Cara Menghitung Usia Kehamilan dan Taksiran Persalinan

Kehamilan trimester 1 adalah masa kehamilan dari 0-12 minggu (0-3 bulan). Usia kehamilan dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT), dan sekaligus bisa diketahui tanggal taksiran persalinan (TP) dengan menggunakan rumus dari Naegele. Caranya adalah:

Untuk mendapatkan tanggal TP:
Tanggal HPHT ditambah 7
Bulan dikurangi 3
Tahun ditambah 1

Misalkan tanggal HPHT adalah 1-4-2011, maka TP-nya adalah (1+7=8) / (4-3=1) / (2011+1=2012). Hasilnya menjadi = 8-1-2012 (sesuai dengan usia kehamilan 40 minggu)

pregnancy-due-date-calculator1035-x-1035-229-kb-jpeg-x

Yang sering jadi pertanyaan:

“Berarti saya hamilnya 10 bulan dong? Apa tidak kelamaan tuh?”
Tidak begitu. Waktu selama 40 minggu (10 bulan) itu dihitung dari HPHT. Sementara itu, pembuahan baru terjadi lebih kurang 2 pekan sesudah haid tersebut. Namun, tanggal berapa tepatnya pembuahan itu terjadi? Tak ada seorangpun yang mengetahuinya, kecuali pembuahan itu dilakukan di laboratorium, alias bayi tabung. Yang lebih objektif diamati adalah HPHT. Jadi, usia kehamilan sebenarnya menurut rumus Naegele tersebut adalah 9,5 bulan (atau 9 bulan 10 hari). Persalinan cukup bulan adalah dari 38-42 pekan. Jadi, bisa maju atau mundur 2 pekan dari tanggal TP.

“Bagaimana mungkin saya sekarang sudah hamil 10 pekan, padahal kami baru menikah 2 bulan?”
Hal ini bisa terjadi apabila setelah menikah, seorang istri belum pernah haid lagi, karena langsung terjadi pembuahan. Jadi, tanggal HPHT yang dipakai adalah saat sebelum menikah. Ini wajar saja. Bukan berarti bahwa sudah terjadi kehamilan sebelum menikah.

Pada trimester 1, terjadi perubahan-perubahan fisik sebagai akibat dari perubahan hormonal. Tidak hanya fisik, psikis pun turut mengalami perubahan. Keadaan ini sedikit banyak mempengaruhi tubuh ibu secara keseluruhan. Sehingga, tidak sedikit yang justru mengalami penurunan berat badan pada trimester 1 ini.

Di lain pihak, pembentukan organ-organ vital janin (yang memerlukan kecukupan gizi dan nutrisi) juga berlangsung pada trimester 1. Sehingga, meskipun terengah-engah menahan mual, muntah, dan penderitaan yang lain, para ibu hamil dimohon kebijaksanaannya untuk tetap makan dan minum yang bergizi. Tidak ada batasan dan larangan apapun terhadap jenis makanan yang dikonsumsi. Silakan berimprovisasi dengan tetap memerhatikan keseimbangan gizi. Ingatlah bahwa Anda kini tengah memperjuangkan janin yang juga sedang berjuang untuk hidup. Itulah yang harus Anda ingat saat mood makan Anda sedang buruk.

Depok, 28 Juni 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :
1. Chescheir, C. Nancy¸ et al. 2000. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. The Americal College of Obstetricians and Gynecology. Washington.
2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23rd edition. Mc Graw Hill. New York.
3. Evans, A. 2007. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
4. Novak, Patricia D. 1995. Dorland’s Pocket and Medical Dictionary. 25th edition. WB Saunders Company. Philadelphia.
5. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
6. Kusumaningsih, Prita. 2011. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Qultum Media: Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *