Category Archives: Persiapan Kehamilan

Apa Itu Insting Nesting Saat Kehamilan?

Pernah tidak Anda perhatikan saat seorang ibu hamil, ia bisa keranjingan membersihkan dan mendekorasi rumah? Atau tiba-tiba ia senang mengintip ke dalam oven, menandai pakaian sesuai warnanya, dan tanpa lelah mondar-mandir di toko demi mencari tirai warna? Jangan heran, ternyata perubahan hormon saat hamil bisa menimbulkan insting nesting atau ‘bersarang’. Kok bisa yah?

Dorongan “Bersarang” Pada Mamalia

Dorongan nesting pada ibu ternyata bukan hanya terjadi pada manusia, tetapi juga pada mamalia yang melahirkan bayi yang belum bisa langsung berdiri sendiri atau berjalan mengikuti ibunya. Calon ibu seperti itu cenderung lebih dulu sudah mencari tempat aman agar dapat melahirkan dan memberi makan anak yang baru dilahirkan dengan nyaman.

Besarnya perhatian induk hewan terhadap pembuatan sarang berhubungan langsung dengan jumlah dan lamanya si induk memenuhi kebutuhan anaknya sebelum anaknya dapat hidup sendiri. Hal ini menjadi semacam lisensi bagi manusia untuk mencari rumah atau mendesainnya agar dapat membesarkan anak-anak dengan baik sampai mereka berumur belasan tahun (bahkan lebih). Tak heran jika kita merasa harus memiliki ‘sarang’.

Apa yang memicu perilaku “bersarang”?

Peningkatan hormon kehamilan lah yang diduga memicu perilaku maternal (keibuan) tersebut, khususnya hormon oksitosin, senyawa kimiawi di otak yang berhubungan dengan ikatan batin, dan hormon prolaktin selaku hormon nesting. Bukan hanya calon ibu yang terpengaruh, dorongan membuat ‘sarang’ ini diketahui juga memengaruhi ibu yang ingin mengadopsi anak bahkan beberapa pria yang istrinya sedang mengandung. Dalam sebuah penelitian di tahun 2011, 56% calon ayah mengalami peningkatan aktivitas nesting. Oleh karena itu sulit untuk membangun reaksi yang bersifat insting pada manusia karena insting kita bercampur dengan perilaku yang kita pelajari (learned behavior) dan respon emosional. Maka banyak ahli menyebut nesting sebagai respon intuitif, bukan insting.

Manfaat Dorongan “Bersarang”

Bagi manusia, nesting memberi perempuan peluang untuk mengambil kontrol, meraih ketenangan, dan keteraturan. Ketika perut Anda yang kian membesar karena kehamilan, Anda mungkin merasa betapa kecil kontrol yang Anda miliki terhadap kehamilan maupun kelahiran si kecil. Insting nesting ini membantu Anda menyiapkan tempat di sekitar Anda agar memberi rasa aman secara psikologis dan menciptakan suasana yang dapat mendukung Anda menjelang kelahiran si kecil. Akan melegakan ketika semua lebih jelas pada saat ‘kekacauan’ semakin dekat rasanya.

Memiliki rasa aman dan kontrol diri dinilai oleh para dokter sebagai komponen utama dalam mendukung persalinan yang baik. Hormon pemicu stres seperti adrenalin akan menghambat pelepasan hormon oksitosin yang memicu kontraksi. Sebuah penelitian terhadap ibu hamil di Athena menemukan bahwa para ibu yang merencanakan proses persalinan di rumah bersalin terdekat dari rumah akan memiliki rasa aman dan yakin yang pada gilirannya akan menumbuhkan harga diri dan percaya diri saat persalinan.

Beberapa klinik dan rumah bersalin mengadopsi dekor ruangan bernuansa rumah dan sengaja tidak menerapkan aturan rumah sakit pada umunya agar tercipta sepenuhnya ‘sarang’, mengurangi stres, dan perasaan berisiko.

Sebelum masa menjadi orang tua tiba, kehidupan sebagian besar orang diisi dengan pulang-pergi kerja dan bersosialisasi. Ketika si kecil lahir, kehidupan tersebut menghilang perlahan. Ketidakberdayaan karena hamil dan dorongan untuk ‘bersarang’ akan memotivasi calon ibu untuk menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, bergaul dengan tetangga, dan membangun hubungan dengan komunitas sekitar. Hal ini akan membuat kita lebih mudah melindungi anak dan mereka juga akan lebih berhasil saat berada di kelompok sosial yang lebih besar. Dalam istilah pergeseran perilaku, saat kita memiliki peran baru sebagai orang tua, hal itu akan mengungkapkan kesuksesan kita dalam beradaptasi dengan keadaan yang terus berubah.

Di akhir trimester ketiga, dorongan untuk ‘bersarang’ akan semakin tinggi. Ini pertanda persalinan sudah semakin dekat. Anda sebaiknya menyiapkan sesuatu untuk dimakan dan cobalah tidur sejenak sebelum saat persalinan tiba sekadar untuk menekan dorongan insting yang kadang cukup menguras tenaga ini.

 

Depok, 18 Oktober 2017

Reqgi First Trasia, dr.

 

Referensi :

  1. Team. 2014. That Nesting Instict During Pregnancy. http://www.whattoexpect.com/ pregnancy/labor-and-delivery/preparing/nesting-phase.aspx
  2. Joy Johnston. 2004. The Nesting Instict. Birth Matters Vol 8.2 pp 21-22. Journal of Maternity Coalition. Melbourne.
  3. Freya Knight. 2016. The Instinctive Nesting. Birthings Magazine. Sydney.
  4. Team. 2001. Nesting During Pregnancy.  http://americanpregnancy.org/ planning/nesting-during-pregnancy/
  5. Marla V Anderson. 2001. Cognitive Reorganization and Protective Mechanism in Pregnancy. Simon Fraser University.

Gambar diambil dari: sini

Cara Cepat Hamil Setelah Keguguran

Peristiwa keguguran atau aborsi amat mungkin menyakitkan bagi perasaan ibu dan suami. Ibu bisa jadi mengalami guncangan batin apalagi bila mengharapkan kehadiran seorang anak. Saat merencanakan kehamilan berikutnya, ibu dan suami mungkin galau antara ingin segera mendapatkan momongan dengan takut bila mengalami keguguran lagi. Lalu, apa yang sebaiknya pasangan ketahui dan lakukan sebelum merencanakan punya anak? Bagaimana cara cepat hamil setelah keguguran ketika pasangan sudah siap?

Saat pasangan merencanakan kehamilan berikutnya

Merencanakan kehamilan paska keguguran memang butuh persiapan dari pasangan terutama ibu. Tentu ini bukanlah hal yang mudah karena ibu harus menghadapi perubahan yang kurang nyaman baik dari segi lahir dan batin. Ibu mungkin perlu menjalani fase pendarahan paska keguguran, kram perut, dan ketidaknyamanan pada payudara seperti bengkak dan air susu rembes.

Secara batin, perasaan negatif ibu mungkin akan campur aduk. Mulai dari rasa kehilangan, sedih, depresi, marah, merasa bersalah, menyesal, kesepian, kurang percaya diri bahkan cemas. Hal ini mungkin bisa membawa konflik bagi hubungan ibu dan suami. Sehingga, menerima ujian keguguran mungkin waktu yang berbeda bagi setiap pasangan. Namun, pasangan tidak perlu takut untuk mencoba kehamilan berikutnya terutama yang masih di usia produktif. Karena Anda berdua masih mungkin mendapatkan momongan yang sehat.

Kesuburan Paska keguguran

Setelah Ibu mengalami keguguran dan dikuret, rahim akan segera berada dalam proses pemulihan. Dalam waktu kurang lebih 2 minggu, peristiwa ovulasi (lepasnya sel telur dari indung telur) sudah bisa terjadi. Setelah ovulasi, hormon progesteron ibu akan meningkat dengan sendirinya.

Tergantung dari siklus normal ibu, mensturasi biasanya terjadi setelah 3-6 minggu paska keguguran. Bila ibu sudah mulai menstruasi, ibu sudah bisa dikatakan kembali subur. Namun, pada ibu yang mengalami infeksi berat atau luka yang hebat pada rahim, ada kemungkinan kesuburan Anda akan terganggu. Konsultasikan dengan dokter bila Anda mengalami hal ini.

Waktu yang disarankan untuk hamil kembali

Pada umumnya, ibu perlu waktu untuk pemulihan rahim paling tidak 2-3 bulan setelah kuret bila ingin hamil lagi. Namun, terdapat perbedaan durasi menunda kehamilan pada beberapa kondisi ibu.

Untuk ibu yang baru pertama kali keguguran

Terdapat perbedaan pendapat tentang lama penundaan hamil setelah keguguran pada ibu yang pertama kali keguguran. Menurut rekomendasi lama WHO tahun 2005, pasangan sebaiknya menunda kehamilan sampai lebih dari 6 bulan dari awal keguguran. Sebaliknya, penelitian terbaru tahun 2010 menyebutkan ibu disarankan untuk hamil lagi dalam 6 bulan setelah kuret. Hal ini disebabkan karena kehamilan paska keguguran yang terjadi kurang dari 6 bulan lebih baik hasilnya daripada yang ditunda. Ibu yang hamil dalam 6 bulan pertama setelah kuret, lebih kecil kemungkinannya terjadi keguguran kedua dan komplikasi kehamilan.

Menyikapi hal ini, memang yang paling baik ialah menilai kondisi masing-masing ibu berdasarkan konsultasi dan saran dokter yang memeriksa Anda. Bila ibu sudah pulih, siap dan ibu dikatakan sehat menurut dokter, mungkin ibu tidak perlu menunda kehamilan.

Untuk Ibu yang keguguran berulang

Pada ibu yang mengalami keguguran berulang paling penting ialah konsultasi dengan tenaga kesehatan. Dokter Anda mungkin akan mencari penyebab keguguran berulang ini dengan melakukan beberapa tes. Sehingga, waktu yang diperlukan untuk persiapan hamil lagi mungkin lebih panjang

Untuk Ibu yang keguguran akibat hamil anggur

Hamil anggur atau mola ialah tumor yang berasal dari sel hasil konsepsi yang tumbuh pada rahim ibu. Sel tumor ini akan memproduksi hormon hCG yang berlebihan. Pada ibu yang keguguran akibat hamil anggur mungkin disarankan untuk mendunda kehamilan sampai kadar hormon hCG nya kembali normal.

Saat Anda Siap, Berikut Cara Cepat Hamil yang Aman Setelah keguguran

Setelah ibu dan suami sudah pulih baik secara fisik dan mental dari peristiwa kehilangan paska keguguran, ibu dan suami bisa mulai mempersiapkan diri untuk kehamilan berikutnya. Berikut ini adalah cara cepat hamil setelah keguguran yang aman dan perlu diketahui :

  1. Berdoa untuk kesehatan janin berikutnya. Tentu pasangan perlu sadari lagi bahwa yang memberi rezeki anak ialah Tuhan YME. Sehingga pasangan dapat lebih tegar dan optimal dalam merencanakan kehamilan berikutnya.
  2. Konseling pra kehamilan dengan dokter atau tenaga kesehatan. Ibu yang mengalami keguguran pertama kali memang beresiko 14% untuk mengalami keguguran lagi. Sedangkan resiko ibu yang mengalami keguguran berulang, kemungkinan keguguran pada kehamilan berikutnya lebih besar. Selain itu, ibu yang pernah keguguran memiliki resiko kelahiran prematur, induksi prersalinan dan pendarahan paska lahir di kehamilan berikutnya. Sehingga penting sekali kerjasama dengan dokter untuk mengetahui penyebab keguguran dan mencegahnya pada kehamilan berikutnya.
  3. Konseling genetik. Terutama bila Anda mencurigai kelainan genetik menjadi penyebabnya.
  4. Periksa kemungkinan adanya kelainan rahim. Kelainan rahim seperti adanya sekat pada rahim, penempelan rahim atau tumor sebaiknya diperbaiki sebelum hamil.
  5. Obati dulu penyakit penyerta pada ibu. Ibu yang memiliki penyakit seperti infeksi menular seksual, diabetes, penyakit tiroid dan gangguan pembekuan darah beresiko untuk mengalami keguguran. Sehingga penting sekali mendeteksi dan mengobati penyakit ini sebelum hamil.
  6. Perbaiki berat badan. Ibu yang terlalu kurus atau gemuk juga lebih besar kemungkinan terjadi keguguran spontan. Upayakan mencapai berat badan ideal dengan diet sehat dan olahraga teratur.
  7. Hindari zat yang berbahaya untuk janin seperti rokok, alkohol, narkoba, minuman yang tidak dipasteurisasi dan makanan yang tidak termasak sempurna. Ibu juga perlu konsultasi ke dokter bila sedang mengkonsumsi obat yang tidak aman utuk sistem reproduksi.
  8. Suntik vaksin seperti vaksin cacar, campak, rubella, gondongan (mumps) karena infeksi ini dapat menyebabkan keguguran pada janin.
  9. Perbaiki gaya hidup seperti menjaga kebersihan, mengatur pola makan, olahraga, belajar mengendalikan stres, dan menjalani perilaku seks yang sehat (tidak berganti-ganti pasangan)
  10. Berhubungan teratur paling tidak 2-3 kali per minggu setelah menstruasi berhenti selama masa subur. Hal ini meningkatkan kemungkinan sperma membuahi sel telur setelah terjadinya ovulasi.
  11. Mulai konsumsi suplemen asam folat (400-800 mcg per hari) beberapa bulan sebelum rencana hamil. Memang tujuan dari pemberi suplemen ini bukan untuk meningkatkan kesuburan. Tetapi, pemberian asam folat amat penting untuk mencegah kecacatan janin yang mana bisa berkontribusi dalam penyebab keguguran.

Semoga bermanfaat

Agustina Kadaristiana, dr.

Telah direview oleh Riyana Kadarsari, dr., SpOG

11/18/2015

Referensi
1. After a Miscarriage: Physical Recovery – American Pregnancy [Internet]. American Pregnancy Association. [cited 2015 Nov 18]. Available from: http://americanpregnancy.org/pregnancy-loss/physical-recovery-after-miscarriage/
2. Choices NHS. Can having an abortion affect my fertility? – Health questions – NHS Choices [Internet]. 2014 [cited 2015 Nov 18]. Available from: http://www.nhs.uk/chq/Pages/1645.aspx?CategoryID=60
3. Love ER, Bhattacharya S, Smith NC, Bhattacharya S. Effect of interpregnancy interval on outcomes of pregnancy after miscarriage: retrospective analysis of hospital episode statistics in Scotland. BMJ. 2010 Aug 5;341:c3967.
4. Emotional Side Effects After an Abortion [Internet]. American Pregnancy Association. [cited 2015 Nov 18]. Available from: http://americanpregnancy.org/unplanned-pregnancy/abortion-emotional-effects/
5. UK CR. Fertility after a molar pregnancy, persistent disease or choriocarcinoma [Internet]. 2015 [cited 2015 Nov 18]. Available from: http://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/type/GTT/living/fertility-after-a-molar-pregnancy-persistent-disease-or-choriocarcinoma
6. Togas Tulandi, MD, MHCM, Haya M Al-Fozan, MD. Management of couples with recurrent pregnancy loss. Uptodate. 2015 Nov 9;
7. Mark D Hornstein, MD, William E Gibbons, MD. Optimizing natural fertility in couples planning pregnancy. Uptodate. 2015 Oct 15;
8. Pregnancy after miscarriage: What you need to know. 2013 Mar 14; Available from: http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/pregnancy-after-miscarriage/art-20044134?pg=1
9. Togas Tulandi, MD, MHCM, Haya M Al-Fozan, MD. Spontaneous abortion: Management. Uptodate. 2015 Jul 23;
10. Lamb EH. The Impact of Previous Perinatal Loss on Subsequent Pregnancy and Parenting. J Perinat Educ. 2002;11(2):33–40.
11. WHO | Report of a WHO technical consultation on birth spacing [Internet]. WHO. [cited 2015 Nov 18]. Available from: http://www.who.int/reproductivehealth/publications/family_planning/WHO_RHR_07_1/en/

12. F. Gary Cunningham, Kenneth J. Leveno, Steven L. Bloom, Catherine Y. Spong, Jodi S. Dashe, Barbara L. Hoffman, et al. Williams Obstetrics. 24th ed. United States: McGraw-Hill Education; 2014.

Prosedur Bayi Tabung

Yang Perlu Diketahui Tentang Bayi Tabung

Memiliki keturunan adalah impian setiap pasangan yang berkeluarga. Namun tidak semua pasangan mendapatkan keturunan dengan mudah. Hal ini biasa kita kenal dengan ketidaksuburan atau infertilitas. Seseorang dikatakan mengalami infertilitas apabila tidak ada kehamilan setelah 12 bulan atau lebih melakukan hubungan seksual secara reguler tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Salah satu pilihan terapi pada pasangan yang mengalami infertilitas adalah IVF ( In Vitro Fertilization) atau bayi tabung, dimana sel telur wanita dibuahi oleh sperma di luar tubuh manusia (laboratorium).

Siapa yang dianjurkan untuk menjalani bayi tabung?

Teknologi bayi tabung ini dianjurkan untuk:

  • Pasangan yang memiliki jumlah dan gerakan sperma sangat rendah
  • Tidak adanya saluran tuba falopi
  • Saluran tuba falopi yang tertutup
  • Usia reproduktif hampir terlewati
  • Pasangan yang telah mencoba berbagai terapi tapi gagal.

Bagaimana Prosedur IVF atau Bayi Tabung?

Prinsip bayi tabung ialah sel telur diambil dari indung telur ibu lalu dibuahi oleh sperma di laboratorium. Setelah terjadi pembuahan, 2-3 embrio lalu dimasukkan lagi ke dalam rahim. Secara detail, prosedur IVF ialah:

  1. Edukasi. Pasangan akan diberi tahu keuntungan, tingkat keberhasilan dan resiko dari tindakan ini. Pasangan juga perlu mempertimbangkan tentang perlakuan terhadap hasil embrio yang belum terpakai, kelak akan disimpan ataupun dibuang perlu dipikirkan sejak awal.
  2. Stimulasi ovarium. Pada tahap ini calon ibu diberikan obat untuk meningkatkan jumlah folikel sel telur yang matang. Setiap dokter memiliki pendekatan yang berbeda, salah satu contohnya dengan pemberian pil pengontrol kehamilan selama satu atau dua minggu sebelum dimulainya IVF.
  3. Pemeriksaan. Setelah hari kedua haid, dilakukanlah pemeriksaan seperti USG dan cek hormon. Pemeriksaan ini dilakukan pula pada hari ketiga dan kelima untuk mengevaluasi perkembangan ovarium dan level hormon. Jika tidak ada masalah, maka dilanjutkan dengan penyuntikan hormon secara mandiri selama beberapa hari. Diharapkan ada dua atau lebih folikel yang terbentuk. Berbagai efek dari pengobatan hormonal ini bisa saja timbul, seperti mood swing, sakit kepala, nyeri perut .
  4. Pengambilan sel telur. Saat folikel sel telur mencapai ukuran yang dibutuhkan , maka dilakukan penyuntikan hormon hCG. Setelah 32-36 jam , folikel yang terpilih pun diambil dengan menggunakan alat khusus, melalui vagina. Pembiusan dan pemberian obat penghilang rasa sakit akan diberikan pada ibupasien wanita.
  5. Pembuahan. Folikel-folikel sel telur tersebut diletakan dalam piringan khusus di laboratorium, dan dipertemukan dengan sperma. Sperma yang diperoleh pada hari yang sama. Disinilah pembuahan terjadi. Di luar tubuh, di dalam laboratorium, dalam pengawasan para tenaga ahli. Kurang lebih ada 50% sel telur yang berhasil dibuahi.
  6. Penanaman embrio. Dua sampai 5 hari setelah pembuahan, sel telur yang telah dibuahi (embrio) dipilih untuk diletakkan kembali dalam rahim pasien wanita dengan menggunakan kateter. Teknik ini dilakukan dalam keadaan pasien sadar. Jumlah embrio yang dikembalikan ke rahim tergantung pada riwayat IVF sebelumnya dan usia pasangan pasien. Sehingga resiko kehamilan ganda akan selalu ada.
  7. Menunggu Hasil. Setelah dua minggu , pemeriksaan darah hormon hCG dilakukan secara serial, untuk mailmen keberhasilan IVF. Jika tidak ada komplikasi pada kehamilannya, maka pemeriksaan kehamilan bisa dilakukan secara normal. Semua tahapan di atas dapat dilakukan tanpa harus dirawat inap sebelumnya, namun setelah itu, pasien diharuskan istirahat beberapa jam untuk proses pemulihan.

ivf_TREATMNT

Berapa Besar Kemungkinan Keberhasilan Bayi Tabung?
Kehamilan diperoleh rata-rata 29,4% dari setiap siklus IVF, namun yang berhasil dilahirkan 22,4%. Keberhasilan bayi tabung dipengaruhi oleh :

  1. Usia Ibu  Pada usia pasien wanita di bawah 35 tahun maka angka keberhasilannya sekitar 30-35%, usia 38-40 tahun 20-25%.
  2. Cadangan sel telur
  3. Faktor penyebab infertilitas
  4. Permasalahan psikologis dan emosional

Oleh karena itu teknik IVF ini membutuhkan komitmen yang besar dari pasangan, secara fisik, finansial maupun emosional.

Apa komplikasi dari metode IVF?

Sama seperti halnya terapi medis lainnya, prosedur IVF memiliki komplikasi seperti :

  1. Perangsangan berlebih pada indung telur
  2. Kehamilan ganda
  3. Kehamilan di luar kandungan
  4. Infeksi atau pendarahan

Meskipun begitu, resiko ini lebih kecil dibanding terapi fertilitas yang lain.

Berapa biaya bayi tabung?

Biaya 1 siklus bayi tabung di Indonesia berkisar antara Rp 30-60 juta, bergantung pada hasil pemeriksaan dan obat-obatan yang digunakan.

Bagaimana Pandangan Agama Terhadap Bayi Tabung?

Di dunia , isu tentang IVF ini memiliki pro kontra dalam berbagai agama. Sisi kritisnya adalah sumber sperma dan sel telur diharuskan dari pasangan yang resmi menikah, sperma yang didapatkan pun bukan dari cara yang dilarang agama. Serta tentang perlakuan terhadap embrio yang terbentuk namun tidak dipakai. Konsultasi dengan ahli agama yang dianut pun perlu dilakukan pasangan. Karena manusia hanya bisa berusaha, semua ditentukan oleh Yang Maha Kuasa.

Arasy Fitri Amir, dr.

10/24/2015

Seperti yang dimuat dalam media RS Anna Medika

Referensi
1. Choices NHS. Infertility – Causes – NHS Choices [Internet]. 2014 [cited 2015 Oct 24]. Available from: http://www.nhs.uk/conditions/infertility/Pages/Causes.aspx
2. Infertility and In Vitro Fertilization [Internet]. WebMD. [cited 2015 Oct 24]. Available from: http://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/guide/in-vitro-fertilization
3. Richard Paulson, MD. In vitro fertilization. Uptodate. 2015 Sep 9;
4. Melodie Shank. Religion and Third-Party Reproduction. Available from: https://www.fertilityauthority.com/articles/religion-and-third-party-reproduction
5. WHO | Infertility definitions and terminology [Internet]. WHO. [cited 2015 Oct 24]. Available from: http://www.who.int/reproductivehealth/topics/infertility/definitions/en/

Cara Mengetahui Masa Subur Wanita

Masa subur biasanya menjadi penting saat pasangan ingin mendapatkan keturunan. Pasalnya, kemungkinan terjadi kehamilan paling besar saat masa subur. Masa subur terjadi saat sel telur keluar dari indung telur dan siap untuk dibuahi (ovulasi). Kehamilan akan terjadi apabila dalam 12-24 jam terjadi pembuahan (sperma bertemu dengan sel telur).

Berikut ini adalah beberapa cara mengetahui masa subur wanita :

1. Sistem Kalender

Cara ini mungkin paling mudah dan murah. Anda hanya perlu mencatat tanggal mulai dan berhenti haid selama beberapa bulan. Semakin rutin Anda mencatat, semakin akurat perhitungannya. Cara menghitung masa suburnya dengan kalender ialah:

  1. Catat awal dan akhir menstruasi. Lebih baik dilakukan selama 8-12 bulan
  2. Penghitungan periode menstruasi dimulai dari hari 1 menstruasi bulan sebelumnya sampai hari 1 menstruasi bulan berikutnya
  3. Cari periode menstruasi terpanjang dan terpendek dari bulan-bulan yang Anda hitung
  4. Periode awal masa subur ditentukan dengan mengurangi 18 hari dari periode menstruasi terpendek.
  5. Periode akhir masa subur ditentukan dengan mengurangi 11 hari dari periode menstruasi terpanjang.
    • Contoh : Setelah dilakukan pengukuran selama 8 bulan didapatkan periode terpendek Anda 28 hari dan terpanjang 30 hari. Berarti Periode awal masa subur : 28-18 =10; Periode akhir masa subur : 29-11=18
    • Berarti masa subur Anda akan jatuh di hari ke 10-19 dari hari pertama menstruasi

free-printable-september-2015-calendar-shining-mom

  • *Saat ini banyak website/Apps untuk menghitung masa subur untuk mengurangi kerepotan Anda menghitung tiap bulan

2. Termperatur tubuh basal

Hormon progesteron yang dihasilkan tubuh wanita setelah ovulasi mempengaruhi hipotalamus di otak untuk meningkatkan suhu tubuh. Sehingga memonitor suhu tubuh tiap hari dapat digunakan untuk mengetahui saat ovulasi. Caranya ialah :

  1. Siapkan termometer. Termometer air raksa lebih akurat daripada termometer elektronik dalam pengukuran periode ovulasi.
  2. Ukur suhu Anda di bawah lidah sesaat setelah bangun pagi. Artinya sebelum Anda beranjak dari tempat tidur, ke kamar mandi, makan, minum, dll.
  3. Sebelum ovulasi, suhu tubuh basal wanita biasanya tetap di antara 36.1-36.4°C. Saat ovulasi suhu tubuh basal Anda akan meningkat 0.1-0.2°C.
    Meskipun cukup mudah dan murah, kekurangan metode ini ialah hasilnya yang mungkin bervariasi. Bila anda sakit, bepergian, kurang tidur, atau mengkonsumsi obat tertentu bisa saja suhu basal anda akan berubah dan mempengaruhi pengukuran.

3. Menilai lendir rahim (mukus serviks)

Konsistensi lendir yang keluar dari kemaluan Anda akan berubah selama periode mens. Semakin mendekati masa subur, ‘keputihan’ Anda akan menjadi lebih banyak, licin, kenyal seperti putih telur. Cara mengetahui masa subur lewat lendir rahim ialah :

  1. Ambil lendir dari kemaluan Anda dengan menyapukan jari dari depan ke belakang
  2. Catat mengenai warna, konsistensi dan kekentalan di kalender Anda
  3. Ovulasi biasanya terjadi 1-2 hari saat lendir rahim paling jernih, licin, elastis/kenyal.
    Dibandingkan dengan sistem kalender atau mengukur suhu tubuh, cara ini dinilai lebih dipercaya.
Various-types-of-mucus

Gambar A. Lendir kering, tebal, lengket (Tidak Subur) B. Seperti krim, lengket (Tidak Subur) C. Keruh, elastis (Agak subur) D. Jernih, Elastis, Seperti Putih Telur (Paling subur)

4. Tes hormon LH (Luteinizing Hormone)

Tepat sebelum ovulasi, hormon LH akan meningkat secara drastis sehingga dapat digunakan untuk mengetahui ovulasi. Bila dilakukan dengan benar, alat ini 99% dapat memprediksi ovulasi meskipun harganya lebih mahal. Namun, perlu diingat bahwa tes LH ini hanya bisa prediksi, tidak bisa memberi kepastian kapan ovulasi terjadi. Saat ini alat ukur LH sudah tersedia di pasaran. Penggunaannya mirip tes urine kehamilan sehingga amat nyaman untuk wanita yang ingin mengetahui masa subur dari rumah. Cara menggunakannya ialah :

  1. Baca petunjuk alat. Ada tes yang prediksi ovulasi dalam waktu 7 hari dan ada yang 3-2 hari.
  2. Tentukan waktu. Bila siklus Anda teratur, Anda bisa gunakan sekitar 2-3 hari sebelum perkiraan ovulasi (14 hari sebelum perkiraan mens berikutnya). Tapi bila siklus Anda tidak teratur, Anda bisa mengira-ngira waktu tes saat lendir mulai jernih, licin dan kenyal. Ingat, sesuaikan dengan petunjuk alat tes Anda.
  3. Lakukan pengujian dengan menggunakan urin antara jam 10.00-20.00 tapi jangan gunakan urin pertama di pagi hari. Sebaiknya kurangi minum 2 jam sebelum melakukan tes karena bisa mempengaruhi untuk mendapatkan hasil yang akurat.
  4. Jika muncul dua garis warna artinya hasil positif. Ovulasi kemungkinan akan terjadi dalam 24-48 jam berikutnya. Lakukan hubungan intim dalam 24-48 jam ini bila ingin berusaha mendapatkan keturunan.
table-siklus

Saran Waktu Dilakukan Tes Urine LH berdasarkan siklus menstruasi

Diskusian dengan dokter atau bidan Anda apabila menemukan kendala dalam mencoba metode-metode ini. Selamat berusaha 🙂

Agustina Kadaristiana, dr.

09/27/2015

Referensi

1. Charting Your Fertility Cycle [Internet]. WebMD. [cited 2015 Sep 27]. Available from: http://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/fertility-tests-for-women
2. How to Chart Your Menstrual Cycle [Internet]. WebMD. [cited 2015 Sep 27]. Available from: http://www.webmd.com/baby/charting-your-fertility-cycle
3. Corrine K Welt, MD. Evaluation of the menstrual cycle and timing of ovulation. Uptodate. 2015 Apr 21;
4. Fertility Awareness: Natural Family Planning (NFP) [Internet]. American Pregnancy Association. [cited 2015 Sep 27]. Available from: http://americanpregnancy.org/preventing-pregnancy/natural-family-planning/
5. How to guide: Ovulation calculator [Internet]. WebMD Boots. [cited 2015 Sep 27]. Available from: http://www.webmd.boots.com/fertility/how-to-ovulation-calculator
6. Ovulation Kits and Fertility Monitors [Internet]. American Pregnancy Association. [cited 2015 Sep 27]. Available from: http://americanpregnancy.org/getting-pregnant/ovulation-kits/