Category Archives: Perawatan Bayi

Tips Menenangkan Bayi yang Menangis

Bayi menangis, itu faktanya. Kebanyakan bayi akan menangis antara satu sampai tiga jam setiap hari, karena inilah satu-satunya cara bayi berkomunikasi. Anda pun akan segera tahu apa yang ‘dikatakan’ si kecil lewat tangisannya.

Lapar dan haus adalah alasan utama bayi menangis, tetapi tangis si kecil juga bisa berarti ia lelah, ingin dipeluk, bosan, atau kesepian. Ia juga mungkin agak kepanasan atau kedinginan, atau hanya merasa tidak nyaman. Bayi juga menangis kalau popoknya perlu diganti dan ia merasa basah pada kulitnya. Semakin Anda memahami si kecil, maka Anda pun akan lebih memahami mengapa ia menangis. Jika si kecil sudah bersih, nyaman, dan kenyang, tetapi masih terus menangis, alangkah baiknya jika Anda siap dengan strategi menenangkan si kecil. Kuncinya adalah tetap tenang, meskipun Anda tak tahu apa penyebab si kecil menangis.

Meluruskan pikiran si kecil yang kusut

Saat bayi sangat lelah, akan sulit baginya untuk tidur. Gendong si kecil menghadap dinding kosong untuk menghindari gangguan atau bentangkan kain polos di depan kereta atau kursi bayi (jangan sampai kain menutupi wajahnya).

Bergeraklah

Ayunan lembut dapat menciptakan keajaiban karena gerakan ini juga mengingatkan si kecil saat ia di dalam rahim Anda. Cobalah berjalan selagi mengayun si kecil, duduk bersama di kursi goyang, atau ayunlah si kecil di kursi ayun khusus. Gerakan di kursi, gendongan atau dalam mobil dapat menenangkan si kecil dan membuatnya tertidur. Berjalan-jalan akan mendatangkan manfaat karena gerakan berjalan, lambaian pohon, pemandangan dan suara, angin, atau suara kesibukan lalu lintas dapat menenangkan bayi.

Gunakan kata-kata yang menenangkan

Berbicaralah dengan suara rendah dan menenangkan kepada si kecil. “Shh shh shh” akan mengingatkan suara yang kerap ia dengar di dalam rahim. Jika si kecil dalam kondisi berbaring, belai si kecil sambil menyuarakan kata-kata yang menenangkannya. Bernyanyi dan bersenandung juga dapat membuat si kecil tenang.

Dekap erat

Si kecil akan merasa tenang bersama Anda, angkat dan dekaplah ia. Ia akan merasakan detak jantung, kehangatan dan kehadiran Anda yang menenangkan. Usap perlahan punggung atau perutnya dengan gerakan lembut dan beraturan. Membawanya dalam gendongan atau berbaring dengan kulit bersentuhan satu sama lain juga akan sangat menenangkan. Meletakkannya dalam keranjang bayi pun dapat menjadi pilihan terutama ketika si kecil sangat lelah dan terlalu banyak digendong serta diperhatikan.

Mengisap untuk kenyamanan

Bayi yang baru lahir mempunyai keinginan kuat untuk menghisap, bisa jarinya sendiri atau puting Anda. Aktivitas mengisap ini akan menenangkan detak jantung si kecil dan merilekskan otot perutnya.

Relaksasi berirama

Di dalam rahim, si kecil dapat mendengar detak jantung dan suara perut Anda. Mendekapnya erat akan mengingatkan si kecil pada itu semua. Suara-suara berulang lain yang juga dapat menenangkan si kecil adalah white noise seperti suara mesin cuci, vacum cleaner, hairdryer. Anda dapat mengunduh aplikasi atau membeli kaset yang khusus dibuat untuk bayi, yakni berisi musik-musik menenangkan dan suara dari alam, misalnya suara ombak di laut.

Usap dan belai

Usap kepala, punggung, dan wajahnya lembut ketika Anda mendekapnya. Pijat lembut bayi adalah teknik yang bermanfaat, terutama untuk yang mengidap kolik atau jika bayi rewel sebelum waktunya tidur.

Seringkali yang dibutuhkan si kecil adalah kehadiran Anda dan rasa yakin yang ia temukan dalam sentuhan Anda. Tangisnya akan mereda dengan kehadiran Anda di sisinya, dan si kecil akan mampu melepas kekesalannya dan merasa aman bersama Anda.

Referensi :

  1. Bardige B. 2006. Infants and Toddlers: Providing Responsive and Supportive Care. Young Children 61 (4) : 12-13 pg.

  2. Gillespie NG and N. Seibel. 2006. Self-regulation: A Cornerstone of Early Childhood Development. Young Children 61 (4): 34-39

  3. Kallo E and G Ballog. 2006. The Uniqueness of Infacy Demands a Responsive approach to Care. Young Children 61 (4): 14-20

  4. Gonzales-Mena, et al. 2005. A Unique Approach to Caring for Children. Exchange; November ; 49-51

  5. Gerber M. 2005. Authentic Relationships in Group Care for Infants and Children. London: Jessica Kingsley Publisher: 39-45 pg.

10 Alasan Bayi Terbangun di Malam Hari

Bayi terbangun di malam hari mungkin sudah hal biasa. Meskipun beberapa bayi “Superhero” bisa tidur hingga 10-12 jam tanpa terbangun sejak usia 3-4 bulan, sebagian besar bayi kurang dari 1 tahun akan terbangun dan menangis di malam hari mencari orangtuanya. Ternyata, ada alasan ilmiah mengenai penyebabnya, serta beberapa penjelasan perkembangan dan perilaku anak atas fenomena ini. Dr. Maida Chen yang merupakan seorang ahli paru anak, ibu dari tiga orang anak, dan direktur dari Pusat Gangguan Tidur Anak untuk membuat daftar mengenai alasan mengapa para bayi melakukan hal ini. Berikut adalah hasil diskusi dr. Wendy Sue Swanson, dokter anak pemilik blog SeattleMamaDoc, dan Dr. Maida.

10 Alasan Bayi Terbangun di malam hari

6-Reasons-Your-Baby-Waking-Night

1 .Siklus tidur

Sebagian besar bayi  terbangun di malam hari terutama disebabkan oleh perubahan gelombang otak dan perubahan siklus tidur dari kondisi REM (Rapid Eye Movement) ke fase tidur non-REM. Perubahan pola gelombang pada otak kita selama beberapa saat disebut sebagai siklus tidur atau “stadium” tidur. Saat bayi berpindah dari satu stadiun ke stadium lainnya selama tidur di malam hari, mereka mengalami waktu transisi yang menyebabkan sebagian besar bayi terbangun. Kemudian seringkali mereka akan memanggil orang tua mereka atau menangis. Atau kadangkala mereka terbangun karena lapar. Hal ini merupakan kejadian yang normal bagi bayi (maupun orang dewasa) untuk terbangun hingga 4-5  kali di malam hari selama waktu-waktu transisi stadium tidurnya. Akan tetapi, sebagian besar orang dewasa yang terbangun biasanya akan dapat kembali tidur dengan cepat sehingga kita jarang mengingat kejadian terbangun tersebut.

Pada usia 4 bulan, banyak orangtua yang mendapati bayinya terbangun setelah tidur nyenyak yang baru sebentar saja. Hal ini normal, dan seringkali dikarenakan oleh perkembangan gelombang tidur delta (deep sleep). Trik bagi orangtua untuk menangani hal ini adalah dengan sedikit demi sedikit melepaskan bayi saat terbangun; kita harapkan bayi dapat belajar menenangkan dirinya sendiri dan bisa lebih mandiri (tanpa bantuan kita) selama waktu terbangun tersebut, sehingga lama kelamaan dapat tidur pulas semalaman.

2. Gelombang otak

Mayoritas bayi benar-benar mampu untuk tidur yang lama hingga lebih dari 6 jam lamanya hingga usia sekitar 6 bulan. Sebagaimana dijelaskan dr.Chen, “Saat melakukan penelitian menhenai tidur, kami mempelajari aktivitas gelombang otak”. Setelah usia 6 bulan, ia mengatakan, “Kami melihat bahwa gelombang otak pada usia 6 bulan keatas mirip dengan pola gelombang otak dewasa”.  Sehingga tidak berarti bayi yang terbangun di malam hari merupakan hal yang abnormal, namun hal itu menunjukkan sebuah tanda kemajuan pada bayi, yang menjadi semakin matur saat tidur. Dr. Chen  menyatakan, “Jika kamu melihat pada penelitian mengenai tidur pada bayi baru lahir dan bayi kurang dari 1 tahun, mereka akan terlihat sangat berbeda dibandingkan dengan anak yang lebih tua. Namun, setelah usia 7 bulan, pola gelombang otak anak akan terlihat mirip dengan anak usia 18 tahun.” Dan dikatakan, saat beberapa anak terbangun dalam masa transisi tidurnya, mereka mungkin  akan memanggilmu dan meminta bantuanmu tidak seperti anak usia 18 tahun!.

3. “Good Sleepers” vs. “Bad Sleepers” 

Beberapa bayi memang dapat tidur lebih baik. Dr.Chen mengingatkan bahwa; “Ada jenis bayi yang tipe “good sleepers” dan ada pula yang tipe “bad sleepers“.  Sebagian mungkin memang sudah terprogram secara organik. Namun, ada pula  bayi dengan tipe tidur yang baik dengan kebiasaan yang buruk. “Tugas kita sebagai orang tua adalah mengusahakan yang terbaik yang kita mampu untuk membiasakan kebiasaan tidur yang baik. Sebagian besarnya adalah dengan melakukan hal yang konsisten dari malam ke malam. Beberapa bayi membuat asosiasi habitual seperti harus menyusu sebelum tidur, harus diayun-ayun agar tertidur, atau harus di genggam agar bisa tidur. Kemudian, saat mereka terbangun dimalam hari, mereka menangis untuk mendapatkan asosiasi tadi (botol/minum susu atau di ayun-ayun untuk tidur) agar dapat tidur kembali. Asosiasi-asosiasi tersebut dapat menyebabkan bayi denagn tipe “good sleeper” mengalami gangguan tidur karena kebiasaan-kebiasaan tadi.

4. Menangis merupakan bagian dari hidup bayi

Terdapat perdebatan dan dialog nasional yang cukup serius antara para orang tua, psikolog, dokter anak, konsultan laktasi dan peneliti mengenai membiarkan anak menangis dan tidak membiarkannya. Saya tidak akan membahas tentang perdebatannya disini, namun jika anda merasa khawatir bahwa membiarkan bayi menangis akan membahayakan mereka, cobalah untuk tenang. Dr. Chen mengatakan, “Kami tidak merasa bawa menangis itu tidak baik untuk bayi. Tidak ada bukti yang mendukung adanya bahaya jangka panjang dari menangis”. Banyak dokter anak yang merekomendasikan untuk membiarkan bayi sedikit demi sedikit belajar untuk menenangkan dirinya sendiri atau membiarkannya menangis ketika ia sudah memiliki kemampuan menenangkan dirinya (dengan berbalik posisi, menyedot jari atau tangan dan meningkatkan gerakan) dimulai pada usia sekitar 4-6 bulan.

5. Peran Ayah dan Ibu pada malam hari

Penelitian telah mengevaluasi bagaimana orang tua dapat mengubah tidur bayi. Beberapa studi mendapatkan bahwa gangguan tidur pada bayi dipengaruhi oleh berapa kali orangtuanya menenangkannya pada malam hari. Makin sering orangtua berada di ruangan hingga bayi tidur, makin sering orangtua meletakkan bayi di ranjang bayi setelah bayi tertidur, dan makin sering orang tua mengangkat bayinya pada malam hari, maka bayi akan cenderung lebih mengalami bangun pada malam hari. Dan meskipin sebagian besar penelitian meneliti peran ibu dalam kasus terbangun di malam hari, studi Tel Aviv tahun 2010 menunjukkan bahwa saat ayah lebih terlibat dalam perawatan bayi ( siang dan malam), selain dari ibunya, bayi-bayi mereka lebih sedikit mengalami bangun pada malam hari. Saatnya mulai bergantian!!

6. Tumbuh Kembang

Perjalanan perkembangan akan mengubah tidur. Setelah usia 4 bulan sebagian besar bayi akan memiliki periode tidur yang panjang dan kemudian terbangun setiap beberapa jam karena adanya perubahan siklus tidur. Terkadang mereka akan terbangun dan berguling  lalu berteriak dan menangis  saat mereka terjebak atau berubah posisi. Perubahan kondisi dapat diterjemahkan dalam bentuk terbangun di malam hari. Pada usia 6 bulan, bayi akan menjelajahi dunia, meletakkan berbagai objek dan kuman ke dalam mulutnyan dan merupakan subyek banyak infeksi. Mereka juga akan belajar duduk pada usia 6 bulan dan pada tahap ini sering kali memicu terbangun di malam hari. Pada usia 9 bulan bayi belajar mengangkat dirinya di ranjang bayi dan belajar berdiri- sehingga jangan kaget bila mereka akan lebih sering bangun. Sebagian besar orangtua akan kaget saat menemukan bayi 9 bulannya bangun di malan hari, berdiri dan siap untuk berguling-guling.

7. Tumbuh gigi 

Tidak perlu ditanyakan lagi bahwa tumbuh gigi dapat membangunkan anak di malam hari dan mengganggu tidurnya. Tumbuh gigi biasanya terjadi sekitar usia 6 bulan, tapi aku mendengar  bahwa tumbuh gigi selalu membangunkan bayi setiap kali terjadi sepanjang usia pre-sekolahnya. Asetaminofen/parasetamol adalah satu-satunya obat yang saya rekomendasikan pada bayi yang tumbuh gigi.

8. Perubahan tingkah laku

Banyak bayi yang lebih sering terbangun pada usia 6-9 bulan akibat meningkatnya rasa kemandirian dan mawas diri. Pada usia 6 bulan saya acapkali mendengar dari orangtua bahwa bayi mereka akan terbangun dimalam hari dan mulai berbicara, dengan suara yang berbeda-beda. Tidaklah perlu untuk mendatangi mereka jika tidak terjadi kegaduhan. Saat bayi mengalami kecemasan akibat berpisah (separation anxiety) saat usia 9 bulan, seringkali akan terjadi perubahan pola tidur.  Seringkali selama perubahan tingkah laku itu, mereka akan terbangun dan berteriak saat menyadari anda tidak ada disampingnya.

9. Infeksi

Bayi dan anak-anak seringkali mengalami infeksi setelah usia 6 bulan. Hal ini terutama terjadi karena saat bayi telah menginjak usia 6 bulan, mereka telah mampu meletakkan benda-benda baru (termasuk tangan mereka) ke dalam mulut, sehingga paparan merek terhadap kuman meningkat. Banyak bayi yang mengalami demam dan infeksi saluran napas atas akan terbangun akibat pilek atau batuk. Demam, mintah dan diare juga akan membangunkan bayi di malam hari. Namun jangan khawatir, jadwal tidur umumnya akan kembali dalam beberapa minggu setelah sakit terutama jika anda dapat menjaga rutinitas tidur.

10. Empeng atau botol

Banyak bayi yang terkondisikan untuk dapat tidur (atau kembali tidur)bila menyedot sesuatu. Hal ini bermula sesaat setelah lahir saat bayi baru lahir biasa tertidur saat disusui ASI atau dengan botol dimulutnya. Banyak pula bayi yang menggunakan empeng akan terbangun pada usia 6-12 bulan saat empengnya jatuh. Solusi yang paling mudah adalah dengan menghilangkan kebiasaannya tersebut. Namun ingatlah, kebiasaan yang kuat/lama sulit sekali dihilangkan. Jika bayi terbiasa tidur dengan menyedot sesuatu dan berlangsung lebih dari 6 bulan, tentunya akan membutuhkan waktu untuk dapat menghilangkan kebiasaannya tersebut.

07/17/2016

DoctorMums Headshot

Ditulis oleh by Dr. Wendy Sue Swanson, Pediatrician, Executive Director of Digital Health at Seattle Children’s Hospital and penulis dari Blog Seattle Mama Doc & ; Mama Doc Medicine. Pelajari lebih lanjut dengan mengikuti Twitternya di (@SeattleMamaDoc) dan Facebook (www.Facebook.com/SeattleMamaDoc).

Artikel asli : http://seattlemamadoc.seattlechildrens.org/why-do-babies-wake-up-at-night/. Artikel ini diterjemahkan atas izin dari SeattleMamaDoc oleh dr. Titania Nur Shelly.

Perlengkapan Bayi

Perlengkapan Bayi yang Tidak Perlu dibeli

Salah satu kebingungan orangtua baru dalam menyambut si kecil ialah memilihkan perlengkapan bayi untuknya. Begitu pula saat kita ingin memilihkan kado kelahiran untuk buah hati saudara atau kawan kita. Saat ini, produk bayi amatlah banyak yang dijual di pasaran. Terlebih lagi dengan modelnya yang menarik dan senantiasa update. Padahal, tidak semua perlengkapan bayi yang beredar itu aman lho! Bahkan untuk produk yang kita anggap biasa sekalipun. Kira-kira perlengkapan bayi apa saja ya yang kurang aman dan tidak perlu dibeli?

Daftar Perlengkapan Bayi yang Tidak Perlu Dibeli

1. Perlengkapan bayi untuk tidur seperti bantal, guling, dan selimut.  Perlengkapan ini sebetulnya praktis dan umum sebagai kado kelahiran. Namun, ternyata bayi yang baru lahir tidak disarankan untuk tidur menggunakan bantal, guling atau selimut. Pasalnya, perlengkapan tidur ini dapat meningkatkan risiko bayi terjebak, tercekik dan kekurangan nafas yang dapat berakibat fatal bagi bayi. Meskipun begitu, sebagian besar ahli setuju perlengkapan tidur ini relatif aman digunakan saat anak di atas 12 bulan.
Alternatif : cukup pakaikan jumpsuit tidur yang hangat tanpa memakaikan ia bantal, guling atau selimut.

2. Kasur khusus, pembatas tidur dan penjaga posisi bayi yang diklaim dapat mencegah kematian mendadak pada bayi (SIDS/Sudden Infant Death Syndrome). Produk-produk ini tidak perlu dibeli karena tidak terbukti mencegah SIDS. Bahkan, ada laporan bayi tercekik saat menggunakan produk ini.
Alternatif : posisikan bayi tidur telentang di kasur bayi yang tidak terlalu lembut seperti spring bed tanpa alat apapun.

3. Boks bayi (baby cribs) yang sisinya bisa naik turun. Perlengkapan bayi ini termasuk berbahaya karena terlibat dalam laporan kematian 32 bayi dan ratusan laporan cedera dari tahun 2000. Produk ini telah di larang edar di Amerika sejak tahun 2011. Bila Anda masih menemukan produk ini di pasaran, lupakan saja niat Anda untuk membelinya.
Alternatif : Beli boks bayi yang memenuhi standar seperti boksnya tidak bisa di buka-tutup, tidak ada jeda lebih dari 2 jari (6 cm) antara sela-sela boks dan matras, terbuat dari bahan yang kuat, dan tidak berumur lebih dari 10 tahun. Hal ini disebabkan produk yang beredar 10 tahun yang lalu banyak yang tidak memenuhi standar keamanan.

Perlengkapan Bayi kurang aman

Box Bayi Berpintu

4. Bumper. Bumper ialah bantalan agar bayi tidak terbentur sisi-sisi boks bayi. Penelitian telah menemukan 27 kematian bayi usia 1 bulan-2 tahun dari tercekik atau mati lemas karena bumper antara tahun 1985 dan 2005. Sebab itu, AAP (The American Academy of Pediatrics) menghimbau orangtua untuk tidak menggunakan bumper termasuk yang diklaim “breathable” atau masih bisa bernafas.
Alternatif : Tidak perlu gunakan apa-apa di sekitar boks bayi.

Perlengkapan Bayi : Bumper

5. Baby walker. Banyak orangtua yang beranggapan baby walker dapat membuat bayi cepat bisa berjalan. Nyatanya, baby walker malah bisa membuat bayi lebih lambat berjalan. Saat ini AAP menghimbau orangtua untuk meninggalkan baby walker. Bahkan, di Kanada penggunaan baby walker ini sudah dilarang. Alasan di balik ini ialah banyaknya laporan mengenai kecelakaan pada bayi saat penggunaan baby walker. Saat bayi menggunakan baby walker, ia dapat terjungkal dari tangga, menggapai benda-benda di atas meja yang mungkin berbahaya bagi bayi (seperti tertumpah air panas, bahan beracun, dsb) atau tecebur di kolam. Sayangnya, orangtua merasa ‘aman’ meninggalkan bayi di baby walker sehingga bayi luput dari penglihatan orangtua saat ia celaka di baby walker.
Alternatif : Tempat duduk aktivitas bayi yang tidak beroda.

6. Kursi bayi untuk mandi (Infant Bath Seats). Kursi mandi awalnya didesign untuk membantu bayi yang sudah bisa duduk (usia 6-8 bulan) agar duduk tegak saat mandi. Namun, orangtua sering menjadi salah kaprah karena merasa bayi sudah ‘aman’ ditinggal saat mandi. The Consumer Product Safety Commission (CPSC) melaporkan ada 174 kematian dan 300 kecelakaan pada bayi antara 1983-2009 akibat kelalaian penggunaan kursi mandi bayi. Sehingga, tahun 2010, CPSC mengeluarkan standar baru dan rambu-rambu bila orangtua ingin menggunakan kursi mandi.
Alternatif : Sebaiknya memang tidak pakai kursi mandi. Terlebih lagi kursi mandi keluaran lama (sebelum 2010). Lebih aman gunakan bak mandi khusus bayi yang terbuat dari plastik kokoh. Bila Anda tetap ingin gunakan, cek dulu label keamanannya. Paling penting jangan sesekali meninggalkan anak saat mandi.

Kursi Mandi Bayi

Kursi Mandi Bayi

7. Bumbo seat. Bumbo seat ialah kursi empuk dengan design cerah yang menarik bayi untuk duduk tegak. Tapi produk ini dipertanyakan ulang mengenai keamanannya. CPSC melaporkan bahwa terdapat 45 kecelakaan akibat bayi jatuh dari bumbo seat yang diletakkan di meja atau kursi dewasa. 17 bayi diantaranya berusia kurang dari 1 tahun dengan cedera kepala cukup serius. Meskipun terkesan stabil, bayi bisa terjatuh saat ia menunduk, bergerak maju atau bergoyang-goyang.
Alternatif : bouncer seat, kursi aktivitas bayi yang kokoh.

Bumbo Seat

8. Meja ganti bayi dengan batas yang tidak lengkap. Ayah bunda mugkin pernah lihat meja ganti bayi yang di satu sisinya tidak ada penyangga. Memang rasanya praktis karena orangtua tidak terhalangi saat mengganti popok/pakaian bayi. Namun, balita bisa terjatuh dari meja ganti tersebut. CPSC memperkirakan sekitar 4500 balita cedera akibat penggunaan meja ganti. Sehingga perlu hati-hati dalam memilih furnitur tersebut.
Alternatif : Pilihlah meja ganti dengan permukaan yang datar dengan penyangga di semua sisi. Lebih aman gunakan matras ganti pakaian yang diletakkan di lantai atau permukaan yang rendah. Selalu dampingi saat si kecil berganti pakaian.

Meja ganti bayi yang kurang aman

Semoga bermanfaat

Agustina Kadaristiana, dr.

12/24/2015

Referensi
1. Dangerous Baby Products to Avoid – Consumer Reports [Internet]. [cited 2015 Dec 24]. Available from: http://www.consumerreports.org/cro/2012/05/13-dangerous-baby-products-to-avoid/index.htm
2. A Safer Generation of Cribs [Internet]. U.S. Consumer Product Safety Commission. [cited 2015 Dec 24]. Available from: http://www.cpsc.gov/en/Safety-Education/Neighborhood-Safety-Network/Posters/Crib-Rules/
3. 2014 the BMABL updated: M. Baby bath seats [Internet]. BabyCenter. [cited 2015 Dec 24]. Available from: http://www.babycenter.com/0_baby-bath-seats_5753.bc
4. Baby Walkers: A Dangerous Choice [Internet]. HealthyChildren.org. [cited 2015 Dec 24]. Available from: http://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/at-home/Pages/Baby-Walkers-A-Dangerous-Choice.aspx
5. Samantha Hill, MD, Rupal Christine Gupta, MD. Choosing Safe Baby Products: Cribs. KidsHealth [Internet]. Available from: http://kidshealth.org/parent/firstaid_safe/home/products_cribs.html
6. Pediatrics AA of. Four million Bumbo seats recalled. AAP News. 2012 Aug 15;E120815–1.
7. Pediatrics AA of. New rules to improve safety of bedside sleepers. AAP News. 2014 Mar 1;35(3):26–26.
8. Reduce the Risk of SIDS [Internet]. HealthyChildren.org. [cited 2015 Dec 24]. Available from: http://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/sleep/Pages/Preventing-SIDS.aspx
9. Safe to Sleep® – Crib Information Center [Internet]. U.S. Consumer Product Safety Commission. [cited 2015 Dec 24]. Available from: http://www.cpsc.gov/en/Safety-Education/Safety-Education-Centers/cribs/

Gendongan Bayi yang Aman seperti apa ya?

Gendongan bayi atau baby carrier juga menjadi salah satu kebutuhan yang dipersiapkan menjelang kelahiran buah hati. Ada beragam merk dan tipe alat bantu gendong yang tak ayal sering membuat orang tua kebingungan. Pada bayi kecil (newborn) masih banyak digunakan gendongan bayi tradisional seperti jarik, maupun alat gendong lain dalam posisi melintang. Sedangkan pada bayi yang lebih besar gendongan bayi ala kangguru seringkali menjadi pilihan para orang tua. Namun tidak semua gendongan bayi ala kangguru itu bagus. Desain dan penggunaan yang tidak tepat bukan hanya akan membuat orangtua dan bayi tidak nyaman, tetapi juga meningkatkan risiko displasia panggul (hip dysplasia).

Tips Memilih Gendongan Bayi

Lalu bagaimana memilih dan menggunakan gendongan bayi ala kangguru (baby carrier) yang tepat? Berikut ini tipsnya :

  • Pilih gendongan yang berkualitas baik, aman, telah teruji dan kuat
  • Nyaman untuk orang tua.
  • Pilih gendongan bayi yang membuat distribusi berat badan bayi merata sehingga tidak membuat bahu, leher maupun punggung Anda nyeri. Selain itu pilih juga gendongan yang mudah digunakan dan Anda dapat menggunakannya tanpa bantuan orang lain.
  • Nyaman untuk bayi.
  • Pastikan bahannya lembut dan tidak membuat bayi kepanasan.
  • Nursing-friendly. Pilih gendongan yang dapat juga digunakan untuk menyusui
  • Mudah digunakan dan dibersihkan
  • Baca petunjuk pemakaian, serta mematuhi usia dan berat minimal bayi yang direkomendasikan.
  • Sebelum menggunakan, bacalah petunjuk pemakaian terlebih dahulu dan lakukan simulasi sebelum mempraktekannya langsung pada bayi. Beberapa merk gendongan ala kangguru yang dilengkapi bagian tambahan berupa infant insert dapat digunakan sejak newborn dengan ketentuan berat bayi minimal tertentu. Infant insert ini akan membuat bayi kecil tetap dalam posisi ergonomis di dalam gendongan. Pastikan juga leher dan punggung bayi tersangga dengan baik serta kaki dalam bentuk frog position. Namun TIDAK SEMUA gendongan ala kangguru didesain untuk bisa digunakan sejak lahir, jadi jangan lupa baca petunjuknya dengan benar.  Untuk bayi yang belum dapat menegakkan kepala, gendongan juga harus dapat mensupport kepalanya dengan baik.
  • Posisi bayi di dalam gendongan.
    Dagu penggendong harus cukup dekat dengan kepala bayi sehingga dapat mudah mencium kepala bayi. Selain itu perhatikan posisi yang sehat untuk panggul bayi. Posisi yang direkomendasikan pada gendongan ala kangguru yaitu bayi seperti duduk dengan kaki terbuka lebar dan bukan menggantung.

Mengapa tidak boleh menggantung? 

Sejak di dalam kandungan bayi sudah terbiasa dalam posisi kaki yang menekuk (fleksi). Selama beberapa bulan awal kelahiran posisi kaki bayi secara natural adalah fleksi. Jika kaki bayi dipaksa untuk lurus terlalu dini, dapat menyebabkan displasia bahkan dislokasi panggul. Sehingga posisi terbaik saat menggendong adalah membiarkan panggul (hip) dengan posisi lebar yang disangga oleh paha. Posisi ini disebut juga jockey position, straddle position, frog position, spread-squat position atau human position. Posisi tersebut penting untuk menyokong perkembangan normal panggul bayi.

Sedangkan posisi yang sangat tidak sehat untuk panggul bayi dan balita adalah kebalikan dari posisi alami janin yakni ketika kaki lurus (ekstensi) dengan panggul dan lutut yang juga lurus. Jika posisi ini dilakukan dalam waktu lama, maka risiko terjadinya displasia dan dislokasi panggul semakin besar.

  • Pastikan jalan nafas bayi lancar saat menggunakan gendongan.
    Wajah bayi tidak boleh tertekan oleh gendongan, tubuh penggendong maupun pada baju. Saat bayi di dalam gendongan, orang tua harus dapat melihat mata dan wajah bayi, begitu juga sebaliknya. Dagu bayi juga tidak tertekan ke arah dada dan kaki bayi tidak boleh menekan perutnya. Hal ini dapat mengganggu pernafasan bayi.
  • Untuk bayi prematur atau dalam pengobatan medis konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan menggendong ala kangguru karena risiko kurang oksigen akibat sesak pada gendongan lebih besar. Selain itu pemakaian pada bayi yang berusia kurang dari 4 bulan juga harus lebih hati-hati.
  • Selama menggendong pastikan posisi bayi telah sesuai dan ergonomis.
  • Cek posisi dan keadaan bayi secara berkala.
  • Selalu pastikan semua perangkat gendongan (kancing, buckles, dsb) dalam kondisi yang baik saat digunakan.
  • Jangan gunakan gendongan bayi yang terlalu ketat yang dapat menyebabkan sesak dan bayi kepanasan (overheating)
  • Jangan gunakan gendongan bayi yang terlalu longgar yang berisiko menyebabkan bayi jatuh.
  • Segera kenali tanda tidak nyaman dan sesak pada bayi Anda.
  • Saat melepas gendongan, bayi harus terposisi dan tersangga dengan baik.
  • Hati-hati terhadap risiko jatuh, sesak nafas, kepanasan dan displasia panggul pada penggunaan gendongan yang tidak tepat.

Apapun merknya, pilihlah gendongan bayi yang sesuai dengan syarat kesehatan serta selalu membaca petunjuk pemakaian dengan benar.

Semoga bermanfaat.
Arfenda Puntia Mustikawati, dr.

09/15/2015

Sumber:
1. Baby carriers, slings and backpacks: safety guide.
http://m.raisingchildren.net.au/articles/baby_slings_carriers_safety.html [cited 2015 Sept 11]. Available from : http://m.raisingchildren.net.au/articles/baby_slings_carriers_safety.html
2. Baby slings and carriers. [cited 2015 Sept 11]. Available from : http://healthycanadians.gc.ca/healthy-living-vie-saine/infant-care-soins-bebe/slings-porte_bebes-eng.php
3. How to buy a baby carrier. [cited 2015 Sept 11]. Available from : http://www.babycenter.com/how-to-buy-a-baby-carrier?page=2
4. Infant and Child Hip Dysplasia ; Baby Carriers, Seats, & Other Equipment. [cited 2015 Sept 11]. Available from : http://hipdysplasia.org/developmental-dysplasia-of-the-hip/prevention/baby-carriers-seats-and-other-equipment/

Gambar :
http://hipdysplasia.org/developmental-dysplasia-of-the-hip/prevention/baby-carriers-seats-and-other-equipment/