Bantuan Hidup Dasar Bayi & Anak

Tentunya kita tidak pernah menginginkan kecelakaan terjadi pada buah hati kita ya, ayah bunda. Namun, pernahkah ibu atau ayah bayangkan apabila dihadapkan pada situasi kritis yang menyebabkan anak berhenti nafas atau jantung secara tiba-tiba? Pastinya kita akan panik atau bingung bahkan mungkin saja melakukan tindakan yang malah justru berbahaya bagi anak.. Selama ini mungkin kita hanya lihat dari sinetron tentang tindakan penyelamatan pada anak. Tapi sayangnya apa yang ditayangkan tidak bersifat edukatif dan seringkali tidak sesuai dengan rekomendasi medis. Lalu, bagaimana cara tindakan pertolongan pertama pada henti nafas dan jantung pada anak? Sebagai orangtua bijak, penting disimak ya agar kita bisa siap kapanpun dan dimanapun..

Istilah Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau di luar negeri dikenal dengan CPR (Cardio Pulmonary Resucitation) adalah tindakan kegawatdaruratan untuk mempertahankan pasokan oksigen ke otak dan jantung pada saat seseorang tidak sadarkan diri dengan tidak bernapas atau tidak ada denyut jantung. Tindakan ini bukanlah untuk mengembalikan napas atau denyut jantung seseorang, namun hanya untuk memberikan aliran darah sebagian secara buatan untuk memperlambat kerusakan otak dan jantung. Pada kasus tenggelam, kecelakaan, atau tersedak dengan kondisi anak tidak bernapas atau tidak ada denyut jantung, sesuai dengan rekomendasi American Heat Association 2010 mengenai bantuan hidup dasar anak , dapat dilakukan tindakan berikut ini:

  • Pastikan keamanan penyelamat dan korban. Pada kasus misalnya kecelakaan, sebelum melakukan RJP korban harus dipindahkan ke tempat yang aman.
  • Periksa perlunya melakukan RJP. RJP diperlukan bila penolong menilai anak tidak bernapas atau tidak sadar.
  • Periksa respon anak, tanyakan : “Apa kamu baik-baik saja?”, panggil nama anak jika anda mengetahuinya. Bila anak dapat menjawab, bergerak, atau mengerang, periksa apa ada luka dan membutuhkan bantuan medis. Jika anak masih bernapas, panggil bantuan dan aktifkan emergency response system (memanggil bantuan dan secepatnya kembali ke anak dan melakukan siklus kompresi dada-ventilasi kembali hingga bantuan datang atau anak sadar), dan segera kembali untuk monitor kondisi anak.
  • Bila anak tidak berespon, jangan tinggalkan anak dan teriaklah minta tolong.
  • Periksa napas: bila anak bernapas dengan teratur, berarti tidak membutuhkan RJP. Pada kondisi trauma akibat kecelakaan misalnya, posisikan anak pada posisi pemulihan, untuk mempertahankan patensi jalan napas dan menurunkan risiko aspirasi (tersedak ludahnya sendiri)

Gambar 1. Posisi pemulihan pada bayi dan anak

RecoveryPosition

https://www.scratchsleeves.co.uk/parenting-plus-eczema/wp-content/uploads/2014/02/RecoveryPosition.jpg

Gambar 2. Cara Melakukan Posisi Pemulihan

http://www.nedac.co.uk/picts/recovery%201.gif

http://www.nedac.co.uk/picts/recovery%201.gif

Gambar 3. Cara Melakukan Posisi Pemulihan Pada Bayi

http://www.firstaider.org/1024%20English/images/74.jpg

http://www.firstaider.org/1024%20English/images/74.jpg

Bila anak tidak bernapas:

  • Panggil, atau kirim pesan untuk mencari bantuan, jika pada saat itu belum datang, jika terdapat lebih dari 1 penolong. Bila hanya sendiri, teriaklah minta tolong
  • Jangan tinggalkan anak pada kondisi ini. Lakukan langkah-langkah RJP (Resusitasi jantung paru). Sesuai dengan rekomendasi American Heart Association, RJP dilakukan dengan alur C-A-B ( Compression – Airway –Breathing):
  • Lakukan kompresi dada (tidak perlu memeriksa nadi) sebanyak 30 kali. Cara melakukan kompresi dada yang berkualitas :
  • Berikan tekanan dada dengan jumlah dan kedalaman yang baik. Tekan dengan cepat: tekan dengan kecepatan 100 kompresi per menit. Tekan kuat: tekan dengan usaha yang cukup untuk menekan setidaknya sepertiga dari kedalaman dada, yaitu 4 cm untuk bayi dibawah 1 tahun dan 5 cm untuk anak diatas 1 tahun.

Gambar 4. Lokasi untuk memberikan tekanan dada pada bayi (tekan dengan 2 jari dibawah garis penghubung puting)

http://img.webmd.com/dtmcms/live/webmd/consumer_assets/site_images/media/medical/hw/h9991484_001.jpg

http://img.webmd.com/dtmcms/live/webmd/consumer_assets/site_images/media/medical/hw/h9991484_001.jpg

  • Untuk anak diatas 1 tahun, tekan dengan tumit telapak tangan di dada bawah dengan kedalaman kira-kira 5cm.

Gambar 5. Lokasi kompresi dada anak

http://resuscitation- guidelines.articleinmotion.com/uploads/els_articles/S0300-9572(10)00438- 7/assets/gr5.jpg

http://resuscitation-
guidelines.articleinmotion.com/uploads/els_articles/S0300-9572(10)00438-
7/assets/gr5.jpg

  • Beri waktu dada untuk kembali mengembang setelah setiap kompresi, sehingga jantung dapat terisi darah kembali
  • Minimalisir interupsi pada kompresi dada
  • Hindari terlalu banyak ventilasi (memberikan terlalu banyak bantuan napas)
  • Buka jalan napas, jika terlihat benda didalam mulut, keluarkan, namun jangan berusaha untuk melakukan sapuan tanpa melihat adanya objek atau melakukan  sapuan tangan berkali-kali. Hal ini dapat menyebabkan objek menjadi tertekan lebih ke dalam, dan dapat mengakibatkan cedera orofaring.
  • Cara membuka jalan napas adalah dengan cara: head tilt (kepala di tengadahkan ke atas) dan chin lift (dagu ditekan ke bawah)

Gambar 6. Cara Membuka Jalan Napas

http://www.blscprtraining.com/a3.jpg

http://www.blscprtraining.com/a3.jpg

  • Berikan 2 kali bantuan napas (ventilasi) dari mulut ke mulut, dan lanjutkan dengan siklus kompresi dada – ventilasi, hingga objek keluar.
  • Pada anak dengan usia kurang dari 1 tahun,berikanbantuan napas dari mulut ke hidung dan mulut bayi.
  • Pastikan bantuan napas efektif (tandanya: dada mengembang saat ditiupkan napas). Bila dada tidak mengambang, ubah posisi kepala anak, dan berikan ulang

Gambar 7. Cara Memberikan Bantuan Napas

rescue_breathing_d

http://www.healthy.net/scr/article.aspx?ID=1795

  • Bila penolong hanya sendiri, untuk melakukan RJP selama 2 menit diikuti dengan mengaktifkan emergencyresponse system.
  • Penolong sebaiknya telah melakukan pelatihan Basic Life Support (Pelatihan Bantuan Hidup Dasar) sebelum melakukan pertolongan agar dapat memberikan bantuan yang benar dan efektif.

Video ini mungkin bisa membantu ibu dan ayah belajar mengenai RJP. Selamat belajar ya. Pastikan kelamatan anak menjadi nomer satu.. 🙂 Semoga bermanfaat

dr. Titania Nur Shelly, MARS

Referensi:

Berg MD, Schexnayder SM, Chameides L, et al. Prom the American Academy of Pediatrics Special Report Pediatric Basic Life Support 2010 American Heart Association Guidelines for Cardiopulmonary Resucitation and Emergency Cardiovascular Care. PEDIATRICS Journal; 2010:126. diunduh dari: http://pediatrics.aappublications.org/content/126/5/e1345.full (Sabtu, 28 Maret 2015)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *