiliki kesulitan membaca di sepanjang hidup mereka. Yang terpenting, orangtua perlu mengenali sejak dini gangguan belajar pada anak dan mencari solusinya.

Apa itu gangguan belajar pada anak?

Gangguan belajar pada anak termasuk gangguan neurologis atau persarafan pada anak. Secara sederhana, gangguan belajar terjadi akibat perbedaan cara kerja dari otak seseorang anak. Sebenarnya, anak-anak dengan gangguan belajar itu sama pintar atau bahkan lebih pintar dari teman-temannya. Tetapi, anak dengan gangguan belajar mungkin akan mengalami kesulitan dalam membaca, menulis, mengeja, penalaran, mengingat dan/atau mengorganisir informasi saat disuruh menjelaskan sesuatu atau saat diberi pelajaran dengan cara-cara konvensional.

Gangguan Belajar Pada Anak

Gangguan Belajar

Gangguan belajar pada anak tidak bisa disembuhkan atau diperbaiki, dan dia termasuk problem seumur hidup. Namun, dengan dukungan dan intervensi yang tepat, anak-anak dengan gangguan belajar dapat berhasil baik di sekolah dan meraih sukses. Bahkan ada yang mencapai karir luar biasa kelak setelah dia dewasa.

Orang tua dapat membantu anak dengan gangguan belajar untuk mencapai sukses dengan mendorong kekuatan mereka, memahami kelemahan dan system pendidikan yang diperlukan, serta mempelajari strategi untuk menghadapi kesulitan tertentu. Berikut beberapa fakta tentang gangguan belajar:

  1. Diperkirakan, 1 dari 7 orang di seluruh dunia memiliki beberapa tipe dari gangguan belajar.
  2. Kesulitan membaca dan kemampuan berbahasa adalah gangguan belajar pada anak yang paling umum. Sekitar 80% dari siswa dengan gangguan belajar mengalami masalah dengan membaca.
  3. Gangguan belajar pada anak tidak perlu dibingungkan dengan gangguan yang lain, seperti: keterbelakangan mental, autism, ketulian, kebutaan, dan gangguan perilaku. Tak satu pun dari kondisi di atas termasuk kategori gangguan belajar. Selain itu, kita pun tidak perlu bingung dengan kesempatan pendidikan untuk anak dengan gangguan belajar, hanya saja mereka memerlukan metode khusus.
  4. Gangguan atensi dan gangguan belajar sering kali terjadi pada saat bersamaan, tetapi kedua jenis gangguan tersebut tidak identik.

Bentuk gangguan belajar pada anak

Bentuk gangguan belajar pada anak yang paling umum, antara lain:

  1. Disleksia: gangguan yang berhubungan dengan bahasa, dimana anak memiliki kesulitan untuk memahami kata-kata tertulis. Gangguan ini juga biasa disebut sebagai gangguan membaca.
  2. Diskalkulia: gangguan matematikal, dimana anak perlu waktu lebih lama untuk memecahkan problem aritmatika dan menangkap konsep matematika.
  3. Disgrafia: gangguan menulis, dimana anak akan merasa sulit untuk mencoretkan sebuah huruf atau menulis dalam sebuah area yang telah ditentukan.
  4. Gangguan pengolahan auditori dan visual: gangguan dalam memahami bahasa meskipun dia mempunyai pendengaran dan penglihatan yang normal.
  5. Gangguan belajar nonverbal: gangguan neurologis yang berasal dari belahan otak kanan, menyebabkan masalah dengan fungsi proses visual-spasial, intuitif, organisasi, evaluatif, dan holistik. Tipikalnya, anak dengan gangguan belajar nonverbal sulit memahami ekspresi wajah, bahasa tubuh dan memiliki koordinasi yang kurang baik.

Kabar baik tentang gangguan belajar adalah bahwa para ilmuwan telah menambah pengetahuan mereka setiap hari. Penelitian mereka pun telah banyak memberikan harapan dan arahan yang menggembirakan. Jika orang tua, guru, dan professional lain sejak dini menemukan gangguan belajar anak dan langsung memberi bantuan yang tepat, maka langkah seperti ini akan memberi anak kesempatan untuk mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan untuk bisa menjalani kehidupan yang sukses dan produktif.

Cilegon, 8 Januari 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi

  1. Corinne Smith: Learning Disabilities A to Z; Free Press; 1st edition (June 12, 2000)
  2. Gary Fisher dan Rhoda Cummings: The School Survival Guide for Kids with Learning Disability (Self-Help for Kids Series); Free Spirit Publishing; 2nd edition (September 2000)
  3. Joan M Harwell dan Rebecca Williams Jackson: The Complete Learning Disability Handbook: Ready to-Use Strategies and Activities for Teaching Students with Learning Disability; Jossey-Bass; 3rd edition (October 20, 2008)
  4. Peg Dawson dan Richard Guare: Coaching Students with Executive Skills Deficits; The Guilford Press; 3rd edition (Februari 9, 2010)
  5. Types of Learning Disabilities. 2016. Learning Disabilities Association of America. http://ldaamerica.org/types-of-learning-disabilities/

Alergi Pada Anak

Alergi merupakan salah satu gangguan sistem imun akibat adanya reaksi sistem kekebalan tubuh yang berlebihan sehingga muncul gejala setelah terpapar suatu zat, yang bagi sebagian besar orang lain tidak menimbulkan masalah. Kondisi ini sering dikira merupakan akibat dari lemahnya daya tahan tubuh anak oleh para orang tua. Namun, justru penyakit ini muncul karena sang anak memilik sistem imun yang berlebihan terhadap zat tersebut.

Walaupun alergi dapat muncul pada semua usia, kondisi ini umumnya terlihat pertama kali saat masa kanak-kanak hingga dewasa muda. Kondisi ini biasanya diturunkan dari generasi sebelumnya.

Bagaimana Reaksi Alergi Pada Anak Terjadi?

Sistem imun anak terdiri dari sejumlah kumpulan sel yang tersebar pada organ-organ di seluruh tubuh. Pada keadaan normal, sistem imun bekerja untuk melindungi tubuh melawan penyakit dengan cara mencari dan menghancurkan penyusup asing, seperti virus dan bakteri. Pada reaksi alergi, sistem imun bertindak berlebihan dan berusaha melawan zat-zat yang normalnya tidak berbahaya, seperti serbuk bunga atau bulu binatang.

Penyebab

Anak-anak mengalami reaksi alergi setelah kontak dengan alergen atau zat pencetus alergi. Alergen ini dapat terhirup, termakan, atau masuk ke dalam tubuh melalui gigitan atau suntikan obat, atau melalui sentuhan dengan kulit. Reaksi alergi mungkin tidak langsung mucul saat pertama kali, tetapi muncul segera setelah kontak berikutnya atau setelah beberapa kali.

Sebagian anak memiliki kecenderungan alergi karena adanya riwayat alergi dalam keluarga, yang sering disebut dengan memiliki atopi. Anak-anak dengan atopi lebih mungkin menderita alergi karena tubuh mereka memproduksi antibodi (IgE) lebih banyak daripada anak normal.

Faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi seperti:

  • Tumbuh di rumah dengan perokok
  • Terkena kontak dengan tungau debu rumah
  • Memiliki binatang peliharaan
  • Mengonsumsi antibiotik tertentu

Laki-laki lebih memiliki kemungkinan memiliki atopi, juga bayi dengan berat lahir rendah. Namun alasannya belum diketahui dengan pasti.

Mengenal Alergen

Beberapa alergen yang umum misalnya:

  • Serbuk sari dari pepohonan, rerumputan, atau tumbuhan liar
  • Berbagai jenis jamur
  • Tungau debu rumah yang ada di tempat tidur, karpet, dan benda-benda rumah tangga lain yang rentan lembab
  • Bulu-bulu binatang seperti kucing, anjing, kuda, dan kelinci
  • Sejumlah jenis makanan dan obat-obatan atau bahan kimia
  • Racun dari gigitan serangga

Reaksi, Tanda dan Gejala Alergi Pada Anak

Reaksi alergi dapat terjadi dalam berbagai bentuk, pada sejumlah bagian tubuh, dan dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Sebagian reaksi alergi akan menghilang setelah masa kanak-kanak, sebagian lagi dapat menetap hingga menimbulkan reaksi yang cukup fatal.

Alergi

Diagram Reaksi Alergi

Anafilaksis merupakan suatu bentuk reaksi berat yang dapat berakibat fatal. Reaksi ini dapat meliputi gejala pada kulit, saluran pencernaan, dan pernapasan yang memberat dengan cepat hingga anak kesulitan bernapas dan mengalami gangguan sirkulasi. Biasanya reaksi anafilaksis dicetuskan oleh alergi makanan, obat-obatan (terutama golongan penisilin), racun gigitan serangga, latex, dan lain-lain.

Asma merupakan suatu penyakit kronik pada paru yang sering diderita oleh anak dengan alergi. Gejalanya dapat berupa batuk yang berkepanjangan, mengi, kesulitan bernapas, serta rasa tertekan di dada. Selain sejumlah alergen, serangan asma juga dapat dipicu oleh olah raga, udara dingin, infeksi virus, polusi udara, asap berbahaya, serta asap rokok.

Dermatitis kontak alergi adalah reaksi yang terjadi setelah alergen kontak dengan kulit anak. Bentuknya berupa bercak-bercak kering, kemerahan, gatal, dan dapat timbul lepuh pada kasus yang berat. Umumnya bercak-bercak timbul di bagian tubuh yang kontak dengan alergen. Umumnya bentuk ini berhubungan dengan racun-racun dari tanaman atau pepohonan, latex, deterjen dan pembersih, juga bahan-bahan kimia yang terdapat pada barang-barang rumah tangga.

Eksim atau dermatitis atopik merupakan salah satu jenis reaksi alergi pada kulit. Bentuknya berupa bercak-bercak kering kemerahan yang terasa gatal pada daerah lipatan-lipatan kaki, lengan, dan leher. Pada bayi, bercak-bercak ini umumnya bermula dari daerah pipi, belakang telinga, hingga daerah dada, lengan, dan kaki. Reaksi ini bertambah berat pada alergi makanan, atau kontak dengan alergen seperti serbuk bunga, tungau debu, dan binatang berbulu. Selain itu, kondisi ini juga dapat dicetuskan bahan iritan, infeksi, atau keringat.

Pada alergi makanan, gejala yang muncul amat bervariasi, dari muntah, diare, gatal-gatal (biduran), eksim, gangguan bernapas, hingga kemungkinan penurunan tekanan darah atau syok. Makanan yang paling sering menyebabkan reaksi alergi antara lain telur, kacang tanah, susu, kacang-kacangan, kedelai, ikan, gandum, polong-polongan, dan kerang-kerangan.

Alergi serbuk bunga atau dikenal dengan sebutan hay fever biasanya terjadi musiman. Serbuk dapat berasal dari pohon-pohonan, rumput-rumputan, dan tanaman liar lain. Gejalanya berupa hidung tersumbat, bersin-bersin, pilek, mata yang gatal dan berair, serta bengkak atau kemerahan di sekitar mata.

Urtikaria adalah gatal-gatal yang sering disertai dengan bercak-bercak kemerahan pada kulit, dikenal juga dengan sebutan biduran atau kaligata. Bercak-bercak biasanya berpindah-pindah dan menetap di satu tempat selama beberapa jam. Urtikaria dapat terjadi pada alergi makanan, infeksi virus, atau akibat obat-obatan seperti aspirin atau penisilin, walaupun terkadang penyebabnya tidak diketahui.

Sindrom alergi oral adalah sensasi gatal atau geli di dalam mulut, tenggorokan, dan/atau terlinga pada waktu tertentu atau setelah memakan makanan tertentu terutama buah-buahan mentah. Biasanya, jika telah dimasak makanan tersebut dapat ditoleransi dengan cukup baik.

Kapan Curiga Alergi?

Beberapa gejala dan tanda alergi mudah dikenali dengan adanya pola yang berulang setelah kontak dengan zat-zat tertentu. Beberapa lainnya lebih sulit karena tidak terlalu jelas dan dapat menyerupai kondisi atau penyakit lain. Berikut sejumlah petunjuk umum yang mungkin membantu

  • Bercak-bercak kemerahan yang timbul atau gatal dan menetap
  • Muncul biduran
  • Timbul gejala mirip selesma berulang atau kronik, seperti pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan tenggorokan berdahak, yang berlangsung lebih dari satu atau dua minggu, atau muncul pada periode yang sama setiap tahun (musiman)
  • Terlihat sering menggosok hidung, bersin-bersin, atau hidung meler
  • Mata yang gatal dan berair
  • Terdapat sensasi gatal atau geli di daerah mulut dan tenggorokan
  • Batuk, mengi, kesulitan bernapas, atau keluhan pernapasan lain
  • Muncul diare, kram perut, dan gejala pencernaan yang yang tidak dapat dijelaskan penyebabnya

Kapan Perlu ke Dokter?

Gejala-gejala pada reaksi alergi dapat menyerupai kondisi pada penyakit lain seperti pada keracunan makanan, reaksi obat, diare, atau gigitan serangga. Bawalah anak Anda ke dokter bila dalam tiga hari gejala yang dialaminya tidak menunjukkan perbaikan. Akan tetapi jika sebelum tiga hari, kondisi yang dialaminya mengkhawatirkan Anda, misalnya sesak napas, muntah, dan mengganggu aktivitasnya seperti gatal-gatal hebat di seluruh tubuh, maka segeralah bawa ke dokter.

Yang Dilakukan Dokter Anda

Untuk mendeteksi dan memastikan diagnosis alergi pada bayi dan balita, ada beberapa langkah yang akan dilakukan dokter. Dokter akan menggali lebih dalam tentang perjalanan penyakit, keluhan dan gejala, untuk menentukan kemungkinan-kemungkinan penyakit, termasuk riwayat alergi pada keluarga, dan seberapa sering keluhan anak muncul. Setelah itu, dilakukan pemeriksaan fisik dan, bila perlu, pemeriksaan penunjang, seperti tes alergi kulit, foto rontgen, pemeriksaan laboratorium, dan lainnya, untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain dan memastikan diagnosis alergi.

Penanganan alergi pada bayi dan balita harus dilakukan dengan benar dan berkesinambungan. Hal yang terpenting adalah menghindar dari faktor pencetus alergi. Pemberian obat secara terus-menerus bukanlah solusi. Perlu diketahui, secara teoritis, alergi tidak dapat dihilangkan. Frekuensi kambuhnya saja yang mampu dijarangkan atau dikurangi berat keluhannya.

Yang Dapat Anda Lakukan di Rumah

Cara paling baik untuk mencegah alergi adalah dengan mengetahui zat alergen bagi anak anda. Dengan begitu, anda dapat menjaga anak untuk menghidari kontak dengan alergen tersebut sehingga memperkecil kemungkinan kambuh. Selain itu, anda sebaiknya:

  • Menjaga agar rumah bersih dan kering kering mengurangi tumbuhnya jamur dan tungau debu
  • Hindari memelihara binatang dan tanaman di dalam rumah
  • Hindari semua benda yang diketahui menyebabkan alergi pada anak anda
  • Jangan biarkan ada yang merokok di sekitar anak anda, terutama di rumah dan sekitarnya, serta di mobil anda
  • Kunjungi dokter anda untuk mengetahui obat yang aman dan efektif untuk membantu meringankan atau mencegah gejala alergi

Terapi Alergi pada Anak

Obat alergi yang paling umum digunakan adalah golongan antihistamin. Antihistamin meredam reaksi alergi dengan cara menekan efek histamin pada jaringan tubuh, sehingga mengurangi rasa gatal, bengkak, dan produksi lendir. Bergantung kepada beratnya reaksi alergi, dokter akan memberikan jenis dan dosis antihistamin yang sesuai pada masing-masing anak. Beberapa jenis antihistamin dapat menimbulkan kantuk, sehingga disarankan untuk diminum saat sore hari.

Golongan kortikosteroid juga efektif untuk meredakan gejala. Obat ini tersedia dalam bentuk obat-obat kulit, semprot hidung, obat hisap asma, obat minum pil ataupun cair. Krim dan salep kortikosteroid sering diberikan untuk mengobati eksim pada anak. Semprot hidung sangat efektif untuk mengobati gejala pada hidung.

Untuk beberapa kasus, tersedia pengobatan berupa imunoterapi yaitu memberikan zat alergen kepada anak, dengan cara disuntik atau dengan obat bawah lidah. Tujuannya untuk mengubah reaksi sistem imun dan mengurangi respon terhadap alergen. Setelah imunoterapi, anak biasanya merasa gejala alerginya berkurang dan membaik.

Komplikasi

Anak yang menderita alergi berat dan tidak dikontrol dapat beresiko mengalami anafilaksis atau serangan asthma yang dapat mengancam jiwa. Selain itu, gejala alergi yang berulang dapat membuat anak rentan mengalami infeksi seperti sinusitis, infeksi telinga, paru-paru, kulit, dll. 

Pencegahan

Pencegahan paling efektif ialah menghindari zat pencetusnya. Selain itu, pengaturan pola makan seperti memberi ASI juga dapat mencegah alergi sejak dini.

Pada anak yang telah memiliki alergi diharapkan untuk menghindari alergen seperti makanan, debu, bulu hewan atau serangga. Bila anak dibawa ke dokter, sampaikan bila ada alergi obat tertentu seperti penisilin atau golongan analgesik.

Para ibu tidak harus menghindari makanan-makanan tertentu pada saat hamil dan menyusui, tetapi dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk konsumsi kacang tanah. Para ahli sepakat agar para ibu memberikan ASI eksklusif hingga 6 bulan. Untuk bayi-bayi berisiko tinggi (yaitu bayi dengan minimal satu orang tua atau saudara kandung dengan penyakit alergi) yang tidak dapat menyusui secara eksklusif, lebih baik menggunakan susu formula terhidrolisa yang terlihat lebih memiliki keuntungan dalam mencegah penyakit alergi dan alergi susu sapi. Makanan pendamping ASI diberikan tidak kurang dari usia 4 bulan (pada kasus-kasus tertentu atas rekomendasi dokter yang kompeten) hingga selesai masa ASI ekslusif pada usia 6 bulan. Konsultasikanlah kepada dokter dan ahli gizi mengenai pola makan dan menu yang baik sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak anda.

12/24/2015
Reqgi First Trasia, dr.

Editor : Farah Suraya, dr.

Referensi :

  1. Muraro A, et al. 2004. Dietary Prevention of Allergic Disease in Infant and Children: A multidisciplinary review of literature. Paediatr; 15: 196-205
  2. Greer FR, et al. 2008. Effect of Early Nutritional Intervention on the Development of Atopic Disease in infant and Children. Pediatric; 121: 183-191
  3. De Silva D, et al. 2013. Preventing Food Allergy: Protocol for A Rapid Systematic Review. Clinical Transl Allergy; 3: 10
  4. Kramer MS, et al. 2012. Maternal Dietary Allergen Avoidance During Pregnancy or Lactation for Preventing or Treating Atopic Disease in Child. 9:CD0133
  5. Eveline, Nanang. 2010. Panduan Pintar Merawat Bayi dan Balita. Jakarta : Wahyu Media. Pg 127
  6. Allergies [Internet]. HealthyChildren.org. [cited 2015 Dec 23]. Available from: http://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/allergies-asthma/Pages/Allergies.aspx
  7. Allergies Health Center [Internet]. WebMD. [cited 2015 Dec 23]. Available from: http://www.webmd.com/allergies/
  8. Boyce JA, Assa’ad A, Burks AW, Jones SM, Sampson HA, Wood RA, et al. Guidelines for the Diagnosis and Management of Food Allergy in the United States. J Allergy Clin Immunol. 2010 Dec;126(6 0):S1–58.
  9. Prevention of Allergy and Allergic Asthma. Geneva: World Health Organization; 2003.
  10. Fleischer DM, Spergel JM, Assa’ad AH, Pongracic JA. Primary prevention of allergic disease through nutritional interventions. J Allergy Clin Immunol Pract. 2013 Jan;1(1):29–36.
  11. Ruby Pawankar, Giorgio Walter Canonica, Stephen T. Holgate, Richard F. Lockey. White Book on Allergy [Internet]. United States of America.: World Allergy Organization (WAO); 2011. Available from: http://www.worldallergy.org/UserFiles/file/WAO-White-Book-on-Allergy_web.pdf
Liburan

Liburan Sehat Bersama Anak

Tak jarang ada ibu yang merasa bahwa bepergian bersama balita itu sungguh merepotkan. Pergi ke supermarket untuk belanja mingguan saja membutuhkan perencanaan cermat dan jitu, apalagi bepergian ke tempat yang lebih jauh. Tapi percaya deh, sebenarnya liburan tidak serepot itu!

Persiapan sebelum liburan

Pertama-tama sebelum mengajak buah hati kita liburan lihat dulu kesehatan anak. Seberapa sering balita Anda harus dibawa ke dokter? Apakah si kecil sering sakit atau kelihatan lemas lesu? Apakah dia punya alergi terhadap bahan tertentu? Atau dia anak yang lincah dan sehat? Sebagai catatan, anak dengan daya tahan tubuh rendah bukan berarti tidak bisa diajak jalan-jalan. Anda hanya perlu lebih berhati-hati. Sebaiknya sebelum mengajak ia liburan, konsultasilah terlebih dahulu dengan dokter.

Setelah itu, cari informasi tentang daerah tempat Anda berlibur. Bukan hanya info kuliner, wisata atau hotel, tetapi juga cuaca, perbedaan waktu, sampai resiko penyakit yang sering menjadi masalah di daerah tersebut. Sebab, ada beberapa tempat yang sebaiknya Anda dan buah hati perlu divaksinasi sebelum mengunjungi daerah tersebut. Sebagai contoh vaksin meningitis bila Anda mengunjungi Saudi Arabia, vaksin Influenza, vaksin Japanese Encephalitis bila mengunjungi Jepang,  dsb. Informasi vaksin yang dibutuhkan saat Anda dan buah hati akan ke luar negeri bisa dilihat di situs CDC. Jangan lupa lengkapi imunisasi Anak sesuai jadwalnya. Tanyakan pada dokter untuk pilihan vaksinasi terbaik bagi situasi dan kondisi yang akan dihadapi anak Anda.

Selain itu, Anda sebaiknya menghindari mengajak balita ke daerah yang rawan malaria. Hal ini disebabkan balita Anda lebih mudah mengidap malaria berat daripada orang dewasa karena kekebalan tubuhnya yang masih rentan. Bila memang Anda sekeluarga perlu pergi ke tempat rawan malaria, konsultasikan ke dokter mengenai perlu tidaknya obat pencegahan malaria.

Ke Dokter vs Tidak ke Dokter

Meskipun banyak buku panduan menyarankan orangtua membawa balitanya ke dokter sebelum bepergian jauh, rupanya kebanyakan orang tua merasa hal itu tidak perlu. Para orangtua yang tidak membawa balitanya ke dokter punya alasan bahwa anaknya relatif sehat, bisa menghemat biaya dokter, dan obat-obatan generik untuk sakit ringan dijual di pasaran. Sedangkan mereka yang pergi ke dokter sebelum liburan punya alasan:

  • Anak sudah cocok dengan obat-obatan dari dokter langganan
  • Belum tentu reaksi yang diberikan sama dengan obat dari dokter lain atau obat yang dijual bebas
  • Belum tentu ada dokter anak yang cocok di tempat tujuan, sekiranya anak jatuh sakit disana
  • Mungkin ada hambatan Bahasa atau budaya di tempat tujuan yang bisa mempersulit kita menjelaskan sakit yang diderita si kecil
  • Dokter bisa menjelaskan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi dalam perjalanan.

Apapun pilihan Anda (ke dokter atau tidak) , pastikan Anda mempersiapkan obat-obatan pertolongan pertama untuk anak dalam perjalanan. Misalnya :

  1. Obat-obatan khusus yang diresepkan dokter (misalnya obat asthma, alergi, dsb)
  2. Obat demam, nyeri atau radang seperti paracetamol atau ibuprofen
  3. Oralit bila anak mencret
  4. Lotion kalamin untuk mengurangi gatal
  5. Hidrokortison krim 1% untuk iritasi kulit ringan, seperti gatal yang disebabkan oleh gigitan serangga
  6. Obat alergi, seperti antihistamin dan obat yang diresepkan dokter bila anak Anda mempunyai alergi berat (seperti Epinefrin suntik/EpiPen®)
Travel Kit Liburan

Travel Kit Liburan

Selain itu, Anda sebaiknya juga membawa :

  1. Thermometer
  2. Plester, antiseptic pembersih luka
  3. Cairan pencuci tangan (hand sanitizer)
  4. Lotion pelindung sinar matahari
  5. Minyak hangat, seperti minyak telon atau minyak kayu putih. Hati-hati bila memberikan pada bayi. Jangan beri di daerah wajah.
  6. Obat nyamuk lotion, terutama bila Anda hendak pergi ke daerah rawan demam berdarah dengue atau malaria. Menurut The American Academy of Pediatrics, lotion nyamuk untuk anak yang digunakan ialah yang mengandung DEET dalam dosis kecil (<30%). Namun, lotion ini tidak boleh digunakan anak di bawah 2 tahun. Sebaiknya tanyakan pada dokter/farmasi untuk informasi selengkapnya.

Pastikan perlengkapan ’emergensi’ ini diletakkan dalam tas jinjing yang bisa dengan mudah dan cepat dijangkau bila diperlukan sewaktu-waktu. Jangan masukkan ke dalam koper atau bagasi karena perlengkapan ini akan sulit diakses. Saat berkendaraan menggunakan pesawat atau mobil, tetap perhatikan kaidah keamanan membawa anak berkendaraan.

Saat Liburan

Ayah bunda tetap menjaga kesehatan yah meskipun sedang liburan. Ajarkan juga Anak untuk berperilaku hidup sehat dimanapun ia berada. Ingatkan ia untuk cuci tangan sebelum makan atau sesudah buang air. Bila sedang jauh dari tempat air mengalir, hendaknya ajarkan anak untuk cuci tangan menggunakan hand sanitizer berbahan alkohol.

Saat makan, hendaklah memilih tempat jajan yang bersih. Makan makanan yang dimasak sempurna juga masih panas dan cuci buah-buahan dan sayur dalam air yang bersih. Selain itu, pastikan ayah ibu memperhatikan kebersihan air. Minumlah dari air kemasan yang di segel sempurna atau air yang telah dimasak/disterilkan. Air minum yang kurang bersih dapat menjadi sarang kuman penyebab diare. Terlebih lagi bila buah hati Anda meminum susu botol dengan air atau dot yang kurang bersih. Bila Anda membawa bayi, tetap susui ia seperti biasa.

Jika Anda membawa buah hati ke pantai, kolam renang atau apapun jenis wisata air, perhatikan petunjuk keselamatan bermain air bersama anak.

Bila Anak sakit

Imunisasi sudah, obat-obatan juga sudah dibawa. Tapi kenapa balita tetap sakit ya? Memang meskipun orangtua sudah persiapkan kesehatan anak dengan baik, bukan berarti semua aman. Umumnya karena excited berada di tempat baru, anak menjadi super lincah hingga kelelahan. Selain itu, pola aktivitas dan makanan yang berubah di tempat liburan membuat anak mudah jatuh sakit. Biasanya penyakit yang melanda si kecil bukanlah penyakit berat, misalnya pilek, batuk, atau sakit perut. Tapi namanya juga sakit, tentu anak akan tetap merasa sangat terganggu.

Berikut penyakit ringan yang mungkin diderita anak saat berlibur:
Batuk Pilek
Penyebab : cuaca buruk, terpapar angin kencang, berada di keramaian sehingga tertular yang sudah sakit, kurang menjaga kebersihan
Penanganan : makanan dan minuman hangat, istirahat, minyak hangat pada badan atau kaki (hati-hati pemberian pada anak kurang dari 2 tahun. Hindari memberikan di sekitar wajah atau leher).

Sakit perut (diare, sembelit, maag)
Penyebab : salah makan, kurang menjaga kebersihan, kurang minum, terlambat makan
Penanganan : makanan lembut dan hangat, istirahat, minyak hangat pada perut, oralit, ke dokter bila terus muntah atau mencret.

Kelelahan dan sakit kepala
Penyebab : terlalu banyak main, terpapar angin kencang, cuaca buruk
Penanganan : istirahat, minyak hangat, pijat lembut, pertimbangkan beri obat anti nyeri bila sakit belum reda.

Luka lecet
Penyebab : jatuh saat bermain
Penanganan : bersihkan luka lalu obati dengan antiseptic seperti betadine atau povidon iodine.

Mual dalam perjalanan

Tips mengurangi mual dalam perjalanan:

  • Mintalah anak untuk tidak terlalu banyak bergerak. Pergerakannya yang tidak sinkron dengan gerakan kendaraan bisa membuatnya mual.
  • Mintalah anak untuk tidak membaca, menonton TV/DVD bila perangkat ini tersedia di kendaraan, karena upaya terus-menerus memfokuskan mata pada titik yang dekat sementara kendaraan bergerak membuat kita pusing dan mual.
  • Beberapa jenis makanan dapat mengurangi mual karena mabuk perjalanan, antara lain biskuit tawar, serealia kering, dan permen jahe
  • Selalu sediakan minyak telon atau minyak kayu putih. Aroma segarnya bisa mengurangi mual
  • Pijatlah anak dengan lembut
  • Mintalah anak untuk mencoba tidur agar mualnya berkurang.
  • Pertimbangkan memberi obat anti atas anjuran dokter bila hal-hal di atas tidak mengurangi rasa mual.

Bagaimana? Apa Anda masih ragu untuk membawa anak liburan? Semoga tips ini bermanfaat ya ayah bunda

Cilegon, 1 Oktober 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi:

1. Widjayanto, Donna. 2011. Travelling with Tots. Gramedia Pustaka. Jakarta
2. LLC. 2011. Survival Guide for Travelling with Children. www.travel-tot.com
3. Enid Zwerts, et al. 2010. How children view their travel behavior: a case study from Flanders (Belgium). Elsevier Journal
4. Government of Canada. 2015. Travel health kit. http://travel.gc.ca/travelling/health-safety/kit
5. Government of Canada. Tips for healthy travel with children. 2015. http://travel.gc.ca/travelling/health-safety/children
6.American Academy of Pediatrics. 2012. Choosing an Insect Repellent for Your Child. https://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/at-play/Pages/Insect-Repellents.aspx
7. Baby center. 2014. Travel first-aid checklist. http://www.babycentre.co.uk/a6996/travel-first-aid-checklist

Gizi Anak Sekolah

7 Rekomendasi Gizi Untuk Anak Sekolah

Anak sekolah menurut WHO (World Health Organization) ialah anak yang berusia antara 7-15 tahun. Pada masa ini nafsu makan dan kebutuhan nutrisi anak meningkat secara alami. Hal ini disebabkan karena anak masih dalam masa pertumbuhan dan aktivitas anak semakin padat. Namun, dalam periode ini pemberian asupan makanan pada anak tidak selalu dapat dilaksanakan dengan sempurna. Anak mulai mudah terpengaruh lingkungan sekitarnya termasuk dalam hal jajan dan pemilihan makanan. Bila orangtua kurang jeli memperhatikan konsumsi anak, dikhawatirkan makanan pilhan anak yang kurang sehat mungkin dapat mengakibatkan penyakit dan mengganggu perkembangan potensinya.

Tantangan Seputar Makan Pada Anak Sekolah

Saat anak mulai mengeksplorasi dunia sekolah, anak mulai ingin mencicip-cicipi sesuatu hal yang baru. Ia juga mulai punya selera sendiri tentang makanan kesukaan. Makanan yang ia pilih biasanya dipengaruhi oleh kondisi tubuhnya sendiri (misal ada penyakit alergi tertentu) dan lingkungan sekitarnya. Tentu yang terdekat ialah kebiasaan di keluarga. Selain itu, pengaruh dari teman sebaya, iklan di media massa, atau tren sosial juga mempengaruhi apa yang ia hendak makanan. Sayangnya, tidak semua pengaruhi ini berdampak baik. Terkadang anak juga terjebak dalam memilih jajanan yang tidak sehat. 

Menurut Kepmenkes RI no 942, jajanan ialah :

Makanan dan minuman yang diolah oleh pengrajin makanan di tempat penjualan atau disajikan sebagai makanan siap santap untuk dijual kepada masyarakat selain yang disajikan jasa boga, rumah makan, atau hotel.

Anak yang terbiasa untuk jajan cenderung malas makan makanan yang bergizi. Selain itu, tidak jarang kita temukan anak yang menderita diare, sakit perut, bahkan dirawat karena demam tifoid. Tentu bukan hanya mempengaruhi performa sekolah dan kecerdasan anak. Jajanan yang kurang sehat bisa jadi menimbulkan dampak serius yang mengancam kesehatan. Beberapa penyebab anak suka jajan antara lain:

  • Faktor dalam keluarga, misalnya orangtua yang kurang jeli memperhatikan makanan anak, orangtua yang terlalu sibuk atau kebiasaan makan yang kurang baik di keluarga.
  • Faktor dari anak sendiri, seperti kejiwaan dan selera yang berbeda-beda.
  • Makanan itu sediri, seringkali bentuk dan rasa jajanan lebih menarik perhatian anak dan lebih gurih

Menanggapi hal ini, penting bagi orangtua untuk lebih jeli mengawasi pola makan anak sehari-hari. Pahami rekomendasi gizi untuk anak sekolah agar ia mendapatkan nutrisi yang optimal

Rekomendasi Gizi Anak Sekolah

Ada lima rekomendasi gizi yang perlu diperhatikan untuk anak sekolah, yaitu:

1. Konsumsi menu gizi seimbang.
Pada prinsipnya anak sekolah harus mengonsumsi menu gizi seimbang yang terdiri semua zat gizi, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air. Untuk memenuhi gizi seimbang anak sekolah, konsumsi makanan pokok seperti nasi, pasta, kentang; sumber protein seperti ikan, ayam, daging; sayur dan buah; sumber lemak yang sehat; dan air.

gambar piramida makanan & pedoman gizi seimbang

Pedoman Gizi Seimbang

2. Sesuaikan konsumsi zat gizi dengan angka kecukupan gizi.

Kebutuhan gizi anak berbeda untuk setiap umur, jenis kelamin dan aktivitas. Secara garis besar, kebutuhan kalori anak sekolah berkisar antara :

  • 4-8 tahun : 1,200-1,400 kalori
  • 9-13 tahun (perempuan): 1,600 kalori
  • 9-13 tahun (laki-laki): 1,800 kalori
  • 14-18 tahun (perempuan): 1,800 kalori
  • 14-18 tahun (laki-laki): 2,200 kalori

Kebutuhan kalori ini didapatkan dari sumber karbohidrat, lemak dan protein. Karbohidrat merupakan sumber utama energi yang digunakan tubuh. Anak perlu mengkonsumsi karbohidrat 45-65% dari total kalori yang diperlukan.

Lemak juga diperlukan untuk sumber energi, mengangkut vitamin dan sumber asam lemak esensial (lemak yang tidak bisa dihasilkan dari tubuh). Sebanyak 60% dari otak anak ialah lemak. Kebutuhan lemak total untuk anak sekolah ialah 23-35% dari kebutuhan kalori.

Protein juga penting dipenuhi untuk pertumbuhan yang optimal, pengaturan hormon, sistem kekebalan tubuh dan memperbaiki sel tubuh yang rusak. Anak sekolah perlu mengkonsumsi 10-30% dari total kalori yang dibutuhkan.

Selain kalori, anak juga membutuhkan vitamin dan mineral seperti besi, zinc dan kalsium. Anak sekolah usia 7-15 tahun membutuhkan kalsium 1.000-1300 mg per hari. Itu merupakan kebutuhan tertinggi sepanjang hidup mereka karena pada usia tersebut anak dalam pertumbuhan tinggi badan yang pesat sehingga membutuhkan kalsium yang banyak untuk pertumbuhan tulangnya. Kebutuhan zat besi pada anak perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki karena zat besi dibutuhkan untuk persiapan periode mentruasi bagi wanita.

Berikut ini contoh takaran harian makanan anak sekolah:

anak skolah

Takaran piring setiap anak makan kira-kira memenuhi kaidah ini. 1/2 porsi diisi dengan sayuran, 1/4 sumber protein (tahu, tempe, ikan, ayam, daging, dsb), 1/4 piring lagi diisi sumber karbohidrat (misal nasi). Jadi bukan lebih banyak karbohidrat. Tentu takaran piring ini disesuaikan dengan kebutuhan anak yah, ayah ibu.

meal_plan3

Proporsi Piring Anak Sekolah

3. Selalu sarapan pagi.
Sarapan pagi merupakan pasokan energi untuk otak yang paling baik agar dapat berkonsentrasi di sekolah. Hal ini disebabkan saat bangun pagi, gula darah dalam tubuh anak cenderung menurun karena metabolisme tubuh tetap bekerja saat anak tidur.

4. Sediakan cemilan

Cemilan ialah makanan selingan di antara sarapan, makan siang dan makan malam. Cemilan juga penting sebagai komponen gizi anak. Sehingga menyediakan cemilan sehat perlu direncanakan sebagai bagian dari kebutuhan kalori. Contoh cemilan sehat misalnya buah segar, keju, biskuit, susu, 100% jus buah, yoghurt, dl.

5. Hindari minuman manis

Minuman manis mengandung gula yang amat banyak. Sehingga bisa menyebabkan obesitas pada anak. Minuman manis juga mengurangi nafsu makan anak terhadap makanan/minuman sehat seperti susu. Contoh minuman mans misalnya sirup, minuman soda, teh, minuman kaleng/kemasan, minuman buah, dsb. Anak paling baik minum air putih dibandingkan minuman manis.

6. Makanan segar lebih baik

Makanan yang terlalu gurih karena penguat rasa atau pemanis buatan dapat menyebabkan rasa kenyang dan menurunkan nafsu makan. Sehingga selera makan anak terhadap makanan sehat bisa saja berkurang. Meskipun masih kontrovesial, pengawet, pewarna atau pemanis buatan juga diduga kurang baik terhadap kesehatan anak.

 7. Pastikan keamanan makanan!

Ada dua hal yang penting orangtua perlu perhatikan terkait keamanan makanan, yaitu resiko tersedak dan infeksi. Pada anak yang lebih muda, hindari makanan yang mudah membuat tersedak. Ajari anak untuk duduk yang baik dan tidak bicara saat mengunyah makanan. Perhatikan juga kebersihan makanan. Selalu cuci tangan dan bersihkan alat makan sebelum menyajikan makanan pada anak. Biasakan juga untuk mengajaknya cuci tangan sebelum dan sesudah makan. Hati-hati dengan jajanan di sekitar lingkungannya. Lebih aman membawakan anak bekal jika Anda tidak yakin dengan kebersihan jajanan di sekolah anak.

Semoga bermanfaat.
Reqgi First Trasia, dr.

11/26/2015

Referensi :

  1. Robert Russels, et al. 2001. Dietary Reference Intakes for Vitamin and Mineral. Institute of Medicine. National Academy Press. Washington.
  2. United States Department of Agriculture and Health and Human Services. 2010. Dietary Guidelines for Americans. Washington DC.
  3. Vernon, R Young, et al. 1998. Dietary Reference Intakes of Vitamin and Minerals. Institute of Medicine. National Academy Press. Washington DC.
  4. Nnakwe EN. 2009. Community Nutrition. Planning Health Promotion and Disease Prevention. Jones and Bartlett Publishers. Sudbury, Massachusetts, Boston, Toronto, London.
  5. Jakes HCM, Drake JL, Bundy Pad. 2008. School Health, Nutrition and Education for All Leveling The Playing Field. CABI Publishing. USA.
  6. Gunde R. 2004. School Children in the Developing World: Health, Nutrition, and School Performance. UCLA International Institute.
  7. Childhood Nutrition [Internet]. HealthyChildren.org. [cited 2015 Nov 26]. Available from: http://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/Childhood-Nutrition.aspx
  8. Gidding SS, Dennison BA, Birch LL, Daniels SR, Gilman MW, Lichtenstein AH, et al. Dietary Recommendations for Children and Adolescents: A Guide for Practitioners [Internet]. [cited 2015 Jul 31]. Available from: http://pediatrics.aappublications.org
  9. The Truth about 7 Common Food Additives [Internet]. WebMD. [cited 2015 Nov 26]. Available from: http://www.webmd.com/diet/the-truth-about-seven-common-food-additives

Cara Mengatasi Demam Pada Anak

Sekilas Tentang Demam

Demam pada anak cukup sering dialami. Seperti halnya batuk, muntah dan diare, sebenarnya demam bukanlah penyakit. Demam merupakan sebuah gejala yang menunjukkan bahwa sedang terjadi sesuatu di dalam tubuh. Anak dikatakan demam bila suhu tubuhnya di atas 37,5oC saat diukur dari mulut dan 38oC saat diukur dari dubur. Umumnya, demam bukan kondisi yang berbahaya bagi jiwa. Justru demam merupakan bukti bekerjanya mekanisme pertahanan tubuh dalam mengatasi infeksi. Mencari tahu penyebab demam sangat penting artinya bagi orang tua. Dengan demikian, langkah-langkah penanganan terhadap anak pun dapat dilakukan.

Proses Terjadinya Demam

Peningkatan suhu tubuh saat demam dikarenakan dalam tubuh terdapat molekul kecil bernama pirogen (sebagai zat pencetus panas). Terjadinya peningkatan pirogen disebabkan oleh infeksi, radang, alergi, tumbuh gigi, atau dampak pemberian imunisasi tertentu. Ketika terkena infeksi, tubuh sengaja menciptakan demam sebagai upaya membantu menyingkirkan infeksi. Caranya dengan mengerahkan sel darah putih (leukosit) sebagai pasukan khusus dalam sistem kekebalan tubuh. Agar daya gempurnya tinggi terhadap infeksi, sel darah putih butuh sokongan pirogen. Sebenarnya ada dua tugas pirogen:

  1. Menuntun sel darah putih ke tempat infeksi
  2. Meningkatkan suhu tubuh melalui demam dengan tujuan menghambat pertumbuhan kuman.

Bila anak mengalami demam, biasanya diawali oleh tubuh menggigil. Lalu dengan cepat suhu meningkat di atas suhu yang normal. Suhu itu menetap dan akhirnya menurun. Anak yang sedang demam biasanya rewel, sulit tidur, dan tidak mau makan.

Demam Pada Anak : Kapan Perlu ke Dokter?

Cara Mengatasi Demam Pada Anak

Cara Mengatasi Demam Pada Anak

Saat anak mengalami demam, berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan orang tua sebelum ke dokter:

  1. Pastikan sirkulasi udara ruangan tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Kipas angin dapat pula difungsikan disini.
  2. Beri pakaian yang mampu menyerap keringat. Jangan terlalu tebal atau tipis.
  3. Teruskan pemberian gizi yang seimbang.
  4. Sebaiknya jangan terburu memberikan obat demam apabila panasnya tidak terlalu tinggi. Sebab naiknya suhu tubuh merupakan salah satu mekanisme pertahanan tubuh terhadap virus.
  5. Beri banyak minum, termasuk ASI bagi bayi yang masih menyusui. Hal ini sebagai antisipasi jika terjadi komplikasi dehidrasi. Dengan minum banyak, akan memulihkan cairan tubuh yang mungkin berkurang akibat dehidrasi.
  6. Lakukan pengompresan saat suhu tubuhnya meningkat, bahkan mencapai 40o C. sebaiknya mengompres dilakukan dengan mendudukan anak di bath tub (bak mandi) dengan air hangat (30-32oC C). beri mainan jika ia menolak didudukkan. Atau dapat juga membasuhkan waslap yang telah dicelup air hangat ke sekujur tubuhnya.
  7. Pada balita yang sudah agak besar, jika suhu tubuhnya melebihi 38o C dan terus menerus rewel atau tidak nyaman, cobalah beri obat penurun panas khusus anak. Sebaiknya jangan memberi aspirin karena akan berdampak buruk pada hati. Berilah paracetamol atau ibuprofen dengan tetap mematuhi aturan pemakaian. Hentikan jika suhu tubuh kembali normal.

Sebaiknya orangtua segera membawa anak ke dokter bila menemukan tanda-tanda ini saat anak demam.  Semoga bermanfaat.

Reqgi First Trasia, dr.

11/23/2015

Referensi:
1. Efstathiou SP, Pefanis AV, Tsiakou AG, et al. 2010. Fever of Unknown Origin: Discrimination between Infectious and Non-infectious Causes. Eur J Intern Med; 21:137
2. Tolan RW Jr. 2010. Fever of Unknown Origin: a diagnostic Approach to this Vexing Problem. Clinical Pediatry, Philadelphia; 49:207-213
3. Joshi N, et al. 2008. Clinical Spectrumof Fever of Unknown Origin among Indian Children. Ann Trop Paediatric ; 28: 261-266
4. Iwanczak B, et al. 2007. Management of Fever Without Source in Children. Przegl Lek; 64 (Suppl3):20-24
5. Eveline, Nanang. 2010. Panduan Pintar Merawat Bayi dan Balita. Jakarta : Wahyu Media. Pg 120

Tanda Balita Sehat dan Balita Sakit

Kondisi balita yang senantiasa sehat tentu menjadi dambaan setiap orang tua. Dengan begitu proses tumbuh kembang bayi dan balita dapat berlangsung lebih optimal. Sementara jika sang buah hati dirundung sakit, terlebih lagi jika sering, proses tumbuh kembangnya pun akan terganggu. Berikut ini tanda balita sehat dan sakit yang perlu orangtua ketahui.

Tanda Bayi dan Balita Sehat

Bayi dan balita sehat umumnya ditandai oleh:

  • Matanya yang cemerlang saat menatap
  • Bergerak aktif, di mana gerakannya itu melibatkan tubuh, kepala, kaki, dan tangan secara seimbang. Terlihat lincah dan antusias jika diajak bermain.
  • Nafsu makannya baik
  • Tangisannya cukup bertenaga dan mudah ditenangkan lagi
  • Senantiasa responsif (tersenyum dan tertawa) ketika diajak bicara
  • Suhu tubuh normal yaitu 36,5-37,5oC saat diukur dengan termometer dari mulut
  • Kulitnya bersih. Jika terjadi luka goresan mudah sembuh
  • Giginya putih cemerlang. Warna gusinya merah muda dan tidak mudah berdarah
  • Kukunya kuat dan berwarna agak kemerahan
  • Rambut tidak kusam dan rontok
  • Tidurnya nyenyak dalam waktu yang cukup
  • Buang air besar dan kecil lancar

Tanda Bayi dan Balita Sakit

Sementara pada bayi dan balita yang sakit umumnya ditandai oleh:

  • Matanya tidak cemerlang dan terlihat sayu
  • Terlihat lemas dan malas bergerak
  • Lebih banyak tidur dari biasanya dan sulit untuk dibangunkan
  • Kurang respon terhadap lingkungan
  • Malas menyusui, minum dan makan
  • Suhu tubuh lebih dari 37,5oC saat diukur dengan termometer dari mulut. Hati-hati bila saat anak demam kulit teraba dingin atau anak menjadi diam dan lesu
  • Anak kesulitan bernafas yang ditandai nafas menjadi cepat, nafas berbunyi, dan usaha nafas anak meningkat (sampai terlihat anak nafas dari mulut, anak mengangkat pundak saat bernafas atau terlihat cekungan pada perut).
  • Menjadi rewel dan sulit ditenangkan
  • Kulit terlihat pucat, membiru atau berbintik-bintik
  • Muncul ruam-ruam di kulit yang biasanya tidak ada
  • Diikuti gejala susulan seperti hidung berair, batuk, muntah, mencret, kejang dan lain-lain, tergantung dari penyakit yang dialaminya.

Memang bayi dan balita umumnya sangat rentan terhadap beragam penyakit. Apalagi jika orangtua kurang optimal mencurahkan perhatian pada kesehatannya. Kecukupan asupan gizi yang tepat dan berimbang, jadwal imunisasi yang terpenuhi dengan baik, perawatan keseharian yang memadai, serta pembiasaan sikap hidup bersih dan sehat dalam keluarga, sangat menentukan kualitas kesehatan bayi dan balita Anda.

Namun, ada kalanya bayi dan balita tetap mengalami gangguan kesehatan, padahal perawatan telah diberikan secara optimal. Hal itu dapat terjadi karena beragam faktor. Misalnya penularan penyakit oleh virus atau bakteri yang terbawa melalui air atau udara, sistem kekebalan tubuh bayi yang sedang menurun, adanya faktor bawaan (genetik) dari orangtua, adanya wabah tertentu yang menyerang suatu daerah, dan sebagainya.

Untuk itu, kepekaan dan kewaspadaan orang tua terhadap gejala awal penyakit yang diderita anak menjadi sangat penting. Di samping itu, moto mencegah lebih baik daripada mengobati kian relevan bagi keluarga dalam merawat dan membesarkan anak. Jangan lupa untuk membawa bayi balita anda ke tenaga kesehatan untuk diperiksa. Hindari mengobati anak sendiri tanpa informasi keamanan cara dan produk yang jelas. Semoga bermanfaat

Depok, 17 September 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi:

  1. J Robinson, et al. 2014. Evidence-Based Child Health: A Cochrane Review Journal. USA
  2. Eveline, Nanang. 2010. Panduan Pintar Merawat Bayi dan Balita. Jakarta : Wahyu Media. Pg 118
  3. Does your child have a serious illness?. NHS UK. 22/04/2014 http://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/pages/spotting-signs-serious-illness.aspx#close