Category Archives: MP ASI

Probiotik untuk Bayi?

Saya menjadi semakin percaya terhadap pemberian probiotik pada anak. Bukan karena apa-apa dan juga bukan karena saya mendukung pihak tertentu. Probiotik, pada dasarnya adalah bakteri “baik” hidup yang kita konsumsi sebagai suplemen makanan (biasanya Lactobacillus Acidophilus di Amerika Serikat). Saat ini probiotik semakin banyak tersedia dan semakin sering direkomendasikan oleh para dokter.

Peran Probiotik Untuk Bayi

Peran mikroba di dalam kesehatan kita adalah topik yang seru. Probiotik diduga dapat meningkatkan kesehatan usus dengan cara mengembalikan atau meningkatkan jumlah bakteri baik sementara secara bersamaan dia juga menurunkan populasi bakteri yang berbahaya.

Bakteri di dalam usus merupakan bagian normal dari kesehatan saluran pencernaan, tetapi jumlah populasi bakteri dalam usus kita dapat berubah karena penyakit, penggunaan antibiotik, makanan yang dimakan/ dimodifikasi, ataupun perubahan-perubahan lain dalam hidup kita. Apa yang kita makan dan kemana kita pergi untuk minum air, mengubah apa yang hidup di usus kita. Penelitian juga menemukan dimana bakteri yang hidup bersama di tubuh kita dapat mempengaruhi penyakit-penyakit lain di luar usus seperti eksema, alergi, dan/atau asma.

Probiotik

Probiotik sebagai Bakteri ‘Baik’

Pada anak-anak, suplemen probiotik dapat mendukung penyembuhan dari diare akut dengan cara menurunkan jumlah episode diare dan lamanya waktu diare. Probiotik juga dapat mencegah munculnya diare pada anak-anak yang sedang mengkonsumsi antibiotik. Kenyataannya adalah banyak keputusan yang kita ambil mempengaruhi populasi bakteri dalam tubuh kita. Hal ini dimulai sejak seseorang lahir. Kita mengetahui contoh pada bayi-bayi yang dilahirkan melalui operasi sesar memiliki populasi bakteri yang berbeda pada tinja mereka ketika dibandingkan dengan bayi-bayi yang dilahirkan secara normal, dalam waktu seminggu setelah dilahirkan. Jadi sejak dari awal, pilihan-pilihan yang kita buat (atau yang orang tua kita buat) dapat mengubah lingkungan di dalam tubuh kita. Hal ini pada akhirnya dapat mengubah kesehatan kita. Sejumlah dokter mempelajari efek probiotik pada bayi kolik…

Probiotik sering ditemukan secara alami pada makanan (yogurt dengan kultur aktif) sementara beberapa yogurt dan makanan yang diperdagangkan (termasuk susu formula bayi) memiliki kultur probiotik tambahan (fortified by additional cultures). Anda juga dapat membeli kapsul Lactobacillus (atau probiotik lain) di toko obat dan makanan sehat. Seberapa aktif, dan seberapa banyak probiotik yang tersisa di dalam produk-produk ini? Ini masih menjadi perdebatan.

Di Amerika Serikat, suplemen probiotik (dan makanan yang difortifikasi dengan kultur) tidak diregulasi oleh FDA. Tidak diketahui berapa banyak bakteri yang ada di dalam sebuah kapsul probiotik dan mungkin juga ada perbedaan antara satu merek dengan merek lainnya dari hari ke hari. Dan jika kultur probiotik mati, mereka hanya sedikit berpengaruh untuk mendorong perubahan di dalam tubuh. Sebagai konsumen, adalah mustahil untuk mengetahui apakah suplemen tersebut masih hidup.

Seperti yang telah dikatakan, walaupun pilihan probiotik di Amerika Serikat terbatas, literatur dan penelitian tentang mengubah bakteri pada seorang anak untuk menjaga kesehatan dan kebugaran mereka merupakan hal yang sangat menarik dan menjanjikan. Selain Lactobacillus, hanya sedikit penelitian yang telah dilakukan terhadap anak-anak di Amerika Serikat mengenai probiotik. Tapi, kami belajar sangat banyak dari rekan kami di Eropa. Risiko pemberian suplemen bakteri baik ini terbukti sangat rendah pada anak-anak dengan sistem imun yang sehat. Namun seperti hal lainnya dalam ilmu kesehatan anak, secara teoritis, selalu ada resiko ketika kita mencoba untuk mengintervensi hasil penelitian ini.

Sebuah penelitian Italia pada jurnal Pediatrics menguji keuntungan probiotik untuk bayi yang rewel atau kolik. Para peneliti menemukan hasil positif pada bayi-bayi ASI yang menerima dosis harian Lactobacillus reuteri. Di Eropa, probiotik diregulasi dengan lebih hati-hati dibandingkan dengan di Amerika Serikat (dan juga Indonesia). Jadi, terdapat kemungkinan data/ penelitian ini tidak dapat diaplikasikan kepada bayi-bayi kita karena kita tidak memiliki akses kepada suplemen yang sama. Tapi bacalah apa yang mereka temukan.

Pada penelitian tersebut:

  • Kolik ditetapkan menggunakan aturan 3 (rule of 3’s). Bayi kolik didefinisikan dengan usia dibawah 3 bulan yang menangis lebih dari 3 jam sehari, lebih dari 3 hari seminggu selama paling sedikit 3 minggu.
  • Sekitar 50 bayi kolik yang ASI eksklusif dikelompokkan secara acak ke dalam 2 kelompok. Satu kelompok bayi diberi suplemen plasebo/inert tanpa probiotik, sementara kelompok yang lain mendapatkan Lactobacillus setiap hari. Para orang tua dan peneliti tidak mengetahui bayi mana yang mendapatkan bakteri (penelitian double blind).
  • Diantara bayi kolik yang menerima probiotik, terdapat pengurangan yang bermakna terhadap lamanya waktu menangis harian pada akhir penelitian (21 hari) dibandingkan dengan kelompok plasebo.
  • Tangisan semakin membaik pada akhir penelitian di kedua kelompok, seperti yang diharapkan dengan kolik.
  • Peneliti juga menganalisa tinja dari kedua kelompok bayi dan menemukan populasi bakteri yang berbeda antara kelompok bayi. Mereka yang diberi probiotik memiliki jauh lebih banyak Lactobacillus di tinja mereka.
  • Para peneliti berteori bahwa perubahan lingkungan usus (bakteri, amonia) mungkin telah mengubah pengalaman sensorik pada bayi yang pada akhirnya berpengaruh terhadap perilaku menangis mereka.

Sulit membuktikan bahwa bakteri yang diberikan kepada bayi-bayi inilah yang bertanggung jawab langsung terhadap perbaikan tangisan tetapi perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok benar-benar terlihat. Dan walaupun terasa “aneh” bagi orang tua untuk memberi makan anak mereka dengan bakteri, setelah kami mendiskusikan keuntungannya, banyak orang tua yang memilih memberikan suplemen Lactobacillus kepada anak-anak mereka karena biayanya yang rendah dan mudah diberikan (dapat ditaburkan pada apa saja).

Jika bayi anda sering menangis dan anda mulai khawatir akan kolik, anda bisa berdiskusi dengan dokter anak anda untuk memulai pemberian suplemen Lactobacillus. Dengan risiko yang rendah, pemberian probiotik akan meredakan tangisan anak anda dan itu hal yang bagus bagi semua orang. Intinya adalah saya tidak berpikir probiotik akan berbahaya bagi bayi yang rewel, dan ini adalah penelitian baru yang mengindikasikan hal tersebut dapat benar-benar membantu.
Kalau begitu, berilah sesendok bakteri untuk bayi Anda!

DoctorMums Headshot

Written by Dr. Wendy Sue Swanson, pediatrician, Executive Director of Digital Health at Seattle Children’s Hospital and author of the Seattle Mama Doc Blog & Mama Doc Medicine. Learn more by following her onTwitter (@SeattleMamaDoc) and Facebook (www.Facebook.com/SeattleMamaDoc).

Artikel diterjemahkan oleh Farah Suraya, dr. dengan izin dari Seattle Mama Doc. Artikel asli : http://seattlemamadoc.seattlechildrens.org/a-spoonful-of-bacteria-for-baby/

Referensi

Savino F, Cordisco L, Tarasco V, Palumeri E, Calabrese R, Oggero R, et al. Lactobacillus reuteri DSM 17938 in Infantile Colic: A Randomized, Double-Blind, Placebo-Controlled Trial. Pediatrics. 2010 Sep 1;126(3):e526–33.

Sup Salmon Asam Manis

Berikut ini adalah resep makanan anak berbahan ikan dan tomat ala dr. Nela Fitria Yeral. Rasanya disukai si kecil dan yang pasti sehat 🙂 Selamat mencoba

Bahan:

  • 30 gr salmon iris, cincang dagingnya dan lepaskan kulitnya sebagai kaldu
  • 50 gr apel, kupas, parut kasar atau potong kotak kecil, rendam dalam air matang
  • 4o gr tomat, cincang
  • 1 siung bawang putih, haluskan
  • 1 siung bawang merah, haluskan
  • 1/4 batang daun bawang, iris halus
  • 1/2 ruas jari jahe, kupas lalu keprek
  • 1/2 ruas jari lengkuas, kupas lalu keprek
  • 1 lembar daun salam
  • 1 lembar daun jeruk
  • 150 ml air matang

Cara membuat:

  1. Panaskan air, masukkan kulit salmon, bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, daun jeruk, dan daun salam, rebus sampai mendidih.
  2. Masukkan salmon sampai berubah warna.
  3. Masukkan apel dan tomat sarta daun bawang.
  4. Masak sampai air sedikit. Angkat, sajikan hangat.

 

5 Resep MPASI Praktis untuk Bayi 6 Bulan

Halo ibu-ibu, ketika anak memasuki usia enam bulan, inilah saat krusial pemberian makan perdana. Sebagai orang tua, kita akan penasaran seperti apakah pola makan anak kita, yang susah atau yang gampang ya, suka sayur atau tidak ya, pemilih atau tidak, dan lain sebagainya. Segala persiapan pastinya telah dipersiapkan, tak lupa ketinggalan tentang resep MPASI perdana si buah hati. Berikut ini akan kami bagikan resep MPASI 6 bulan yang praktis tetapi tetap bergizi tentunya. Yuk dicoba !

  1. Nasi Lumat

    rice poridge 2

    sumber : www.flavorexplosion.com
    Bahan :
    1 mangkok (sekitar 200 cc atau 1 gelas) nasi yang sudah matang

    Cara membuat :
    1. Masukkan 1 mangkok nasi ke dalam panci
    2. Campurkan dengan 2 gelas air putih matang
    3. Aduk rata perlahan hingga air habis dan mengering
    4. Saring nasi lumat dgn menggunakan saringan besi dan sendok stainless steel hingga nasi tersaring semua.

    Fakta !
    sendok

    Tekstur nasi yang disebut nasi lumat adalah nasi yang ketika sendok dijatuhkan tidak langsung mengalir.
    Nasi lumat dapat juga ditambahkan bahan makanan lain yang dilumatkan seperti hati ayam kukus lumat, sayuran kukus yang dilumatkan, minyak, dll.

  2. Pure Ubi Jalar Kuning


    pure ubi

    sumber : rasamalaysia.com
    untuk : 2 porsi

    Bahan :
    – 50 gr ubi kuning, kupas, cuci, potong dadu kecil kecil
    – 150 ml ASI/MPASI

    Cara membuat :
    1. Kukus ubi kuning di dalam dandang panas hingga lunak. Angkat
    2. Haluskan ubi bersama 100 ml air bekas mengukusnya
    3. Tambahkan ASI/PASI. Aduk hingga tercampur rata. Tuang ke mangkuk
    4. Sajikan hangat

    Fakta menarik!
    Ubi jalar kuning mengandung karbohidrat, beta karoten, vitamin D, vitamin B, dan vitamin E

  3. Bubur Beras


    bubur beras

    sumber : weelicious.com
    untuk : 2 porsi

    Bahan :
    – 1 sendok makan (10 gr) tepung beras putih/beras merah
    – 150 ml air
    – 100 ml ASI/PASI

    Cara membuat :
    1. Larutkan tepung beras dengan air secukupnya. Rebus sisa air di dalam panci hingga mendidih
    2. Masukkan larutan tepung beras ke dalam air mendidih. Masak dengan api kecil, sambil diaduk agar tidak menggumpal.
    3. Angkat jika sudah mendidih kembali dan mengental. Biarkan hingga hangat
    4. Tuang ASI/PASI, aduk hingga rata
    5. Sajikan hangat

    Fakta menarik!
    Anda dapat membuat tepung sendiri loh dari beras. Prosesnya mudah dan cepat seperti ini :
    – Cuci beras hingga bersih, tiriskan
    – Jemur hingga kering
    – Masukkan ke dalam blender kering/food processor. Haluskan
    – Ayak atau saring tepung yang sudah halus
    – Sangrai tepung diatas api kecil sambil diaduk-aduk hingga kering, tapi tidak berubah warna
    – Simpan di wadah kedap udara

  4. Pure Pisang

    banana-puree1

    sumber : www.babybullet.org
    untuk 1 porsi

    Bahan :
    – 25 gr pisang ambon, kupas, potong-potong
    – 100 ml ASI/MPASI

    Cara membuat :
    1. Haluskan pisang bersama ASI/PASI menggunakan garpu, atau kawat penyaring khusus untuk makanan bayi
    2. Tuang ke dalam mangkuk kecil
    3. Sajikan segera

    Fakta !
    Pisang kaya karbohidrat dalam bentuk pati dan gula. Selain itu, pisang mengandung cukup banyak vitamin A, serta sedikit vitamin B1 dan C. Kandungan mineral paling menonjol pada buah pisang adalah kalium atau potassium.
    Jenis pisang yang dapat dimakan langsung setelah langsung adalah ambon, ambon lumut, raja, kepok, barangan, dan cavendish.

  5. Pure Alpukat

    pure alpukat

    sumber : www.galleryhip.com
    untuk 1 porsi

    Bahan :
    – 50 gr buah alpukat, keruk daging buahnya
    – 100 ml air matang
    – 100 ml ASI/PASI

    Cara membuat :
    1. Haluskan avokad bersama air matang dengan blender. Tuang ke dalam mangkuk
    2. Tambahkan ASI/PASI. Aduk hingga tercampur rata
    3. Sajikan segera

    Fakta !
    Alpukat mengandung banyak lemak yang umumnya dalam bentuk lemak tidak jenuh sehingga dapat memberikan manfaat untuk anak. Selain itu juga mengandung vitamin B, C, dan E. Buah ini juga membantu dalam mencegah anemia karena mengandung zat besi dan kalium.

    Sekian resep mpasi 6 bulan yang praktis dan tetap bergizi . Segala serba serbi MPASI sebelumnya bisa dibaca di sini . Selamat mencoba ya !

Rara Pramudita, dr

Sumber :
1. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi. Sehat lezat olah saji dr. Tiwi. Kompas Gramedia, 2013
2. Slide makanan pendamping ASI
3. WHO. Complementary feeding : family food for breastfed children.

Air Kelapa Muda untuk Bayi dan Anak

Q : Bun, Boleh tidak ya memberikan air kelapa muda untuk bayi? (Ibu V)

A: Pemberian air kelapa pada bayi yang lebih dari 6 bulan dan anak relatif aman, bunda. Faktanya, air kelapa muda yang baru saja dibelah sama sterilnya dengan air saline steril (1). Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Adams, 1992 yang melibatkan 40 anak yang mengalami diare. 20 anak diberikan cairan rehidrasi oral dari WHO dan 20 anak lagi mendapatkan air kelapa muda. Kesimpulannya air kelapa bisa mencegah dehirdrasi pada anak yang diare ringan, status nutrisi yang baik dan dari hasil klinis/ lab tidak ada gejala dehidrasi. Tapi air kelapa muda tidak boleh diberikan pada anak yang mengalami kolera berat, dehidrasi berat, atau gangguan ginjal. Selain itu, sebaiknya hindari pemberian air kelapa muda pada bayi kurang dari 6 bulan. Bayi-bayi muda ini hanya membutuhkan ASI sebagai sumber nutrisi.Adapun kelemahan penelitian ini sampel nya yang relatif kecil.(2)

Bila ibu ingin memberi air kelapa muda untuk bayi dan anak perhatikan hal ini : (3)

  • selalu pilih kelapa hijau yang segar
  • pastikan kelapa di belah di depan ibu (supaya ibu tahu kesegarannya & keamanannya)
  • segera minum setelah dibuka karena air kelapa bisa berkurang nutrisinya bila terlalu lama didiamkan
  • gunakan sedotan yang bersih atau tuang di gelas yg bersih sebelum diminumkan pada anak.

Semoga menjawab ya, bunda

Agustina Kadaristiana, dr.

Sumber :

  1. Kuberski T, Roberts A, Linehan B, Bryden RN, Teburae M. Coconut water as a rehydration fluid. The New Zealand medical journal. 1979;90(641):98-100.
  2. Adams W, Bratt DE. Young coconut water for home rehydration in children with mild gastroenteritis. Tropical and geographical medicine. 1992;44(1-2):149-53.
  3. What are the benefits of coconut water and can my toddler have some? 2013. Available from: http://www.babycenter.in/x1019330/what-are-the-benefits-of-coconut-water-and-can-my-toddler-have-some#ixzz3FpeC5V1v.