Category Archives: Bayi

Peran Ayah Dalam Pengasuhan Bayi

Ayah yang sejak awal aktif membangun ikatan dengan bayinya tidak saja membantu perkembangan fisik dan mental, tetapi juga menjadi kunci kekuatan keluarga, bahkan kunci
kesuksesan dan perilaku anak di masa depan. Anak-anak yang sejak kecil memiliki ikatan
dengan ayahnya cenderung akan lebih sukses di bidang akademik, lebih aman secara
emosional, dan kecil kemungkinan terlibat tindakan kriminal atau penyalahgunaan narkotika.
Apa yang dibutuhkan oleh ayah baru?

Menurut para ahli, apa yang dibutuhkan para lelaki yang baru menjadi ayah adalah
ikatan. Ikatan yang baik dan erat. Sebuah kabar baik bagi para ayah yang begitu antusias
untuk segera memeluk si kecil. Tetapi menjadi sebuah tantangan bagi mereka yang tidak tahu
harus memulainya dari mana, dan bagi mereka yang mungkin tidak memiliki ikatan kuat
dengan ayahnya karena memang datang dari generasi yang berbeda. Bagaimana membangun
ikatan itu, dan apa manfaatnya untuk ayah?

Para ahli menekankan bahwa para ayah tidak perlu merasa harus menjadi ‘ibu kedua’.
Anda seorang ayah, lakukanlah dengan cara Anda sendiri, itulah yang dibutuhkan si kecil.
Kerapkali para ibu lebih rapi, misalnya ketika akan bepergian, ibu sigap menyiapkan
makanan kecil, mengantisipasi kebutuhan tidur, kenyamanan, dan hiburan. Sementara para
ayah cenderung lebih santai dan sering mengandalkan mantra mudah: kalau nggak ada ya beli
saja. Laki-laki umumnya menerapkan cara yang agak keras terhadap anak-anaknya dan
mendorong perilaku yang berani ambil risiko. Para ayah pun memiliki kosakata yang berbeda
dan seringkali menggunakan kata-kata lebih kompleks (sementara para ibu cenderung
menyesuaikan bahasanya dengan anak-anak) yang justru akan memperkaya kosakata anak-
anak. Dengan begitu, metode para ayah ini lebih sebagai pelengkap, bukan sebaliknya. Anak-
anak akan mengambil manfaat dari dua gaya parenting yang berbeda ini.

Membangun Ikatan dengan Anak

Membangun ikatan bisa jadi hal sederhana: menyuapi si kecil, memandikan, atau
bercanda di tempat tidur. Ayah bisa juga menggendong si kecil, membacakan buku,
menyanyi, atau mendengarkan musik bersama. Jika ingin membangun ikatan khusus, lakukanlah aktivitas bersama seperti berenang atau berkebun. Bayi menggunakan tangan dan
kakinya untuk mengekspresikan kebutuhan dan perasaannya. Nah, bila Ayah memahami
bahasa itu, praktekkan, dan ikatan Ayah dan si kecil pun akan semakin erat.

Para peneliti di Kanada dan Israel menemukan bahwa para ayah mengalami
peningkatan bonding ketika anak-anaknya dilahirkan. Bahkan selama kehamilan istrinya,
pria memperlihatkan perubahan kadar hormon stres kortisol dan juga prolaktin, hormon yang
berkaitan dengan perilaku parenting. Di saat yang sama, mereka mengalami peningkatan
oksitosin, hormon yang dapat mencairkan sikap kelelakian dan menimbulkan naluri untuk
mengasuh. Sebuah respon evolusioner untuk mengubah lelaki menjadi ayah.

Peran Ayah di Berbagai Negara
Anda bisa mencari inspirasi dari para ayah di berbagai penjuru dunia. Ayah di Swedia
bisa dibilang ayah yang paling ‘terlibat’ dalam pengasuhan, karena mereka mendapat cuti
kelahiran lebih lama daripada di negara lain. Namun, di Eropa Utara para ayah cenderung
lebih terlibat dalam pengasuhan karena mereka tidak punya keluarga besar seperti di kawasan
Eropa Selatan, misalnya Yunani, dimana kakek-nenek, tante-om banyak ikut campur dalam
pengasuhan anak.

Di seluruh dunia, terlihat adanya peningkatan keterlibatan kaum lelaki dalam
beberapa dekade terakhir. Antara tahun 1965-2000 di Amerika, ayah menghabiskan waktu
dua kali lebih banyak khusus untuk aktivitas pengasuhan, dari 2,6 jam menjadi 6,5 jam
seminggu. Kasih sayang para bapak di Australia juga meningkat. Di Inggris, ayah melakukan
25% aktivitas yang berhubungan dengan pengasuhan di hari kerja dan 30% di akhir minggu.
Mencari inspirasi sejati? Lihatlah orang-orang Aka Pygmies, kelompok nomaden di
Kongo, Afrika. Para lelaki dalam komunitas ini, rerata 47% waktunya adalah berada dekat
anak-anaknya. Mereka menggendong, memeluk, dan bermain dengan anak-anaknya lima kali
lebih sering dibandingkan para ayah dari suku lain. Itu karena meraka tahu bahwa mereka
sedang melakukan kebaikan. Nah, singkirkan selimut dan bersiaplah menjadi ayah abad 21
dengan ikut berperan aktif dalam membesarkan si kecil.

Depok, 17 Januari 2018
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :
1. Amy Brown, et al. 2014. Father’s Experiences of Supporting Breastfeeding:
Chalenges for Breastfeeding Promotion and Education. Maternal and Child Nutrition
Journal. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4282396/
2. Michael Yogman, et al. 2016. Father’s Role in The Care and Development of Their
Children: The Role of Pediatricians. American Academy of Pediatrics Journal.
3. Ad Council. 2015. Fatherhood Involvement. www.adcouncil.org/Our-Campaigns/Family-Community/Fatherhood-Involvement
4. Roopnarine L. 2015. Fathering: A Journal of Research, Theory,and Practice.
http://fatheringjournal.com/default.aspx
5. Sarkadi A, et al. 2008. Father’s Involvement and Children’s Developmental
Outcomes: A systematic review of Longitudinal Studies. Acta Pediatrician. 97 (2):
153-158

Jangan Lagi Ada Duka: Menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir di Indonesia

Dewi adalah seorang wanita paruh baya yang tinggal di sebuah desa di kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. Dalam perbincangannya dengan Doctormums, Dewi menceritakan bagaimana dia menyaksikan kematian seorang ibu yang melahirkan Ayu, anak angkatnya yang saat ini berusia 12 tahun.

“Malam itu hujan turun begitu deras. Seseorang mengetuk pintu rumah saya dan meminta saya untuk segera menuju rumah saudara ipar yang sedang melahirkan disana,” kenangnya

Sesampainya di rumah tesebut, tukas Dewi, dia melihat semua orang dalam keadaan panik. Ibunda sang bayi mengalami pendarahan dan harus segera dibawa di rumah sakit. Dewi diminta keluarga sang Ibunda untuk menjaga bayi yang baru saja lahir selama sang Ibunda berada di rumah sakit. Namun Dewi tidak menunggu lama, malam itu juga Ibunda sang bayi pulang dalam keadaan tak bernyawa.

“Sedih kali malam itu. Di kamar itu jenazah ibunya bersanding dengan bayinya yang masih merah,” jelas Dewi sambil menitikkan air mata.

Dewi kemudian mengasuh bayi itu dan memberinya nama Ayu. Menurut Dewi, Ayu sudah mengetahui statusnya sebagai anak angkat namun dia enggan untuk mengetahui cerita tentang ibu kandungnya.

“Kayaknya dia (Ayu) sedih. Mungkin dia berpikir kenapa Ibunya harus meninggal,” tukas Dewi

Di Indonesia, terutama di daerah pedesaan, ada banyak anak yang tak pernah menatap ibu kandungnya seperti Ayu. Berdasarkan data Bank Dunia tahun 2017, 1 orang Ibu meninggal setiap 6 jam di Indonesia karena melahirkan. Sedangkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 menunjukkan bahwa angka kematian ibu melahirkan di Indonesia tidak berkurang secara signifikan dalam dua dekade terakhir. Pada tahun 1991, angka kematian ibu melahirkan adalah 390 per 100.000 kelahiran hidup dan hanya berkurang menjadi 359 per 100.000 kelahiran hidup di tahun 2012.

Pada tahun 2015, Indonesia juga tidak berhasil mencapai target Millenium Development Goals (MDG) ingin menurunkan angka kematian Ibu menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup karena pada tahun ini angka kematian ibu di Indonesia masih berada di angka 305 per 100.000 kelahiran.

Untuk mengatasi masalah ini, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) merekomendasikan pembentukan Komite Nasional Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir di Indonesia. Rabu lalu (28/03/2018), AIPI menyerahkan rekomendasi ini kepada Nila F Moeloek selaku Menteri Kesehatan RI.

“Permasalahan kematian ibu dan bayi memiliki penyebab yang kompleks, sehingga upaya penurunannya memerlukan kolaborasi dari berbagai sektor seperti profesional di bidang kesehatan, pemerintah, dan masyarakat,” ujar Ketua AIPI, Prof. Sangkot Marzuki

Selain mengajukan ide pembentukan Komite Nasional, AIPI juga memberi masukan terkait tiga topik utama dalam menyelamatkan ibu dan bayi yaitu tempat persalinan, penyedia jasa kesehatan, dan partisipasi masyarakat.

Pada tahun 2013, AIPI, bekerjasama dengan US National Academy of Sciences, mulai melakukan kajian tentang angka kematian ibu dan bayi baru lahir di Indonesia. Hasil kajian tersebut menemukan bahwa Indonesia kekurangan data dan informasi yang valid tentang kematian ibu dan bayi baru lahir selama beberapa dekade terakhir. Pada tahun 2016, AIPI kemudian membentuk Evidence Summit untuk menelaah masalah tersebut dengan dukungan dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID).

Hasil telaah sistematis (systematic review) Evidence Summit menemukan sejumlah penyebab utama tingginya angka kematian ibu di Indonesia. Di antaranya, belum meratanya akses terhadap pelayanan kesehatan berkualitas; keterlambatan mendapat pertolongan pada keadaan darurat; belum memadainya data dan pengetahuan tentang pendidikan kesehatan reproduksi; sistem informasi kesehatan yang belum terpadu; hingga permasalahan regulasi, contohnya Undang-undang Perkawinan No. 1/1974 yang mengatur usia pernikahan minimal 16 tahun untuk perempuan.

Selain AIPI, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) juga melakukan kajian mengenai tingginya angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Pada tahun 2013, jumlah ibu yang memilih untuk melakukan persalinan di rumah mencapai 29.6% dari total ibu melahirkan di Indonesia. Persalinan di rumah ini meningkatkan resiko kematian Ibu dan bayi baru lahir di Indonesia seperti apa yang terjadi pada Ibunda Ayu yang meninggal 12 tahun lalu. Sebagai upaya menekan angka kematian ibu dan bayi baru lahir di Indonesia, berikut ini adalah beberapa rekomendasi dari Ikatan Ilmuwan di Indonesia yang perlu menjadi PR bersama:

  1. Melahirkan di fasilitas kesehatan, bukan di rumah. Bersalin di rumah meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi meski sudah didampingi tenaga kesehatan profesional (Rahardja, 2013; Purnama, 2010; Sandall, 2016; Chinkumba, 2014; Titaley, 2005, 2016; Hatt, 2009).
  2. Tingkatkan akses untuk bersalin di fasilitas kesehatan. Banyak kasus kematian terjadi karena pasien & keluarga baru mencari pertolongan tenaga profesional di saat darurat. Akibatnya, pasien tiba dalam keadaan kritis dan sulit ditangan (Scott, dkk, 2013).
  3. Tingkatkan kualitas pelayanan persalinan, dengan mengevaluasi dan mengakreditasi fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk meningkatkan kualitas tenaga profesional kesehatan dan membuat persalinan ditangani secara kolaboratif oleh tim yang terdiri atas dokter, bidan, dan perawat.
  4. Perbaiki sistem rujukan serta perencanaan tempat persalinan dan perawatan berbasis penentuan risiko kehamilan, termasuk meningkatkan koordinasi dengan kebijakan Jaminan Kesehatan Nasional.
  5. Meningkatkan peran & regulasi dari pemerintah daerah, termasuk menetapkan pengurangan angka kematian ibu dan anak sebagai indikator kinerja bagi kepala daerah.
  6. Meninjau kembali regulasi tentang batas usia perkawinan dan cuti persalinan bagi perempuan dan laki-laki.
  7. Tingkatkan peran masyarakat termasuk keluarga, tokoh masyarakat dan agama untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang perencanaan kehamilan dan pencegahan komplikasi.
  8. Kembangkan sistem data terpadu tentang kesehatan ibu dan bayi untuk mempermudah akses terhadap data-data berkualitas untuk proses pengambilan keputusan.
  9. Membentuk Komite Nasional Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir, yang sekaligus berfungsi sebagai forum komunikasi antara peneliti, praktisi dan penyusun kebijakan.

SUMBER: Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI)

 

*Dewi dan Ayu bukanlah nama sebenarnya

Naluri Bayi untuk Bertahan Hidup

Bayi dilahirkan dengan serangkaian keterampilan yang menakjubkan untuk membantunya bertahan hidup dan mendorong Anda untuk merawatnya. Terbukti tangan mungil dan tangis kerasnya sangat bermanfaat sehingga orang tua mau repot mengerjakan hal sulit untuk si kecil. Si kecil pun dilahirkan dengan serangkaian refleks primitif yang dapat kita temui dalam masa evolusi manusia. Meski kini kegunaannya bervariasi, beberapa refleks itu penting untuk bertahan hidup.

Refleks Primitif

Bayi dilahirkan dengan sekitar 70 refleks primitif. Yang paling mudah dikenali adalah refleks mencari-cari dan mengisap yang dibutuhkan bayi untuk mencari makanan. Sentuhlah pipinya, si kecil pun akan menoleh dan mencari-cari makanan, entah itu susu ASI ataupun susu formula, kemudian secara otomatis si kecil akan mengisap. Gerak refleks Morro (atau terkejut) terjadi ketika bayi dikejutkan oleh suara atau gerakan: ia akan menarik kepala ke belakang, merentangkan lengannya, kemudian menarik lagi lengannya ke arah tubuhnya. Yang menggemaskan adalah refleks menggenggam ketika Anda meletakkan jari di telapak tangan si kecil, ia akan menggenggamnya erat dan tak akan melepasnya. Kemudian ia akan memegang erat rambut dan pakaian Anda. Ketika Anda memegang si kecil dalam posisi tegak lurus dan telapak kakinya di permukaan yang rata, kakinya akan refleks menginjak. Bayi memang belum dapat berjalan di tahap ini, tetapi ia sudah memiliki pengetahuan tentang cara berjalan dan akan ia latih saat tubuhnya sudah lebih kuat.

Refleks yang dilakukan bayi sehat mengindikasikan bahwa sistem sarafnya berfungsi dengan baik, dan sistem saraf ini akan diperiksa oleh dokter ketika si kecil dilahirkan. Di minggu dan bulan selanjutnya, refleks itu akan menghilang perlahan dan si kecil akan mempelajari cara mengontrol gerakan. Sebelum Anda menyadarinya, si kecil sudah pandai mengambil biskuit dan bergerak mengeksplorasi dunianya.

Tahukah Anda?

  • Di dalam air, bayi baru lahir dapat menahan napas dan menggerakkan anggota tubuhnya seperti berenang. Tapi jangan lakukan ini di rumah! Refleks menyelam dan berenang ini hanya untuk bertahan hidup, bukan berarti si kecil sudah pandai berenang.

  • Beberapa refleks mempunyai kegunaan lebih dari satu: selain untuk bertahan hidup, refleks menggenggam juga untuk menumbuhkan ikatan, membuat orangtua merasa dicintai anaknya. Refleks mengisap juga menjadi sumber kenyamanan bagi si kecil.

  • Anak-anak terlahir untuk aktif bergerak, melambaikan tangan, dan berlarian. Para ahli menemukan bukti bahwa anak-anak yang masih memperlihatkan gerak refleks primitif sebaiknya melakukan lebih banyak latihan fisik. Anak-anak seperti ini mungkin terlalu banyak menghabiskan waktunya di kereta atau kursi bayi.

  • Refleks primitif mengindikasikan bahwa bayi adalah passive parent clingers, artinya bayi memang terlahir dengan keinginan dipeluk erat. Di tahun 1970, penelitian di Kolumbia menggunakan teknik perawatan ‘kanguru’ terhadap bayi lahir prematur. Penelitian itu memperlihatkan bayi-bayi tersebut berkembang baik ketika dipeluk erat dan mengalami sentuhan kulit dengan kulit.

Referensi :

  1. Yasuyuki Futagi, et al. 2012. Review Article : The Grasp Reflex and Moro Reflex in Infant: Hierarchie of Primitive Reflex Response. Department of Pediatric of Neurology. Japan.

  2. DI Zafireiou. 2000. Plantar Grasp Reflex in Infant during the First Year of Life. Pediatric Neurology. Vol 22, no 1 pp 75-76

  3. AA Jakobovits. 2009. Grasping Activity in Utero: A Significant Indicator of Fetal Behaviour. The Role of Grasping Reflex in Fetal Ethology. Journal of Perinatal Medicine, vol 37 no 5 pp 571-572

  4. JM Schot and NM Rossor. 2003. The Grasp and Other Primitive Reflex. Journal of Neurology and Psychiatri. Vol.74 no. 5 pp 558-560

  5. JJ Volpe. 2008. Neurological Examination: Normal and Abnormal Features. Neurology of The New Born. Pp 121-153, Saunders, Philadelphia, USA.

Tips Menenangkan Bayi yang Menangis

Bayi menangis, itu faktanya. Kebanyakan bayi akan menangis antara satu sampai tiga jam setiap hari, karena inilah satu-satunya cara bayi berkomunikasi. Anda pun akan segera tahu apa yang ‘dikatakan’ si kecil lewat tangisannya.

Lapar dan haus adalah alasan utama bayi menangis, tetapi tangis si kecil juga bisa berarti ia lelah, ingin dipeluk, bosan, atau kesepian. Ia juga mungkin agak kepanasan atau kedinginan, atau hanya merasa tidak nyaman. Bayi juga menangis kalau popoknya perlu diganti dan ia merasa basah pada kulitnya. Semakin Anda memahami si kecil, maka Anda pun akan lebih memahami mengapa ia menangis. Jika si kecil sudah bersih, nyaman, dan kenyang, tetapi masih terus menangis, alangkah baiknya jika Anda siap dengan strategi menenangkan si kecil. Kuncinya adalah tetap tenang, meskipun Anda tak tahu apa penyebab si kecil menangis.

Meluruskan pikiran si kecil yang kusut

Saat bayi sangat lelah, akan sulit baginya untuk tidur. Gendong si kecil menghadap dinding kosong untuk menghindari gangguan atau bentangkan kain polos di depan kereta atau kursi bayi (jangan sampai kain menutupi wajahnya).

Bergeraklah

Ayunan lembut dapat menciptakan keajaiban karena gerakan ini juga mengingatkan si kecil saat ia di dalam rahim Anda. Cobalah berjalan selagi mengayun si kecil, duduk bersama di kursi goyang, atau ayunlah si kecil di kursi ayun khusus. Gerakan di kursi, gendongan atau dalam mobil dapat menenangkan si kecil dan membuatnya tertidur. Berjalan-jalan akan mendatangkan manfaat karena gerakan berjalan, lambaian pohon, pemandangan dan suara, angin, atau suara kesibukan lalu lintas dapat menenangkan bayi.

Gunakan kata-kata yang menenangkan

Berbicaralah dengan suara rendah dan menenangkan kepada si kecil. “Shh shh shh” akan mengingatkan suara yang kerap ia dengar di dalam rahim. Jika si kecil dalam kondisi berbaring, belai si kecil sambil menyuarakan kata-kata yang menenangkannya. Bernyanyi dan bersenandung juga dapat membuat si kecil tenang.

Dekap erat

Si kecil akan merasa tenang bersama Anda, angkat dan dekaplah ia. Ia akan merasakan detak jantung, kehangatan dan kehadiran Anda yang menenangkan. Usap perlahan punggung atau perutnya dengan gerakan lembut dan beraturan. Membawanya dalam gendongan atau berbaring dengan kulit bersentuhan satu sama lain juga akan sangat menenangkan. Meletakkannya dalam keranjang bayi pun dapat menjadi pilihan terutama ketika si kecil sangat lelah dan terlalu banyak digendong serta diperhatikan.

Mengisap untuk kenyamanan

Bayi yang baru lahir mempunyai keinginan kuat untuk menghisap, bisa jarinya sendiri atau puting Anda. Aktivitas mengisap ini akan menenangkan detak jantung si kecil dan merilekskan otot perutnya.

Relaksasi berirama

Di dalam rahim, si kecil dapat mendengar detak jantung dan suara perut Anda. Mendekapnya erat akan mengingatkan si kecil pada itu semua. Suara-suara berulang lain yang juga dapat menenangkan si kecil adalah white noise seperti suara mesin cuci, vacum cleaner, hairdryer. Anda dapat mengunduh aplikasi atau membeli kaset yang khusus dibuat untuk bayi, yakni berisi musik-musik menenangkan dan suara dari alam, misalnya suara ombak di laut.

Usap dan belai

Usap kepala, punggung, dan wajahnya lembut ketika Anda mendekapnya. Pijat lembut bayi adalah teknik yang bermanfaat, terutama untuk yang mengidap kolik atau jika bayi rewel sebelum waktunya tidur.

Seringkali yang dibutuhkan si kecil adalah kehadiran Anda dan rasa yakin yang ia temukan dalam sentuhan Anda. Tangisnya akan mereda dengan kehadiran Anda di sisinya, dan si kecil akan mampu melepas kekesalannya dan merasa aman bersama Anda.

Referensi :

  1. Bardige B. 2006. Infants and Toddlers: Providing Responsive and Supportive Care. Young Children 61 (4) : 12-13 pg.

  2. Gillespie NG and N. Seibel. 2006. Self-regulation: A Cornerstone of Early Childhood Development. Young Children 61 (4): 34-39

  3. Kallo E and G Ballog. 2006. The Uniqueness of Infacy Demands a Responsive approach to Care. Young Children 61 (4): 14-20

  4. Gonzales-Mena, et al. 2005. A Unique Approach to Caring for Children. Exchange; November ; 49-51

  5. Gerber M. 2005. Authentic Relationships in Group Care for Infants and Children. London: Jessica Kingsley Publisher: 39-45 pg.

Nutrisi Bayi Prematur

Berbagai penelitian menyebutkan bahwa baik tidaknya tumbuh kembang bayi prematur sangat tergantung dari asupan nutrisi. Pertumbuhan yang baik, terutama pada beberapa bulan pertama kehidupannya, akan membawa dampak yang sangat positif pada perkembangan bayi prematur. Kekurangan nutrisi pada masa tersebut dapat menyebabkan tidak optimalnya perkembangan saraf, gagal tumbuh (growth failure), kerapuhan tulang (osteopenia of prematurity), meningkatnya risiko infeksi, dan komplikasi lainnya.

Mengenal bayi prematur

Bayi prematur adalah bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu. Bayi prematur biasanya memiliki berat badan yang lebih rendah dari bayi cukup bulan. Hal ini dikarenakan bayi lahir pada usia 22-37 minggu di saat tubuh bayi sedang berkembang pesat. Pada bayi cukup bulan, beratnya saat lahir dapat mencapai hingga 5x lipat berat saat usia kehamilan 24 minggu. Kategori bayi prematur berdasarkan berat badannya yaitu:

  • Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) bila berat bayi < 2500 gram
  • Berat Badan Lahir Sangat Rendah (BBLSR) <1500 gram
  • Berat badan rendah extrim (extremely low birth weight) bila berat bayi <1000 gram.

Selain berat badan yang rendah, fungsi organ tubuh bayi prematur belum sempurna. Oleh sebab itu, bayi prematur biasanya memerlukan perawatan intensif di rumah sakit saat lahir. Perawatan intensif di rumah sakit juga bertujuan untuk mengontrol jumlah asupan nutrisi agar bayi bisa tumbuh optimal.

Apakah kebutuhan asupannya berbeda dengan bayi cukup bulan?

Pada umumnya kebutuhan energi bayi prematur lebih tinggi dibandingkan bayi cukup bulan. Kebutuhan energi bayi cukup bulan 80-90kal/kg/hari; sedangkan kebutuhan energi pada bayi prematur bervariasi tergantung kondisi kesehatannya, yaitu  sekitar 100-120 kal/kg/hari sampai 160-180 kal/kg/hari.

Apabila kebutuhan energi bayi prematur dari karbohidrat dan lemak tidak tercukupi, tubuhnya akan mengambil protein sebagai sumber energi. Hal ini tidak baik bagi bayi prematur karena protein dibutuhkan untuk pertumbuhan serta perbaikan sel-sel dalam tubuh. Protein juga sangat penting bagi pertumbuhan otak dan kecerdasan. Kekurangan protein dapat menyebabkan penurunan kecerdasan. Selain itu, kekurangan protein pada bayi prematur dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan dan fungsi ginjal. Ginjal yang kecil dan kurang baik perkembangannya ini dapat menyebabkan darah tinggi saat dewasa.

Apakah kebutuhan cairan juga perlu di kontrol?

Tentu. Komposisi cairan pada tubuh bayi prematur sekitar 90%. Komposisi tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan bayi cukup bulan dan orang dewasa, yaitu 75% dan 60%. Karena besarnya komposisi cairan pada bayi prematur maka kecukupan asupan cairan sangat penting. Pada hari pertama kehidupan bayi prematur membutuhkan asupan cairan sekitar 80-105 mL/kg/hari. Kebutuhan cairan terus meningkat seiring bertambahnya usia. Namun, pemberian cairan tergantung kondisi bayi tersebut. Jika bayi memiliki kelainan jantung misalnya, pemberian cairan harus dibatasi agar tidak membebani jantung. Sebaliknya, jika bayi menjalani fototerapi atau suhu tubuhnya meningkat, maka pemberian cairan harus ditambah untuk mengganti cairan yang hilang akibat penguapan.

Hal yang patut diingat yaitu fungsi ginjal pada bayi prematur belum sempurna, sehingga bayi prematur lebih rentan kekurangan atau kelebihan cairan. Kurangnya cairan dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan elektrolit dan hipotensi. Kelebihan cairan dapat menyebabkan edema/bengkak, gagal jantung, dan infeksi usus. Tapi orangtua tidak perlu khawatir, karena dokter spesialis anak yang menangani pastilah telah menghitung dengan rinci kebutuhan cairan ini selama perawatan intensif di rumah sakit.

Manakah yang baik, ASI atau Susu Formula?

ASI lebih direkomendasikan bagi bayi prematur. ASI bayi prematur berbeda dengan ASI bayi cukup bulan. Di dalam ASI bayi prematur terdapat kandungan protein, lemak, asam amino bebas, dan sodium yang lebih tinggi. Selain kandungan nutrisi yang baik, ASI juga mengandung imunoglobulin, prebiotik dan probiotik, jarang menimbulkan masalah pencernaan, melindungi dari infeksi dan peradangan, serta baik bagi perkembangan saraf bayi.

Susu formula dapat diberikan pada kondisi berikut ini. Susu formula yang diberikan yaitu formula khusus bayi prematur. Dalam jangka pendek, bayi prematur yang diberikan susu formula mengalami kenaikan berat badan yang lebih cepat. Namun, terdapat risiko munculnya gangguan saluran pencernaan (feeding intolerance) serta infeksi saluran pencernaan (necrotising enterocolitis).

Pemberian ASI pada bayi prematur sehat

Pemberian ASI disesuaikan dengan kemampuan bayi untuk menyusu, yang bergantung pada kematangan fungsi refleks hisap dan menelan.

  • Bayi dengan usia kehamilan ibu >34 minggu (berat badan >1800 gram) memiliki refleks hisap dan menelan yang cukup baik, sehingga dapat disusukan langsung kepada ibu.
  • Bayi yang usia kehamilan ibu 32 – 34 minggu (berat badan 1500-1800 gram) memiliki refleks menelan cukup baik, namun refleks menghisap masih kurang baik. Ibu dapat memerah ASI, kemudian ASI diberikan ke bayi dengan menggunakan sendok, cangkir, atau pipet. Bayi prematur dengan berat badan >1500 gram membutuhkan ASI 150-220ml/kgBB/hari, rata-rata 180ml/kgBB/hari. ASI yang diberikan sebaiknya ditambahkan human milk fortifier. Jika tidak ditambahkan human milk fortifier, maka bayi membutuhkan suplemen vitamin (A,D,C,B), zat besi, asam folat, fosfat dan sodium.
  • Bayi yang usia kehamilan ibu <32 minggu (berat badan 1250-1500 gram), belum memiliki refleks hisap dan menelan yang baik, maka ASI perah diberikan dengan menggunakan pipa lambung/orogastrik (sonde).

Pemberian ASI pada bayi prematur sakit

Bayi prematur yang memiliki berbagai masalah pada organ-organ tubuhnya, perlu dirawat di NICU. Lamanya dirawat di NICU bervariasi tergantung kondisi kesehatan bayi Ibu. Ada yang 2 minggu, sebulan, bahkan lebih.

Bagi bayi prematur dengan berat <1250 gram, memiliki berbagai masalah kesehatan serta kondisinya belum stabil, maka nutrisi diberikan melalui cairan infus yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, dan nutrisi lainnya selama 24-48 jam pertama.

Jika kondisi bayi prematur sudah stabil, saluran pencernaannya sudah siap, maka bayi dapat mulai diberikan nutrisi lewat saluran pencernaan (trophic feeding) 10 mL/kgBB/24 jam. Jika bayi sudah dapat menoleransi pemberian minum, maka jumlah minum dapat dinaikkan sambil menurunkan pemberian nutrisi melalui cairan infus.

Pemberian nutrisi melalui saluran cerna akan mengaktifkan enzim-enzim yang penting untuk pencernaan, berkembangnya vili-vili usus serta flora normal usus yang mampu mencegah infeksi.

Jika kondisi bayi lebih baik, sudah tidak perlu alat bantu nafas, dokter sudah menyatakan aman untuk disusui langsung, maka Ibu bisa menyusui langsung bayi Ibu. Kiat menyusui bayi prematur bisa dilihat disini. Selain itu, jangan ragu untuk meminta bantuan dan saran dari dokter dan perawat NICU agar Ibu bisa menyusui bayi prematur dengan baik.

Apakah ada pantangan makan dan minum Ibu yang menyusui bayi prematur?

Ibu yang menyusui bayi prematur harus menjaga asupan nutrisinya. Makanlah makanan yang bervariasi dan bergizi. Hindari minuman beralkohol. Selain itu, konsultasikan dengan dokter apabila ada obat-obatan yang harus Ibu minum selama menyusui (misalnya obat psikotropika, antibiotik).

Bagaimana cara mengetahui apakah ASI yang diberikan sudah cukup?

Tanda bayi cukup ASI selengkapnya bisa dilihat disini. Selain itu, pertumbuhan bayi perlu diukur untuk mengetahui apakah ASI yang diberikan sudah cukup. Salah satu indikator pertumbuhan yaitu kenaikan berat badan. Semua bayi akan mengalami penurunan berat badan selama 1 minggu setelah lahir. Namun penurunannya tidak boleh melebihi 5-10% pada bayi cukup bulan, dan 15-20% pada bayi prematur dari berat lahir. Biasanya pada minggu kedua atau ketiga, berat badan bayi akan naik lagi ke berat badan awal. Selain berat badan, panjang badan dan lingkar kepalanya juga perlu diukur. Grafik pertumbuhan yang dipakai sama seperti bayi cukup bulan, yaitu grafik pertumbuhan CDC dan WHO. Bedanya, bayi prematur menggunakan usia koreksi untuk grafik tersebut.

 

Cara menghitung usia koreksi

Rumusnya:

40 minggu – usia kehamilan Ibu saat melahirkan = faktor koreksi.

Usia bayi sekarang (usia kronologis) – faktor koreksi = usia koreksi.

 

Contoh

Bayi A saat ini berusia 4 bulan (usia kronologis). Bayi A lahir saat usia kehamilan Ibunya 28 minggu. Berapa usia koreksi bayi A?

Jawab

40 minggu – 28 minggu = 12 minggu (faktor koreksi) = 3 bulan.

4 bulan – 3 bulan = 1 bulan. Usia koreksi bayi A yaitu 1 bulan. Maka, pertumbuhan bayi A saat ini diukur sebagai bayi berusia 1 bulan.

 

Cara menggunakan grafik pertumbuhan selengkapnya bisa dibaca disini.

 

Sebagian besar bayi prematur dapat “mengejar” pertumbuhan (catch-up growth) seperti bayi lainnya yang cukup bulan. Fase mengejar pertumbuhan ini biasanya muncul di awal masa kanak-kanak yaitu saat balita, namun ada juga yang baru muncul di akhir mendekati masa dewasa. Jika fase ini sudah tercapai, maka usia koreksi tidak lagi dibutuhkan untuk mengukur pertumbuhan anak yang lahir prematur. Pertumbuhan anak tersebut diukur sesuai dengan usia kronologisnya.

 

Bagaimana bila ASI yang diberikan tidak cukup?

Ibu tidak perlu khawatir. Langkah pertama yaitu menghubungi konselor laktasi untuk mengetahui penyebab kurangnya ASI dan menemukan solusinya. Apabila setelah konsultasi tersebut ASI masih tidak mencukupi, bayi dapat diberikan suplemen nutrisi (human milk fortifier) yang dicampurkan ke ASI, atau bayi mendapat ASI tambahan dari donor. Jika semua cara sudah dicoba namun pertumbuhan bayi kurang baik, maka dapat diberikan susu formula khusus bayi prematur sesuai kebutuhan.

 

Mba Tina, aku perlu nambahin tentang feeding intolerance juga ga?

 

Kesimpulan

Nutrisi bayi prematur dalam beberapa bulan awal kehidupannya sangat penting bagi pertumbuhannya saat ini dan saat dewasa nanti. Jika kondisi bayi prematur belum baik, pemberian nutrisi dapat melalui cairan infus yang diatur oleh dokter. Jika kondisi bayi sudah baik, maka ASI merupakan pilihan pertama bagi bayi prematur, kecuali ada hal-hal yang membuat Ibu tidak bisa memberikan ASI dengan optimal. Dalam hal ini, bayi prematur dapat diberikan ASI dari donor maupun susu formula khusus untuk bayi prematur. Nutrisi yang baik akan menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan bayi prematur yang baik pula. Sehingga bayi prematur dapat memiliki masa depan yang sama cerahnya dengan bayi yang lahir cukup bulan.

 

Referensi

 

Underwood MA. Human milk for the premature infant. Pediatr Clin North Am. 2013 Feb; 60(1): 189–207.

 

Hay WW, Jr. Aggressive nutrition of the preterm infant. Curr Pediatr Rep. 2013 Dec; 1(4): 10.1007/s40124-013-0026-4.

 

Hay WW, Thureen P.  Protein for preterm infants: how much is needed? How much is enough? How much is too much? Pediatrics & Neonatology. 2010 August; 51(4): 198-207.

 

Jennifer E. McGowan JE, Alderdice FA, Holmes VA, Johnston L. Early Childhood development of late-preterm infants: a systematic review. Pediatrics. 2011 June; 127(6): 1111-24.

Ambalavanan N, Rosenkrantz T. Fluid, Electrolyte, and Nutrition Management of the Newborn. Feb 28, 2014. [cited Maret 2017] Available from: http://emedicine.medscape.com/article/976386-overview

Belfort MB, Rifas-Shiman SL, Sullivan T, et al. Infant growth before and after term: effects on neurodevelopment in preterm infants. Pediatrics. 2011 October; 128(4): 899-906.

 

Mahan LK, Escott-Stump S. Krause’s Food & Nutrition Therapy. 12th ed. Canada: Elsevier; 2008. Chapter 43, Medical nutrition therapy for low birth weight infants; p.1118-38.

 

Quigley M, McGuire W. Formula versus donor breast milk for feeding preterm or low birth weight infants. The Cochrane Library. 2014 Jan 1. DOI:10.1002/14651858.CD002971.pub3.

 

Mahan LK, Escott-Stump S. Krause’s Food & Nutrition Therapy. 12th ed. Canada: Elsevier; 2008. Chapter 5, Nutrition during pregnancy and lactation; p.184-93.

 

Colaizy TT, Morriss FH. Positive effect of NICU admission on breastfeeding of preterm US infants in 2000 to 2003. Journal of Perinatology. 2008 February; 28: 505–510.

 

Innis SM. Impact of maternal diet on human milk composition and neurological development of infants. Am J Clin Nutr. 2014 March 20; 99(3): 734S-741S.

 

Mahan LK, Escott-Stump S. Krause’s Food & Nutrition Therapy. 12th ed. Canada: Elsevier; 2008. Chapter 29, Medical nutrition therapy for food allergy and food intolerance; p.759-61.

World Health Organization. Feeding of low-birth-weight infants in low- and middle-income countries. 2011. [cited April 2017] Available from:

http://www.who.int/elena/titles/full_recommendations/feeding_lbw/en/

Ikatan Dokter Anak Indonesia. Pemberian Asi Pada Bayi Lahir Kurang Bulan. Aug 27, 2013. [cited Agustus 2017] Available from:

http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pemberian-asi-pada-bayi-lahir-kurang-bulan

Great Ormond Street Hospital for Children. Nutrition: enteral nutrition for the preterm infant. March 24, 2016. [cited Agustus 2017] Available from:

http://www.gosh.nhs.uk/health-professionals/clinical-guidelines/nutrition-enteral-nutrition-preterm-infant

Apa Saja yang Dilakukan Janin Dalam Rahim?

Janin di perut Anda juga beraktivitas, lho! Selain tidur, hari-hari si kecil di perut Anda diisi dengan berbagai hal, mulai dari mimpi dan mengeksplorasi sekelilingnya sampai dengan berlatih peregangan dan mendengarkan suara-suara di dunia si kecil.

Menguap besar

Si kecil mulai bisa menguap di usia 11 minggu, dan ia menguap dua kali lebih sering daripada orang dewasa. Seperti halnya orang dewasa, janin menguap disertai gerakan meregang. Janin akan lebih sering menguap saat ia berada dalam periode aktif, yang sebenarnya ia sedang menguji coba proses membangunkan diri.

Berlatih akan menyempurnakan

Saat Anda berjuang agar bisa tidur cukup nyaman, si kecil justru tidak mengalami masalah tidur, bahkan ia menghabiskan rata-rata 90-95% waktunya untuk tidur. Ia akan mengalami tahap tidur dan periode bangun yang berbeda, dan hal itu berarti merangsang semua bagian otak dan melatih sistem sarafnya. Si kecil siap menghadapi tantangan yang akan segera datang.

Bangun bangun!

Selama ia terbangun, bayi Anda akan mengeksplorasi lingkungannya dengan menyentuh, menegangkan dan memanjangkan tubuh, menggerakkan tangan dan kakinya, dan bahkan memeluk erat tali pusarnya. Beruntunglah adik-adik si janin nantinya karena mereka akan mempunya ruang yang lebih besar untuk berjungkir balik karena rahim yang sudah pernah membesar.

Bunda dan aku

Si kecil ‘dimandikan’ oleh hormon Anda, sehingga emosi dan kebiasaan Anda akan memengaruhi ritme hidupnya. Kadar tinggi hormon stres akan memacu aktivitas si kecil. Sebaliknya, si kecil akan secara otomatis merasa rileks (detak jantungnya akan melambat) ketika ia mendengar suara Anda.

Bermimpilah pemimpi

Mulai awal trimester ketiga, si kecil memiliki pola tidur dan bangun yang teratur, termasuk di dalamnya adalah periode REM (rapid eye movement) yang menandai bahwa ia tengah bermimpi. Apa mimpi si kecil? Itu masih sebuah misteri, tapi ia mungkin melatih gerakan-gerakan yang ia pelajari atau ia mungkin membayangkan sensasi kehidupan di dalam rahim.

Tidak sinkron

Mungkin Anda merasa si kecil justru mulai menendang-nendang saat Anda ingin istirahat. Penjelasannya begini, si kecil sedang meregangkan tubuhnya karena saat Anda berbaring dan merasa nyaman serta otot perut Anda menjadi rileks, ia mendapat ruang lebih besar untuk bermanuver.

Siap keluar

Dengan semakin dekatnya masa persalinan, si janin akan memangkas waktu tidurnya, menjadi hanya sekitar 85%, seperti halnya bayi baru lahir. Di usia 32 minggu, otak dan sistem sarafnya sudah sematang sistem yang akan ia miliki di saat lahir nanti.

Sesuai jadwal

Begitu Anda berjumpa dengan si kecil, Anda dapat mulai menanamkan kebiasaan. Membiasakan si kecil terkena banyak cahaya di siang hari dan membiarkannya dalam gelap di malam hari akan memberi ide secara umum pada tubuh si kecil. Jadwal dan kebiasaan tersebut belum merefleksikan siklus siang dan malam sampai sekitar satu atau dua bulan setelah ia dilahirkan.

Apa saja aktivitas organ dalam tubuh janin?

Ginjal. Sejak minggu ke-21, si kecil mulai menelan cairan amniotik. Ginjal si kecil akan menyaring cairan itu dan menghasilkan air seni, yang kemudian ia keluarkan lagi ke cairan amniotik. Proses itu akan berlangsung terus.

Paru-paru. Sejak minggu ke-17, si kecil melatih pernapasannya dengan menghirup cairan amniotik, bukan udara. Sekitar minggu ke-26, paru-parunya menghasilkan surfaktan yang akan menggelembungkan paru-paru saat ia lahir.

Usus. Sejak trimester kedua, usus si kecil sudah berfungsi, memproduksi mekonium campuran berwarna hijau kehitaman yang berasal dari rambut, sel kulit mati, empedu, dan cairan amniotik.

Otak. Jumlah koneksi dalam otaknya selalu bertambah setiap saat. Dan kini si kecil mengembangkan refleks dan pola aktivitas serta istirahat.

Mata. Begitu kelopak mata si kecil terbentuk sempurna di minggu ke-27, ia akan mulai membuka matanya saat aktif dan menutupnya selama tidur.

Tangan dan kaki. Saat ia terbangun, si kecil sibuk merasai wajah dan tubuhnya, memegang tali pusar, dan menghisap jempolnya. Selain tendangan dan gerakan menekuk-meregang, ia juga menikmati seolah berjalan-jalan dalam rahim.

 

Depok, 7 Januari 2017

Reqgi First Trasia, dr.

 

Referensi :

  1. Giuseppe Misumeci, et al. Pregnancy, Embrio-Fetal Development and Nutrition: physiology around fetal Programming. Journal of Histology. University of Catania. Italia.
  2. Keith L Moore, et al. Fetal Growth and Development. The South Dakota Departement of Health. London.
  3. 2015. Prenatal Development: How Your Baby Grows During Pregnancy. Frequency Ask Question. The American College of Obstetrician and Gynecologist.
  4. J A DiPitreo. 2008. Prenatal Development. Elsevier Journal. Johns Hopkins University. USA.
  5. Sarwono Prawiroharjo. 2008. Buku Ajar Ilmu Kebidanan. PT Bina Pustaka Sarwono. Jakarta.

Sudahkah Pengasuh Bayi Anda Mendapatkan Vaksin Pertusis?

Sebuah sekolah menengah di Seattle baru-baru ini mengumumkan wabah kecil batuk rejan: 13 siswa didiagnosis dengan pertusis yang dikonfirmasi laboratorium. Tak satu pun dari remaja yang menular saat ini, namun hal ini menjadi pertanyaan menarik tentang bagaimana melindungi anak-anak dan masyarakat kita. Apakah tanggung jawab kita sebagai orang tua untuk memastikan pengasuh bayi, pengasuh atau bahkan nenek buyut benar divaksinasi?

Cukup sulit untuk meminta kakek dan nenek untuk memvaksinasikan diri mereka agar dapat melindungi anak bungsu atau balita yang paling rentan. Mungkin juga merupakan tantangan dengan pengasuh tetangga. Saya akan menyarankan Anda untuk hanya mengatakan, “Hei, apakah Anda mendapatkan suntikan 11 tahun dan vaksin flu Anda tahun ini?” Masalahnya, satu kendala mungkin adalah bahwa pengasuh berusia 15 tahun Anda mungkin tidak tahu apakah mereka sudah mendapatkan vaksin Pertusis remaja. Sebagai pengingat, semua anak diberi imunisasi untuk batuk rejan (DTaP) pada usia 2, 4, 6, dan 15 bulan. Mereka kemudian menerima dosis lain pada usia 4. Kemudian dosis tween booster (tembakan Tdap) pada usia 11 tahun.

Banyak remaja mempersiapkan diri untuk pekerjaan besar mengasuh anak dengan mengikuti kelas/kursus. Di kelas, instruktur membantu mereka untuk memastikan apakah mereka akan mendapatkan imunisasi selama kursus berlangsung.

Apa Itu Batuk Rejan?

  • Infeksi bakteri yang sangat menular (pertusis) pada hidung dan tenggorokan menyebabkan “batuk rejan.”
  • Mudah terbawa oleh batuk dan bersin. Gejala muncul 7-10 hari setelah terpapar (rata-rata)
  • Gejala berbeda menurut usia, bayi dan anak kecil mungkin akan memiliki batuk parah atau bahkan berhenti bernapas. Kami sangat khawatir tentang bayi yang baru lahir, bayi muda di bawah usia 2 bulan, tetapi juga mempertimbangkan bayi di bawah usia 6 bulan “berisiko tinggi.”
  • Orang dewasa dan anak yang lebih tua bisa mengalami demam, pilek dan batuk yang parah yang berlanjut menjadi batuk, suara yang “rejan” terdengar dengan batuk, atau bahkan batuk yang berlangsung lebih dari 100 hari (bahkan jika diobati). Pengobatan adalah berupa mencegah penyebaran, bukan batuk.

Apakah Batuk Rejan Adalah Masalah yang Serius?

  • Sangat serius untuk bayi dan anak kecil. Sekitar setengah dari bayi yang mendapatkan batuk rejan masuk rumah sakit. Beberapa akan mengalami gangguan pernafasan parah dan beberapa orang akan mengalami kejadian yang mengancam jiwa saat bernafas.
  • Bisa menyebabkan pneumonia, kejang, kerusakan otak dan bahkan kematian sangat jarang.

Orang dengan risiko tertinggi:

  • Bayi, ibu hamil, penderita asma
  • Washington State: kami mengalami wabah besar dua tahun lalu. Syukurlah sekarang kasus biasanya antara 184 dan 1026 kasus pada tahun biasa. Sejauh ini, telah terjadi 96 kasus yang dilaporkan tahun ini (sampai 11/8), turun dari 644 yang dilaporkan kali ini tahun lalu. King County memiliki salah satu catatan yang lebih rendah di negara bagian: 3.8 / 100.000 orang (tertinggi adalah Adams County: 60 per 100.000).

Apa yang Orang Tua Perlu Tahu?

Vaksinasi (vaksin DTaP pada anak kecil & Tdap pada usia 11 tahun ke atas) adalah pertahanan terbaik melawan pertusis. Anak-anak yang tidak divaksinasi setidaknya memiliki risiko delapan pertiga lebih besar dibandingkan anak-anak yang sepenuhnya divaksinasi dengan DTaP. Kata “wabah” benar-benar mengajarkan kita bahwa dibutuhkan masyarakat yang sudah divaksinasi untuk melindungi bayi kecil. Sebagian besar data memperkirakan hanya sekitar 4 dari 5 dari kita yang mendapatkan suntikan perlindungan dari batuk rejan sehingga kita bergantung pada orang-orang di sekitar kita untuk diimunisasi agar kita cenderung tidak menyebar. Selama epidemi 2012 di Washington banyak anak dan remaja yang menderita batuk rejan telah diimunisasi. CDC mencatat epidemi Washington yang mengajarkan kita tentang batuk rejan. Meski vaksin pertusis memberikan perlindungan jangka pendek yang bagus, sepertinya imunitas bisa memudar. Data CDC memang mengingatkan kita bahwa mendapatkan suntikan masih merupakan strategi tunggal yang paling efektif, terutama untuk wanita hamil dan kontak bayi.

  • Pengasuh bayi dari segala usia harus tinggal di rumah saat sakit (terutama jika merawat bayi yang baru lahir) jika mereka memiliki gejala batuk atau pilek, terutama jika wabah batuk rejan atau influenza berada di wilayah mereka.
  • Ibu hamil membutuhkan Tdap selama trimester ketiga mereka. Temuan penelitian menyimpulkan, “Tdap selama kehamilan tidak dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan hipertensi pada kehamilan atau kelahiran prematur atau SGA (usia gestasi yang kecil).
  • Dosis satu kali Tdap direkomendasikan untuk semua orang berusia di atas 11 tahun
  • Efek seumur hidup tidak terbukti (efek suntikan berlangsung sekitar 4-12 tahun) namun setelah 5 tahun proteksi moderat tetap ada.
  • Cuci tangan, tutupi batuk, tetap di rumah saat sakit
  • Hindari kontak dekat dengan seseorang yang memiliki gejala batuk rejan. Dorong mereka untuk menemui dokter untuk pengobatan jika mereka memiliki batuk yang tidak biasa.

 

 

Ditulis oleh Wendy Sue Swanso, MD, MBE, Pediatrician, Executice Director of Digital Health at Seattle Children’s Hospital dan penulis blog Seattle Mama Doc dan Mama Doc Medicine. Pelajari lebih lanjut dengan mengikuti Twitternya di (@SeattleMamaDoc) dan Facebook (www.Facebook.com/SeattleMamaDoc).

 

Artikel asli: http://seattlemamadoc.seattlechildrens.org/has-your-babysitter-had-the-whooping-cough-shot/. Artikel ini diterjemahkan atas izin dari SeattleMamaDoc oleh dr. Reqgi First Trasia.

Amankah Membeli ASI Online?

Tahukah Anda, penelitian di Amerika Serikat pada tahun 2013 menemukan bahwa membeli ASI di Internet melalui situs berbagi susu (milk-sharing) tidak sepenuhnya aman. Meskipun ASI yang dapat diperoleh melalui situs online dengan gratis atau sangat murah, hal itu mungkin membawa risiko yang berarti bagi bayi. Jelas manfaat ASI sangat luas; Dokter Anak dan ahli kesehatan merekomendasikan untuk menyusui eksklusif sampai usia 6 bulan. Namun, ASI yang diperoleh dari individu yang tidak diketahui (atau hanya diketahui) secara online dapat membawa kontaminasi berupa obat yang dikeluarkan melalui ASI, atau kontaminasi berupa bakteri dan virus. Jika seorang ibu tidak mampu menyediakan cukup ASI untuk bayinya, ia dan suami perlu mengetahui bahwa susu dari penjual online dapat terkontaminasi pada saat pengumpulan dan/ atau selama transportasi. Hal ini dapat berbahaya, terutama untuk bayi yang lahir prematur. Sehingga jika ingin membeli, sebaiknya carilah ASI yang bersertifikasi.

Pada tahun 2010, sebenarnya FDA sudah menyatakan penentangannya dalam praktik pembelian ASI secara online, dengan memperingatkan orang tua mengenai adanya potensi risiko kontaminasi bakteri atau virus, terpapar bahan kimia, pengobatan terapi penyakit, dan obat-obatan terlarang. Penelitian di Amerika Serikat ini kemudian menguatkan hal tersebut: para peneliti mendapatkan bahwa hampir 3/4 dari ASI yang didapat secara online  memiliki kontaminasi bakteri dan 20% sampel dinyatakan positif terinfeksi virus yang bernama CMV (Citomegalovirus). 

Perlu diperhatikan bahwa jumlah bakteri (atau virus) di dalam ASI tidaklah menentukan besarnya risiko infeksi. Sehingga, adanya bakteri dalam sampel ASI tidak berarti bahwa bayi yang mengonsumsinya pasti akan sakit. Berapa umur bayi, jumlah bakteri dalam sampel, dan status kekebalan bayi juga ikut berperan. Namun, ada laporan tentang bayi prematur dan bayi dengan ketahanan tubuh yang rendah (immunodeficiency) yang menjadi sakit parah akibat pemberian ASI yang tidak dipasteurisasi, sehingga bersikap hati-hati itu perlu bagi orang tua yang ingin membeli ASI melalui situs online.

Ditekankan bahwa ASI yang diperoleh dan dipelajari dalam penelitian bukanlah ASI yang berasal dari dari bank susu (milk bank). Himpunan ASI Amerika Utara (Human Milk Banking of North America/HMBANA) melakukan skrining infeksi (seperti HIV) bagi para pendonor ASI dan mempasteurisasi ASI untuk memastikan peningkatan perlindungan keselamatan penerimanya. Yang menjadi masalah bagi banyak keluarga yang tidak mampu memperoleh ASI yang cukup dengan menggunakan bank-bank seperti ini adalah mahalnya harga yang harus dibayar untuk mengganti biaya penanganan, skrining, dan pasteurisasi, yang dapat membuat satu ons ASI saja seharga beberapa dolar!

ASI yang Dibeli Melalui Internet:

  • Para peneliti di Ohio mengumpulkan lebih dari 100 sampel ASI donasi melalui situs ASI online yang tidak disebutkan namanya untuk pengujian. Silakan cari kata kunci “buy breastmilk” untuk beberapa contoh situs jual beli ASI secara online. Dalam penelitiannya, para peneliti memesan, membayar, dan melakukan tes pada ASI diperoleh melalui situs online. Mereka memetakan waktu pengiriman, suhu pada saat kedatangan dan menguji susu-susu tersebut terhadap kontaminasi bakteri dan virus. Pada penelitian itu, 74% air susu yang diperoleh secara online didapati mengandung kontaminasi bakteri pada saat pengujian. Sebagian besar bakteri yang ditemukan dalam susu yang dikumpulkan adalah bakteri gram positif (“staph“) yang hidup di kulit manusia. Tiga sampel ASI yang dikumpulkan terkontaminasi bakteri Salmonela. Sekitar 1 dari 5 sampel yang diuji positif mengandung DNA CMV.
  • Kemungkinan untuk terjadinya kontaminasi bakteri dapat menjadi lebih tinggi dengan semakin lamanya waktu yang dibutuhkan ASI untuk sampai ke tempat tujuan. Meskipun separuh dari sampel tiba dalam waktu dua hari, 12% dibutuhkan tiga sampai enam hari. Setiap tambahan satu hari transit dikaitkan dengan peningkatan total jumlah bakteri. Beberapa penjual ASI mempromosikan diet atau olah raga yang biasa mereka jalani atau tidak menggunakan obat-obatan. Namun, tak satu pun dari klaim ini dapat digunakan untuk memprediksi jumlah bakteri atau adanya virus CMV.
  • Para peneliti membandingkan sampel ASI yang diperoleh secara online dengan sampel air susu yang diperoleh (sebelum pasteurisasi) dari bank susu anggota HMBANA.  Ternyata sampel-sampel yang diperoleh melalui online lebih terkontaminasi secara signifikan dibandingkan ASI yang didapatkan dari bank susu. Peneliti berteori bahwa karena susu yang disumbangkan ke bank susu telah di skrining dan berasal dari wanita yang di skrining dan diberi konseling mengenai teknik pengumpulan yang tepat, mereka dapat mengirimkan susu yang lebih tidak terkontaminasi secara keseluruhan dengan praktik penanganan higienis yang lebih baik.
  • Para peneliti menguatkan pernyataan FDA 2010 akan ASI online: “ASI yang dibeli melalui Internet menunjukkan pertumbuhan bakteri yang tinggi dan seringnya kontaminasi bakteri patogen, yang mencerminkan praktik pengumpulan, penyimpanan, atau pengiriman yang tidak baik.”
  • Penelitian ini sangat bermanfaat sebagai informasi awal tentang ASI yang dibeli melalui Internet. Mayoritas ibu melakukan menyusui bayinya sejak dini (77%), namun tidak semua ibu dapat menghasilkan cukup ASI untuk bayi mereka. Jika Anda seorang ibu yang memiliki tantangan dalam menyediakan stok susu atau mengenal ibu yang memiliki tantangan serupa, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah dengan berkonsultasi dengan konsultan laktasi untuk mendapatkan dukungan dalam meningkatkan produksi susu. Jika keluarga ingin membeli ASI tambahan, penelitian baru ini dan rekomendasi FDA saat ini menyarankan sebaiknya hindari pembelian ASI secara online.

Ditulis oleh Wendy Sue Swanso, MD, MBE, Pediatrician, Executice Director of Digital Health at Seattle Children’s Hospital dan penulis blog Seattle Mama Doc dan Mama Doc Medicine. Pelajari lebih lanjut dengan mengikuti Twitternya di (@SeattleMamaDoc) dan Facebook (www.Facebook.com/SeattleMamaDoc)

 

Artikel asli: http://seattlemamadoc.seattlechildrens.org/buying-breast-milk-online/. Artikel ini diterjemahkan atas izin dari SeattleMamaDoc oleh dr. Reqgi First Trasia.

 

 

Kapan Pertama Kali Janin Mengenal Rasa Makanan?

Tahukah Anda bahwa si kecil di dalam kandungan dapat merasai apa yang Anda makan? Nah, ini dia menu dalam rahim.

 

Anda mungkin berpikir si kecil belum mempunyai konsep tentang rasa sampai saat pertama si kecil meneguk ASI, atau barangkali ketika si kecil diberi makanan padat. Tapi mungkin Anda terkejut karena ternyata si kecil sudah mencicipi rasa pertamanya 13 minggu setelah pembuahan, atau tepatnya ketika indra pengecapnya mulai berkembang.

Dari usia 11 minggu di kandungan, bayi Anda akan belajar bagaimana menelan dan meneguk cairan amniotik yang mengelilinginya dalam rahim. Komposisi cairan amniotik berubah di trimester pertama. Dari semula cairan berbasis air, mirip plasma darah, menjadi substansi penuh nutrisi karbohidrat, protein, dan lemak. Substansi ini berperan penting dalam proses tumbuh kembang si janin. Setiap hari, si kecil akan mencerna sejumlah cairan ini, untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, maupun untuk melatih kemampuan si kecil menelan dan mencerna. Cairan amniotik tersebut mengandung rasa yang tidak pasti, rasa berubah sesuai makanan yang dikonsumsi ibunya. Jadi, begitu indra pengecap si kecil sudah cukup berkembang, ia akan dapat mencicipi berbagai rasa yang terkandung dalam cairan amniotik, tergantung jenis makanan yang Anda asup.

Penerima rasa (taste receptor) yang terbentuk cepat di lidah si kecil, seiring perkembangan saraf penerima lainnya di saluran napas, memberi kemampuan pada si kecil untuk merasakan amniotik dan membauinya. Setidaknya 90% dari indera perasanya dipengaruhi oleh penerima bau (smell receptor), sehingga makanan dengan rasa yang kuat, misalnya rempah, adalah yang paling mudah dikenali janin.

Coba uji pada diri Anda sendiri. Jika Anda makan makanan berbumbu tajam, tunggu dua jam, waktu yang dibutuhkan bagi rasa makanan tersebut sampai ke cairan amniotik, Anda akan merasakan respon janin, misalnya gerakan, dll. Atau bisa saja, janin Anda tidak responsif! Apapun reaksi janin yang terjadi, Anda tidak perlu khawatir . Rasa makanan seperti itu tidak akan membuat janin stress. Rasa-rasa itu sekadar melatih janin dengan sensasi yang lebih bervariasi sehingga ia akan lebih siap saat lahir nanti.

Para peneliti menyatakan bahwa bayi yang terekspos oleh rasa tertentu di dalam rahim akan lebih menyukai makanan dengan rasa tersebut setelah mereka dilahirkan nanti. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Philadelphia menguji sekelompok ibu hamil. Para bumil ini dibagi dalam tiga kelompok: satu kelompok diberi jus wortel empat kali seminggu selama kehamilan, lalu diberikan air ketika mereka sudah melahirkan dan saat menyusui. Kelompok kedua minum air selama kehamilan, lalu diberi jus wortel saat mereka menyusui. Kelompok terakhir tidak minum jus wortel.

Ketika bayi-bayi mereka disapih dan mulai makan makanan padat, para peneliti menawarkan dua macam sereal: sereal tanpa rasa dan rasa wortel. Bayi yang terpapar jus wortel, baik melalui cairan amniotik maupun ASI, akan lebih menyukai sereal rasa wortel dan cenderung tidak akan menyeringai bila dibandingkan bayi yang belum pernah mencicipi rasa wortel.

Penelitian lain dilakukan untuk menguji apakah bau-bauan dapat diteruskan ke cairan amniotik oleh jenis makanan tertentu. Peneliti memberikan kapsul bawang putih atau kapsul gula kepada sekelompok ibu hamil. Kemudian , para peneliti mengambil contoh cairan amniotik pada bumil tersebut. Sekelompok orang diminta melakukan tes penciuman, dan sampel dari para ibu yang telah menelan kapsul bawang putih terdeteksi bau bawang putih.

Sepertinya memang benar kata orang: you are what you eat. Dan anehnya, apapun yang Anda makan tidak saja langsung berpengaruh pada si kecil, tetapi juga mungkin memengaruhi pilihan rasa si kecil di masa depan. Ilmuwan Perancis melakukan sebuah studi untuk mendukung fakta tersebut: 12 ibu hamil diberikan biskuit dan permen berlapis coklat sekitar 10 hari sebelum melahirkan. Beberapa jam setelah para wanita tersebut melahirkan, reaksi bayi mereka terhadap bau coklat lebih tampak dibandingkan dengan bayi yang tidak terpapar bau tersebut sebelumnya.

Paparan terhadap sebuah aroma di masa antenatal dan setelah melahirkan diyakini dapat meningkatkan kenikmatan terhadap rasa tersebut, selama masa penyapihan maupun setelah mereka dewasa. Hal ini menjelaskan mengapa berbagai negara memiliki preferensi budaya dan etnis tertentu terhadap makanan dan rasa. Seorang anak Indonesia, misalnya, tumbuh dengan preferensi rasa yang berbeda dengan anak-anak Perancis, China, atau India – dan kegemaran tersebut dapat disebabkan oleh tereksposnya anak-anak terhadap rasa cairan amniotik yang pertama kali mereka rasakan.

Menjaga kebiasaan makan sehat dan seimbang selama masa kehamilan penting untuk memberi makanan si kecil yang sedang tumbuh. Namun, dengan Anda menganut kebiasaan makan makanan yang bervariasi, si kecil nantinya akan lahir dengan kebiasaan menikmati makanan sehat. Dengan makan yang benar, Anda dapat menghapus kemungkinan si kecil menyukai permen dengan kegemarannya pada brokoli.

Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :

  1. Keith L. Moore, et al. 2000. Fetal Growth and Development. The South Dakota Departement of Health.

  2. Women Health Care Physicians. 2015. Prenatal Development: How Your Baby Grows During Pregnancy. The American College of Obstetric and Gynecology.

  3. Giussepe M, et al. 2015. Pregnancy, Embryo Fetal Development and Nutrition: Physiologi around Fetal Programming. Journal of Histology and Histopatology: University of Catania: Italia.

  4. Deki Pem. 2015. Factors Affecting Early Childhood Growth and Development: Golden 1000 ages. Medical Science University of Bhutan: Bhutan.

  5. J A Dipietro. 2008. Prenatal Development. Johns Hopkins University: Baltimore.

Virus Zika dan Serba-serbinya

Akhir-akhir ini informasi mengenai virus zika mulai menyebar luas, membuat kita semua khawatir terutama karena virus ini disinyalir merupakan penyebab mikrosephali pada bayi baru lahir di wilayah Amerika Selatan. Mums, mari kita kenali fakta-fakta unik mengenai virus zika untuk menghindari penyakit yang disebabkannya.

Penyebaran

Seperti halnya demam berdarah atau chikungunya yang telah lebih dulu menjadi endemik di beberapa wilayah di Indonesia selama musim tertentu, virus zika merupakan golongan flavivirus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes. Di wilayah tropis, nyamuk Aedes Aegypti menjadi jenis nyamuk yang menyebarkan virus ini. Oleh karena itu, salah satu poin penting pencegahan penyakit ini adalah melindungi diri dari gigitan nyamuk.

Penularan

Selain melalui nyamuk, virus zika juga menular secara kongenital, perinatal (saat kelahiran), dan juga seksual. Kemungkinan cara penyebaran yang lainnya antara lain karena gigitan binatang seperti monyet, melalui transfusi darah, dan juga akibat paparan di laboratorium. Virus zika pernah terdeteksi terdapat pada ASI penderitanya namun belum dapat dibuktikan apakah virus ini juga menyebar melalui pemberian ASI.

Gejala

Virus ini juga menyebabkan gejala yang mirip dengan demam berdarah atau penyakit akibat virus lainnya. Gejala tersebut antara lain; demam, nyeri otot, konjunctivitis pada mata, ruam kemerahan, nyeri sendi, dan nyeri kepala. Gejala umumnya ringan dan bahkan pada kebanyakan kasus (80%) tidak bergejala sama sekali. Gejala yang terjadi juga dapat sembuh sendiri dalam rentang waktu maksimal 2 minggu.

Mikrosephali

Berita yang paling menggemparkan mengenai virus zika adalah kejadian microcephaly (kondisi dimana ukuran lingkar kepala bayi di bawah rata-rata ukuran kepala bayi dengan usia dan jenis kelamin yang sama) pada bayi di Brazil yang diduga disebabkan karena virus zika yang menginfeksi ibu hamil. Meski masih terus diteliti mengenai keterkaitan virus zika dan efeknya pada kehamilan, ibu hamil menjadi salah satu golongan yang harus waspada terhadap infeksi virus zika. Jika seorang ibu hamil baru pergi berpergian dari wilayah yang terkena wabah virus, sebaiknya  memeriksakan diri apakah terinfeksi atau tidak.

Pada orang dewasa, virus zika dapat mengakibatkan komplikasi neurologis seperti Guillain-Barre Syndrome, meningitis, dan meningoencephalitis. Virus ini jarang sekali mengakibatkan kematian.

Pengobatan

Tidak ada pengobatan yang khusus untuk menyembuhkan virus zika. Istirahat yang cukup, minum air putih yang banyak, serta obat pereda nyeri dan demam seperti parasetamol merupakan terapi yang cukup efektif untuk mengurangi gejala yang terjadi.

Pencegahan

Pencegahan terutama dengan cara menghindari gigitan nyamuk. Gunakan lotion atau spray anti nyamuk, baju lengan panjang, dan juga pelindung saat tidur. Ibu hamil hendaknya berhati-hati dalam melakukan perjalanan, hindari mengunjungi wilayah yang terkena wabah.

Pada orang yang tinggal di daerah wabah sebaiknya menghindari hubungan seksual saat hamil atau menggunakan pelindung seperti kondom.

Irma Susan Kurnia, dr.

Sumber:

  1. Plourde, Anna M & Bloch, Evan M. 2016. A Literature Review of Zika Virus. EID Journal Vol 22 No 7 Cited Dec 2016. Available at wwwnc.cdc.gov
  2. World Health Organization. 2016. Zika Virus. Cited Dec 2016. www.who.int
  3. Meaney Delman et al.2016. Zika Virus and Pregnancy: What Obstetric Health Care Providers Need to Know. Obstetrics & Gynecology: April 2016 – Volume 127 – Issue 4 – p 642–648

 

Perlengkapan ASI Eksklusif

Menyusui adalah anugerah bagi setiap ibu. Bisa memberikan ASI secara eksklusif (selama 6 bulan tanpa pemberian makanan lain selain ASI) tentu juga menjadi suatu kesempatan yang berharga dan momen yang indah bagi ibu dan juga sang anak. Proses pemberian ASI ini, memang bisa diberikan secara langsung tanpa bantuan alat apapun. Namun, bagi para ibu yang kadang tidak ada kesempatan untuk menyusui sang buah hati secara langsung, misalnya ibu bekerja, diperlukan perlengkapan ASI untuk mendukung proses pemberian ASI. Lalu, apa saja ya perlengkapan ASI yang ibu butuhkan?

1.Pompa atau alat perah ASI

pigeon-manual-breast-pump-bpa-free-pompa-asi-manual-putih-halloween-promo-8825-635214-1-catalog_233Pompa ASI ini digunakan untuk memompa air susu dari payudara ibu, agar produksinya tetap lancar dan menjaga kuantitasnya agar selalu mencukupi. Di samping itu, dengan memompa secara rutin dapat mencegah tersumbatnya saluran / duktus pada payudara yang memproduksi ASI (blocked ducts). Pompa ASI ini terdiri dari beberapa macam; pompa manual (dioperasikan secara manual dengan tangan), pompa yang dioperasikan oleh baterai, dan pompa elektrik.

Adapun pompa ASI ini dibutuhkan bila:

  • Payudara perlu dikosongkan untuk produksi susu yang lebih baik
  • Payudara ibu bengkak
  • Ibu sedang dalam keadaan sakit sehingga tidak dapat menyusui
  • Ibu dan bayi sedang tidak bersama
  • Susu perlu dikumpulkan untuk keperluan di waktu yang akan datang

Pilihan untuk pompa ASI ini tergantung pada pemakaiannya. Untuk proses memompa yang mudah dan nyaman seperti di rumah, biasanya digunakan pompa yang dioperasikan oleh baterai atau yang elektrik, dimana sumber listrik atau tempat re-charge dapat dengan mudah dijangkau. Sementara ketika bepergian, para ibu biasanya lebih memilih pompa manual karena lebih praktis, tidak berisik, dan dapat diatur menyerupai refleks menyusui natural bayi sehingga lebih mudah untuk mendapat let-down reflex.

2. Niplette / Penarik Puting

SCF152_02-IMS-en_USAlat ini biasanya digunakan untuk membantu ibu dengan puting payudara yang datar atau terbalik. Ini dapat menarik puting dengan lebih nyaman untuk persiapan menyusui. Penting untuk konsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau konselor laktasi sebelum menggunakan alat ini, sehingga setelah melahirkan sang bayi, ibu bisa menyusui dengan sukses tanpa kendala.

3. Nipple Shields / Perisai Puting

downloadAdapun kegunaan alat ini adalah untuk melindungi puting dan meminimalisir rasa sakit ketika menyusui karena adanya luka atau puting pecah. Biasanya tersedia bahan latex atau karet silicon tergantung kenyamanan ibu. Keadaan yang mendukung pemakaian alat ini adalah terdapatnya luka pada puting, puting datar atau terbalik yang menyebabkan bayi sulit mendapatkan perlekatan menyusui yang benar, dan menahan aliran ASI terlalu deras ketika bayi menyusui.

4. Tempat Penyimpanan ASI Perah (Cooler Bag)

download (1)Bagi ibu yang bekerja, tas ini merupakan sesuatu yang penting demi kenyamanan dan keleluasaan dalam bekerja namun tetap lancar dalam mengupayakan pemberian ASI eksklusif untuk sang buah hati. Tas ini merupakan pengganti kulkas sementara untuk menyimpan hasil perahan ASI dan dengan selamat membawanya kembali ‘pulang’ tanpa perlu es atau sambungan listrik tertentu. Tas ini ibarat ‘sahabat’ bagi ibu bekerja yang menyusui. Sangat berguna untuk selalu dibawa bepergian dan cukup untuk menampung satu pompa ASI dan lima botol penyimpanan ASI perah sekaligus. Banyak desain yang dapat ditemui untuk tas ini dan kebanyakan sangat fashionable, sehingga kadang orang tidak akan menyadari kita membawa alat-alat penting untuk ASI.

5. Breast Pads / Bantalan Payudara

imagesBantalan ini tersedia dalam bentuk sekali pakai atau dapat dicuci kembali, yang dirancang untuk mencegah kebocoran atau pakaian yang basah karena ASI yang melimpah. Alat ini terdiri dari lapisan penyerap dari bahan yang lembut untuk melindungi puting dan dapat memberikan aliran udara yang baik untuk menjaga kulit tetap kering. Cara pemakaiannya cukup dengan menyelipkannya pada bra untuk menyerap ASI yang melimpah atau kadang keluar melalui proses let-down reflex.

6. Botol Penyimpanan ASI

04-botol-kaca-asi-tutup-karet1Alat ini juga sangat penting bagi ibu bekerja yang tidak dapat memberikan ASI secara langsung kepada bayinya. Setelah diperah, ASI dapat disimpan di botol khusus ini. ASI perahan ini dapat disimpan di kulkas bawah sampai dengan 24 jam atau dapat disimpan di freezer untuk waktu yang lebih lama, sampai dengan 3 minggu. Untuk menggunakan kembali ASI yang sudah beku, dapat dicairkan terlebih dahulu dengan diletakkan dalam wadah yang berisi air hangat. Atau untuk cara yang lebih cepat dan aman, dapat digunakan pemanas khusus untuk botol susu bayi yang juga dijual di pasaran. Hindari pemakaian microwave karena dapat merusak nutrisi dan antibodi yang terdapat pada ASI.

7. Botol Susu yang BPA-Free

3FhECNNnaRAda kalanya ibu dan bayi harus berjauhan karena kondisi tertentu, misal ketika ibu bekerja, sehingga tidak dapat menyusui secara langsung. Untuk proses pemberian ASI perah itu sendiri, ada banyak pilihan yang dipilih oleh para ibu, diantaranya ada yang menggunakan cup feeder dan ada juga yang menggunakan botol. Yang penting untuk diperhatikan adalah botol yang dipakai bayi untuk menyusui tidak mengandung bahan BPA (bisphenol-a) yang merupakan bahan kimia yang biasa terdapat pada produk seperti plastik. Memilih botol susu yang tepat juga penting agarbayi tetap dapat mengembangkan kemampuan mengisap dari payudara ibu dengan baik.

Nela Fitria Yeral, dr.

08/16/2016

Referensi

  1. Dr. Lai Fon Min. ET AL. Pregnancy & Babycare Guide Vol.13 (page 172-173): Essential Tools of Breastfeeding. March 2012.
  2. ASI Terbaik untuk Bayi [Internet]. Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia. Available from: http://aimi-asi.org
  3. Pumping & Milk Storage [Internet]. U.S. Department of Health and Human Services. Available from: https://www.womenshealth.gov/publications/our-publications/breastfeeding-guide/breastfeedingguide-general-english.pdf

10 Alasan Bayi Terbangun di Malam Hari

Bayi terbangun di malam hari mungkin sudah hal biasa. Meskipun beberapa bayi “Superhero” bisa tidur hingga 10-12 jam tanpa terbangun sejak usia 3-4 bulan, sebagian besar bayi kurang dari 1 tahun akan terbangun dan menangis di malam hari mencari orangtuanya. Ternyata, ada alasan ilmiah mengenai penyebabnya, serta beberapa penjelasan perkembangan dan perilaku anak atas fenomena ini. Dr. Maida Chen yang merupakan seorang ahli paru anak, ibu dari tiga orang anak, dan direktur dari Pusat Gangguan Tidur Anak untuk membuat daftar mengenai alasan mengapa para bayi melakukan hal ini. Berikut adalah hasil diskusi dr. Wendy Sue Swanson, dokter anak pemilik blog SeattleMamaDoc, dan Dr. Maida.

10 Alasan Bayi Terbangun di malam hari

6-Reasons-Your-Baby-Waking-Night

1 .Siklus tidur

Sebagian besar bayi  terbangun di malam hari terutama disebabkan oleh perubahan gelombang otak dan perubahan siklus tidur dari kondisi REM (Rapid Eye Movement) ke fase tidur non-REM. Perubahan pola gelombang pada otak kita selama beberapa saat disebut sebagai siklus tidur atau “stadium” tidur. Saat bayi berpindah dari satu stadiun ke stadium lainnya selama tidur di malam hari, mereka mengalami waktu transisi yang menyebabkan sebagian besar bayi terbangun. Kemudian seringkali mereka akan memanggil orang tua mereka atau menangis. Atau kadangkala mereka terbangun karena lapar. Hal ini merupakan kejadian yang normal bagi bayi (maupun orang dewasa) untuk terbangun hingga 4-5  kali di malam hari selama waktu-waktu transisi stadium tidurnya. Akan tetapi, sebagian besar orang dewasa yang terbangun biasanya akan dapat kembali tidur dengan cepat sehingga kita jarang mengingat kejadian terbangun tersebut.

Pada usia 4 bulan, banyak orangtua yang mendapati bayinya terbangun setelah tidur nyenyak yang baru sebentar saja. Hal ini normal, dan seringkali dikarenakan oleh perkembangan gelombang tidur delta (deep sleep). Trik bagi orangtua untuk menangani hal ini adalah dengan sedikit demi sedikit melepaskan bayi saat terbangun; kita harapkan bayi dapat belajar menenangkan dirinya sendiri dan bisa lebih mandiri (tanpa bantuan kita) selama waktu terbangun tersebut, sehingga lama kelamaan dapat tidur pulas semalaman.

2. Gelombang otak

Mayoritas bayi benar-benar mampu untuk tidur yang lama hingga lebih dari 6 jam lamanya hingga usia sekitar 6 bulan. Sebagaimana dijelaskan dr.Chen, “Saat melakukan penelitian menhenai tidur, kami mempelajari aktivitas gelombang otak”. Setelah usia 6 bulan, ia mengatakan, “Kami melihat bahwa gelombang otak pada usia 6 bulan keatas mirip dengan pola gelombang otak dewasa”.  Sehingga tidak berarti bayi yang terbangun di malam hari merupakan hal yang abnormal, namun hal itu menunjukkan sebuah tanda kemajuan pada bayi, yang menjadi semakin matur saat tidur. Dr. Chen  menyatakan, “Jika kamu melihat pada penelitian mengenai tidur pada bayi baru lahir dan bayi kurang dari 1 tahun, mereka akan terlihat sangat berbeda dibandingkan dengan anak yang lebih tua. Namun, setelah usia 7 bulan, pola gelombang otak anak akan terlihat mirip dengan anak usia 18 tahun.” Dan dikatakan, saat beberapa anak terbangun dalam masa transisi tidurnya, mereka mungkin  akan memanggilmu dan meminta bantuanmu tidak seperti anak usia 18 tahun!.

3. “Good Sleepers” vs. “Bad Sleepers” 

Beberapa bayi memang dapat tidur lebih baik. Dr.Chen mengingatkan bahwa; “Ada jenis bayi yang tipe “good sleepers” dan ada pula yang tipe “bad sleepers“.  Sebagian mungkin memang sudah terprogram secara organik. Namun, ada pula  bayi dengan tipe tidur yang baik dengan kebiasaan yang buruk. “Tugas kita sebagai orang tua adalah mengusahakan yang terbaik yang kita mampu untuk membiasakan kebiasaan tidur yang baik. Sebagian besarnya adalah dengan melakukan hal yang konsisten dari malam ke malam. Beberapa bayi membuat asosiasi habitual seperti harus menyusu sebelum tidur, harus diayun-ayun agar tertidur, atau harus di genggam agar bisa tidur. Kemudian, saat mereka terbangun dimalam hari, mereka menangis untuk mendapatkan asosiasi tadi (botol/minum susu atau di ayun-ayun untuk tidur) agar dapat tidur kembali. Asosiasi-asosiasi tersebut dapat menyebabkan bayi denagn tipe “good sleeper” mengalami gangguan tidur karena kebiasaan-kebiasaan tadi.

4. Menangis merupakan bagian dari hidup bayi

Terdapat perdebatan dan dialog nasional yang cukup serius antara para orang tua, psikolog, dokter anak, konsultan laktasi dan peneliti mengenai membiarkan anak menangis dan tidak membiarkannya. Saya tidak akan membahas tentang perdebatannya disini, namun jika anda merasa khawatir bahwa membiarkan bayi menangis akan membahayakan mereka, cobalah untuk tenang. Dr. Chen mengatakan, “Kami tidak merasa bawa menangis itu tidak baik untuk bayi. Tidak ada bukti yang mendukung adanya bahaya jangka panjang dari menangis”. Banyak dokter anak yang merekomendasikan untuk membiarkan bayi sedikit demi sedikit belajar untuk menenangkan dirinya sendiri atau membiarkannya menangis ketika ia sudah memiliki kemampuan menenangkan dirinya (dengan berbalik posisi, menyedot jari atau tangan dan meningkatkan gerakan) dimulai pada usia sekitar 4-6 bulan.

5. Peran Ayah dan Ibu pada malam hari

Penelitian telah mengevaluasi bagaimana orang tua dapat mengubah tidur bayi. Beberapa studi mendapatkan bahwa gangguan tidur pada bayi dipengaruhi oleh berapa kali orangtuanya menenangkannya pada malam hari. Makin sering orangtua berada di ruangan hingga bayi tidur, makin sering orangtua meletakkan bayi di ranjang bayi setelah bayi tertidur, dan makin sering orang tua mengangkat bayinya pada malam hari, maka bayi akan cenderung lebih mengalami bangun pada malam hari. Dan meskipin sebagian besar penelitian meneliti peran ibu dalam kasus terbangun di malam hari, studi Tel Aviv tahun 2010 menunjukkan bahwa saat ayah lebih terlibat dalam perawatan bayi ( siang dan malam), selain dari ibunya, bayi-bayi mereka lebih sedikit mengalami bangun pada malam hari. Saatnya mulai bergantian!!

6. Tumbuh Kembang

Perjalanan perkembangan akan mengubah tidur. Setelah usia 4 bulan sebagian besar bayi akan memiliki periode tidur yang panjang dan kemudian terbangun setiap beberapa jam karena adanya perubahan siklus tidur. Terkadang mereka akan terbangun dan berguling  lalu berteriak dan menangis  saat mereka terjebak atau berubah posisi. Perubahan kondisi dapat diterjemahkan dalam bentuk terbangun di malam hari. Pada usia 6 bulan, bayi akan menjelajahi dunia, meletakkan berbagai objek dan kuman ke dalam mulutnyan dan merupakan subyek banyak infeksi. Mereka juga akan belajar duduk pada usia 6 bulan dan pada tahap ini sering kali memicu terbangun di malam hari. Pada usia 9 bulan bayi belajar mengangkat dirinya di ranjang bayi dan belajar berdiri- sehingga jangan kaget bila mereka akan lebih sering bangun. Sebagian besar orangtua akan kaget saat menemukan bayi 9 bulannya bangun di malan hari, berdiri dan siap untuk berguling-guling.

7. Tumbuh gigi 

Tidak perlu ditanyakan lagi bahwa tumbuh gigi dapat membangunkan anak di malam hari dan mengganggu tidurnya. Tumbuh gigi biasanya terjadi sekitar usia 6 bulan, tapi aku mendengar  bahwa tumbuh gigi selalu membangunkan bayi setiap kali terjadi sepanjang usia pre-sekolahnya. Asetaminofen/parasetamol adalah satu-satunya obat yang saya rekomendasikan pada bayi yang tumbuh gigi.

8. Perubahan tingkah laku

Banyak bayi yang lebih sering terbangun pada usia 6-9 bulan akibat meningkatnya rasa kemandirian dan mawas diri. Pada usia 6 bulan saya acapkali mendengar dari orangtua bahwa bayi mereka akan terbangun dimalam hari dan mulai berbicara, dengan suara yang berbeda-beda. Tidaklah perlu untuk mendatangi mereka jika tidak terjadi kegaduhan. Saat bayi mengalami kecemasan akibat berpisah (separation anxiety) saat usia 9 bulan, seringkali akan terjadi perubahan pola tidur.  Seringkali selama perubahan tingkah laku itu, mereka akan terbangun dan berteriak saat menyadari anda tidak ada disampingnya.

9. Infeksi

Bayi dan anak-anak seringkali mengalami infeksi setelah usia 6 bulan. Hal ini terutama terjadi karena saat bayi telah menginjak usia 6 bulan, mereka telah mampu meletakkan benda-benda baru (termasuk tangan mereka) ke dalam mulut, sehingga paparan merek terhadap kuman meningkat. Banyak bayi yang mengalami demam dan infeksi saluran napas atas akan terbangun akibat pilek atau batuk. Demam, mintah dan diare juga akan membangunkan bayi di malam hari. Namun jangan khawatir, jadwal tidur umumnya akan kembali dalam beberapa minggu setelah sakit terutama jika anda dapat menjaga rutinitas tidur.

10. Empeng atau botol

Banyak bayi yang terkondisikan untuk dapat tidur (atau kembali tidur)bila menyedot sesuatu. Hal ini bermula sesaat setelah lahir saat bayi baru lahir biasa tertidur saat disusui ASI atau dengan botol dimulutnya. Banyak pula bayi yang menggunakan empeng akan terbangun pada usia 6-12 bulan saat empengnya jatuh. Solusi yang paling mudah adalah dengan menghilangkan kebiasaannya tersebut. Namun ingatlah, kebiasaan yang kuat/lama sulit sekali dihilangkan. Jika bayi terbiasa tidur dengan menyedot sesuatu dan berlangsung lebih dari 6 bulan, tentunya akan membutuhkan waktu untuk dapat menghilangkan kebiasaannya tersebut.

07/17/2016

DoctorMums Headshot

Ditulis oleh by Dr. Wendy Sue Swanson, Pediatrician, Executive Director of Digital Health at Seattle Children’s Hospital and penulis dari Blog Seattle Mama Doc & ; Mama Doc Medicine. Pelajari lebih lanjut dengan mengikuti Twitternya di (@SeattleMamaDoc) dan Facebook (www.Facebook.com/SeattleMamaDoc).

Artikel asli : http://seattlemamadoc.seattlechildrens.org/why-do-babies-wake-up-at-night/. Artikel ini diterjemahkan atas izin dari SeattleMamaDoc oleh dr. Titania Nur Shelly.

Obat Batuk Pilek Bayi

Orangtua mungkin paling pening saat bayinya sakit. Termasuk saat si kecil terkena batuk. Terlebih lagi bila batuk ini disertai demam, pilek dan sulit bernafas. Tidak jarang orangtua terburu-buru berobat ke dokter untuk minta obat atau minta “diuap”. Namun, tahukah ayah bunda bahwa obat batuk pilek yang dijual bebas tidak disarankan untuk anak <4 tahun?

Efek Obat Batuk Pilek Pada Bayi

Obat batuk pilek sampai saat ini masih banyak dijual di pasaran. Orangtua dapat membeli obat ini tanpa membutuhkan resep dari dokter. Contohnya ialah obat-obatan yang mengandung :

  • Antitusif (obat yang menekan rangsang batuk) seperti dextromethorphan dan pholcodine
  • Ekspektoran (pengencer dahak) seperti guaifenesin dan ipecacuanha
  • Dekongestan (pelega hidung) seperti efedrin, oxymetazoline, phenylephrine, pseudoefedrin dan xylometazoline
  • Antihistamin (brompheniramine, chlorphenamine, diphenhydramine, doxylamine, promethazine and triprolidine)

Biasanya obat batuk pilek mengandung campuran dari beberapa kandungan di atas. Obat-obatan ini sebenarnya relatif aman digunakan untuk orang dewasa. Namun, setelah diteliti, ternyata penggunaan obat batuk pilek pada bayi dan anak sebenarnya kurang bermanfaat. Bahkan, dapat beresiko buruk untuk kesehatan. Adapun resikonya dapat berdampak pada kesakitan dan kematian anak akibat keracunan zat-zat tersebut bila diberikan secara sering dalam waktu yang lama. Sehingga, bulan Oktober 2008, FDA (The Food and Drug Administration) menghimbau untuk tidak memberikan obat batuk pilek yang dijual bebas pada anak di bawah 4 tahun. Saat anak berusia 4-6 tahun, obat batuk pilek ini bisa diberikan setelah mendapatkan resep dari dokter. Baru setelah 6 tahun, obat batuk pilek ini aman digunakan tanpa resep dokter tetapi orangtua tetap harus mengikuti dosis yang tertera pada kemasan.

Lalu, bagaimana jika bayi saya batuk pilek?

Ayah bunda tidak perlu khawatir, batuk pilek biasanya sembuh dalam waktu 5-7 hari, tergantung kekebalan tubuhnya. Memang bayi mungkin akan lebih rewel. Namun, selama bayi sakit usahakan agar ia:

  • Istirahat dengan cukup. Sebaiknya hindari bepergian ke tempat yang jauh agar bayi tidak kelelahan
  • Terhidrasi dengan baik. Caranya dengan terus memberinya ASI atau minum.
  • Biasakan anggota keluarga untuk mencuci tangan agar menghindari penularan kuman
  • Kalau ada, gunakan humidifier bila udara di rumah anda tergolong kering. Mengalirkan shower air hangat juga dapat membuat udara lembab dan membuat nyaman pernafasan bayi. Saluran nafas yang kering dapat menjadi media yang subur untuk virus berkembang biak.

Anda juga dapat mengatasi gejala batuk pilek pada bayi ini sendiri di rumah lho.

  • Hidung tersumbat : berikan tetes hidung yang mengandung garam saline (NaCl). Garam saline berfungsi untuk mengencerkan lendir. Biasanya tetes hidung ini tersedia di toko obat/farmasi tanpa perlu resep dokter. Bila tidak tersedia, orangtua boleh gunakan air hangat yang bersih. Setelah itu, gunakan pengisap atau cotton bud untuk mengeluarkan lendirnya. Cara ini aman dan cukup efektif untuk dilakukan pada bayi.
  • Hidung berair : cukup lap atau keluarkan dengan alat pengisap. Obat antihistamin (CTM, loratadine, cetirizine) tidak membantu untuk batuk pilek karena virus. Namun, bisa mengatasi hidung berair karena alergi.
  • Batuk : saat bayi batuk, orangtua bisa menggunaan obat batuk yang dibuat sendiri di rumah.
    Bayi 3 bulan-1 tahun : Berikan air hangat dan jernih (air putih hangat, jus apel) dengan dosis 5-15 ml diberikan 4x sehari saat batuk. Jangan berikan madu pada anak dibawah 1 tahun karena dapat beresiko menyebabkan infeksi botulism. Bila bayi Anda masih dibawah 3 bulan, hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.
    Anak di atas 1 tahun : gunakan madu 2-5 ml seperlunya. Madu dapat mengencerkan lendir dan mengurangi batuk. Bila tidak ada madu, Anda bisa gunakan sirup jagung. Dari penelitian yang melibatkan 300 anak, didapatkan hasil bahwa madu yang diberikan sebelum tidur pada anak usia 1-5 tahun yang mengalami batuk dapat mengurangi batuk dan membuat tidur anak lebih nyenyak. Selain itu, penelitian lain menyebutkan bahwa madu lebih baik dari obat batuk manapun untuk mengurangi keparahan dan frekuensi batuk pada malam hari.

Jadi, tidak perlu buru-buru ke apotik untuk mencari obat batuk pilek untuk bayi yah…Bila batuk pilek tidak kunjung sembuh, silakan hubungi dokter.

Agustina Kadaristiana, dr.

01/29/2016

Referensi

1. Gunn VL, Taha SH, Liebelt EL, Serwint JR. Toxicity of Over-the-Counter Cough and Cold Medications. Pediatrics. 2001 Sep 1;108(3):e52–e52.
2. 2009 TPJM. Cough and cold remedies no longer recommended for children under six years [Internet]. Pharmaceutical Journal. [cited 2016 Jan 28]. Available from: http://www.pharmaceutical-journal.com/news-and-analysis/news/cough-and-cold-remedies-no-longer-recommended-for-children-under-six-years/10244795.article
3. Coughs and Colds: Medicines or Home Remedies? [Internet]. HealthyChildren.org. [cited 2016 Jan 28]. Available from: http://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/chest-lungs/Pages/Coughs-and-Colds-Medicines-or-Home-Remedies.aspx
4. Choices NHS. Colds, coughs and ear infections – Pregnancy and baby guide – NHS Choices [Internet]. 2015 [cited 2016 Jan 28]. Available from: http://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/pages/coughs-colds-ear-infections.aspx
5. Ashkin E, Mounsey A. A spoonful of honey helps a coughing child sleep. J Fam Pract. 2013 Mar;62(3):145–7.

Ingin Donor ASI? Baca Dulu Syaratnya!

Donor ASI sepertinya sudah tidak asing lagi dikalangan para ibu. Ibu yang produksi ASI nya sedikit biasanya menjadi konsumen dari ibu yang memiliki stok ASI berlebih. Terlebih lagi bagi para ibu yang tidak ingin cepat-cepat beralih ke susu formula. Sehingga, tidak heran bila komunitas donor ASI di internet atau media sosial menjadi marak. Namun, berbagi ASI bukan berarti anak mendapatkan manfaat 100% dari ASI tanpa terhindar dari risiko penyakit. Jadi, amat penting bagi ibu untuk berhati-hati sebelum menjadi donor atau konsumen dari donor ASI tersebut.

Manfaat vs Risiko Donor ASI

ASI sudah tidak diragukan lagi menjadi makanan pertama dan utama bagi bayi. Manfaatnya tidak bisa disaingi dengan susu formula atau susu instan lainnya. Namun, saat bayi tidak bisa mendapatkan ASI langsung dari payudara ibu, terdapat beberapa alternatif dari ASI yang dapat dipertimbangkan. Dalam The Global Strategy for Infant and Young Child Feeding disebutkan tingkatan alternatif ASI ialah :1

  1.  ASI yang diperah dari payudara ibu
  2. ASI dari ibu sapih yang sehat atau susu dari bank ASI yang dipasteurisasi
  3. Pengganti ASI seperti susu formula

Di Indonesia, sayangnya bank ASI belum ada. Sehingga, banyak para ibu yang berinisiatif membuat komunitas donor ASI di internet atau mencari ibu susu secara langsung. Namun, orangtua perlu berhati-hati. Donor ASI bisa jadi membawa resiko yang lebih besar daripada manfaatnya apabila ibu tidak memperhatikan kesehatan pendonor dan pengelolaan hasil ASI perah secara seksama. Beberapa risiko donor ASI misalnya :

  1. Kontaminasi dengan penyakit. Air susu ibu dapat menjadi media penularan penyakit pada bayi dari ibu yang mengidap Human T-Cell Leukaemia Viruses (HTLV 1 dan 2), HIV dan Cytomegalovirus (CMV). Khusus untuk kontaminasi CMV di ASI, kuman ini baru akan menimbulkan masalah apabila ASI diberikan pada bayi yang prematur. 2
  2. Kontaminasi dengan obat. Obat atau bahan kimia yang dikonsumsi ibu dapat terdeteksi di ASI. Beberapa obat ini dapat mempengaruhi kesehatan janin. 2
  3. ASI  yang tidak murni lagi. Penelitian dari Keim dkk menyebutkan bahwa sebagian besar ASI yang didapatkan dari internet sudah dicampur dengan susu sapi, terkontaminasi dengan bahan kimia atau bakteri.3
  4. Kurang higienis. Pendonor ASI yang kurang paham cara menangani ASI perah bisa saja malah bisa mengantarkan kuman penyakit ke ASI yang hendak diberikan. Penelitian menyebutkan bahwa terdapat kuman berbahaya akibat pengelolaan ASI perah yang kurang higienis seperti Kleibsiella pneumonia, Pseudomonas aeruginosa, Stahylococcus aureus, Bacillus dan Grup B Streptococcus.2

Pertimbangan Lain

Bagi ibu yang beragama Islam, mungkin perlu lebih hati-hati dalam memilih donor ASI. Pasalnya, menyusui bayi orang lain memiliki konsekuensi hukum tersendiri yaitu menjadi haram untuk dinikahi. Dua kelompok yang menjadi haram dinikahi karena persusuan yaitu ibu yang menyusui serta nasabnya ke atas dan anak dari ibu yang menyusui (saudara sepersusuan).4

Langkah Memilih Donor

Sebagai orangtua yang bijak, tentu tidak salah apabila bersikap ekstra hati-hati dalam memilih donor ASI. Meskipun kita sudah kenal baik dengan calon ibu susu, tetap pertimbangkan kesehatan pendonor juga pengetahuan dalam mengelola ASI tersebut.

Di negara maju yang telah memiliki bank ASI, calon ibu yang hendak menjadi donor terlebih dahulu dilakukan penapisan atau skrining. Sedangkan di Indonesia yang belum ada bank ASI, skrining bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan atau skrining mandiri. Adapun syarat awal yang perlu dipenuhi ibu bila hendak mendonorkan ASI ialah: 5–8

  1. Memiliki bayi berusia kurang dari 6 bulan
  2. Sehat dan tidak mempunyai larangan untuk menyusui
  3. Produksi ASI sudah memenuhi kebutuhan bayinya dan memutuskan untuk mendonasikan ASI atas dasar produksi yang berlebih
  4. Tidak menerima transfusi darah atau transplantasi organ dalam 12 bulan terakhir
  5. Tidak merokok atau menggunakan terapi nikotin
  6. Tidak mengkonusmsi alkohol
  7. Tidak mengkonsumsi narkoba
  8. Tidak mengkonsumsi obat, termasuk insulin, hormon tiroid, dan produk yang bisa mempengaruhi bayi.
  9. Bukan pengguna vitamin dosis besar atau obat-obatan herbal. Obat/suplemen herbal harus dinilai dulu efeknya terhadap ASI
  10. Bukan vegetarian murni yang tidak mengkonsumsi suplemen vitamin B 12
  11. Tidak menggunakan implan payudara
  12. Tidak menggunakan tato/body piercing
  13. Tidak ada riwayat menderita penyakit menular, seperti hepatitis, HIV, atau HTLV2
  14. Tidak memiliki pasangan seksual yang berisiko terinfeksi penyakit, seperti HIV, HTLV2, hepatitis B/C (termasuk penderita hemofilia yang rutin menerima komponen darah)

Bila ibu sudah memenuhi kriteria tersebut, ibu masih perlu melakukan beberapa tes agar ASI yang diberikan terjamin aman dari penyakit berbahaya. Pemeriksaan meliputi tes HIV, human T-lymphotropic virus (HTLV), sifilis, hepatitis B, hepatitis C, dan CMV (bila akan diberikan pada bayi prematur). Bila ada keraguan terhadap status pendonor, tes skrining ini dapat dilakukan tiap tiga bulan.

Setelah dua tahapan ini dilakukan, baik pendonor atau penerima ASI perlu dibekali cara pengelolaan ASI agar tetap dalam keadaan higienis dan bebas penyakit.

Manajemen Donor ASI

Dari Pendonor

  • Sebelum memerah ASI, cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, kemudian keringkan dengan handuk bersih
  • Sebaiknya ASI diperah menggunakan tangan. Namun, penggunaan pompa ASI juga tidak apa-apa.
  • ASI perah harus disimpan pada tempat tertutup, botol kaca, kontainer plastik dari bahan polypropylene atau polycarbonate, botol bayi gelas atau plastik standar (perhatikan tata cara penyimpanan ASI)
  • ASI perah dari ibu pendonor perlu dibekukan secepatnya untuk menjaga nutrisi dan kualitas ASI. Bila tidak memungkinkan (misalnya karena kulkas penuh), ASI yang diperah masih bisa dibekukan dalam 24 jam.
  • ASI harus dalam keadaan beku sampai didonorkan
  • Sebaiknya donor mengecek temperatur kulkas secara berkala (Standar beku tidak lebih dari -20°Celcius )
  • Berikan label pada setiap wadah ASI5,7,8
Penyimpanan Donor ASI

Penyimpanan Donor ASI

Penerima ASI
Setiap ASI yang diterima dari donor perlu dipanaskan khusus untuk mengurangi resiko infeksi. Terlebih lagi bila ASI akan diberikan pada bayi prematur. Ada 3 cara mengurangi resiko penularan penyakit dari ASI (termasuk HIV) yang cukup mudah dilakukan, yaitu :2,5,6

1. Pasteurisasi Holder
Susu dipanaskan di suhu 62.5oC selama 30 menit. Cara ini dapat menonaktifkan virus HIV dengan mempertahankan unsur kekebalan dari ASI. Metode ini paling banyak digunakan di bank ASI karena membutuhkan termometer khusus.

2. Flash heating
Metode ini paling umum dalam pencegahan HIV melalui ASI karena cukup mudah dilakukan. Caranya, ASI sebanyak 50-150 ml diletakkan dalam wadah kaca tertutup berukuran 450 ml. Lalu, buka tutup wadah dan letakkan wadah kaca dalam pemanas susu (Hart Pot) berukuran 1 liter. Tuangkan air 450 ml atau hingga permukaan air mencapai 2 cm dari bibir panci. Didihkan air. Sesaat setelah muncul gelembung, matikan panci dan pindahkan wadah dari sumber panas. Diamkan ASI sampai suhunya siap untuk diminum bayi.

01-flash-heating1

3. Pasteurisasi Pretoria
Tempatkan 50-150 ml ASI ke dalam wadah kaca berukuran 450 ml. Tutup wadah dan letakkan ke dalam panci aluminium 1 liter. Tuangkan air mendidih 450 ml atau hingga permukaan air mencapai 2 cm dari bibir panci. Tunggu selama 30 menit lalu pindahkan susu sampai suhunya siap diminum bayi atau disimpan dalam kulkas.

Semoga bermanfaat

Agustina Kadaristiana, dr.

01/13/2016

Referensi

1. Global Strategy for Infant and Young Child Feeding. WHO [Internet]. 2003; Available from: www.who.int/nutrition/publications/infantfeeding/en/index.html
2. Gribble KD, Hausman BL. Milk sharing and formula feeding: Infant feeding risks in comparative perspective? Australas Med J. 2012 May 31;5(5):275–83.
3. Keim SA, McNamara KA, Dillon CE, Strafford K, Ronau R, McKenzie LB, et al. Breastmilk Sharing: Awareness and Participation Among Women in the Moms2Moms Study. Breastfeed Med. 2014 Oct;9(8):398–406.
4. Donor ASI dalam Fikih Islam [Internet]. Republika Online. [cited 2016 Jan 13]. Available from: http://www.republika.co.id/berita/koran/dialog-jumat/15/05/22/noqm0f6-donor-asi-dalam-fikih-islam
5. Donor ASI [Internet]. IDAI. [cited 2016 Jan 13]. Available from: http://idai.or.id/artikel/klinik/asi/donor-asi
6. Donor ASI; Kapan dan Bagaimana? | AIMI – Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia [Internet]. [cited 2016 Jan 13]. Available from: http://aimi-asi.org/donor-asi-kapan-dan-bagaimana/
7. Government of Canada HC. Safety of Donor Human Milk in Canada – Health Canada [Internet]. 2014 [cited 2016 Jan 13]. Available from: http://www.hc-sc.gc.ca/fn-an/nutrition/infant-nourisson/human-milk-don-lait-maternel-eng.php
8. Donor breast milk banks overview – NICE Pathways [Internet]. [cited 2016 Jan 13]. Available from: http://pathways.nice.org.uk/pathways/donor-breast-milk-banks/donor-breast-milk-banks-overview#path=view%3A/pathways/donor-breast-milk-banks/donor-breast-milk-banks-overview.xml&content=view-index

Perlengkapan Bayi

Perlengkapan Bayi yang Tidak Perlu dibeli

Salah satu kebingungan orangtua baru dalam menyambut si kecil ialah memilihkan perlengkapan bayi untuknya. Begitu pula saat kita ingin memilihkan kado kelahiran untuk buah hati saudara atau kawan kita. Saat ini, produk bayi amatlah banyak yang dijual di pasaran. Terlebih lagi dengan modelnya yang menarik dan senantiasa update. Padahal, tidak semua perlengkapan bayi yang beredar itu aman lho! Bahkan untuk produk yang kita anggap biasa sekalipun. Kira-kira perlengkapan bayi apa saja ya yang kurang aman dan tidak perlu dibeli?

Daftar Perlengkapan Bayi yang Tidak Perlu Dibeli

1. Perlengkapan bayi untuk tidur seperti bantal, guling, dan selimut.  Perlengkapan ini sebetulnya praktis dan umum sebagai kado kelahiran. Namun, ternyata bayi yang baru lahir tidak disarankan untuk tidur menggunakan bantal, guling atau selimut. Pasalnya, perlengkapan tidur ini dapat meningkatkan risiko bayi terjebak, tercekik dan kekurangan nafas yang dapat berakibat fatal bagi bayi. Meskipun begitu, sebagian besar ahli setuju perlengkapan tidur ini relatif aman digunakan saat anak di atas 12 bulan.
Alternatif : cukup pakaikan jumpsuit tidur yang hangat tanpa memakaikan ia bantal, guling atau selimut.

2. Kasur khusus, pembatas tidur dan penjaga posisi bayi yang diklaim dapat mencegah kematian mendadak pada bayi (SIDS/Sudden Infant Death Syndrome). Produk-produk ini tidak perlu dibeli karena tidak terbukti mencegah SIDS. Bahkan, ada laporan bayi tercekik saat menggunakan produk ini.
Alternatif : posisikan bayi tidur telentang di kasur bayi yang tidak terlalu lembut seperti spring bed tanpa alat apapun.

3. Boks bayi (baby cribs) yang sisinya bisa naik turun. Perlengkapan bayi ini termasuk berbahaya karena terlibat dalam laporan kematian 32 bayi dan ratusan laporan cedera dari tahun 2000. Produk ini telah di larang edar di Amerika sejak tahun 2011. Bila Anda masih menemukan produk ini di pasaran, lupakan saja niat Anda untuk membelinya.
Alternatif : Beli boks bayi yang memenuhi standar seperti boksnya tidak bisa di buka-tutup, tidak ada jeda lebih dari 2 jari (6 cm) antara sela-sela boks dan matras, terbuat dari bahan yang kuat, dan tidak berumur lebih dari 10 tahun. Hal ini disebabkan produk yang beredar 10 tahun yang lalu banyak yang tidak memenuhi standar keamanan.

Perlengkapan Bayi kurang aman

Box Bayi Berpintu

4. Bumper. Bumper ialah bantalan agar bayi tidak terbentur sisi-sisi boks bayi. Penelitian telah menemukan 27 kematian bayi usia 1 bulan-2 tahun dari tercekik atau mati lemas karena bumper antara tahun 1985 dan 2005. Sebab itu, AAP (The American Academy of Pediatrics) menghimbau orangtua untuk tidak menggunakan bumper termasuk yang diklaim “breathable” atau masih bisa bernafas.
Alternatif : Tidak perlu gunakan apa-apa di sekitar boks bayi.

Perlengkapan Bayi : Bumper

5. Baby walker. Banyak orangtua yang beranggapan baby walker dapat membuat bayi cepat bisa berjalan. Nyatanya, baby walker malah bisa membuat bayi lebih lambat berjalan. Saat ini AAP menghimbau orangtua untuk meninggalkan baby walker. Bahkan, di Kanada penggunaan baby walker ini sudah dilarang. Alasan di balik ini ialah banyaknya laporan mengenai kecelakaan pada bayi saat penggunaan baby walker. Saat bayi menggunakan baby walker, ia dapat terjungkal dari tangga, menggapai benda-benda di atas meja yang mungkin berbahaya bagi bayi (seperti tertumpah air panas, bahan beracun, dsb) atau tecebur di kolam. Sayangnya, orangtua merasa ‘aman’ meninggalkan bayi di baby walker sehingga bayi luput dari penglihatan orangtua saat ia celaka di baby walker.
Alternatif : Tempat duduk aktivitas bayi yang tidak beroda.

6. Kursi bayi untuk mandi (Infant Bath Seats). Kursi mandi awalnya didesign untuk membantu bayi yang sudah bisa duduk (usia 6-8 bulan) agar duduk tegak saat mandi. Namun, orangtua sering menjadi salah kaprah karena merasa bayi sudah ‘aman’ ditinggal saat mandi. The Consumer Product Safety Commission (CPSC) melaporkan ada 174 kematian dan 300 kecelakaan pada bayi antara 1983-2009 akibat kelalaian penggunaan kursi mandi bayi. Sehingga, tahun 2010, CPSC mengeluarkan standar baru dan rambu-rambu bila orangtua ingin menggunakan kursi mandi.
Alternatif : Sebaiknya memang tidak pakai kursi mandi. Terlebih lagi kursi mandi keluaran lama (sebelum 2010). Lebih aman gunakan bak mandi khusus bayi yang terbuat dari plastik kokoh. Bila Anda tetap ingin gunakan, cek dulu label keamanannya. Paling penting jangan sesekali meninggalkan anak saat mandi.

Kursi Mandi Bayi

Kursi Mandi Bayi

7. Bumbo seat. Bumbo seat ialah kursi empuk dengan design cerah yang menarik bayi untuk duduk tegak. Tapi produk ini dipertanyakan ulang mengenai keamanannya. CPSC melaporkan bahwa terdapat 45 kecelakaan akibat bayi jatuh dari bumbo seat yang diletakkan di meja atau kursi dewasa. 17 bayi diantaranya berusia kurang dari 1 tahun dengan cedera kepala cukup serius. Meskipun terkesan stabil, bayi bisa terjatuh saat ia menunduk, bergerak maju atau bergoyang-goyang.
Alternatif : bouncer seat, kursi aktivitas bayi yang kokoh.

Bumbo Seat

8. Meja ganti bayi dengan batas yang tidak lengkap. Ayah bunda mugkin pernah lihat meja ganti bayi yang di satu sisinya tidak ada penyangga. Memang rasanya praktis karena orangtua tidak terhalangi saat mengganti popok/pakaian bayi. Namun, balita bisa terjatuh dari meja ganti tersebut. CPSC memperkirakan sekitar 4500 balita cedera akibat penggunaan meja ganti. Sehingga perlu hati-hati dalam memilih furnitur tersebut.
Alternatif : Pilihlah meja ganti dengan permukaan yang datar dengan penyangga di semua sisi. Lebih aman gunakan matras ganti pakaian yang diletakkan di lantai atau permukaan yang rendah. Selalu dampingi saat si kecil berganti pakaian.

Meja ganti bayi yang kurang aman

Semoga bermanfaat

Agustina Kadaristiana, dr.

12/24/2015

Referensi
1. Dangerous Baby Products to Avoid – Consumer Reports [Internet]. [cited 2015 Dec 24]. Available from: http://www.consumerreports.org/cro/2012/05/13-dangerous-baby-products-to-avoid/index.htm
2. A Safer Generation of Cribs [Internet]. U.S. Consumer Product Safety Commission. [cited 2015 Dec 24]. Available from: http://www.cpsc.gov/en/Safety-Education/Neighborhood-Safety-Network/Posters/Crib-Rules/
3. 2014 the BMABL updated: M. Baby bath seats [Internet]. BabyCenter. [cited 2015 Dec 24]. Available from: http://www.babycenter.com/0_baby-bath-seats_5753.bc
4. Baby Walkers: A Dangerous Choice [Internet]. HealthyChildren.org. [cited 2015 Dec 24]. Available from: http://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/at-home/Pages/Baby-Walkers-A-Dangerous-Choice.aspx
5. Samantha Hill, MD, Rupal Christine Gupta, MD. Choosing Safe Baby Products: Cribs. KidsHealth [Internet]. Available from: http://kidshealth.org/parent/firstaid_safe/home/products_cribs.html
6. Pediatrics AA of. Four million Bumbo seats recalled. AAP News. 2012 Aug 15;E120815–1.
7. Pediatrics AA of. New rules to improve safety of bedside sleepers. AAP News. 2014 Mar 1;35(3):26–26.
8. Reduce the Risk of SIDS [Internet]. HealthyChildren.org. [cited 2015 Dec 24]. Available from: http://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/sleep/Pages/Preventing-SIDS.aspx
9. Safe to Sleep® – Crib Information Center [Internet]. U.S. Consumer Product Safety Commission. [cited 2015 Dec 24]. Available from: http://www.cpsc.gov/en/Safety-Education/Safety-Education-Centers/cribs/

Perlindungan Anti Nyamuk yang Aman Untuk Si Kecil

 Siapa sih yang tidak kesal dengan nyamuk? Apalagi kalau menggigit si kecil. Sudah kulitnya menjadi bentol, gatal, lalu anak menjadi rewel. Belum lagi kalau (jangan sampai) sang nyamuk menebarkan penyakit ganas seperti malaria atau demam berdarah. Bisa-bisa anak yang jadi korban terkena penyakit dari gigitan nyamuk ini. Memang perlindungan anti nyamuk banyak yang beredar di pasaran. Mulai dari lotion, kelambu, sampai gelang atau perangkat elektronik. Tapi mana ya yang efektif dan aman bila dipakai bayi dan anak?

Cara Alami Anti Nyamuk

Orangtua mungkin khawatir dan enggan memberi paparan bahan kimia terlalu banyak pada anak. Sehingga, memang cukup bijak bila orangtua mencoba cara alami untuk menghindari gigitan nyamuk. Mulai dari memberi perlindungan khusus pada anak sampai memperhatikan kebersihan lingkungan agar bebas nyamuk. Cara alami perlindungan anti nyamuk yang aman untuk buah hati misalnya :1–4

  • Memakaikan anak baju dan celana yang panjang saat ia keluar rumah atau tidur
  • Tidak membawa anak ke ruang terbuka atau ke luar rumah saat malam hari. Pada malam hari biasanya nyamuk sedang aktif-aktifnya mencari mangsa.
  • Menggunakan kelambu saat tidur
  • Menggunakan jaring anti nyamuk di roda dorong atau tempat tidur bayi
  • Memasang filter anti nyamuk di jendela
  • Menutup jendela atau pintu di malam hari
Anti Nyamuk Bayi

Kelambu Anti Nyamuk Bayi

Selain itu, penting juga untuk menjaga lingkungan tempat tinggal agar nyamuk tidak betah bersarang, seperti :

  • Mengurangi tempat nyamuk bersarang dengan menguras penampungan air seperti bak mandi, penampung air lemari es, dsb
  • Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air
  • Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular
  • Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan
  • Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk
  • Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah
  • Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain

Cara-cara ini terutama dilakukan untuk perlindungan anti nyamuk pada bayi. Usaha ini juga biasanya cukup efektif bila di anak sedang berada di daerah yang tidak terlalu banyak nyamuk. Namun, bila cara ini kurang mempan, Anda mungkin perlu mempertimbangkan memberi perlindungan anti nyamuk yang lebih lanjut. Terlebih lagi bila sedang banyak kasus demam berdarah atau anak Anda sedang berada di daerah rawan malaria. Berikut ini kami akan mengulas satu per satu perlindungan anti nyamuk lanjutan yang aman dan efektif maupun yang tidak.

Lotion Anti Nyamuk

Saat ini banyak sekali lotion anti nyamuk yang dijual di pasaran. Bahan aktif pada lotion anti nyamuk di pasaran biasanya mengandung DEET, Picaridin, atau minyak dari tanaman (seperti citronella, cedar, eucalyptus dan kacang kedelai). Namun, tidak semua lotion anti nyamuk bisa digunakan pada anak. Kalaupun boleh digunakan, orangtua perlu tahu cara menggunakan yang benar agar aman digunakan.2,4,5

DEET (N,N-diethyl-3-methylbenzamide)

DEET merupakan komponen yang mungkin diketahui paling efektif melawan gigitan serangga termasuk nyamuk. DEET telah digunakan selama hampir 70 tahun dan sudah dijadikan standar produksi lotion anti nyamuk. DEET terdapat dalam berbagai produk dengan konsentrasi antara kurang dari 10% sampai 75%. Sebenarnya DEET yang lebih dari 30% tidak lebih efektif dari yang konsentrasinya lebih besar. Hanya saja semakin tinggi konsentrasinya, semakin lama perlindungannya terhadap nyamuk. Produk yang mengandung DEET <10% melindungi pemakai hanya dalam 2 jam. Sedangkan DEET 24% bisa melindungi anak sekitar 5 jam. Waktu perlindungan lotion ini lebih singkat bila penggunanya berenang, mandi, terkena hujan, berenang atau mengelap badan.4

DEET sudah diteliti aman digunakan anak usia 2 bulan atau lebih. Tetapi, DEET tidak boleh digunakan pada bayi kurang dari 2 bulan. The American Academy of Pediatrics memberi rekomendasi bahwa lotion lotion nyamuk untuk anak tidak boleh mengandung DEET >30% dan tidak boleh digunakan untuk bayi kurang dari 2 bulan. Hal ini disebabkan DEET bisa menimbulkan efek samping berupa dermatitis, reaksi alergi dan gangguan saraf meskipun jarang. 2,6Jadi, orangtua mesti mulai rajin membaca kemasan obat nyamuk yang dijual di pasaran ya..

Picaridin dan minyak dari tanaman lain

Tahun 2005, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan lotion nyamuk alternatif yang setara dengan DEET yaitu picaridin, obat oles nyamuk dari minyak eukaliptus lemon, atau 2% minyak kacang kedelai. Obat nyamuk ini memiliki waktu perlindungan yang setara dengan 10% DEET. 2

Picaridin ialah zat aktif yang berasal dari tanaman dan cukup efektif melawan nyamuk serta serangga lainnya. Zat ini tersedia dalam kadar 7,15 dan 20%. Keunggulannya Picaridin relatif lebih aman dari DEET, tidak mengiritasi kulit, tidak berbau dan tidak lengket. Meskipun begitu, belum ada penelitian jangka panjang tentang keamanannya pada anak. Sehingga orangtua hanya boleh memakaikan Picaridin pada anak di atas 2 tahun.2,4,7

Tanaman eukaliptus lemon telah banyak digunakan di Cina sebagai anti nyamuk. Zat aktif pada tanaman ini telah diakui efektif memberantas nyamuk oleh EPA (Environmental Protection Agency). Di pasaran, anti nyamuk ini tersedia dalam kadar 10-60%. Tanaman ini sebenarnya relatif aman meskipun ada laporan dapat mengiritasi kulit. Sebab itu anti nyamuk ini tidak boleh dioleskan dekat mata, wajah dan telapak tangan anak. Tanaman ini belum dites pada anak <3 tahun. Sehingga, anak dibawah 3 tahun tidak disarankan menggunakan anti nyamuk ini.4,5,7

Cara Menggunakan Lotion Anti Nyamuk Pada Anak

Setelah memilih lotion nyamuk yang cocok dan aman untuk si kecil, sekarang giliran kita belajar mengoleskan lotion yang aman pada anak. Berikut cara menggunakan lotion anti nyamuk pada anak yang aman :

  • Baca label serta ikuti petunjuk pemakaian dan kolom perhatian
  • Pastikan yang mengoles obat nyamuk adalah orang tua atau pengasuh. Sebaiknya jangan biarkan anak mengoles sendiri
  • Hanya oles lotion anti nyamuk di daerah yang tidak tertutup pakaian secara tipis. Mengoles tebal-tebal tidak akan menambah perlindungan dari lotion
  • Lotion boleh dioleskan tipis-tipis di wajah anak tapi hindari mengoles di sekitar mata, mulut
  • Hindari mengoles di kulit yang teriritasi, luka, terkena eksim atau telapak tangan anak. Selalu cuci tangan anak dengan air dan sabun untuk menghilangkan sisa-sisa lotion di tangan. Tujuannya agar lotion tidak terkena mata saat ia mengucek atau megusap wajah.
  • Bila menggunakan obat nyamuk spray, jangan menyemprot langsung pada wajah anak. Spray dulu pada tangan anda baru menyapukan ke kulit anak.
  • Jangan gunakan DEET yang dicampur sunblock sebab DEET bisa menurunkan efektifitas sunblock. Selain itu, penggunaan sunblock yang berulang bisa jadi menambah paparan DEET yang tidak perlu
  • Tidak perlu mengoleskan lotion anti nyamuk sering-sering
  • Bila perlindungan nyamuk sudah tidak diperlukan, selalu cuci kulit anak dengan sabun dan air.2,4,6

Permethrin Semprot

Permethrin merupakan zat sintetik yang menyebabkan kerusakan saraf pada serangga tetapi tidak pada manusia. Permethrin cukup efektif sebagai anti serangga termasuk nyamuk, lalat dan tungau merah (chigger). Cara kerjanya ialah dengan menyemprotkan pada baju, alat kemah atau sleeping bag tetapi tidak boleh disemprot langsung pada kulit. Setelah dispray pada kain, Permethrin harus ditunggu sekitar 30-45 detik sampai kering baru bisa digunakan anak. Satu kali semprot Permethrin bisa awet efeknya sampai dua minggu bahkan beberapa kali cuci. 2,4,6

Kelambu Berinsetksidia

Ayah ibu yang tinggal di daerah rawan malaria mungkin sudah tidak asing lagi dengan kelambu berinsekstisida. Biasanya pemerintah daerah membagikan kelambu ini secara gratis di Puskesmas. Seperti namanya, kelambu ini mengandung insektisida yang dapat mengurangi gigitan nyamuk, mematikan kepinding, kecoa dan serangga pengganggu lain yang kontak dengan kelambu. Di Afrika, kelambu ini dapat mengurangi angka kesakitan malaria 50% juga menurunkan kematian balita sampai 20%. Kelambu ini aman digunakan pada bayi, anak dan ibu hamil. Namun, memang perlu perawatan khusus agar kelambu tetap efektif. 8–10

Obat Nyamuk Semprot dan Bakar

Obat nyamuk semprot dan bakar, baik yang dinyalakan dengan api maupun listrik, sebaiknya tidak digunakan sebagai anti nyamuk bayi dan anak. Hal ini disebabkan polutan yang dihasilkan dari obat spray atau obat nyamuk bakar dapat menimbulkan penyakit akut maupun kronis pada anak. Sebagai contoh, asap atau spray anti nyamuk dapat mencetuskan asma, reaksi alergi, menimbulkan iritasi saluran nafas dan mata serta menimbulkan gangguan pernafasan di kemudian hari.

Perlindungan Anti Nyamuk yang Kurang Efektif

Di pasaran, banyak sekali produk yang mengklaim efektif memberantas nyamuk. Nyatanya, penelitian membuktikan produk-produk ini kurang efektif. Jadi, orangtua tidak perlu repot-repot keluar uang untuk membelinya. Produk tersebut diantaranya :

  • Minyak oles dari tanaman dari sandalwood dan geranium
  • Bawang putih, belerang mineral, tanaman cruciferous seperti brokoli, kubis, lobak, kembang kol yang dimakan
  • Suplemen vitamin
  • Anti nyamuk elektronik yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi. Dari 10 penelitian menyimpulkan bahwa alat ini tidak efektif dalam memberantas nyamuk sedikitpun.
  • Gelang anti nyamuk2,4

Kesimpulan

Perlindungan anti nyamuk yang paling aman terutama ialah cara manual tanpa lotion anti nyamuk kimia atau herbal. Namun, bila perlindungan alami kurang membuahkan hasil, orangtua bisa pertimbangkan pakai perlindungan anti nyamuk lanjutan. Perlu diingat bahwa lotion anti nyamuk apapun tidak boleh diberikan pada anak di bawah 2 bulan. Pilihan yang aman digunakan untuk anak di atas 2 bulan ialah DEET <30% dan Picaridin. Tanaman eukaliptus lemon boleh dipakai untuk anak di atas 3 tahun. Permethrin semprot juga efektif dan cukup aman digunakan pada anak asal tidak dikenakan langsung pada kulit. Kelambu berinsektisida pada daerah rawan malaria aman digunakan pada bayi, anak dan ibu hamil. Sedangkan metode lain seperti gelang anti nyamuk, anti nyamuk elektronik, bawang putih, minyak herbal lain terbukti tidak efektif dalam memberantas nyamuk.

Agustina Kadaristiana, dr.

Artikel ini telah direview oleh Hanifah Widiastuti, PhD

2015-12-16

Referensi

  1. DEMAM BERDARAH BIASANYA MULAI MENINGKAT DI JANUARI. Kemenkes [Internet]. 2015 Jan 8; Available from: http://www.depkes.go.id/article/print/15011700003/demam-berdarah-biasanya-mulai-meningkat-di-januari.html
  2. Choosing an Insect Repellent for Your Child [Internet]. HealthyChildren.org. [cited 2015 Dec 16]. Available from: http://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/at-play/Pages/Insect-Repellents.aspx
  3. Prevent Mosquito Bites. CDC [Internet]. Available from: http://www.cdc.gov/features/stopmosquitoes/
  4. Nancy L Breisch, PhD. Prevention of arthropod and insect bites: Repellents and other measures. Uptodate. 2015 Aug 3;
  5. Research C for DE and. Emergency Preparedness – Insect Repellent Use and Safety in Children [Internet]. [cited 2015 Dec 16]. Available from: http://www.fda.gov/Drugs/EmergencyPreparedness/ucm085277.htm
  6. Roger S. Nasci, Robert A. Wirtz, William G. Brogdon. Protection against Mosquitoes, Ticks, & Other Arthropods. CDC [Internet]. Available from: http://wwwnc.cdc.gov/travel/yellowbook/2016/the-pre-travel-consultation/protection-against-mosquitoes-ticks-other-arthropods
  7. 2015 the BMABL updated: F. Test your health IQ: Which bug repellents are safe for your child? [Internet]. BabyCenter. [cited 2015 Dec 16]. Available from: http://www.babycenter.com/0_test-your-health-iq-which-bug-repellents-are-safe-for-your-c_1242548.bc
  8. Nicholas Weinberg, Michelle S. Weinberg, Susan A. Maloney. Traveling Safely with Infants & Children. CDC [Internet]. Available from: http://wwwnc.cdc.gov/travel/yellowbook/2016/international-travel-with-infants-children/traveling-safely-with-infants-children
  9. Prevention C-C for DC and. CDC – Malaria – Malaria Worldwide – How Can Malaria Cases and Deaths Be Reduced? – Insecticide-Treated Bed Nets [Internet]. [cited 2015 Dec 16]. Available from: http://www.cdc.gov/malaria/malaria_worldwide/reduction/itn.html
  10. dr. Rita Kusriastuti, MSc. Pedoman Penggunaan Kelambu Berinsektisida Menuju Eliminasi Malaria. Kementeri Kesehat RI TAHUN 2011 [Internet]. 2011; Available from: dr. Rita Kusriastuti, MSc
  11. Balan, Saroja Dr. Are mosquito coils or plug-in repellents safe to use for my baby?. BabyCenter http://www.babycenter.in/x1050386/are-mosquito-coils-or-plug-in-repellents-safe-to-use-for-my-baby#ixzz3uukePFFE
  12. Liu W, Zhang J, Hashim JH, Jalaludin J, Hashim Z, Goldstein BD. Mosquito coil emissions and health implications. Environ Health Perspect. 2003 Sep;111(12):1454–60.

Manfaat ASI bagi ibu

Manfaat ASI bagi Ibu

ASI sudah tidak diragukan lagi bermanfaat bagi bayi. Kualitas ASI tidak bisa ditandingkan dengan susu apapun. Lebih hebat lagi ternyata memberikan ASI bukan hanya bermanfaat bagi bayi tetapi juga bermanfaat bagi ibu. Selain dapat menghemat pengeluaran rumah tangga, manfaat ASI ternyata sangat besar terhadap kesehatan ibu sesaat setelah melahirkan bahkan  jangka panjang. Berikut ini beberapa manfaat ASI bagi ibu yang perlu ibu ketahui.

Manfaat ASI Bagi Ibu Sesaat setelah melahirkan

1. Mempercepat penyembuhan rahim setelah melahirkan. Saat menyusui, tubuh ibu mengeluarkan hormon oksitosin. Hormon ini berfungsi untuk menimbulkan kontraksi rahim yang nantinya mengurangi pendarahan dan mempercepat rahim kembali ke ukuran semula. Selain itu, ibu juga dapat terhindar dari resiko anemia dan infeksi paska salin.

2. Mengurangi depresi setelah melahirkan. Depresi paska melahirkan (baby blues) cukup sering dialami para ibu meskipun ibu telah merasa siap memiliki anak. Emosi negatif setelah melahirkan seperti sedih, khawatir, menangis tanpa alasan, merasa gagal, dsb bisa saja muncul dari perubahan hormonal drastis pasca melahirkan. Selain itu, adanya status baru, perasaan lelah setelah melahirkan dan datangnya anggota keluarga baru, serta kesulitan saat menyusui juga dapat menimbulkan perasaan ini. Penelitian menyebutkan bahwa kejadian depresi paska melahirkan meningkat pada ibu yang tidak menyusui bayinya atau yang menyapih terlalu cepat. Jadi, mungkin dapat disimpulkan bahwa menyusui dapat membantu mengurangi kejadian depresi pada ibu yang baru melahirkan.

3. Menjalin ikatan batin atau bonding antara ibu dan bayi. Hormon menyusui seperti oksitosin dan prolaktin memiliki efek positif terhadap hubungan emosional ibu dan bayi. Selain itu, sentuhan kulit ibu dan bayi selama menyusui juga dapat mempererat ikatan batin antara keduanya. Hal ini selaras dengan penelitian yang membuktikan bahwa kasus penelantaran atau kekerasan anak lebih rendah pada ibu yang memberikan ASI daripada yang tidak,

4. Menyusui diduga dapat menurunkan berat badan setelah hamil. Proses menyusui membutuhkan energi yang didapat dari pembakaran kalori ibu. Sehingga, amat logis bila ibu yang menyusui berat badannya lebih cepat turun daripada yang tidak menyusui. Pada penelitian yang melibatkan lebih dari 14000 ibu paska melahirkan ditemukan bahwa ibu yang menyusui lebih dari 6 bulan berat badannya lebih rendah 1,38 kg daripada yang tidak menyusui.

5. Menunda kehamilan secara alami. Memberikan ASI eksklusif dapat menunda kembalinya siklus menstruasi pada ibu. Hal ini disebabkan isapan bayi saat menyusui merangsang hormon prolaktin yang mana dapat menurunkan hormon pencetus ovulasi pada ibu (hormon GnRH, FSH, LH). Sehingga, kesuburan ibu cenderung rendah saat memberi ASI eksklusif.

Manfaat ASI Bagi Ibu Jangka Panjang

1. Menurunkan risiko diabetes bagi ibu yang sebelumnya sehat. Dengan menyusui, resiko terjadinya diabetes mellitus pada ibu yang sebelumnya sehat dapat berkurang. Bila ibu menyusui, resiko DM Tipe 2 akan turun sebanyak 4-12% setiap tahun selama ibu menyusui.

2. Menurunkan risiko diabetes bagi ibu yang mengidap diabetes saat hamil. Bagi ibu yang menderita diabetes saat hamil (diabetes gestasional), ada berita yang amat baik bila ibu memberi ASI. Saat ini telah diketahui bahwa ibu yang menderita gestasional diabetes resikonya 7x lebih besar dapat berlanjut menjadi Diabetes Mellitus tipe 2 beberapa tahun setelah melahirkan. Namun, tidak perlu khawatir. Penelitian terbaru membuktikan bahwa menyusui dapat menurunkan resiko DM Tipe 2 dalam 2 tahun setelah melahirkan sampai separuhnya pada ibu yang mengalami gestasional diabetes. Perlu diingat bahwa penurunan resiko ini tergantung dari intensitas menyusui.

3. Menurunkan resiko kanker payudara dan ovarium. Kanker payudara dan ovarium termasuk kanker yang ditakuti karena dapat berakibat fatal bagi wanita. Ternyata kanker ini dapat dicegah salah satunya dengan menyusui. Menyusui lebih dari 12 bulan telah terbukti menurunkan resiko kanker ovarium dan kanker payudara sampai 28%.

Manfaat ASI bagi ibu

4. Menurunkan resiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Hasil penelitian yang melibatkan lebih dari 139.000 wanita paska menopouse membuktikan bahwa menyusui selama 12-23 dapat menurunkan resiko yang signifikan terhadap penyakit hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi dan serangan jantung daripada yang tidak pernah menyusui. Laporan dari Nurse’s Health Study menunjukkan bahwa ibu yang menyusui selama total dua tahun dalam hidupnya lebih rendah resikonya terkena penyakit jantung koroner daripada yang tidak pernah menyusui.

5. Menurunkan resiko terkena penyakit rheumatoid arthritis. Rheumatoid arthritis ialah penyakit autoimun dimana sistem kekebalan tubuh penderita menyerang sendi-sendi kecil yang sehat. Gejalanya berupa nyeri dan pembengkakan sendi pada jari-jari tangan dan kaki. Penyakit ini lebih banyak diderita wanita terutama yang berusia di atas 40 tahun. Salah satu fakta menarik dari ASI dan kaitannya dengan penyakit rheumatoid arthritis didapatkan dari Nurses Health Study. Pada penelitian ini disebutkan bahwa semakin lama ibu memberi ASI selama hidupnya, semakin rendah resiko terkena penyakit ini.

Ternyata manfaatnya banyak sekali ya… Semoga setelah ini para ibu jadi lebih semangat memberi ASI sesuai kebutuhan si kecil. Semoga bermanfaat.

Agustina Kadaristiana, dr. 

12/12/2015

Referensi

1. Section on Breastfeeding. Breastfeeding and the use of human milk. Pediatrics. 2012 Mar;129(3):e827–41.
2. Benefits of Breastfeeding for Mom [Internet]. HealthyChildren.org. [cited 2015 Dec 12]. Available from: http://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/breastfeeding/Pages/Benefits-of-Breastfeeding-for-Mom.aspx
3. Breastfeeding Overview [Internet]. WebMD. [cited 2015 Dec 12]. Available from: http://www.webmd.com/parenting/baby/nursing-basics
4. Breastfeeding. J Obstet Gynecol Neonatal Nurs. 2015 Jan 1;44(1):145–50.
5. Gunderson EP, Hurston SR, Ning X, Lo JC, Crites Y, Walton D, et al. Lactation and Progression to Type 2 Diabetes Mellitus After Gestational Diabetes MellitusA Prospective Cohort StudyLactation and Incidence of Diabetes After GDM. Ann Intern Med. 2015 Nov 24;N/A(N/A):N/A – N/A.
6. Leading nursing journal finds mothers and babies benefit from skin-to-skin contact [Internet]. EurekAlert! [cited 2015 Dec 12]. Available from: http://www.eurekalert.org/pub_releases/2014-11/w-lnj111114.php
7. Richard J Schanler, MD. Maternal and economic benefits of breastfeeding. Uptodate. 2015 Nov 18;
8. Staff LS. Moms Gain Health Benefits From Breast-Feeding, Too [Internet]. LiveScience.com. [cited 2015 Dec 12]. Available from: http://www.livescience.com/18708-breastfeeding-health-benefits-moms-women.html
9. Vekemans M. Postpartum contraception: the lactational amenorrhea method. Eur J Contracept Reprod Health Care Off J Eur Soc Contracept. 1997 Jun;2(2):105–11.
10. Mayo Clinic Staff. Rheumatoid arthritis. Mayo Clin [Internet]. 2014 Oct 29; Available from: http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rheumatoid-arthritis/basics/definition/con-20014868

Kebutuhan ASI dari Waktu ke Waktu

ASI sudah tidak diragukan lagi amat bermanfaat bagi ibu dan bayi. Lembaga kesehatan dunia sepakat untuk merekomendasikan ASI ekslusif untuk bayi 0-6 bulan dan tetap meneruskan ASI sampai 1-2 tahun.1–4Namun, sebagai ibu yang baru menyusui mungkin pernah bertanya-tanya mengenai kebutuhan ASI yang tepat untuk bayi. Terlebih lagi saat hari-hari pertama ASI yang keluar masih amat sedikit. Tidak jarang ibu menjadi panik dan takut kebutuhan ASI bayi tidak tercukupi.

Jangan Terburu-buru memberi Susu Formula

Ibu mungkin berpikir bahwa bayi yang baru lahir membutuhkan nutrisi yang banyak. Proses persalinan yang melelahkan, suplai nutrisi dari plasenta yang sudah diputus setelah bayi lahir, dan berat badan bayi yang turun mungkin membuat ibu khawatir bayi tidak mempunyai stok energi yang cukup dalam tubuhnya. Terlebih lagi bila ibu melihat bayi menangis kencang, pertanda ia mungkin lapar atau haus. Sebagai ibu, tentu secara naluri bisa dipahami bila ibu ingin memberi susu bayi cepat-cepat untuk menenangkan anak. Tapi, ibu tidak perlu khawatir. ASI yang sedikit ini sesuai dengan kebutuhan bayi yang masih sedikit juga.

Kebutuhan ASI Pada Bayi yang Menyusui Langsung dari Payudara

Mungkin ibu pernah bingung bagaimana menilai kebutuhan ASI dari bayi yang menyusui langsung dari payudara. Pasalnya, kita sulit mengukur berapa ASI yang keluar saat disusui bayi. Namun, ibu tidak perlu khawatir. Bayi ialah makhluk luar biasa yang telah dibekali insting oleh Tuhan untuk bisa bertahan hidup. Secara alami, bayi yang sehat bisa mengatur sendiri kebutuhan nutrisinya tanpa intervensi. Produksi ASI juga akan menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Jadi, tugas ibu ialah mengetahui tanda ia lapar dan segera hadir ketika ia butuh untuk menyusui.

Bulan pertama kehidupan bayi ialah masa yang paling kritis dalam menyusui. Hal ini disebabkan berhasil atau tidaknya menyusui ditentukan pada masa ini. Penelitian membuktikan bahwa ibu paling banyak menyerah menyusui pada hari ke 7 karena kesulitan menyusui pada bayi dan hari ke 14 karena ASI yang sedikit. Sehingga, amat dianjurkan bagi ibu untuk membuka diri terhadap konseling menyusui terutama di hari-hari pertama setelah ibu melahirkan.5

Kebutuhan ASI Minggu Pertama

Dalam minggu pertama, ibu dapat menghasilkan kolostrum dari 30 ml per hari menjadi 300-360 ml ASI transisi. Kapasitas lambung bayi juga berubah dari yang hanya bisa menampung 5-10 ml ASI sekali menyusui menjadi 30-45 ml. Pada minggu pertama ibu harus menyusui bayi kapanpun ia menunjukkan tanda-tanda lapar (on demand) atau 4 jam berikutnya dari menyusui terakhir. Sehingga, kalau dihitung, rata-rata bayi menyusui 8-12 kali dalam 24 jam. Menyusui secara on demand bisa menjadi cara komunikasi bayi pada ibu bahwa ia mengerti dan bisa mengatur kebutuhannya. Selain itu, keuntungan menyusui secara on demand ialah :

Bagi ibu :

  • Meningkatkan kesuksesan laktasi
  • Menurunkan resiko breast engorgement

Bagi bayi :

  • Memperpanjang durasi menyusui
  • Menurunkan keparahan kejadian kuning pada bayi

Sehingga umumnya menyusui berdasarkan jadwal tidak dianjurkan. Namun, pada kondisi tertentu, bayi mungkin perlu dibangunkan untuk menyusui terlebih lagi bila berat badannya tidak naik sesuai yang diharapkan. Lama menyusui pada bayi baru lahir bervariasi dari 10-15 menit. Bila bayi menyusui lebih dari 30 atau 45 menit, sebaiknya ibu cek lagi apakah proses menyusui sudah efektif atau belum. Tidak perlu ragu untuk menghubungi bidan, konselor ASI atau dokter.

Ibu juga dianjurkan untuk menyusui selang-seling dari dua payudara. Maksudnya, ibu ingat-ingat dari payudara mana yang terakhir bayi menyusui supaya saat menyusui selanjutnya, ibu mulai dari payudara yang belum disusui. “Mengosongkan” kedua isi payudara membantu tubuh untuk memproduksi ASI untuk kedua payudara tersebut hingga optimal. 5–8

Kebutuhan ASI dari waktu ke waktu

Panduan Ibu Menyusui

Secara lebih mendalam, berikut ini perubahan perilaku menyusui bayi dari hari ke hari.

Kebutuhan ASI Hari Pertama-ketiga

Pada hari pertama sampai ketiga, ASI ibu masih berupa kolostrum. Kolostrum yang dihasilkan setara dengan kemampuan lambung bayi menampung ASI. Pada masa ini, stimulasi sentuhan pada payudara ibu sangatlah penting. Stimulasi ini paling efektif dihasilkan dari rangsangan mulut bayi pada payudara ibu. Hasil dari rangsangan ini dapat memperbanyak reseptor prolaktin pada payudara yang nantinya mempengaruhi jumlah ASI yang diproduksi tubuh ibu.

Pada hari pertama kehidupan, kapasitas lambung baru sebesar kelereng. Ibu dan bayi juga sama-sama sedang belajar cara menyusui. Kolostrum yang dihasilkan ibu kira-kira jumlahnya 0-5 ml atau sekitar 1-4 sendok teh saat pertama keluar. Beberapa jam kemudian, produksi kolostrum bisa meningkat dari 7-123 ml/hari tergantung dari kemampuan menyusui ibu dan bayi.

Berilah ASI secara on demand (sesuai dengan keinginan bayi) dari kedua payudara. Saat ini, bayi menyusui sekitar 3-8 kali/hari dengan durasi 10-15 menit pada tiap proses menyusui. Bayi rata-rata membutuhkan 7 ml (sekitar 1 sendok the) tiap kali meyusui.

Hari ke dua dan tiga, produksi kolostrum meningkat. Tetap beri ASI secara on demand (sesuai dengan keinginan bayi) dari kedua payudara. Saat ini bayi menjadi lebih sering menyusui yaitu sekitar 5-10 kali/hari. Pada hari kedua, bayi membutuhkan sekitar 14 ml (kurang dari 3 sendok teh) tiap menyusui. Sedangkan pada hari ketiga, rata-rata bayi minum ASI sekitar 38 ml tiap kali. 5–7,9,10

Kebutuhan ASI Hari Keempat

Produksi ASI meningkat menjadi 395–800 ml per hari. Beri ASI secara on demand (sesuai dengan keinginan bayi) dari kedua payudara. Sama seperti hari sebelumnya, saat ini bayi menyusui sekitar 5-10 kali/hari dengan jumlah ASI sekitar 58 ml/kali tiap pemberian.5,6,10

Kebutuhan ASI Hari ke lima

Produksi ASI meningkat. Beri ASI secara on demand dari kedua payudara. Saat ini bayi menjadi lebih sering menyusui sekitar 8-12 kali/hari. 5–7,10

Kebutuhan ASI Hari ke tujuh

Pada akhir minggu pertama bayi semestinya bisa menyusui paling tidak 10 menit pada tiap payudara sampai kosong tiap 2-3 jam. Rata-rata bayi menyusui sekitar 65 ml ASI tiap kalinya. 5–7,10

Kebutuhan ASI Minggu ke 2-4

Sejalan dengan penambahan usianya, bayi jadi lebih handal menyusui. Hal ini menyebabkan bayi menjadi lebih jarang menyusui dengan durasi menyusui yang lebih pendek. Pada minggu ke empat, rata-rata bayi menyusui 7-9 kali/hari. Bayi juga menjadi lebih cepat saat menyusui yaitu sekitar 8-10 menit.

Pada minggu ke 2-3, lambung bayi bisa menampung kira-kira 60-90 ml tiap menyusui, dengan total 600-750 ml konsumsi ASI per hari. Pada minggu ke 4, bayi bisa menampung 90-120 ml tiap menyusui, sekitar 750-1050 ml/hari. Pada akhir bulan, ibu dapat memproduksi ASI rata-rata 1100 ml/hari dan jumlah ini relatif tetap sampai akhir periode menyusui. 5,6,11

Kebutuhan ASI Bulan ke 1-6

Saat ini, bayi membutuhkan sekitar 960 ml (32 ons) per hari. Pada bulan pertama, bayi dapat menampung 120 ml tiap menyusui dengan kapasitas lambung yang terus bertambah seiring dengan usianya. Frekuensi bayi menyusui dari 1-3 bulan berkurang tetapi bayi dapat meminum ASI lebih banyak dari tiap sesi menyusui. Durasi menyusui juga cenderung tetap dari usia 3-6 bulan. 5

Kebutuhan ASI Selama Growth Spurts (Lonjakan Pertumbuhan)

Ibu mungkin akan merasa di beberapa waktu, bayi lebih lapar dari biasanya. Hal ini bisa jadi bayi berada di masa growth spurts atau lonjakan pertumbuhan. Saat growth spurts, berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala bayi akan bertambah lebih cepat dari biasanya. Ia juga mungkin akan bisa melakukan kemampuan baru yang sebelumnya ia tidak bisa.

Masa growth spurts pada bayi mungkin bisa bervariasi. Namun, para ahli percaya bahwa growth spurts rata-rata terjadi pada saat usia bayi:

  • Dua minggu
  • Tiga minggu
  • Enam minggu
  • Tiga bulan
  • Enam bulan

Saat growth spurts ini, bayi biasanya akan makin semangat menyusui. Bayi bisa menyusui bahkan tiap 30 sampai 60 menit dan menetek lebih lama. Pola menyusui yang lebih sering ini hanya bersifat sementara. Ibu juga tidak perlu khawatir tentang ASI kurang. Saat masa growth spurts ini, produksi ASI ibu akan otomatis menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Setelah melalui masa growth spurts, bayi akan kembali ke pola menyusui yang biasa demikian juga produksi ASI. 5,12,13

Kebutuhan ASI Setelah 6 bulan

Setelah 6 bulan, Ibu dianjurkan untuk tetap meneruskan ASI on-demand sampai 1-2 tahun dengan menambah MP ASI secara bertahap. Hal ini disebabkan ASI tetap menyumbangkan nutrisi yang signifikan meskipun bayi sudah diberi makanan tambahan. Memang produksi ASI dan daya tampung ASI di payudara ibu sedikit berkurang. Namun, ibu masih tetap memproduksi ASI dalam jumlah yang cukup banyak. . Berikut ini perkiraan kebutuhan ASI setelah bayi lebih dari 6 bulan. 14,15

  • 4-6 bulan. Bayi memerlukan ASI sekitar 840-960 ml per hari dengan frekuensi menyusui sekitar 4-6 kali/hari
  • 7-9 bulan. Bayi memerlukan ASI sekitar 900-960 ml per hari dengan frekuensi menyusui sekitar 3-5 kali/hari
  • 10-12 bulan. Bayi memerlukan ASI sekitar 720-900 ml per hari dengan frekuensi menyusui sekitar 3-4 kali/hari.

Semoga informasi ini bermanfaat ya ayah bunda.. Selamat menyusui 🙂

Agustina Kadaristiana, dr.

Telah di review oleh Viranda Putri Mariska, dr. (konselor ASI)

12/07/2015

Referensi
1. Global Strategy for Infant and Young Child Feeding. WHO [Internet]. 2003; Available from: www.who.int/nutrition/publications/infantfeeding/en/index.html
2. Committee on Health Care for Underserved Women, American College of Obstetricians and Gynecologists. ACOG Committee Opinion No. 361: Breastfeeding: maternal and infant aspects. Obstet Gynecol. 2007 Feb;109(2 Pt 1):479–80.
3. Section on Breastfeeding. Breastfeeding and the use of human milk. Pediatrics. 2012 Mar;129(3):e827–41.
4. U.S. Preventive Services Task Force. Primary care interventions to promote breastfeeding: U.S. Preventive Services Task Force recommendation statement. Ann Intern Med. 2008 Oct 21;149(8):560–4.
5. Linda Dahl. The Progression of Nursing. In: Clinician’s Guide to Breastfeeding Evidenced-based Evaluation and Management. Switzerland: Springer; 2015. p. 47–56.
6. Promoting Breastfeeding Victorian Breastfeeding Guidelines [Internet]. Melbourne: Department of Education and Early Childhood Development; 2014. Available from: http://www.education.vic.gov.au/childhood/Pages/default.aspx
7. Richard J Schanler, MD, Debra C Potak, RN, BSN, IBCLC. Initiation of Breastfeeding. Uptodate. 2015 Sep 9;
8. Breastfeeding FAQs: How Much and How Often. Available from: http://kidshealth.org/parent/pregnancy_newborn/breastfeed/breastfeed_often.html#
9. admin. Breastfeeding | Ministry of Health and Medical Services [Internet]. [cited 2015 Dec 4]. Available from: http://www.health.gov.fj/?page_id=1697
10. Emma Dufficy. How much milk does my baby need in the first few days? Babycenter [Internet]. 2013 Dec; Available from: http://www.babycentre.co.uk/x553873/how-much-milk-does-my-baby-need-in-the-first-few-days#ixzz3tbKEOiE4
11. Authors, Richard J Schanler, MD. Initiation of breastfeeding. Uptodate. 2015 Sep 9;
12. Timing of breastfeeding: MedlinePlus Medical Encyclopedia [Internet]. [cited 2015 Dec 7]. Available from: https://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/patientinstructions/000636.htm
13. Baby growth spurts. Babycenter [Internet]. 2015 Jan; Available from: http://www.babycentre.co.uk/a25012757/baby-growth-spurts
14. Feeding Guide for the First Year. John Hopkins Med [Internet]. Available from: http://m.hopkinsmedicine.org/healthlibrary/conditions/pediatrics/feeding_guide_for_the_first_year_90,P02209/
15. PAHO. GUIDING PRINCIPLES FOR COMPLEMENTARY FEEDING OF THE BREASTFED CHILD [Internet]. WHO; 2003. Available from: http://www.who.int/nutrition/publications/infantfeeding/a85622/en/

Perubahan ASI dari Waktu ke Waktu

Setelah buah hati lahir, ASI akan keluar dengan sendirinya untuk memenuhi kebutuhan bayi. Namun, ibu tidak perlu heran bahwa susu ibu yang dihasilkan tidak langsung berwarna putih dan melimpah. Susu yang dikeluarkan ibu akan berubah dan bertambah secara bertahap. Terdapat tiga tahapan perubahan ASI dari waktu ke waktu, yaitu kolostrum, susu transisi dan susu matur (susu yang matang). Produksi ASI juga meningkat secara bertahap dari sejak lahir sampai usia 4-6 minggu. Setelah itu, produksinya akan menetap. 1–3

Perubahan ASI : Bentuk

Susu yang pertama diproduksi ibu setelah bayi lahir ialah kolostrum. Kolostrum ialah susu yang dihasilkan ibu mulai dari kehamilan sampai beberapa hari setelah melahirkan. Ciri-ciri cairan kolostrum ialah kental, berwarna kekuningan dan diproduksi dalam jumlah sedikit. Kolostrum ini amat bermanfaat untuk bayi karena mengandung komponen kekebalan tubuh dari ibu seperti IgA, lactoferrin dan sel darah putih. Selain itu, kolostrum amat tinggi kandungan proteinnya, vitamin larut lemak dan mineral.

Perubahan ASI

Perubahan ASI

Dalam dua sampai empat hari setelah melahirkan, asi yang berwarna putih mulai keluar. Susu ini bernama susu transisi. Susu peralihan ini memiliki kandungan di antara kolostrum dan susu putih yang “matang”. Susu transisi mengandung lemak yang tinggi, laktosa dan vitamin larut air. Kalorinya juga lebih tinggi daripada kolostrum.

Pada 4-6 minggu pertama bayi lahir, susu ibu berubah menjadi susu matur (susu matang). Susu ini mengandung 90% air untuk memenuhi kebutuhan cairan bayi. Sedangkan 10% lagi berupa karbohidrat, protein dan lemak yang dibutuhkan untuk sumber energi dan tumbuh kembang. Susu matur ini terbagi menjadi 2 jenis, foremilk dan hindmilk.

  • Foremilk ialah susu pertama yang keluar saat bayi mengisap payudara ibu. Foremilk mengandung air, vitamin dan protein.
  • Hindmilk keluar setelah foremilk diisap bayi. Hindmilk mengandung lemak yang tinggi untuk menambah berat badan bayi. Kedua susu ini berperan penting untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi.

Semua bentuk ASI ialah aset yang penting dari ibu untuk bayi. Sehingga, salah bila ada anggapan selain susu matur, susu ibu perlu dibuang.

Perubahan ASI : Jumlah

Produksi ASI (kolostrum) hari pertama dan kedua amat sedikit. Kira-kira sebanyak 1-4 sendok the per hari. Namun, ibu tidak perlu khawatir. Kolostrum yang sedikit ini sesuai dengan kebutuhan bayi. Lambung bayi pun masih hanya sebesar biji kelereng. Pastikan saja ia selalu disusui ketika ia merasa lapar. Hari-hari berikutnya, produksi ASI akan terus meningkat. Pada hari ke 5, produksi ASI menjadi 500 ml. Minggu kedua ASI menjadi 600-690 ml. Bulan ke 3-5 kira-kira ASI yang dihasilkan 750 ml per hari. 4

Perubahan ASI : Volume

Perubahan ASI : Volume

Produksi ASI menyesuaikan dengan kebutuhan bayi dan makanan tambahan selain ASI. Penelitian membuktikan bahwa pada ibu yang melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD/kontak kulit dengan kulit saat bayi lahir) dan rawat gabung, produksi ASI paling banyak dihasilkan daripada yang tidak. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk melakukan IMD dan rawat gabung setelah lahir agar bayi dapat menyusui secara on-demand atau sesuai dengan keinginan bayi. Bila bayi mendapat tambahan makanan selain ASI (misalnya susu formula), maka kebutuhan bayi akan ASI berkurang. Hal ini juga dapat berakibat pada penurunan produksi ASI. 5

Agustina Kadaristiana, dr.

12/04/2015

Referensi

  1. Breastfeeding: Overview [Internet]. American Pregnancy Association. [cited 2015 Dec 4]. Available from: http://americanpregnancy.org/breastfeeding/breastfeeding-overview/
  2. Maria Mexitalia. Air Susu Ibu dan Menyusui. In: Buku Ajar Nutrisi Pediatrik dan Penyakit Metabolik. I. IDAI; 2011. p. 85.
  3. Ballard O, Morrow AL. Human Milk Composition: Nutrients and Bioactive Factors. Pediatr Clin North Am. 2013 Feb;60(1):49–74.
  4. Neville MC, Allen JC, Archer PC, Casey CE, Seacat J, Keller RP, et al. Studies in human lactation: milk volume and nutrient composition during weaning and lactogenesis. Am J Clin Nutr. 1991 Jul;54(1):81–92.
  5. Bystrova K, Widström A-M, Matthiesen A-S, Ransjö-Arvidson A-B, Welles-Nyström B, Vorontsov I, et al. Early lactation performance in primiparous and multiparous women in relation to different maternity home practices. A randomised trial in St. Petersburg. Int Breastfeed J. 2007 May 8;2:9.

Gambar diambil dari : Admin. Breastfeeding | Ministry of Health and Medical Services [Internet]. [cited 2015 Dec 4]. Available from: http://www.health.gov.fj/?page_id=1697 dan http://kellymom.com/ages/newborn/when-will-my-milk-come-in/

Probiotik untuk Bayi?

Saya menjadi semakin percaya terhadap pemberian probiotik pada anak. Bukan karena apa-apa dan juga bukan karena saya mendukung pihak tertentu. Probiotik, pada dasarnya adalah bakteri “baik” hidup yang kita konsumsi sebagai suplemen makanan (biasanya Lactobacillus Acidophilus di Amerika Serikat). Saat ini probiotik semakin banyak tersedia dan semakin sering direkomendasikan oleh para dokter.

Peran Probiotik Untuk Bayi

Peran mikroba di dalam kesehatan kita adalah topik yang seru. Probiotik diduga dapat meningkatkan kesehatan usus dengan cara mengembalikan atau meningkatkan jumlah bakteri baik sementara secara bersamaan dia juga menurunkan populasi bakteri yang berbahaya.

Bakteri di dalam usus merupakan bagian normal dari kesehatan saluran pencernaan, tetapi jumlah populasi bakteri dalam usus kita dapat berubah karena penyakit, penggunaan antibiotik, makanan yang dimakan/ dimodifikasi, ataupun perubahan-perubahan lain dalam hidup kita. Apa yang kita makan dan kemana kita pergi untuk minum air, mengubah apa yang hidup di usus kita. Penelitian juga menemukan dimana bakteri yang hidup bersama di tubuh kita dapat mempengaruhi penyakit-penyakit lain di luar usus seperti eksema, alergi, dan/atau asma.

Probiotik

Probiotik sebagai Bakteri ‘Baik’

Pada anak-anak, suplemen probiotik dapat mendukung penyembuhan dari diare akut dengan cara menurunkan jumlah episode diare dan lamanya waktu diare. Probiotik juga dapat mencegah munculnya diare pada anak-anak yang sedang mengkonsumsi antibiotik. Kenyataannya adalah banyak keputusan yang kita ambil mempengaruhi populasi bakteri dalam tubuh kita. Hal ini dimulai sejak seseorang lahir. Kita mengetahui contoh pada bayi-bayi yang dilahirkan melalui operasi sesar memiliki populasi bakteri yang berbeda pada tinja mereka ketika dibandingkan dengan bayi-bayi yang dilahirkan secara normal, dalam waktu seminggu setelah dilahirkan. Jadi sejak dari awal, pilihan-pilihan yang kita buat (atau yang orang tua kita buat) dapat mengubah lingkungan di dalam tubuh kita. Hal ini pada akhirnya dapat mengubah kesehatan kita. Sejumlah dokter mempelajari efek probiotik pada bayi kolik…

Probiotik sering ditemukan secara alami pada makanan (yogurt dengan kultur aktif) sementara beberapa yogurt dan makanan yang diperdagangkan (termasuk susu formula bayi) memiliki kultur probiotik tambahan (fortified by additional cultures). Anda juga dapat membeli kapsul Lactobacillus (atau probiotik lain) di toko obat dan makanan sehat. Seberapa aktif, dan seberapa banyak probiotik yang tersisa di dalam produk-produk ini? Ini masih menjadi perdebatan.

Di Amerika Serikat, suplemen probiotik (dan makanan yang difortifikasi dengan kultur) tidak diregulasi oleh FDA. Tidak diketahui berapa banyak bakteri yang ada di dalam sebuah kapsul probiotik dan mungkin juga ada perbedaan antara satu merek dengan merek lainnya dari hari ke hari. Dan jika kultur probiotik mati, mereka hanya sedikit berpengaruh untuk mendorong perubahan di dalam tubuh. Sebagai konsumen, adalah mustahil untuk mengetahui apakah suplemen tersebut masih hidup.

Seperti yang telah dikatakan, walaupun pilihan probiotik di Amerika Serikat terbatas, literatur dan penelitian tentang mengubah bakteri pada seorang anak untuk menjaga kesehatan dan kebugaran mereka merupakan hal yang sangat menarik dan menjanjikan. Selain Lactobacillus, hanya sedikit penelitian yang telah dilakukan terhadap anak-anak di Amerika Serikat mengenai probiotik. Tapi, kami belajar sangat banyak dari rekan kami di Eropa. Risiko pemberian suplemen bakteri baik ini terbukti sangat rendah pada anak-anak dengan sistem imun yang sehat. Namun seperti hal lainnya dalam ilmu kesehatan anak, secara teoritis, selalu ada resiko ketika kita mencoba untuk mengintervensi hasil penelitian ini.

Sebuah penelitian Italia pada jurnal Pediatrics menguji keuntungan probiotik untuk bayi yang rewel atau kolik. Para peneliti menemukan hasil positif pada bayi-bayi ASI yang menerima dosis harian Lactobacillus reuteri. Di Eropa, probiotik diregulasi dengan lebih hati-hati dibandingkan dengan di Amerika Serikat (dan juga Indonesia). Jadi, terdapat kemungkinan data/ penelitian ini tidak dapat diaplikasikan kepada bayi-bayi kita karena kita tidak memiliki akses kepada suplemen yang sama. Tapi bacalah apa yang mereka temukan.

Pada penelitian tersebut:

  • Kolik ditetapkan menggunakan aturan 3 (rule of 3’s). Bayi kolik didefinisikan dengan usia dibawah 3 bulan yang menangis lebih dari 3 jam sehari, lebih dari 3 hari seminggu selama paling sedikit 3 minggu.
  • Sekitar 50 bayi kolik yang ASI eksklusif dikelompokkan secara acak ke dalam 2 kelompok. Satu kelompok bayi diberi suplemen plasebo/inert tanpa probiotik, sementara kelompok yang lain mendapatkan Lactobacillus setiap hari. Para orang tua dan peneliti tidak mengetahui bayi mana yang mendapatkan bakteri (penelitian double blind).
  • Diantara bayi kolik yang menerima probiotik, terdapat pengurangan yang bermakna terhadap lamanya waktu menangis harian pada akhir penelitian (21 hari) dibandingkan dengan kelompok plasebo.
  • Tangisan semakin membaik pada akhir penelitian di kedua kelompok, seperti yang diharapkan dengan kolik.
  • Peneliti juga menganalisa tinja dari kedua kelompok bayi dan menemukan populasi bakteri yang berbeda antara kelompok bayi. Mereka yang diberi probiotik memiliki jauh lebih banyak Lactobacillus di tinja mereka.
  • Para peneliti berteori bahwa perubahan lingkungan usus (bakteri, amonia) mungkin telah mengubah pengalaman sensorik pada bayi yang pada akhirnya berpengaruh terhadap perilaku menangis mereka.

Sulit membuktikan bahwa bakteri yang diberikan kepada bayi-bayi inilah yang bertanggung jawab langsung terhadap perbaikan tangisan tetapi perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok benar-benar terlihat. Dan walaupun terasa “aneh” bagi orang tua untuk memberi makan anak mereka dengan bakteri, setelah kami mendiskusikan keuntungannya, banyak orang tua yang memilih memberikan suplemen Lactobacillus kepada anak-anak mereka karena biayanya yang rendah dan mudah diberikan (dapat ditaburkan pada apa saja).

Jika bayi anda sering menangis dan anda mulai khawatir akan kolik, anda bisa berdiskusi dengan dokter anak anda untuk memulai pemberian suplemen Lactobacillus. Dengan risiko yang rendah, pemberian probiotik akan meredakan tangisan anak anda dan itu hal yang bagus bagi semua orang. Intinya adalah saya tidak berpikir probiotik akan berbahaya bagi bayi yang rewel, dan ini adalah penelitian baru yang mengindikasikan hal tersebut dapat benar-benar membantu.
Kalau begitu, berilah sesendok bakteri untuk bayi Anda!

DoctorMums Headshot

Written by Dr. Wendy Sue Swanson, pediatrician, Executive Director of Digital Health at Seattle Children’s Hospital and author of the Seattle Mama Doc Blog & Mama Doc Medicine. Learn more by following her onTwitter (@SeattleMamaDoc) and Facebook (www.Facebook.com/SeattleMamaDoc).

Artikel diterjemahkan oleh Farah Suraya, dr. dengan izin dari Seattle Mama Doc. Artikel asli : http://seattlemamadoc.seattlechildrens.org/a-spoonful-of-bacteria-for-baby/

Referensi

Savino F, Cordisco L, Tarasco V, Palumeri E, Calabrese R, Oggero R, et al. Lactobacillus reuteri DSM 17938 in Infantile Colic: A Randomized, Double-Blind, Placebo-Controlled Trial. Pediatrics. 2010 Sep 1;126(3):e526–33.

Bolehkah Bayi Minum Air Putih?

Tidak jarang kita temui orangtua atau pengasuh yang sering mencicipi air putih pada bayi. Mungkin karena khawatir bayi masih haus dan ASI belum keluar banyak. Padahal, pada bayi yang diberikan ASI ekslusif tidak disarankan untuk diberi air putih. Hati-hati ya, ayah bunda, pemberian air putih pada bayi kurang dari 6 bulan bisa berbahaya untuk bayi.

Mengapa bayi minum air putih berbahaya?

Berbeda dengan anak atau orang dewasa, bayi yang diberi ASI tidak perlu air putih sebagai minuman tambahan meskipun cuaca panas atau anak sedang sakit. Memberi air putih pada bayi dapat meningkatkan resiko terkena diare, keracunan air atau malnutrisi. Air putih yang Anda berikan bisa saja mengandung kuman yang membawa penyakit pada bayi. Karena sistem kekebalan tubuh bayi masih rentan, bayi menjadi lebih mudah terkena diare atau muntah.

Selain itu, bila Anda memberi air terlalu banyak, bayi bisa mengalami ‘keracunan air’. Hal ini disebabkan ginjal bayi belum berkembang secara sempurna. Air putih yang terlalu banyak dapat menurunkan konsentrasi Natrium di dalam tubuh. Penurunan konsentrasi Natrium ini akan mengganggu keseimbangan elektrolit dalam tubuh dan menyebabkan sel menjadi bengkak. Sebagai akibatnya, aktivitas di otak bisa terganggu yang ditandai bayi menjadi gelisah, mudah mengantuk, kejang-kejang bahkan koma.

Air putih terlalu banyak dapat membuat sel bengkak

Air putih yang terlalu banyak dapat menyebabkan sel bengkak

Pemberian air putih pada bayi juga dapat membuat perut bayi kembung dan terasa penuh. Hal ini dapat membuat bayi menjadi kurang semangat untuk minum ASI. Bila bayi menjadi lebih jarang minum ASI, produksi ASI dari ibu juga bisa menurun. Selain itu, minum air terlalu banyak juga dapat mengganggu penyerapan nutrisi bayi dari ASI. Lama-kelamaan, bayi dapat mengalami malnutrisi atau kurang gizi.

ASI saja sudah cukup

Nutrisi pertama dan utama bagi bayi 0-6 bulan ialah ASI. Ayah bunda tidak perlu khawatir karena bayi tidak akan dehidrasi apabila hanya diberi ASI. Ayah bunda juga perlu ingat bahwa 80% kandungan ASI ialah air. Jadi, ia tidak perlu diberi minuman tambahan seperti air putih atau jus. Keuntungan lain dari memberi ASI ialah bayi akan mendapat sistem kekebalan tubuh dari ibu melalui ASI.

Pada kondisi di mana bayi tidak bisa minum ASI, susu formula bisa menjadi alternatif. Namun, pemberian susu formula juga tidak bisa sembarangan. Ayah ibu perlu perhatikan betul mengenai kebersihan air dan botol. Pemberian air putih untuk melarutkan susu formula juga harus sesuai dengan petunjuk masing-masing produk.

Bila bayi ibu sakit seperti diare atau kurang gizi, dokter mungkin akan memberi obat tetes, sirup vitamin atau mineral, atau cairan rehidrasi oral seperti oralit. Cairan-cairan ini aman diberikan untuk bayi namun hanya pada kondisi tertentu dengan petunjuk dokter dan dengan tetap meneruskan ASI.

Kapan bayi boleh minum air putih?

Bayi bisa diberikan air putih bila sudah memasuki usia 6 bulan. Saat ini bayi sudah semakin besar dan kebutuhan nutrisinya semakin meningkat. Sehingga pada usia ini, bayi sudah boleh diberi makanan atau minuman sebagai tambahan dari ASI.

Semoga informasi ini bermanfaat ya Ayah Bunda..

Agustina Kadaristiana, dr.

11/30/2015

Referensi

1. Drinking water can be harmful to smallest babies. Reuters [Internet]. 2008 May 21 [cited 2015 Nov 30]; Available from: http://www.reuters.com/article/2008/05/21/us-water-babies-idUSCOL16728820080521
2. Giving Water to a Baby [Internet]. [cited 2015 Nov 30]. Available from: http://www.whattoexpect.com/first-year/feeding-your-baby/giving-water-to-baby.aspx
3. pediatrician SRD. When can babies drink water? [Internet]. BabyCenter. [cited 2015 Nov 30]. Available from: http://www.babycenter.com/408_when-can-babies-drink-water_1368488.bc
4. WHO | Why can’t we give water to a breastfeeding baby before the 6 months, even when it is hot? [Internet]. WHO. [cited 2015 Nov 30]. Available from: http://www.who.int/features/qa/breastfeeding/en/