Bolehkah Ibu Hamil Minum Kopi ?

Bolehkah ibu hamil minum kopi ?

Bolehkah ibu hamil minum kopi ? Pertanyaan ini mungkin tidak asing di kalangan ibu pencinta kopi. Di satu sisi ibu hamil pencinta kopi mungkin berat meninggalkan kebiasaan ini. Namun, di sisi lain ibu mungkin khawatir akan efek kopi terhadap janin. Lalu, bagaimana sebenarnya pandangan medis terhadap hal ini?

Sekilas Tentang Kopi dan Kafein

Kopi ialah stimulan alami yang dapat meningkatkan kewaspadaan, konsentrasi dan kinerja otak. Efek ini didapat dari kandungan kafein yang cukup tinggi di dalam kopi. Tidak heran bila kopi sering menjadi minuman yang menemani saat bergadang. Konsumsi kafein yang tinggi dapat menyebabkan ketagihan dan menimbulkan gejala yang kurang nyaman saat penggunanya berhenti mengkonsumsi kafein. Selain itu, efek lain dari kafein bagi tubuh ialah dapat mempercepat kerja jantung, meningkatkan tekanan darah, dan mempersering buang air kecil (efek diuretik).

Kafein tidak hanya ditemukan dalam kopi. Ada 60 tanaman yang mengandung kafein secara alami termasuk teh, coklat, produk kokoa dan kola. Selain itu, kafein juga ditemukan dalam minuman instan, minuman penambah energi (energy drink), makanan ringan bahkan obat-obatan.

Efek kafein terhadap janin

Saat ibu hamil mengkonsumsi kafein, kafein ini dapat menembus plasenta sehingga dapat terdeteksi di darah bayi dan ketuban. Kafein ini juga dapat dicerna oleh janin dan menimbulkan efek yang mirip saat dikonsumsi oleh ibu. Sebagai contoh, denyut jantung meningkat, nafas janin semakin cepat, serta tidur bayi jadi lebih sedikit. Atas dasar inilah muncul kekhawatiran kafein dapat berakibat buruk pada janin.

Terdapat beberapa penelitian yang menyebutkan kafein dapat beresiko mengganggu kesuburan, meningkatkan resiko keguguran, kelahiran prematur, cacat bawaan serta gangguan tumbuh kembang janin. Namun, penelitian ini kualitasnya kurang baik sehingga belum cukup menjadi landasan untuk menghentikan konsumsi kafein saat hamil.

Bolehkah ibu hamil minum kopi ?

Setelah melakukan penelaahan dari berbagai penelitian, The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) saat ini menyebutkan bahwa konsumsi kafein dalam porsi sedang (kurang dari 200 mg per hari) bukan faktor utama penyebab keguguran atau kelahiran prematur pada janin. Namun, efek kafein dalam jumlah besar saat hamil dengan kejadian keguguran belum dapat disimpulkan. Efek kafein pada pertumbuhan janin terhambat juga masih belum dapat dipastikan.

Bolehkah Ibu Hamil Minum Kopi ?
Bolehkah ibu hamil minun kopi?

Mengingat bahwa belum ada penelitian dengan bukti yang kuat tentang dosis kafein dan efek pada janin, rekomendasi takaran kafein juga bervariasi di tiap negara. Namun, rata-rata lembaga kesehatan menyarankan agar ibu hamil membatasi konsumsi total kafein hanya 200 mg per hari. Artinya, ibu hamil masih boleh mengkonsumsi kopi, teh, coklat, soda atau makanan minuman berkafein lainnya namun dalam jumlah yang terbatas. Berikut ini beberapa takaran kafein yang terkandung dalam minuman atau makanan :

Jenis minuman

Takaran

Kafein

Kopi seduh

237 ml (±1 cangkir)

95-200 mg

Kopi espresso

30 mL

47-75 mg

Kopi instan

237 mL (±1 cangkir)

27-173 mg

Latte atau mocca

237 ml (±1 cangkir)

63-175 mg

Teh hitam

237 ml (±1 cangkir)

14-70 mg

Teh hijau

237 ml (±1 cangkir)

24-45 mg

Teh instan (perlu diseduh air)

237 ml (±1 cangkir)

11-47 mg

Teh instan siap minum (botol/kaleng)

237 ml (±1 cangkir)

5-40 mg

Minuman soda

335 ml

23-39 mg

Cokelat

50 gram

25-50 mg

Amount-of-caffeine-per-cup

Perhatikan juga makanan ringan yang dijual di pasaran karena mungkin ada yang ditambahkan kafein. Cara paling mudah ialah dengan mengecek kandungan kafein yang tertera pada kemasan. Ibu juga perlu hati-hati saat membeli obat yang dijual bebas seperti obat batuk pilek, alergi atau obat sakit kepala karena ada yang mengandung kafein. Biasakan teliti membaca kandungan obat atau bertanya pada apoteker dan dokter.

Memang membatasi kafein mungkin tidak mudah bagi ibu yang biasa mengkonsumsinya. Ibu bisa mengganti dengan minuman alternatif rendah kafein seperti kopi yang decaffeinated (dikurangi kadar kafeinnya). Lebih baik lagi bila ibu bisa bertahap membiasakan konsumsi minuman yang tidak berkafein seperti air putih atau jus buah. Semoga bermanfaat.

Agustina Kadaristiana, dr.

12/10/2015

Referensi
1. Bryan Bordeaux, DO, MPH, Harris R Lieberman, PhD. Benefits and risks of caffeine and caffeinated beverages. :Nov 20, 2015.
2. Mayo Clinic Staff. Caffeine content for coffee, tea, soda and more. MayoClinic [Internet]. 2014 May 13; Available from: http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/caffeine/art-20049372?pg=1
3. Caffeine Intake During Pregnancy [Internet]. American Pregnancy Association. [cited 2015 Dec 10]. Available from: http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/caffeine-during-pregnancy/
4. Moderate caffeine consumption during pregnancy. Committee Opinion No. 462. Am Coll Obstet Gynecol. 2012 Aug;116:467–8. http://www.acog.org/Resources-And-Publications/Committee-Opinions/Committee-on-Obstetric-Practice/Moderate-Caffeine-Consumption-During-Pregnancy
5. Vicki Nisenblat, MD, Robert J Norman, MD. The effects of caffeine on reproductive outcomes in women. Uptodate. 2015 Feb 23;

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *