Cara Tepat Memberi Obat Pada Anak

Saat anak sakit, kadang para orang tua panik dan langsung membeli obat di warung tanpa resep dokter. Sering pula para orang tua membujuk anak dengan ‘berbohong’ agar ia mau minum obat. Benarkah cara tersebut?Lalu bagaimana baiknya? Berikut adalah cara tepat memberikan obat pada anak:

  • Jangan memberi obat sembarangan tanpa konsultasi dengan dokter.
  • Tanamkan pemahaman yang benar tentang obat sedini mungkin pada anak. Terangkan penyebab mengapa ia perlu minum obat dan manfaat obat itu untuk kesehatannya.
  • Meskipun anak belum dapat bicara, sebaiknya minta izin dulu darinya ketika mau meminumkan obat.
  • Jujurlah tentang rasa obat yang hendak diminumnya. Jangan mengatakan obat yang diminumnya manis, padahal obat itu pahit. Hal ini akan membuatnya kapok meminum obat apapun.
http://cdn-media-1.lifehack.org/wp-content/files/2015/01/baby-5.jpg
http://cdn-media-1.lifehack.org/wp-content/files/2015/01/baby-5.jpg
  • Jika obat itu memang pahit, mintalah pendapat dokter, apakah ada cara yang diperkenankan untuk ‘mengaburkan’ rasa obat itu. Dengan begitu, anak Anda pun terhindar dari trauma minum obat.
  • Jika obat yang diberikan adalah obat untuk pemakaian luar, seperti salep. Anda dapat ‘bersandiwara’ memakainya pada diri Anda dahulu. Hal ini untuk memotivasinya agar tidak takut pada salep.
  • Baca aturan pemberian obat yang tercantum pada kemasannya. Lalu berikan pada anak sesuai aturan (jumlah pemberian, waktu minum, maupun takarannya). Jika terdapat alat bantu atau takaran pada obat itu (seperti sendok dan pipet), gunakanlah sesuai ukuran yang dianjurkan.
http://www.aboutlawsuits.com/wp-content/uploads/liquid-meds_ss_55431154-400x288.jpg
http://www.aboutlawsuits.com/wp-content/uploads/liquid-meds_ss_55431154-400×288.jpg
  • Jika jenis obat yang diberikan dokter adalah antibiotik, berikan hingga habis.
  • Jika pada kemudian hari anak kembali sakit, lalu gejalanya sama dengan penyakit sebelumnya, jangan gunakan obat yang sama sebelum Anda berkonsultasi ke dokter.
  • Jika usai pemberian obat muncul gejala alergi, hentikan pemberian obat. Lalu konsultasikan kembali dengan dokter.

Depok, 28 Maret 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Modifikasi terakhir :05/29/2015

Referensi :
1. World Health Organization. 2007. Guideline : Promotion Safety of Medicines for Children.
2. Sullivan, Jalice. 2011. Clinical Report : Fever and Antipyretic Use in Children. USA : American Academic of Pediatric Journal
3. Sunarto, Nano. 2008. Panduan Merawat Bayi dan Balita Agar Tumbuh Sehat dan Cerdas. Jakarta : Diva Press
4. Smith, Jony. 1999. Pertolongan Pertama Dokter di Rumah Anda. Jakarta : Dian Rakyat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *