Category Archives: Masa kehamilan

Apa Itu Insting Nesting Saat Kehamilan?

Pernah tidak Anda perhatikan saat seorang ibu hamil, ia bisa keranjingan membersihkan dan mendekorasi rumah? Atau tiba-tiba ia senang mengintip ke dalam oven, menandai pakaian sesuai warnanya, dan tanpa lelah mondar-mandir di toko demi mencari tirai warna? Jangan heran, ternyata perubahan hormon saat hamil bisa menimbulkan insting nesting atau ‘bersarang’. Kok bisa yah?

Dorongan “Bersarang” Pada Mamalia

Dorongan nesting pada ibu ternyata bukan hanya terjadi pada manusia, tetapi juga pada mamalia yang melahirkan bayi yang belum bisa langsung berdiri sendiri atau berjalan mengikuti ibunya. Calon ibu seperti itu cenderung lebih dulu sudah mencari tempat aman agar dapat melahirkan dan memberi makan anak yang baru dilahirkan dengan nyaman.

Besarnya perhatian induk hewan terhadap pembuatan sarang berhubungan langsung dengan jumlah dan lamanya si induk memenuhi kebutuhan anaknya sebelum anaknya dapat hidup sendiri. Hal ini menjadi semacam lisensi bagi manusia untuk mencari rumah atau mendesainnya agar dapat membesarkan anak-anak dengan baik sampai mereka berumur belasan tahun (bahkan lebih). Tak heran jika kita merasa harus memiliki ‘sarang’.

Apa yang memicu perilaku “bersarang”?

Peningkatan hormon kehamilan lah yang diduga memicu perilaku maternal (keibuan) tersebut, khususnya hormon oksitosin, senyawa kimiawi di otak yang berhubungan dengan ikatan batin, dan hormon prolaktin selaku hormon nesting. Bukan hanya calon ibu yang terpengaruh, dorongan membuat ‘sarang’ ini diketahui juga memengaruhi ibu yang ingin mengadopsi anak bahkan beberapa pria yang istrinya sedang mengandung. Dalam sebuah penelitian di tahun 2011, 56% calon ayah mengalami peningkatan aktivitas nesting. Oleh karena itu sulit untuk membangun reaksi yang bersifat insting pada manusia karena insting kita bercampur dengan perilaku yang kita pelajari (learned behavior) dan respon emosional. Maka banyak ahli menyebut nesting sebagai respon intuitif, bukan insting.

Manfaat Dorongan “Bersarang”

Bagi manusia, nesting memberi perempuan peluang untuk mengambil kontrol, meraih ketenangan, dan keteraturan. Ketika perut Anda yang kian membesar karena kehamilan, Anda mungkin merasa betapa kecil kontrol yang Anda miliki terhadap kehamilan maupun kelahiran si kecil. Insting nesting ini membantu Anda menyiapkan tempat di sekitar Anda agar memberi rasa aman secara psikologis dan menciptakan suasana yang dapat mendukung Anda menjelang kelahiran si kecil. Akan melegakan ketika semua lebih jelas pada saat ‘kekacauan’ semakin dekat rasanya.

Memiliki rasa aman dan kontrol diri dinilai oleh para dokter sebagai komponen utama dalam mendukung persalinan yang baik. Hormon pemicu stres seperti adrenalin akan menghambat pelepasan hormon oksitosin yang memicu kontraksi. Sebuah penelitian terhadap ibu hamil di Athena menemukan bahwa para ibu yang merencanakan proses persalinan di rumah bersalin terdekat dari rumah akan memiliki rasa aman dan yakin yang pada gilirannya akan menumbuhkan harga diri dan percaya diri saat persalinan.

Beberapa klinik dan rumah bersalin mengadopsi dekor ruangan bernuansa rumah dan sengaja tidak menerapkan aturan rumah sakit pada umunya agar tercipta sepenuhnya ‘sarang’, mengurangi stres, dan perasaan berisiko.

Sebelum masa menjadi orang tua tiba, kehidupan sebagian besar orang diisi dengan pulang-pergi kerja dan bersosialisasi. Ketika si kecil lahir, kehidupan tersebut menghilang perlahan. Ketidakberdayaan karena hamil dan dorongan untuk ‘bersarang’ akan memotivasi calon ibu untuk menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, bergaul dengan tetangga, dan membangun hubungan dengan komunitas sekitar. Hal ini akan membuat kita lebih mudah melindungi anak dan mereka juga akan lebih berhasil saat berada di kelompok sosial yang lebih besar. Dalam istilah pergeseran perilaku, saat kita memiliki peran baru sebagai orang tua, hal itu akan mengungkapkan kesuksesan kita dalam beradaptasi dengan keadaan yang terus berubah.

Di akhir trimester ketiga, dorongan untuk ‘bersarang’ akan semakin tinggi. Ini pertanda persalinan sudah semakin dekat. Anda sebaiknya menyiapkan sesuatu untuk dimakan dan cobalah tidur sejenak sebelum saat persalinan tiba sekadar untuk menekan dorongan insting yang kadang cukup menguras tenaga ini.

 

Depok, 18 Oktober 2017

Reqgi First Trasia, dr.

 

Referensi :

  1. Team. 2014. That Nesting Instict During Pregnancy. http://www.whattoexpect.com/ pregnancy/labor-and-delivery/preparing/nesting-phase.aspx
  2. Joy Johnston. 2004. The Nesting Instict. Birth Matters Vol 8.2 pp 21-22. Journal of Maternity Coalition. Melbourne.
  3. Freya Knight. 2016. The Instinctive Nesting. Birthings Magazine. Sydney.
  4. Team. 2001. Nesting During Pregnancy.  http://americanpregnancy.org/ planning/nesting-during-pregnancy/
  5. Marla V Anderson. 2001. Cognitive Reorganization and Protective Mechanism in Pregnancy. Simon Fraser University.

Gambar diambil dari: sini

Bisakah rasa sakit saat melahirkan dikurangi secara alami?

Jika anda ingin melakukan persalinan secara normal, Anda mungkin akan mengkhawatirkan rasa sakit yang akan anda rasakan saat proses melahirkan. Berikut ini adalah sederet pilihan pengurang rasa sakit alami yang dapat dilakukan, mulai dari teknik-teknik yang dapat Anda latih di rumah sampai perawatan untuk mengurangi rasa sakit. Apa saja pilihannya?

Pijat

Pijatan lembut akan merangsang pelepasan hormon endorfin, pengurang rasa sakit alami di tubuh kita, membuat tubuh memperoleh relaksasi. Mintalah pasangan Anda memprektekkan teknik pijat ini sebelum masa persalinan. Rasa sakit di punggung bagian bawah dan bokong akan bereaksi pada tekanan yang kuat. Saat kontraksi, pijatan di bahu akan mengurangi ketegangan. Komunikasi adalah kunci: katakan pada pasangan apa yang Anda butuhkan, dan ingatlah di hari H situasinya mungkin berbeda.

Melahirkan dengan hipnotis

Program persalinan ini mengombinasikan relaksasi dengan visualisasi dan hipnosis diri sederhana. Metode ini membantu Anda melepaskan rasa takut dan menghantarkan Anda pada satu kondisi relaksasi mendalam saat persalinan, dan Anda dapat mengatasi setiap kontraksi yang membuat kelahiran si kecil kian dekat. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa waktu persalinan ibu hamil yang melakukan hypnobirthing akan lebih pendek, lebih sedikit pula diintervensi dengan obat-obatan, termasuk obat bius.

Teknik pernapasan

Bernapas perlahan dan teratur selama kontraksi adalah cara terbaik untuk memfokuskan pikiran dan mengurangi ketegangan. Mengambil napas adalah semacam refleks alamiah tubuh, jadi berkonsentrasilah pada pernapasan. Merespon rasa sakit dengan menahan napas (insting alami) akan menghambat aliran oksigen dan membuat otot-otot menjadi tegang. Dengan berlatih pernapasan ritmis sebelum persalinan akan membantu Anda fokus pada pernapasan.

Mesin TENS

Mesin TENS (transcutaneous electrical nerve stimulation) adalah sebuah perangkat yang mentransmisikan denyut listrik yang bertujuan untuk menghambat sinyal rasa sakit mencapai otak. Kabel mesin TENS akan dihubungkan ke bantalan yang dipasang di punggung Anda. Alat ini efektif digunakan dalam persalinan awal, hingga kini diketahui tidak mendatangkan efek samping, dan membuat Anda lebih bebas bergerak. Meski demikian, bukti ilmiah berdasarkan penelitian yang melibatkan 712 wanita hamil di Inggris meunjukkan bahwa penggunaan TENS tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap nyeri.

Melahirkan dalam air

Air hangat bagus untuk persalinan, berefek menenangkan otot dan membantu Anda untuk rileks. Sedangkan kondisi mengapung alami akan menopang tubuh Anda dan mengurangi tekanan pada tulang belakang dan panggul. Dengan demikian, Anda dapat lebih bebas bergerak tanpa merasa kelelahan. Selain itu, Anda juga akan menikmati perawatan khusus karena Anda tidak akan ditinggalkan sendirian di kolam. Kolam untuk melahirkan tersedia di hampir semua rumah sakit yang memiliki fasilitas waterbirth. Anda harus menunggu saat persalinan tiba atau saat leher rahim sudah terbuka sampai 5 cm untuk dapat menggunakan kolam di rumah sakit. Belum ditemukan adanya peningkatan risiko infeksi karena melahirkan dalam air dan refleks ‘menyelam’ alami si kecil menghentikan si kecil menarik napas ketika bersentuhan dengan air. Suhu kolam harus dijaga maksimal 37,5 C agar tidak terlalu panas bagi Anda dan membuat si bayi stres. Meski demikian, American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) belum merekomendasikan persalinan dengan metode ini karena belum adanya cukup bukti untuk menunjang aspek ilmiahnya.

Birth Partner

Birth partner, seperti suami, dapat membantu Anda mengatur napas, memijat, atau membantu Anda masuk ke dalam kolam bila memilih metode waterbirth.

Anda mungkin tidak ingin menggunakan obat bius karena ingin menikmati pengalaman melahirkan di setiap detiknya. Tetapi Anda harus ingat, persalinan tidak dapat diperkirakan, sehingga tetaplah bersiap diri bila harus dilakukan intervensi berupa induksi atau operasi sesar.

Depok, 10 Januari 2017

Referensi :

  1. Kate M Levett, et al. 2016. Complementary Therapies for Labor and Birth Study: A Randomised Controlled Trial of Antenatal Integrative Medicine for Pain Management in Labor. Sydney. Australia.

  2. Christin Roberts, et al. 2004. Pain Relief for Labour for Women Having Their First Baby. University of Sydney. Australia.

  3. Lesley Dixon, et al. 2013. The Emotional and Hormonal Pathways of Labour and Birth: Integrating Mind, Body, and Behaviour. New Zealand College of Midwifes. Australia.

  4. Smith CA, et al. 2006. Studies on Hypnosis for Childbirth. Departement Obstetric and Gynecology. University of Adelaide. Australia.

  5. Collins CT, et al. 2007. Complementary and Alternative Therapies for Pain Management in Labor. Medical School North. Australia.

  6. Joseph R Wax, et al. 2016. Immersion in Water During Labor and Delivery. Women’s Health Care Physicians. The American College of Obstetricians and Gynecologist. Washington.

  7. Carrol D, et al. 2001. Transcutaneous Electrical Nerves Stimulation in Labour Pain: A Systematic Review. London.

  8. Jones L, et al. 2012. Pain Management for Women in Labour – An Overview. Cochrane Library

Ramuan Alami Untuk Menyamarkan Stretchmarks

Stretchmarks atau guratan terjadi akibat peregangan yang terus menerus dan progresif pada jaringan ikat kulit. Guratan-guratan ini menggambarkan robekan pada jaringan ikat yang disebabkan oleh kerusakan jaringan kolagen dan elastin yang berfungsi untuk menjaga elastisitas kulit. sretchmark dapat terjadi terutama pada individu yang kelebihan berat badan (overweight) serta pada wanita hamil.

Hingga saat ini, beberapa penelitian menunjukkan adanya peranan faktor genetik dalam timbulnya stretchmarks. Singkatnya, jika ibu Anda termasuk perempuan yang memiliki kulit cukup elastis untuk menghadapi pembesaran tubuh dalam waktu singkat tanpa timbulnya sretchmark, mungkin Anda pun akan demikian.  Namun bila sebaliknya, garis-garis warna putih akan muncul saat tubuh Anda membesar dengan cepat dan kulit akan sedikit tercabik saat mengejar pembesaran tubuh tadi. Tapi, mari kita rayakan garis-garis putih itu sebagai sebuah ‘lencana kehormatan’ bagi seorang ibu.

Mayoritas ibu hamil (90%) akan mendapati guratan di perut dan beberapa bagian tubuh lain seperti lengan dan paha. Namun, banyak hal dapat Anda lakukan untuk mengurangi peluang terbentuknya guratan tersebut atau menyamarkannya.

Stretchmarks pada dasarnya adalah bekas luka pada jaringan kulit. Guratan itu tidak akan bisa hilang sama sekali, tetapi Anda dapat mengurangi timbulnya lebih banyak guratan dan memperbaikinya. Minumlah cukup banyak air agar tidak dehidrasi, dan konsumsilah makanan bergizi untuk memelihara kondisi kulit Anda. Dengan menjaga kelembaban kulit sepanjang hari, Anda akan terhindari dari kulit kering dan rasa gatal sepanjang hari di sekitar perut akan berkurang. Jika Bunda mengalami hal ini dan ingin menghilangkan stretchmarks tersebut, solusi efektif adalah krim tretinoin, perawatan laser atau pengupasan secara kimiawi. Namun, perawatan tersebut baru dapat Anda lakukan setelah persalinan dengan harga yang relatif tidak sedikit.

Kabar baiknya, tidak perlu terburu-buru juga untuk melakukan perawatan, karena gurat-gurat itu biasanya akan lebih samar seiring waktu. Selain itu, juga terdapat beberapa bahan alami yang dapat membantu dalam menyamarkan guratan-guratan di tubuh anda dan meningkatkan perasaan nyaman dan mengurangi cemas akibat kondisi ini. Inilah beberapa bahan alami yang dapat digunakan:

Mentega coklat, ekstrak lemak dari biji coklat, pertama kali digunakan di Amerika Tengah oleh suku Maya sebagai obat kulit dan bahan ini ditemukan pada hampir semua pelembab body butter. Coklat memicu pelepasan hormon pemunah rasa sakit, endorphin, dan hormon pembangkit rasa senang, serotonin.

Minyak zaitun telah dikenal sejak jaman dahulu di Yunani dan Italia sebagai penangkal stretchmarks, dengan cara diminum maupun dioleskan. Asam lemak tak jenuh squalene, yang juga ditemukan pada kulit manusia, membuat kulit tetap lembut.

Body butter biasanya mengandung essential oil neroli yang disuling dari jeruk limau. Awalnya hanya ada di China, neroli kini tumbuh di seluruh dunia, khususnya di Italia dan Tunisia. Para aromatherapist menyukai neroli karena kemampuannya meregenerasi kulit dan karena efek menenangkan sistem saraf.

Minyak argan banyak digunakan oleh wanita Berber. Minyak argan berasal dari biji sejenis pohon Maroko. Kaya akan antioksidan dan asam lemak omega-3, minyak argan cukup dioleskan pada kulit. Selain itu, para wanita di Polynesia dan Micronesia menggunakan minyak kacang tamanu untuk merangsang tumbuhnya jaringan kulit baru.

Selamat mencoba!

Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :

  1. Haider Ali, et al. 2012. Stretchmarks and Treatment Efficacy. New Age Skin Research Foundation. New York.

  2. F. Wang, et al. 2015. Stretchmarks cience : What happens to your skin when pregnancy gives you a stretch marks. British Journal of Dermatology. University of Michigan Health System.

  3. Mohamed L, et al. 2009. Striae Distensae (Stretchmarks) and Different Modalities of Therapy. Departement of Dermatology. Al Azhar University: Cairo.

  4. K. Korgavkar, et al. 2015. Stretchmarks During Pregnancy: A review of Topical Prevention. British Journal of Dermatology. University of Michigan Health System.

  5. Mc George, et al. 2015. Topical Management of Striae Distensae : prevention and therapy. Journal of The European Academy of Dermatology.

Aktivitas Berisiko Saat Hamil

Kehamilan tentu merupakan hal yang membahagiakan, tapi tiba-tiba saja ada banyak aktivitas yang menjadi berisiko jika Anda lakukan. Benarkah begitu berbahayanya hidup Anda saat hamil? Berikut ini adalah hal-hal yang seringkali menimbulkan keraguan di kalangan ibu hamil:

 

Bolehkah menggelapkan warna kulit (dengan obat-obatan)?

Boleh saja, tapi kulit Anda bisa saja menjadi sangat sensitif selama hamil dan mungkin akan bereaksi terhadap produk kosmetik, meski Anda pernah memakainya saat sebelum hamil. Untuk amannya, lebih baik selalu berkonsultasi dengan dokter dahulu sebelum memakai obat-obatan.

 

Bolehkah menggunakan microwave untuk memasak?

Boleh. Tidak ada bukti yang menguatkan bahwa oven microwave akan membahayakan makanan Anda lewat radiasi atau mengurangi kadar nutrisi dalam makanan.

 

Bolehkah tetap minum obat alergi?

Demi keamananan ibu dan bayi di kandungan, bicarakanlah dengan dokter terlebih dahulu. Beberapa resep tablet antihistamin untuk gejala alergi ada yang aman dikonsumsi selama hamil, tapi harus dengan anjuran dokter. Mungkin saja dokter akan menyarankan Anda menggunakan obat lain yang lebih aman, seperti obat semprot hidung atau tetes mata saja.

 

Apakah merokok berbahaya saat hamil maupun nanti?

Tentu saja. Ketika merokok (atau menghisap asap rokok orang lain), berbagai racun kimia, seperti karbon monoksida akan masuk ke aliran darah, sehingga mengurangi pasokan oksigen untuk janin dan membahayakan plasenta. Akibatnya adalah pertumbuhan tubuh dan bobot janin akan terganggu, dapat menyebabkan keguguran, dan berakibat anak berisiko untuk menderita asma serta infeksi. Bila sudah terlanjur, berhenti merokok akan berdampak bagus bagi Anda dan si kecil. Perhatikan juga asap rokok di sekeliling anda, karena menjadi perokok pasif jauh lebih berbahaya.

 

Akankah berbahaya bagi janin ketika mabuk (karena alkohol) hanya beberapa hari sebelum mengetahui bahwa saya hamil?

Alkohol memang melewati plasenta dan memasuki aliran darah janin Anda di saat organ hatinya masih terlalu muda untuk memecah alkohol dengan cepat. Namun, tidak ada bukti yang menguatkan bahwa mabuk saat awal kehamilan dapat melukai bayi. Meski demikian, anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan dan menjelaskan kondisi ini, agar dapat diperiksa lebih lanjut. Yang terpenting anda harus senantiasa tenang, karena kondisi stres karena terlalu khawatir malah bisa tidak baik bagi janin. Lebih baik fokus pada perbaikan kebiasaan dan pola hidup sehat sejak saat ini.

 

Haruskah kucing peliharaan disingkirkan?

Tidak perlu, tapi hindari membersihkan kotoran kucing (atau kenakan sarung tangan dan basuh tangan hingga bersih) karena ada risiko toksoplasma, yaitu infeksi parasit yang membahayakan perkembangan otak dan mata janin. Tes darah dapat memastikan bahwa Anda tidak terjangkit infeksi tersebut. Hindari pula kegiatan membersihkan kuku pada kucing karena obat-obatan yang digunakan mengandung insektisida. Sebaiknya, bersihkan peralatan tidur si kucing dengan cara merebus dan mandikan kucing dengan shampo biasa. Serta rutinkan kucing periksa kesehatan dan vaksin.

 

Mengapa tidak boleh menikmati keju kesukaan saya?

Boleh saja selama anda memang tidak ada alergi terhadap keju. Karena keju keras yang dipasteurisasi sebenarnya secara umum aman untuk ibu hamil. Sebaiknya Anda menghindari keju yang tidak diproses pasteurisasi, cek labelnya, blue-veined cheese, keju lembut dengan white-rind, dan keju susu kambing. Keju semacam itu mengandung bakteri Listeria, yang dalam beberapa kasus dapat menyebabkan keguguran. Berita gembiranya, pematangan akan membunuh bakteri tersebut. Oleh karena itu semua keju matang aman untuk dikonsumsi.

 

Amankah bepergian dengan pesawat saat hamil?

Ya, selama tanpa gangguan kesehatan setelah berkonsultasi dengan dokter. Setelah kandungan berusia 28 minggu, Anda mungkin akan dimintai surat keterangan dokter yang memastikan kondisi kesehatan Anda dan menyatakan perkiraan tanggal kelahiran si kecil. Tanyakan pada maskapai penerbangan yang bersangkutan. Kebanyakan perusahaan penerbangan tidak mengijinkan terbang ibu hamil dengan usia kandungan di atas 36 minggu atau 32 minggu untuk bayi kembar. Bahkan umur kandungan lebih muda lagi jika ternyata Anda mengalami komplikasi kehamilan.

 

Reqgi First Trasia, dr.

 

Referensi :

  1. James M Pivamik. 2006. Impact of Physical Activity during Pregnancy on Disease Risk. American College of Sport Medicine.
  2. Amy E Anderson. 2013. Risky Drinking Patterns Are Being Continued into Pregnancy. School of Medicine and Public Health. University of Newcastle.
  3. Samar K Hafez. 2014. Profile of High Risk Pregnancy among Saudi Women in Taif-KSA. World Journal of Medical Sciences. Taif University.
  4. Anne Drapkin, et al. 2009. Risk and Pregnant Body. HHS Public Access.
  5. Daniele Symon, et al. 2012. Physical Activity and Pregnancy: Past and Present Evidence. HHS Public Access.

Kapan Pertama Kali Janin Mengenal Rasa Makanan?

Tahukah Anda bahwa si kecil di dalam kandungan dapat merasai apa yang Anda makan? Nah, ini dia menu dalam rahim.

 

Anda mungkin berpikir si kecil belum mempunyai konsep tentang rasa sampai saat pertama si kecil meneguk ASI, atau barangkali ketika si kecil diberi makanan padat. Tapi mungkin Anda terkejut karena ternyata si kecil sudah mencicipi rasa pertamanya 13 minggu setelah pembuahan, atau tepatnya ketika indra pengecapnya mulai berkembang.

Dari usia 11 minggu di kandungan, bayi Anda akan belajar bagaimana menelan dan meneguk cairan amniotik yang mengelilinginya dalam rahim. Komposisi cairan amniotik berubah di trimester pertama. Dari semula cairan berbasis air, mirip plasma darah, menjadi substansi penuh nutrisi karbohidrat, protein, dan lemak. Substansi ini berperan penting dalam proses tumbuh kembang si janin. Setiap hari, si kecil akan mencerna sejumlah cairan ini, untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, maupun untuk melatih kemampuan si kecil menelan dan mencerna. Cairan amniotik tersebut mengandung rasa yang tidak pasti, rasa berubah sesuai makanan yang dikonsumsi ibunya. Jadi, begitu indra pengecap si kecil sudah cukup berkembang, ia akan dapat mencicipi berbagai rasa yang terkandung dalam cairan amniotik, tergantung jenis makanan yang Anda asup.

Penerima rasa (taste receptor) yang terbentuk cepat di lidah si kecil, seiring perkembangan saraf penerima lainnya di saluran napas, memberi kemampuan pada si kecil untuk merasakan amniotik dan membauinya. Setidaknya 90% dari indera perasanya dipengaruhi oleh penerima bau (smell receptor), sehingga makanan dengan rasa yang kuat, misalnya rempah, adalah yang paling mudah dikenali janin.

Coba uji pada diri Anda sendiri. Jika Anda makan makanan berbumbu tajam, tunggu dua jam, waktu yang dibutuhkan bagi rasa makanan tersebut sampai ke cairan amniotik, Anda akan merasakan respon janin, misalnya gerakan, dll. Atau bisa saja, janin Anda tidak responsif! Apapun reaksi janin yang terjadi, Anda tidak perlu khawatir . Rasa makanan seperti itu tidak akan membuat janin stress. Rasa-rasa itu sekadar melatih janin dengan sensasi yang lebih bervariasi sehingga ia akan lebih siap saat lahir nanti.

Para peneliti menyatakan bahwa bayi yang terekspos oleh rasa tertentu di dalam rahim akan lebih menyukai makanan dengan rasa tersebut setelah mereka dilahirkan nanti. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Philadelphia menguji sekelompok ibu hamil. Para bumil ini dibagi dalam tiga kelompok: satu kelompok diberi jus wortel empat kali seminggu selama kehamilan, lalu diberikan air ketika mereka sudah melahirkan dan saat menyusui. Kelompok kedua minum air selama kehamilan, lalu diberi jus wortel saat mereka menyusui. Kelompok terakhir tidak minum jus wortel.

Ketika bayi-bayi mereka disapih dan mulai makan makanan padat, para peneliti menawarkan dua macam sereal: sereal tanpa rasa dan rasa wortel. Bayi yang terpapar jus wortel, baik melalui cairan amniotik maupun ASI, akan lebih menyukai sereal rasa wortel dan cenderung tidak akan menyeringai bila dibandingkan bayi yang belum pernah mencicipi rasa wortel.

Penelitian lain dilakukan untuk menguji apakah bau-bauan dapat diteruskan ke cairan amniotik oleh jenis makanan tertentu. Peneliti memberikan kapsul bawang putih atau kapsul gula kepada sekelompok ibu hamil. Kemudian , para peneliti mengambil contoh cairan amniotik pada bumil tersebut. Sekelompok orang diminta melakukan tes penciuman, dan sampel dari para ibu yang telah menelan kapsul bawang putih terdeteksi bau bawang putih.

Sepertinya memang benar kata orang: you are what you eat. Dan anehnya, apapun yang Anda makan tidak saja langsung berpengaruh pada si kecil, tetapi juga mungkin memengaruhi pilihan rasa si kecil di masa depan. Ilmuwan Perancis melakukan sebuah studi untuk mendukung fakta tersebut: 12 ibu hamil diberikan biskuit dan permen berlapis coklat sekitar 10 hari sebelum melahirkan. Beberapa jam setelah para wanita tersebut melahirkan, reaksi bayi mereka terhadap bau coklat lebih tampak dibandingkan dengan bayi yang tidak terpapar bau tersebut sebelumnya.

Paparan terhadap sebuah aroma di masa antenatal dan setelah melahirkan diyakini dapat meningkatkan kenikmatan terhadap rasa tersebut, selama masa penyapihan maupun setelah mereka dewasa. Hal ini menjelaskan mengapa berbagai negara memiliki preferensi budaya dan etnis tertentu terhadap makanan dan rasa. Seorang anak Indonesia, misalnya, tumbuh dengan preferensi rasa yang berbeda dengan anak-anak Perancis, China, atau India – dan kegemaran tersebut dapat disebabkan oleh tereksposnya anak-anak terhadap rasa cairan amniotik yang pertama kali mereka rasakan.

Menjaga kebiasaan makan sehat dan seimbang selama masa kehamilan penting untuk memberi makanan si kecil yang sedang tumbuh. Namun, dengan Anda menganut kebiasaan makan makanan yang bervariasi, si kecil nantinya akan lahir dengan kebiasaan menikmati makanan sehat. Dengan makan yang benar, Anda dapat menghapus kemungkinan si kecil menyukai permen dengan kegemarannya pada brokoli.

Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :

  1. Keith L. Moore, et al. 2000. Fetal Growth and Development. The South Dakota Departement of Health.

  2. Women Health Care Physicians. 2015. Prenatal Development: How Your Baby Grows During Pregnancy. The American College of Obstetric and Gynecology.

  3. Giussepe M, et al. 2015. Pregnancy, Embryo Fetal Development and Nutrition: Physiologi around Fetal Programming. Journal of Histology and Histopatology: University of Catania: Italia.

  4. Deki Pem. 2015. Factors Affecting Early Childhood Growth and Development: Golden 1000 ages. Medical Science University of Bhutan: Bhutan.

  5. J A Dipietro. 2008. Prenatal Development. Johns Hopkins University: Baltimore.

Mengapa Ibu Hamil Keranjingan Makan?

You are what you eat

tapi apa maksudnya bila tiba-tiba Anda makan pisang dengan saus?

 

Dalam banyak kejadian, ciri-ciri hamil digambarkan dengan keranjingan makan es krim dan acar. Kita juga kerap mendengar seorang teman yang tiba-tiba kepingin makan banyak daging merah atau tiba-tiba tidak suka kopi sama sekali. Bahkan, 75 persen dari ibu hamil (bumil) akan doyan ngemil jenis-jenis makanan tertentu sampai usia kehamilannya mencapai 40 minggu.

Mungkin Anda tidak heran kalau mendengar bahwa keranjingan makan yang sering terjadi adalah ngemil yang manis-manis, berlemak, seperti coklat atau kue donat; juga keranjingan terhadap cemilan asin dan berbumbu. Tetapi jenis makanan yang disuka bumil ini bervariasi, tergantung pada latar belakang masing-masing. Di Tanzania, misalnya, bumil umumnya akan senang makan daging, mangga, yogurt, dan buah jeruk. Sementara di Kamboja, para bumil senang ngemil makanan yang gurih dan berbumbu.

Sebaliknya, ada ibu hamil yang tidak suka makan dan merupakan hal yang juga mengejutkannya dengan keranjingan karena perubahan kebiasaan dari saat sebelum hamil. Datang tiba-tiba dan sulit dikontrol. Anda bisa jadi hanya inginkan roti gosong dengan olesan tebal mentega tak peduli siang atau malam.

Kapan kesukaan atau justru penolakan terhadap makanan itu terjadi? Doyan ngemil umumnya terjadi pada kehamilan pertama, meski para ahli tidak dapat menentukan kapan tepatnya kebiasaan ini dimulai. Sementara 60% dari kasus tidak doyan makan dimulai pada trimester pertama kehamilan, tepatnya ketika mual-mual mulai timbul, menurut sebuah jurnal yang membahas mengenai appetite. Tidak doyan makan umumnya tidak menimbulkan masalah setelah trimester pertama, tetapi keranjingan justru bisa berkelanjutan sepanjang masa kehamilan.

Sebuah studi lain dari University of Connecticut memperlihatkan bahwa perempuan lebih banyak mengonsumsi makanan yang manis di trimester kedua dan keranjingan makanan gurih seiring bertambahnya usia kandungan.

Apa yang terjadi? Beberapa ahli mengatakan bahwa keranjingan makan ini sebenarnya adalah intuisi tubuh ketika terjadi kekurangan nutrisi. Perilaku keranjingan makanan berbahan dasar susu pada bumil dianggap biasa karena rata-rata perempuan mengonsumsi hanya tiga perempat dari kebutuhan kalsium hariannya. Tidak demikian halnya dengan kesukaan terhadap makanan gurih. Tubuh Anda memang membutuhkan lebih banyak sodium karena volume darah yang meningkat, tetapi pada umumnya kita sudah mengonsumsi terlalu banyak garam. Namun, belum ada bukti yang mendukung teori ini.

Teori lain menyebutkan bahwa tidak doyan makan adalah mekanisme perlindungan ibu dan bayinya terhadap racun-racun dari lingkungan sekitar. Lihatlah berapa banyak perempuan yang tiba-tiba mual dengan kopi, terutama di minggu-minggu awal kehamilan. Bumil juga mungkin tidak doyan sayuran pahit atau beraroma tajam, dan itu justru menghindari bumil dari keracunan.

Penyebab lain dari dua perilaku seputar kebiasaan makan bumil adalah perubahan hormon tubuh. Para ahli meneliti keranjingan makan dalam kaitannya dengan kadar progesteron dan prolaktin, yang dapat memengaruhi nafsu makan. Perubahan hormon ini berpengaruh pada sensitivitas terhadap bau dan rasa, dan berkaitan erat dengan tekstur makanan yang dikonsumsi bumil. Es adalah makanan favorit bumil karena rasa lezatnya, juga efek dingin dan menyegarkannya.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa doyannya bumil terhadap makanan dipengaruhi oleh pola pikir kita tentang apa yang harus dimakan, misalnya buah dari produk-produk susu yang berefek mendinginkan, atau hal-hal klise yang sering kita lihat di televisi. Perilaku ini bertambah intensif saat bumil gelisah. Memang menggoda untuk mengalihkan pikiran ke makanan. Banyak bumil memilih cemilan anak-anak yang cenderung hambar, misalnya keju dan roti bakar, puding beras, atau pasta dengan butter. Ada hal positif disini, karbohidrat akan meningkatkan kadar hormon serotonin yang akan membuat Anda lebih rileks.

Namun, perilaku keranjingan ini bisa menggila. Beberapa bumil bisa berjingkat-jingkat ke dapur di malam hari dan makan kerak makanan di dinding panci atau mengendus semir sepatu. Perilaku semacam ini disebut pica, keranjingan hal-hal yang bukan makanan, misalnya bau tanah dan pasta gigi. Fenomena seperti ini ditemui di berbagai budaya, bahkan terjadi sejak lama. Dalam beberapa tradisi, perilaku keranjingan ini dinanti-nanti, bahkan didorong sebagai semacam perlindungan atau pertanda baik. Sebuah studi tahun 2000, para ibu di Mexico mengatakan bahwa memakan segumpal tanah liat suci akan mendatangkan berkah. Dan barangsiapa menolak ngidam, maka bayinya tidak akan pernah puas (lahir dengan mulut ngiler), dan bila ngidamnya dipenuhi maka bayinya akan senang dan bersih.

Jadi, haruskah Anda menolak ngidam? Ya, jika Anda ngidamnya membaui asap mobil atau ngemil batu bata, mungkin Anda harus bicara dengan dokter apakah Anda kekurangan nutrisi tertentu. Namun tidak ada data yang mendukung bahwa ngidam berakibat buruk pada bayi. Yang Anda harus lakukan adalah menggantinya dengan sesuatu yang lebih menyehatkan; makan sedikit tetapi sering karena kadar gula dalam darah yang rendah akan memicu keinginan ngemil. Makan lebih banyak ikan juga dapat membantu karena minyak dari ikan tersebut akan mengurangi keinginan Anda untuk ngemil.

Jika Anda sangat ingin makan coklat, Anda mungkin sedang kekurangan zat magnesium dan cobalah ngemil biji (kuaci) bunga matahari. Keletihan juga dapat meningkatkan keinginan ngemil, jadi Anda sebiknya tidur cukup di malam hari dan istirahat di siang hari. Dan yang penting adalah semangati diri Anda untuk melalui tahap yang aneh, tetapi sangat berarti dalam kehamilan Anda.

Penulis:
Reqgi First Trasia, dr.

 

Referensi :
1. Ministry of Health. 2006. Food and nutrition guidelines for Healthy Pregnant and Breastfeeding Women. Wellington : New Zealand.
2. Crawley, Helen. 2014. Eating well for Healthy Pregnancy: A Practical Guide. Queens Road : London.
3. National Health and Medical Research Council. 2007. Healthy Eating during your Pregnancy. Departement of Health and Aging : Australian Government.
4. Australian Dietary Guidelines. 2008. Food Savety during Pregnancy. Departement of Food Authority : New Zealand.
5. Williamson, C.S. 2006. Nutrition in Pregnancy. British Nutrition Foundation : London.

Makanan dan Minuman Hebat untuk Kehamilan

Kehamilan merupakan masa-masa yang tidak hanya menggembirakan dan menyenangkan, namun juga menegangkan dan seringkali membuat calon ibu was-was akan kecukupan gizi jabang bayinya. Tidak jarang ibu hamil bingung untuk memilih menu makanan yang menyehatkan bagi ibu dan calon bayi, tetapi pada kenyataannya kesehariaannya lebih didominasi dengan makanan siap saji atau panganan tinggi kalori rendah nutrisi.

Jika anda adalah satu diantaranya, ini saatnya anda beralih ke makanan yang lebih sehat untuk menambah energi yang anda butuhkan di masa kehamilan dan berkreasi dengan campuran bahan-bahan alami bernutrisi demi tercapainya tumbuh kembang janin yang optimal. Di trimester kedua dan ketiga, anda akan membutuhkan tambahan sebanyak 300 kalori setiap hari, sehingga memerlukan asupan makanan dengan porsi yang baik dan bergizi. Berikut ini adalah beberapa sumber makanan dan minuman yang tinggi

Alpukat

Alpukat mengandung nutrisi menyehatkan: vitamin C dan B6 yang bagus untuk jaringan dan pertumbuhan otak janin; potasium yang membantu mengatur keseimbangan cairan, dan folat yang penting untuk perkembangan sistem saraf janin. Iris-iris untuk dibuat salad atau blender untuk dijadikan olesan roti.

Brokoli

Semua jenis brokoli mengandung karotenoid, yakni zat antioksidan yang baik untuk mata si janin. Brokoli juga mengandung potasium yang dapat membantu mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Ada pula vitamin A dan C didalamnya. Sayuran ini bisa dikukus, ditumis, atau dicampurkan dalam sup.

Pisang

Buah yang satu ini kaya akan potasium sehingga baik untuk mencegah kekurangan elektrolit. Selain itu, pisang juga mengandung asam amino tryptophan yang dapat membantu si kecil mudah tidur. Tambahkan irisan pisang dalam sarapan anda, jadikan campuran smoothie, atau dimakan begitu saja karena buah yang padat energi ini mudah dibawa kemana-mana.

Ikan salmon

Ikan salmon mengandung asam lemak omega-3 dan vitamin B. Omega-3 sangat baik untuk pertumbuhan otak dan perkembangan penglihatan janin. Panggang salmon dan hidangkan sebagai steak dan tambahkan salad. Atau buatlah roti lapis (sandwich) dengan campuran salmon kalengan.

Keju

Keju hasil pasteurisasi mengandung kalsium, fosfor, dan magnesium yang dapat menguatkan tulang anda maupun si kecil. Keju mengandung cukup banyak lemak, jadi konsumsi dalam jumlah sedikit atau taburkan di atas makanan. Sementara keju lembek yang umumnya bukan hasil pasteurisasi juga boleh dikonsumsi asalkan dimasak hingga matang.

Ubi

Ubi manis mengandung folat, serat, potasium, dan vitamin C. Nah, vitamin C dapat membantu menumbuhkan daya tahan tubuh si kecil dan menguatkan tulang, gigi, serta pembuluh darah. Coba panggang ubi manis, haluskan, atau potong-potong untuk dijadikan ubi goreng dan makan bersama keju, ikan, atau daging panggang.

Daging sapi

Irisan daging sapi tanpa lemak dapat menambah zat besi dalam tubuh, sehingga jika anda merasa lelah, seiris steak akan membuat anda lebih nyaman. Zat besi membantu penyaluran oksigen ke janin, mencegah anemia, dan mencegah ternjadinya kelahiran prematur. Daging sapi juga mengandung protein yang mudah diserap tubuh, yaitu zink dan vitamin B.

Telur

Ini dia pilihan untuk cemilan, cepat dimakan kapan saja. Telur adalah sumber protein dan asam amino penting, vitamin, dan mineral, asalkan dimasak sampai benar matang. Telur juga kaya mineral kolin yang sangat penting untuk perkembangan otak janin dan memperbaiki ingatan.

Gandum

Oat, roti gandum utuh (whole wheat), pasta, beras merah, roti dari bulir rye, dan makanan berbahan dasar bulir utuh lainnya mengandung lebih banyak nutrisi dan serat (dapat mencegah konstipasi) daripada bulir yang diproses. Jadikan bubur untuk sarapan atau pasta gandum utuh untuk makan malam.

Buah beri

Selain sebagai sumber vitamin C yang sangat bagus, buah-buah berry juga kaya akan zat antioksidan yang membantu melawan radikal bebas dan mencegah kerusakan sel. Buah beri segar (blueberry, strawberry, raspberry) dapat anda nikmati sebagai cemilan atau masukkan dalam menu sarapan. Sedangkan buah beri yang dibekukan dapat anda tambahkan ke dalam smoothie, yogurt, atau bubur.

Minuman Terbaik

Yang terbaik adalah air putih, tetapi bila anda ingin yang lebih menyegarkan, tambahkan perasan jeruk lemon atau jeruk nipis dan jus buah. Susu sangat baik untuk memenuhi kebutuhan kalsium, vitamin D dan K, serta asam lemak Omega-3. Segelas jus buah atau smoothie sama dengan satu porsi buah dan sayur. 19% cairan tubuh kita sehari-hari diperoleh dari makanan, dan kita harus memenuhi 81% lagi melalui minuman. Kebutuhan itu meningkat saat kehamilan, sekitar 30 ml lebih banyak per harinya.

Selamat makan!

Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :

  1. Ministry of Health. 2006. Food and nutrition guidelines for Healthy Pregnant and Breastfeeding Women. Wellington : New Zealand.

  2. Crawley, Helen. 2014. Eating well for Healthy Pregnancy: A Practical Guide. Queens Road : London.

  3. National Health and Medical Research Council. 2007. Healthy Eating during your Pregnancy. Departement of Health and Aging : Australian Government.

  4. Australian Dietary Guidelines. 2008. Food Savety during Pregnancy. Departement of Food Authority : New Zealand.

  5. Williamson, C.S. 2006. Nutrition in Pregnancy. British Nutrition Foundation : London.

7 Perasaan Unik Saat Hamil Muda

Ketika seorang wanita sedang hamil trimester pertama, mungkin ia akan merasa ada sesuatu yang berbeda sekalipun belum mengetahui hasil tes kehamilan. Bila Anda tiba-tiba tidak suka rasa kopi yang setiap hari Anda teguk atau aromanya membuat Anda mual, nah bisa jadi ini suatu pertanda ada perubahan dalam diri Anda. Apa saja ya perasaan unik tersebut?

Rasa Logam di Lidah

Dysgeusia adalah rasa logam di mulut yang tidak menyenangkan. Fenomena ini dapat disebabkan oleh peningkatan kadar hormon esterogen dalam tubuh kita. Mungkin juga efek dari retensi air pada indra pengecapan Anda. Anehnya, mengonsumsi makanan yang manis malah memperburuk rasa mineral di mulut Anda. Tetapi menyikat gigi dengan pasta gigi rasa mint akan membantu menghilangkan rasa logam ini. Mengonsumsi makanan yang asam atau menambahkan sedikit cuka pada salad atau keripik juga dapat membantu mengatasinya.

Selera Aneh

Apakah makanan terasa kurang asin atau terasa pahit? Kadar estrogen yang tinggi dapat berdampak pada selera makan Anda: menjadi kurang sensitif terhadap rasa asin, tetapi sensitivitas pada rasa pahit makanan dan minuman justru bertambah. Ini hal biasa. Banyak ibu hamil tidak berselera pada kopi (dan alkohol) di trimester pertama kehamilannya, tetapi bukankah ini suatu perubahan yang baik?

Mabuk Perjalanan & Mual Pagi Hari

Cenderung mabuk di perjalanan? Wah, hal ini bisa bertambah buruk saat kehamilan. Anda juga akan mengalami mabuk di pagi hari. Kadar gula yang rendah menjadi pemicu rasa mual itu. Sebaiknya Anda makan teratur dan ngemil sebelum bepergian atau melakukan perjalanan jauh. Gelang khusus perjalanan (travel wristband) dapat membantu mengatasinya karena akan menekan satu titik akupresur di bagian dalam pergelangan tangan.

Payudara Membesar

Payudara Anda akan menjadi lebih sensitif dan membesar, tetapi ini karena mempersiapkan diri Anda untuk memberi ASI pada si kecil nanti. Kenakan bra yang cukup kuat menopang payudara (tanpa kawat di bagian bawah) agar Anda lebih nyaman.

Penciuman Sensitif

Indra penciuman Anda menjadi sama sensitifnya dengan indra perasa. Ini juga disebabkan oleh kadar estrogen yang meningkat. Banyak ibu hamil yang merasa sangat sensitif terhadap bau-bauan, misalnya ibu yang suka berkebun merasa tidak tahan dengan bau tanaman tertentu. Ibu hamil yang lain bahkan mencium bebauan yang tidak jelas sumbernya alias phantom smell, atau dapat membaui seseorang dari kejauhan. Nah, untuk mengatasi hal ini, coba hirup aroma lemon yang segar: teteskan minyak beraroma lemon pada pakaian atau hirup jika dibutuhkan.

Berliur seperti Bayi

Air liur berlebihan adalah gejala klasik hamil muda, dan mungkin dapat disebabkan oleh peningkatan hormon gonadotropin. Ini adalah hormon yang memelihara kehamilan. Peningkatan hormon ini mencapai puncaknya pada usia kandungan 8-11 minggu, dan setelah itu akan menurun. Mengunyah permen, memperbanyak minum air putih, dan makan dalam porsi kecil kadang akan membuat Bunda lebih nyaman.

Lelah Berlebihan

Rasa penat karena hamil mungkin agak membingungkan di awal kehamilan. Keletihan itu disebabkan oleh peningkatan kadar progesteron dan tubuh Anda memang sedang bekerja keras menumbuhkan janin. Untuk mempersiapkan diri terhadap kelahiran si kecil, tubuh Anda harus meningkatkan volume darah. Oleh karena itu, sistem tubuh Anda pun sibuk lebih banyak menyerap oksigen. Setiap ada kesempatan, ada baiknya Anda tidur siang, beristirahat sepulang kerja, dan membatasi kegiatan sosial yang menguras tenaga.

Selamat menjadi ibu!

Depok, 30 Desember 2016

Reqgi First Trasia, dr.

Referensi:

  1. Chescheir, C. Nancy, et al. 2001. Planning your pregnancy and Birth. 3rd edition. The American College of Obstetriciann and Gynecology. Washington.
  2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23 edition. Mc Graw Hill. New York.
  3. Evans, A. 2008. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
  4. Novak, Patricia D. 1996. Dorland’s Pocket and Medical Dictionary. 25th edition. WB Saunders Company. Philadelphia.
  5. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
  6. Shaony Bhatacarya, et al. 2015. The Pregnancy and Baby Book. Dorling Kindersley. London.

TORCH : Kenali untuk Dicegah

Tahukah Ayah Ibu, infeksi selama kehamilan merupakan penyebab 2-3% cacat bawaan pada anak. Infeksi TORCH merupakan salah satu penyebab cacat bawaan. TORCH adalah infeksi Toxoplasmosis, Others (syphilis, varicella-zoster, parvovirus B19), Rubella, Cytomegalovirus (CMV), dan Herpes. Sebagian besar infeksi TORCH menyebabkan sakit ringan pada ibu, namun berakibat serius pada janin dalam kandungan. Lalu bagaimana cara mengenali TORCH dan mencegahnya ya? Yuk kita bahas satu-persatu.

Infeksi TORCH

Toksoplasmosis

Toksoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman parasit Toxoplasma gondii. Kuman ini dapat ditularkan pada ibu saat ibu mengkonsumsi daging sapi/babi atau minum air yang tercemar kuman T.gondii, atau tidak sengaja menelan parasit setelah menyentuh kotoran kucing yang terinfeksi. Toksoplasmosis pada ibu hamil dapat menular ke janinnya melalui plasenta.

Gejala pada ibu
Pada umumnya, ibu hamil yang menderita toksoplasmosis tidak menunjukkan gejala. Gejala yang dapat muncul meliputi rasa lelah, sakit kepala, demam, nyeri otot dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Gejala pada bayi
Toksoplasmosis dapat menyebabkan keguguran, berat lahir bayi rendah, pembesaran hati dan limpa, kuning, anemia, kejang, retardasi mental, perkapuran tengkorak, kepala kecil, atau infeksi mata yang berat. Semakin muda usia kehamilan ibu saat terinfeksi, semakin berat gejala yang timbul pada bayi.

Pengobatan
Orang dengan daya tahan tubuh yang baik tidak perlu diobati. Namun, ibu hamil atau orang dengan daya tahan tubuh lemah perlu diobati dengan antibiotik.

Pencegahan

  • Hindari konsumsi daging sapi, babi, atau kambing mentah atau setengah matang.
  • Gunakan sarung tangan saat berkebun untuk menghindari tidak sengaja menyentuh kotoran kucing.
  • Cuci buah dan sayuran dengan baik.
  • Hindaru minum susu segar yang belum dipasteurisasi.
  • Bagi pencinta kucing, sebaiknya jaga kesehatan kucing piaraan Anda dengan baik. Hindari memberi makanan yang kurang matang pada kucing. Jangan lupa gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan kotorannya.

Others: Cacar air

Cacar air adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster (VZV). Cacar air menular melalui droplet/percikan ludah yang keluar saat bersin atau batuk. Pada ibu hamil, cacar air menular ke janinnya melalui plasenta.

Gejala pada ibu
Gejala cacar air baru muncul 10-21 hari setelah tertular. Timbul demam selama 1-2 hari, yang diikuti munculnya ruam dan bruntus berisi cairan yang berwarna kemerahan pada kulit. Ruam muncul mulai dari kepala, badan kemudian tangan dan kaki. Ibu hamil dapat mengalami pneumonitis (infeksi paru-paru berat) dengan gejala batuk kering, sesak nafas, demam dan nyeri dada. Cacar pada ibu hamil termasuk salah satu kegawatan medis dan memerlukan perawatan intensif.

Gejala pada bayi
Cacar air pada ibu hamil dapat menyebabkan keguguran. Jika bayi lahir, akan timbul sindrom varicella kongenital, yang terdiri dari katarak, otak mengecil, perkembangan saraf terhambat, terdapat kelainan tulang dan kulit, serta infeksi mata. Jika ibu hamil terkena penyakit cacar air antara 5 hari sebelum melahirkan dan 2 hari setelahnya, kekebalan ibu belum terbentuk (bayi tidak mendapat kekebalan bawaan dari ibu), sehingga bayi akan terkena penyakit cacar air yang berat. Sebanyak 30% bayi dengan sindrom varicella kongenital meninggal dalam 1 bulan pertama kehidupannya.

Pengobatan
Ibu hamil dapat diberikan obat antivirus dengan pertimbangan, jika manfaatnya lebih besar dibandingkan resikonya terhadap janin.

Pencegahan
Hindari kontak dengan orang yang terkena cacar air. Cacar air masih dapat menular biarpun ruam sudah mengering dan terkelupas. Tunggu 5-7 hari setelahnya jika ingin kontak. Vaksin varicella dianjurkan minimal 2 bulan SEBELUM hamil, tidak boleh diberikan saat hamil karena berbahaya bagi janin.

Rubella/Campak Jerman

Rubella adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Virus rubella menyebabkan ruam pada tubuh mirip campak (roseola). Rubella menular melalui droplet/percikan ludah yang keluar saat bersin atau batuk. Pada ibu hamil, rubella menular ke janinnya melalui plasenta.

Gejala pada ibu
Gejala penyakit rubella baru muncul 2-3 minggu setelah tertular. Muncul ruam kemerahan pada kulit, demam, nyeri sendi dan terjadi pembengkakan kelenjar limfe (terutama pada leher dan belakang telinga).

Gejala pada bayi
Sindrom rubella kongenital terdiri dari katarak, kelainan jantung dan saraf, gangguan pendengaran (tuli), pertumbuhan janin terhambat, perkapuran tengkorak, mikrosefali (kepala kecil), peradangan tulang, pembesaran hati dan limpa. Sebagian besar kelainan tersebut muncul pada bayi jika ibu terinfeksi rubella selama 12 minggu pertama kehamilan. Jika ibu hamil terinfeksi rubella setelah usia kehamilan 18 minggu, semakin kecil resiko munculnya sindrom rubella kongenital pada bayi.

Pengobatan
Tidak ada pengobatan yang spesifik, biasanya akan sembuh dengan sendirinya.

Pencegahan
Hindari kontak dengan orang yang terkena rubella. Vaksin MMR dianjurkan minimal 2 bulan SEBELUM hamil, tidak boleh diberikan saat hamil karena berbahaya bagi janin.

CMV (Citomegalovirus)

CMV adalah penyakit yang disebabkan oleh virus sitomegalovirus. CMV ditularkan melalui air liur, urin, sebagai penyakit menular seksual dan transfusi darah (jarang). Wanita yang sering berurusan dengan anak balita (misal sebagai petugas tempat penitipan anak), atau petugas kesehatan berisiko tinggi tertular CMV. Seorang ibu dapat menularkan CMV ke janinnya saat hamil melalui plasenta, saat melahirkan apabila bayi terkena cairan dari mulut rahim dan vaginanya, serta saat menyusui lewat ASI.

Gejala pada ibu
Tidak ada gejala yang muncul pada 90% ibu hamil yang terinfeksi CMV. Namun, gejala dapat muncul antara 9-60 hari setelah tertular. Gejalanya yaitu demam, lemas, nyeri tenggorokan, nyeri sendi, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Gejala pada bayi
Infeksi CMV selama hamil dapat menyebabkan janin terhambat pertumbuhannya, anak mengalami tuli saraf, retardasi mental, perkapuran tengkorak, sakit kuning, mikrosefali (kepala kecil), hidrosefalus, pembesaran hati dan limpa, serta perkembangan psikomotornya terhambat. Biasanya, 85-90% bayi tidak menunjukkan gejala infeksi CMV saat lahir. Kelainan perkembangan, penglihatan, pendengaran atau kelainan gigi baru muncul dalam 1 tahun pertama.

Pengobatan
Ganciclovir tidak diberikan pada ibu hamil karena berbahaya untuk janin.

Pencegahan
Sering cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah mengurus anak balita. Hindari berbagi minum atau makanan (di wadah yang sama) dengan orang lain. Gunakan kondom saat berhubungan intim.

Herpes

Herpes merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus herpes simplex (HSV-2). Ibu hamil dapat tertular herpes dari suaminya melalui hubungan intim. Herpes pada ibu hamil dapat menular ke janinnya melalui plasenta atau penyebaran infeksi dari serviks. Pada 85% kasus, bayi terinfeksi saat proses kelahiran normal, sementara 5% selama kehamilan, dan 10% setelah lahir.

Gejala pada ibu
Vagina dan serviks ibu bengkak, merah dan terdapat lesi pada permukaannya. Selain itu terasa nyeri, gatal dan keluar cairan kekuningan dari vagina ibu. Gejala lain yaitu demam, sakit kepala, mual dan pegal-pegal.

Gejala pada bayi
Infeksi herpes selama hamil dapat menyebabkan keguguran, pertumbuhan janin terhambat, dan lahir prematur. Setelah bayi lahir, bayi dapat mengalami penyakit yang terbatas pada kulit, mata atau mulut  (45%), kelainan otak yg menyebabkan kejang, retardasi mental, dll (30%), serta berbagai kelainan pada berbagai organ tubuh (25%). Gejala-gejala tersebut biasanya muncul dalam 4 minggu pertama kehidupan bayi.

Pengobatan
Ibu hamil dapat diberikan obat anti virus dengan pertimbangan.

Pencegahan
85% bayi tertular dari ibunya saat proses kelahiran normal. Sehingga jika lesi di vagina dan serviks masih ada pada saat akan melahirkan, ibu disarankan menjalani operasi sesar untuk mencegah penularan ke bayi. Selain itu, gunakan kondom saat berhubungan intim.

Pemeriksaan TORCH

Kapan sebaiknya dilakukan?
Ibu sebaiknya melakukan pemeriksaan TORCH sebelum hamil. Jika sudah hamil namun belum melakukan pemeriksaan TORCH, dokter kandungan ibu akan meminta pemeriksaan tsb dilakukan.

Apa saja yang diperiksa?
Antibodi/kekebalan tubuh terhadap penyakit Toksoplasmosis, Rubella, CMV dan Herpes.

TORCH

Pemeriksaan Antibodi TORCH

Apa yang perlu disiapkan?
Tidak ada persiapan khusus.

Bagaimana pemeriksaan dilakukan?
Petugas laboratorium akan mengambil darah dari pembuluh darah ibu dengan jarum dan spuit.

Apa artinya hasil positif dan negatif?

  • Hasil IgM dan IgG negatif berarti ibu tidak memiliki antibodi terhadap keempat penyakit tersebut dan belum pernah terinfeksi keempat penyakit tersebut.
  • Hasil IgM positif menunjukkan saat ini ibu sedang terinfeksi penyakit TORCH.
  • Hasil IgG positif menunjukkan ibu pernah terinfeksi penyakit TORCH di masa lalu.

Kesimpulan

Infeksi TORCH selama kehamilan merupakan salah satu penyebab cacat bawaan pada bayi. Semakin muda usia kehamilan, semakin berat akibatnya pada janin. Pengobatan TORCH dapat mengurangi gejala pada ibu, namun kerusakan yang ditimbulkan ke janin tidak dapat diperbaiki. Oleh karena itu, pencegahan sangat penting. Sebelum hamil, Ibu sebaiknya memeriksakan TORCH serta mendapatkan vaksin. Saat hamil sebisa mungkin hindari sumber-sumber penularan penyakit ini.

Semoga informasi ini bermanfaat, dan Ibu selalu diberikan kesehatan selama kehamilan.

Diana Andarini, dr.

02/29/2016

Referensi

  1. Stegmann BJ, Carey JC. TORCH Infections. Toxoplasmosis, Other (syphilis, varicella-zoster, parvovirus B19), Rubella, Cytomegalovirus (CMV), and Herpes infections. Curr Womens Health Rep. 2002 Aug;2(4):253-8.
  2. Teresa Marino, Christine Isaacs. Viral Infections and Pregnancy. [cited 2016 Feb 10]. Available from http://emedicine.medscape.com/article/235213-overview#showall
  3. Infeksi Virus, Bakteri, Protozoa. In: Obstetri Williams Vol.2 Edisi 21. EGC; 2006. p. 1637-1653.
  4. Mayo Clinic. Toxoplasmosis. [cited 2016 Feb 10]. Available from http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/toxoplasmosis/basics/prevention/con-20025859
  5. Sauerbrei A, Wutzler P. The Congenital Varicella Syndrome. J Perinatol. 2000 Dec;20(8 Pt 1):548-54.
  6. Centers for Diasease Control and Prevention. Varicella. [cited 2016 Feb 10]. Available from http://www.cdc.gov/vaccines/pubs/pinkbook/downloads/varicella.pdf
  7. Royal College of Obstetricians & Gynaecologists. Chickenpox in Pregnancy. [cited 2016 Feb 10]. Available from https://www.rcog.org.uk/globalassets/documents/guidelines/gtg_13.pdf
  8. World Health Organozation. Rubella. [cited 2016 Feb 10]. Available from http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs367/en/
  9. Kauser Akhter, Michael S Bronze. Cytomegalovirus. [cited 2016 Feb 10]. Available from http://emedicine.medscape.com/article/215702-overview
  10. Björn Pasternak, Anders Hviid. Use of Acyclovir, Valacyclovir, and Famciclovir in the First Trimester of Pregnancy and the Risk of Birth Defects. JAMA. 2010;304(8):859-866. doi:10.1001/jama.2010.1206.
  11. American Association for Clinical Chemistry. TORCH. [cited 2016 Feb 10]. Available from https://labtestsonline.org/understanding/analytes/torch/tab/sample/
  12. Centers for Diasease Control and Prevention. Immunization & Pregnancy. [cited 2016 Feb 10]. Available from http://www.cdc.gov/vaccines/pubs/downloads/f_preg_chart.pdf
Ibu Hamil Naik Pesawat

Ibu Hamil Naik Pesawat, Amankah?

Saat hamil biasanya wanita memiliki kekhawatiran saat ingin bepergian ke tempat yang jauh. Apakah perjalanan tersebut aman untuk ibu dan bayi atau tidak. Termasuk salah satunya pertimbangan sebelum ibu hamil naik pesawat di trimester awal atau akhir. Belum lagi mungkin ibu pernah melihat di media ada yang bersalin saat di pesawat. Agar perjalanan ibu saat hamil menyenangkan dan selamat, sebaiknya mempertimbangkan hal berikut ini sebelum bepergian ke tempat yang jauh:

  • Ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai di tempat tujuan apabila terjadi komplikasi kehamilan atau terpaksa melahirkan disana.
  • Asuransi kesehatan yang dimiliki berlaku/tidak di tempat tujuan.
  • Peningkatan risiko penyakit di tempat tujuan seperti diare, malaria, dll. Diskusikan dengan dokter apakah perlu vaksinasi atau obat profilaksis untuk mencegah penyakit tersebut.
  • Risiko terjadinya sumbatan pembuluh darah vena jika lama diam selama menempuh perjalanan yang jauh dan lama (di atas 5 jam)
  • Masalah yang berkaitan dengan penerbangan (akan dibahas lebih lanjut di bawah)

Kapan waktu yang tepat untuk bepergian?

Pada trimester pertama biasanya wanita hamil mengalami mual hebat dan lemas, serta risiko keguguran masih tinggi. Sementara pada trimester ketiga bepergian bisa jadi melelahkan dan tidak nyaman, serta berisiko kelahiran prematur. Trimester kedua (usia kehamilan 14-28 minggu) merupakan saat terbaik untuk bepergian, yaitu saat dimana risiko keguguran dan lahir prematur minimal.

Ibu Hamil Naik Pesawat, Bolehkah?

Sebagian besar maskapai penerbangan memperbolehkan wanita hamil ikut penerbangan sampai usia kehamilan maksimal 36-37 minggu (32-34 minggu jika hamil kembar). Pada umumnya, ibu hamil naik pesawat aman-aman saja selama tidak memiliki masalah kesehatan atau komplikasi kehamilan. Namun, memang ada risiko keguguran dan lahir prematur pada wanita hamil yang sering bepergian dengan pesawat dan jarak tempuh yang jauh. Sebaiknya hindari naik pesawat kecil yang tidak memiliki tekanan kabin yang telah disesuaikan karena tubuh harus bekerja ekstra untuk memastikan suplai oksigen wanita hamil dan janinnya.

Selama penerbangan, resiko lain bagi penumpang pesawat ialah terpapar radiasi kosmik. Paparan radiasi kosmik selama kehamilan (dalam 40 minggu) yang diperbolehkan dan tidak menyebabkan bahaya pada janin yaitu dibawah 1 mSv (1 mSv=1000 μSv). Sebagai contoh, radiasi kosmik penerbangan Singapura-Frankfurt sebesar 39 μSv, Sydney-Buenos Aires 80 μSv. Sehingga, sebetulnya masih cukup aman radiasi kosmik dengan jarak tersebut.

Kondisi yang Tidak Disarankan Untuk Ibu Hamil Naik Pesawat

Ibu hamil sebaiknya tidak naik pesawat jika terdapat kondisi di bawah ini:

  • Anemia berat (Hb <8 g/dL)
  • Penyakit sel sabit (Sickle cell disease), penyakit turunan di mana bentuk sel darah merah ibu tidak normal seperti bulan sabit. Sel darah ini mudah hancur yang mengakibatkan anemia.
  • Baru mengalami perdarahan dari jalan lahir
  • Memiliki kelainan/sakit jantung atau paru-paru
  • Mual hebat (hyperemesis gravidarum)
  • Memiliki riwayat keguguran/kelahiran prematur
  • Tekanan darah tinggi (>140/90 mmHg)
  • Diabetes

Sebelum Ibu Hamil Naik Pesawat

Bagi ibu hamil yang relatif sehat dan hendak travel dengan pesawat, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum berangkat:

  • Periksa kebijakan maskapai penerbangan tentang wanita hamil. Sebagian maskapai penerbangan meminta surat keterangan dokter, terutama pada usia kehamilan di atas 28 minggu.
  • Datang ke bandara lebih awal agar tidak perlu terburu-buru/lari mengejar pesawat.
  • Pilih tempat duduk yang nyaman dan lega, terutama di samping lorong/aisle. Posisi tempat duduk di samping lorong juga memudahkan wanita hamil jika ingin jalan atau ke toilet.
  • Tidak memakai pakaian yang ketat.
  • Hindari makanan dan minuman yang menimbulkan gas/membuat kembung, misal minuman bersoda.
  • Buang air kecil sesaat sebelum naik pesawat.

Saat Ibu Hamil Naik Pesawat

Saat pesawat mencapai ketinggian di atas 8000 kaki (2438 m), tubuh akan mengalami hipoksia atau kekurangan oksigen. Oleh sebab itu, tubuh ibu hamil akan beradaptasi dengan mengentalkan darah, meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, serta menurunkan kapasitas metabolisme. Oleh karena itu, selama di pesawat wanita hamil sebaiknya:

  • Menjaga tubuh cukup cairan dengan banyak minum air putih atau jus.
  • Setiap 30 menit berjalan atau melakukan peregangan sederhana, serta menggunakan stoking untuk mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah vena (trombosis vena) dan bengkak pada kaki (edema).
  • Hindari makanan dan minuman yang membuat kembung, serta yang mengandung alkohol atau kafein.
  • Wanita hamil yang terpaksa naik pesawat dengan anemia berat (Hb <8 g/dL), penyakit sel sabit, atau sakit jantung, sebaiknya diberikan oksigen selama di pesawat.
  • Selalu memakai sabuk pengaman saat sedang duduk untuk mengurangi risiko cedera akibat turbulensi mendadak.
  • Sabuk pengaman dipakai tepat diantara paha dan perut, sehingga tidak menekan perut. Jika ukuran sabuk pengaman terlalu kecil, minta pemanjang sabuk (seatbelt extender) kepada pramugari.

Hal-hal lain yang harus diperhatikan dalam perjalanan :

  • Selalu minum air kemasan, atau air yang sudah direbus sampai mendidih 1-3 menit.
  • Pastikan es batu dalam minuman dibuat dari air yang sudah direbus sampai mendidih.
  • Jangan makan daging atau ikan yang mentah/setengah matang.
Posisi Sabuk Pengaman Ibu Hamil Naik Pesawat

Posisi Sabuk Pengaman

Peregangan sederhana saat di pesawat

Ada beberapa peregangan yang bisa dilakukan oleh wanita hamil selama di pesawat, diantaranya yaitu:

  • Putar kaki: Saat duduk posisi kedua kaki seperti jinjit, kaki kanan membuat gerakan memutar searah jarum jam, kaki kiri putarannya berlawanan arah. Ubah arah, ulangi.
  • Angkat telapak kaki : Posisi tumit menapak, sementara jari-jari kaki diangkat. Kemudian posisi kaki mendatar lagi. Lalu posisi kaki jinjit. Lakukan siklus ini beberapa kali.
  • Putar bahu : Angkat kedua bahu, gerakkan ke depan, turun, ke belakang, seperti gerakan memutar.
  • Peregangan badan atas: Luruskan lalu angkat kedua tangan ke atas. Pegang pergelangan tangan kiri dengan tangan kanan, tarik perlahan ke arah kanan. Tahan 15 detik, kemudian ganti tangan.
  • Peregangan bahu: Pegang siku kiri dengan tangan kanan, tarik perlahan ke arah kanan. Tahan 15 detik, kemudian ganti tangan.
  • Putar leher: Bahu dalam keadaan santai, posisi kepala miring, putar leher pelan-pelan searah jarum jam, kemudian arah sebaliknya. Ulangi.

Peregangan di Pesawat

Setiap gerakan boleh diulangi sampai 10 kali.

Kesimpulan

Persiapan sebelum bepergian sangat penting. Selalu diskusikan dengan dokter kandungan jika ada hal-hal yang dikhawatirkan. Selama tidak ada masalah kehamilan, wanita hamil bisa bepergian dengan aman dan nyaman. Selamat liburan!

Diana Andarini, dr. 

12/27/2015

  1. Air travel during pregnancy. ACOG Committee Opinion No. 443. American College of Obstetricians and Gynecologists. Obstet Gynecol 2009;114:954–5. Cited from http://www.acog.org/Resources-And-Publications/Committee-Opinions/Committee-on-Obstetric-Practice/Air-Travel-During-Pregnancy
  2. Travelling in pregnancy. National Health Service UK. Cited on Dec 23th 2015. Available from http://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/pages/travel-pregnant.aspx
  3. Air travel and pregnancy. Royal College of Obstetricians and Gynaecologists. Cited on Dec 23th 2015. Available from https://www.rcog.org.uk/globalassets/documents/patients/patient-information-leaflets/pregnancy/air-travel-pregnancy.pdf
  4. Flying while pregnant. Cited on Dec 23th 2015. Available from http://www.babycentre.co.uk/a6955/flying-while-pregnant
  5. How to Avoid Deep Vein Thrombosis on Long Plane Flights. Cited on Dec 23th 2015. Available from http://www.acefitness.org/acefit/fitness-fact-article/290/how-to-avoid-deep-vein-thrombosis-on-long/
  6. Flying and Health: Cosmic Radiation Exposure for Casual Flyers and Aircrew. Australian Radiation Protection and Nuclear Safety Agency. Cited on Dec 23th 2015. Available from http://www.arpansa.gov.au/radiationprotection/factsheets/is_cosmic.cfm
Bolehkah Ibu Hamil Minum Kopi ?

Bolehkah ibu hamil minum kopi ?

Bolehkah ibu hamil minum kopi ? Pertanyaan ini mungkin tidak asing di kalangan ibu pencinta kopi. Di satu sisi ibu hamil pencinta kopi mungkin berat meninggalkan kebiasaan ini. Namun, di sisi lain ibu mungkin khawatir akan efek kopi terhadap janin. Lalu, bagaimana sebenarnya pandangan medis terhadap hal ini?

Sekilas Tentang Kopi dan Kafein

Kopi ialah stimulan alami yang dapat meningkatkan kewaspadaan, konsentrasi dan kinerja otak. Efek ini didapat dari kandungan kafein yang cukup tinggi di dalam kopi. Tidak heran bila kopi sering menjadi minuman yang menemani saat bergadang. Konsumsi kafein yang tinggi dapat menyebabkan ketagihan dan menimbulkan gejala yang kurang nyaman saat penggunanya berhenti mengkonsumsi kafein. Selain itu, efek lain dari kafein bagi tubuh ialah dapat mempercepat kerja jantung, meningkatkan tekanan darah, dan mempersering buang air kecil (efek diuretik).

Kafein tidak hanya ditemukan dalam kopi. Ada 60 tanaman yang mengandung kafein secara alami termasuk teh, coklat, produk kokoa dan kola. Selain itu, kafein juga ditemukan dalam minuman instan, minuman penambah energi (energy drink), makanan ringan bahkan obat-obatan.

Efek kafein terhadap janin

Saat ibu hamil mengkonsumsi kafein, kafein ini dapat menembus plasenta sehingga dapat terdeteksi di darah bayi dan ketuban. Kafein ini juga dapat dicerna oleh janin dan menimbulkan efek yang mirip saat dikonsumsi oleh ibu. Sebagai contoh, denyut jantung meningkat, nafas janin semakin cepat, serta tidur bayi jadi lebih sedikit. Atas dasar inilah muncul kekhawatiran kafein dapat berakibat buruk pada janin.

Terdapat beberapa penelitian yang menyebutkan kafein dapat beresiko mengganggu kesuburan, meningkatkan resiko keguguran, kelahiran prematur, cacat bawaan serta gangguan tumbuh kembang janin. Namun, penelitian ini kualitasnya kurang baik sehingga belum cukup menjadi landasan untuk menghentikan konsumsi kafein saat hamil.

Bolehkah ibu hamil minum kopi ?

Setelah melakukan penelaahan dari berbagai penelitian, The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) saat ini menyebutkan bahwa konsumsi kafein dalam porsi sedang (kurang dari 200 mg per hari) bukan faktor utama penyebab keguguran atau kelahiran prematur pada janin. Namun, efek kafein dalam jumlah besar saat hamil dengan kejadian keguguran belum dapat disimpulkan. Efek kafein pada pertumbuhan janin terhambat juga masih belum dapat dipastikan.

Bolehkah Ibu Hamil Minum Kopi ?

Bolehkah ibu hamil minun kopi?

Mengingat bahwa belum ada penelitian dengan bukti yang kuat tentang dosis kafein dan efek pada janin, rekomendasi takaran kafein juga bervariasi di tiap negara. Namun, rata-rata lembaga kesehatan menyarankan agar ibu hamil membatasi konsumsi total kafein hanya 200 mg per hari. Artinya, ibu hamil masih boleh mengkonsumsi kopi, teh, coklat, soda atau makanan minuman berkafein lainnya namun dalam jumlah yang terbatas. Berikut ini beberapa takaran kafein yang terkandung dalam minuman atau makanan :

Jenis minuman

Takaran

Kafein

Kopi seduh

237 ml (±1 cangkir)

95-200 mg

Kopi espresso

30 mL

47-75 mg

Kopi instan

237 mL (±1 cangkir)

27-173 mg

Latte atau mocca

237 ml (±1 cangkir)

63-175 mg

Teh hitam

237 ml (±1 cangkir)

14-70 mg

Teh hijau

237 ml (±1 cangkir)

24-45 mg

Teh instan (perlu diseduh air)

237 ml (±1 cangkir)

11-47 mg

Teh instan siap minum (botol/kaleng)

237 ml (±1 cangkir)

5-40 mg

Minuman soda

335 ml

23-39 mg

Cokelat

50 gram

25-50 mg

Amount-of-caffeine-per-cup

Perhatikan juga makanan ringan yang dijual di pasaran karena mungkin ada yang ditambahkan kafein. Cara paling mudah ialah dengan mengecek kandungan kafein yang tertera pada kemasan. Ibu juga perlu hati-hati saat membeli obat yang dijual bebas seperti obat batuk pilek, alergi atau obat sakit kepala karena ada yang mengandung kafein. Biasakan teliti membaca kandungan obat atau bertanya pada apoteker dan dokter.

Memang membatasi kafein mungkin tidak mudah bagi ibu yang biasa mengkonsumsinya. Ibu bisa mengganti dengan minuman alternatif rendah kafein seperti kopi yang decaffeinated (dikurangi kadar kafeinnya). Lebih baik lagi bila ibu bisa bertahap membiasakan konsumsi minuman yang tidak berkafein seperti air putih atau jus buah. Semoga bermanfaat.

Agustina Kadaristiana, dr.

12/10/2015

Referensi
1. Bryan Bordeaux, DO, MPH, Harris R Lieberman, PhD. Benefits and risks of caffeine and caffeinated beverages. :Nov 20, 2015.
2. Mayo Clinic Staff. Caffeine content for coffee, tea, soda and more. MayoClinic [Internet]. 2014 May 13; Available from: http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/caffeine/art-20049372?pg=1
3. Caffeine Intake During Pregnancy [Internet]. American Pregnancy Association. [cited 2015 Dec 10]. Available from: http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/caffeine-during-pregnancy/
4. Moderate caffeine consumption during pregnancy. Committee Opinion No. 462. Am Coll Obstet Gynecol. 2012 Aug;116:467–8. http://www.acog.org/Resources-And-Publications/Committee-Opinions/Committee-on-Obstetric-Practice/Moderate-Caffeine-Consumption-During-Pregnancy
5. Vicki Nisenblat, MD, Robert J Norman, MD. The effects of caffeine on reproductive outcomes in women. Uptodate. 2015 Feb 23;

Olahraga untuk Ibu Hamil yang Perlu Anda Ketahui

Perubahan bentuk dan fungsi tubuh selama hamil membuat banyak wanita yang sedang mengandung cepat lelah dan tidak bugar. Padahal kondisi bugar dan aktif selama hamil diperlukan agar kehamilan dan persalinan berjalan lancar. Diperkirakan sekitar 75% mommies yang sedang hamil tidak cukup aktif selama masa kehamilannya. Oleh karena itu, mommies sangat disarankan untuk melakukan olahraga untuk ibu hamil.

Mengapa berolahraga?

Ternyata ada segudang manfaat dari olahraga untuk ibu hamil baik untuk ibu hamil maupun janin. Diantaranya ialah:

  • Mengoptimalkan peredaran darah ke tubuh ibu dan janin
  • Membuat ibu lebih energik
  • Memperbaiki mood atau perasaan ibu hamil
  • Memperbaiki postur
  • Membuat tidur lebih nyenyak
  • Mengurangi nyeri yang timbul akibat meregangnya otot dan jaringan selama kehamilan
  • Mengatasi konstipasi, kembung dan bengkak
  • Mengendalikan kadar gula darah, terutama ibu yang memiliki risiko diabetes dalam kehamilan
  • Mengurangi ketegangan dan kecemasan prapersalinan
  • Menguatkan otot, ketahanan terhadap lelah yang nantinya mempermudah persalinan normal.
  • Mempercepat berat badan kembali kesemula setelah lahir

Siapa saja ibu hamil yang aman berolahraga?

Pada umumnya, olahraga saat hamil aman bahkan dianjurkan oleh pakar kesehatan. Namun, sebaiknya mommies berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter atau bidan sebelum memulai olahraga. Hal ini penting karena tiap mommies memiliki kondisi kehamilan dan riwayat kesehatan yang berbeda, sehingga mungkin ada perbedaan rekomendasi mengenai batasan jenis, durasi, atau tingkat olahraga yang dapat dilakukan. Syarat umum agar olahraga untuk ibu hamil bisa dilakukan ialah:

  1. Ibu tidak memiliki riwayat penyakit sebagai berkut:
    a. Gangguan jantung yang mengganggu peredaran darah
    b. Penyakit paru
    c. Tekanan darah tinggi, baik riwayat sejak sebelumnya maupun tekanan darah tinggi dalam kehamilan.
  2. Ibu tidak memiliki kondisi dalam kehamilan sebagai berikut:
    a. Kelemahan leher rahim
    b. Perdarahan atau risiko keguguran
    c. Letak ari-ari tidak normal
    d. Kehamilan kembar dengan risiko persalinan prematur
    e. Ketuban kurang/rembes
    f. Preeklamsia atau eklamsia

Rekomendasi Olahraga untuk Ibu Hamil

Saat hamil setidaknya ibu berolahraga minimal 3-4 hari per minggu selama 20 menit/kali. Manfaat paling maksimal bisa dirasakan ibu dan janin bila olahraga dilakukan tiap hari selama 30 menit. Banyak olahraga untuk ibu hamil yang dapat dilakukan secara mandiri. Olahraga ringan dalam batas wajar seperti jalan cepat, berenang, sepeda statis aman untuk ibu hamil. Selain olahraga mandiri, untuk mommies yang gemar bersosialisasi dapat mengikuti kelas senam hamil termasuk yoga.

Manfaat-Senam-Hamil-Bagi-Sang-Ibu

Olahraga untuk ibu hamil

Kelas senam hamil dipimpin oleh bidan yang berpengalaman dalam menangani proses persalinan. Di kelas tersebut, para mommies akan diajarkan gerakan-gerakan senam yang aman untuk dilakukan saat hamil. Gerakan tersebut dapat diulangi sendiri saat di rumah. Dalam sesi tersebut, para mommies juga akan diajarkan teknik pernafasan dan teknik relaksasi yang akan berguna untuk mengurangi berbagai keluhan yang muncul selama hamil dan akan membantu melancarkan proses persalinan.

Olahraga yang kurang disarankan

Bersepeda di luar ruangan (bukan sepeda statis) tidak disarankan untuk ibu hamil dikarenakan risiko jatuh atau kecelakaan yang cukup tinggi. Olahraga lain yang perlu dihindari mommies adalah menyelam, tenis, bulutangkis, sepakbola, bola basket, dan olahraga lain dengan risiko benturan atau risiko gangguan nafas pada ibu dan janin.

Bagaimana bila ada keluhan saat atau setelah berolahraga?

Setiap kegiatan tentu memiliki risiko,termasuk olahraga. Oleh karena itu, mohon konsultasikan ke dokter atau bidan anda segera, apabila setelah berolahraga didapati keluhan sebagai berikut:

  1. Flek atau perdarahan
  2. Sesak napas atau nyeri dada
  3. Pusing atau sakit kepala
  4. Lemas mendadak
  5. Tungkai nyeri atau bengkak
  6. Gerakan janin melemah
  7. Ketuban merembes

Setelah masalah tersebut tertangani, konsultasikan kembali dengan dokter atau bidan anda apa saja aktivitas fisik yang masih dapat dilakukan oleh mommies, jenis olahraga apa saja yang dapat dilakukan, dan apa saja batasan dalam beraktifitas selanjutnya.

Rizki Cinderasuci, dr. MARS

11/17/2015

Daftar Pustaka

  1. American College of Obstetricians and Gynecologist.2002. Excercise during pregnancy and postpartum period. ACOG Commitee Opinion no 267. Obstet Gynecol 2002;99:171-3
  2. American Pregnancy Association. Exercise during Pregnancy. June 2015. http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/exercise-during-pregnancy/
  3. Walsh JM, McGowan C, Byrne J, et al. 2011. Prevalence of physical activity among healthy pregnant women in Ireland. Int J Gynaecol Obstet 113:154-5
  4. ACPWH. 2010. Fit and safe. Advice to physiotherapists and other health professionals. Association of Chartered Physiotherapists in Women’s Health
  5. Berk B. 2004. Recommending exercise during and after pregnancy: what the evidence says. International Journal of Childbirth Education 19(2):18-24
  6. Boscaglia N, Skouteris H, Wertheim EH. 2003. Changes in body image satisfaction during pregnancy: a comparison of high-exercising and low-exercising women. Australia and New Zealand Journal of Obstetrics & Gynaecology 43(1): 41-5
  7. Nascimento SL, Surita FG, Cecatti, JG. 2012. Physical exercise during pregnancy: a systematic review. Current Opinion in Obstetrics and Gynecology. 24(6):387-94
  8. Dempsey JC, Butler CL, Williams MA. 2005. No need for a pregnancy pause: physical activity may reduce the occurrence of gestational diabetes mellitus and preeclampsia. Exercise and sports science reviews 33(3): 141-9
tanda tanda hamil

Tanda Tanda Hamil

Hamil biasanya menjadi momen yang membahagiakan bagi wanita yang mendambakan seorang anak. Salah satu tanda kehamilan yang lumrah diketahui ialah telat mens. Namun, ternyata tanda hamil bukan hanya sekedar terlambat haid. Terlebih lagi pada wanita yang siklus menstruasinya tidak teratur. Lalu, apa saja tanda tanda hamil bagi wanita?

1. Terlambat menstruasi (Amenorrhea)

Pada wanita usia subur bila haidnya terlambat lebih dari 10 hari amat mungkin terjadi kehamilan, dengan catatan siklusnya teratur. Terlebih lagi bila sebelumnya Ibu dan suami lebih sering berhubungan tanpa menggunakan kontrasepsi. Namun, perlu diingat, kontrasepsi juga tidak ada yang 100% akurat. Sehingga ada kemungkinan ibu yang memakai alat KB bisa terlambat haid karena hamil.

2. Pendarahan

Jangan heran, terkadang setelah terjadinya konsepsi (penempelan janin) muncul pendarahan bercak yang sering dikira menstruasi. Sehingga, tidak salah bila ibu mulai curiga adanya kehamilan saat terjadi pendarahan berjak ditengah-tengah siklus mens.

3. Mual/muntah

Sekitar ¾ dari ibu hamil mengeluhkan mual dan muntah di trimester pertama. Biasanya mual muntah lebih sering terjadi pada pagi hari sehingga disebut morning sickness. Mual muntah saat hamil diduga karena perubahan hormon estrogen, progesteron dan  βhCG.

642x361_IMAGE_1_7_Remedies_for_Morning_Sickness

4.Perubahan Pada Payudara

Pada awal kehamilan, payudara ibu umumnya membesar, lebih sensitif bahkan terasa baal. Puting juga terlihat lebih besar dan gelap.

5. Keputihan yang semakin banyak

Tingginya hormon estrogen diyakini meningkatkan sekresi lendir dari leher rahim. Hal ini menyebabkan ibu hamil sering mengeluhkan keputihan yang semakin banyak.

6. Sering buang air kecil tanpa nyeri

Sering buang air kecil di awal kehamilan diduga karena perubahan fungsi kandung kemih dan peningkatan pengeluaran urin.

7. Cepat lelah

Pada awal kehamilan, banyak wanita yang merasa cepat lelah atau lebih banyak tidur. Hal ini diduga karena efek soporific (efek tidur) dari progesteron.

8. Panas perut (heartburn)

Selain menyebabkan relaksasi rahim, tingginya kadar hormon progesteron pada ibu hamil juga dapat menyebabkan relaksasi pada lambung dan usus. Akibatnya, asam lambung dapat naik ke esofagus dan menyebabkan perut terasa panas. Selain itu, dorongan dari rahim yang membesar juga dapat menyebabkan naiknya asam lambung.

9. Perut Kembung dan Sembelit

Rasa kembung dan sembelit saat hamil diduga karena perubahan hormon yang mempengaruhi gerakan usus halus dan usus besar. Salah satu diantaranya ialah progesteron yang menurunkan aktivitas otot polos di usus.

10. Perubahan selera makan

Selera makan ibu hamil bisa dibilang unik. Satu sisi ibu menolak makanan tertentu, tapi di sisi lain ibu sering ngidam. Makanan yang ditolak ibu biasaya yang berbau tajam atau anyir. Penyebabnya belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli menduga ibu hamil menjadi lebih sensitif akibat respon alami untuk “melindungi janin” dari potensi makanan yang berbahaya. Sebaliknya, ngidam diduga sebagai respon ibu mengkonsumsi makanan yang bermanfaat juga usaha untuk mengurangi mual muntah.

11. Perubahaan mood

Perubahan mood saat hamil bisa terjadi akibat kelelahan, stres fisik, perubahan metabolisme atau perubahan hormon estrogen dan progesteron. Perubahan hormon yang signifikan ini dapat mempengaruhi neurotransmiter (zat kimia otak) yang mengatur mood.

12. Meningkatnya pigmentasi di kulit

Perubahan ini terjadi pada 90% wanita. Biasanya muncul di wajah, leher, perut dan payudara. Penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun diduga estrogen dan progesteron memiliki efek stimulan terhadap melanosit (sel penghasil pigmen).

Bila ibu menemukan tanda-tanda ini, ibu perlu melakukan tes kehamilan untuk memastikan apakah ibu hamil/tidak.

Agustina Kadaristiana, dr.

09/30/2015

Referensi

1. Lori A Bastian, MD, Haywood L Brown, MD. Clinical manifestations and diagnosis of early pregnancy. Uptodate. 2015 Aug;
2. Weigel MM, Coe K, Castro NP, Caiza ME, Tello N, Reyes M. Food Aversions and Cravings during Early Pregnancy: Association with Nausea and Vomiting. Ecol Food Nutr. 2011 May 3;50(3):197–214.
3. Angela Bianco, MD. Maternal gastrointestinal tract adaptation to pregnancy. Uptodate. 2015 Aug;
4. Mood Swings During Pregnancy: Causes and Treatment [Internet]. American Pregnancy Association. [cited 2015 Sep 30]. Available from: http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/mood-swings-during-pregnancy/
5. Morning Sickness: Symptoms, Causes and Treatments [Internet]. Medical News Today. [cited 2015 Sep 30]. Available from: http://www.medicalnewstoday.com/articles/179633.php
6. Ravi I Thadhani, MD, MPH, Sharon E Maynard, MD. Renal and urinary tract physiology in normal pregnancy. Uptodate. 2015 Aug;
7. Pregnancy Diagnosis: Overview, History and Physical Examination, Laboratory Evaluation. 2015 Sep 16 [cited 2015 Sep 30]; Available from: http://emedicine.medscape.com/article/262591-overview
8. F. Gary Cunningham, Kenneth J. Leveno, Steven L. Bloom, Catherine Y. Spong, Jodi S. Dashe, Barbara L. Hoffman, et al. Williams Obstetrics. 24th ed. United States: McGraw-Hill Education; 2014.

Anjuran Saat Hamil : Mitos atau Fakta?

Artikel ini adalah kelanjutan dari artikel sebelumnya, bagi Anda yang sudah membaca, yaitu seputar mitos atau fakta selama berlangsungnya masa kehamilan. Mari kita simak.

1. Minum air kelapa hijau

133477_es-kelapa-muda_641_452Boleh-boleh saja. Air kelapa hijau adalah air mineral alamiah. Air kelapa memiliki kandungan mineral, protein, dan vitamin yang luar biasa. Protein yang terkandung adalah alanin, sistin, arginin, alin, serin, histidin, fenilalanin dan tirosin. Sedangkan kandungan vitaminnya yang paling dominan adalah vitamin C, selain itu terkandung pula vitamin B kompleks. Air kelapa juga mengandung mineral.

2. Makan dua piring untuk sekali makan

Nasi-Bakul-di-Warung-Nasi-Bakul-NgebulTidak benar. Ibaratnya, karena ibu hamil harus memberi makan untuk 2 orang, jumlah yang dimakan harus dua kali lipat. Apa akibatnya? Berat badan ibu akan naik secara berlebihan (diatas 20 kg), belum lagi kalau bayinya ikutan jadi besar. Bayi besar menimbulkan masalah tersendiri saat dilahirkan, sedangkan ibu yang kenaikan berat badannya di saat hamil berlebihan akan mengalami kesulitan untuk kembali ke berat badan seperti sebelum hamil.

3. Mengonsumsi 1 sendok minyak kelapa setiap hari akan membuat proses kelahiran bayi jadi mudah

Minyak-KelapaTidak benar. Ibarat jalan tol tersiram oli, apa yang lewat diatasnya pasti tergelincir. Seperti itulah kiranya yang diharapkan dari mengonsumsi minyak kelapa pada saat hamil. Angan-angannya, lahirnya bayi akan lancar karena jalan lahirnya jadi licin. Boleh saja mengonsumsi minyak kelapa yang kandungan antioksidannya tinggi dengan pertimbangan kesehatan dan daya tahan tubuh. Namun, hal ini belum terbukti mampu mempermudah proses kelahiran bayi.

4. Jalan pagi

Disarankan. Ibu hamil sangat disarankan untuk berolahraga selama 30 menit tiap hari untuk menjaga stamina dan peredaran darah. Tentu setelah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai kondisi ibu. Olahraga yang paling mudah dan relatif aman ialah jalan pagi. Namun, jalan bukanlah satu-satunya pilihan olahraga saat hamil. Anda bisa mencoba prenatal yoga, berenang, kegel, dll.

5. Jongkok

Aktivitas berjongkok (squatting) memang dapat membantu membuka panggul untuk persiapan persalinan. Namun, aktivitas ini harus dilakukan secara benar. Latihan jongkok yang benar dimulai dari berdiri tegak, kaki dibuka selebar bahu, lalu perlahan-lahan tekuk lutut di samping kaki dengan posisi badan tetap tegak selama 10-30 detik. Perlu diingat lutut tidak boleh menonjol di depan kaki Anda.

Diane_Fine_PregYoga_Squat_Photo

Posisi Jongkok Yang Benar

6. Mengepel Jongkok

download (1)Hati-hati. Banyak ibu hamil 8 bulan mengeluh capek karena setiap hari harus mengepel dengan berjongkok. Alasannya, supaya posisi janinnya baik. Sebetulnya aktivitas yang dapat membantu kelahiran janin ialah berjongkok (squatting). Namun, posisi ini harus dilakukan secara benar. Posisi mengepel dengan punggung bungkuk, lutut menonjol di depan kaki atau menekan perut bukanlah yang direkomendasikan seperti latihan squatting.

7. Pijat di perut untuk membetulkan posisi janin dan menaikkan rahim

Berbahaya! Posisi rahim dan janin di dalamnya tidak perlu diubah-ubah atau dibetulkan. Bukan keuntungan dan kenyamanan yang diperoleh, melainkan sebaliknya. Salah satu bahayanya adalah terjadi solusio plasenta, yaitu terlepasnya plasenta dari dinding rahim.

Depok, 7 Juli 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :

  1. Chescheir, C. Nancy¸ et al. 2000. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. The Americal College of Obstetricians and Gynecology. Washington.
  2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23rd edition. Mc Graw Hill. New York.
  3. Evans, A. 2007. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
  4. Novak, Patricia D. 1995. Dorland’s Pocket and Medical Dictionary. 25th edition. WB Saunders Company. Philadelphia.
  5. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
  6. Kusumaningsih, Prita. 2011. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Qultum Media: Jakarta.
  7. Exercise During Pregnancy: Safety, Benefits & Guidelines [Internet]. American Pregnancy Association. [cited 2015 Sep 25]. Available from: http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/exercise-during-pregnancy/

Kehamilan Risiko Tinggi (Faktor Ibu)

Pengalaman mengenai hamil tentu berbeda pada tiap ibu. Ada ibu yang lancar dan sehat sampai persalinan, namun ada pula ibu yang perlu perhatian khusus dari tenaga kesehatan. Perlu dipahami bahwa tidak semua kehamilan risiko tinggi mengharuskan Anda bersalin dengan cara operasi. Asalkan ibu yang beresiko ini mendapatkan pelayanan kesehatan selama hamil. Beberapa kondisi ibu yang termasuk kelompok ibu hamil resiko tinggi ialah :

1. Riwayat kehamilan bermasalah

Saat ibu memiliki riwayat penyulit saat kehamilan sebelumnya, ada kemungkinan untuk terjadi masalah yang sama di kehamilan saat ini. Masalah tersebut misalnya riwayat aborsi berulang, preeklampsia/eklamsia, prematur, berat badan bayi lahir rendah atau lebih, kehamilan lama (>42 minggu) dan riwayat melahirkan dengan kelainan bawaan.

2. Kehamilan dengan riwayat bedah sesar sebelumnya

Rahim yang sudah pernah dioperasi sesar berarti sudah pernah mengalami luka akibat pembedahan. Karena itu, perlakuannya berbeda dengan ibu yang belum pernah di caesar. Meskipun setelah mengalami 1 kali bedah sesar, ibu masih bisa dicoba persalinan normal dengan pengawasan dari dokter.

3. Kehamilan pada usia di atas 35 tahun atau dibawah 16 tahun

Kehamilan saat remaja beresiko untuk terjadi hipertensi, anemia, preeklamsia/eklamsia dan prematuritas. Sedangkan kehamilan di atas 35 tahun meningkatkan resiko operasi caesar, pendarahan saat persalinan, persalinan lama, dan cacat bawaan pada bayi (misalnya Sindroma Down)

4. Terlalu banyak punya anak, 4 atau lebih

Rahim yang sudah terlalu sering ‘mengembang’, maka elastisitas dan daya kontraksi ototnya akan menurun. Kondisi demikian membuat meningkatnya peluang untuk terjadi pendarahan akibat plasenta previa dan atonia uteri (otot rahim tidak kuat untuk kontraksi)

5. Jarak kehamilan terlalu dekat (<18 bulan)

Jarak antar kehamilan yang terlalu dekat membuat kondisi ibu belum pulih sepenuhnya dari kehamilan, persalinan, dan penyusuan anak sebelumnya. Penelitian menyebutkan bahwa hamil dalam waktu <18 bulan setelah melahirkan dapat meningkatkan risiko prematuritas. Sedangkan jarak kehamilan <12 bulan dapat meningkatkan risiko pelepasan plasenta, plasenta previa (letak rendah), prematur, berat badan lahir bayi rendah bahkan autis.

6. Jarak kehamilan terlalu jauh (>5 tahun)

Jarak kehamilan terlalu jauh juga tidak baik untuk ibu dan janin karena dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah. Para ahli menduga kehamilan dapat meningkatkan kesuburan rahim. Namun, seiring dengan waktu, manfaat ini makin lama makin hilang.

7. Tinggi badan ibu kurang dari 145 cm dan ibu belum pernah melahirkan bayi cukup bulan dan berat normal

Tinggi badan berhubungan dengan luasnya panggul. Biasanya ibu dengan tinggi badan <145 cm cenderung mempunyai panggul yang sempit, sehingga berisiko lebih besar untuk melahirkan dengan operasi sesar.

8. Ibu dengan penyakit kronis

Ibu dengan pengidap penyerta seperti anemia, darah tinggi, gagal jantung, diabetes mellitus, penyakit autoimun, penyakit ginjal, tiroid, infeksi terutama penyakit kelamin amat perlu untuk diawasi tenaga kesehatan saat hamil. Pasalnya, penyakit penyerta ini dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian bagi ibu dan janin bila tidak dikontrol atau diobati.

9. Kehamilan dengan penyakit di organ reproduksi

Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan pembahasan poin sebelumnya. Contoh penyakit di organ reproduksi misalnya mioma uteri (tumor jinak pada rahim), kista ovarium adalah (tumor berisi cairan yang berasal dari indung telur), penyakit kelamin, dll. Dokter dan pasangan suami istri harus berdiskusi untuk menjawab berbagai pertanyaan yang muncul.

10. Kehamilan dengan anemia (Hb kurang dari 10,5 gr%)

Anemia adalah kondisi ketika kadar hemoglobin (Hb) rendah, di bawah normal, yaitu kurang dari 10,5 gr. Memang pada ibu hamil akan terjadi pengenceran darah sehingga terjadi anemia fisiologis (anemia juga, tetapi dianggap normal). Apabila kadar Hb normal pada wanita tidak hamil adalah diatas 12 gr%, maka padaibu hamil ada ‘dispensasi’.

Depok, 4 Juli 2015

Reqgi First Trasia, dr.

Modifikasi Terakhir :09/23/2015

Referensi :

  1. Chescheir, C. Nancy¸ et al. 2000. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. The Americal College of Obstetricians and Gynecology. Washington.
  2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23rd edition. Mc Graw Hill. New York.
  3. Evans, A. 2007. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
  4. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
  5. Kusumaningsih, Prita. 2011. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Qultum Media: Jakarta.
  6. Family planning: Get the facts about pregnancy spacing – Mayo Clinic [Internet]. [cited 2015 Sep 23]. Available from: http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/family-planning/art-20044072
  7. C Dangal. High Risk Pregnancy [Internet]. The Internet Journal of Obstetric Gynecology. [cited 2015 Sep 23]. Available from: http://ispub.com/IJGO/7/1/13508
  8. Informasi Kehamilan Resiko Tinggi – medicastore.com [Internet]. [cited 2015 Sep 23]. Available from: http://medicastore.com/penyakit/569/Kehamilan_Risiko_Tinggi.html
  9. George Uchenna Eleje EI. Inter-Pregnancy Interval (IPI): What Is The Ideal? AFRIMEDIC J. 2011;2(1):36–8.
  10. dr. Baruch. Kenali Resiko Pada Kehamilan Anda [Internet]. Eka Hospital. [cited 2015 Sep 23]. Available from: http://www.ekahospital.com/uploads/kenali-resiko-pada-kehamilan-anda.pdf
  11. What are the factors that put a pregnancy at risk? [Internet]. [cited 2015 Sep 23]. Available from: https://www.nichd.nih.gov/health/topics/high-risk/conditioninfo/Pages/factors.aspx#conditions

Gambar di unduh
dari : http://birthwisemc.com/uploads/1/9/5/7/19579427/9269300_orig.png

Senam Pilates Saat Hamil

Senam pilates sangat bermanfaat untuk menjaga dan meningkatkan kebugaran Anda. Kebugaran ini Anda peroleh karena latihan pilates melatih napas, merilekskan pikiran, dan melancarkan peredaran darah. Bagi ibu hamil, senam ini juga bermanfaat menguatkan otot-otot dan sendi sekitar perut dan tulang punggung.

Prinsip Senam

Latihan pilates terdiri atas 6 prinsip, yakni:

  1. Centering, yaitu pemusatan perhatian Anda pada titik pusat kekuatan tubuh Anda. Kekuatan utamanya adalah pada lokasi antara tulang rusuk dan tulang pubik (pinggang).
  2. Concentration, yaitu perhatian terfokus pada setiap gerakan. Perhatian ini penting untuk menjamin senam Anda sempurna dan dijalankan dengan sungguh-sungguh.
  3. Control, setiap latihan pilates dilakukan dengan kontrol otot yang lengkap, tidak ada bagian tubuh yang ditinggalkan.
  4. Precision, dalam senam pilates, kesadaran sangat diperlukan untuk melakukan gerakan dengan tepat. Dengan cara ini, energy yang Anda keluarkan mencapai sasaran dan hasilnya akan optimal.
  5. Breath, menghirup udara secara maksimum dan menyadap oksigen untuk tenaga yang luar biasa.
  6. Flow, latihan pilates dilakukan dengan ringan, mengalir, dan rutin. Rutinitas menjamin aliran energy terlatih secara bertahap untuk menguatkan tubuh dan stamina Anda.

Persiapan Senam

Anda boleh melakukan senam jika dokter memperkirakan janin Anda aman untuk menerima gerakan tubuh Anda, yaitu sekitar awal trimester kedua. Untuk melakukan latihan ini, beberapa persiapan khusus harus Anda perhatikan.

  • Senam sebaiknya dimulai ketika kehamilan sudah berumur 4-6 bulan dan keluhan-keluhan akibat kehamilan sudah berkurang.
  • Senam hamil ini dapat dilakukan selama 30-60 menit untuk satu kali latihan.
  • Bawalah minuman. Minuman terbaik bagi Anda adalah air putih. Sediakan kurang lebih dua liter air untuk minum.
  • Bawalah obat-obatan yang biasa Anda pakai.
  • Kenakan pakaian lentur dan lembut. Pilihan terbaik adalah bahan katun yang menyerap keringat dan tidak panas.
  • Jangan makan terlalu banyak sebelum senam.
  • Pilih jadwal senam sesuai waktu dimana Anda merasa paling fit saat itu.
  • Bawalah peralatan kebersihan badan yang biasa Anda gunakan.

Gerakan Senam

Ada enam gerakan dasar dalam latihan ini yang dapat Anda coba sendiri di rumah, yaitu:

  1. Duduk sila dengan punggung tegak, kedua lengan mengarah ke depan, dan tangan di lutut. Lakukan sikap ini sesering mungkin setiap kali Anda santai.
  2. Sikap merangkak dengan jarak antara kedua tangan sama dengan jarak antara kedua bahu. Badan sejajar lantai dan keempat anggota tubuh tegak lurus pada lantai. Tundukkan kepala, tahan beberapa saat, dan angkat kepala, tahan beberapa saat.
  3. Sikap merangkak dengan meletakkan kepala di antara kedua tangan. Lalu, kepala menoleh ke samping kanan, kemudian ke kiri. Turunkan badan hingga dada menyentuh lantai dengan merentangkan siku sejauh mungkin ke samping.
  4. Sikap berbaring miring ke kiri (yaitu arah punggung bayi), letakkan lutut kanan di depan lutut kiri. Lengan kanan ditekuk di depan dan lengan kiri letakkan di belakang. Bila Anda kesulitan, pakailah bantuan bantal.
  5. Sikap berbaring miring, tekuklah kedua lutut dan kedua lengan. Pakailah bantal di bawah kepala dan juga bawah perut agar perut tidak menggantung. Atur napas dan tenangkan pikiran.
  6. Sikap berbaring telentang, sambil memegang kedua lutut dengan kedua tangan. Pada saat pose ini, Anda dapat membuka mulut secukupnya, menarik napas sedalam mungkin, dan mengembuskannya.

Selamat mencoba!

Depok, 8 Juli 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Reference :
1. Chescheir, C. Nancy¸ et al. 2000. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. The Americal College of Obstetricians and Gynecology. Washington.
2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23rd edition. Mc Graw Hill. New York.
3. Evans, A. 2007. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
4. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
5. Kusumaningsih, Prita. 2011. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Qultum Media: Jakarta.

Tanda Bahaya Kehamilan yang Patut Diwaspadai

Beberapa kondisi di bawah ini mungkin dianggap biasa. Padahal sebetulnya kondisi-kondisi ini berbahaya karena dapat mengancam ibu dan janin. Berikut ini tanda bahaya kehamilan yang patut Anda waspadai.

Tanda Bahaya Kehamilan

1. Muntah hebat dan tidak mau makan

Pada trimester awal lumrah terjadi mual atau muntah (morning sickness) pada ibu hamil. Namun, bila mual atau muntah ini dirasa semakin hebat sampai ibu sama sekali sulit makan atau minum, segera hubungi tenaga kesehatan. Hal ini bisa jadi pertanda ibu mengalami hiperemesis gravidarum yaitu kondisi mual muntah pada ibu hamil yang berujung pada malnutrisi.

2. Demam Tinggi

Demam tinggi saat hamil dapat berbahaya bagi janin. Penelitian menyebutkan bahwa demam saat hamil dapat meningkatkan resiko autis dan gangguan perkembangan pada anak (Zerbo et al, 2012). Demam memang respon normal saat infeksi. Tubuh mengeluarkan zat radang untuk melawan kuman. Namun, lama-kelamaan zat inflamasi ini dapat menembus plasenta dan mempengaruhi bayi. Demam tinggi juga menandakan ada infeksi kuman yang mungkin berbahaya bagi ibu dan janin.

3. Keluar ketuban sebelum waktunya

Keluar air disini yang dimaksud adalah keluar air ketuban sebelum adanya tanda-tanda persalinan, atau istilahnya ada ketuban pecah dini (KPD). Ketuban memang harus pecah dan bahkan kalau perlu dipecahkan bilamana sudah tiba waktunya, yaitu saat bayi menjelang lahir. Bila selaput ketuban robek sehingga air keluar melalui vagina, sedangkan si ibu belum masuk ke proses persalinan atau bahkan usia kehamilan masih belum cukup bulan, keadaan itu disebut dengan KPD.

4. Keluar darah

Perdarahan pada kehamilan muda menandakan ancaman keguguran. Sedangkan perdarahan pada kehamilan yang lebih tua menandakan ancaman persalinan prematur. Lain lagi bila darah keluar pada kehamilan diatas usia 7 bulan dan bersifat merah segar tanpa disertai rasa nyeri. Jika hal itu terjadi, maka sangat mungkin plasenta Anda menutupi jalan lahir atau yang disebut plasenta previa.

5. Keputihan yang bermasalah

Meskipun sekresi cairan pada ibu hamil meningkat, Anda tetap harus waspada terhadap perubahan sifat dari cairan yang keluar. Waspadalah bila cairan yang keluar menimbulkan rasa gatal, cairan berbau, atau berwarna kuning, bahkan kehijauan. Bisa juga yang keluar bukan cairan lendir, tapi sudah berubah menjadi gumpalan-gumpalan seperti susu pecah. Cairan yang seperti ini menunjukkan sudah terkontaminasi jamur. Bila menjumpai hal tersebut, berkonsultasilah dengan dokter.

6. Sakit kepala disertai bengkak atau kejang 

Sakit kepala berbeda dengan pusing. Sakit kepala terasa nyeri berdenyut-denyut, bisa pada sebagian atau seluruh kepala. Sedangkan pusing lebih kepada rasa berputar atau berkunang-kunang. Sakit kepala yang disertai bengkak atau kejang pada ibu hamil amat perlu diwaspadai karena bisa jadi gejala penyakit pre eklampsia.

7. Nyeri ulu hati

Nyeri ulu hati pada hamil trimester pertama seringkali menyertai kondisi mual dan muntah. Nyeri ulu hati bisa dirasakan sebagai rasa pedih, rasa panas terbakar, atau rasa ditusuk-tusuk di perut bagian tengah atas. Ini menggambarkan keadaan lambung yang mengalami iritasi. Selain itu, nyeri ulu hati bisa menggambarkan adanya gangguan hati.

8. Kontraksi sebelum waktunya

Semakin tua usia kehamilan, rahim akan mulai mengalami kontraksi. Ingat, kontraksi berbeda dengan gerakan janin! Kontraksi adalah aktivitas dari dinding rahim yang berubah mengeras dan kaku. Kontraksi yang sering terjadi pada akhir trimester 3 adalah kontraksi palsu (Braxton Hicks). Kontraksi palsu tersebut sama sekali tidak terasa nyeri. Namun, apabila Anda merasakan nyeri karena kontraksi yang hilang timbul, waspadalah! Kontraksi semacam itu berpotensi menimbulkan pembukaan mulut rahim.

9. Janin tidak bergerak

Janin mulai bergerak pada usia 8 pekan. Meskipun demikian, gerakan tersebut baru dapat dirasakan oleh sang ibu pada usia kehamilan 18-20 pekan. Pada umumnya, janin bergerak aktif terutama pada malam hari. Pada siang hari, ia tetap bergerak meskipun intensitasnya agak berkurang. Hubungi tenaga kesehatan bila gerakan janin dirasakan kurang.

Tanda Bahaya Kehamilan

Tanda Bahaya Kehamilan

Ingat, adanya keluhan atau tanda-tandadi bawah ini harus selalu dikomunikasikan dengan dokter! Meski demikian, cobalah untuk tidak panik. Tetaplah tenang ketika mendapati hal tersebut. Mintalah pendamping untuk menemani Anda pergi ke dokter.

Depok, 3 Juli 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi

  1. Chescheir, C. Nancy¸ et al. 2000. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. The Americal College of Obstetricians and Gynecology. Washington.
  2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23rd edition. Mc Graw Hill. New York.
  3. Evans, A. 2007. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
  4. Novak, Patricia D. 1995. Dorland’s Pocket and Medical Dictionary. 25th edition. WB Saunders Company. Philadelphia.
  5. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
  6. Kusumaningsih, Prita. 2011. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Qultum Media: Jakarta.
  7. Zerbo O, Iosif A-M, Walker C, Ozonoff S, Hansen RL, Hertz-Picciotto I. Is Maternal Influenza or Fever During Pregnancy Associated with Autism or Developmental Delays? Results from the CHARGE (CHildhood Autism Risks from Genetics and Environment) Study. J Autism Dev Disord. 2013 Jan;43(1):25–33. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3484245/
  8. Buku Kesehatan Ibu dan Anak [Internet]. Indonesia: Kementerian Kesehatan RI; 2015. Available from: http://www.depkes.go.id/resources/download/info-terkini/BUKU%20KIA%202015_FINAL.pdf
  9. Hyperemesis gravidarum [Internet]. MedicineNet. [cited 2015 Aug 27]. Available from: http://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=8058