Bercermin Pada Pelayanan Kesehatan Ibu-Anak Negeri Sakura #1

Tidak bermaksud menepikan pada apa yang diupayakan para pejuang kesehatan Indonesia, hanya saja pengalaman sendiri menjalani kehamilan-melahirkan-merawat bayi sendiri di bagian kota budaya Kyoto,Jepang membuat penulis mengkhayalkan pada suatu waktu kesehatan ibu-anak di Indonesia mendapatkan jaminan dan pelayanan berkualitas secara merata, di ujung pulau sana sampai sudut gang kecil perkotaan, kaya maupun miskin, berpendidikan S3 atau SD saja.


Bermula dari apa yang dijalani seorang ibu hamil disini, untuk mendapatkan pelayanan pemeriksaan kehamilan secara cuma-cuma dia harus melaporkan kehamilannya pada semacam puskesmas untuk kemudian mendapatkan kupon pemeriksaan. Diperiksa di puskesmas oleh bidan? Bukan, melainkan di RS negeri/swasta berfasilitas lengkap oleh dokter ahli. Di samping kupon, seorang ibu hamil mendapatkan gantungan tas dengan simbol ibu hamil, sehingga di bus atau kereta orang-orang mengetahui kehamilannya dan si ibu mendapat prioritas tempat duduk.

Pada saat bersamaan, pihak puskesmas juga melakukan pendataan karena ibu hamil ini akan mereka pantau terus. Petugas mereka akan mengunjungi rumah si ibu untuk edukasi menjelang persalinan dan perawatan bayi pada masa sebelum melahirkan dan 1 bulan setelah melahirkan. Di suatu sisi, akses internet sebagai sumber informasi begitu mudah tetapi edukasi secara langsung melalui home visit tetap menjadi program kerja. Program lain puskesmas untuk ibu hamil antara lain parenting class dan pemeriksaan gigi.

Di RS, sederet pemeriksaan penunjang untuk ibu hamil dilakukan secara rutin, tidak lagi sebagai pemeriksaan tambahan. USG transabdomen dan transvaginal, deteksi anemia melalui pemeriksaan Hb,protein urin, gula darah, berbagai macam pemeriksaan untuk penyakit (Syphilis, HepB, HIV, ) dan juga paps smear. Untuk fasilitas seperti ini, penulis menghela nafas mengingat saudara kita di pelosok sana. Pernahkah mereka menikmatinya? Para ibu di kota pun, berapa banyak biaya yang harus mereka keluarkan? Sekalipun untuk beberapa pemeriksaan di sini pun tetap ada pungutan biaya, tetapi sebagian besar ditanggung asuransi sehingga pungutan biaya itu tidak memberatkan.

Kehidupan itu berawal dari pembuahan, menjaga ibu hamil adalah titik awal menghormati kehidupan manusia dan setiap manusia berhak dihargai kehidupannya dalam penjagaan yang seutuhnya tanpa memandang strata sosial ekonomi.

dr. Irma Susan Kurnia

2 thoughts on “Bercermin Pada Pelayanan Kesehatan Ibu-Anak Negeri Sakura #1

  1. Irmaaaaa….desty was heree…cerita dong tentang sistem asuransi disana gmn? Untuk warga negara asing samakah? Atau sperti bpjs disini?

    1. Disini semua wajib masuk national health insurance,,iurannya berdasarkan pendapatan, pelayanannya sama, sistemnya sdh lebih baik krn mulainya jg sdh lama des. Bpjs kykny ke arah sana juga hanya mmg mgkn lagi lg berproses, mudah2an

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *