Bolehkah Penderita Maag Berpuasa?

Penderita maag acap kali khawatir bila memasuki bulan Ramadan. Perut yang kosong akibat puasa di siang hari terkadang membuat rasa tidak nyaman dan perih di lambung. Tapi di sisi lain ada keyakinan bahwa puasa Ramadan dapat menyehatkan saluran pencernaan. Lalu, bagaimana sebenarnya batasan puasa bagi penderita maag? Apakah semua penderita maag bisa berpuasa?

Apa itu penyakit maag?

Maag sebenarnya istilah awam untuk keluhan dispepsia. Dispepsia sendiri sebenarnya bukan penyakit tetapi sekumpulan gejala berupa rasa penuh (begah) setelah makan, tidak mampu menghabiskan makanan porsi normal sampai nyeri atau rasa terbakar di ulu hati.

Penyebab dispepsia sendiri dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu organik dan fungsional. Maksud dari penyebab fungsional ialah munculnya gejala ketidaknyamanan pada ulu hati tadi tanpa kerusakan organ. Sebaliknya, dispepsia organik terjadi karena ada gangguan anatomis/organ. Sehingga penanganannya lebih serius. Untung saja penyebab organik ini hanya menyumbang 25% kasus dispepsia. Penyebab terbanyak dari dispepsia organik ialah adanya luka dari lambung atau usus 12 jari. Penyakit ini disebut juga tukak peptik. 1

Mengapa terjadi tukak lambung?

Setiap hari lambung kita menghasilkan asam lambung untuk mencerna makanan. Agar cairan asam ini tidak merusak saluran cerna, sel epitel di lambung dan usus 12 jari menghasilkan mukus (semacam lendir) untuk melindungi diri dari iritasi. Selain itu, terdapat sel-sel ini dapat mengeluarkan kelebihan ion Hidrogen untuk menjaga pH sel agar tidak terlalu asam. Dalam kondisi normal, terdapat keseimbangan yang harmonis antara pengeluaran asam lambung dan mukosa. Namun, bila ada perangsang asam lambung seperti infeksi bakteri H. pylori, obat anti inflamasi non steroid, alkohol, stress, rokok, dll, dinding lambung bisa radang (gastritis) bahkan sampai menjadi tukak di lambung dan usus 12 jari (tukak peptik).2

Tukak Peptikum (http://www.physio-pedia.com/images/e/ed/Peptic-ulcers-lg-enlg.jpg)
Tukak Peptikum (http://www.physio-pedia.com/images/e/ed/Peptic-ulcers-lg-enlg.jpg)

Pengaruh Puasa Terhadap Maag

Allah SWT tentu memberi hikmah di balik diwajibkannya berpuasa. Bagi muslim yang sehat, tentu berpuasa dapat berefek positif untuk detoksifikasi, memperbaiki profil kolesterol juga mengistirahatkan saluran pencernaan.3 Tentu manfaat ini akan didapat bila yang berpuasa tetap disiplin untuk hidup sehat selama Ramadan. Namun, bagi penderita maag perlu ada rambu-rambu untuk memilah mana yang dapat berpuasa secara aman dan mana yang tidak.4Pasalnya :

  1. Tingkat keasaman lambung naik setelah 10 hari Ramadan terutama di siang hari sehingga dapat memperberat tukak lambung.5
  2. Hasil dari endoskopi 321 pasien sebelum, selama dan setelah puasa menyimpulkan bahwa terdapat peningkatan tukak duodenum (usus 12 jari) selama puasa secara signifikan. Tapi tidak ada temuan yang bermakna pada dinding esofagus dan lambung saat puasa.6
  3. Terdapat peningkatan kasus pendarahan saluran cerna atas pada penderita gangguan pencernaan sebelumnya selama puasa. 7
  4. Ada kemungkinan puasa dapat meningkatkan pendarahan saluran cerna akibat tukak usus 12 jari tetapi tidak menyebabkan prognosisnya lebih buruk daripada pasien yang tidak puasa. 8

Jadi bolehkah penderita maag berpuasa?

Boleh tidaknya penderita maag berpuasa ditentukan dari penyebab dispepsia masing-masing penderita, gejala serta ada tidaknya komplikasi. Sehingga penting sekali diagnosis dan anjuran dari dokter Anda sebelum melaksanakan puasa.

Secara umum, penderita maag fungsional dapat berpuasa. Namun, penderita maag akibat tukak lambung atau usus dua belas jari perlu dilihat dulu kedalaman tukaknya dan seberapa besar resiko pendarahan. Bila tukaknya luas, dalam, serta mudah berdarah mungkin Anda tidak dianjurkan untuk berpuasa. Namun, bila iritasi atau tukaknya tidak terlalu parah, Anda mungkin dapat berpuasa sambil diobati. Pengobatan dengan obat penghambat proton (seperti Omeprazole, Lansoprazole, dsb), penghambat H2 juga eradikasi kuman H. Pylori berperan penting untuk mengatasi tukak peptikum. Penelitian membuktikan bahwa pasien tukak peptikum yang diobati dapat berpuasa tanpa peningkatan risiko komplikasi. 9–11

Tips Berpuasa Penderita Maag

Bagi penderita maag yang diperbolehkan berpuasa setelah berkonsultasi dengan dokter, berikut sedikit tips untuk mencegah gejala maag saat anda puasa..

http://www.news-articles-jobs.com/wp-content/uploads/2014/07/healthy-food.jpg

  1. Yakinkan diri bahwa puasa membawa maslahat bagi yang mampu melakukannya. Sibukkan diri dengan ibadah dan hadapi puasa dengan tenang tanpa stress agar asam lambung tidak diproduksi secara berlebihan
  2. Selalu makan sahur sebelum memulai puasa. Sebaiknya makan sahur dekat dengan waktu imsak. Konsumsi karbohidrat kompleks (gandum, nasi merah, millet, dll) dan makanan tinggi serat (sayur dan buah). Makanan ini berfungsi agar anda tidak cepat lapar saat puasa. Penelitian membuktikan asupan buah, sayur dan vitamin A yang tinggi dapat menurunkan kejadian tukak usus dua belas jari. Teh hijau dan probiotik juga baik dikonsumsi penderita maag karena dapat menghambat kuman H.Pylori. 12–14
  3. Berbuka dengan karbohidrat sederhana (kurma atau jus buah) untuk mengembalikan energi tubuh. Hindari makan porsi besar sekaligus agar tidak memberatkan kerja lambung. 3
  4. Konsumsi obat maag sesuai anjuran dokter seperti antasida, H2 Bloker atau obat penghambat proton. Biasanya obat-obatan ini diminum sebelum makan sahur atau berbuka
  5. Hindari minum kopi, soda, alkohol, merokok dan obat-obatan anti radang non steroid (ibuprofen, aspirin, dll) karena dapat menstimulus produksi asam lambung. Hindari juga makanan dengan lemak trans tinggi seperti gorengan, mentega, dll.15
  6. Sebaiknya hindari makanan yang terlalu pedas karena bisa menyebabkan gejala dispepsia. Meskipun begitu tidak ditemukan hubungan makanan pedas dengan gastritis atau tukak peptikum.16
  7. Cegah dehidrasi dengan memenuhi kebutuhan cairan sebanyak 6-8 gelas per hari.

Selamat berpuasa 🙂

Agustina Kadaristiana, dr.

Referensi

  1. George F Longstreth, MD, Brian E Lacy, MD, PhD. Approach to the adult with dyspepsia. Uptodate [Internet]. 2014 Sep 26 [cited 2015 Jun 15]; Available from: http://www.uptodate.com/contents/approach-to-the-adult-with-dyspepsia?source=search_result&search=dyspepsia&selectedTitle=1~150
  2. Peptic Ulcer Disease. 2015 Feb 9 [cited 2015 Jun 15]; Available from: http://emedicine.medscape.com/article/181753-overview#aw2aab6b2b3
  3. Dr Razeen Mahroof, BM, MRCP(UK), FRCA, Dr Rizwan Syed, BM, DRCLG, Dr Ahmed El-Sharkawy, BM, MRCP(UK), Tehseen Hasan, BSc(Hons), Sahra Ahmed, MPharm, Dr Fuad Hussain. Ramadhan Health Guide [Internet]. Communities in Action; 2007. Available from: http://www2.warwick.ac.uk/services/equalops/resources/a_guide_to_healthy_fasting.pdf
  4. Sadeghpour S, Keshteli AH, Daneshpajouhnejad P, Jahangiri P, Adibi P. Ramadan fasting and digestive disorders: SEPAHAN systematic review No. 7. J Res Med Sci [Internet]. 2012 Mar 16 [cited 2015 Jun 15];17(0). Available from: http://jrms.mui.ac.ir/index.php/jrms/article/view/8233
  5. Iraki L, Bogdan A, Hakkou F, Amrani N, Abkari A, Touitou Y. Ramadan diet restrictions modify the circadian time structure in humans. A study on plasma gastrin, insulin, glucose, and calcium and on gastric pH. J Clin Endocrinol Metab. 1997 Apr;82(4):1261–73.
  6. Gokakin AK, Kurt A, Akgol G, Karakus BC, Atabey M, Koyuncu A, et al. Effects of Ramadan fasting on peptic ulcer disease as diagnosed by upper gastrointestinal endoscopy. Arab J Gastroenterol Off Publ Pan-Arab Assoc Gastroenterol. 2012 Dec;13(4):180–3.
  7. Ozkan S, Durukan P, Akdur O, Vardar A, Torun E, Ikizceli I. Does Ramadan fasting increase acute upper gastrointestinal haemorrhage? J Int Med Res. 2009 Dec;37(6):1988–93.
  8. Amine EM, Kaoutar S, Ihssane M, Adil I, Dafr-Allah B. Effect of Ramadan fasting on acute upper gastrointestinal bleeding. J Res Med Sci Off J Isfahan Univ Med Sci. 2013 Mar;18(3):230–3.
  9. DR. Dr. Ari F. Syam SpPD, K-GEH, MMB, FINASIM, FACP. Sakit Maag : Bolehkah Berpuasa…? PB PAPDI [Internet]. Available from: http://www.pbpapdi.org/papdi.php?pb=detil_berita&kd_berita=33
  10. Mehranbian AA, Homayouni R, Hashemi M, Moradi A. Is healing of duodenal ulcer delayed by Ramadan fasting? Koomesh. 2007 Feb 15;8(2):67–72.
  11. Hosseini-asl K, Rafieian-kopaei M. Can patients with active duodenal ulcer fast Ramadan? Am J Gastroenterol. 2002 Sep;97(9):2471–2.
  12. Lee K-M, Yeo M, Choue J-S, Jin J-H, Park SJ, Cheong J-Y, et al. Protective mechanism of epigallocatechin-3-gallate against Helicobacter pylori-induced gastric epithelial cytotoxicity via the blockage of TLR-4 signaling. Helicobacter. 2004 Dec;9(6):632–42.
  13. Felley C, Michetti P. Probiotics and Helicobacter pylori. Best Pract Res Clin Gastroenterol. 2003 Oct;17(5):785–91.
  14. Aldoori WH, Giovannucci EL, Stampfer MJ, Rimm EB, Wing AL, Willett WC. Prospective study of diet and the risk of duodenal ulcer in men. Am J Epidemiol. 1997 Jan 1;145(1):42–50.
  15. Peptic ulcer [Internet]. University of Maryland Medical Center. [cited 2015 Jun 15]. Available from: http://umm.edu/Health/Medical-Reference-Guide/Complementary-and-Alternative-Medicine-Guide/Condition/Peptic-ulcer
  16. Marotta RB, Floch MH. Diet and nutrition in ulcer disease. Med Clin North Am. 1991 Jul;75(4):967–79.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *