Cara Pemberian ASI

Pemberian ASI pada bayi perlu dilakukan secara alamiah, dalam suasana yang tenang dan penuh kasih sayang. Berikanlah ASI ketika bayi Anda siap dan benar-benar sedang ingin menyusui. Jangan sampai Anda terkesan memaksanya.

Pada bulan-bulan awal kehidupan, bayi biasa tidur dengan pulasnya. Jika lebih dari dua jam ia tertidur, sementara ia perlu diberi ASI, bangunkan secara perlahan. Katakan, “ Ayo sayang, kita minum susu dulu. Setelah itu kamu boleh tidur lagi.” Sebaiknya Anda mencuci tangan dulu hingga bersih sebelum mulai menyusui. Berikut ini beberapa cara menyusui:

Posisi Sambil Duduk

  1. Ambil posisi duduk yang nyaman. Pangku bayi dengan menempelkan perutnya pada perut Anda. Lalu, sanggah kepalanya tepat pada siku lengan bagian atas. Sementara, bagian lengan dan telapak tangan Anda menahan punggung dan pantatnya.
  2. Pijat bagian sekitar areola (daerah sekitar puting) Anda hingga mengeluarkan sedikit ASI. Oleskan ASI yang keluar itu pada puting Anda hingga jadi agak basah. Biasanya, bayi akan langsung menghisap ketika mulutnya menyentuh tetesan ASI di sekitar puting.
  3. Tempelkan mulut bayi pada puting Anda.
  4. Saat bayi mulai menghisap, tataplah matanya dan sentuhlah ia sambil mengajaknya bicara. Hal ini untuk merangsang panca indra dan organ-organ tubuhnya.
  5. Biarkan bayi Anda mengisap sepuasnya. Jangan dulu berganti ke sisi payudara lainnya sebelum sisi payudara yang sedang dihisap benar-benar terasa kosong.
Posisi Menyusui (http://www.oxfordcounty.ca/Healthy-you/Pregnancy-babies/Breastfeeding/First-6-8-weeks/Breastfeeding-positions)
Posisi Menyusui (http://www.oxfordcounty.ca/Healthy-you/Pregnancy-babies/Breastfeeding/First-6-8-weeks/Breastfeeding-positions)

Posisi Sambil Berbaring
Menyusui sambil berbaring pada dasarnya hampir sama dengan sambil duduk. Para ibu yang melahirkan dengan metode Caesar, akan lebih nyaman bila mengambil posisi berbaring miring saat pertama kali menyusui. Untuk aktivitas menyusui di rumah pun, posisi berbaring dapat dijadikan alternatif bagi Anda.

  1. Anda berbaring miring menghadap bayi yang posisi tidurnya juga dimiringkan menghadap Anda. Sejajarkan dan tempelkan mulutnya dengan puting Anda. Lekatkan tubuhnya pada tubuh Anda. Kemudian tahan bagian punggung dan pantatnya dengan tangan Anda. Ketika ia mulai menghisap, lakukan komunikasi dan sentuhan-sentuhan lembut padanya.
  2. Seiring bertambah usia bayi dan perkembangan gerakan tubuhnya, biasanya bayi akan mengeksplorasi variasi menyusui yang dirasakan nyaman bagi dirinya.

Posisi Sambil Berdiri

  1. Penjelasan tentang posisi menyusui sambil duduk, dapat diterapkan untuk posisi berdiri. Namun, bagi para pemula, menyusui dengan posisi berdiri harus dilakukan ekstra hati-hati. Jika tidak, akan membahayakan bayi. Misalnya, bayi lepas dari pangkuan. Menyusui sambil berdiri juga mensyaratkan energy Anda yang cukup besar untuk menggendongnya cukup lama.
  2. Seiring pengalaman melalui rutinitas menyusui, kelak Anda pun mampu mengombinasikan posisi-posisi menyusui. Nanti pun Anda mampu menyusui sambil tiduran diselingi sambil duduk, lalu sambil berdiri. Dapat juga dikombinasikan dengan melakukan aktivitas ringan lain, seperti mengangkat telepon, menutup pintu, menyapu lantai, dan sebagainya.
  3. Menyusui sambil beraktivitas lain, secara tidak langsung merupakan wahana rangsangan bagi bayi mengenal lingkungannya. Sebab, ketika Anda menyusui sambil mengangkat telepon, bayi pun belajar tentang adanya objek (benda) yang dapat digenggam. Benda itu dapat berbunyi. Pemahaman yang diperoleh bayi dari apa yang dilihat, didengar, dan dirasa itulah yang akan turut menentukan perkembangan lebih jauh potensi kecerdasannya.

Depok, 1 April 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi
1. Health WA Team. 2014. Breastfeeding and Breast Care. Western Australia : Departement of Health, Women and Newborn Health Service
2. Hilmani, Baljit Kaur, et al. 2011. Effect of Initiation of Breastfeeding within one hour delivery on Maternal-Infant Bonding. Nursing and Midwifery Research Journal. Sukhmani College of Nursing. Panjab
3. Keating, Curtis, et al. 2013. Maternal Milk Volume and Breast milk Expression : Implication for Diet and Nutrition in Infant. University of Minnesota. Wageningen Academic Publisher
4. Saria, Syeda, et al. 2014. Nutritional Status and Breast feeding Practice among Mothers Attending Lactation Management Centre. Research Article. Pediatric International Journal. IBIMA Publisher
5. Eveline, Nanang. 2010. Panduan Pintar Merawat Bayi dan Balita. Jakarta : Wahyu Media. Pg 37

Gambar di ambil dari : http://doublethink.us.com/paala/wp-content/uploads/2012/11/Baby-Gooroo-Breastfeeding-Postitions-Poster.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *