Berhenti merokok secara tiba-tiba dapat menyebabkan serangan jantung?

Beberapa waktu lalu teman saya ada yang khawatir. Pasalnya, suaminya berniat untuk berhenti merokok dengan cara stop merokok total, bukan bertahap. Teman saya ini mendengar cerita bahwa ada yang terkena serangan jantung sebulan setelah berhenti merokok secara total. Beredar juga kabar bahwa efek samping cara ini lebih parah daripada cara bertahap.Benarkah isu berhenti merokok secara total itu buruk? Mari kita simak ulasannya.

Health-Smoker-Timeline-Body-Quitting-Response-Heart-Cancer

Rokok merupakan produk berbahaya yang mengandung campuran lebih dari 7000 bahan kimia yang ratusan diantaranya merupakan racun dan 70 zat diantaranya bisa menyebabkan kanker.(1) Merokok telah menyebabkan kematian 440.000 warga Amerika per tahun dengan perkiraan  49.000 diantaranya meninggal karena perokok pasif.(2) Satu-satunya cara untuk mencegah efek negatif  dari rokok adalah berhenti dari merokok itu sendiri. Berhenti merokok terbukti sangat bermanfaat bagi kesehatan. Menurut WHO, terdapat manfaat jangka pendek dan jangka panjang dari berhenti merokok, yaitu 🙁3)

  • 20 menit : tekanan darah dan nadi menurun
  • 12 jam : level racun karbon monoksida di dalam tubuh menurun
  • 2-12 minggu: aliran darah membaik, fungsi paru meningkat
  • 1-9 bulan :gejala batuk dan sesak nafas berkurang
  • 1 tahun: resiko terkena serangan jantung menurun menjadi ½ kali dibandingkan dengan perokok
  • 5 tahun : resiko terkena stroke menurun
  • 10 tahun : resiko kanker paru menurun menjadi 50% dibandingkan perokok, resiko kanker mulut, tenggorokan, esofagus, kandung kemih, mulut rahim dan pancreas menurun.
  • 15 tahun  : resiko jantung koroner sama seperti orang yang tidak merokok

Namun, bagaimana sebenarnya cara berhenti merokok yang baik?

Pada masyarakat terdapat kekhawatiran tentang efek samping dari berhenti merokok. Memang benar, dalam dunia medis pecandu rokok yang memberhentikan aktivitas merokoknya dapat mengalami gejala penarikan Nikotin (Nicotine Withdrawal). Hal ini terjadi karena otak berusaha menyeimbangkan kondisi normal tubuh setelah berhentinya suplai nikotin, zat aktif yang membuat seseorang kecanduan merokok.  Gejala ini dapat berupa :

  • Gangguan emosi (cepat marah, cemas, depresi)
  • Keinginan yang kuat untuk merokok kembali
  • Gangguan tidur (mudah mengantuk sampai tidak bisa tidur (insomnia)
  • Sakit kepala
  • Nafsu makan bertambah dan berat badan naik
  • Gangguan konsentrasi 

Gejala ini biasanya muncul 2-3 jam setelah seseorang berhenti merokok dan memuncak dalam 2-3 hari. Meskipun begitu, setelah hari ke 4-5 gejala ini akan semakin berkurang.(45) Saat ini ada beberapa pilihan terapi dalam membantu seseorang untuk berhenti merokok secara nyaman. Mulai dari konseling perilaku sampai bantuan obat-obatan. (1)

Menurut  US Department of Health and Human Services, 2008, rekomendasi terapi dari kecanduan merokok ialah pemberhentian rokok secara total.(6) Namun, penelaahan jurnal terbaru dari International Cochrane Collaboration (2012) menyimpulkan bahwa metode pemberhentian merokok baik secara tiba-tiba maupun bertahap memiliki tingkat keberhasilan yang sama dari segi pemantangan merokok setelah 6 bulan. Meta analisis ini melibatkan 3760 peserta penelitian dari 10 uji acak terkendali (Randomized Clinical Trial). Hasil lain yang diperoleh adalah tidak terlihat efek samping serius dari dua metode tersebut (meskipun masih diperlukan penelitian lebih mendalam tentang hal ini).(78)

Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa perokok dapat memilih kedua metode sesuai dengan kenyamanan masing-masing tanpa perlu khawatir dengan isu efek berbahaya setelah berhenti merokok. Perlu diingat, meskipun efek samping dapat terjadi, manfaat dari berhenti merokok jauh lebih bagi kesehatan diri dan juga orang lain. Disamping bisa menurunkan resiko penyakit berbahaya seperti kanker, penyakit jantung dan paru, berhenti merokok juga bisa memperpanjang harapan hidup lho. Jadi, tetap semangat untuk hidup sehat tanpa rokok.

Agustina Kadaristiana, dr.

Sumber :

  1. CDC. Quitting Smoking4 June 2014. Available from: http://www.cdc.gov/tobacco/data_statistics/fact_sheets/cessation/quitting/index.htm?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+CdcSmokingAndTobaccoUseFactSheets+(CDC+-+Smoking+and+Tobacco+Use+-+Fact+Sheets).
  2. Lande G. Nicotine Addiction. 2014.
  3. WHO. Fact Sheet about Health Benefit of Smoking Cessation. Available from: http://www.who.int/tobacco/quitting/en_tfi_quitting_fact_sheet.pdf.
  4. Nicotine and Tobacco: MedlinePlus. Available from: http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000953.htm.
  5. Smoking and Tobacco: The Lung Association. Available from: http://www.lung.ca/protect-protegez/tobacco-tabagisme/quitting-cesser/withdrawal-sevrage_e.php.
  6. Fiore M. Treating Tobacco Use and Dependence: 2008 Update2008. Available from: http://bphc.hrsa.gov/buckets/treatingtobacco.pdf.
  7.  Lindson-Hawley. Reduction Versus Abrupt Cessation in Smokers Who Want to Quit. The Cochrane Collaboration. 2012.
  8. Lindson-Hawley. Gradual Reduction vs Abrupt Cessation as a Smoking Cessation Strategy in Smokers Who Want to Quit. JAMA 2013;310.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *