Cara Cepat Hamil Setelah Keguguran

Peristiwa keguguran atau aborsi amat mungkin menyakitkan bagi perasaan ibu dan suami. Ibu bisa jadi mengalami guncangan batin apalagi bila mengharapkan kehadiran seorang anak. Saat merencanakan kehamilan berikutnya, ibu dan suami mungkin galau antara ingin segera mendapatkan momongan dengan takut bila mengalami keguguran lagi. Lalu, apa yang sebaiknya pasangan ketahui dan lakukan sebelum merencanakan punya anak? Bagaimana cara cepat hamil setelah keguguran ketika pasangan sudah siap?

Saat pasangan merencanakan kehamilan berikutnya

Merencanakan kehamilan paska keguguran memang butuh persiapan dari pasangan terutama ibu. Tentu ini bukanlah hal yang mudah karena ibu harus menghadapi perubahan yang kurang nyaman baik dari segi lahir dan batin. Ibu mungkin perlu menjalani fase pendarahan paska keguguran, kram perut, dan ketidaknyamanan pada payudara seperti bengkak dan air susu rembes.

Secara batin, perasaan negatif ibu mungkin akan campur aduk. Mulai dari rasa kehilangan, sedih, depresi, marah, merasa bersalah, menyesal, kesepian, kurang percaya diri bahkan cemas. Hal ini mungkin bisa membawa konflik bagi hubungan ibu dan suami. Sehingga, menerima ujian keguguran mungkin waktu yang berbeda bagi setiap pasangan. Namun, pasangan tidak perlu takut untuk mencoba kehamilan berikutnya terutama yang masih di usia produktif. Karena Anda berdua masih mungkin mendapatkan momongan yang sehat.

Kesuburan Paska keguguran

Setelah Ibu mengalami keguguran dan dikuret, rahim akan segera berada dalam proses pemulihan. Dalam waktu kurang lebih 2 minggu, peristiwa ovulasi (lepasnya sel telur dari indung telur) sudah bisa terjadi. Setelah ovulasi, hormon progesteron ibu akan meningkat dengan sendirinya.

Tergantung dari siklus normal ibu, mensturasi biasanya terjadi setelah 3-6 minggu paska keguguran. Bila ibu sudah mulai menstruasi, ibu sudah bisa dikatakan kembali subur. Namun, pada ibu yang mengalami infeksi berat atau luka yang hebat pada rahim, ada kemungkinan kesuburan Anda akan terganggu. Konsultasikan dengan dokter bila Anda mengalami hal ini.

Waktu yang disarankan untuk hamil kembali

Pada umumnya, ibu perlu waktu untuk pemulihan rahim paling tidak 2-3 bulan setelah kuret bila ingin hamil lagi. Namun, terdapat perbedaan durasi menunda kehamilan pada beberapa kondisi ibu.

Untuk ibu yang baru pertama kali keguguran

Terdapat perbedaan pendapat tentang lama penundaan hamil setelah keguguran pada ibu yang pertama kali keguguran. Menurut rekomendasi lama WHO tahun 2005, pasangan sebaiknya menunda kehamilan sampai lebih dari 6 bulan dari awal keguguran. Sebaliknya, penelitian terbaru tahun 2010 menyebutkan ibu disarankan untuk hamil lagi dalam 6 bulan setelah kuret. Hal ini disebabkan karena kehamilan paska keguguran yang terjadi kurang dari 6 bulan lebih baik hasilnya daripada yang ditunda. Ibu yang hamil dalam 6 bulan pertama setelah kuret, lebih kecil kemungkinannya terjadi keguguran kedua dan komplikasi kehamilan.

Menyikapi hal ini, memang yang paling baik ialah menilai kondisi masing-masing ibu berdasarkan konsultasi dan saran dokter yang memeriksa Anda. Bila ibu sudah pulih, siap dan ibu dikatakan sehat menurut dokter, mungkin ibu tidak perlu menunda kehamilan.

Untuk Ibu yang keguguran berulang

Pada ibu yang mengalami keguguran berulang paling penting ialah konsultasi dengan tenaga kesehatan. Dokter Anda mungkin akan mencari penyebab keguguran berulang ini dengan melakukan beberapa tes. Sehingga, waktu yang diperlukan untuk persiapan hamil lagi mungkin lebih panjang

Untuk Ibu yang keguguran akibat hamil anggur

Hamil anggur atau mola ialah tumor yang berasal dari sel hasil konsepsi yang tumbuh pada rahim ibu. Sel tumor ini akan memproduksi hormon hCG yang berlebihan. Pada ibu yang keguguran akibat hamil anggur mungkin disarankan untuk mendunda kehamilan sampai kadar hormon hCG nya kembali normal.

Saat Anda Siap, Berikut Cara Cepat Hamil yang Aman Setelah keguguran

Setelah ibu dan suami sudah pulih baik secara fisik dan mental dari peristiwa kehilangan paska keguguran, ibu dan suami bisa mulai mempersiapkan diri untuk kehamilan berikutnya. Berikut ini adalah cara cepat hamil setelah keguguran yang aman dan perlu diketahui :

  1. Berdoa untuk kesehatan janin berikutnya. Tentu pasangan perlu sadari lagi bahwa yang memberi rezeki anak ialah Tuhan YME. Sehingga pasangan dapat lebih tegar dan optimal dalam merencanakan kehamilan berikutnya.
  2. Konseling pra kehamilan dengan dokter atau tenaga kesehatan. Ibu yang mengalami keguguran pertama kali memang beresiko 14% untuk mengalami keguguran lagi. Sedangkan resiko ibu yang mengalami keguguran berulang, kemungkinan keguguran pada kehamilan berikutnya lebih besar. Selain itu, ibu yang pernah keguguran memiliki resiko kelahiran prematur, induksi prersalinan dan pendarahan paska lahir di kehamilan berikutnya. Sehingga penting sekali kerjasama dengan dokter untuk mengetahui penyebab keguguran dan mencegahnya pada kehamilan berikutnya.
  3. Konseling genetik. Terutama bila Anda mencurigai kelainan genetik menjadi penyebabnya.
  4. Periksa kemungkinan adanya kelainan rahim. Kelainan rahim seperti adanya sekat pada rahim, penempelan rahim atau tumor sebaiknya diperbaiki sebelum hamil.
  5. Obati dulu penyakit penyerta pada ibu. Ibu yang memiliki penyakit seperti infeksi menular seksual, diabetes, penyakit tiroid dan gangguan pembekuan darah beresiko untuk mengalami keguguran. Sehingga penting sekali mendeteksi dan mengobati penyakit ini sebelum hamil.
  6. Perbaiki berat badan. Ibu yang terlalu kurus atau gemuk juga lebih besar kemungkinan terjadi keguguran spontan. Upayakan mencapai berat badan ideal dengan diet sehat dan olahraga teratur.
  7. Hindari zat yang berbahaya untuk janin seperti rokok, alkohol, narkoba, minuman yang tidak dipasteurisasi dan makanan yang tidak termasak sempurna. Ibu juga perlu konsultasi ke dokter bila sedang mengkonsumsi obat yang tidak aman utuk sistem reproduksi.
  8. Suntik vaksin seperti vaksin cacar, campak, rubella, gondongan (mumps) karena infeksi ini dapat menyebabkan keguguran pada janin.
  9. Perbaiki gaya hidup seperti menjaga kebersihan, mengatur pola makan, olahraga, belajar mengendalikan stres, dan menjalani perilaku seks yang sehat (tidak berganti-ganti pasangan)
  10. Berhubungan teratur paling tidak 2-3 kali per minggu setelah menstruasi berhenti selama masa subur. Hal ini meningkatkan kemungkinan sperma membuahi sel telur setelah terjadinya ovulasi.
  11. Mulai konsumsi suplemen asam folat (400-800 mcg per hari) beberapa bulan sebelum rencana hamil. Memang tujuan dari pemberi suplemen ini bukan untuk meningkatkan kesuburan. Tetapi, pemberian asam folat amat penting untuk mencegah kecacatan janin yang mana bisa berkontribusi dalam penyebab keguguran.

Semoga bermanfaat

Agustina Kadaristiana, dr.

Telah direview oleh Riyana Kadarsari, dr., SpOG

11/18/2015

Referensi
1. After a Miscarriage: Physical Recovery – American Pregnancy [Internet]. American Pregnancy Association. [cited 2015 Nov 18]. Available from: http://americanpregnancy.org/pregnancy-loss/physical-recovery-after-miscarriage/
2. Choices NHS. Can having an abortion affect my fertility? – Health questions – NHS Choices [Internet]. 2014 [cited 2015 Nov 18]. Available from: http://www.nhs.uk/chq/Pages/1645.aspx?CategoryID=60
3. Love ER, Bhattacharya S, Smith NC, Bhattacharya S. Effect of interpregnancy interval on outcomes of pregnancy after miscarriage: retrospective analysis of hospital episode statistics in Scotland. BMJ. 2010 Aug 5;341:c3967.
4. Emotional Side Effects After an Abortion [Internet]. American Pregnancy Association. [cited 2015 Nov 18]. Available from: http://americanpregnancy.org/unplanned-pregnancy/abortion-emotional-effects/
5. UK CR. Fertility after a molar pregnancy, persistent disease or choriocarcinoma [Internet]. 2015 [cited 2015 Nov 18]. Available from: http://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/type/GTT/living/fertility-after-a-molar-pregnancy-persistent-disease-or-choriocarcinoma
6. Togas Tulandi, MD, MHCM, Haya M Al-Fozan, MD. Management of couples with recurrent pregnancy loss. Uptodate. 2015 Nov 9;
7. Mark D Hornstein, MD, William E Gibbons, MD. Optimizing natural fertility in couples planning pregnancy. Uptodate. 2015 Oct 15;
8. Pregnancy after miscarriage: What you need to know. 2013 Mar 14; Available from: http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/pregnancy-after-miscarriage/art-20044134?pg=1
9. Togas Tulandi, MD, MHCM, Haya M Al-Fozan, MD. Spontaneous abortion: Management. Uptodate. 2015 Jul 23;
10. Lamb EH. The Impact of Previous Perinatal Loss on Subsequent Pregnancy and Parenting. J Perinat Educ. 2002;11(2):33–40.
11. WHO | Report of a WHO technical consultation on birth spacing [Internet]. WHO. [cited 2015 Nov 18]. Available from: http://www.who.int/reproductivehealth/publications/family_planning/WHO_RHR_07_1/en/

12. F. Gary Cunningham, Kenneth J. Leveno, Steven L. Bloom, Catherine Y. Spong, Jodi S. Dashe, Barbara L. Hoffman, et al. Williams Obstetrics. 24th ed. United States: McGraw-Hill Education; 2014.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *