Category Archives: Kehamilan

Ketahui persoalan kesehatan ibu saat persiapan menunju hamil, periode hamil dan masa nifas.

Fakta Tentang Operasi Caesar

Melahirkan dengan operasi caesar semakin sering ditemui di negara-negara maju. Di Eropa Barat, sekitar satu dari setiap 4 sampai 5 bayi dilahirkan dengan cara ini. Operasi caesar dapat direncanakan atau dilakukan dalam situasi darurat, dan dapat menyelamatkan nyawa ibu dan bayinya. Meski secara rutin dilakukan, operasi caesar membutuhkan prosedur bedah yang bersifat invasif dan membutuhkan waktu pemulihan.

Apa itu caesar?

Cesar (C-section) adalah tindakan operasi membedah perut dan rahim dengan tujuan mengambil dan mengeluarkan bayi. Pengirisan dilakukan searah potongan horizontal ataupun vertikal, kemudian sesudahnya irisan tersebut segera dijahit kembali.

Apa yang terjadi?

Rambut di bagian bawah perut dicukur, dan dipasangi kateter yang terhubung ke kandung kemih. Kemudian Anda akan dipasangi infus untuk memasukkan cairan dan obat. Biasanya Anda akan dibius lokal untuk memati-rasakan tubuh bagian bawah, tetapi Anda akan tetap sadar dan dapat melihat proses kelahiran si kecil. Seorang dokter spesialis kandungan akan membuat irisan pada perut bagian bawah dan rahim untuk mengeluarkan si kecil dan plasentanya. Saat Anda memeluk si kecil, perut Anda akan dijahit. Proses ini berlangsung 30-45 menit.

Mengapa caesar?

Cesar adalah pilihan bila direncanakan sebelum hari persalinan. Anda harus memilih caesar jika posisi si kecil tidak memungkinkan ia lahir secara normal (misalnya pecah ketuban, bayi kembar, plasenta menutup jalan lahir, atau jika ada risiko medis). Namun, mungkin saja ibu hamil memulai proses persalinan secara normal, tetapi kemudian membutuhkan tindakan caesar darurat. Hal ini bisa terjadi bila timbul risiko terhadap ibu dan bayinya jika proses melahirkan normal tersebut diteruskan, misalnya jika si bayi stres atau detak jantungnya mendadak tidak normal atau jika proses pembukaan tidak berjalan dengan semestinya.

Risiko yang mungkin terjadi

  • Risiko terhadap ibu mencakup infeksi, kehilangan banyak darah, pembekuan darah, kerusakan pada kandung kemih, ovarium dan uterus.
  • Sekitar 35 dari 1000 bayi yang dilahirkan dengan cara caesar akan mengalami masalah pada pernapasan setelah dilahirkan, sedangkan dalam kelahiran normal hanya 5 dari 1000 bayi mengalami masalah yang sama.

Fakta-fakta tentang caesar

  • Operasi caesar yang sukses telah menyelamatkan begitu banyak nyawa wanita dan bayi di seluruh dunia. 18,5 juta bayi per tahun dilahirkan dengan tindakan caesar. Angka tertinggi melahirkan dengan cara caesar terjadi di Brazil dan China, satu dari dua bayi lahir dengan cara tersebut. Di Amerika serikat, satu dari tiga bayi dilahirkan dengan caesar.
  • Peningkatan ibu hamil berusia lanjut, obesitas, dan kelahiran berulang kali sebanding dengan peningkatan tindakan operasi caesar.
  • Di Amerika serikat, kekhawatiran terhadap tuntutan hukum akibat malpraktek memengaruhi para dokter untuk merekomendasikan operasi caesar kepada ibu hamil.
  • Seringkali para ibu diberitahu sekali caesar pasti akan caesar lagi, tapi kenyataannya sekarang tidaklah demikian. Diskusikanlah dengan dokter Anda. Peluang melahirkan normal setelah caesar adalah hingga 76%.
  • Karena pembedahan bersifat invasif dan traumatis, Anda membutuhkan waktu minimal 6 minggu pemulihan untuk dapat kembali ke kondisi normal.

 

Depok, 11 Januari 2017

Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :

  1. Thacker, Stroup & Chang. Continuous electronic heart rate monitoring for fetal assessment during labour (Review). Cochrane Database Systematic Reviews, 2001:2:CD000063.
  2. . Hofmeyer GJ, Hannah ME. Planned caesarean section for term breech delivery. The Cochrane Database of Systematic Reviews 2003; Issue 2 Art No:CD000166 DOI 10.1002/14651858 CD000166. This version first published online 22 April 2003.
  3. Hodnett ED, Gates S, Hofmeyr GJ, Sakala C (2007). Continuous support for women during childbirth. Cochrane Database Systematic Review; Jul 18 (3):CD003766.
  4. . McCourt C, Weaver J, Statham H, Beake S, Gamble J and Creedy D. Elective Cesarean Section and decision making: a critical review of the literature. Birth 2007; 34(1):65-79.
  5. Joseph KS, Liston RM, Dodds L, Dahlgren L, and Allen AC, (2007). Socioeconomic status and perinatal outcome with universal access to essential health care services. CMAJ; 177 (6):582-590.

Apa Itu Insting Nesting Saat Kehamilan?

Pernah tidak Anda perhatikan saat seorang ibu hamil, ia bisa keranjingan membersihkan dan mendekorasi rumah? Atau tiba-tiba ia senang mengintip ke dalam oven, menandai pakaian sesuai warnanya, dan tanpa lelah mondar-mandir di toko demi mencari tirai warna? Jangan heran, ternyata perubahan hormon saat hamil bisa menimbulkan insting nesting atau ‘bersarang’. Kok bisa yah?

Dorongan “Bersarang” Pada Mamalia

Dorongan nesting pada ibu ternyata bukan hanya terjadi pada manusia, tetapi juga pada mamalia yang melahirkan bayi yang belum bisa langsung berdiri sendiri atau berjalan mengikuti ibunya. Calon ibu seperti itu cenderung lebih dulu sudah mencari tempat aman agar dapat melahirkan dan memberi makan anak yang baru dilahirkan dengan nyaman.

Besarnya perhatian induk hewan terhadap pembuatan sarang berhubungan langsung dengan jumlah dan lamanya si induk memenuhi kebutuhan anaknya sebelum anaknya dapat hidup sendiri. Hal ini menjadi semacam lisensi bagi manusia untuk mencari rumah atau mendesainnya agar dapat membesarkan anak-anak dengan baik sampai mereka berumur belasan tahun (bahkan lebih). Tak heran jika kita merasa harus memiliki ‘sarang’.

Apa yang memicu perilaku “bersarang”?

Peningkatan hormon kehamilan lah yang diduga memicu perilaku maternal (keibuan) tersebut, khususnya hormon oksitosin, senyawa kimiawi di otak yang berhubungan dengan ikatan batin, dan hormon prolaktin selaku hormon nesting. Bukan hanya calon ibu yang terpengaruh, dorongan membuat ‘sarang’ ini diketahui juga memengaruhi ibu yang ingin mengadopsi anak bahkan beberapa pria yang istrinya sedang mengandung. Dalam sebuah penelitian di tahun 2011, 56% calon ayah mengalami peningkatan aktivitas nesting. Oleh karena itu sulit untuk membangun reaksi yang bersifat insting pada manusia karena insting kita bercampur dengan perilaku yang kita pelajari (learned behavior) dan respon emosional. Maka banyak ahli menyebut nesting sebagai respon intuitif, bukan insting.

Manfaat Dorongan “Bersarang”

Bagi manusia, nesting memberi perempuan peluang untuk mengambil kontrol, meraih ketenangan, dan keteraturan. Ketika perut Anda yang kian membesar karena kehamilan, Anda mungkin merasa betapa kecil kontrol yang Anda miliki terhadap kehamilan maupun kelahiran si kecil. Insting nesting ini membantu Anda menyiapkan tempat di sekitar Anda agar memberi rasa aman secara psikologis dan menciptakan suasana yang dapat mendukung Anda menjelang kelahiran si kecil. Akan melegakan ketika semua lebih jelas pada saat ‘kekacauan’ semakin dekat rasanya.

Memiliki rasa aman dan kontrol diri dinilai oleh para dokter sebagai komponen utama dalam mendukung persalinan yang baik. Hormon pemicu stres seperti adrenalin akan menghambat pelepasan hormon oksitosin yang memicu kontraksi. Sebuah penelitian terhadap ibu hamil di Athena menemukan bahwa para ibu yang merencanakan proses persalinan di rumah bersalin terdekat dari rumah akan memiliki rasa aman dan yakin yang pada gilirannya akan menumbuhkan harga diri dan percaya diri saat persalinan.

Beberapa klinik dan rumah bersalin mengadopsi dekor ruangan bernuansa rumah dan sengaja tidak menerapkan aturan rumah sakit pada umunya agar tercipta sepenuhnya ‘sarang’, mengurangi stres, dan perasaan berisiko.

Sebelum masa menjadi orang tua tiba, kehidupan sebagian besar orang diisi dengan pulang-pergi kerja dan bersosialisasi. Ketika si kecil lahir, kehidupan tersebut menghilang perlahan. Ketidakberdayaan karena hamil dan dorongan untuk ‘bersarang’ akan memotivasi calon ibu untuk menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, bergaul dengan tetangga, dan membangun hubungan dengan komunitas sekitar. Hal ini akan membuat kita lebih mudah melindungi anak dan mereka juga akan lebih berhasil saat berada di kelompok sosial yang lebih besar. Dalam istilah pergeseran perilaku, saat kita memiliki peran baru sebagai orang tua, hal itu akan mengungkapkan kesuksesan kita dalam beradaptasi dengan keadaan yang terus berubah.

Di akhir trimester ketiga, dorongan untuk ‘bersarang’ akan semakin tinggi. Ini pertanda persalinan sudah semakin dekat. Anda sebaiknya menyiapkan sesuatu untuk dimakan dan cobalah tidur sejenak sebelum saat persalinan tiba sekadar untuk menekan dorongan insting yang kadang cukup menguras tenaga ini.

 

Depok, 18 Oktober 2017

Reqgi First Trasia, dr.

 

Referensi :

  1. Team. 2014. That Nesting Instict During Pregnancy. http://www.whattoexpect.com/ pregnancy/labor-and-delivery/preparing/nesting-phase.aspx
  2. Joy Johnston. 2004. The Nesting Instict. Birth Matters Vol 8.2 pp 21-22. Journal of Maternity Coalition. Melbourne.
  3. Freya Knight. 2016. The Instinctive Nesting. Birthings Magazine. Sydney.
  4. Team. 2001. Nesting During Pregnancy.  http://americanpregnancy.org/ planning/nesting-during-pregnancy/
  5. Marla V Anderson. 2001. Cognitive Reorganization and Protective Mechanism in Pregnancy. Simon Fraser University.

Gambar diambil dari: sini

Apa Saja yang Dilakukan Janin Dalam Rahim?

Janin di perut Anda juga beraktivitas, lho! Selain tidur, hari-hari si kecil di perut Anda diisi dengan berbagai hal, mulai dari mimpi dan mengeksplorasi sekelilingnya sampai dengan berlatih peregangan dan mendengarkan suara-suara di dunia si kecil.

Menguap besar

Si kecil mulai bisa menguap di usia 11 minggu, dan ia menguap dua kali lebih sering daripada orang dewasa. Seperti halnya orang dewasa, janin menguap disertai gerakan meregang. Janin akan lebih sering menguap saat ia berada dalam periode aktif, yang sebenarnya ia sedang menguji coba proses membangunkan diri.

Berlatih akan menyempurnakan

Saat Anda berjuang agar bisa tidur cukup nyaman, si kecil justru tidak mengalami masalah tidur, bahkan ia menghabiskan rata-rata 90-95% waktunya untuk tidur. Ia akan mengalami tahap tidur dan periode bangun yang berbeda, dan hal itu berarti merangsang semua bagian otak dan melatih sistem sarafnya. Si kecil siap menghadapi tantangan yang akan segera datang.

Bangun bangun!

Selama ia terbangun, bayi Anda akan mengeksplorasi lingkungannya dengan menyentuh, menegangkan dan memanjangkan tubuh, menggerakkan tangan dan kakinya, dan bahkan memeluk erat tali pusarnya. Beruntunglah adik-adik si janin nantinya karena mereka akan mempunya ruang yang lebih besar untuk berjungkir balik karena rahim yang sudah pernah membesar.

Bunda dan aku

Si kecil ‘dimandikan’ oleh hormon Anda, sehingga emosi dan kebiasaan Anda akan memengaruhi ritme hidupnya. Kadar tinggi hormon stres akan memacu aktivitas si kecil. Sebaliknya, si kecil akan secara otomatis merasa rileks (detak jantungnya akan melambat) ketika ia mendengar suara Anda.

Bermimpilah pemimpi

Mulai awal trimester ketiga, si kecil memiliki pola tidur dan bangun yang teratur, termasuk di dalamnya adalah periode REM (rapid eye movement) yang menandai bahwa ia tengah bermimpi. Apa mimpi si kecil? Itu masih sebuah misteri, tapi ia mungkin melatih gerakan-gerakan yang ia pelajari atau ia mungkin membayangkan sensasi kehidupan di dalam rahim.

Tidak sinkron

Mungkin Anda merasa si kecil justru mulai menendang-nendang saat Anda ingin istirahat. Penjelasannya begini, si kecil sedang meregangkan tubuhnya karena saat Anda berbaring dan merasa nyaman serta otot perut Anda menjadi rileks, ia mendapat ruang lebih besar untuk bermanuver.

Siap keluar

Dengan semakin dekatnya masa persalinan, si janin akan memangkas waktu tidurnya, menjadi hanya sekitar 85%, seperti halnya bayi baru lahir. Di usia 32 minggu, otak dan sistem sarafnya sudah sematang sistem yang akan ia miliki di saat lahir nanti.

Sesuai jadwal

Begitu Anda berjumpa dengan si kecil, Anda dapat mulai menanamkan kebiasaan. Membiasakan si kecil terkena banyak cahaya di siang hari dan membiarkannya dalam gelap di malam hari akan memberi ide secara umum pada tubuh si kecil. Jadwal dan kebiasaan tersebut belum merefleksikan siklus siang dan malam sampai sekitar satu atau dua bulan setelah ia dilahirkan.

Apa saja aktivitas organ dalam tubuh janin?

Ginjal. Sejak minggu ke-21, si kecil mulai menelan cairan amniotik. Ginjal si kecil akan menyaring cairan itu dan menghasilkan air seni, yang kemudian ia keluarkan lagi ke cairan amniotik. Proses itu akan berlangsung terus.

Paru-paru. Sejak minggu ke-17, si kecil melatih pernapasannya dengan menghirup cairan amniotik, bukan udara. Sekitar minggu ke-26, paru-parunya menghasilkan surfaktan yang akan menggelembungkan paru-paru saat ia lahir.

Usus. Sejak trimester kedua, usus si kecil sudah berfungsi, memproduksi mekonium campuran berwarna hijau kehitaman yang berasal dari rambut, sel kulit mati, empedu, dan cairan amniotik.

Otak. Jumlah koneksi dalam otaknya selalu bertambah setiap saat. Dan kini si kecil mengembangkan refleks dan pola aktivitas serta istirahat.

Mata. Begitu kelopak mata si kecil terbentuk sempurna di minggu ke-27, ia akan mulai membuka matanya saat aktif dan menutupnya selama tidur.

Tangan dan kaki. Saat ia terbangun, si kecil sibuk merasai wajah dan tubuhnya, memegang tali pusar, dan menghisap jempolnya. Selain tendangan dan gerakan menekuk-meregang, ia juga menikmati seolah berjalan-jalan dalam rahim.

 

Depok, 7 Januari 2017

Reqgi First Trasia, dr.

 

Referensi :

  1. Giuseppe Misumeci, et al. Pregnancy, Embrio-Fetal Development and Nutrition: physiology around fetal Programming. Journal of Histology. University of Catania. Italia.
  2. Keith L Moore, et al. Fetal Growth and Development. The South Dakota Departement of Health. London.
  3. 2015. Prenatal Development: How Your Baby Grows During Pregnancy. Frequency Ask Question. The American College of Obstetrician and Gynecologist.
  4. J A DiPitreo. 2008. Prenatal Development. Elsevier Journal. Johns Hopkins University. USA.
  5. Sarwono Prawiroharjo. 2008. Buku Ajar Ilmu Kebidanan. PT Bina Pustaka Sarwono. Jakarta.

Bisakah rasa sakit saat melahirkan dikurangi secara alami?

Jika anda ingin melakukan persalinan secara normal, Anda mungkin akan mengkhawatirkan rasa sakit yang akan anda rasakan saat proses melahirkan. Berikut ini adalah sederet pilihan pengurang rasa sakit alami yang dapat dilakukan, mulai dari teknik-teknik yang dapat Anda latih di rumah sampai perawatan untuk mengurangi rasa sakit. Apa saja pilihannya?

Pijat

Pijatan lembut akan merangsang pelepasan hormon endorfin, pengurang rasa sakit alami di tubuh kita, membuat tubuh memperoleh relaksasi. Mintalah pasangan Anda memprektekkan teknik pijat ini sebelum masa persalinan. Rasa sakit di punggung bagian bawah dan bokong akan bereaksi pada tekanan yang kuat. Saat kontraksi, pijatan di bahu akan mengurangi ketegangan. Komunikasi adalah kunci: katakan pada pasangan apa yang Anda butuhkan, dan ingatlah di hari H situasinya mungkin berbeda.

Melahirkan dengan hipnotis

Program persalinan ini mengombinasikan relaksasi dengan visualisasi dan hipnosis diri sederhana. Metode ini membantu Anda melepaskan rasa takut dan menghantarkan Anda pada satu kondisi relaksasi mendalam saat persalinan, dan Anda dapat mengatasi setiap kontraksi yang membuat kelahiran si kecil kian dekat. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa waktu persalinan ibu hamil yang melakukan hypnobirthing akan lebih pendek, lebih sedikit pula diintervensi dengan obat-obatan, termasuk obat bius.

Teknik pernapasan

Bernapas perlahan dan teratur selama kontraksi adalah cara terbaik untuk memfokuskan pikiran dan mengurangi ketegangan. Mengambil napas adalah semacam refleks alamiah tubuh, jadi berkonsentrasilah pada pernapasan. Merespon rasa sakit dengan menahan napas (insting alami) akan menghambat aliran oksigen dan membuat otot-otot menjadi tegang. Dengan berlatih pernapasan ritmis sebelum persalinan akan membantu Anda fokus pada pernapasan.

Mesin TENS

Mesin TENS (transcutaneous electrical nerve stimulation) adalah sebuah perangkat yang mentransmisikan denyut listrik yang bertujuan untuk menghambat sinyal rasa sakit mencapai otak. Kabel mesin TENS akan dihubungkan ke bantalan yang dipasang di punggung Anda. Alat ini efektif digunakan dalam persalinan awal, hingga kini diketahui tidak mendatangkan efek samping, dan membuat Anda lebih bebas bergerak. Meski demikian, bukti ilmiah berdasarkan penelitian yang melibatkan 712 wanita hamil di Inggris meunjukkan bahwa penggunaan TENS tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap nyeri.

Melahirkan dalam air

Air hangat bagus untuk persalinan, berefek menenangkan otot dan membantu Anda untuk rileks. Sedangkan kondisi mengapung alami akan menopang tubuh Anda dan mengurangi tekanan pada tulang belakang dan panggul. Dengan demikian, Anda dapat lebih bebas bergerak tanpa merasa kelelahan. Selain itu, Anda juga akan menikmati perawatan khusus karena Anda tidak akan ditinggalkan sendirian di kolam. Kolam untuk melahirkan tersedia di hampir semua rumah sakit yang memiliki fasilitas waterbirth. Anda harus menunggu saat persalinan tiba atau saat leher rahim sudah terbuka sampai 5 cm untuk dapat menggunakan kolam di rumah sakit. Belum ditemukan adanya peningkatan risiko infeksi karena melahirkan dalam air dan refleks ‘menyelam’ alami si kecil menghentikan si kecil menarik napas ketika bersentuhan dengan air. Suhu kolam harus dijaga maksimal 37,5 C agar tidak terlalu panas bagi Anda dan membuat si bayi stres. Meski demikian, American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) belum merekomendasikan persalinan dengan metode ini karena belum adanya cukup bukti untuk menunjang aspek ilmiahnya.

Birth Partner

Birth partner, seperti suami, dapat membantu Anda mengatur napas, memijat, atau membantu Anda masuk ke dalam kolam bila memilih metode waterbirth.

Anda mungkin tidak ingin menggunakan obat bius karena ingin menikmati pengalaman melahirkan di setiap detiknya. Tetapi Anda harus ingat, persalinan tidak dapat diperkirakan, sehingga tetaplah bersiap diri bila harus dilakukan intervensi berupa induksi atau operasi sesar.

Depok, 10 Januari 2017

Referensi :

  1. Kate M Levett, et al. 2016. Complementary Therapies for Labor and Birth Study: A Randomised Controlled Trial of Antenatal Integrative Medicine for Pain Management in Labor. Sydney. Australia.

  2. Christin Roberts, et al. 2004. Pain Relief for Labour for Women Having Their First Baby. University of Sydney. Australia.

  3. Lesley Dixon, et al. 2013. The Emotional and Hormonal Pathways of Labour and Birth: Integrating Mind, Body, and Behaviour. New Zealand College of Midwifes. Australia.

  4. Smith CA, et al. 2006. Studies on Hypnosis for Childbirth. Departement Obstetric and Gynecology. University of Adelaide. Australia.

  5. Collins CT, et al. 2007. Complementary and Alternative Therapies for Pain Management in Labor. Medical School North. Australia.

  6. Joseph R Wax, et al. 2016. Immersion in Water During Labor and Delivery. Women’s Health Care Physicians. The American College of Obstetricians and Gynecologist. Washington.

  7. Carrol D, et al. 2001. Transcutaneous Electrical Nerves Stimulation in Labour Pain: A Systematic Review. London.

  8. Jones L, et al. 2012. Pain Management for Women in Labour – An Overview. Cochrane Library

Ramuan Alami Untuk Menyamarkan Stretchmarks

Stretchmarks atau guratan terjadi akibat peregangan yang terus menerus dan progresif pada jaringan ikat kulit. Guratan-guratan ini menggambarkan robekan pada jaringan ikat yang disebabkan oleh kerusakan jaringan kolagen dan elastin yang berfungsi untuk menjaga elastisitas kulit. sretchmark dapat terjadi terutama pada individu yang kelebihan berat badan (overweight) serta pada wanita hamil.

Hingga saat ini, beberapa penelitian menunjukkan adanya peranan faktor genetik dalam timbulnya stretchmarks. Singkatnya, jika ibu Anda termasuk perempuan yang memiliki kulit cukup elastis untuk menghadapi pembesaran tubuh dalam waktu singkat tanpa timbulnya sretchmark, mungkin Anda pun akan demikian.  Namun bila sebaliknya, garis-garis warna putih akan muncul saat tubuh Anda membesar dengan cepat dan kulit akan sedikit tercabik saat mengejar pembesaran tubuh tadi. Tapi, mari kita rayakan garis-garis putih itu sebagai sebuah ‘lencana kehormatan’ bagi seorang ibu.

Mayoritas ibu hamil (90%) akan mendapati guratan di perut dan beberapa bagian tubuh lain seperti lengan dan paha. Namun, banyak hal dapat Anda lakukan untuk mengurangi peluang terbentuknya guratan tersebut atau menyamarkannya.

Stretchmarks pada dasarnya adalah bekas luka pada jaringan kulit. Guratan itu tidak akan bisa hilang sama sekali, tetapi Anda dapat mengurangi timbulnya lebih banyak guratan dan memperbaikinya. Minumlah cukup banyak air agar tidak dehidrasi, dan konsumsilah makanan bergizi untuk memelihara kondisi kulit Anda. Dengan menjaga kelembaban kulit sepanjang hari, Anda akan terhindari dari kulit kering dan rasa gatal sepanjang hari di sekitar perut akan berkurang. Jika Bunda mengalami hal ini dan ingin menghilangkan stretchmarks tersebut, solusi efektif adalah krim tretinoin, perawatan laser atau pengupasan secara kimiawi. Namun, perawatan tersebut baru dapat Anda lakukan setelah persalinan dengan harga yang relatif tidak sedikit.

Kabar baiknya, tidak perlu terburu-buru juga untuk melakukan perawatan, karena gurat-gurat itu biasanya akan lebih samar seiring waktu. Selain itu, juga terdapat beberapa bahan alami yang dapat membantu dalam menyamarkan guratan-guratan di tubuh anda dan meningkatkan perasaan nyaman dan mengurangi cemas akibat kondisi ini. Inilah beberapa bahan alami yang dapat digunakan:

Mentega coklat, ekstrak lemak dari biji coklat, pertama kali digunakan di Amerika Tengah oleh suku Maya sebagai obat kulit dan bahan ini ditemukan pada hampir semua pelembab body butter. Coklat memicu pelepasan hormon pemunah rasa sakit, endorphin, dan hormon pembangkit rasa senang, serotonin.

Minyak zaitun telah dikenal sejak jaman dahulu di Yunani dan Italia sebagai penangkal stretchmarks, dengan cara diminum maupun dioleskan. Asam lemak tak jenuh squalene, yang juga ditemukan pada kulit manusia, membuat kulit tetap lembut.

Body butter biasanya mengandung essential oil neroli yang disuling dari jeruk limau. Awalnya hanya ada di China, neroli kini tumbuh di seluruh dunia, khususnya di Italia dan Tunisia. Para aromatherapist menyukai neroli karena kemampuannya meregenerasi kulit dan karena efek menenangkan sistem saraf.

Minyak argan banyak digunakan oleh wanita Berber. Minyak argan berasal dari biji sejenis pohon Maroko. Kaya akan antioksidan dan asam lemak omega-3, minyak argan cukup dioleskan pada kulit. Selain itu, para wanita di Polynesia dan Micronesia menggunakan minyak kacang tamanu untuk merangsang tumbuhnya jaringan kulit baru.

Selamat mencoba!

Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :

  1. Haider Ali, et al. 2012. Stretchmarks and Treatment Efficacy. New Age Skin Research Foundation. New York.

  2. F. Wang, et al. 2015. Stretchmarks cience : What happens to your skin when pregnancy gives you a stretch marks. British Journal of Dermatology. University of Michigan Health System.

  3. Mohamed L, et al. 2009. Striae Distensae (Stretchmarks) and Different Modalities of Therapy. Departement of Dermatology. Al Azhar University: Cairo.

  4. K. Korgavkar, et al. 2015. Stretchmarks During Pregnancy: A review of Topical Prevention. British Journal of Dermatology. University of Michigan Health System.

  5. Mc George, et al. 2015. Topical Management of Striae Distensae : prevention and therapy. Journal of The European Academy of Dermatology.

Aktivitas Berisiko Saat Hamil

Kehamilan tentu merupakan hal yang membahagiakan, tapi tiba-tiba saja ada banyak aktivitas yang menjadi berisiko jika Anda lakukan. Benarkah begitu berbahayanya hidup Anda saat hamil? Berikut ini adalah hal-hal yang seringkali menimbulkan keraguan di kalangan ibu hamil:

 

Bolehkah menggelapkan warna kulit (dengan obat-obatan)?

Boleh saja, tapi kulit Anda bisa saja menjadi sangat sensitif selama hamil dan mungkin akan bereaksi terhadap produk kosmetik, meski Anda pernah memakainya saat sebelum hamil. Untuk amannya, lebih baik selalu berkonsultasi dengan dokter dahulu sebelum memakai obat-obatan.

 

Bolehkah menggunakan microwave untuk memasak?

Boleh. Tidak ada bukti yang menguatkan bahwa oven microwave akan membahayakan makanan Anda lewat radiasi atau mengurangi kadar nutrisi dalam makanan.

 

Bolehkah tetap minum obat alergi?

Demi keamananan ibu dan bayi di kandungan, bicarakanlah dengan dokter terlebih dahulu. Beberapa resep tablet antihistamin untuk gejala alergi ada yang aman dikonsumsi selama hamil, tapi harus dengan anjuran dokter. Mungkin saja dokter akan menyarankan Anda menggunakan obat lain yang lebih aman, seperti obat semprot hidung atau tetes mata saja.

 

Apakah merokok berbahaya saat hamil maupun nanti?

Tentu saja. Ketika merokok (atau menghisap asap rokok orang lain), berbagai racun kimia, seperti karbon monoksida akan masuk ke aliran darah, sehingga mengurangi pasokan oksigen untuk janin dan membahayakan plasenta. Akibatnya adalah pertumbuhan tubuh dan bobot janin akan terganggu, dapat menyebabkan keguguran, dan berakibat anak berisiko untuk menderita asma serta infeksi. Bila sudah terlanjur, berhenti merokok akan berdampak bagus bagi Anda dan si kecil. Perhatikan juga asap rokok di sekeliling anda, karena menjadi perokok pasif jauh lebih berbahaya.

 

Akankah berbahaya bagi janin ketika mabuk (karena alkohol) hanya beberapa hari sebelum mengetahui bahwa saya hamil?

Alkohol memang melewati plasenta dan memasuki aliran darah janin Anda di saat organ hatinya masih terlalu muda untuk memecah alkohol dengan cepat. Namun, tidak ada bukti yang menguatkan bahwa mabuk saat awal kehamilan dapat melukai bayi. Meski demikian, anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan dan menjelaskan kondisi ini, agar dapat diperiksa lebih lanjut. Yang terpenting anda harus senantiasa tenang, karena kondisi stres karena terlalu khawatir malah bisa tidak baik bagi janin. Lebih baik fokus pada perbaikan kebiasaan dan pola hidup sehat sejak saat ini.

 

Haruskah kucing peliharaan disingkirkan?

Tidak perlu, tapi hindari membersihkan kotoran kucing (atau kenakan sarung tangan dan basuh tangan hingga bersih) karena ada risiko toksoplasma, yaitu infeksi parasit yang membahayakan perkembangan otak dan mata janin. Tes darah dapat memastikan bahwa Anda tidak terjangkit infeksi tersebut. Hindari pula kegiatan membersihkan kuku pada kucing karena obat-obatan yang digunakan mengandung insektisida. Sebaiknya, bersihkan peralatan tidur si kucing dengan cara merebus dan mandikan kucing dengan shampo biasa. Serta rutinkan kucing periksa kesehatan dan vaksin.

 

Mengapa tidak boleh menikmati keju kesukaan saya?

Boleh saja selama anda memang tidak ada alergi terhadap keju. Karena keju keras yang dipasteurisasi sebenarnya secara umum aman untuk ibu hamil. Sebaiknya Anda menghindari keju yang tidak diproses pasteurisasi, cek labelnya, blue-veined cheese, keju lembut dengan white-rind, dan keju susu kambing. Keju semacam itu mengandung bakteri Listeria, yang dalam beberapa kasus dapat menyebabkan keguguran. Berita gembiranya, pematangan akan membunuh bakteri tersebut. Oleh karena itu semua keju matang aman untuk dikonsumsi.

 

Amankah bepergian dengan pesawat saat hamil?

Ya, selama tanpa gangguan kesehatan setelah berkonsultasi dengan dokter. Setelah kandungan berusia 28 minggu, Anda mungkin akan dimintai surat keterangan dokter yang memastikan kondisi kesehatan Anda dan menyatakan perkiraan tanggal kelahiran si kecil. Tanyakan pada maskapai penerbangan yang bersangkutan. Kebanyakan perusahaan penerbangan tidak mengijinkan terbang ibu hamil dengan usia kandungan di atas 36 minggu atau 32 minggu untuk bayi kembar. Bahkan umur kandungan lebih muda lagi jika ternyata Anda mengalami komplikasi kehamilan.

 

Reqgi First Trasia, dr.

 

Referensi :

  1. James M Pivamik. 2006. Impact of Physical Activity during Pregnancy on Disease Risk. American College of Sport Medicine.
  2. Amy E Anderson. 2013. Risky Drinking Patterns Are Being Continued into Pregnancy. School of Medicine and Public Health. University of Newcastle.
  3. Samar K Hafez. 2014. Profile of High Risk Pregnancy among Saudi Women in Taif-KSA. World Journal of Medical Sciences. Taif University.
  4. Anne Drapkin, et al. 2009. Risk and Pregnant Body. HHS Public Access.
  5. Daniele Symon, et al. 2012. Physical Activity and Pregnancy: Past and Present Evidence. HHS Public Access.

Kapan Pertama Kali Janin Mengenal Rasa Makanan?

Tahukah Anda bahwa si kecil di dalam kandungan dapat merasai apa yang Anda makan? Nah, ini dia menu dalam rahim.

 

Anda mungkin berpikir si kecil belum mempunyai konsep tentang rasa sampai saat pertama si kecil meneguk ASI, atau barangkali ketika si kecil diberi makanan padat. Tapi mungkin Anda terkejut karena ternyata si kecil sudah mencicipi rasa pertamanya 13 minggu setelah pembuahan, atau tepatnya ketika indra pengecapnya mulai berkembang.

Dari usia 11 minggu di kandungan, bayi Anda akan belajar bagaimana menelan dan meneguk cairan amniotik yang mengelilinginya dalam rahim. Komposisi cairan amniotik berubah di trimester pertama. Dari semula cairan berbasis air, mirip plasma darah, menjadi substansi penuh nutrisi karbohidrat, protein, dan lemak. Substansi ini berperan penting dalam proses tumbuh kembang si janin. Setiap hari, si kecil akan mencerna sejumlah cairan ini, untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, maupun untuk melatih kemampuan si kecil menelan dan mencerna. Cairan amniotik tersebut mengandung rasa yang tidak pasti, rasa berubah sesuai makanan yang dikonsumsi ibunya. Jadi, begitu indra pengecap si kecil sudah cukup berkembang, ia akan dapat mencicipi berbagai rasa yang terkandung dalam cairan amniotik, tergantung jenis makanan yang Anda asup.

Penerima rasa (taste receptor) yang terbentuk cepat di lidah si kecil, seiring perkembangan saraf penerima lainnya di saluran napas, memberi kemampuan pada si kecil untuk merasakan amniotik dan membauinya. Setidaknya 90% dari indera perasanya dipengaruhi oleh penerima bau (smell receptor), sehingga makanan dengan rasa yang kuat, misalnya rempah, adalah yang paling mudah dikenali janin.

Coba uji pada diri Anda sendiri. Jika Anda makan makanan berbumbu tajam, tunggu dua jam, waktu yang dibutuhkan bagi rasa makanan tersebut sampai ke cairan amniotik, Anda akan merasakan respon janin, misalnya gerakan, dll. Atau bisa saja, janin Anda tidak responsif! Apapun reaksi janin yang terjadi, Anda tidak perlu khawatir . Rasa makanan seperti itu tidak akan membuat janin stress. Rasa-rasa itu sekadar melatih janin dengan sensasi yang lebih bervariasi sehingga ia akan lebih siap saat lahir nanti.

Para peneliti menyatakan bahwa bayi yang terekspos oleh rasa tertentu di dalam rahim akan lebih menyukai makanan dengan rasa tersebut setelah mereka dilahirkan nanti. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Philadelphia menguji sekelompok ibu hamil. Para bumil ini dibagi dalam tiga kelompok: satu kelompok diberi jus wortel empat kali seminggu selama kehamilan, lalu diberikan air ketika mereka sudah melahirkan dan saat menyusui. Kelompok kedua minum air selama kehamilan, lalu diberi jus wortel saat mereka menyusui. Kelompok terakhir tidak minum jus wortel.

Ketika bayi-bayi mereka disapih dan mulai makan makanan padat, para peneliti menawarkan dua macam sereal: sereal tanpa rasa dan rasa wortel. Bayi yang terpapar jus wortel, baik melalui cairan amniotik maupun ASI, akan lebih menyukai sereal rasa wortel dan cenderung tidak akan menyeringai bila dibandingkan bayi yang belum pernah mencicipi rasa wortel.

Penelitian lain dilakukan untuk menguji apakah bau-bauan dapat diteruskan ke cairan amniotik oleh jenis makanan tertentu. Peneliti memberikan kapsul bawang putih atau kapsul gula kepada sekelompok ibu hamil. Kemudian , para peneliti mengambil contoh cairan amniotik pada bumil tersebut. Sekelompok orang diminta melakukan tes penciuman, dan sampel dari para ibu yang telah menelan kapsul bawang putih terdeteksi bau bawang putih.

Sepertinya memang benar kata orang: you are what you eat. Dan anehnya, apapun yang Anda makan tidak saja langsung berpengaruh pada si kecil, tetapi juga mungkin memengaruhi pilihan rasa si kecil di masa depan. Ilmuwan Perancis melakukan sebuah studi untuk mendukung fakta tersebut: 12 ibu hamil diberikan biskuit dan permen berlapis coklat sekitar 10 hari sebelum melahirkan. Beberapa jam setelah para wanita tersebut melahirkan, reaksi bayi mereka terhadap bau coklat lebih tampak dibandingkan dengan bayi yang tidak terpapar bau tersebut sebelumnya.

Paparan terhadap sebuah aroma di masa antenatal dan setelah melahirkan diyakini dapat meningkatkan kenikmatan terhadap rasa tersebut, selama masa penyapihan maupun setelah mereka dewasa. Hal ini menjelaskan mengapa berbagai negara memiliki preferensi budaya dan etnis tertentu terhadap makanan dan rasa. Seorang anak Indonesia, misalnya, tumbuh dengan preferensi rasa yang berbeda dengan anak-anak Perancis, China, atau India – dan kegemaran tersebut dapat disebabkan oleh tereksposnya anak-anak terhadap rasa cairan amniotik yang pertama kali mereka rasakan.

Menjaga kebiasaan makan sehat dan seimbang selama masa kehamilan penting untuk memberi makanan si kecil yang sedang tumbuh. Namun, dengan Anda menganut kebiasaan makan makanan yang bervariasi, si kecil nantinya akan lahir dengan kebiasaan menikmati makanan sehat. Dengan makan yang benar, Anda dapat menghapus kemungkinan si kecil menyukai permen dengan kegemarannya pada brokoli.

Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :

  1. Keith L. Moore, et al. 2000. Fetal Growth and Development. The South Dakota Departement of Health.

  2. Women Health Care Physicians. 2015. Prenatal Development: How Your Baby Grows During Pregnancy. The American College of Obstetric and Gynecology.

  3. Giussepe M, et al. 2015. Pregnancy, Embryo Fetal Development and Nutrition: Physiologi around Fetal Programming. Journal of Histology and Histopatology: University of Catania: Italia.

  4. Deki Pem. 2015. Factors Affecting Early Childhood Growth and Development: Golden 1000 ages. Medical Science University of Bhutan: Bhutan.

  5. J A Dipietro. 2008. Prenatal Development. Johns Hopkins University: Baltimore.

Mengapa Ibu Hamil Keranjingan Makan?

You are what you eat

tapi apa maksudnya bila tiba-tiba Anda makan pisang dengan saus?

 

Dalam banyak kejadian, ciri-ciri hamil digambarkan dengan keranjingan makan es krim dan acar. Kita juga kerap mendengar seorang teman yang tiba-tiba kepingin makan banyak daging merah atau tiba-tiba tidak suka kopi sama sekali. Bahkan, 75 persen dari ibu hamil (bumil) akan doyan ngemil jenis-jenis makanan tertentu sampai usia kehamilannya mencapai 40 minggu.

Mungkin Anda tidak heran kalau mendengar bahwa keranjingan makan yang sering terjadi adalah ngemil yang manis-manis, berlemak, seperti coklat atau kue donat; juga keranjingan terhadap cemilan asin dan berbumbu. Tetapi jenis makanan yang disuka bumil ini bervariasi, tergantung pada latar belakang masing-masing. Di Tanzania, misalnya, bumil umumnya akan senang makan daging, mangga, yogurt, dan buah jeruk. Sementara di Kamboja, para bumil senang ngemil makanan yang gurih dan berbumbu.

Sebaliknya, ada ibu hamil yang tidak suka makan dan merupakan hal yang juga mengejutkannya dengan keranjingan karena perubahan kebiasaan dari saat sebelum hamil. Datang tiba-tiba dan sulit dikontrol. Anda bisa jadi hanya inginkan roti gosong dengan olesan tebal mentega tak peduli siang atau malam.

Kapan kesukaan atau justru penolakan terhadap makanan itu terjadi? Doyan ngemil umumnya terjadi pada kehamilan pertama, meski para ahli tidak dapat menentukan kapan tepatnya kebiasaan ini dimulai. Sementara 60% dari kasus tidak doyan makan dimulai pada trimester pertama kehamilan, tepatnya ketika mual-mual mulai timbul, menurut sebuah jurnal yang membahas mengenai appetite. Tidak doyan makan umumnya tidak menimbulkan masalah setelah trimester pertama, tetapi keranjingan justru bisa berkelanjutan sepanjang masa kehamilan.

Sebuah studi lain dari University of Connecticut memperlihatkan bahwa perempuan lebih banyak mengonsumsi makanan yang manis di trimester kedua dan keranjingan makanan gurih seiring bertambahnya usia kandungan.

Apa yang terjadi? Beberapa ahli mengatakan bahwa keranjingan makan ini sebenarnya adalah intuisi tubuh ketika terjadi kekurangan nutrisi. Perilaku keranjingan makanan berbahan dasar susu pada bumil dianggap biasa karena rata-rata perempuan mengonsumsi hanya tiga perempat dari kebutuhan kalsium hariannya. Tidak demikian halnya dengan kesukaan terhadap makanan gurih. Tubuh Anda memang membutuhkan lebih banyak sodium karena volume darah yang meningkat, tetapi pada umumnya kita sudah mengonsumsi terlalu banyak garam. Namun, belum ada bukti yang mendukung teori ini.

Teori lain menyebutkan bahwa tidak doyan makan adalah mekanisme perlindungan ibu dan bayinya terhadap racun-racun dari lingkungan sekitar. Lihatlah berapa banyak perempuan yang tiba-tiba mual dengan kopi, terutama di minggu-minggu awal kehamilan. Bumil juga mungkin tidak doyan sayuran pahit atau beraroma tajam, dan itu justru menghindari bumil dari keracunan.

Penyebab lain dari dua perilaku seputar kebiasaan makan bumil adalah perubahan hormon tubuh. Para ahli meneliti keranjingan makan dalam kaitannya dengan kadar progesteron dan prolaktin, yang dapat memengaruhi nafsu makan. Perubahan hormon ini berpengaruh pada sensitivitas terhadap bau dan rasa, dan berkaitan erat dengan tekstur makanan yang dikonsumsi bumil. Es adalah makanan favorit bumil karena rasa lezatnya, juga efek dingin dan menyegarkannya.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa doyannya bumil terhadap makanan dipengaruhi oleh pola pikir kita tentang apa yang harus dimakan, misalnya buah dari produk-produk susu yang berefek mendinginkan, atau hal-hal klise yang sering kita lihat di televisi. Perilaku ini bertambah intensif saat bumil gelisah. Memang menggoda untuk mengalihkan pikiran ke makanan. Banyak bumil memilih cemilan anak-anak yang cenderung hambar, misalnya keju dan roti bakar, puding beras, atau pasta dengan butter. Ada hal positif disini, karbohidrat akan meningkatkan kadar hormon serotonin yang akan membuat Anda lebih rileks.

Namun, perilaku keranjingan ini bisa menggila. Beberapa bumil bisa berjingkat-jingkat ke dapur di malam hari dan makan kerak makanan di dinding panci atau mengendus semir sepatu. Perilaku semacam ini disebut pica, keranjingan hal-hal yang bukan makanan, misalnya bau tanah dan pasta gigi. Fenomena seperti ini ditemui di berbagai budaya, bahkan terjadi sejak lama. Dalam beberapa tradisi, perilaku keranjingan ini dinanti-nanti, bahkan didorong sebagai semacam perlindungan atau pertanda baik. Sebuah studi tahun 2000, para ibu di Mexico mengatakan bahwa memakan segumpal tanah liat suci akan mendatangkan berkah. Dan barangsiapa menolak ngidam, maka bayinya tidak akan pernah puas (lahir dengan mulut ngiler), dan bila ngidamnya dipenuhi maka bayinya akan senang dan bersih.

Jadi, haruskah Anda menolak ngidam? Ya, jika Anda ngidamnya membaui asap mobil atau ngemil batu bata, mungkin Anda harus bicara dengan dokter apakah Anda kekurangan nutrisi tertentu. Namun tidak ada data yang mendukung bahwa ngidam berakibat buruk pada bayi. Yang Anda harus lakukan adalah menggantinya dengan sesuatu yang lebih menyehatkan; makan sedikit tetapi sering karena kadar gula dalam darah yang rendah akan memicu keinginan ngemil. Makan lebih banyak ikan juga dapat membantu karena minyak dari ikan tersebut akan mengurangi keinginan Anda untuk ngemil.

Jika Anda sangat ingin makan coklat, Anda mungkin sedang kekurangan zat magnesium dan cobalah ngemil biji (kuaci) bunga matahari. Keletihan juga dapat meningkatkan keinginan ngemil, jadi Anda sebiknya tidur cukup di malam hari dan istirahat di siang hari. Dan yang penting adalah semangati diri Anda untuk melalui tahap yang aneh, tetapi sangat berarti dalam kehamilan Anda.

Penulis:
Reqgi First Trasia, dr.

 

Referensi :
1. Ministry of Health. 2006. Food and nutrition guidelines for Healthy Pregnant and Breastfeeding Women. Wellington : New Zealand.
2. Crawley, Helen. 2014. Eating well for Healthy Pregnancy: A Practical Guide. Queens Road : London.
3. National Health and Medical Research Council. 2007. Healthy Eating during your Pregnancy. Departement of Health and Aging : Australian Government.
4. Australian Dietary Guidelines. 2008. Food Savety during Pregnancy. Departement of Food Authority : New Zealand.
5. Williamson, C.S. 2006. Nutrition in Pregnancy. British Nutrition Foundation : London.

Makanan dan Minuman Hebat untuk Kehamilan

Kehamilan merupakan masa-masa yang tidak hanya menggembirakan dan menyenangkan, namun juga menegangkan dan seringkali membuat calon ibu was-was akan kecukupan gizi jabang bayinya. Tidak jarang ibu hamil bingung untuk memilih menu makanan yang menyehatkan bagi ibu dan calon bayi, tetapi pada kenyataannya kesehariaannya lebih didominasi dengan makanan siap saji atau panganan tinggi kalori rendah nutrisi.

Jika anda adalah satu diantaranya, ini saatnya anda beralih ke makanan yang lebih sehat untuk menambah energi yang anda butuhkan di masa kehamilan dan berkreasi dengan campuran bahan-bahan alami bernutrisi demi tercapainya tumbuh kembang janin yang optimal. Di trimester kedua dan ketiga, anda akan membutuhkan tambahan sebanyak 300 kalori setiap hari, sehingga memerlukan asupan makanan dengan porsi yang baik dan bergizi. Berikut ini adalah beberapa sumber makanan dan minuman yang tinggi

Alpukat

Alpukat mengandung nutrisi menyehatkan: vitamin C dan B6 yang bagus untuk jaringan dan pertumbuhan otak janin; potasium yang membantu mengatur keseimbangan cairan, dan folat yang penting untuk perkembangan sistem saraf janin. Iris-iris untuk dibuat salad atau blender untuk dijadikan olesan roti.

Brokoli

Semua jenis brokoli mengandung karotenoid, yakni zat antioksidan yang baik untuk mata si janin. Brokoli juga mengandung potasium yang dapat membantu mengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. Ada pula vitamin A dan C didalamnya. Sayuran ini bisa dikukus, ditumis, atau dicampurkan dalam sup.

Pisang

Buah yang satu ini kaya akan potasium sehingga baik untuk mencegah kekurangan elektrolit. Selain itu, pisang juga mengandung asam amino tryptophan yang dapat membantu si kecil mudah tidur. Tambahkan irisan pisang dalam sarapan anda, jadikan campuran smoothie, atau dimakan begitu saja karena buah yang padat energi ini mudah dibawa kemana-mana.

Ikan salmon

Ikan salmon mengandung asam lemak omega-3 dan vitamin B. Omega-3 sangat baik untuk pertumbuhan otak dan perkembangan penglihatan janin. Panggang salmon dan hidangkan sebagai steak dan tambahkan salad. Atau buatlah roti lapis (sandwich) dengan campuran salmon kalengan.

Keju

Keju hasil pasteurisasi mengandung kalsium, fosfor, dan magnesium yang dapat menguatkan tulang anda maupun si kecil. Keju mengandung cukup banyak lemak, jadi konsumsi dalam jumlah sedikit atau taburkan di atas makanan. Sementara keju lembek yang umumnya bukan hasil pasteurisasi juga boleh dikonsumsi asalkan dimasak hingga matang.

Ubi

Ubi manis mengandung folat, serat, potasium, dan vitamin C. Nah, vitamin C dapat membantu menumbuhkan daya tahan tubuh si kecil dan menguatkan tulang, gigi, serta pembuluh darah. Coba panggang ubi manis, haluskan, atau potong-potong untuk dijadikan ubi goreng dan makan bersama keju, ikan, atau daging panggang.

Daging sapi

Irisan daging sapi tanpa lemak dapat menambah zat besi dalam tubuh, sehingga jika anda merasa lelah, seiris steak akan membuat anda lebih nyaman. Zat besi membantu penyaluran oksigen ke janin, mencegah anemia, dan mencegah ternjadinya kelahiran prematur. Daging sapi juga mengandung protein yang mudah diserap tubuh, yaitu zink dan vitamin B.

Telur

Ini dia pilihan untuk cemilan, cepat dimakan kapan saja. Telur adalah sumber protein dan asam amino penting, vitamin, dan mineral, asalkan dimasak sampai benar matang. Telur juga kaya mineral kolin yang sangat penting untuk perkembangan otak janin dan memperbaiki ingatan.

Gandum

Oat, roti gandum utuh (whole wheat), pasta, beras merah, roti dari bulir rye, dan makanan berbahan dasar bulir utuh lainnya mengandung lebih banyak nutrisi dan serat (dapat mencegah konstipasi) daripada bulir yang diproses. Jadikan bubur untuk sarapan atau pasta gandum utuh untuk makan malam.

Buah beri

Selain sebagai sumber vitamin C yang sangat bagus, buah-buah berry juga kaya akan zat antioksidan yang membantu melawan radikal bebas dan mencegah kerusakan sel. Buah beri segar (blueberry, strawberry, raspberry) dapat anda nikmati sebagai cemilan atau masukkan dalam menu sarapan. Sedangkan buah beri yang dibekukan dapat anda tambahkan ke dalam smoothie, yogurt, atau bubur.

Minuman Terbaik

Yang terbaik adalah air putih, tetapi bila anda ingin yang lebih menyegarkan, tambahkan perasan jeruk lemon atau jeruk nipis dan jus buah. Susu sangat baik untuk memenuhi kebutuhan kalsium, vitamin D dan K, serta asam lemak Omega-3. Segelas jus buah atau smoothie sama dengan satu porsi buah dan sayur. 19% cairan tubuh kita sehari-hari diperoleh dari makanan, dan kita harus memenuhi 81% lagi melalui minuman. Kebutuhan itu meningkat saat kehamilan, sekitar 30 ml lebih banyak per harinya.

Selamat makan!

Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :

  1. Ministry of Health. 2006. Food and nutrition guidelines for Healthy Pregnant and Breastfeeding Women. Wellington : New Zealand.

  2. Crawley, Helen. 2014. Eating well for Healthy Pregnancy: A Practical Guide. Queens Road : London.

  3. National Health and Medical Research Council. 2007. Healthy Eating during your Pregnancy. Departement of Health and Aging : Australian Government.

  4. Australian Dietary Guidelines. 2008. Food Savety during Pregnancy. Departement of Food Authority : New Zealand.

  5. Williamson, C.S. 2006. Nutrition in Pregnancy. British Nutrition Foundation : London.

7 Perasaan Unik Saat Hamil Muda

Ketika seorang wanita sedang hamil trimester pertama, mungkin ia akan merasa ada sesuatu yang berbeda sekalipun belum mengetahui hasil tes kehamilan. Bila Anda tiba-tiba tidak suka rasa kopi yang setiap hari Anda teguk atau aromanya membuat Anda mual, nah bisa jadi ini suatu pertanda ada perubahan dalam diri Anda. Apa saja ya perasaan unik tersebut?

Rasa Logam di Lidah

Dysgeusia adalah rasa logam di mulut yang tidak menyenangkan. Fenomena ini dapat disebabkan oleh peningkatan kadar hormon esterogen dalam tubuh kita. Mungkin juga efek dari retensi air pada indra pengecapan Anda. Anehnya, mengonsumsi makanan yang manis malah memperburuk rasa mineral di mulut Anda. Tetapi menyikat gigi dengan pasta gigi rasa mint akan membantu menghilangkan rasa logam ini. Mengonsumsi makanan yang asam atau menambahkan sedikit cuka pada salad atau keripik juga dapat membantu mengatasinya.

Selera Aneh

Apakah makanan terasa kurang asin atau terasa pahit? Kadar estrogen yang tinggi dapat berdampak pada selera makan Anda: menjadi kurang sensitif terhadap rasa asin, tetapi sensitivitas pada rasa pahit makanan dan minuman justru bertambah. Ini hal biasa. Banyak ibu hamil tidak berselera pada kopi (dan alkohol) di trimester pertama kehamilannya, tetapi bukankah ini suatu perubahan yang baik?

Mabuk Perjalanan & Mual Pagi Hari

Cenderung mabuk di perjalanan? Wah, hal ini bisa bertambah buruk saat kehamilan. Anda juga akan mengalami mabuk di pagi hari. Kadar gula yang rendah menjadi pemicu rasa mual itu. Sebaiknya Anda makan teratur dan ngemil sebelum bepergian atau melakukan perjalanan jauh. Gelang khusus perjalanan (travel wristband) dapat membantu mengatasinya karena akan menekan satu titik akupresur di bagian dalam pergelangan tangan.

Payudara Membesar

Payudara Anda akan menjadi lebih sensitif dan membesar, tetapi ini karena mempersiapkan diri Anda untuk memberi ASI pada si kecil nanti. Kenakan bra yang cukup kuat menopang payudara (tanpa kawat di bagian bawah) agar Anda lebih nyaman.

Penciuman Sensitif

Indra penciuman Anda menjadi sama sensitifnya dengan indra perasa. Ini juga disebabkan oleh kadar estrogen yang meningkat. Banyak ibu hamil yang merasa sangat sensitif terhadap bau-bauan, misalnya ibu yang suka berkebun merasa tidak tahan dengan bau tanaman tertentu. Ibu hamil yang lain bahkan mencium bebauan yang tidak jelas sumbernya alias phantom smell, atau dapat membaui seseorang dari kejauhan. Nah, untuk mengatasi hal ini, coba hirup aroma lemon yang segar: teteskan minyak beraroma lemon pada pakaian atau hirup jika dibutuhkan.

Berliur seperti Bayi

Air liur berlebihan adalah gejala klasik hamil muda, dan mungkin dapat disebabkan oleh peningkatan hormon gonadotropin. Ini adalah hormon yang memelihara kehamilan. Peningkatan hormon ini mencapai puncaknya pada usia kandungan 8-11 minggu, dan setelah itu akan menurun. Mengunyah permen, memperbanyak minum air putih, dan makan dalam porsi kecil kadang akan membuat Bunda lebih nyaman.

Lelah Berlebihan

Rasa penat karena hamil mungkin agak membingungkan di awal kehamilan. Keletihan itu disebabkan oleh peningkatan kadar progesteron dan tubuh Anda memang sedang bekerja keras menumbuhkan janin. Untuk mempersiapkan diri terhadap kelahiran si kecil, tubuh Anda harus meningkatkan volume darah. Oleh karena itu, sistem tubuh Anda pun sibuk lebih banyak menyerap oksigen. Setiap ada kesempatan, ada baiknya Anda tidur siang, beristirahat sepulang kerja, dan membatasi kegiatan sosial yang menguras tenaga.

Selamat menjadi ibu!

Depok, 30 Desember 2016

Reqgi First Trasia, dr.

Referensi:

  1. Chescheir, C. Nancy, et al. 2001. Planning your pregnancy and Birth. 3rd edition. The American College of Obstetriciann and Gynecology. Washington.
  2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23 edition. Mc Graw Hill. New York.
  3. Evans, A. 2008. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
  4. Novak, Patricia D. 1996. Dorland’s Pocket and Medical Dictionary. 25th edition. WB Saunders Company. Philadelphia.
  5. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
  6. Shaony Bhatacarya, et al. 2015. The Pregnancy and Baby Book. Dorling Kindersley. London.

Depresi Postpartum

Berita mengenai mutilasi anak yang dilakukan oleh ibunya sendiri telah mendapatkan sorotan yang cukup tajam dari berbagai kalangan. Kejadian semacam itu membuahkan banyak pertanyaan mengenai motif pelakunya yang merupakan orang terdekat sang anak. Meskipun hingga kini belum ada klarifikasi yang solid dari pihak kepolisian, salah satu diagnosis diferensial dari fenomena ini mengarah pada kondisi depresi paska melahirkan atau yang lebih dikenal dengan depresi postpartum.

~

Perubahan kondisi kejiwaan adalah hal yang lazim ditemukan pada ibu yang baru melahirkan. Kelahiran si kecil merupakan hal yang bisa membuat emosi sang ibu tidak stabil karena perubahan hormon yang drastis dari kehamilan. Tingkatan kondisi kejiwaan ini bervariasi dari mulai ringan hingga berat. Berikut adalah 3 jenis kondisi kejiwaan yang dapat ditemukan paska melahirkan:

  1. Post Partum Blues /Baby Blues (PPB)

Baby Blues adalah kondisi kejiwaan yang paling ringan dan paling lazim ditemukan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 60-80% perempuan yang baru melahirkan mengalami sindrom ini. Biasanya baby blues hanya bertahan beberapa hari atau 2 minggu setelah kelahiran. Tanda-tanda baby blues diantaranya adalah:

  • suasana hati yang mudah berubah
  • gelisah
  • kesedihan
  • mudah tersinggung
  • menangis tanpa sebab
  • konsentrasi menurun
  • tidak nafsu makan
  • sulit tidur
  1. Post Partum Depression (PPD)

Depresi setelah melahirkan (PPD) adalah kondisi kejiwaan yang lebih parah dari baby blues. Gejala awal PPD seringkali serupa dengan baby blues, namun tanda tanda ini semakin kuat terasa dan bertahan lebih lama. Para ibu yang mengidap PPD biasanya kesulitan dalam mengasuh bayinya  ataupun melakukan kegiatan sehari-hari. Gejala ini biasanya berkembang beberapa minggu setelah melahirkan, atau malah 6 bulan setelahnya. Statistik menunjukkan bahwa 10-15% perempuan melahirkan mengalami PPD.

Faktor-faktor yang dapat memicu PPD adalah:

  • Kegelisahan selama masa kehamilan
  • Kejadian yang sangat menekan jiwa saat kehamilan
  • Dukungan sosial (suami dan keluarga) yang sangat minim
  • Depresi di masa lalu

Sedangkan gejala PPD dapat meliputi:

  • Depresi berlebihan atau perubahan suasana hati yang sangat parah
  • Menangis berlebihan
  • Kesulitan menjalin ikatan pada anak
  • Kehilangan nafsu makan atau makan terlalu banyak
  • Insomnia (sulit tidur)
  • Ketakutan tidak dapat menjadi ibu yang baik
  • Berpikir menyakiti bayi atau diri sendiri
  • Berpikir untuk bunuh diri
  • Sangat mudah tersinggung dan marah
  • Merasa sangat lelah
  • Kehilangan minat pada hal-hal yang dulu disukainya
  1. Post Partum Psychosis (PPP)

Post Partum Psychosis adalah gangguan kejiwaan yang paling parah yang dapat ditemukan pada ibu yang baru melahirkan. Dibandingkan baby blues dan post partum depression, PPP lebih jarang ditemukan. Gejala PPP meliputi pikiran yang terganggu, halusinasi, dan gangguan bicara juga tingkah laku.

Statistik menunjukkan bahwa 1-2 kasus PPP ditemukan dalam 1000 kasus kelahiran bayi. Namun demikian, peluang kejadiannya lebih besar ditemukan pada wanita dengan kelainan bipolar dan skizofrenia. Tidak seperti baby blues yang bisa hilang dengan sendirinya, PPP harus ditangani oleh dokter dan disembuhkan dengan obat-obat tertentu. Namun demikian, sebuah penelitian menunjukkan bahwa peran ayah dalam memperbaiki hubungan ibu dan anak pada kasus PPP sangat signifikan.

Dyna Rochmyaningsih

Sumber:

  1. Manjunath, Narasimhiah G dkk. 2011. Post Partum Blues is Common in Socially and Economically Insecured Mothers.  https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3214451/, 5 Oktober 2016.
  2. Anonim. 2016. Depression Among Women. Diunduh dari: https://www.cdc.gov/reproductivehealth/depression/, 5 Oktober 2016.
  3. Robertson, Emma, dkk. 2004. Antenatal risk factors for postpartum depression: a synthesis of recent literature. http://www.ghpjournal.com/article/S0163-8343(04)00039-8/abstract?cc=y= , 6 Oktober 2016.
  4. Anonim. 2015. Post Partum Depression. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/postpartum-depression/basics/symptoms/con-20029130, 6 Oktober 2016.
  5. Brockington, Ian. 2004. Post Partum Psychiatric Disorded. Diunduh dari: http://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(03)15390-1/abstract, 6 Oktober 2016.

Virus Zika dan Serba-serbinya

Akhir-akhir ini informasi mengenai virus zika mulai menyebar luas, membuat kita semua khawatir terutama karena virus ini disinyalir merupakan penyebab mikrosephali pada bayi baru lahir di wilayah Amerika Selatan. Mums, mari kita kenali fakta-fakta unik mengenai virus zika untuk menghindari penyakit yang disebabkannya.

Penyebaran

Seperti halnya demam berdarah atau chikungunya yang telah lebih dulu menjadi endemik di beberapa wilayah di Indonesia selama musim tertentu, virus zika merupakan golongan flavivirus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes. Di wilayah tropis, nyamuk Aedes Aegypti menjadi jenis nyamuk yang menyebarkan virus ini. Oleh karena itu, salah satu poin penting pencegahan penyakit ini adalah melindungi diri dari gigitan nyamuk.

Penularan

Selain melalui nyamuk, virus zika juga menular secara kongenital, perinatal (saat kelahiran), dan juga seksual. Kemungkinan cara penyebaran yang lainnya antara lain karena gigitan binatang seperti monyet, melalui transfusi darah, dan juga akibat paparan di laboratorium. Virus zika pernah terdeteksi terdapat pada ASI penderitanya namun belum dapat dibuktikan apakah virus ini juga menyebar melalui pemberian ASI.

Gejala

Virus ini juga menyebabkan gejala yang mirip dengan demam berdarah atau penyakit akibat virus lainnya. Gejala tersebut antara lain; demam, nyeri otot, konjunctivitis pada mata, ruam kemerahan, nyeri sendi, dan nyeri kepala. Gejala umumnya ringan dan bahkan pada kebanyakan kasus (80%) tidak bergejala sama sekali. Gejala yang terjadi juga dapat sembuh sendiri dalam rentang waktu maksimal 2 minggu.

Mikrosephali

Berita yang paling menggemparkan mengenai virus zika adalah kejadian microcephaly (kondisi dimana ukuran lingkar kepala bayi di bawah rata-rata ukuran kepala bayi dengan usia dan jenis kelamin yang sama) pada bayi di Brazil yang diduga disebabkan karena virus zika yang menginfeksi ibu hamil. Meski masih terus diteliti mengenai keterkaitan virus zika dan efeknya pada kehamilan, ibu hamil menjadi salah satu golongan yang harus waspada terhadap infeksi virus zika. Jika seorang ibu hamil baru pergi berpergian dari wilayah yang terkena wabah virus, sebaiknya  memeriksakan diri apakah terinfeksi atau tidak.

Pada orang dewasa, virus zika dapat mengakibatkan komplikasi neurologis seperti Guillain-Barre Syndrome, meningitis, dan meningoencephalitis. Virus ini jarang sekali mengakibatkan kematian.

Pengobatan

Tidak ada pengobatan yang khusus untuk menyembuhkan virus zika. Istirahat yang cukup, minum air putih yang banyak, serta obat pereda nyeri dan demam seperti parasetamol merupakan terapi yang cukup efektif untuk mengurangi gejala yang terjadi.

Pencegahan

Pencegahan terutama dengan cara menghindari gigitan nyamuk. Gunakan lotion atau spray anti nyamuk, baju lengan panjang, dan juga pelindung saat tidur. Ibu hamil hendaknya berhati-hati dalam melakukan perjalanan, hindari mengunjungi wilayah yang terkena wabah.

Pada orang yang tinggal di daerah wabah sebaiknya menghindari hubungan seksual saat hamil atau menggunakan pelindung seperti kondom.

Irma Susan Kurnia, dr.

Sumber:

  1. Plourde, Anna M & Bloch, Evan M. 2016. A Literature Review of Zika Virus. EID Journal Vol 22 No 7 Cited Dec 2016. Available at wwwnc.cdc.gov
  2. World Health Organization. 2016. Zika Virus. Cited Dec 2016. www.who.int
  3. Meaney Delman et al.2016. Zika Virus and Pregnancy: What Obstetric Health Care Providers Need to Know. Obstetrics & Gynecology: April 2016 – Volume 127 – Issue 4 – p 642–648

 

Perubahan Tubuh Wanita Setelah Melahirkan

Setelah melahirkan biasanya wanita akan mengalami berbagai perubahan dari segi fisik dan emosi. Tidak jarang ibu mengalami kekhawatiran karena adanya perubahan bentuk tubuh, pola menstruasi, dsb. Agar ibu dapat lebih siap menghadapi perubahan ini, yuk kita cari tahu apa saja hal yang dapat terjadi pada masa nifas.

Pengecilan rahim

Saat hamil, rahim seorang wanita akan terus membesar dan beratnya dapat mencapai sekitar 1 kg. Pasca melahirkan hingga beberapa minggu setelahnya, ukuran rahim akan terus mengecil sampai kembali masuk ke panggul ibu.

Pengecilan rahim setelah melahirkan

Pengecilan rahim setelah melahirkan

Darah Nifas

Selain pengecilan rahim, juga terjadi pengeluaran darah nifas. Pada hari-hari awal setelah melahirkan, darah yang keluar cukup banyak dan berwarna merah. Selanjutnya cairan yang keluar akan yang terlihat lebih cair, dan berwarna merah kecoklatan. Sekitar 10 hari hingga 2-4 minggu setelah melahirkan, cairan yang keluar akan berwarna putih-kuning.

Banyaknya darah yang keluar dan panjangnya waktu nifas dapat berbeda pada setiap wanita. Umumnya masa nifas berlangsung sekitar 5 minggu, namun pada 15% wanita dapat mengalaminya hingga 6 minggu atau lebih.

Untuk mencegah infeksi (terutama jika terdapat luka atau robekan saat proses persalinan), jangan lupa menjaga kebersihan organ wanita dan mengganti pembalut sesering mungkin, minimal 4 jam sekali.

Darah yang keluar pada masa nifas ini juga bisa tiba-tiba menjadi lebih banyak ketika sang ibu kelelahan atau stres dan akan berkurang setelah istirahat. Namun, perhatikan bila darah nifas yang keluar menjadi sangat banyak dan ada gumpalan darah yang cukup besar. Hal ini menandakan adanya perdarahan pasca salin yang tertunda. Jika mengalaminya segeralah mencari pertolongan dokter.

Ovulasi dan kembalinya menstruasi

Kembalinya menstruasi pertama pada wanita setelah melahirkan dapat berbeda-beda bergantung beberapa faktor antara lain wanita yang menyusui eksklusif umumnya akan memiliki periode tidak menstruasi dan tidak ovulasi (mengeluarkan telur) lebih lama dibandingkan yang tidak menyusui. Selain itu seberapa sering, banyak, lama bayi menyusu juga berpengaruh terhadap kembalinya menstruasi sang ibu. Kebanyakan wanita mendapatkan menstruasi pertama sekitar 12 minggu atau 3 bulan setelah melahirkan, namun ada yang lebih cepat bahkan lebih lama.

Perubahan pada kemaluan wanita

Proses melahirkan dapat menyebabkan terjadinya luka atau robekan pada kemaluan kulit maupun otot. Proses penyembuhan dapat berbeda-beda bergantung beratnya luka  dan keadaan ibu. Pembengkakan pada bibir kelamin umumnya akan membaik dalam 1-2 minggu, sedangkan kerusakan otot akan pulih dalam 6 minggu maupun hitungan bulan (tergantung berat luka).

Pada proses persalinan, leher rahim akan menipis dan membuka hingga 10 cm ntuk mendukung kelahiran bayi. Pasca melahirkan, rahim akan kembali mengecil dan bukaan rahim umumnya sudah menutup di minggu pertama pasca persalinan. Selain rahim, vagina juga akan kembali mengecil, meskipun kondisinya tidak akan kembali sama pada ukuran sebelum hamil.

Payudara bengkak
Setelah melahirkan plasenta, kadar hormon estrogen dan progesteron akan turun, sedangkan hormon prolaktin akan naik. Adanya prolaktin akan membuat pengeluaran ASI lebih banyak sehingga menyebabkan payudara penuh atau bengkak (engorgement).

Payudara akan tampak membesar pasca melahirkan, dan mengecil seiring dengan menurunnya intensitas menyusui. Sama seperti organ lainnya, payudara pun tidak akan kembali benar-benar sama seperti pada wanita yang belum pernah hamil.

Perut yang masih terlihat membesar

Proses pengecilan perut yang membesar selama 9 bulan kehamilan, tentunya memerlukan waktu yang juga tidak sebentar. Pasca melahirkan, dinding perut memang akan menjadi kendor dan lunak hingga beberapa minggu kedepan. Cepat lamanya kondisi perut kembali ke fase sebelum hamil juga bergantung pada kondisi genetik, menyusui atau tidak, kenaikan berat badan selama hamil, ukuran tubuh sebelumnya , dan  olahraga.

Rambut rontok

Selama kehamilan, rambut terlihat menjadi lebih lebat dari sebelumnya. Hal ini dikarenakan kadar estrogen yang tinggi akan memperlama fase pertumbuhan rambut dan menyebabkan rambut kurang rontok dibanding biasanya sehingga terlihat lebat. Nah setelah ibu melahirkan, kadar estrogen perlahan turun dan rambut akan menjadi lebih banyak rontok. Pada sebagian wanita, kerontokan rambut ini terjadi di beberapa bulan pertama pasca melahirkan.

Selang beberapa bulan pasca melahirkan, proses pertumbuhan rambut ini akan kembali normal pada keadaan semula. Selain rambut, terjadi juga pertumbuhan bulu yang cukup lebat di wajah, tangan atau kaki pada sebagian wanita. Bulu tersebut pun akan perlahan berkurang dan umumnya menghilang setelah 6 bulan pasca melahirkan.

Perubahan pada kulit

Adanya perubahan hormonal, emosi, perasaan stres, dan lelah saat kehamilan maupun setelah persalinan akan menimbulkan sedikit perubahan dan permasalahan pada kulit.. Umumnya, wanita yang timbul banyak jerawat selama kehamilan, akan mengalami penyembuhan setelah Ia melahirkan. Sebaliknya wanita yang wajahnya cenderung bersih saat hamil, dapat timbul jerawat beberapa bulan setelah melahirkan.

Noda hitam di wajah yang muncul akibat kehamilan (kloasma), umumnya akan menghilang setelah melahirkan, seiring menurunnya kadar hormon. Selain jerawat dan kloasma, permasalahan kulit lainnya yakni stretch mark. Stretch mark timbul selama kehamilan oleh karena tubuh yang tumbuh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan kulit. Setelah melahirkan, warna stretch mark perlahan akan berubah menjadi warna yang lebih terang atau putih, namun sayangnya tanda ini akan menetap dan sulit menghilang. Timbulnya stretch mark pada kehamilan salah satunya juga dipengaruhi oleh genetik.

Sulit buang air besar

Selain karena proses melahirkan, kesulitan buang air besar (sembelit) juga sering disebabkan adanya perasaan takut nyeri, terutama pada wanita mengalami robekan atau luka saat melahirkan, sehingga Ia pun enggan atau menunda untuk buang air besar dan pada akhirnya feses menjadi keras atau sulit dikeluarkan. Keadaan ini dapat diatasi dengan minum air dan jus atau sayuran serta membiasakan /memberanikan diri untuk buang air besar

Selain perubahan fisik, terjadi juga perubahan emosional pasca melahirkan yang dikenal dengan sindroma baby blues. Mengetahui apa yang terjadi pada masa nifas tentunya menjadi penting bagi ibu untuk mempersiapkan diri dan emosi sebaik-baiknya. Semoga bermanfaat.

dr. Arfenda Puntia Mustikawati

12/09/2016

Sumber :

1. Body changes after childbirth. Available from http://www.babycenter.com/body-changes-after-childbirth.
2. Murray, S., & McKinney, E. (2010). Foundations of Maternal-Newborn and Women’s. Health Nursing (5th ed.).Maryland Heights: Saunders Elvsevier.
3. Physical Changes After Delivery (Postpartum Period). Available from http://www.webmd.com/baby/physical-changes-after-delivery-postpartum-period
4. Rauch, Catherine Ann. Your post-baby belly: Why it’s changed and how to tone it. Available from http://www.babycenter.com/0_your-post-baby-belly-why-its-changed-and-how-to-tone-it_1152349.bc
5. Spiliopoulos, Michail. Normal and Abnormal Puerperium. Available from http://emedicine.medscape.com/article/260187-overview.
6. The Truth About Pregnancy Stretch Marks. (cited 2016 Oct 10 ) Available from http://www.webmd.com/baby/features/stretch-marks#2

Menghadapi Trauma Jalan Lahir Paska Melahirkan

Adalah lumrah bila mommies merasa takut, cemas, sekaligus harap bercampur aduk ketika si kecil ingin segera lahir ke dunia. Takut dan cemas karena kontraksi yang nyeri dan melelahkan juga resiko trauma jalan lahir seperti robekan atau lebam. Agar rasa ketakutan ini tidak mendominasi perasaan bahagia mommies mendengar tangisan pertama, alangkah baiknya jika mommies mempersiapkan diri menghadapi resiko trauma yang mungkin dihadapi saat menjemput buah hati kelak..

Trauma Jalan Lahir

Trauma jalan lahir merupakan hal yang sulit dielakkan dalam proses persalinan. Sekitar sembilan dari sepuluh persalinan disertai dengan trauma seperti robekan jalan lahir. Akan tetapi, dari seluruh robekan jalan lahir, hanya sekitar 60-70% saja yang perlu dijahit. Robekan yang parah pun sangat jarang, hanya berkisar 1% saja, sehingga para mommies tidak perlu kuatir.

Saat bersalin, desakan dari bayi yang kuat akan meregangkan area antara vagina dengan anus (daerah perineum). Regangan yang kuat terkadang melebihi kemampuan elastisitas daerah ini, sehingga terjadi robekan jalan lahir. Untuk mempercepat pemulihan, robekan tersebut biasanya akan dijahit.

Risiko lain dari persalinan normal ialah lebam. Lebam adalah kumpulan bekuan darah di antara jaringan. Dalam proses persalinan, lebam bisa terjadi akibat penekanan kepala dan anggota tubuh bayi terhadap dinding jalan lahir. Persalinan yang menggunakan alat bantu seperti forsep atau vakum juga dapat memberikan tekanan tambahan pada jalan lahir, sehingga juga bisa mengakibatkan lebam.

Beberapa mommies memiliki faktor risiko yang lebih tinggi untuk mengalami trauma jalan lahir. Mereka yang lebih mungkin robek dan lebam adalah mereka yang memiliki kondisi berikut:

  • Persalinan anak pertama
  • Sungsang
  • Bayi besar, lebih dari 4 kg
  • Persalinan dibantu oleh forsep, atau alat bantu persalinan yang digunakan bila kontraksi dan pengejanan lemah.

Apa yang bisa dilakukan mommies saat hamil untuk mencegah robekan jalan lahir?

  • Pemijatan area perineum. Pemijatan area perineum sebaiknya dilakukan sejak beberapa minggu sebelum hari perkiraan lahir. Hal ini dimaksudkan agar perineum lebih elastis dan terbiasa dengan regangan. Mommies yang rutin memijat area perineumnya terbukti menderita robekan dengan derajat yang lebih ringan dan jumlah jahitan yang lebih sedikit. Cara pemijatan perineum akan diajari saat kelas senam hamil atau kelas persiapan persalinan lainnya.
  • Kompres. Kompres perineum biasa dilakukan saat persalinan. Kompres tersebut menggunakan air hangat, yang bertujuan agar perineum tidak kaku.
  • Senam kegel. Nyeri berkepanjangan akibat robekan dan lebam dapat dikurangi dengan melatih otot-otot dasar panggul. Salah satu cara melatihnya adalah senam kegel. Senam tersebut juga dianjurkan untuk dilakukan sejak beberapa minggu sebelum hari perkiraan lahir.

Apa yang akan dilakukan dokter/bidan bila saat persalinan terjadi robekan jalan lahir?

Apabila terjadi robekan jalan lahir, yang dilakukan oleh bidan atau dokter mommies adalah memeriksa dan mengevaluasi seberapa besar keparahan dari robekan tersebut. Penanganan lebih lengkap bisa dilihat pada tabel di bawah ini:

Derajat Robekan

Keparahan

Kekerapan

Penanganan

1

Robek kecil, sedalam kulit saja

30 – 40 %

Tidak perlu dijahit

2

Robek cukup dalam sampai ke lapisan otot

59 – 99 %

Bisa tidak dijahit, namun penyembuhan akan lebih cepat dan rapi bila dijahit

3

Robek cukup dalam sampai ke lapisan otot meluas sampai ke daerah perineum (antara vagina dengan anus) dan mencapai lapisan otot sekitar anus

Memerlukan jahitan

4.

Robekan cukup dalam dan luas sampai merobek otot anus dan bahkan bisa meluas ke arah usus.

1 %

Memerlukan jahitan

Derajat trauma jalan lahir

Proses jahit luka robekan tersebut dilakukan langsung di kamar bersalin, menggunakan bius lokal atau melanjutkan bius ILA apabila persalinan saat itu dibantu dengan bius, dengan benang yang dapat diserap oleh tubuh, sehingga nyeri akibat regangan jahitan dapat diminimalisir. Pada robekan derajat 4 yang parah, terkadang mommies harus dipindahkan ke kamar operasi, dan dilakukan penjahitan menggunakan bius total

Untuk mencegah robekan yang besar, dokter atau bidan anda terkadang memutuskan untuk melakukan episiotomi.

50_episiotomy

Episiotomi adalah pemotongan / pengguntingan area jalan lahir yang dilakukan pada saat bayi sudah dalam posisi hampir keluar. Episiotomi dilakukan hanya bila dokter atau bidan mommies menilai risiko robekan akan terjadi cukup parah, bila perlu persalinan secepat mungkin karena faktor ibu maupun bayi, dan bila persalinan dilakukan menggunakan alat bantu. Apabila episiotomi dilakukan, luka yang terjadi akibat tindakan tersebut akan dijahit, dan akan sembuh dalam waktu 2 – 6 minggu. Namun, tindakan episiotomi ini tetap tidak dapat menjamin tidak ada robekan tambahan akibat proses persallinan.

Terapi apa yang akan diberikan dokter/bidan setelah menjahit luka?

Setelah proses jahit menjahit selesai, dokter akan bidan akan memberikan terapi agar luka robekan jalan lahir dan lebam dapat sembuh dengan cepat. Terapi tersebut terdiri dari pemberian obat dan terapi penunjang. Obat yang mungkin dan biasanya diberikan adalah antibiotik untuk mencegah infeksi, pengurang nyeri agar lebih nyaman, dan terkadang diberikan obat pelunak tinja agar regangan area jahitan berkurang saat mommies buang air besar. Terapi penunjang yang terkadang diberikan adalah pemasangan kateter terutama bagi mommies yang mengalami robekan yang cukup besar, dan istirahat untuk dipantau sekitar 24 jam.

Bagaimana bila luka tersebut disertai lebam?

Bagi mommies yang juga mengalami lebam di jalan lahir, maka dokter / bidan akan mengevaluasi lebam tersebut. Apabila lebam berukuran kecil dan tidak membesar, biasanya tidak ada terapi tambahan yang diberikan. Apabila lebam yang ditemukan lebih besar, terkadang perlu tindakan pengeluaran bekuan darah yang tertahan di jaringan, agar mommies tidak mengalami nyeri yang berkepanjangan.

Bagaimana proses penyembuhan luka akibat trauma persalinan?

Penyembuhan luka robekan jalan lahir dan lebam biasanya berlangsung cukup cepat. Mayoritas luka jahitan akan sembuh dalam waktu 3-4 minggu, dan lebam akan sembuh hanya dalam waktu beberapa hari saja. Biasanya nyeri akan benar-benar hilang paling lambat 2 bulan setelah bersalin. Bagi mommies yang mengalami robekan derajat 3 parah atau derajat 4, pemulihan dapat memakan waktu hingga 1 tahun, dikarenakan tubuh butuh waktu lebih untuk pulih dari kerusakan jaringan yang cukup besar.

Adakah efek jangka panjang dari trauma jalan lahir?

Beberapa mommies dapat mengalami keluhan yang menetap dalam jangka panjang,misalnya:

  1. Nyeri saat buang air besar, akibat regangan pada jaringan yang baru pulih. Apabila mommies mengalami hal tersebut lebih dari 1 tahun atau nyeri tersebut semakin parah dari kondisi sebelumnya, konsultasikan ke dokter/bidan anda.
  2. Nyeri saat berhubungan intim. Untuk mencegahnya, pastikan hubungan intim dilakukan setelah masa nifas selesai, didahului oleh foreplay yang cukup, dan bila perlu dibantu oleh cairan lubrikan agar tidak terlalu memberikan gesekan pada jaringan yang baru pulih. Kesiapan psikologis dari mommies untuk berhubungan kembali juga perlu diperhatikan, agar tidak terjadi kekakuan otot-otot sekitar vagina yang dapat menimbulkan rasa nyeri.

Apa yang bisa mommies lakukan untuk mengurangi nyeri saat proses penyembuhan?

  • Kompres. Kompres area jahitan dilakkan dengan menggunakan kompres dingin yang dilapisi oleh handuk atau kain lembut. Kompres tersebut dilakukan paling lama 20 menit saja, dan diberi selang waktu setidaknya 1 jam sebelum mengulangi tindakan kompres.
  • Penyemprotan air suam-suam kuku ke area luka jahitan saat buang air kecil dapat mengurangi nyeri dengan pengenceran air seni. Selain itu, air yang disemprotkan dapat lebih membersihkan area perineum dan perianal, sehingga luka jahitan tidak mudah infeksi. Jangan lupa mengeringkan area kemaluan dengan baik setelah membasuh dengan air.
  • Cegah konstipasi. Tinja yang keras dapat mengakibatkan luka jahitan pascapersalinan menjadi nyeri akibat teregang. Oleh karena itu, agar mommies lebih nyaman dan penyembuhan menjadi lebih cepat, lakukan langkah pencegahan konstipasi meliputi mengkonsumsi makanan tinggi serat seperti buah-buahan dan sayur-sayuran, serta banyak minum air. Apabila cara tersebut belum berhasil, konsultasikan dengan dokter mommies untuk dilakukan evaluasi perlu tidaknya bantuan suplemen pelunak tinja agar BAB tidak keras dan lebih nyaman.
  • Gunakan obat pengurang nyeri. Apabila luka jahitan terasa nyeri dan mengganggu aktivitas mommies, penggunaan obat pengurang atau pereda nyeri diperbolehkan. Dikarenakan mommies biasanya akan menyusui setelah melahirkan, maka obat pereda nyeri yang dianjurkan adalah obat yang aman untuk ibu menyusui. Salah satu obat pereda nyeri yang aman dan mudah untuk didapatkan adalah parasetamol. Apabila mommies ingin menggunakan obat pereda nyeri lain, selalu konsultasikan dengan dokter/bidan anda. Mintalah resep dokter sebelum memberi obat pereda nyeri lain, agar memastikan bahwa obat yang dikonsumsi aman untuk anda.
    Mencegah Infeksi Luka Bersalin

Bagaimana mencegah infeksi pada bekas luka trauma persalinan?

Menjaga kebersihan atau higienitas area kemaluan dapat dilakukan dengan cara mandi setiap hari, mengganti pembalut bersalin secara rutin, cuci tangan setiap sebelum dan sesudah mengganti pembalut bersalin, dan mengeringkan area kewanitaan setiap habis buang air kecil dan buang air besar. Hal ini dilakukan agar kuman tidak sempat tumbuh dan berkembang biak di area tersebut, yang dapat mengakibatkan infeksi.

Sirkulasi udara di sekitar kemaluan juga harus diperhatikan agar kuman tidak berkembang biak dengan cepat. Gunakan pakaian dalam berbahan katun yang tidak ketat. Pilih bawahan berupa rok, atau celana yang longgar dan tidak ketat. Sirkulasi udara yang baik mencegah area kemaluan menjadi basah akibat berkeringat sehingga area tersebut tidak lembab dan kuman tidak mudah berkembang biak.

Selain cara-cara di atas, infeksi luka bersalin dapat dicegah juga dengan melatih otot-otot rongga panggul. Otot rongga panggul yang terlatih dapat mengurangi kejadian mengompol, sehingga area kemaluan mommies menjadi lebih higienis. Selain itu, olahraga tersebut dapat membantu meningkatkan peredaran darah ke area kemaluan, sehingga penyembuhan juga berlangsung lebih cepat. Cara melatih otot-otot rongga panggul adalah dengan senam kegel atau dapat juga menggunakan gerakan senam hamil.

Kapan mommies perlu kontrol ke dokter?

Biasanya dokter/bidan mommies akan menjadwalkan kontrol sekitar 1 minggu setelah persalinan dan 6 minggu setelah bersalin. Apabila ada kekuatiran akan kondisi yang dialami mommies, atau bila muncul gejala yang tidak wajar, tentu saja mommies dapat kontrol lebih awal. Manfaatkan saat kontrol tersebut untuk berdiskusi tenang berbagai macam hal terkait kondisi setelah melahirkan, termasuk kapan waktu yang tepat untuk berhubungan intim.

Ada beberapa kondisi yang mengharuskan mommies membuat perjanjian sesegera mungkin dengan dokter kepercayaan mommies. Lakukan perjanjian rawat jalan segera apabila mengalami:

  1. Peningkatan nyeri luka jahitan, walaupun telah mengkonsumsi obat pereda nyeri
  2. Tercium aroma tidak sedap dari luka jahitan pascapersalinan
  3. Nyeri saat berkemih
  4. Sulit mengendalikan buang air besar, sehingga kerap keluar sebelum sampai ke toilet
  5. Adanya tinja atau kotoran yang ikut keluar saat mommies buang gas
  6. Nyeri perut bagian bawah

Kesimpulan

Robekan jalan lahir dan lebam kerap terjadi saat persalinan, yang terjadi akibat desakan janin saat proses persalinan, dan paling sering terjadi pada mommies yang melahirkan untuk pertama kalinya, atau besalin menggunakan alat bantu. Untuk memperkecil risiko terjadinya robekan dan lebam, sebelum persalinan mommies dapat memijat dan mengkompres area perineum dan melakukan senam kegel. Apabila robekan dan lebam terjadi, mommies dapat melakukan langkah-langkah untuk mengurangi nyeri dan mencegah infeksi luka jahitan dengan cara kompres area jahitan, menjaga kebersihan dan sirkulasi udara area kemaluan, mengkonsumsi obat pereda nyeri, dan tetap melatih otot rongga panggul. Jangan lupa perhatikan gejala atau tanda yang memerlukan penanganan segera dari dokter mommies.

Rizi Cinderasuci, dr., MARS

07/16/2016

Referensi

  1. Andrews V, Thakar R, Sultan AH, et al. 2008. Evaluation of postpartum perineal pain and dyspareunia – a prospective study. European Journal of Obstetrics & Gynecology and Reproductive Biology 137(2):152-156
  2. Beckmann MM, Garrett AJ. 2006. Antenatal perineal massage for reducing perineal trauma. Cochrane Database of Systematic Reviews (1):.D005123.
  3. Blackburn S, 2007. Maternal, fetal and neonatal physiology: a clinical perspective. 3rd. ed. St. Louis. Elsevier
  4. Chou D, Abalos E, Gyte GML,et al. 2013. Paracetamol/acetaminophen (single administration) for perineal pain in the early postpartum period. Cochrane Database of Systematic Reviews (1): CD008407
  5. Eason E, Labrecque M. George W, et al. 2000. Preventing perineal trauma during childbirth: a systematic review. Obstetrics and Gynecology 95(3):464-471\
  6. Elharmeel SMA, Chaudhary Y, Tan S, Scheermeyer E, Hanafy A, van Driel ML. 2011. Surgical repair of spontaneous perineal tears that occur during childbirth versus no intervention. Cochrane Database of Systematic Reviews
  7. Hay-Smith J, Mørkved S, Fairbrother KA, et al. 2008. Pelvic floor muscle training for prevention and treatment of urinary and faecal incontinence in antenatal and postnatal women. Cochrane Database of Systematic Reviews Issue 4. Art no CD007471.
  8. Herlihy C. 2003. Obstetric perineal injury: risk factors and strategies for prevention. Seminars in Perinatology 27113-19
  9. Hoda A, Mohamed E and El-Nagger NS. 2012. Effect of self perineal care instructions on episiotomy pain and wound healing of postpartum women. Journal of American Science: 2012:8:6
  10. Hudelist G, Gelle J, Singer C, et al. 2005. Factors predicting severe perineal trauma during childbirth: role of forceps delivery routinely combined with mediolateral episiotomy. Am J Obstet Gynecol 192(3):875-881
  11. Kettle C and Tohill S. 2011. Perineal care. Clin Evid: 1401
  12. Macarthur A, Macarthur C. 2004. Incidence, severity, and determinants of perineal pain after vaginal delivery: a prospective cohort study.Am J Obstet Gynecol 191(4):1199-1204
  13. Navvabi, S, Abedian, Z and Steen-Greaves, M. 2009. Effectiveness of cooling gel pads and ice packs on perineal pain. British Journal of Midwifery: 17:11:724-29
  14. Olds S et al. 2004. Maternal newborn nursing and women’s health care.Birth related procedures. 7th ed. Pearson Prentice Hall, 7
  15. PubMed Health. 2012. Perineal techniques during the second stage of labour for reducing perineal trauma:
  16. RCOG. 2007. The management of third and fourth-degree perineal tears. Royal College of Obstetricians and Gynaecologists, Green-top guideline 29. London: RCOG press
  17. Stepp K, Siddiqui N, Emery S, et al. 2006.Textbook recommendations for preventing and treating perineal injury at vaginal delivery. Obstetrics & Gynecology 107(2):361-366

TORCH : Kenali untuk Dicegah

Tahukah Ayah Ibu, infeksi selama kehamilan merupakan penyebab 2-3% cacat bawaan pada anak. Infeksi TORCH merupakan salah satu penyebab cacat bawaan. TORCH adalah infeksi Toxoplasmosis, Others (syphilis, varicella-zoster, parvovirus B19), Rubella, Cytomegalovirus (CMV), dan Herpes. Sebagian besar infeksi TORCH menyebabkan sakit ringan pada ibu, namun berakibat serius pada janin dalam kandungan. Lalu bagaimana cara mengenali TORCH dan mencegahnya ya? Yuk kita bahas satu-persatu.

Infeksi TORCH

Toksoplasmosis

Toksoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman parasit Toxoplasma gondii. Kuman ini dapat ditularkan pada ibu saat ibu mengkonsumsi daging sapi/babi atau minum air yang tercemar kuman T.gondii, atau tidak sengaja menelan parasit setelah menyentuh kotoran kucing yang terinfeksi. Toksoplasmosis pada ibu hamil dapat menular ke janinnya melalui plasenta.

Gejala pada ibu
Pada umumnya, ibu hamil yang menderita toksoplasmosis tidak menunjukkan gejala. Gejala yang dapat muncul meliputi rasa lelah, sakit kepala, demam, nyeri otot dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Gejala pada bayi
Toksoplasmosis dapat menyebabkan keguguran, berat lahir bayi rendah, pembesaran hati dan limpa, kuning, anemia, kejang, retardasi mental, perkapuran tengkorak, kepala kecil, atau infeksi mata yang berat. Semakin muda usia kehamilan ibu saat terinfeksi, semakin berat gejala yang timbul pada bayi.

Pengobatan
Orang dengan daya tahan tubuh yang baik tidak perlu diobati. Namun, ibu hamil atau orang dengan daya tahan tubuh lemah perlu diobati dengan antibiotik.

Pencegahan

  • Hindari konsumsi daging sapi, babi, atau kambing mentah atau setengah matang.
  • Gunakan sarung tangan saat berkebun untuk menghindari tidak sengaja menyentuh kotoran kucing.
  • Cuci buah dan sayuran dengan baik.
  • Hindaru minum susu segar yang belum dipasteurisasi.
  • Bagi pencinta kucing, sebaiknya jaga kesehatan kucing piaraan Anda dengan baik. Hindari memberi makanan yang kurang matang pada kucing. Jangan lupa gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan kotorannya.

Others: Cacar air

Cacar air adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster (VZV). Cacar air menular melalui droplet/percikan ludah yang keluar saat bersin atau batuk. Pada ibu hamil, cacar air menular ke janinnya melalui plasenta.

Gejala pada ibu
Gejala cacar air baru muncul 10-21 hari setelah tertular. Timbul demam selama 1-2 hari, yang diikuti munculnya ruam dan bruntus berisi cairan yang berwarna kemerahan pada kulit. Ruam muncul mulai dari kepala, badan kemudian tangan dan kaki. Ibu hamil dapat mengalami pneumonitis (infeksi paru-paru berat) dengan gejala batuk kering, sesak nafas, demam dan nyeri dada. Cacar pada ibu hamil termasuk salah satu kegawatan medis dan memerlukan perawatan intensif.

Gejala pada bayi
Cacar air pada ibu hamil dapat menyebabkan keguguran. Jika bayi lahir, akan timbul sindrom varicella kongenital, yang terdiri dari katarak, otak mengecil, perkembangan saraf terhambat, terdapat kelainan tulang dan kulit, serta infeksi mata. Jika ibu hamil terkena penyakit cacar air antara 5 hari sebelum melahirkan dan 2 hari setelahnya, kekebalan ibu belum terbentuk (bayi tidak mendapat kekebalan bawaan dari ibu), sehingga bayi akan terkena penyakit cacar air yang berat. Sebanyak 30% bayi dengan sindrom varicella kongenital meninggal dalam 1 bulan pertama kehidupannya.

Pengobatan
Ibu hamil dapat diberikan obat antivirus dengan pertimbangan, jika manfaatnya lebih besar dibandingkan resikonya terhadap janin.

Pencegahan
Hindari kontak dengan orang yang terkena cacar air. Cacar air masih dapat menular biarpun ruam sudah mengering dan terkelupas. Tunggu 5-7 hari setelahnya jika ingin kontak. Vaksin varicella dianjurkan minimal 2 bulan SEBELUM hamil, tidak boleh diberikan saat hamil karena berbahaya bagi janin.

Rubella/Campak Jerman

Rubella adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Virus rubella menyebabkan ruam pada tubuh mirip campak (roseola). Rubella menular melalui droplet/percikan ludah yang keluar saat bersin atau batuk. Pada ibu hamil, rubella menular ke janinnya melalui plasenta.

Gejala pada ibu
Gejala penyakit rubella baru muncul 2-3 minggu setelah tertular. Muncul ruam kemerahan pada kulit, demam, nyeri sendi dan terjadi pembengkakan kelenjar limfe (terutama pada leher dan belakang telinga).

Gejala pada bayi
Sindrom rubella kongenital terdiri dari katarak, kelainan jantung dan saraf, gangguan pendengaran (tuli), pertumbuhan janin terhambat, perkapuran tengkorak, mikrosefali (kepala kecil), peradangan tulang, pembesaran hati dan limpa. Sebagian besar kelainan tersebut muncul pada bayi jika ibu terinfeksi rubella selama 12 minggu pertama kehamilan. Jika ibu hamil terinfeksi rubella setelah usia kehamilan 18 minggu, semakin kecil resiko munculnya sindrom rubella kongenital pada bayi.

Pengobatan
Tidak ada pengobatan yang spesifik, biasanya akan sembuh dengan sendirinya.

Pencegahan
Hindari kontak dengan orang yang terkena rubella. Vaksin MMR dianjurkan minimal 2 bulan SEBELUM hamil, tidak boleh diberikan saat hamil karena berbahaya bagi janin.

CMV (Citomegalovirus)

CMV adalah penyakit yang disebabkan oleh virus sitomegalovirus. CMV ditularkan melalui air liur, urin, sebagai penyakit menular seksual dan transfusi darah (jarang). Wanita yang sering berurusan dengan anak balita (misal sebagai petugas tempat penitipan anak), atau petugas kesehatan berisiko tinggi tertular CMV. Seorang ibu dapat menularkan CMV ke janinnya saat hamil melalui plasenta, saat melahirkan apabila bayi terkena cairan dari mulut rahim dan vaginanya, serta saat menyusui lewat ASI.

Gejala pada ibu
Tidak ada gejala yang muncul pada 90% ibu hamil yang terinfeksi CMV. Namun, gejala dapat muncul antara 9-60 hari setelah tertular. Gejalanya yaitu demam, lemas, nyeri tenggorokan, nyeri sendi, dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Gejala pada bayi
Infeksi CMV selama hamil dapat menyebabkan janin terhambat pertumbuhannya, anak mengalami tuli saraf, retardasi mental, perkapuran tengkorak, sakit kuning, mikrosefali (kepala kecil), hidrosefalus, pembesaran hati dan limpa, serta perkembangan psikomotornya terhambat. Biasanya, 85-90% bayi tidak menunjukkan gejala infeksi CMV saat lahir. Kelainan perkembangan, penglihatan, pendengaran atau kelainan gigi baru muncul dalam 1 tahun pertama.

Pengobatan
Ganciclovir tidak diberikan pada ibu hamil karena berbahaya untuk janin.

Pencegahan
Sering cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah mengurus anak balita. Hindari berbagi minum atau makanan (di wadah yang sama) dengan orang lain. Gunakan kondom saat berhubungan intim.

Herpes

Herpes merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh virus herpes simplex (HSV-2). Ibu hamil dapat tertular herpes dari suaminya melalui hubungan intim. Herpes pada ibu hamil dapat menular ke janinnya melalui plasenta atau penyebaran infeksi dari serviks. Pada 85% kasus, bayi terinfeksi saat proses kelahiran normal, sementara 5% selama kehamilan, dan 10% setelah lahir.

Gejala pada ibu
Vagina dan serviks ibu bengkak, merah dan terdapat lesi pada permukaannya. Selain itu terasa nyeri, gatal dan keluar cairan kekuningan dari vagina ibu. Gejala lain yaitu demam, sakit kepala, mual dan pegal-pegal.

Gejala pada bayi
Infeksi herpes selama hamil dapat menyebabkan keguguran, pertumbuhan janin terhambat, dan lahir prematur. Setelah bayi lahir, bayi dapat mengalami penyakit yang terbatas pada kulit, mata atau mulut  (45%), kelainan otak yg menyebabkan kejang, retardasi mental, dll (30%), serta berbagai kelainan pada berbagai organ tubuh (25%). Gejala-gejala tersebut biasanya muncul dalam 4 minggu pertama kehidupan bayi.

Pengobatan
Ibu hamil dapat diberikan obat anti virus dengan pertimbangan.

Pencegahan
85% bayi tertular dari ibunya saat proses kelahiran normal. Sehingga jika lesi di vagina dan serviks masih ada pada saat akan melahirkan, ibu disarankan menjalani operasi sesar untuk mencegah penularan ke bayi. Selain itu, gunakan kondom saat berhubungan intim.

Pemeriksaan TORCH

Kapan sebaiknya dilakukan?
Ibu sebaiknya melakukan pemeriksaan TORCH sebelum hamil. Jika sudah hamil namun belum melakukan pemeriksaan TORCH, dokter kandungan ibu akan meminta pemeriksaan tsb dilakukan.

Apa saja yang diperiksa?
Antibodi/kekebalan tubuh terhadap penyakit Toksoplasmosis, Rubella, CMV dan Herpes.

TORCH

Pemeriksaan Antibodi TORCH

Apa yang perlu disiapkan?
Tidak ada persiapan khusus.

Bagaimana pemeriksaan dilakukan?
Petugas laboratorium akan mengambil darah dari pembuluh darah ibu dengan jarum dan spuit.

Apa artinya hasil positif dan negatif?

  • Hasil IgM dan IgG negatif berarti ibu tidak memiliki antibodi terhadap keempat penyakit tersebut dan belum pernah terinfeksi keempat penyakit tersebut.
  • Hasil IgM positif menunjukkan saat ini ibu sedang terinfeksi penyakit TORCH.
  • Hasil IgG positif menunjukkan ibu pernah terinfeksi penyakit TORCH di masa lalu.

Kesimpulan

Infeksi TORCH selama kehamilan merupakan salah satu penyebab cacat bawaan pada bayi. Semakin muda usia kehamilan, semakin berat akibatnya pada janin. Pengobatan TORCH dapat mengurangi gejala pada ibu, namun kerusakan yang ditimbulkan ke janin tidak dapat diperbaiki. Oleh karena itu, pencegahan sangat penting. Sebelum hamil, Ibu sebaiknya memeriksakan TORCH serta mendapatkan vaksin. Saat hamil sebisa mungkin hindari sumber-sumber penularan penyakit ini.

Semoga informasi ini bermanfaat, dan Ibu selalu diberikan kesehatan selama kehamilan.

Diana Andarini, dr.

02/29/2016

Referensi

  1. Stegmann BJ, Carey JC. TORCH Infections. Toxoplasmosis, Other (syphilis, varicella-zoster, parvovirus B19), Rubella, Cytomegalovirus (CMV), and Herpes infections. Curr Womens Health Rep. 2002 Aug;2(4):253-8.
  2. Teresa Marino, Christine Isaacs. Viral Infections and Pregnancy. [cited 2016 Feb 10]. Available from http://emedicine.medscape.com/article/235213-overview#showall
  3. Infeksi Virus, Bakteri, Protozoa. In: Obstetri Williams Vol.2 Edisi 21. EGC; 2006. p. 1637-1653.
  4. Mayo Clinic. Toxoplasmosis. [cited 2016 Feb 10]. Available from http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/toxoplasmosis/basics/prevention/con-20025859
  5. Sauerbrei A, Wutzler P. The Congenital Varicella Syndrome. J Perinatol. 2000 Dec;20(8 Pt 1):548-54.
  6. Centers for Diasease Control and Prevention. Varicella. [cited 2016 Feb 10]. Available from http://www.cdc.gov/vaccines/pubs/pinkbook/downloads/varicella.pdf
  7. Royal College of Obstetricians & Gynaecologists. Chickenpox in Pregnancy. [cited 2016 Feb 10]. Available from https://www.rcog.org.uk/globalassets/documents/guidelines/gtg_13.pdf
  8. World Health Organozation. Rubella. [cited 2016 Feb 10]. Available from http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs367/en/
  9. Kauser Akhter, Michael S Bronze. Cytomegalovirus. [cited 2016 Feb 10]. Available from http://emedicine.medscape.com/article/215702-overview
  10. Björn Pasternak, Anders Hviid. Use of Acyclovir, Valacyclovir, and Famciclovir in the First Trimester of Pregnancy and the Risk of Birth Defects. JAMA. 2010;304(8):859-866. doi:10.1001/jama.2010.1206.
  11. American Association for Clinical Chemistry. TORCH. [cited 2016 Feb 10]. Available from https://labtestsonline.org/understanding/analytes/torch/tab/sample/
  12. Centers for Diasease Control and Prevention. Immunization & Pregnancy. [cited 2016 Feb 10]. Available from http://www.cdc.gov/vaccines/pubs/downloads/f_preg_chart.pdf
Ibu Hamil Naik Pesawat

Ibu Hamil Naik Pesawat, Amankah?

Saat hamil biasanya wanita memiliki kekhawatiran saat ingin bepergian ke tempat yang jauh. Apakah perjalanan tersebut aman untuk ibu dan bayi atau tidak. Termasuk salah satunya pertimbangan sebelum ibu hamil naik pesawat di trimester awal atau akhir. Belum lagi mungkin ibu pernah melihat di media ada yang bersalin saat di pesawat. Agar perjalanan ibu saat hamil menyenangkan dan selamat, sebaiknya mempertimbangkan hal berikut ini sebelum bepergian ke tempat yang jauh:

  • Ketersediaan fasilitas kesehatan yang memadai di tempat tujuan apabila terjadi komplikasi kehamilan atau terpaksa melahirkan disana.
  • Asuransi kesehatan yang dimiliki berlaku/tidak di tempat tujuan.
  • Peningkatan risiko penyakit di tempat tujuan seperti diare, malaria, dll. Diskusikan dengan dokter apakah perlu vaksinasi atau obat profilaksis untuk mencegah penyakit tersebut.
  • Risiko terjadinya sumbatan pembuluh darah vena jika lama diam selama menempuh perjalanan yang jauh dan lama (di atas 5 jam)
  • Masalah yang berkaitan dengan penerbangan (akan dibahas lebih lanjut di bawah)

Kapan waktu yang tepat untuk bepergian?

Pada trimester pertama biasanya wanita hamil mengalami mual hebat dan lemas, serta risiko keguguran masih tinggi. Sementara pada trimester ketiga bepergian bisa jadi melelahkan dan tidak nyaman, serta berisiko kelahiran prematur. Trimester kedua (usia kehamilan 14-28 minggu) merupakan saat terbaik untuk bepergian, yaitu saat dimana risiko keguguran dan lahir prematur minimal.

Ibu Hamil Naik Pesawat, Bolehkah?

Sebagian besar maskapai penerbangan memperbolehkan wanita hamil ikut penerbangan sampai usia kehamilan maksimal 36-37 minggu (32-34 minggu jika hamil kembar). Pada umumnya, ibu hamil naik pesawat aman-aman saja selama tidak memiliki masalah kesehatan atau komplikasi kehamilan. Namun, memang ada risiko keguguran dan lahir prematur pada wanita hamil yang sering bepergian dengan pesawat dan jarak tempuh yang jauh. Sebaiknya hindari naik pesawat kecil yang tidak memiliki tekanan kabin yang telah disesuaikan karena tubuh harus bekerja ekstra untuk memastikan suplai oksigen wanita hamil dan janinnya.

Selama penerbangan, resiko lain bagi penumpang pesawat ialah terpapar radiasi kosmik. Paparan radiasi kosmik selama kehamilan (dalam 40 minggu) yang diperbolehkan dan tidak menyebabkan bahaya pada janin yaitu dibawah 1 mSv (1 mSv=1000 μSv). Sebagai contoh, radiasi kosmik penerbangan Singapura-Frankfurt sebesar 39 μSv, Sydney-Buenos Aires 80 μSv. Sehingga, sebetulnya masih cukup aman radiasi kosmik dengan jarak tersebut.

Kondisi yang Tidak Disarankan Untuk Ibu Hamil Naik Pesawat

Ibu hamil sebaiknya tidak naik pesawat jika terdapat kondisi di bawah ini:

  • Anemia berat (Hb <8 g/dL)
  • Penyakit sel sabit (Sickle cell disease), penyakit turunan di mana bentuk sel darah merah ibu tidak normal seperti bulan sabit. Sel darah ini mudah hancur yang mengakibatkan anemia.
  • Baru mengalami perdarahan dari jalan lahir
  • Memiliki kelainan/sakit jantung atau paru-paru
  • Mual hebat (hyperemesis gravidarum)
  • Memiliki riwayat keguguran/kelahiran prematur
  • Tekanan darah tinggi (>140/90 mmHg)
  • Diabetes

Sebelum Ibu Hamil Naik Pesawat

Bagi ibu hamil yang relatif sehat dan hendak travel dengan pesawat, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan sebelum berangkat:

  • Periksa kebijakan maskapai penerbangan tentang wanita hamil. Sebagian maskapai penerbangan meminta surat keterangan dokter, terutama pada usia kehamilan di atas 28 minggu.
  • Datang ke bandara lebih awal agar tidak perlu terburu-buru/lari mengejar pesawat.
  • Pilih tempat duduk yang nyaman dan lega, terutama di samping lorong/aisle. Posisi tempat duduk di samping lorong juga memudahkan wanita hamil jika ingin jalan atau ke toilet.
  • Tidak memakai pakaian yang ketat.
  • Hindari makanan dan minuman yang menimbulkan gas/membuat kembung, misal minuman bersoda.
  • Buang air kecil sesaat sebelum naik pesawat.

Saat Ibu Hamil Naik Pesawat

Saat pesawat mencapai ketinggian di atas 8000 kaki (2438 m), tubuh akan mengalami hipoksia atau kekurangan oksigen. Oleh sebab itu, tubuh ibu hamil akan beradaptasi dengan mengentalkan darah, meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, serta menurunkan kapasitas metabolisme. Oleh karena itu, selama di pesawat wanita hamil sebaiknya:

  • Menjaga tubuh cukup cairan dengan banyak minum air putih atau jus.
  • Setiap 30 menit berjalan atau melakukan peregangan sederhana, serta menggunakan stoking untuk mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah vena (trombosis vena) dan bengkak pada kaki (edema).
  • Hindari makanan dan minuman yang membuat kembung, serta yang mengandung alkohol atau kafein.
  • Wanita hamil yang terpaksa naik pesawat dengan anemia berat (Hb <8 g/dL), penyakit sel sabit, atau sakit jantung, sebaiknya diberikan oksigen selama di pesawat.
  • Selalu memakai sabuk pengaman saat sedang duduk untuk mengurangi risiko cedera akibat turbulensi mendadak.
  • Sabuk pengaman dipakai tepat diantara paha dan perut, sehingga tidak menekan perut. Jika ukuran sabuk pengaman terlalu kecil, minta pemanjang sabuk (seatbelt extender) kepada pramugari.

Hal-hal lain yang harus diperhatikan dalam perjalanan :

  • Selalu minum air kemasan, atau air yang sudah direbus sampai mendidih 1-3 menit.
  • Pastikan es batu dalam minuman dibuat dari air yang sudah direbus sampai mendidih.
  • Jangan makan daging atau ikan yang mentah/setengah matang.
Posisi Sabuk Pengaman Ibu Hamil Naik Pesawat

Posisi Sabuk Pengaman

Peregangan sederhana saat di pesawat

Ada beberapa peregangan yang bisa dilakukan oleh wanita hamil selama di pesawat, diantaranya yaitu:

  • Putar kaki: Saat duduk posisi kedua kaki seperti jinjit, kaki kanan membuat gerakan memutar searah jarum jam, kaki kiri putarannya berlawanan arah. Ubah arah, ulangi.
  • Angkat telapak kaki : Posisi tumit menapak, sementara jari-jari kaki diangkat. Kemudian posisi kaki mendatar lagi. Lalu posisi kaki jinjit. Lakukan siklus ini beberapa kali.
  • Putar bahu : Angkat kedua bahu, gerakkan ke depan, turun, ke belakang, seperti gerakan memutar.
  • Peregangan badan atas: Luruskan lalu angkat kedua tangan ke atas. Pegang pergelangan tangan kiri dengan tangan kanan, tarik perlahan ke arah kanan. Tahan 15 detik, kemudian ganti tangan.
  • Peregangan bahu: Pegang siku kiri dengan tangan kanan, tarik perlahan ke arah kanan. Tahan 15 detik, kemudian ganti tangan.
  • Putar leher: Bahu dalam keadaan santai, posisi kepala miring, putar leher pelan-pelan searah jarum jam, kemudian arah sebaliknya. Ulangi.

Peregangan di Pesawat

Setiap gerakan boleh diulangi sampai 10 kali.

Kesimpulan

Persiapan sebelum bepergian sangat penting. Selalu diskusikan dengan dokter kandungan jika ada hal-hal yang dikhawatirkan. Selama tidak ada masalah kehamilan, wanita hamil bisa bepergian dengan aman dan nyaman. Selamat liburan!

Diana Andarini, dr. 

12/27/2015

  1. Air travel during pregnancy. ACOG Committee Opinion No. 443. American College of Obstetricians and Gynecologists. Obstet Gynecol 2009;114:954–5. Cited from http://www.acog.org/Resources-And-Publications/Committee-Opinions/Committee-on-Obstetric-Practice/Air-Travel-During-Pregnancy
  2. Travelling in pregnancy. National Health Service UK. Cited on Dec 23th 2015. Available from http://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/pages/travel-pregnant.aspx
  3. Air travel and pregnancy. Royal College of Obstetricians and Gynaecologists. Cited on Dec 23th 2015. Available from https://www.rcog.org.uk/globalassets/documents/patients/patient-information-leaflets/pregnancy/air-travel-pregnancy.pdf
  4. Flying while pregnant. Cited on Dec 23th 2015. Available from http://www.babycentre.co.uk/a6955/flying-while-pregnant
  5. How to Avoid Deep Vein Thrombosis on Long Plane Flights. Cited on Dec 23th 2015. Available from http://www.acefitness.org/acefit/fitness-fact-article/290/how-to-avoid-deep-vein-thrombosis-on-long/
  6. Flying and Health: Cosmic Radiation Exposure for Casual Flyers and Aircrew. Australian Radiation Protection and Nuclear Safety Agency. Cited on Dec 23th 2015. Available from http://www.arpansa.gov.au/radiationprotection/factsheets/is_cosmic.cfm
Bolehkah Ibu Hamil Minum Kopi ?

Bolehkah ibu hamil minum kopi ?

Bolehkah ibu hamil minum kopi ? Pertanyaan ini mungkin tidak asing di kalangan ibu pencinta kopi. Di satu sisi ibu hamil pencinta kopi mungkin berat meninggalkan kebiasaan ini. Namun, di sisi lain ibu mungkin khawatir akan efek kopi terhadap janin. Lalu, bagaimana sebenarnya pandangan medis terhadap hal ini?

Sekilas Tentang Kopi dan Kafein

Kopi ialah stimulan alami yang dapat meningkatkan kewaspadaan, konsentrasi dan kinerja otak. Efek ini didapat dari kandungan kafein yang cukup tinggi di dalam kopi. Tidak heran bila kopi sering menjadi minuman yang menemani saat bergadang. Konsumsi kafein yang tinggi dapat menyebabkan ketagihan dan menimbulkan gejala yang kurang nyaman saat penggunanya berhenti mengkonsumsi kafein. Selain itu, efek lain dari kafein bagi tubuh ialah dapat mempercepat kerja jantung, meningkatkan tekanan darah, dan mempersering buang air kecil (efek diuretik).

Kafein tidak hanya ditemukan dalam kopi. Ada 60 tanaman yang mengandung kafein secara alami termasuk teh, coklat, produk kokoa dan kola. Selain itu, kafein juga ditemukan dalam minuman instan, minuman penambah energi (energy drink), makanan ringan bahkan obat-obatan.

Efek kafein terhadap janin

Saat ibu hamil mengkonsumsi kafein, kafein ini dapat menembus plasenta sehingga dapat terdeteksi di darah bayi dan ketuban. Kafein ini juga dapat dicerna oleh janin dan menimbulkan efek yang mirip saat dikonsumsi oleh ibu. Sebagai contoh, denyut jantung meningkat, nafas janin semakin cepat, serta tidur bayi jadi lebih sedikit. Atas dasar inilah muncul kekhawatiran kafein dapat berakibat buruk pada janin.

Terdapat beberapa penelitian yang menyebutkan kafein dapat beresiko mengganggu kesuburan, meningkatkan resiko keguguran, kelahiran prematur, cacat bawaan serta gangguan tumbuh kembang janin. Namun, penelitian ini kualitasnya kurang baik sehingga belum cukup menjadi landasan untuk menghentikan konsumsi kafein saat hamil.

Bolehkah ibu hamil minum kopi ?

Setelah melakukan penelaahan dari berbagai penelitian, The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) saat ini menyebutkan bahwa konsumsi kafein dalam porsi sedang (kurang dari 200 mg per hari) bukan faktor utama penyebab keguguran atau kelahiran prematur pada janin. Namun, efek kafein dalam jumlah besar saat hamil dengan kejadian keguguran belum dapat disimpulkan. Efek kafein pada pertumbuhan janin terhambat juga masih belum dapat dipastikan.

Bolehkah Ibu Hamil Minum Kopi ?

Bolehkah ibu hamil minun kopi?

Mengingat bahwa belum ada penelitian dengan bukti yang kuat tentang dosis kafein dan efek pada janin, rekomendasi takaran kafein juga bervariasi di tiap negara. Namun, rata-rata lembaga kesehatan menyarankan agar ibu hamil membatasi konsumsi total kafein hanya 200 mg per hari. Artinya, ibu hamil masih boleh mengkonsumsi kopi, teh, coklat, soda atau makanan minuman berkafein lainnya namun dalam jumlah yang terbatas. Berikut ini beberapa takaran kafein yang terkandung dalam minuman atau makanan :

Jenis minuman

Takaran

Kafein

Kopi seduh

237 ml (±1 cangkir)

95-200 mg

Kopi espresso

30 mL

47-75 mg

Kopi instan

237 mL (±1 cangkir)

27-173 mg

Latte atau mocca

237 ml (±1 cangkir)

63-175 mg

Teh hitam

237 ml (±1 cangkir)

14-70 mg

Teh hijau

237 ml (±1 cangkir)

24-45 mg

Teh instan (perlu diseduh air)

237 ml (±1 cangkir)

11-47 mg

Teh instan siap minum (botol/kaleng)

237 ml (±1 cangkir)

5-40 mg

Minuman soda

335 ml

23-39 mg

Cokelat

50 gram

25-50 mg

Amount-of-caffeine-per-cup

Perhatikan juga makanan ringan yang dijual di pasaran karena mungkin ada yang ditambahkan kafein. Cara paling mudah ialah dengan mengecek kandungan kafein yang tertera pada kemasan. Ibu juga perlu hati-hati saat membeli obat yang dijual bebas seperti obat batuk pilek, alergi atau obat sakit kepala karena ada yang mengandung kafein. Biasakan teliti membaca kandungan obat atau bertanya pada apoteker dan dokter.

Memang membatasi kafein mungkin tidak mudah bagi ibu yang biasa mengkonsumsinya. Ibu bisa mengganti dengan minuman alternatif rendah kafein seperti kopi yang decaffeinated (dikurangi kadar kafeinnya). Lebih baik lagi bila ibu bisa bertahap membiasakan konsumsi minuman yang tidak berkafein seperti air putih atau jus buah. Semoga bermanfaat.

Agustina Kadaristiana, dr.

12/10/2015

Referensi
1. Bryan Bordeaux, DO, MPH, Harris R Lieberman, PhD. Benefits and risks of caffeine and caffeinated beverages. :Nov 20, 2015.
2. Mayo Clinic Staff. Caffeine content for coffee, tea, soda and more. MayoClinic [Internet]. 2014 May 13; Available from: http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/caffeine/art-20049372?pg=1
3. Caffeine Intake During Pregnancy [Internet]. American Pregnancy Association. [cited 2015 Dec 10]. Available from: http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/caffeine-during-pregnancy/
4. Moderate caffeine consumption during pregnancy. Committee Opinion No. 462. Am Coll Obstet Gynecol. 2012 Aug;116:467–8. http://www.acog.org/Resources-And-Publications/Committee-Opinions/Committee-on-Obstetric-Practice/Moderate-Caffeine-Consumption-During-Pregnancy
5. Vicki Nisenblat, MD, Robert J Norman, MD. The effects of caffeine on reproductive outcomes in women. Uptodate. 2015 Feb 23;

Cara Cepat Hamil Setelah Keguguran

Peristiwa keguguran atau aborsi amat mungkin menyakitkan bagi perasaan ibu dan suami. Ibu bisa jadi mengalami guncangan batin apalagi bila mengharapkan kehadiran seorang anak. Saat merencanakan kehamilan berikutnya, ibu dan suami mungkin galau antara ingin segera mendapatkan momongan dengan takut bila mengalami keguguran lagi. Lalu, apa yang sebaiknya pasangan ketahui dan lakukan sebelum merencanakan punya anak? Bagaimana cara cepat hamil setelah keguguran ketika pasangan sudah siap?

Saat pasangan merencanakan kehamilan berikutnya

Merencanakan kehamilan paska keguguran memang butuh persiapan dari pasangan terutama ibu. Tentu ini bukanlah hal yang mudah karena ibu harus menghadapi perubahan yang kurang nyaman baik dari segi lahir dan batin. Ibu mungkin perlu menjalani fase pendarahan paska keguguran, kram perut, dan ketidaknyamanan pada payudara seperti bengkak dan air susu rembes.

Secara batin, perasaan negatif ibu mungkin akan campur aduk. Mulai dari rasa kehilangan, sedih, depresi, marah, merasa bersalah, menyesal, kesepian, kurang percaya diri bahkan cemas. Hal ini mungkin bisa membawa konflik bagi hubungan ibu dan suami. Sehingga, menerima ujian keguguran mungkin waktu yang berbeda bagi setiap pasangan. Namun, pasangan tidak perlu takut untuk mencoba kehamilan berikutnya terutama yang masih di usia produktif. Karena Anda berdua masih mungkin mendapatkan momongan yang sehat.

Kesuburan Paska keguguran

Setelah Ibu mengalami keguguran dan dikuret, rahim akan segera berada dalam proses pemulihan. Dalam waktu kurang lebih 2 minggu, peristiwa ovulasi (lepasnya sel telur dari indung telur) sudah bisa terjadi. Setelah ovulasi, hormon progesteron ibu akan meningkat dengan sendirinya.

Tergantung dari siklus normal ibu, mensturasi biasanya terjadi setelah 3-6 minggu paska keguguran. Bila ibu sudah mulai menstruasi, ibu sudah bisa dikatakan kembali subur. Namun, pada ibu yang mengalami infeksi berat atau luka yang hebat pada rahim, ada kemungkinan kesuburan Anda akan terganggu. Konsultasikan dengan dokter bila Anda mengalami hal ini.

Waktu yang disarankan untuk hamil kembali

Pada umumnya, ibu perlu waktu untuk pemulihan rahim paling tidak 2-3 bulan setelah kuret bila ingin hamil lagi. Namun, terdapat perbedaan durasi menunda kehamilan pada beberapa kondisi ibu.

Untuk ibu yang baru pertama kali keguguran

Terdapat perbedaan pendapat tentang lama penundaan hamil setelah keguguran pada ibu yang pertama kali keguguran. Menurut rekomendasi lama WHO tahun 2005, pasangan sebaiknya menunda kehamilan sampai lebih dari 6 bulan dari awal keguguran. Sebaliknya, penelitian terbaru tahun 2010 menyebutkan ibu disarankan untuk hamil lagi dalam 6 bulan setelah kuret. Hal ini disebabkan karena kehamilan paska keguguran yang terjadi kurang dari 6 bulan lebih baik hasilnya daripada yang ditunda. Ibu yang hamil dalam 6 bulan pertama setelah kuret, lebih kecil kemungkinannya terjadi keguguran kedua dan komplikasi kehamilan.

Menyikapi hal ini, memang yang paling baik ialah menilai kondisi masing-masing ibu berdasarkan konsultasi dan saran dokter yang memeriksa Anda. Bila ibu sudah pulih, siap dan ibu dikatakan sehat menurut dokter, mungkin ibu tidak perlu menunda kehamilan.

Untuk Ibu yang keguguran berulang

Pada ibu yang mengalami keguguran berulang paling penting ialah konsultasi dengan tenaga kesehatan. Dokter Anda mungkin akan mencari penyebab keguguran berulang ini dengan melakukan beberapa tes. Sehingga, waktu yang diperlukan untuk persiapan hamil lagi mungkin lebih panjang

Untuk Ibu yang keguguran akibat hamil anggur

Hamil anggur atau mola ialah tumor yang berasal dari sel hasil konsepsi yang tumbuh pada rahim ibu. Sel tumor ini akan memproduksi hormon hCG yang berlebihan. Pada ibu yang keguguran akibat hamil anggur mungkin disarankan untuk mendunda kehamilan sampai kadar hormon hCG nya kembali normal.

Saat Anda Siap, Berikut Cara Cepat Hamil yang Aman Setelah keguguran

Setelah ibu dan suami sudah pulih baik secara fisik dan mental dari peristiwa kehilangan paska keguguran, ibu dan suami bisa mulai mempersiapkan diri untuk kehamilan berikutnya. Berikut ini adalah cara cepat hamil setelah keguguran yang aman dan perlu diketahui :

  1. Berdoa untuk kesehatan janin berikutnya. Tentu pasangan perlu sadari lagi bahwa yang memberi rezeki anak ialah Tuhan YME. Sehingga pasangan dapat lebih tegar dan optimal dalam merencanakan kehamilan berikutnya.
  2. Konseling pra kehamilan dengan dokter atau tenaga kesehatan. Ibu yang mengalami keguguran pertama kali memang beresiko 14% untuk mengalami keguguran lagi. Sedangkan resiko ibu yang mengalami keguguran berulang, kemungkinan keguguran pada kehamilan berikutnya lebih besar. Selain itu, ibu yang pernah keguguran memiliki resiko kelahiran prematur, induksi prersalinan dan pendarahan paska lahir di kehamilan berikutnya. Sehingga penting sekali kerjasama dengan dokter untuk mengetahui penyebab keguguran dan mencegahnya pada kehamilan berikutnya.
  3. Konseling genetik. Terutama bila Anda mencurigai kelainan genetik menjadi penyebabnya.
  4. Periksa kemungkinan adanya kelainan rahim. Kelainan rahim seperti adanya sekat pada rahim, penempelan rahim atau tumor sebaiknya diperbaiki sebelum hamil.
  5. Obati dulu penyakit penyerta pada ibu. Ibu yang memiliki penyakit seperti infeksi menular seksual, diabetes, penyakit tiroid dan gangguan pembekuan darah beresiko untuk mengalami keguguran. Sehingga penting sekali mendeteksi dan mengobati penyakit ini sebelum hamil.
  6. Perbaiki berat badan. Ibu yang terlalu kurus atau gemuk juga lebih besar kemungkinan terjadi keguguran spontan. Upayakan mencapai berat badan ideal dengan diet sehat dan olahraga teratur.
  7. Hindari zat yang berbahaya untuk janin seperti rokok, alkohol, narkoba, minuman yang tidak dipasteurisasi dan makanan yang tidak termasak sempurna. Ibu juga perlu konsultasi ke dokter bila sedang mengkonsumsi obat yang tidak aman utuk sistem reproduksi.
  8. Suntik vaksin seperti vaksin cacar, campak, rubella, gondongan (mumps) karena infeksi ini dapat menyebabkan keguguran pada janin.
  9. Perbaiki gaya hidup seperti menjaga kebersihan, mengatur pola makan, olahraga, belajar mengendalikan stres, dan menjalani perilaku seks yang sehat (tidak berganti-ganti pasangan)
  10. Berhubungan teratur paling tidak 2-3 kali per minggu setelah menstruasi berhenti selama masa subur. Hal ini meningkatkan kemungkinan sperma membuahi sel telur setelah terjadinya ovulasi.
  11. Mulai konsumsi suplemen asam folat (400-800 mcg per hari) beberapa bulan sebelum rencana hamil. Memang tujuan dari pemberi suplemen ini bukan untuk meningkatkan kesuburan. Tetapi, pemberian asam folat amat penting untuk mencegah kecacatan janin yang mana bisa berkontribusi dalam penyebab keguguran.

Semoga bermanfaat

Agustina Kadaristiana, dr.

Telah direview oleh Riyana Kadarsari, dr., SpOG

11/18/2015

Referensi
1. After a Miscarriage: Physical Recovery – American Pregnancy [Internet]. American Pregnancy Association. [cited 2015 Nov 18]. Available from: http://americanpregnancy.org/pregnancy-loss/physical-recovery-after-miscarriage/
2. Choices NHS. Can having an abortion affect my fertility? – Health questions – NHS Choices [Internet]. 2014 [cited 2015 Nov 18]. Available from: http://www.nhs.uk/chq/Pages/1645.aspx?CategoryID=60
3. Love ER, Bhattacharya S, Smith NC, Bhattacharya S. Effect of interpregnancy interval on outcomes of pregnancy after miscarriage: retrospective analysis of hospital episode statistics in Scotland. BMJ. 2010 Aug 5;341:c3967.
4. Emotional Side Effects After an Abortion [Internet]. American Pregnancy Association. [cited 2015 Nov 18]. Available from: http://americanpregnancy.org/unplanned-pregnancy/abortion-emotional-effects/
5. UK CR. Fertility after a molar pregnancy, persistent disease or choriocarcinoma [Internet]. 2015 [cited 2015 Nov 18]. Available from: http://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/type/GTT/living/fertility-after-a-molar-pregnancy-persistent-disease-or-choriocarcinoma
6. Togas Tulandi, MD, MHCM, Haya M Al-Fozan, MD. Management of couples with recurrent pregnancy loss. Uptodate. 2015 Nov 9;
7. Mark D Hornstein, MD, William E Gibbons, MD. Optimizing natural fertility in couples planning pregnancy. Uptodate. 2015 Oct 15;
8. Pregnancy after miscarriage: What you need to know. 2013 Mar 14; Available from: http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/pregnancy-after-miscarriage/art-20044134?pg=1
9. Togas Tulandi, MD, MHCM, Haya M Al-Fozan, MD. Spontaneous abortion: Management. Uptodate. 2015 Jul 23;
10. Lamb EH. The Impact of Previous Perinatal Loss on Subsequent Pregnancy and Parenting. J Perinat Educ. 2002;11(2):33–40.
11. WHO | Report of a WHO technical consultation on birth spacing [Internet]. WHO. [cited 2015 Nov 18]. Available from: http://www.who.int/reproductivehealth/publications/family_planning/WHO_RHR_07_1/en/

12. F. Gary Cunningham, Kenneth J. Leveno, Steven L. Bloom, Catherine Y. Spong, Jodi S. Dashe, Barbara L. Hoffman, et al. Williams Obstetrics. 24th ed. United States: McGraw-Hill Education; 2014.

Olahraga untuk Ibu Hamil yang Perlu Anda Ketahui

Perubahan bentuk dan fungsi tubuh selama hamil membuat banyak wanita yang sedang mengandung cepat lelah dan tidak bugar. Padahal kondisi bugar dan aktif selama hamil diperlukan agar kehamilan dan persalinan berjalan lancar. Diperkirakan sekitar 75% mommies yang sedang hamil tidak cukup aktif selama masa kehamilannya. Oleh karena itu, mommies sangat disarankan untuk melakukan olahraga untuk ibu hamil.

Mengapa berolahraga?

Ternyata ada segudang manfaat dari olahraga untuk ibu hamil baik untuk ibu hamil maupun janin. Diantaranya ialah:

  • Mengoptimalkan peredaran darah ke tubuh ibu dan janin
  • Membuat ibu lebih energik
  • Memperbaiki mood atau perasaan ibu hamil
  • Memperbaiki postur
  • Membuat tidur lebih nyenyak
  • Mengurangi nyeri yang timbul akibat meregangnya otot dan jaringan selama kehamilan
  • Mengatasi konstipasi, kembung dan bengkak
  • Mengendalikan kadar gula darah, terutama ibu yang memiliki risiko diabetes dalam kehamilan
  • Mengurangi ketegangan dan kecemasan prapersalinan
  • Menguatkan otot, ketahanan terhadap lelah yang nantinya mempermudah persalinan normal.
  • Mempercepat berat badan kembali kesemula setelah lahir

Siapa saja ibu hamil yang aman berolahraga?

Pada umumnya, olahraga saat hamil aman bahkan dianjurkan oleh pakar kesehatan. Namun, sebaiknya mommies berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter atau bidan sebelum memulai olahraga. Hal ini penting karena tiap mommies memiliki kondisi kehamilan dan riwayat kesehatan yang berbeda, sehingga mungkin ada perbedaan rekomendasi mengenai batasan jenis, durasi, atau tingkat olahraga yang dapat dilakukan. Syarat umum agar olahraga untuk ibu hamil bisa dilakukan ialah:

  1. Ibu tidak memiliki riwayat penyakit sebagai berkut:
    a. Gangguan jantung yang mengganggu peredaran darah
    b. Penyakit paru
    c. Tekanan darah tinggi, baik riwayat sejak sebelumnya maupun tekanan darah tinggi dalam kehamilan.
  2. Ibu tidak memiliki kondisi dalam kehamilan sebagai berikut:
    a. Kelemahan leher rahim
    b. Perdarahan atau risiko keguguran
    c. Letak ari-ari tidak normal
    d. Kehamilan kembar dengan risiko persalinan prematur
    e. Ketuban kurang/rembes
    f. Preeklamsia atau eklamsia

Rekomendasi Olahraga untuk Ibu Hamil

Saat hamil setidaknya ibu berolahraga minimal 3-4 hari per minggu selama 20 menit/kali. Manfaat paling maksimal bisa dirasakan ibu dan janin bila olahraga dilakukan tiap hari selama 30 menit. Banyak olahraga untuk ibu hamil yang dapat dilakukan secara mandiri. Olahraga ringan dalam batas wajar seperti jalan cepat, berenang, sepeda statis aman untuk ibu hamil. Selain olahraga mandiri, untuk mommies yang gemar bersosialisasi dapat mengikuti kelas senam hamil termasuk yoga.

Manfaat-Senam-Hamil-Bagi-Sang-Ibu

Olahraga untuk ibu hamil

Kelas senam hamil dipimpin oleh bidan yang berpengalaman dalam menangani proses persalinan. Di kelas tersebut, para mommies akan diajarkan gerakan-gerakan senam yang aman untuk dilakukan saat hamil. Gerakan tersebut dapat diulangi sendiri saat di rumah. Dalam sesi tersebut, para mommies juga akan diajarkan teknik pernafasan dan teknik relaksasi yang akan berguna untuk mengurangi berbagai keluhan yang muncul selama hamil dan akan membantu melancarkan proses persalinan.

Olahraga yang kurang disarankan

Bersepeda di luar ruangan (bukan sepeda statis) tidak disarankan untuk ibu hamil dikarenakan risiko jatuh atau kecelakaan yang cukup tinggi. Olahraga lain yang perlu dihindari mommies adalah menyelam, tenis, bulutangkis, sepakbola, bola basket, dan olahraga lain dengan risiko benturan atau risiko gangguan nafas pada ibu dan janin.

Bagaimana bila ada keluhan saat atau setelah berolahraga?

Setiap kegiatan tentu memiliki risiko,termasuk olahraga. Oleh karena itu, mohon konsultasikan ke dokter atau bidan anda segera, apabila setelah berolahraga didapati keluhan sebagai berikut:

  1. Flek atau perdarahan
  2. Sesak napas atau nyeri dada
  3. Pusing atau sakit kepala
  4. Lemas mendadak
  5. Tungkai nyeri atau bengkak
  6. Gerakan janin melemah
  7. Ketuban merembes

Setelah masalah tersebut tertangani, konsultasikan kembali dengan dokter atau bidan anda apa saja aktivitas fisik yang masih dapat dilakukan oleh mommies, jenis olahraga apa saja yang dapat dilakukan, dan apa saja batasan dalam beraktifitas selanjutnya.

Rizki Cinderasuci, dr. MARS

11/17/2015

Daftar Pustaka

  1. American College of Obstetricians and Gynecologist.2002. Excercise during pregnancy and postpartum period. ACOG Commitee Opinion no 267. Obstet Gynecol 2002;99:171-3
  2. American Pregnancy Association. Exercise during Pregnancy. June 2015. http://americanpregnancy.org/pregnancy-health/exercise-during-pregnancy/
  3. Walsh JM, McGowan C, Byrne J, et al. 2011. Prevalence of physical activity among healthy pregnant women in Ireland. Int J Gynaecol Obstet 113:154-5
  4. ACPWH. 2010. Fit and safe. Advice to physiotherapists and other health professionals. Association of Chartered Physiotherapists in Women’s Health
  5. Berk B. 2004. Recommending exercise during and after pregnancy: what the evidence says. International Journal of Childbirth Education 19(2):18-24
  6. Boscaglia N, Skouteris H, Wertheim EH. 2003. Changes in body image satisfaction during pregnancy: a comparison of high-exercising and low-exercising women. Australia and New Zealand Journal of Obstetrics & Gynaecology 43(1): 41-5
  7. Nascimento SL, Surita FG, Cecatti, JG. 2012. Physical exercise during pregnancy: a systematic review. Current Opinion in Obstetrics and Gynecology. 24(6):387-94
  8. Dempsey JC, Butler CL, Williams MA. 2005. No need for a pregnancy pause: physical activity may reduce the occurrence of gestational diabetes mellitus and preeclampsia. Exercise and sports science reviews 33(3): 141-9

Aborsi Perlu Pantauan Medis! Ini Sebabnya

Terus terang kami bergidik untuk menulis mengenai tindakan aborsi. Namun, praktik aborsi ilegal amatlah memprihatinkan setelah kami telusuri bahwa penjualan obat penggugur kandungan marak terjadi di dunia maya. Untuk itu, kami merasa bertanggung jawab untuk mengedukasi bahayanya usaha menggugurkan kandungan di luar pengawasan dokter dan tanpa indikasi medis.

Alasan Pentingnya Pantauan Medis Pada Aborsi

Berikut ini alasan mengapa aborsi memerlukan pemantauan dari tenaga medis dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai:

Counselling

Pentingnya konseling paska aborsi

  1. Konseling. Konseling mengenai efek aborsi secara medis dan psikologis amat penting  bagi wanita hamil juga keluarga. Efek samping jangka pendek seperti perdarahan dan infeksi perlu dijelaskan kepada wanita hamil yang akan menjalani aborsi. Begitu juga efek samping jangka panjang, seperti meningkatnya risiko kelahiran prematur maupun postmatur pada kehamilan berikutnya. Konseling pascaaborsi juga diperlukan terutama pada wanita yang rentan depresi seperti pernah depresi sebelumnya, usia muda, kehamilan pertama, dan keraguan saat mengambil keputusan aborsi.
  2. Pengkajuan medis. Perlunya pengkajian apakah wanita tersebut tidak memiliki kondisi kesehatan yang memerlukan penatalaksanaan sebelum tindakan aborsi dilakukan, dan apakah ada kontraindikasi terhadap tindakan aborsi pada wanita tersebut. Gangguan kesehatan seperti asma, diabetes mellitus, anemia, dan gangguan darah dapat memburuk bila menggunakan obat-obat pemicu aborsi.Pengkajian tersebut dapat berupa anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.
  3. Pemantauan efek samping. Obat-obat yang digunakan untuk aborsi memiliki efek samping. Sebagian dari efek samping tersebut dapat membahayakan jiwa.
  4. Pemantauan resiko gagal. Angka kegagalan tuntasnya aborsi yang dilakukan dengan menggunakan obat saja dapat terjadi hingga 22%-89% (tergantung pada jenis obat yang digunakan dan usia kandungan saat itu). Tidak tuntasnya aborsi yang dilakukan dapat berakibat timbulnya perdarahan akibat masih ada jaringan yang melekat. Tanpa pengawasan tenaga medis, perdarahan yang terjadi tidak mampu ditangani dengan cepat dan tepat, sehingga dapat membahayakan kesehatan bahkan nyawa wanita tersebut.
  5. Pemantauan infeksi, walaupun hanya menggunakan obat dan tanpa tindakan medis, dapat menimbulkan infeksi serius yang berakibat fatal bagi wanita yang menjalaninya. Tanpa pendampingan medis, deteksi dini dan penanganan dini dari infeksi tersebut akan tertunda. Infeksi dapat terjadi tanpa disertai demam, dan dapat menyebabkan kematian.

Rizki Cinderasuci, dr.

11/12/2015

Referensi

1. Christin-Maitre S, Bouchard P, Spitz IM. Medical termination of pregnancy. N Engl J Med. Mar 30 2000;342(13):946-56. [NEJM]
2. Zhou W, Sorensen HT, Olsen J. Induced abortion and subsequent pregnancy duration. Obstet Gynecol. Dec 1999;94(6):948-53. [PubMed]
3. Wilhite, M. et al. Psychological responses of women after first-trimester abortion. Archives of General Psychiatry. 2000; 57: 777–784 [PubMed]
4. Andrew and Boyle, 2003Andrew, J. and Boyle, J.S. African American Adolescents experiences of unplanned pregnancy and elective abortion. Health Care for Women International. 2003; 24: 414–433. [PubMed]
5. Kahn JG, Becker BJ, MacIsaa L, et al. The efficacy of medical abortion: a meta-analysis. Contraception. Jan 2000;61(1):29-40. (ISSN: 0010-7824). [Contraception]

Tes Kehamilan yang Perlu Anda Tahu

Tes Kehamilan yang Perlu Anda Tahu

Bila Anda mengamati terdapat tanda-tanda kehamilan, Anda mungkin penasaran ingin mengecek apakah benar Anda hamil atau tidak. Berikut ini tes kehamilan yang umum digunakan:

Tes urin/ Tes Pack

Tes urin mungkin tes kehamilan yang paling umum dan mudah digunakan karena wanita bisa mengecek kehamilannya di rumah. Tes urin dapat mengetahui adanya kehamilan dengan cara mengukur hormon hCG (Human Chorionic Gonadotropin). Hormon hCG dikeluarkan sel dari janin Saat pertama kali janin menempel pada rahim. Hormon ini berfungsi untuk merangsang estrogen dan progesteron. Kadar hormon ini memuncak di tiga bulan pertama kehamilan. Sehingga pemeriksaan hCG dapat digunakan tes kehamilan di trimester awal.

Untitled

Cara menggunakan tes urin/tes pack

  1. Periksa tanggal kadaluarsa dan kondisi alat. Bila tes pack diletakkan lama di tempat lembab, mungkin kualitas alat sudah menurun. Lebih baik ganti dengan tes pack yang baru.
  2. Gunakan di pagi hari saat urin anda paling pekat
  3. Baca petunjuk test pack. Cara penggunaan test pack mungkin berbeda sesuai dengan merk yang Anda gunakan.
  4. Umumnya, Anda perlu menampung urin sebelum mencelupkan test pack selama 5 detik. Namun, ada juga alat yang bisa membaca hasil dengan Anda pipis langsung ke alat tersebut.
  5. Baca hasil. Hasil juga tergantung alat yang digunakan. Ada yang muncul dua garis berarti positif, ada juga yang langsung muncul berupa kata bila Anda menggunakan alat tes urin digital.

Bila ibu mendapati tes pack yang positif di rumah, maka sebaiknya selalu konfirmasi dengan pemeriksaan hCG darah atau USG. Meskipun dalam produk dikatakan tes pack 99% akurat, dalam kenyataan tes ini mungkin tidak dapat mendeteksi kehamilan bila tes dilakukan terlalu dini. Lagipula, klaim 99% akurat berasal dari uji lab dimana urin perempuan yang tidak hamil ditambahkan dengan hormon hCG. Sehingga tidak sepenuhnya bisa mewakili kondisi ibu hamil yang bervariasi. Selain itu, meskipun jarang, ada kemungkinan hasil tes kehamilan ini positif palsu (seolah-olah hamil padahal bukan seperti :

  • Abortus
  • Hamil anggur
  • Anda meminum obat penyubur yang mengandung hCG
  • Penyakit yang menyebabkan hormon hCG tinggi (seperti tumor penghasil hCG)
  • Kesalahan alat (sudah kadaluarsa atau rusak)

Tes Darah

Mirip halnya dengan tes urin, tes darah juga mendeteksi kehamilan dari hormon hCG. Namun, tes kehamilan lewat darah memang lebih akurat daripada urin karena dapat mengukur kadar pasti hormon hCG. Namun, karena pemeriksaannya lebih kurang nyaman, tes darah hanya digunakan bila diagnosis kehamilan amat perlu ditegakkan (misalnya sebelum memberi obat-obatan yang dapat mengganggu janin), terlambat mens kurang dari seminggu dengan tes urin yang negatif.

USG atau Doppler

manfaat-usg-kehamilan-300x200

Tes kehamilan yang paling akurat mungkin USG atau Doppler. Kehamilan bisa dikatakan positif bila terlihat janin dari pemeriksaan USG atau terdengar bunyi jantung janin oleh alat Doppler. Biasanya metode USG yang digunakan ialah USG transvaginal (melalui liang vagina) karena paling akurat untuk mengetahui usia kandungan dan lokasi kehamilan (pada kehamilan ektopik, janin bisa menempel di luar rahim dan dapat berbahaya bagi ibu). Sedangkan denyut jantung bayi dapat didengarkan oleh alat Doppler pada usia 10-12 minggu kehamilan.

Agustina Kadaristiana, dr.

09/30/2015

Referensi

1. Pregnancy Diagnosis: Overview, History and Physical Examination, Laboratory Evaluation. 2015 Sep 16 [cited 2015 Sep 30]; Available from: http://emedicine.medscape.com/article/262591-overview
2. F. Gary Cunningham, Kenneth J. Leveno, Steven L. Bloom, Catherine Y. Spong, Jodi S. Dashe, Barbara L. Hoffman, et al. Williams Obstetrics. 24th ed. United States: McGraw-Hill Education; 2014.