10 Alasan Bayi Terbangun di Malam Hari

Bayi terbangun di malam hari mungkin sudah hal biasa. Meskipun beberapa bayi “Superhero” bisa tidur hingga 10-12 jam tanpa terbangun sejak usia 3-4 bulan, sebagian besar bayi kurang dari 1 tahun akan terbangun dan menangis di malam hari mencari orangtuanya. Ternyata, ada alasan ilmiah mengenai penyebabnya, serta beberapa penjelasan perkembangan dan perilaku anak atas fenomena ini. Dr. Maida Chen yang merupakan seorang ahli paru anak, ibu dari tiga orang anak, dan direktur dari Pusat Gangguan Tidur Anak untuk membuat daftar mengenai alasan mengapa para bayi melakukan hal ini. Berikut adalah hasil diskusi dr. Wendy Sue Swanson, dokter anak pemilik blog SeattleMamaDoc, dan Dr. Maida.

10 Alasan Bayi Terbangun di malam hari

6-Reasons-Your-Baby-Waking-Night

1 .Siklus tidur

Sebagian besar bayi  terbangun di malam hari terutama disebabkan oleh perubahan gelombang otak dan perubahan siklus tidur dari kondisi REM (Rapid Eye Movement) ke fase tidur non-REM. Perubahan pola gelombang pada otak kita selama beberapa saat disebut sebagai siklus tidur atau “stadium” tidur. Saat bayi berpindah dari satu stadiun ke stadium lainnya selama tidur di malam hari, mereka mengalami waktu transisi yang menyebabkan sebagian besar bayi terbangun. Kemudian seringkali mereka akan memanggil orang tua mereka atau menangis. Atau kadangkala mereka terbangun karena lapar. Hal ini merupakan kejadian yang normal bagi bayi (maupun orang dewasa) untuk terbangun hingga 4-5  kali di malam hari selama waktu-waktu transisi stadium tidurnya. Akan tetapi, sebagian besar orang dewasa yang terbangun biasanya akan dapat kembali tidur dengan cepat sehingga kita jarang mengingat kejadian terbangun tersebut.

Pada usia 4 bulan, banyak orangtua yang mendapati bayinya terbangun setelah tidur nyenyak yang baru sebentar saja. Hal ini normal, dan seringkali dikarenakan oleh perkembangan gelombang tidur delta (deep sleep). Trik bagi orangtua untuk menangani hal ini adalah dengan sedikit demi sedikit melepaskan bayi saat terbangun; kita harapkan bayi dapat belajar menenangkan dirinya sendiri dan bisa lebih mandiri (tanpa bantuan kita) selama waktu terbangun tersebut, sehingga lama kelamaan dapat tidur pulas semalaman.

2. Gelombang otak

Mayoritas bayi benar-benar mampu untuk tidur yang lama hingga lebih dari 6 jam lamanya hingga usia sekitar 6 bulan. Sebagaimana dijelaskan dr.Chen, “Saat melakukan penelitian menhenai tidur, kami mempelajari aktivitas gelombang otak”. Setelah usia 6 bulan, ia mengatakan, “Kami melihat bahwa gelombang otak pada usia 6 bulan keatas mirip dengan pola gelombang otak dewasa”.  Sehingga tidak berarti bayi yang terbangun di malam hari merupakan hal yang abnormal, namun hal itu menunjukkan sebuah tanda kemajuan pada bayi, yang menjadi semakin matur saat tidur. Dr. Chen  menyatakan, “Jika kamu melihat pada penelitian mengenai tidur pada bayi baru lahir dan bayi kurang dari 1 tahun, mereka akan terlihat sangat berbeda dibandingkan dengan anak yang lebih tua. Namun, setelah usia 7 bulan, pola gelombang otak anak akan terlihat mirip dengan anak usia 18 tahun.” Dan dikatakan, saat beberapa anak terbangun dalam masa transisi tidurnya, mereka mungkin  akan memanggilmu dan meminta bantuanmu tidak seperti anak usia 18 tahun!.

3. “Good Sleepers” vs. “Bad Sleepers” 

Beberapa bayi memang dapat tidur lebih baik. Dr.Chen mengingatkan bahwa; “Ada jenis bayi yang tipe “good sleepers” dan ada pula yang tipe “bad sleepers“.  Sebagian mungkin memang sudah terprogram secara organik. Namun, ada pula  bayi dengan tipe tidur yang baik dengan kebiasaan yang buruk. “Tugas kita sebagai orang tua adalah mengusahakan yang terbaik yang kita mampu untuk membiasakan kebiasaan tidur yang baik. Sebagian besarnya adalah dengan melakukan hal yang konsisten dari malam ke malam. Beberapa bayi membuat asosiasi habitual seperti harus menyusu sebelum tidur, harus diayun-ayun agar tertidur, atau harus di genggam agar bisa tidur. Kemudian, saat mereka terbangun dimalam hari, mereka menangis untuk mendapatkan asosiasi tadi (botol/minum susu atau di ayun-ayun untuk tidur) agar dapat tidur kembali. Asosiasi-asosiasi tersebut dapat menyebabkan bayi denagn tipe “good sleeper” mengalami gangguan tidur karena kebiasaan-kebiasaan tadi.

4. Menangis merupakan bagian dari hidup bayi

Terdapat perdebatan dan dialog nasional yang cukup serius antara para orang tua, psikolog, dokter anak, konsultan laktasi dan peneliti mengenai membiarkan anak menangis dan tidak membiarkannya. Saya tidak akan membahas tentang perdebatannya disini, namun jika anda merasa khawatir bahwa membiarkan bayi menangis akan membahayakan mereka, cobalah untuk tenang. Dr. Chen mengatakan, “Kami tidak merasa bawa menangis itu tidak baik untuk bayi. Tidak ada bukti yang mendukung adanya bahaya jangka panjang dari menangis”. Banyak dokter anak yang merekomendasikan untuk membiarkan bayi sedikit demi sedikit belajar untuk menenangkan dirinya sendiri atau membiarkannya menangis ketika ia sudah memiliki kemampuan menenangkan dirinya (dengan berbalik posisi, menyedot jari atau tangan dan meningkatkan gerakan) dimulai pada usia sekitar 4-6 bulan.

5. Peran Ayah dan Ibu pada malam hari

Penelitian telah mengevaluasi bagaimana orang tua dapat mengubah tidur bayi. Beberapa studi mendapatkan bahwa gangguan tidur pada bayi dipengaruhi oleh berapa kali orangtuanya menenangkannya pada malam hari. Makin sering orangtua berada di ruangan hingga bayi tidur, makin sering orangtua meletakkan bayi di ranjang bayi setelah bayi tertidur, dan makin sering orang tua mengangkat bayinya pada malam hari, maka bayi akan cenderung lebih mengalami bangun pada malam hari. Dan meskipin sebagian besar penelitian meneliti peran ibu dalam kasus terbangun di malam hari, studi Tel Aviv tahun 2010 menunjukkan bahwa saat ayah lebih terlibat dalam perawatan bayi ( siang dan malam), selain dari ibunya, bayi-bayi mereka lebih sedikit mengalami bangun pada malam hari. Saatnya mulai bergantian!!

6. Tumbuh Kembang

Perjalanan perkembangan akan mengubah tidur. Setelah usia 4 bulan sebagian besar bayi akan memiliki periode tidur yang panjang dan kemudian terbangun setiap beberapa jam karena adanya perubahan siklus tidur. Terkadang mereka akan terbangun dan berguling  lalu berteriak dan menangis  saat mereka terjebak atau berubah posisi. Perubahan kondisi dapat diterjemahkan dalam bentuk terbangun di malam hari. Pada usia 6 bulan, bayi akan menjelajahi dunia, meletakkan berbagai objek dan kuman ke dalam mulutnyan dan merupakan subyek banyak infeksi. Mereka juga akan belajar duduk pada usia 6 bulan dan pada tahap ini sering kali memicu terbangun di malam hari. Pada usia 9 bulan bayi belajar mengangkat dirinya di ranjang bayi dan belajar berdiri- sehingga jangan kaget bila mereka akan lebih sering bangun. Sebagian besar orangtua akan kaget saat menemukan bayi 9 bulannya bangun di malan hari, berdiri dan siap untuk berguling-guling.

7. Tumbuh gigi 

Tidak perlu ditanyakan lagi bahwa tumbuh gigi dapat membangunkan anak di malam hari dan mengganggu tidurnya. Tumbuh gigi biasanya terjadi sekitar usia 6 bulan, tapi aku mendengar  bahwa tumbuh gigi selalu membangunkan bayi setiap kali terjadi sepanjang usia pre-sekolahnya. Asetaminofen/parasetamol adalah satu-satunya obat yang saya rekomendasikan pada bayi yang tumbuh gigi.

8. Perubahan tingkah laku

Banyak bayi yang lebih sering terbangun pada usia 6-9 bulan akibat meningkatnya rasa kemandirian dan mawas diri. Pada usia 6 bulan saya acapkali mendengar dari orangtua bahwa bayi mereka akan terbangun dimalam hari dan mulai berbicara, dengan suara yang berbeda-beda. Tidaklah perlu untuk mendatangi mereka jika tidak terjadi kegaduhan. Saat bayi mengalami kecemasan akibat berpisah (separation anxiety) saat usia 9 bulan, seringkali akan terjadi perubahan pola tidur.  Seringkali selama perubahan tingkah laku itu, mereka akan terbangun dan berteriak saat menyadari anda tidak ada disampingnya.

9. Infeksi

Bayi dan anak-anak seringkali mengalami infeksi setelah usia 6 bulan. Hal ini terutama terjadi karena saat bayi telah menginjak usia 6 bulan, mereka telah mampu meletakkan benda-benda baru (termasuk tangan mereka) ke dalam mulut, sehingga paparan merek terhadap kuman meningkat. Banyak bayi yang mengalami demam dan infeksi saluran napas atas akan terbangun akibat pilek atau batuk. Demam, mintah dan diare juga akan membangunkan bayi di malam hari. Namun jangan khawatir, jadwal tidur umumnya akan kembali dalam beberapa minggu setelah sakit terutama jika anda dapat menjaga rutinitas tidur.

10. Empeng atau botol

Banyak bayi yang terkondisikan untuk dapat tidur (atau kembali tidur)bila menyedot sesuatu. Hal ini bermula sesaat setelah lahir saat bayi baru lahir biasa tertidur saat disusui ASI atau dengan botol dimulutnya. Banyak pula bayi yang menggunakan empeng akan terbangun pada usia 6-12 bulan saat empengnya jatuh. Solusi yang paling mudah adalah dengan menghilangkan kebiasaannya tersebut. Namun ingatlah, kebiasaan yang kuat/lama sulit sekali dihilangkan. Jika bayi terbiasa tidur dengan menyedot sesuatu dan berlangsung lebih dari 6 bulan, tentunya akan membutuhkan waktu untuk dapat menghilangkan kebiasaannya tersebut.

07/17/2016

DoctorMums Headshot

Ditulis oleh by Dr. Wendy Sue Swanson, Pediatrician, Executive Director of Digital Health at Seattle Children’s Hospital and penulis dari Blog Seattle Mama Doc & ; Mama Doc Medicine. Pelajari lebih lanjut dengan mengikuti Twitternya di (@SeattleMamaDoc) dan Facebook (www.Facebook.com/SeattleMamaDoc).

Artikel asli : http://seattlemamadoc.seattlechildrens.org/why-do-babies-wake-up-at-night/. Artikel ini diterjemahkan atas izin dari SeattleMamaDoc oleh dr. Titania Nur Shelly.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *