Category Archives: Umum

Obat herbal teruji di sekitar kita

 

Halo semua! Siapa sih yang tidak kenal sama jamu atau herbal? Obat-obatan alami ini mungkin sudah jadi budaya di masyarakat Indonesia. Sayangnya, sering ada miskomunikasi nih antara herbal dengan kedokteran modern. Di satu sisi obat herbal memiliki peran dalam kedokteran. Namun, di sisi lain obat herbal ada yang tidak terbukti secara ilmiah dalam mengobati penyakit. Jadi, penting bagi kita untuk bersikap hati-hati dan bijaksana dalam menggunakan obat herbal.

Ilmu kedokteran modern vs. Obat Herbal

Ilmu kedokteran modern tidak serta merta anti terhadap pengobatan herbal, penelitian mengenai kandungan zat aktif pada berbagai macam herbal terus dikembangkan agar penggunaan obat herbal tidak hanya karena testimoni tapi juga karena terbukti berkhasiat menurut ilmu kedokteran. Sejauh ini alasan penggunaan obat herbal karena herbal dianggap natural, tidak keras dan aman sehingga tidak berbahaya juga membuat adanya pilihan untuk berobat selain daripada yang ditawarkan dokter. Hal ini tidak sepenuhnya salah namun masyarakat harus menyadari herbal bagaimana yang benar-benar terbukti aman dan berkhasiat. Seringkali yang ditemukan adalah herbal tersebut aman namun dengan jumlah yang berlebihan bisa menimbulkan efek samping atau jika saat meminum obat kimia ditambahkan obat herbal yang justru terkadang kombinasi ini menimbulkan bahaya.

Obat herbal yang aman

Di Indonesia, keberadaan herbal telah diatur oleh KepMenKes No. 760/MENKES/Per/IX/1992 tentang fitofarmaka, yaitu untuk mengoptimalkan penggunaan jamu sebagai herbal terstandar dan fitofarmaka dan juga  PerMenKes No. 003/MENKES/PER/2010 tentang Saintifikasi Jamu Untuk pemanfaatannya dalam pelayanan kesehatan.

Herbal yang telah teruji melalui serangkaian percobaan mulai dari percobaan pada sel, pada hewan, uji keamanan sebelumn akhirnya diujikan pada manusia. Berikut logo yang tertera pada herbal yang telah teruji. Kita sebaiknya memilih herbal dengan logo seperti pada gambar ini:

Fitofarnaka

Obat herbal terstandar

Herbal itu sendiri dapat dibagi menjadi beberapa macam : suplemen herbal untuk menjaga kesehatan tubuh, suplemen herbal untuk melengkapi pengobatan atau herbal sebagai obat utama. Herbal dapat sebagai bahan inti pengobatan, pelengkapnya atau sebagai penangkal efek samping herbal lain.

Di Indonesia meski memiliki banyak keanekaragaman hayati namun masih terbatas sekali herbal yang sudah teruji. Jamu dikonsumsi dengan khasiat dan keamanan yang berdasarkan pengalaman empiris turun temurun selama 3 generasi. Adapun herbal terstandarisasi syarat bentuk sediaannya berupa ekstrak dengan bahan dan proses pembuatan yang terstandarisasi. Disamping itu herbal terstandar harus melewati uji praklinis seperti uji toksisitas (keamanan), kisaran dosis, farmakodinamik (kemanfaatan) dan teratogenik (keamanan terhadap janin).

Uji praklinis meliputi in vivo dan in vitro. Riset in vivo dilakukan terhadap hewan uji seperti mencit, tikus ratus-ratus galur, kelinci atau hewan uji lain. Sedangkan in vitro dilakukan pada sebagian organ yang terisolasi, kultur sel atau mikroba. Riset in vitro bersifat parsial, artinya baru diuji pada sebagian organ atau pada cawan petri. Tujuannya untuk membuktikan klaim sebuah obat. Setelah terbukti aman dan berkhasiat, bahan herbal tersebut berstatus herbal terstandar.

Herbal fitofarmaka sudah lebih maju karena sudah dilakukan uji klinis terhadap manusia. Berikut contoh fitofarmaka di Indonesia

  1. Nodiar (POM FF 031 500 361)

Komposisi:

  • Attapulgite (bahan kimia, obat untuk diare), 300 mg
  • Psidii foliumekstrak (daun jambu biji), 50 mg
  • Curcumae domesticae rhizomaekstrak (kunyit),  7.5 mg

Khasiat: untuk pengobatan diare non spesifik

Produksi: PT. Kimia Farma

  1. Rheumaneer (POM FF 032 300 351)

Komposisi:

  • Curcumae domesticae rhizoma(temulawak), 95 mg
  • Zingiberis rhizomaekstrak (kunyit), 85 mg
  • Curcumae rhizomaekstrak, (temulawak) 120 mg
  • Panduratae rhizomaekstrak, (temu kunci) 75 mg
  • Retrofracti fructusekstrak, (buah cabe jawa), 125 mg

Khasiat: pengobatan nyeri sendi ringan

Produksi : PT. Nyonya Meneer

  1. Stimuno (POM FF 041 300 411, POM FF 041 600 421)

Komposisi: Phyllanthi herba ekstrak (meniran), 50 mg

Khasiat: Membantu memperbaiki dan meningkatkan daya tahan tubuh (sebagai imunomodulator)

Produksi:  PT. Dexa Medica

  1. Tensigard Agromed  (POM FF 031 300 031, POM FF 031 300 041)

Komposisi:

  • Apii Herbaekstrak (seledri), 95 mg
  • Orthosiphon foliumekstrak (daun kumis kucing), 28mg

Khasiat: Membantu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada penderita hipertensi ringan hingga sedang

Produksi: PT. Phapros

  1. X-Gra (POM FF 031 300 011, POM FF 031 300 021)

Komposisi:

  • Ganoderma lucidum(jamur ganoderma), 150 mg
  • Eurycomae radix(akar pasak bumi), 50 mg
  • Panacis ginseng radix (akar ginseng), 30 mg
  • Retrofracti fructus(buah cabe jawa), 2.5 mg
  • Royal jelly 5 mg

Khasiat: Meningkatkan stamina dan kesegaran tubuh, membantu meningkatkan stamina pria, membantu mengatasi disfungsi ereksi dan ejakulasi dini.

Produksi: PT. Phapros

Adapun contoh jamu, herbal terstandar dan fitofarmaka yang banyak beredar tertera dalam tabel di bawah ini:

 

Alangkah baiknya jika kita semakin bijak memilih obat-obatan demi keamanan dan juga lebih pasti khasiatnya.

 

dr. Irma Susan Kurnia

14/08/2017

Kapan Pertama Kali Janin Mengenal Rasa Makanan?

Tahukah Anda bahwa si kecil di dalam kandungan dapat merasai apa yang Anda makan? Nah, ini dia menu dalam rahim.

 

Anda mungkin berpikir si kecil belum mempunyai konsep tentang rasa sampai saat pertama si kecil meneguk ASI, atau barangkali ketika si kecil diberi makanan padat. Tapi mungkin Anda terkejut karena ternyata si kecil sudah mencicipi rasa pertamanya 13 minggu setelah pembuahan, atau tepatnya ketika indra pengecapnya mulai berkembang.

Dari usia 11 minggu di kandungan, bayi Anda akan belajar bagaimana menelan dan meneguk cairan amniotik yang mengelilinginya dalam rahim. Komposisi cairan amniotik berubah di trimester pertama. Dari semula cairan berbasis air, mirip plasma darah, menjadi substansi penuh nutrisi karbohidrat, protein, dan lemak. Substansi ini berperan penting dalam proses tumbuh kembang si janin. Setiap hari, si kecil akan mencerna sejumlah cairan ini, untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya, maupun untuk melatih kemampuan si kecil menelan dan mencerna. Cairan amniotik tersebut mengandung rasa yang tidak pasti, rasa berubah sesuai makanan yang dikonsumsi ibunya. Jadi, begitu indra pengecap si kecil sudah cukup berkembang, ia akan dapat mencicipi berbagai rasa yang terkandung dalam cairan amniotik, tergantung jenis makanan yang Anda asup.

Penerima rasa (taste receptor) yang terbentuk cepat di lidah si kecil, seiring perkembangan saraf penerima lainnya di saluran napas, memberi kemampuan pada si kecil untuk merasakan amniotik dan membauinya. Setidaknya 90% dari indera perasanya dipengaruhi oleh penerima bau (smell receptor), sehingga makanan dengan rasa yang kuat, misalnya rempah, adalah yang paling mudah dikenali janin.

Coba uji pada diri Anda sendiri. Jika Anda makan makanan berbumbu tajam, tunggu dua jam, waktu yang dibutuhkan bagi rasa makanan tersebut sampai ke cairan amniotik, Anda akan merasakan respon janin, misalnya gerakan, dll. Atau bisa saja, janin Anda tidak responsif! Apapun reaksi janin yang terjadi, Anda tidak perlu khawatir . Rasa makanan seperti itu tidak akan membuat janin stress. Rasa-rasa itu sekadar melatih janin dengan sensasi yang lebih bervariasi sehingga ia akan lebih siap saat lahir nanti.

Para peneliti menyatakan bahwa bayi yang terekspos oleh rasa tertentu di dalam rahim akan lebih menyukai makanan dengan rasa tersebut setelah mereka dilahirkan nanti. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Philadelphia menguji sekelompok ibu hamil. Para bumil ini dibagi dalam tiga kelompok: satu kelompok diberi jus wortel empat kali seminggu selama kehamilan, lalu diberikan air ketika mereka sudah melahirkan dan saat menyusui. Kelompok kedua minum air selama kehamilan, lalu diberi jus wortel saat mereka menyusui. Kelompok terakhir tidak minum jus wortel.

Ketika bayi-bayi mereka disapih dan mulai makan makanan padat, para peneliti menawarkan dua macam sereal: sereal tanpa rasa dan rasa wortel. Bayi yang terpapar jus wortel, baik melalui cairan amniotik maupun ASI, akan lebih menyukai sereal rasa wortel dan cenderung tidak akan menyeringai bila dibandingkan bayi yang belum pernah mencicipi rasa wortel.

Penelitian lain dilakukan untuk menguji apakah bau-bauan dapat diteruskan ke cairan amniotik oleh jenis makanan tertentu. Peneliti memberikan kapsul bawang putih atau kapsul gula kepada sekelompok ibu hamil. Kemudian , para peneliti mengambil contoh cairan amniotik pada bumil tersebut. Sekelompok orang diminta melakukan tes penciuman, dan sampel dari para ibu yang telah menelan kapsul bawang putih terdeteksi bau bawang putih.

Sepertinya memang benar kata orang: you are what you eat. Dan anehnya, apapun yang Anda makan tidak saja langsung berpengaruh pada si kecil, tetapi juga mungkin memengaruhi pilihan rasa si kecil di masa depan. Ilmuwan Perancis melakukan sebuah studi untuk mendukung fakta tersebut: 12 ibu hamil diberikan biskuit dan permen berlapis coklat sekitar 10 hari sebelum melahirkan. Beberapa jam setelah para wanita tersebut melahirkan, reaksi bayi mereka terhadap bau coklat lebih tampak dibandingkan dengan bayi yang tidak terpapar bau tersebut sebelumnya.

Paparan terhadap sebuah aroma di masa antenatal dan setelah melahirkan diyakini dapat meningkatkan kenikmatan terhadap rasa tersebut, selama masa penyapihan maupun setelah mereka dewasa. Hal ini menjelaskan mengapa berbagai negara memiliki preferensi budaya dan etnis tertentu terhadap makanan dan rasa. Seorang anak Indonesia, misalnya, tumbuh dengan preferensi rasa yang berbeda dengan anak-anak Perancis, China, atau India – dan kegemaran tersebut dapat disebabkan oleh tereksposnya anak-anak terhadap rasa cairan amniotik yang pertama kali mereka rasakan.

Menjaga kebiasaan makan sehat dan seimbang selama masa kehamilan penting untuk memberi makanan si kecil yang sedang tumbuh. Namun, dengan Anda menganut kebiasaan makan makanan yang bervariasi, si kecil nantinya akan lahir dengan kebiasaan menikmati makanan sehat. Dengan makan yang benar, Anda dapat menghapus kemungkinan si kecil menyukai permen dengan kegemarannya pada brokoli.

Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :

  1. Keith L. Moore, et al. 2000. Fetal Growth and Development. The South Dakota Departement of Health.

  2. Women Health Care Physicians. 2015. Prenatal Development: How Your Baby Grows During Pregnancy. The American College of Obstetric and Gynecology.

  3. Giussepe M, et al. 2015. Pregnancy, Embryo Fetal Development and Nutrition: Physiologi around Fetal Programming. Journal of Histology and Histopatology: University of Catania: Italia.

  4. Deki Pem. 2015. Factors Affecting Early Childhood Growth and Development: Golden 1000 ages. Medical Science University of Bhutan: Bhutan.

  5. J A Dipietro. 2008. Prenatal Development. Johns Hopkins University: Baltimore.

Mengapa Ibu Hamil Keranjingan Makan?

You are what you eat

tapi apa maksudnya bila tiba-tiba Anda makan pisang dengan saus?

 

Dalam banyak kejadian, ciri-ciri hamil digambarkan dengan keranjingan makan es krim dan acar. Kita juga kerap mendengar seorang teman yang tiba-tiba kepingin makan banyak daging merah atau tiba-tiba tidak suka kopi sama sekali. Bahkan, 75 persen dari ibu hamil (bumil) akan doyan ngemil jenis-jenis makanan tertentu sampai usia kehamilannya mencapai 40 minggu.

Mungkin Anda tidak heran kalau mendengar bahwa keranjingan makan yang sering terjadi adalah ngemil yang manis-manis, berlemak, seperti coklat atau kue donat; juga keranjingan terhadap cemilan asin dan berbumbu. Tetapi jenis makanan yang disuka bumil ini bervariasi, tergantung pada latar belakang masing-masing. Di Tanzania, misalnya, bumil umumnya akan senang makan daging, mangga, yogurt, dan buah jeruk. Sementara di Kamboja, para bumil senang ngemil makanan yang gurih dan berbumbu.

Sebaliknya, ada ibu hamil yang tidak suka makan dan merupakan hal yang juga mengejutkannya dengan keranjingan karena perubahan kebiasaan dari saat sebelum hamil. Datang tiba-tiba dan sulit dikontrol. Anda bisa jadi hanya inginkan roti gosong dengan olesan tebal mentega tak peduli siang atau malam.

Kapan kesukaan atau justru penolakan terhadap makanan itu terjadi? Doyan ngemil umumnya terjadi pada kehamilan pertama, meski para ahli tidak dapat menentukan kapan tepatnya kebiasaan ini dimulai. Sementara 60% dari kasus tidak doyan makan dimulai pada trimester pertama kehamilan, tepatnya ketika mual-mual mulai timbul, menurut sebuah jurnal yang membahas mengenai appetite. Tidak doyan makan umumnya tidak menimbulkan masalah setelah trimester pertama, tetapi keranjingan justru bisa berkelanjutan sepanjang masa kehamilan.

Sebuah studi lain dari University of Connecticut memperlihatkan bahwa perempuan lebih banyak mengonsumsi makanan yang manis di trimester kedua dan keranjingan makanan gurih seiring bertambahnya usia kandungan.

Apa yang terjadi? Beberapa ahli mengatakan bahwa keranjingan makan ini sebenarnya adalah intuisi tubuh ketika terjadi kekurangan nutrisi. Perilaku keranjingan makanan berbahan dasar susu pada bumil dianggap biasa karena rata-rata perempuan mengonsumsi hanya tiga perempat dari kebutuhan kalsium hariannya. Tidak demikian halnya dengan kesukaan terhadap makanan gurih. Tubuh Anda memang membutuhkan lebih banyak sodium karena volume darah yang meningkat, tetapi pada umumnya kita sudah mengonsumsi terlalu banyak garam. Namun, belum ada bukti yang mendukung teori ini.

Teori lain menyebutkan bahwa tidak doyan makan adalah mekanisme perlindungan ibu dan bayinya terhadap racun-racun dari lingkungan sekitar. Lihatlah berapa banyak perempuan yang tiba-tiba mual dengan kopi, terutama di minggu-minggu awal kehamilan. Bumil juga mungkin tidak doyan sayuran pahit atau beraroma tajam, dan itu justru menghindari bumil dari keracunan.

Penyebab lain dari dua perilaku seputar kebiasaan makan bumil adalah perubahan hormon tubuh. Para ahli meneliti keranjingan makan dalam kaitannya dengan kadar progesteron dan prolaktin, yang dapat memengaruhi nafsu makan. Perubahan hormon ini berpengaruh pada sensitivitas terhadap bau dan rasa, dan berkaitan erat dengan tekstur makanan yang dikonsumsi bumil. Es adalah makanan favorit bumil karena rasa lezatnya, juga efek dingin dan menyegarkannya.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa doyannya bumil terhadap makanan dipengaruhi oleh pola pikir kita tentang apa yang harus dimakan, misalnya buah dari produk-produk susu yang berefek mendinginkan, atau hal-hal klise yang sering kita lihat di televisi. Perilaku ini bertambah intensif saat bumil gelisah. Memang menggoda untuk mengalihkan pikiran ke makanan. Banyak bumil memilih cemilan anak-anak yang cenderung hambar, misalnya keju dan roti bakar, puding beras, atau pasta dengan butter. Ada hal positif disini, karbohidrat akan meningkatkan kadar hormon serotonin yang akan membuat Anda lebih rileks.

Namun, perilaku keranjingan ini bisa menggila. Beberapa bumil bisa berjingkat-jingkat ke dapur di malam hari dan makan kerak makanan di dinding panci atau mengendus semir sepatu. Perilaku semacam ini disebut pica, keranjingan hal-hal yang bukan makanan, misalnya bau tanah dan pasta gigi. Fenomena seperti ini ditemui di berbagai budaya, bahkan terjadi sejak lama. Dalam beberapa tradisi, perilaku keranjingan ini dinanti-nanti, bahkan didorong sebagai semacam perlindungan atau pertanda baik. Sebuah studi tahun 2000, para ibu di Mexico mengatakan bahwa memakan segumpal tanah liat suci akan mendatangkan berkah. Dan barangsiapa menolak ngidam, maka bayinya tidak akan pernah puas (lahir dengan mulut ngiler), dan bila ngidamnya dipenuhi maka bayinya akan senang dan bersih.

Jadi, haruskah Anda menolak ngidam? Ya, jika Anda ngidamnya membaui asap mobil atau ngemil batu bata, mungkin Anda harus bicara dengan dokter apakah Anda kekurangan nutrisi tertentu. Namun tidak ada data yang mendukung bahwa ngidam berakibat buruk pada bayi. Yang Anda harus lakukan adalah menggantinya dengan sesuatu yang lebih menyehatkan; makan sedikit tetapi sering karena kadar gula dalam darah yang rendah akan memicu keinginan ngemil. Makan lebih banyak ikan juga dapat membantu karena minyak dari ikan tersebut akan mengurangi keinginan Anda untuk ngemil.

Jika Anda sangat ingin makan coklat, Anda mungkin sedang kekurangan zat magnesium dan cobalah ngemil biji (kuaci) bunga matahari. Keletihan juga dapat meningkatkan keinginan ngemil, jadi Anda sebiknya tidur cukup di malam hari dan istirahat di siang hari. Dan yang penting adalah semangati diri Anda untuk melalui tahap yang aneh, tetapi sangat berarti dalam kehamilan Anda.

Penulis:
Reqgi First Trasia, dr.

 

Referensi :
1. Ministry of Health. 2006. Food and nutrition guidelines for Healthy Pregnant and Breastfeeding Women. Wellington : New Zealand.
2. Crawley, Helen. 2014. Eating well for Healthy Pregnancy: A Practical Guide. Queens Road : London.
3. National Health and Medical Research Council. 2007. Healthy Eating during your Pregnancy. Departement of Health and Aging : Australian Government.
4. Australian Dietary Guidelines. 2008. Food Savety during Pregnancy. Departement of Food Authority : New Zealand.
5. Williamson, C.S. 2006. Nutrition in Pregnancy. British Nutrition Foundation : London.

Vaksin Palsu : Dampak, Pencegahan dan Penanganannya

Berita tentang vaksin palsu tentu sangat tidak nyaman dan membuat resah bagi banyak pihak. Mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, dan yang paling terasa mungkin orangtua. Terlebih lagi bila anak sendiri yang menjadi korban oknum vaksin palsu. Tentu wajar bila orangtua merasa marah, panik dan khawatir. Kami dari Doctormums juga sangat prihatin akan musibah vaksin palsu yang melanda negeri ini. Berikut ini ialah upaya dari Doctormums menjawab keresahan orangtua akibat vaksin palsu.

Apa isi dari vaksin palsu?

Sampai artikel ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari institusi pemerintah mengenai kandungan vaksin palsu. Beredar kabar bahwa isi dari vaksin palsu ialah vaksin yang diencerkan. Adapula yang mengatakan vaksin palsu dibuat dari campuran gentamisin dan cairan infus dengan dosis masing-masing 0,5 cc. Gentamisin ialah antibiotik berspektrum luas untuk membunuh bakteri. Sediaan dari gentamisin ini ada yang berupa salep, tetes mata, dan sediaan untuk suntik. Gentamisin suntik ini biasa digunakan untuk infeksi berat. 1–3

Apakah vaksin palsu berbahaya bagi kesehatan?

Berbahaya atau tidaknya kemasan ini tentu tergantung dari isi, dosis, dan cara produksi (apakah ada kontaminasi atau tidak). Adapun secara teori, beberapa dampak vaksin palsu (dengan asumsi isi vaksin palsu ialah cairan infus, vaksin oplosan atau gentamisin) bagi kesehatan misalnya:2,4

  1. Tidak adanya efek perlindungan vaksin terhadap kuman. Orangtua membawa anaknya untuk divaksinasi tentu dengan tujuan meningkatkan kekebalan tubuh anak terhadap penyakit. Sayangnya, efek ini tidak akan bisa dicapai dengan vaksin imitasi.
  2. Anak menjadi rentan terhadap penyakit yang ingin dicegah vaksin. Misalnya, anak diberikan vaksin BCG yang ternyata palsu. Sampai anak tersebut mendapatkan vaksin BCG yang asli, anak akan mengalami kerentanan terhadap penyakit TBC.
  3. Ada kemungkinan efek samping dari vaksin palsu. Sebagai contoh, bila benar isi vaksin palsu ialah gentamisin, beberapa anak bisa saja terjadi reaksi alergi, hipersensitifitas, mual muntah, sariawan, dsb.
  4. Ada kemungkinan kontaminasi. Produksi vaksin palsu tentu berbeda dengan vaksin asli yang dibuat dengan steril di pabrik. Sayangnya, hal ini membuka kemungkinan adanya kontaminasi dari proses produksi vaksin palsu.
  5. Perlunya anak disuntik ulang untuk vaksin. Pengalaman anak disuntik tentu tidak menyenangkan. Anak kemungkinan besar akan merasa nyeri bahkan sering enggan untuk pergi ke dokter. Namun, bila anak belum mendapat vaksin asli, anak kurang terlindungi dari penyakit menular berbahaya seperti TBC, difteri, pertusis, tetanus, dsb.

Bagaimana bila anak saya menjadi korban vaksin palsu?

Tentu bisa dimaklumi bila reaksi orangtua marah, kesal dan ingin menuntut hak anak. Namun, perlu dipahami bahwa tenaga kesehatan pun merasa demikian. Semua orang tentu marah dengan ulah oknum yang tidak bertanggung jawab dari vaksin palsu. Sehingga, ada baiknya bila orangtua bekerja sama dengan institusi terkait mencari solusi terbaik untuk sang anak. Secara ilmiah, solusi yang paling aman bagi korban vaksin palsu ialah vaksin ulang untuk mengejar ketinggalan vaksin. Saat ini pemerintah membuka posko pelayanan korban vaksin dengan menyediakan vaksin yang dijamin asli bila imunisasi anak memang perlu diulang.5

Apakah vaksin ulang berbahaya ?

Anak yang mendapat vaksin palsu dianggap tertinggal mendapat vaksin. Tentu perlu ditelaah dengan pihak yang berwenang (tenaga kesehatan) jenis dan durasi pemberian vaksin palsu. Hal ini dikarenakan orangtua hanya perlu menvaksin ulang anaknya dari sejak anak mendapat vaksin palsu. Vaksin ulangan ini tidaklah berbahaya. Sebaliknya, membiarkan anak tidak divaksin setelah mendapat vaksin imitasi justru membuat anak rentan terhadap penyakit berbahaya.

Bagaimana cara pemberian vaksin ulangan?

Pada prinsipnya, bila anak anda tertinggal beberapa jadwal vaksin, Anda tidak perlu mengulang vaksin dari awal. Begitu pula bila pada durasi tersebut ternyata vaksin yang diberikan ialah vaksin palsu. Perlu diingat, untuk kasus vaksin palsu, dokter dan tenaga kesehatan terkait perlu mengecek ulang riwayat kesehatan dan vaksinasi di posko pengaduan. Lakukan vaksin ulang bila dokter Anda mengatakan demikian.6,7

Hepatitis B

Vaksin Hepatitis B umumnya diberikan dalam 3 serial. Serial pertama diberikan idealnya <12 jam setelah bayi lahir. Vaksin kedua diberikan dengan jarak 4 minggu dari vaksin pertama yaitu saat usia anak 1 bulan. Vaksin terakhir paling baik dilakukan saat anak minimal berusia 6 bulan. Pada beberapa kasus vaksin, ketiga bisa diberikan dengan jarak 8 minggu setelah vaksin kedua dan 16 minggu dari vaksin pertama. Anak yang belum pernah mendapatkan vaksin Hepatitis B asli saat bayi perlu diberikan serial 3 vaksin tersebut dimulai dari kapan saja ia berkunjung ke dokter.

Polio

Terdapat 2 jenis vaksin polio yang tersedia di Indonesia yaitu vaksin polio oral (yang ditetes) dan vaksin polio suntik (IPV). Jadwal pemberian masing-masing vaksin tersebut ialah:

  • Vaksin polio oral/tetes: saat lahir, usia 2, 4, 6, 18 bulan (menurut IDAI) atau usia 2, 3, 4 bulan sesuai program pemerintah
  • Vaksin polio suntik (IPV): 2, 4, 6-18 bulan dan 6-8 tahun.

Bila anak tertinggal beberapa jadwal vaksin polio ini, orangtua tidak perlu mengulang pemberian dari awal tetapi lanjutkan dan lengkapi sesuai jadwal.

DPT

Vaksin DPT diberikan dalam 5 serial yaitu pada usia 2, 4, 6, 18-24 bulan dan 5 tahun. Untuk anak umur lebih dari 7 tahun diberikan vaksin Td, di booster setiap 10 tahun. Bila anak tertinggal beberapa jadwal imunisasi tersebut, tidak perlu diulang, cukup teruskan dan lengkapi sesuai jadwal. Bila anak belum pernah mendapatkan imunisasi sampai usia 4 tahun, anak perlu mendapatkan 5 serial vaksin tersebut dengan jarak pemberian vaksin sebagai berikut. Vaksin pertama diberi di atas usia 6 minggu, vaksin kedua dan ketiga diberi dengan jarak masing-masing minimal 4 minggu, vaksin ke empat diberi jarak minimal 6 bulan dari vaksin ketiga, dan vaksin kelima diberi jarak minimal 6 bulan dari vaksin ke empat. Bila anak belum mendapatkan imunisasi DPT sama sekali tetapi usia anak lebih dari 4 tahun, anak hanya perlu diberikan 4 serial vaksin DPT tanpa serial yang ke lima.

Campak

Vaksin campak diberikan pada usia 9 bulan dan diberi dosis booster saat anak berusia 2 dan 6 tahun. Bila anak belum divaksin atau mendapat vaksin palsu saat ia berusia 9-12 bulan, berikan di usia berapapun saat ia bertemu. Bila anak sudah berusia >12 bulan, berikan vaksin MMR.

Bagaimana upaya maksimal orangtua yang bisa dilakukan untuk mencegah vaksin palsu?

Mengidentifikasi vaksin palsu cukup sulit bagi kalangan awam bahkan tenaga kesehatan itu sendiri. Pasalnya, vaksin benar-benar bisa dibuktikan palsu apabila sudah dilakukan pengecekan di laboratorium. Namun, tidak ada salahnya bersikap hati-hati sebelum memberikan vaksin pada anak anda seperti :

  • Minta izin pada tenaga kesehatan untuk sama-sama mengecek kemasan vaksin. Lihat tanggal kadaluarsanya, identitas pasien (bila vaksin dibeli dengan resep), serta segelnya. Lihat juga ciri fisik vaksin  seperti pada tabel dan gambar ini:8,9
Vaksin Palsu Vaksin Asli
  • Harga lebih murah dari pasaran
  • Tidak ada tanda dot merah
  • Bentuk kemasan lebih kasar
  • No. Batch tidak terbaca
  • Warna rubber stopper (tutup vial) berbeda dari produk asli
  • Tidak ada nomor ijin edar (nie) BPOM
  • Terdapat perbedaan pada cetakan barcode kemasan vaksin palsu
  • Terdapat tanggal kadaluarsa
  • Kemasan masih disegel
  • Terdapat label yang mencantumkan keterangan seputar vaksin pada ampul
  • Label ampul biasanya dilepas dan ditempekan pada buku kesehatan begitu vaksinasi lalu kemasan dihancurkan
Vaksin Palsu

Mengenali vaksin

  • Lakukan vaksin di institusi pemerintah (seperti posyandu, puskesmas atau RS pemerintah) atau institusi swasta yang terpercaya. Institusi pemerintah bisa dijamin menggunakan vaksin asli karena vaksinnya berasal dari distributor resmi. Begitu pula dengan RS besar atau institusi swasta yang menggunakan pemasok vaksin dari sumber resmi.
  • Menggunakan fasilitas JKN dalam melakukan imunisasi dasar vaksin. Pengadaan vaksin JKN didasarkan pada Fornas dan e-catalog dari produsen dan distributor resmi jadi dijamin asli dan aman oleh Kemenkes.9

Semoga bermanfaat

Agustina Kadaristiana, dr.

07/20/2016

Sumber:

  1. Kemkes Harus Beri Keterangan Resmi Soal Dampak Vaksin Palsu [Internet]. CNN Indonesia. [cited 2016 Jul 20]. Available from: http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160719173258-20-145680/kemkes-harus-beri-keterangan-resmi-soal-dampak-vaksin-palsu/
  2. Berisi Infus dan Antibiotik, Vaksin Palsu Dinilai Tak Bahaya [Internet]. CNN Indonesia. [cited 2016 Jul 20]. Available from: http://www.cnnindonesia.com/nasional/20160627115331-20-141168/berisi-infus-dan-antibiotik-vaksin-palsu-dinilai-tak-bahaya/
  3. Gentamicin Dosage, Side Effect | MIMS.com Indonesia [Internet]. [cited 2016 Jul 20]. Available from: http://www.mims.com/indonesia/drug/info/gentamicin?mtype=generic
  4. Indonesia BBC. Apa dampak vaksin palsu bagi kesehatan? [Internet]. BBC Indonesia. [cited 2016 Jul 20]. Available from: http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/07/160714_indonesia_explainer_vaksinasi
  5. Dwi S. Vaksinasi Ulang Dijamin Gunakan Produk Berkualitas Global [Internet]. Biofarma. 2016 [cited 2016 Jul 20]. Available from: http://www.biofarma.co.id/en/news/vaksinasi-ulang-dijamin-gunakan-produk-berkualitas-global/
  6. Melengkapi/ Mengejar Imunisasi (Bagian II) [Internet]. IDAI. [cited 2016 Jul 20]. Available from: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-ii
  7. Catch-up Immunization Schedule | CDC [Internet]. [cited 2016 Jul 20]. Available from: http://www.cdc.gov/vaccines/schedules/hcp/imz/catchup.html
  8. Dwi S. Bedakan Vaksin Asli dan Palsu [Internet]. Biofarma. 2016 [cited 2016 Jul 20]. Available from: http://www.biofarma.co.id/en/featured-news/bedakan-vaksin-asli-dan-palsu/
  9. Cara Membedakan Vaksin Asli dan Palsu [Internet]. detiknews. [cited 2016 Jul 20]. Available from: http://news.detik.com/infografis/3244092/cara-membedakan-vaksin-asli-dan-palsu
  10. Media KC. Kemenkes: 7 Alasan Tak Perlu Khawatir Vaksin Palsu – Kompas.com [Internet]. [cited 2016 Jul 20]. Available from: http://health.kompas.com/read/2016/06/27/103352623/kemenkes.7.alasan.tak.perlu.khawatir.vaksin.palsu

Kondom dan Pencegahan Penyakit Menular Seksual

Pasangan suami istri yang ingin mencegah atau menunda kehamilan dianjurkan untuk memakai alat kontrasepsi. Salah satu alat kontrasepsi yang mudah, murah dan cukup aman untuk digunakan ialah kondom. Alat kontrasepsi yang banyak dipakai pria ini juga diketahui amat bermanfaat untuk mencegah penyakit menular seksual (PMS). Termasuk salah satunya ialah penyakit yang berbahaya seperti HIV (Human Immunodeficiency Virus).

Kasus penyakit menular seksual, termasuk infeksi HIV, cukup banyak terjadi di Indonesia. Data menyebutkan bahwa jumlah penderita HIV sejak 1987 sampai September 2014 sebanyak 150.296 orang. Kelompok yang paling banyak terinfeksi HIV dan AIDS yaitu laki-laki usia 25-49 tahun. Namun, yang paling mengejutkan bahwa berdasarkan profesi, penderita AIDS yang terbanyak di Indonesia adalah ibu rumah tangga.

Untitled

Sekilas tentang Penyakit Menular Seksual

Penyakit menular seksual (PMS) ialah penyakit ditularkan melalui hubungan intim. PMS dapat disebabkan oleh bakteri, virus atau parasit. Beberapa penyakit menular seksual yang cukup banyak dialami masyarakat contohnya sifilis, gonorea (kencing nanah), klamidia (infeksi jamur), trikomoniasis, herpes, dan yang mungkin paling ditakuti ialah HIV.

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sel darah putih, yang menyebabkan kekebalan tubuh seseorang turun. Sedangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh oleh infeksi HIV. Penderita AIDS sangat mudah terkena berbagai infeksi kuman lain yang sering berakibat fatal.

Bagaimana cara penularan PMS?

Sesuai dengan namanya, penyakit menular seksual paling banyak ditularkan melalui hubungan seksual. Kuman yang membawa penyakit kelamin ini menyebar melalui kontak dari cairan mani, cairan dari kemaluan wanita atau darah. Seperti pada penularan penyakit kencing nanah (gonore), klamidia, trikomoniasis dan infeksi HIV. Selain itu, penularan bisa juga terjadi saat kontak permukaan mukosa kelamin dengan lesi kulit yang terinfeksi dari penderita. Sebagai contoh lesi kulit yang khas pada penderita herpes, sifilis dan chancroid.

Beberapa penyakit juga bisa ditularkan dari aktivitas non seksual. Contohnya bertukar jarum suntik pada pengguna narkoba, donor darah yang tidak aman, dan penularan dari ibu ke bayi saat proses melahirkan.

Bagaimana cara mencegah PMS?

Hal yang paling efektif dalam mencegah penyakit menular seksual ialah tidak berhubungan suami istri sama sekali bagi yang belum menikah. Bila sudah menikah, penting sekali untuk setia kepada pasangan agar dapat terlindungi dari penyakit menular seksual ini. Selain itu, para wanita dianjurkan untuk disuntik vaksin HPV untuk mencegah infeksi HPV dan kanker serviks.

Khusus untuk penyakit HIV, selain melalui hubungan seksual, HIV juga dapat dicegah dengan :

1. Melakukan skrining produk darah jika menjadi penerima transfusi darah.
2. Tidak menggunakan suntik apapun (termasuk narkoba) kecuali atas indikasi medis.
3. Ibu hamil yg positif HIV disarankan menjalani terapi ARV (anti-retroviral)

Bagaimana cara kondom mencegah PMS?

PMS paling banyak ditularkan melalui hubungan seksual, oleh karena itu salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah PMS ialah menggunakan kondom. Kondom menutupi seluruh penis, sehingga dapat menghalangi kontak dan perpindahan cairan yang keluar dari penis penderita PMS ke alat kelamin pasangannya.

Kondom yang banyak beredar di Indonesia merupakan jenis kondom yang dipakai pria. Namun ada juga kondom yang dapat dipakai wanita. Kondom wanita mirip kondom pria, berbentuk tabung dengan salah satu ujungnya tertutup, namun ukurannya lebih besar dibanding kondom pria. Kondom wanita menutupi pinggir mulut vagina, seluruh dinding vagina dan mulut rahim. Kondom wanita juga dapat menghalangi kontak dan perpindahan cairan yang keluar dari serviks dan vagina penderita PMS ke alat kelamin pasangannya.

Seberapa efektif kondom mencegah PMS?

Penggunaan kondom lateks secara rutin konsisten dan tepat efektif mencegah penularan PMS. Efektivitasnya sangat bergantung pada metode penularan PMS. Kondom sangat efektif mencegah PMS yang ditularkan melalui cairan mani dan cairan dari kemaluan wanita, misalnya pada klamidia, gonorea, trikomoniasis dan infeksi HIV. Cairan yang mengandung virus/bakteri tersebut dapat ditampung dan tidak menembus kondom. Pada penelitian tentang HIV, penggunaan kondom dapat menurunkan insidens HIV 69-95%, bahkan jika dikombinasikan dengan terapi ARV (anti-retroviral) maka insidens HIV dapat menurun sampai 99%.

Kondom juga efektif mencegah PMS yang ditularkan melalui lesi kulit seperti herpes genital, sifilis, chancroid dan infeksi HPV, dengan syarat lesi kulit/area yang terinfeksi tertutup seluruhnya oleh kondom. Namun jika lesi kulit/area yang terinfeksi tidak tertutup oleh kondom, maka perlindungannya tidak efektif.

Bagaimana bila kondom robek? 

Jika kondom robek, maka cairan dari alat kelamin dan lesi kulit yang terinfeksi dapat kontak dengan alat kelamin pasangannya dan menularkan PMS, sehingga kondom menjadi tidak efektif. Selain memasang kondom dengan benar, cara mencegah kondom robek yaitu:

  • Periksa tanggal kadaluarsa sebelum digunakan karena kondom yang sudah kadaluarsa mudah robek.
  • Hati-hati membuka kemasan . Hindari membuka terlalu kasar, tergores kuku atau membuka kemasan dengan gigi.
  • Pastikan kondom tidak robek sebelum dipakai.
  • Jangan memakai lubrikan yang berbahan minyak seperti losion, baby oil, petroleum jelly atau krim (Vaseline), karena bisa merusak kondom.

Kesimpulan

Kelompok yang paling banyak mengidap HIV dan AIDS sejak dahulu tidak berubah, yaitu kelompok laki-laki heteroseksual usia 25-49 tahun. Turunnya kasus AIDS sejak tahun 2004 membuktikan terapi ARV sudah cukup berhasil, namun kasus HIV baru terus meningkat. Selain pencegahan dengan menggunakan kondom secara rutin konsisten dan tepat, disinilah pentingnya kerjasama antara lembaga kesehatan dan keagamaan.

Fakta lain yang mengejutkan adalah cukup tingginya kasus HIV pada ibu rumah tangga. Komunikasi yang baik dan keterbukaan antara pasangan suami istri sangat penting. Komunikasi yang baik dapat dilanjutkan dengan skrining HIV, penggunaan kondom secara rutin konsisten dan tepat, serta terapi ARV. Hal ini penting untuk mencegah infeksi HIV pada anak yang sedang dikandung atau disusui oleh ibu tersebut.

Diana Andarini, dr.

11/30/2015

Referensi

  1. Lee Warner, Daniel R. Newman, Harland D. Austin. Condom Effectiveness for Reducing Transmission of Gonorrhea and Chlamydia: The Importance of Assessing Partner Infection Status. Am. J. Epidemiol. (2004) 159 (3): 242-251. doi: 10.1093/aje/kwh044. Cited from http://aje.oxfordjournals.org/content/159/3/242.full
  2. Department of Health and Human Services. Centers for Disease Control and Prevention. Condoms and STDs: Fact Sheet for Public Health Personnel. Cited from http://www.cdc.gov/condomeffectiveness/docs/Condoms_and_STDS.pdf
  3. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan Indonesia. Situasi dan Analisis HIV AIDS. Cited from http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/Infodatin%20AIDS.pdf
  4. Weller SC, Davis-Beaty K. Condom effectiveness in reducing heterosexual HIV transmission. Cochrane Database of Systematic Reviews 2002, Issue 1. Art. No.: CD003255. DOI: 10.1002/14651858.CD003255. Cited from http://apps.who.int/rhl/reviews/CD003255.pdf
  5. Liu H, Su Y, Zhu L, Xing J, Wu J, Wang N (2014) Effectiveness of ART and Condom Use for Prevention of Sexual HIV Transmission in Serodiscordant Couples: A Systematic Review and Meta-Analysis. PLoS ONE 9(11): e111175. doi:10.1371/journal.pone.0111175. Cited from http://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0111175
  6. Weller SC. A Meta-analysis of condom effectiveness in reducing sexually transmitted HIV. Soc Sci Med. 1993 Jun;36(12):1635-44. Cited from http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/8327927
  7. Steven D.Pinkerton, Paul R.Abramson. Effectiveness of condoms in preventing HIV transmission. Soc Sci Med. 1997 May;44(9):1303-12. doi:10.1016/S0277-9536(96)00258-4 Cited from http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0277953696002584
  8. Nicholas John Bennet. HIV Disease Treatment & Management. Cited from http://emedicine.medscape.com/article/211316-treatment#d15
  9. Sexually Transmitted Diseases Causes. Cited from http://www.emedicinehealth.com/sexually_transmitted_diseases/page2_em.htm#sexually_transmitted_diseases_stds_causes
  10. Condoms. Cited from http://www.nhs.uk/conditions/contraception-guide/pages/male-condoms.aspx
  11. UNAIDS. Making Condoms Work for HIV Prevention. Cited from http://data.unaids.org/Publications/IRC-pub06/JC941-CuttingEdge_en.pdf

Bolehkah Bayi Minum Air Putih?

Tidak jarang kita temui orangtua atau pengasuh yang sering mencicipi air putih pada bayi. Mungkin karena khawatir bayi masih haus dan ASI belum keluar banyak. Padahal, pada bayi yang diberikan ASI ekslusif tidak disarankan untuk diberi air putih. Hati-hati ya, ayah bunda, pemberian air putih pada bayi kurang dari 6 bulan bisa berbahaya untuk bayi.

Mengapa bayi minum air putih berbahaya?

Berbeda dengan anak atau orang dewasa, bayi yang diberi ASI tidak perlu air putih sebagai minuman tambahan meskipun cuaca panas atau anak sedang sakit. Memberi air putih pada bayi dapat meningkatkan resiko terkena diare, keracunan air atau malnutrisi. Air putih yang Anda berikan bisa saja mengandung kuman yang membawa penyakit pada bayi. Karena sistem kekebalan tubuh bayi masih rentan, bayi menjadi lebih mudah terkena diare atau muntah.

Selain itu, bila Anda memberi air terlalu banyak, bayi bisa mengalami ‘keracunan air’. Hal ini disebabkan ginjal bayi belum berkembang secara sempurna. Air putih yang terlalu banyak dapat menurunkan konsentrasi Natrium di dalam tubuh. Penurunan konsentrasi Natrium ini akan mengganggu keseimbangan elektrolit dalam tubuh dan menyebabkan sel menjadi bengkak. Sebagai akibatnya, aktivitas di otak bisa terganggu yang ditandai bayi menjadi gelisah, mudah mengantuk, kejang-kejang bahkan koma.

Air putih terlalu banyak dapat membuat sel bengkak

Air putih yang terlalu banyak dapat menyebabkan sel bengkak

Pemberian air putih pada bayi juga dapat membuat perut bayi kembung dan terasa penuh. Hal ini dapat membuat bayi menjadi kurang semangat untuk minum ASI. Bila bayi menjadi lebih jarang minum ASI, produksi ASI dari ibu juga bisa menurun. Selain itu, minum air terlalu banyak juga dapat mengganggu penyerapan nutrisi bayi dari ASI. Lama-kelamaan, bayi dapat mengalami malnutrisi atau kurang gizi.

ASI saja sudah cukup

Nutrisi pertama dan utama bagi bayi 0-6 bulan ialah ASI. Ayah bunda tidak perlu khawatir karena bayi tidak akan dehidrasi apabila hanya diberi ASI. Ayah bunda juga perlu ingat bahwa 80% kandungan ASI ialah air. Jadi, ia tidak perlu diberi minuman tambahan seperti air putih atau jus. Keuntungan lain dari memberi ASI ialah bayi akan mendapat sistem kekebalan tubuh dari ibu melalui ASI.

Pada kondisi di mana bayi tidak bisa minum ASI, susu formula bisa menjadi alternatif. Namun, pemberian susu formula juga tidak bisa sembarangan. Ayah ibu perlu perhatikan betul mengenai kebersihan air dan botol. Pemberian air putih untuk melarutkan susu formula juga harus sesuai dengan petunjuk masing-masing produk.

Bila bayi ibu sakit seperti diare atau kurang gizi, dokter mungkin akan memberi obat tetes, sirup vitamin atau mineral, atau cairan rehidrasi oral seperti oralit. Cairan-cairan ini aman diberikan untuk bayi namun hanya pada kondisi tertentu dengan petunjuk dokter dan dengan tetap meneruskan ASI.

Kapan bayi boleh minum air putih?

Bayi bisa diberikan air putih bila sudah memasuki usia 6 bulan. Saat ini bayi sudah semakin besar dan kebutuhan nutrisinya semakin meningkat. Sehingga pada usia ini, bayi sudah boleh diberi makanan atau minuman sebagai tambahan dari ASI.

Semoga informasi ini bermanfaat ya Ayah Bunda..

Agustina Kadaristiana, dr.

11/30/2015

Referensi

1. Drinking water can be harmful to smallest babies. Reuters [Internet]. 2008 May 21 [cited 2015 Nov 30]; Available from: http://www.reuters.com/article/2008/05/21/us-water-babies-idUSCOL16728820080521
2. Giving Water to a Baby [Internet]. [cited 2015 Nov 30]. Available from: http://www.whattoexpect.com/first-year/feeding-your-baby/giving-water-to-baby.aspx
3. pediatrician SRD. When can babies drink water? [Internet]. BabyCenter. [cited 2015 Nov 30]. Available from: http://www.babycenter.com/408_when-can-babies-drink-water_1368488.bc
4. WHO | Why can’t we give water to a breastfeeding baby before the 6 months, even when it is hot? [Internet]. WHO. [cited 2015 Nov 30]. Available from: http://www.who.int/features/qa/breastfeeding/en/

Salah Kaprah Tentang Diet Bebas Gluten

Saat ini produk berlabel gluten-free atau bebas gluten mulai dilirik masyarkat. Apalagi setelah diet bebas gluten dipopulerkan oleh media dan para artis. Banyak orang yang salah kaprah bahwa diet bebas gluten bagus untuk siapa saja. Lebih esktrim lagi bila Gluten dianggap musuh untuk orang yang sehat. Padahal, diet ini hanya diperuntukkan bagi orang yang mengidap Celiac disease (penyakit celiac). Lalu, apa efeknya bila diet bebas gluten dijalani oleh orang yang sehat?

Sekilas tentang gluten

Gluten ialah protein yang ditemukan pada makanan seperti gandum, rye, barley dan triticale (campuran antara gandum dan rye). Selain itu, gluten bisa ditemukan di lip balm dan lem di belakang amplop atau perangko. Diet bebas gluten artinya menghindari makanan apapun yang mengandung gluten dan olahanya seperti tepung terigu, mie, pasta, kue, roti, dressing salad, snack, dll.

gluten

Makanan Mengandung Gluten

Siapa yang membutuhkan diet bebas gluten?

Diet bebas gluten amat diperlukan bagi penderita Celiac disease (Penyakit celiac). Hal ini disebabkan gluten dapat merusak usus penderitanya. Sistem imun seseorang akan menyerang sel tubuh sendiri (autoimun) saat penderita mengkonsumsi gluten meskipun dalam jumlah yang amat sedikit. Efek yang paling sering ialah gangguan pencernaan seperti nyeri perut, diare kronis, berat badan turun, kurang gizi, dan tidak nafsu makan.

Selain itu, beberapa kondisi di bawah ini akan terbantu dengan menghindari atau mengurangi gluten meskipun tidak terlalu ketat. Misalnya :

  1. Penderita Intoleransi Gluten. Mirip halnya dengan gejala penyakit celiac, seseorang yang mengalami intoleransi gluten akan muncul gangguan pencernaan saat mengkonsumsi gluten. Perbedaannya, pada Intoleransi Gluten tidak sampai menimbulkan kerusakan usus.
  2. Penderita alergi gluten dan protein gandum.  Pada penderita penyakit ini, konsumsi gluten akan mencetuskan reaksi alergi. Gejala bisa berupa gangguan pernafasan (bersin, pilek, sesak), saluran cerna (nyeri perut, diare, perut kembung), dan kulit (gatal-gatal, biduran, dsb).
  3. Penderita penyakit autoimun lain seperti Diabetes Mellitus Tipe 1, Rheumatoid Arthritis, sindroma iritabel usus.

Bagaimana bila diet bebas gluten dijalani oleh orang umum?

Sampai saat ini tidak ada bukti bahwa diet bebas gluten bermanfaat bila dijalani orang umum tanpa penyakit-penyakit tadi. Bahkan Anda perlu waspada dengan kerugian diet gluten tanpa alasan medis yang jelas, karena :

  • Penyakit celiac jarang terjadi pada orang Asia termasuk Indonesia. Mayoritas penderitanya ialah ras kaukasian (orang Barat/ bule)
  • Adanya resiko kekurangan zat gizi. Dengan melakukan diet bebas gluten, Anda beresiko kekurangan vitamin dan mineral seperti vitamin B, kalsium, zat besi, magnesium dan serat. Terutama pada orang yang mengkonsumsi olahan gandum sebagai makanan pokok (seperti orang Barat pada umumnya).
  • Makanan yang mengandung gluten sendiri sebenarnya bermanfaat bagi orang yang sehat. Seperti menurunkan lemak trigliserida, mengontrol tekanan darah, meningkatkan fungsi imun, dan dapat melindungi usus dari kanker.
  • Membeli produk berlabel bebas gluten di pasaran bisa jadi lebih boros. Padahal, makanan sehari-hari orang Indonesia sendiri sudah bebas gluten. Contohnya, nasi, kentang, ubi, singkong, sayur, telur, ikan, daging, susu, dsb.
Gluten-free-list

Diet Bebas Gluten

Apakah diet bebas gluten bermanfaat untuk menurunkan berat badan?

Salah satu klaim kesehatan yang digembor-gemborkan media dan artis ialah diet bebas gluten bagus untuk menurunkan berat badan. Padahal, sampai saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menyokong klaim ini. Bahkan, hasil dari beberapa studi menyebutkan bahwa diet bebas gluten malah dapat memperburuk status Indeks Masa Tubuh pada orang yang obesitas dan berat badan berlebih. Hal ini disebabkan olahan makanan bebas gluten malah tinggi lemak dan energi.

Apakah benar diet bebas gluten bermanfaat untuk anak autis?

Saat ini, diet bebas gluten juga populer dijalani oleh anak yang autis. Namun, tidak ada bukti ilmiah yang cukup bahwa diet bebas gluten bermanfaat untuk anak dengan spektrum autis. Bahkan AAP (The American Academy of Pediatrics) tidak mendukung diet bebas gluten untuk terapi utama anak autis.

Jadi, tidak perlu termakan iklan dengan klaim berlebihan dari diet bebas gluten. Diet bebas gluten memang amat diperlukan hanya pada pengidap penyakit tertentu. Bila Anda curiga mengalami gangguan pencernaan atau alergi karena makanan mengandung gluten, silakan Anda hubungi dokter untuk mengecek kondisi Anda. Putuskan untuk melakukan diet bebas gluten hanya setelah Anda didiagnosis mengidap penyakit Celiac, intoleransi gluten, alergi gluten dan gandum serta penyakit autoimun lain (Diabetes Mellitus Tipe 1, Rheumatoid Arthritis, dll). Semoga bermanfaat.

Agustina Kadaristiana, dr.

11/15/2015

Referensi

1. Gujral N, Freeman HJ, Thomson AB. Celiac disease: Prevalence, diagnosis, pathogenesis and treatment. World J Gastroenterol WJG. 2012 Nov 14;18(42):6036–59.
2. Celiac Sprue: Practice Essentials, Background, Pathophysiology. 2015 Sep 17 [cited 2015 Nov 15]; Available from: http://emedicine.medscape.com/article/171805-overview
3. Gluten-Free/Casein-Free Diets [Internet]. HealthyChildren.org. [cited 2015 Nov 15]. Available from: http://www.healthychildren.org/English/healthy-living/nutrition/Pages/Gluten-Free-Casein-Free-Diets.aspx
4. Gluten-free diet. Mayo Clin [Internet]. 2014 Nov 25; Available from: http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/gluten-free-diet/art-20048530
5. Gaesser GA, Angadi SS. Gluten-Free Diet: Imprudent Dietary Advice for the General Population? J Acad Nutr Diet. 2012 Sep 1;112(9):1330–3.
6. Gluten Free Diet: Learn About Benefits, Plans and Recipes [Internet]. MedicineNet. [cited 2015 Nov 15]. Available from: http://www.medicinenet.com/celiac_disease_gluten_free_diet/article.htm
7. Jaret P. The Truth About Gluten [Internet]. WebMD. [cited 2015 Nov 15]. Available from: http://www.webmd.com/diet/healthy-kitchen-11/truth-about-gluten
8. Alex ADA 1701 NBS, ria, 1-800-Diabetes V 22311. What Foods Have Gluten? [Internet]. American Diabetes Association. [cited 2015 Nov 15]. Available from: http://www.diabetes.org/food-and-fitness/food/planning-meals/gluten-free-diets/what-foods-have-gluten.html

Daging Merah Menyebabkan Kanker?

Baru-baru ini, lembaga kesehatan dunia (WHO) mengumumkan bahwa daging merah dan olahannya dapat menyebabkan kanker (usus). Keputusan ini dibuat oleh lembaga penelitian kanker internasional (IARC) berdasarkan tinjauan terhadap 800 penelitian. Lantas apakah kita harus berhenti mengkonsumsi daging merah dan daging olahan?

Sekilas mengenai jenis-jenis daging

Daging merah yang dimaksud adalah daging yang berwarna merah sebelum dimasak (termasuk sapi, kambing, dan babi). Sementara yang dimaksud dengan daging olahan adalah daging (merah) yang dijual tidak dalam keadaan segar dan setelah mengalami proses seperti diasinkan, diasap, difermentasi, dikeringkan, ditambahkan pengawet atau bahan lain. Contoh daging olahan adalah sosis, ham, bacon, salami, dendeng. Daging cincang maupun daging cincang yang dipadatkan menjadi patty untuk hamburger tanpa tambahan pengawet tidak termasuk ke dalam golongan ini.

Daging putih berupa ayam, ikan, ataupun kalkun juga tidak termasuk ke dalam dua golongan di atas (tidak ada bukti bahwa daging putih ini bisa meningkatkan resiko terkena kanker).

Bagaimana daging merah menyebabkan kanker?

Para peneliti masih terus memelajari bagaimana tepatnya daging merah dan olahannya dapat menyebabkan kanker. Beberapa teorinya ialah :

  1. Efek dari pemecahan senyawa heme (yang membentuk haemoglobin dan menyebabkan darah berwarna merah) dipecah oleh sistem pencernaan menjadi kelompok senyawa N-nitroso. Senyawa N-nitroso telah terbukti dapat merusak sel-sel pelapis usus, sehingga sel-sel dinding usus harus lebih banyak membelah diri dan meningkatkan peluang mutasi DNA
  2. Daging olahan mengandung bahan-bahan yang dapat mengakibatkan terbentuknya senyawa N-nitroso dan polisiklik aromatik hidrokarbon di dalam perut, contohnya pengawet yang mengandung nitrit.
  3. Proses memasak. Memasak daging pada temperatur tinggi (dibakar atau dipanggang) bisa menyebabkan terbentuknya senyawa-senyawa kimia seperti heterosiklik aromatik amina dan polisiklik aromatik hidrokarbon yang diduga dapat meningkatkan resiko kanker. Daging merah dan olahannya menghasilkan senyawa-senyawa ini dalam jumlah yang lebih besar dibanding golongan daging lain (daging putih).
  4. Kandungan besi dalam daging merah bisa meningkatkan resiko kanker.
  5. Koloni bakteri dalam perut memainkan peran dalam pembentukan kanker.

Dengan demikian, terlepas dari kualitas daging atau sumber daging (lokal atau impor), kandungan alami dari daginglah dan cara memasaknya yang dapat meningkatkan resiko kanker.

Terlepas dari mekanisme pengaruh konsumsi daging terhadap pembentukan kanker, IARC mempunyai bukti yang cukup untuk dapat memutuskan bahwa daging olahan dapat dipastikan (definitely) meningkatkan resiko kanker sementara daging merah kemungkinan (probably) meningkatkan resiko terjadinya kanker.

Seberapa besar derajat keyakinan daging merah menyebabkan kanker?

Berdasarkan penggolongan IARC, daging olahan termasuk dalam group 1 karsinogen (dapat dipastikan menyebabkan kanker) bersama dengan alkohol, tembakau, arsenik, asbestos dan pestisida. Sementara daging merah termasuk group 2a (kemungkinan menyebabkan kanker) bersama dengan kerja shift (diduga mengacaukan ritme sirkadia dan metabolisme).

151026-IARC-Meat-rating-TWITTER

Faktor-faktor resiko karsinogen yang tergolong di dalam group lain dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

A-Rough-Guide-to-IARC-Carcinogen-Classifications-724x1024.0
Dengan mengkonsumsi 50 gram daging olahan (2 lembar bacon) per hari, resiko terkena kanker usus meningkat 18%. Resiko terkena kanker usus saat ini adalah sekitar 5%, peningkatan 18% menyebabkan resiko terkena kanker usus menjadi 5,9% seperti dapat dilihat pada gambar berikut.

bacon-risk

Namun, perlu diingat bahwa penggolongan oleh IARC tersebut didasarkan pada seberapa yakinnya sesuatu hal dapat menyebabkan kanker berdasarkan data yang ada, bukan seberapa banyak atau seberapa parah kanker yang bisa disebabkan. Pengelompokan tersebut tidak didasari pada level kekuatan karsinogen sehingga tidaklah tepat jika dikatakan konsumsi daging merah sama berbahayanya dengan merokok. Untuk lebih jelasnya, kita bisa melihat dari perbandingan data kanker yang disebabkan oleh konsumsi daging merah dan olahannya dengan kanker yang disebabkan oleh rokok.

151026-Tobacco-vs-Meat-UPDATE

Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa resiko terkena kanker akibat merokok lebih besar beberapa kali lipat dibandingkan konsumsi daging merah dan olahannya. Diperkirakan sekitar 8.800 kasus kanker tiap tahun di Inggris disebabkan oleh konsumsi daging merah dan olahannya dalam jumlah yang berlebihan sementara 64.500 kasus kanker tiap tahun disebabkan oleh merokok. Selain itu, merokok merupakan penyebab 86% kasus kanker paru-paru dan 19% kanker jenis lain.

Akhirnya, kita sampai pada pertanyaan paling penting: haruskah kita berhenti mengkonsumsi daging merah dan olahannya?

Daging merah merupakan sumber nutrisi yang penting untuk manusia karena mengandung protein, vitamin, dan mineral seperti besi dan zinc. Dengan demikian, konsumsi daging merah tidak harus dihentikan, hanya harus dibatasi baik jumlah maupun frekuensinya.

Batas konsumsi daging merah dan olahannya yang dianggap aman adalah 70 gram daging merah (dan olahannya) per hari.

Gambar di bawah ini bisa memberikan gambaran berapa banyak konsumsi daging merah dan daging olahan yang direkomendasikan.

151026-How-much-meat-spag

Dengan demikian, jika anda terbiasa mengkonsumsi daging dalam jumlah yang besar, anda mungkin harus menguranginya atau menggantinya dengan ayam, ikan, atau kalkun. Anda juga bisa mengurangi porsi daging dengan mencampur sayuran dan kacang-kacangan ke dalam masakan anda.

Gaya hidup yang sehat adalah gaya hidup yang seimbang. Konsumsi lebih banyak serat, buah, dan sayur; kurangi konsumsi garam, daging merah dan olahannya. Aktif bergerak, berolahraga secara teratur, jauhi konsumsi alkohol dan jangan merokok.

Hanifah Widiastuti, PhD.

10/29/2015

References:

1. Interest C. A Rough Guide to the IARC’s Carcinogen Classifications [Internet]. Compound Interest. [cited 2015 Oct 28]. Available from: http://www.compoundchem.com/2015/10/26/carcinogens/

2. Véronique Bouvard, Dana Loomis, Kathryn Z Guyton, Yann Grosse, Fatiha El Ghissassi, Lamia Benbrahim-Tallaa, et al. Carcinogenicity of consumption of red and processed meat. The Lancet. 2015 Oct 26;

3. Choices NHS. Eating meat and staying healthy – Live Well – NHS Choices [Internet]. 2014 [cited 2015 Jul 12]. Available from: http://www.nhs.uk/Livewell/Goodfood/Pages/meat.aspx#cooking

4. Ijssennagger N, Belzer C, Hooiveld GJ, Dekker J, van Mil SWC, Müller M, et al. Gut microbiota facilitates dietary heme-induced epithelial hyperproliferation by opening the mucus barrier in colon. Proc Natl Acad Sci. 2015 Aug 11;112(32):10038–43.

5. Radulescu S, Brookes MJ, Salgueiro P, Ridgway RA, McGhee E, Anderson K, et al. Luminal Iron Levels Govern Intestinal Tumorigenesis after Apc Loss In Vivo. Cell Rep. 2012 Aug;2(2):270–82.

6. Processed meat and cancer – what you need to know [Internet]. Cancer Research UK – Science blog. [cited 2015 Oct 28]. Available from: http://scienceblog.cancerresearchuk.org/2015/10/26/processed-meat-and-cancer-what-you-need-to-know/

7. So processed meat has been classified as carcinogenic. Here’s what you need to know. [Internet]. ScienceAlert. [cited 2015 Oct 28]. Available from: http://www.sciencealert.com/so-processed-meat-has-been-classified-as-carcinogenic-here-s-what-you-need-to-know

8. Choices NHS. The eatwell plate – Live Well – NHS Choices [Internet]. 2015 [cited 2015 Oct 28]. Available from: http://www.nhs.uk/Livewell/Goodfood/Pages/eatwell-plate.aspx

Anjuran Kesehatan Menghadapi Kabut Asap

Kebakaran hutan saat kemarau selalu membawa petaka bagi saudara kita di Riau. Tahun ini, bukan hanya Riau, provinsi lain seperti Sumatera Selatan, Jambi, dan Kalimantan juga terkena musibah yang sama. Aktivitas rutin di sekolah maupun perkantoran menjadi lumpuh. Lebih mengkhawatirkan lagi karena kabut asap ini bisa berbahaya bagi kesehatan manusia

Bahaya Asap sebagai Polutan

Asap termasuk polutan udara karena mengandung debu, partikel asap, Sulfur Dioxida (SO2), Nitrogen Dioxida (NO2), Carbon monoxida (MO) dan partikulat. Dikarenakan ukurannya yang amat kecil, zat partikulat ini bisa lolos sistem pertahanan saluran nafas manusia menuju paru-paru sampai pembuluh darah. Bila hal ini terjadi, zat partikulat bisa merusak alveolus dan mengganggu kesehatan. Adapun pengaruh asap terhadap kesehatan ialah:

  • Jangka pendek (dalam hitungan jam sampai hari):

    Dapat mencetuskan bronkitis akut, asthma, dan infeksi pada penderita penyakit paru kronis

    Pada penderita penyakit jantung dapat mencetuskan aritmia dan serangan jantung

    Pada anak-anak atau dewasa sehat dapat terjadi iritasi ringan

  • Jangka panjang (tinggal bertahun-tahun di daerah dengan bencana asap): dapat meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular (misalnya serangan jantung), penyakit paru kronis (seperti asthma pada anak), kanker sampai kematian dini.1–4

Siapa yang paling rentan terhadap bencana asap?

Dampak negatif asap paling dirasakan oleh :1–5

  1. Anak-anak. Anak termasuk kelompok rentan karena paru-parunya masih berkembang juga nafas yang lebih cepat dari orang dewasa.

  2. Orangtua. Hal ini disebabkan orangtua paling besar kemungkinan memiliki riwayat penyakit kronis

  3. Pengidap penyakit kronis :

    -Saluran nafas seperti alergi, sinusitis, asthma, PPOK (Penyakit paru obstruktif kronis)

    -Penyakit jantung (koroner, gagal jantung)

    -Diabetes mellitus

Bagaimana mendeteksi kualitas udara saat bencana asap?

Saat ini Indeks standar kualitas udara yang dipergunakan secara resmi di Indonesia adalah Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) atau Pollutant Standard Index (PSI). Parameter yang diukur dari ISPU ialah Partolia Partikulat (PM10), Karbondioksida (CO), Sulfur dioksida (SO2), Nitrogen dioksida (NO2) dan Ozon (O3).6

Capture

Bagaimana mengurangi dampak negatif akibat asap?

Bila Anda berada di tempat yang terkena bencana asap, berikut ini beberapa saran untuk mengurangi kejadian penyakit akibat asap :2,7–11

  1. Pantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) atau Pollutant Standard Index (PSI) 24 jam di situs BMKG. Sesuaikan aktivitas Anda berdasarkan level ISPU.
Untitled

*Aktivitas berat : aktivitas yang membutuhkan energi atau usaha yang tinggi, Lama : aktivitas berlangsung selama berjam-jam

  1. Gunakan masker N95 apabila keluar rumah. Masker bedah biasa tidak cukup menyaring partikel udara kecil akibat asap. Meskipun N95 bersifat protektif terhadap partikel asap, masker ini bisa meningkatkan usaha nafas. Sehingga, hindari penggunaan masker N95 dalam jangka waktu lama terutama bagi ibu hamil, orang tua, penderita penyakit paru dan jantung kronik serta stroke.

  2. Karena masker N95 tidak tersedia untuk bayi dan anak, sebaiknya anak tidak dibawa keluar rumah saat bencana asap

  3. Terapkan pola hidup sehat dengan makan yang seimbang dan tidur cukup

  4. Minum lebih banyak dari biasanya

  5. Cuci tangan atau mandi setelah keluar dari rumah atau terpapar asap

  6. Hindari merokok, alkohol dan kopi

  7. Upayakan agar polusi di luar tidak masuk ke dalam rumah atau ruang tertutup lainnya

  8. Tutup jendela saat berkendara

  9. Gunakan AC di dalam rumah untuk membantu membuang zat polutan

  10. Gunakan air ioniser atau air purifier (penyaring udara) untuk menangkap polutan yang amat kecil

  11. Segera berobat ke dokter atau sarana pelayanan kesehatan terdekat bila mengalami kesulitan bernapas atau gangguan kesehatan lain.

Untitled Banner

Agustina Kadaristiana, dr.

09/19/2015

Referensi

1. FAQ: Impact of Haze on Health (Updated 20 March 2015) | Ministry of Health [Internet]. [cited 2015 Sep 19]. Available from: https://www.moh.gov.sg/content/moh_web/home/pressRoom/Current_Issues/2014/haze/faq–impact-of-haze-on-health.html

2. Haze and Health Effects [Internet]. Raffles Medical Group. 2014 [cited 2015 Sep 19]. Available from: https://www.rafflesmedicalgroup.com/docs/default-source/health-advisories/advisory-haze-220914.pdf?sfvrsn=2

3. Impact of Haze on Health [Internet]. [cited 2015 Sep 19]. Available from: http://www.hpb.gov.sg/HOPPortal/health-article/HPB051226

4. Particle Pollution and Your Health [Internet]. [cited 2015 Sep 19]. Available from: http://airnow.gov/index.cfm?action=particle_health.index

5. MOH Haze Microsite | Ministry of Health [Internet]. [cited 2015 Sep 19]. Available from: https://www.moh.gov.sg/content/moh_web/home/pressRoom/Current_Issues/2014/haze.html

6. INDEX KUALITAS UDARA. Available from: http://personal.its.ac.id/files/material/3796-assomadi-PU-V-%28A%29INDEX%20KUALITAS%20UDARA.pdf

7. Impact of Haze on Health [Internet]. [cited 2015 Sep 19]. Available from: http://www.hpb.gov.sg/HOPPortal/health-article/HPB051226

8. Anjuran Kemenkes Hadapi Dampak Kesehatan Akibat Kabut Asap Riau [Internet]. detikHealth. [cited 2015 Sep 19]. Available from: http://health.detik.com/read/2013/06/23/105627/2281425/763/anjuran-kemenkes-hadapi-dampak-kesehatan-akibat-kabut-asap-riau

9. Children and the Haze in Singapore [Internet]. www.healthxchange.com.sg. [cited 2015 Sep 19]. Available from: http://www.healthxchange.com.sg/healthyliving/childrenhealth/Pages/children-and-the-haze-in-singapore.aspx

10. E101 Haze: Media Centre [Internet]. [cited 2015 Sep 19]. Available from: http://www.e101.gov.sg/haze/media.htm

11. How to Protect Yourself From the Haze in Singapore [Internet]. www.healthxchange.com.sg. [cited 2015 Sep 19]. Available from: http://www.healthxchange.com.sg/healthyliving/ManagingChronicIllnesses/Pages/how-to-protect-yourself-from-the-haze-in-singapore.aspx

Rabun Jauh Pada Anak dapat Dicegah dengan Aktivitas Outdoor

Anak berkacamata bukan hal yang aneh lagi kita lihat di sekolah. Nyatanya, masalah mata minus, rabun jauh atau miopia sudah menjadi masalah epidemis pada remaja di kota-kota besar Asia Tenggara dan Asia Timur. Saat ini, 80-90% anak lulusan SMA memiliki masalah miopia dan 20% diantaranya membutuhkan lensa minus tinggi. 1,2

Riset terbaru dari Sun Yat-sen University in Guangzhou, Cina bisa jadi membuka perspektif baru tentang pencegahan efektif miopia pada anak. Pasalnya, hasil riset membuktikan bahwa aktivitas outdoor selama 40 menit tiap hari dapat mencegah perkembangan rabun jauh pada anak. 3

Indian children play at dusk on the outskirts of the eastern Indian city of Bhubaneswar, India, Thursday, June 20 2013. (AP Photo/Biswaranjan Rout)

(AP Photo/Biswaranjan Rout)

Penelitian ini melibatkan 1903 anak SD tanpa miopia dengan rata-rata usia 6.6 tahun. Kemudian anak-anak ini dikategorikan menjadi 2 grup : grup kontrol dan grup intervensi. Pada kelompok intervensi, anak dilibatkan dalam kegiatan lapangan selama 40 menit di tiap akhir jam pelajaran. Selain itu, saat liburan atau akhir pekan, anak diajak melakukan aktivitas outdoor di bawah partisipasi orangtua. Sebaliknya, tidak dilakukan tambahan aktivitas outdoor pada kelompok kontrol

Setelah tiga tahun, didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan 9.1% dari insidensi miopia di dua kelompok tersebut. Hal ini menunjukkan 23% penurunan relatif (relative reduction) dari insidensi miopia. Meskipun peneliti menyebutkan angka ini kurang dari penurunan yang diantisipasi, hasil ini tetaplah bermakna dari segi klinis. Pasalnya, semakin muda anak mendapatkan miopia, semakin besar kemungkinan miopia menjadi berat.

Kesimpulannya, penambahan aktivitas outdoor selama 40 menit di sekolah pada anak usia 6 tahun di Guangzhou, Cina, menurunkan insidensi miopia sampai 3 tahun kemudian. Penelitian lebih lanjut tentu dibutuhkan untuk follow up perkembangan miopa anak-anak ini dan generalisir hasil riset.

Agustina Kadaristiana, dr.

09/19/2015

Referensi

1. Morgan I, Rose K. How genetic is school myopia? Prog Retin Eye Res. 2005 Jan;24(1):1–38.
2. Morgan IG, Ohno-Matsui K, Saw S-M. Myopia. Lancet Lond Engl. 2012 May 5;379(9827):1739–48.
3. He M, Xiang F, Zeng Y, Mai J, Chen Q, Zhang J, et al. Effect of Time Spent Outdoors at School on the Development of Myopia Among Children in China: A Randomized Clinical Trial. JAMA. 2015 Sep 15;314(11):1142–8.

Susu sapi berbahaya. Benarkah?

“Awas! Susu sapi hanya untuk sapi!”. Isu viral ini mungkin pernah kita dapat dari internet atau berita broadcast. Tidak tanggung-tanggung, para pakar anti-susu ini menyorot bahwa susu sapi dapat menyebabkan kanker, alergi, dan menghasilkan radikal bebas. Padahal, sejak dulu masyarakat selalu didorong untuk minum susu. Lalu, manakah sebenarnya pendapat yang benar?

Manfaat vs Resiko

Saat ini memang terdapat perbedaan hasil penelitian mengenai manfaat susu dari para ahli. Di satu sisi, susu sapi sudah dikenal kaya nutrisi. Kandungan lemak susu sapi yang cukup tinggi (sekitar 50% dari total kalori) bermanfaat untuk anak terutama yang memiliki asupan lemak rendah. Susu juga memberi kontribusi yang signifikan untuk kalsium, zinc, magnesium, selenium, ribovlafin, vitamin B12 dan asam pantothenat. Meskipun perlu diingat bahwa susu sapi memiliki kandungan zat besi yang rendah.1–4

Salah satu masalah kesehatan yang dihadapi anak Indonesia saat ini ialah stunting (postur pendek). Stunting dianggap masalah karena meningkatkan resiko kecatatan anak dan gangguan perkembangan kognitif. Postur pendek ditambah berat badan lahir rendah juga merupakan faktor resiko penyakit kronik saat dewasa. Penelitian menyebutkan bahwa memberi setiap pemberian 245 ml susu pada anak meningkatkan tinggi badan sebesar 0.4 cm. Susu sapi juga berperan penting dalam mengatasi gizi kurang dan buruk baik di negara berkembang maupun negara industri.3,5,6

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa susu sapi membawa resiko kesehatan bagi anak alergi, memiliki masalah pencernaan (misalnya intoleran laktosa) atau yang mengkonsumsi secara berlebihan. Diet tinggi lemak jenuh, seperti pada susu, disertai konsumsi makanan rendah serat dan olahraga dapat menyebabkan obesitas pada anak. Secara jangka panjang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung.

Susu dan Kanker

Susu dan kalsium telah diduga memegang peran yang berbeda pada tiap-tiap kanker. Beberapa komponen dari susu seperti kalsium, vitamin D, sphingolipids, asam butirat dan protein diduga melindungi tubuh dari kanker. Secara khusus, kalsium dan vitamin D dalam susu bersifat protektif terhadap kanker kolorektal (WCRF dan AICR). 7–13

Konsumsi Susu Sejak Kecil dan Resiko Kanker

Pengaruh konsumsi susu sejak kecil berfokus pada efek susu terhadap IGF-1 (hormon pertumbuhan). Diet susu hewan yang tinggi telah diketahui dapat meningkatkan kadar IGF-1. Kadar IGF-1 yang tinggi ini dapat meningkatkan resiko kanker prostat, payudara dan kolorektal. Studi Boyd Orr menemukan bahwa keluarga yang mengkonsumsi produk kaya susu sejak kecil memiliki resiko kanker kolorektal saat dewasa, berbeda dengan temuan dari WCRF. Namun, konsumsi susu saat anak-anak tidak berhubungan dengan kanker payudara dan lambung. 5,14

Konsumsi Susu Saat Dewasa dengan Resiko Kanker

Kadar galaktosa yang tinggi, gula yang dihasilkan dari pencernaan laktosa susu, diketahui berbahaya terhadap ovarium. Meskipun hubungan langsung antara susu dan kanker ovarium tidak serempak dilaporkan, namun ada potensi yang berbahaya mengkonsumsi laktosa yang tinggi. Penelitian yang melibatkan 500.000 wanita menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi laktosa yang tinggi (setara dengan 3 gelas susu per hari) mengalami resiko kanker ovarium yang sedikit lebih tinggi dibandingkan yang tidak.15

Diet tinggi kalsium juga diduga menjadi faktor resiko kanker prostat. Studi dari Harvard menemukan bahwa pria dewasa yang meminum 2 gelas atau lebih susu tiap hari beresiko mengalami kanker prostat dua kali lipat dibandingkan yang tidak. Hubungan ini lebih ditekankan pada konsumsi kalsiumnya daripada produk susu secara umum. 16,17

Kesimpulan

Agar masyarakat tidak bingung, Anda perlu pahami bahwa susu hewani bermanfaat sebagai bagian diet seimbang terutama pada anak di negara berkembang. Namun, konsumsi susu berlebihan secara jangka panjang baik bagi anak maupun dewasa tidak disarankan karena dapat berpotensi menimbulkan obesitas, penyakit jantung dan pembuluh darah, sampai kanker.

Susu hewani memang tidak dapat menggantikan manfaat dari ASI. Namun, anak di atas 1 tahun dapat diberikan susu hewan full cream sebagai susu rekreasi sebanyak 2 gelas. Setelah 2 tahun, beri anak susu rendah lemak sebanyak 2-3 gelas. Untuk orang dewasa, konsumsi kalsium dan produk susu yang cukup (1-2 gelas) bermanfaat untuk kesehatan tulang, menurunkan resiko darah tinggi dan kanker kolon sebagai bagian dari diet seimbang.18

HEPApr2013-1024x800

Bagi anak atau dewasa yang tidak dapat mengkonsumsi susu hewani karena alergi atau masalah pencernaan, Anda bisa memenuhi kebutuhan nutrisi dari sumber makanan lain. Susu hipoalergenik dapat menjadi pilihan untuk anak yang alergi. Kalsium dapat ditemukan di sayuran hijau, kacang-kacangan, jus dan susu kedelai yang difortifikasi kalsium. Jangan lupa penuhi kebutuhan protein, lemak dan mikronutrien dari daging, ikan, ayam serta sayur dan buah. 18

Agustina Kadaristiana, dr. 

09/12/2015

Referensi

1. Barger-Lux, M.J, Heaney, R.P., Packard, P.T., Lappe, J.M., & Recker, R.R. Nutritional correlations of low calcium intake. Clin Appl Nutr. 1992;2:39–44.
2. Fulgoni V, Nicholls J, Reed A, Buckley R, Kafer K, Huth P, et al. Dairy consumption and related nutrient intake in African-American adults and children in the United States: continuing survey of food intakes by individuals 1994-1996, 1998, and the National Health And Nutrition Examination Survey 1999-2000. J Am Diet Assoc. 2007 Feb;107(2):256–64.
3. Michaelsen KF, Nielsen A-LH, Roos N, Friis H, Mølgaard C. Cow’s milk in treatment of moderate and severe undernutrition in low-income countries. Nestlé Nutr Workshop Ser Paediatr Programme. 2011;67:99–111.
4. Hoppe C, Mølgaard C, Michaelsen KF. Cow’s milk and linear growth in industrialized and developing countries. Annu Rev Nutr. 2006;26:131–73.
5. De Beer H. Dairy products and physical stature: a systematic review and meta-analysis of controlled trials. Econ Hum Biol. 2012 Jul;10(3):299–309.
6. Parodi PW. Cows’ milk fat components as potential anticarcinogenic agents. J Nutr. 1997 Jun;127(6):1055–60.
7. Parodi PW. Conjugated linoleic acid and other anticarcinogenic agents of bovine milk fat. J Dairy Sci. 1999 Jun;82(6):1339–49.
8. Parodi PW. Dairy product consumption and the risk of breast cancer. J Am Coll Nutr. 2005 Dec;24(6 Suppl):556S – 68S.
9. Parodi PW. A role for milk proteins and their peptides in cancer prevention. Curr Pharm Des. 2007;13(8):813–28.
10. Garland CF, Garland FC, Gorham ED, Lipkin M, Newmark H, Mohr SB, et al. The Role of Vitamin D in Cancer Prevention. Am J Public Health. 2006 Feb;96(2):252–61.
11. German JB, Dillard CJ. Composition, structure and absorption of milk lipids: a source of energy, fat-soluble nutrients and bioactive molecules. Crit Rev Food Sci Nutr. 2006;46(1):57–92.
12. Holt PR, Bresalier RS, Ma CK, Liu K-F, Lipkin M, Byrd JC, et al. Calcium plus vitamin D alters preneoplastic features of colorectal adenomas and rectal mucosa. Cancer. 2006 Jan 15;106(2):287–96.
13. Van der Pols JC, Bain C, Gunnell D, Smith GD, Frobisher C, Martin RM. Childhood dairy intake and adult cancer risk: 65-y follow-up of the Boyd Orr cohort. Am J Clin Nutr. 2007 Dec;86(6):1722–9.
14. Genkinger JM, Hunter DJ, Spiegelman D, Anderson KE, Arslan A, Beeson WL, et al. Dairy products and ovarian cancer: a pooled analysis of 12 cohort studies. Cancer Epidemiol Biomark Prev Publ Am Assoc Cancer Res Cosponsored Am Soc Prev Oncol. 2006 Feb;15(2):364–72.
15. Edward Giovannucci, Eric B. Rimiti, Alicja Wolk, Alberto Ascherio, Meir J. Stampfer, Graham A. Colditz, Walter C. WilleÂ. Calcium and fructose intake in relation to risk of prostate cancer. CANCER Res. 1998;(58):442–7.
16. Food, nutrition, physical activity, and the prevention of cancer: a global perspective. Washington: World Cancer Research Fund, American Institute for Cancer Research; 2007.
17. Gidding SS, Dennison BA, Birch LL, Daniels SR, Gilman MW, Lichtenstein AH, et al. Dietary Recommendations for Children and Adolescents: A Guide for Practitioners [Internet]. [cited 2015 Jul 31]. Available from: http://pediatrics.aappublications.org
18. Calcium and Milk: What’s Best for Your Bones and Health? Harv Sch Public Health [Internet]. Available from: http://www.hsph.harvard.edu/nutritionsource/calcium-full-story/#ref15

Cegah Sindroma Rubella Kongenital (SRK) dengan Imunisasi MMR

Penyakit rubella atau yang disebut juga campak jerman mungkin sudah tak asing lagi ditelinga kita. Pada orang hamil penyakit ini akan menjadi perhatian. Mengapa begitu ? Yuk kita kenali lebih dekat si virus rubella ini.

Sekilas Tentang Rubella 

Virus rubella ini dapat menular lewat udara dari seseorang yang terinfeksi rubella. Gejala tertularnya penyakit ini antara lain adanya demam sumeng-sumeng, ruam, lemah, sakit kepala, nyeri tenggorokan, pembesaran kalenjar getah bening, nyeri sendi, namun pada sekitar 25-50% infeksinya tidak bergejala. Meskipun demikian orang yang tidak bergejala ini juga dapat menularkan ke orang lain.

Pada orang dewasa yang tidak hamil, sebenarnya penyakit ini tidak berbahaya dan akan sembuh dengan sendirinya. Namun bagaimana jika sang ibu hamil yang terinfeksi rubella ? Infeksi rubella yang terjadi saat konsepsi dan kehamilan sangat berbahaya bagi janin dan dapat menyebabkan Sindroma Rubella Kongenital

Sindroma Rubella Kongenital

Sindroma Rubella Kongenital (SRK) ialah kecacatan janin akibat infeksi rubella pada ibu. Kecacatan yang terjadi dapat beragam antara lain tuli  (58%); gangguan pada penglihatan dapat berupa katarak, glaukoma, retinopati (43%); penyakit jantung bawaan, keguguran, lahir mati, lahir prematur gangguan pada sistem saraf pusat, retardasi mental, kuning pada bayi, dan berbagai gangguan lainnya.

X2604-R-26

Sindroma Rubella Kongenital

Resiko keparahan SRK ini juga bergantung pada usia kehamilan saat ibu mengalami infeksi. Risiko Sindroma Rubella Kongenital tertinggi jika infeksi rubella terjadi pada trimester pertama mencapai 85%. Sedangkan pada minggu ke 13-16 kehamilan risikonya menurun menjadi 54%, dan setelah minggu ke 20 kehamilan risiko tersebut semakin kecil.

Bagaimana mencegah infeksi rubella?

Kekebalan terhadap rubella bisa didapatkan melalui imunisasi atau adanya riwayat infeksi dimasa lampau. Imunisasi rubella di Indonesia diberikan dalam bentuk kombo yakni imunisasi MMR yang merupakan gabungan dari vaksin measles (campak)-mumps (gondong)-rubella. Imunisasi MMR saat ini sudah direkomendasi oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk diberikan pada usia 15 bulan dan 5 tahun.

mmr10a

Imunisasi sejatinya bukan hanya dapat dilakukan pada bayi dan anak, namun beberapa vaksin juga memang diperuntukkan untuk dewasa apabila saat kecil Ibu belum mendapatkannya. Salah satunya imunisasi MMR. Sebagai persiapan sebelum menikah atau sebelum hamil, sebaiknya dilakukan 1 atau 2 dosis vaksin MMR. Vaksin MMR merupakan jenis vaksin hidup sehingga tidak boleh disuntikkan pada wanita hamil, dan harus diingat bahwa bunda harus menunda kehamilan minimal 1 bulan setelah imunisasi MMR (rekomendasi ACIP). Ibu menyusui bukanlah kontraindikasi untuk vaksin ini, sehingga dapat diberikan kapan pun setelah Ibu melahirkan.

Untuk jenis vaksin hidup, dosis kedua bukanlah booster sepertihalnya jenis vaksin mati. Seperti MMR, dosis kedua sebenarnya bukanlah booster. Namun sekitar 2-5% orang tidak terbentuk kekebalan setelah suntikan pertama MMR, sehingga suntikan kedua diharapkan dapat memberikan kembali kesempatan untuk membentuk kekebalan/ antibodi. Namun sayangnya diperlukan pemeriksaan darah untuk memastikan terbentuk atau tidaknya antibodi, sehingga pada anak-anak usia sekolah, traveler, tenaga kesehatan dan orang dengan risiko tinggi tertular penyakit tersebut direkomendasikan untuk mendapatkan 2 dosis MMR. Setelah dosis ke 2 ini, sekitar 99% terdeteksi antibodi terhadap campak, rubella dan gondong.

Siapa sajakah yang tidak boleh mendapatkan imunisasi MMR?

  • Ibu hamil
  • Riwayat anafilaksis pada pemberian neomisin
  • Riwayat alergi hebat terhadap komponen vaksin atau saat pemberian vaksin MMR sebelumnya
  • Orang dengan imunitas rendah seperti penderita leukemia, AIDS.

Untuk Anda yang sedang masa persiapan pernikahan, setelah melahirkan, atau persiapan kehamilan berikutnya namun belum pernah mendapatkan Imunisasi MMR, yuk segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan suntikan MMR. Lebih baik mencegah daripada mengobati, bukan?

Arfenda Puntia Mustikawati, dr.

09/07/2015

Sumber :

1. Dontygni, Lorraine., Arsenault, M., Martel, M. Rubella in Pregnancy.[cited 2015 Agust 18]. Available from : http://sogc.org/wp-content/uploads/2013/01/guiJOGC203CPG0802.pdf
2. Ezike, Elias. Pediatric Rubella. [cited 2015 Agust 18]Available from http://emedicine.medscape.com/article/968523-overview
3. Measles Mumps and Rubella. [cited 2015 Agust 18] Available from http://www.immunize.org/askexperts/experts_mmr.asp
4. McLean, Huong., Redd, Susan., Abernathy, Emily., Icenogle, Joseph ., Wallace, Gregory VPD Surveillance Manual. Chapter 14 : Rubella. 5th Edition, 2012. Manual for the Surveillance of Vaccine-Preventable Diseases. [cited 2015 Agust 18]Available from http://www.cdc.gov/vaccines/pubs/surv-manual/chpt14-rubella.html#vaccination
5. MMR Vaccine : What You Need to Know. [cited 2015 Agust 18] Available from http://www.immunize.org/vis/mmr.pdf
6. Prevention of Measles, Rubella, Congenital Rubella Syndrome, and Mumps, 2013: Summary Recommendations of the Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP). Recommendations and Report/ Vol.62/No.4. June 14, 2013. [cited 2015 Agust 18]Available from http://www.cdc.gov/mmwr/preview/mmwrhtml/rr6204a1.htm
7. Rubella: Questions and Answers. [cited 2015 Agust 18]Available from http://www.immunize.org/catg.d/p4218.pdf
8. Rubella (German measles) during pregnancy. [cited 2015 Agust 21]Available from http://www.babycenter.com/0_rubella-german-measles-during-pregnancy_9527.bc

Gambar :
http://medical-dictionary.thefreedictionary.com/Rubella,+congenital+syndrome
iio876http://www.tulsa-health.org/sites/default/files/styles/section_thumb/public/page_images/7_AdultImmuniz-21830648-iStock_000021830648Small.jpg?itok=5TjYS7RR

http://static.guim.co.uk/sys-images/Guardian/Pix/pictures/2008/02/04/mmr10a.jpg

Cara Memelihara Otak Untuk Fungsi yang Optimal

Otak merupakan organ vital tubuh karena seluruh aktivitas kita dikendalikan oleh otak. Tidaklah berlebihan bila kita harus memelihara dan menyayangi otak kita. Bila dilihat dari fungsinya, otak kita terbagi menjadi dua bagian, yaitu otak kanan dan otak kiri. Otak kanan berfungsi untuk kreativitas, konseptual, inovasi, gagasan, gambar, warna, musik, irama, melodi, dan bermimpi. Sedangkan otak kiri berfungsi dalam bidang matematika, bahasa, membaca, menulis, logika, urutan, sistematis, analitis. Berikut ini beberapa cara memelihara otak untuk fungsi yang optimal

Hindari hal-hal yang dapat merusak otak, yaitu:

  • Tidak sarapan pagi, karena otak memerlukan karbohidrat sebagai sumber energi otak
  • Makan berlebih, akibatnya terjadi penimbunan asam lemak jenuh yang akan membebani pembuluh darah otak saat menyuplai glukosa dan oksigen ke sel-sel otak.
  • Konsumsi gula berlebih yang akan mengganggu penyerapan protein, sehingga otak tidak berkembang dengan sehat
  • Rokok dan asap rokok dapat membuat sel otak rusak, serta mempercepat degenerasi
  • seperti pada penyakit Alzheimer
  • Polusi udara menyebabkan oksigen ke otak berkurang
  • Tidur berlebih dapat menyebabkan sel otak menurun fungsinya
  • Jarang berpikir akan menyebabkan otak tidak berkembang

Jagalah kinerja otak dengan :

  1. Olahraga teratur, seminggu tiga kali untuk meningkatkan suplai darah ke otak, sehingga otak akan lebih banyak menerima oksigen. Olahraga juga dapat menurunkan kadar garam dalam otak yang mampu memperbaiki suasana hati. Olahraga akan meningkatkan produksi keringat dan produksi air kencing, sehingga menurunkan kadar garam dalam
  2. Istirahatkan otak setelah berpikir. Berpikir keras tanpa istirahat memperparah ketidakefektifan otak, serta dapat merusak otak.
  3. Kurangi stres karena stres yang berlebihan akan memicu hormon kortisol yang ternyata berpengaruh pada tes memori. Peneliti dari University of Carolina melakukan studi dengan hasil bahwa jika seseorang membiarkan stres dalam otaknya selama bertahun- tahun, akan mengalami penurunan fungsi otak tanpa disadarinya. Sebanyak 100 responden yang mengikuti tes memori membuktikannya. Partisipan diberi instruksi untuk mengingat nama orang, benda, dan angka oleh peneliti. Hasilnya mereka yang gagal dalam tes tersebut, terdeteksi mengalami stres selama bertahun-tahun. Namun, beberapa responden mengaku mereka tidak merasa stres. Para ahli saraf percaya, kemampuan kita untuk mengendalikan emosi dan stres adalah cara untuk melindungi jaringan otak. Sebab emosi adalah pemicu bagi rusaknya banyak area dalam otak, mulai dari memori, kemampuan berpikir logis, hingga kemampuan berekspresi.
  4. Berpikirlah positif, hal ini sangat menguntungkan karena dapat menstimulasi otak untuk mengolah informasi lebih baik sehingga otak kita akan selalu berada dalam kondisi prima. Penelitian pada tahun 2007 menemukan responden yang selalu mengelilingi dirinya dengan energy positif mampu menekan risiko kemunduran fungsi kognitif otak hingga 60%. Sementara pada responden yang sering stres dan emosional mengalami kemunduran daya ingat atau demensia.
  5. Tidur cukup 6-8 jam sehari. Tidur yang cukup berfungsi untuk:
  • Regenerasi sel-sel tubuh yang rusak
  • Memperlancar produksi hormon pertumbuhan yang penting untuk meningkatkan kualitas, ukuran, efisiensi otak, dan meningkatkan pengangkutan asam amino dari darah ke otak. Kebanyakan hormon pertumbuhan diproduksi pada saat kita tidur dengan tenang, tanpa beban.
  • Meningkatkan konsentrasi berpikir.

Reqgi First Trasia, dr. 

Depok, 9 Agustus 2015

Referensi

1. Amen GD. 2005. Seven Nutrition Tips for Increasing Brain Power Healthier, Longer Living and Your Food Choices.

2. Dangour DA, Uauy R. 2008. N-3 non chain Polyunsaturated Fatty Acids for Optimal Function During Brain Development and Aging. Asia Pacific Journal Clinical Nutrition. Volume 17 pg 185-188

3. Science of Today. 2009. Memori Otak yang Rusak Akibat Stress. www.solar-aid.org

4. Eastern Idaho Public Health District. 2005. Breakfast Boosts Brain Power. www.phd7.idaho.gov

5. Herdata. 2010. Zat Besi Optimalkan Perkembangan Otak. Ebook FK Unsyiah

6. Lipson E. 1999. Continuing Education Module : Brain Nutrient. New Hope Institute Natural

7. Clandinin and Jumpsen. 1995. Brain Development : Relationship to Dietary Lipid and Lipid Metabolism. AOCS Press. Champain. Illinois

Waspada Infeksi MERS

Melepas kepergian Haji memang bukan perkara mudah. Selain umat Islam perlu berserah diri meninggalkan rutinitas semata-mata untuk ibadah, ditambah dengan tantangan yang mungkin dihadapi di tanah suci. Salah satu tantangan jamaah haji tahun ini ialah infeksi MERS.

Dalam seminggu terakhir dilaporkan 49 kasus positif MERS di Arab Saudi. Peningkatan kasus ini cukup menggelisahkan mengingat rombongan Haji sudah mulai berdatangan termasuk jamaah dari Indonesia. Tapi tidak perlu panik, bila Anda atau keluarga akan menjalankan Haji tahun ini, tidak ada salahnya bila kita persiapkan yang terbaik untuk tetap fit dan terbebas dari MERS.1,2

Apa itu MERS?

MERS (Middle East Respiratory Syndrome) merupakan penyakit gangguan pernafasan yang disebabkan oleh coronavirus yang disebut MERS-CoV. Penyakit ini pertama kali di laporkan di Saudi Arabia tahun 2012.3,4

Apa gejala MERS?

Gejala MERS bervariasi dari yang ringan sampai berat. Namun, mayoritas pasien yang terinfeksi virus MERS-CoV mengalami gangguan saluran pernafasan berat seperti demam tinggi, menggigil, batuk, batuk darah nyeri tenggorokan dan sesak nafas dimana 30% diantaranya meninggal dunia. Keluhan lain bisa berupa diare, muntah dan nyeri perut.3

Bagaimana cara penularan MERS?

Saat ini diduga kuat penularan infeksi MERS dapat melalui manusia atau hewan. Yaitu :

  • Kontak langsung dengan penderita MERS (berada dalam jarak 2 meter dalam satu ruangan dengan periode yang lama)
  • Terkena tetesan bersin atau droplet batuk
  • Memegang hidung, mulut atau mata setelah kontak dengan perlengkapan pasien yang terinfeksi
  • Kontak langsung dengan unta terutama yang berpunuk satu.3,5

Adakah terapi atau vaksin untuk MERS?

Sampai saat ini belum ada antivirus dan vaksin untuk mengatasi MERS. Terapi hanya bersifat meringankan gejala. 3,5

Perlukah kita membatalkan perjalanan ke semenanjung Arab dengan tujuan apapun?

CDC (Centers for Disease Control and Prevention) tidak merekomendasikan untuk membatalkan rencana perjalanan ke Timur Tengah (termasuk Saudi Arabia) karena MERS. Namun, penting diketahui langkah-langkah pencegahan MERS bagi yang akan berkunjung ke daerah ini.3

Bagaimana mencegah penularan penyakit MERS?

mersinfographic

Pencegahan penyakit MERS tidaklah sulit. Caranya adalah :

  • Seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air. Jika tidak ada sabun dan air, gunakan hand sanitizer berbahan dasar alkohol.
  • Hindari menyeka mata, hidung dan mulut karena kuman menyebar dengan cara ini.
  • Hindari kontak dekat dengan orang sakit.
  • Gunakan masker (direkomendasikan masker jenis N95)
  • Lakukan vaksin dasar sebelum umroh/haji (vaksin influenza dan meningitis). Meskipun belum ada vaksin untuk MERS, kedua vaksin ini membantu mencegah infeksi lain yang gejalanya menyerupai MERS.
  • Jamaah yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes, bronkitis, dll harus konsutlasi terlebih dahulu dengan petugas medis sebelum berangkat.
  • Hindari kontak dengan unta atau hewan lain selama di Arab. Bila terjadi kontak, langsung cuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer.
  • Hindari konsumsi daging yang tidak matang sempurna atau susu yang belum dipasteurisasi.
  • Lakukan pola hidup sehat dan bersih seperti selalu menjaga kebersihan badan dan makanan/minuman. 2-5

Jika kita sakit :

  • Tutup mulut dengan tisu ketika batuk atau bersin dan buanglah tisu ini langsung pada tempat sampah. Jangan gunakan tisu yang sama lebih dari sekali. Jangan bersin langsung ke kulit tangan karena virus akan tetap hidup dan berpindah ke tangan. Bila tidak ada tisu, bersin atau batuklah ke kain lengan baju karena virus tidak bisa hidup di serat kain.
  • Hindari kontak yang dekat dengan orang lain untuk mengurangi penularan
  • Bila sakit saat bepergian, temui sarana medis terdekat.
  • Temui dokter bila mengalami demam, batuk, sesak nafas dalam 14 hari setelah mengunjungi Timur Tengah. 2,3,6

Semoga bermanfaat.. Selamat menjalankan ibadah Haji bagi yang melaksanakannya..

Agustina Kadaristiana,dr.

Publikasi pertama Jun 2, 2014,  revisi terakhir 27 Agustus 2015

Referensi :
1. Why worries about a MERS virus outbreak at the Hajj are probably overblown [Internet]. Vox. [cited 2015 Aug 27]. Available from: http://www.vox.com/2015/8/25/9207157/mers-hajj
2. Kingdom of Saudi Arabia – Ministry of Health Portal [Internet]. [cited 2015 Aug 27]. Available from: http://www.moh.gov.sa/en/
3. Middle East Respiratory Syndrome (MERS). CDC [Internet]. 2015 Jul 6; Available from: http://www.cdc.gov/coronavirus/mers/about/index.html
4. WHO | Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) [Internet]. WHO. [cited 2015 Aug 27]. Available from: http://www.who.int/emergencies/mers-cov/en/
5. Kenneth McIntosh, MD. Middle East respiratory syndrome coronavirus. Uptodate. 2015 Aug 24;
6. WHO | Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) [Internet]. WHO. [cited 2015 Aug 27]. Available from: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/mers-cov/en/

Larangan Ibu Hamil, Mitos atau Fakta?

Tidak dapat dipungkiri, peristiwa kehamilan selalu dianggap luar biasa oleh wanita dan keluarga terdekatnya. Namun, hal ini sering disalahkaprahkan dengan berbagai macam anjuran dan larangan yang tidak berdasar. Bahkan diantara anjuran dan larangan ibu hamil tersebut ada yang malah membahayakan, baik dari segi kesehatan ibu hamil, maupun dari segi spiritual. Pada artikel ini, kita akan bahas larangan yang berupa mitos atau fakta seputar kehamilan.

Larangan Ibu Hamil yang Sering Disebut

1. Ibu hamil jangan menyusui

Tidak sepenuhnya benar. Anjuran sehat untuk wanita adalah memberikan ASI selama 2 tahun setelah itu baru bersiap untuk memberikan adik bagi si kakak. Namun, tak jarang dijumpai bahwa beberapa bulan setelah melahirkan, ternyata rahim sudah ada penghuni lagi. Bila demikian, ibu tetap dapat menyusui saat hamil apabila kandungan ibu sehat tanpa komplikasi.

2. Dilarang minum es karena bisa menyebabkan bayi gemuk

Mitos. Entah siapa penciptanya, yang jelas mitos ini bertahan di puncak tangga sejak berpuluh tahun yang lalu. Penjelasannya mudah saja, es batu terbuat dari air yang dibekukan. Tentu saja air tidak menyebabkan gemuk.

3. Dilarang berhubungan intim

Tidak sepenuhnya benar. Bagi ibu hamil dan janin yang sehat, berhubungan intim selama kehamilan relatif aman. Namun, pada ibu dengan komplikasi (seperti pendarahan, ketuban pecah dini, plasenta letak rendah, dll) mungkin hubungan suami-istri perlu dihindari sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan.

4. Tidak boleh naik pesawat

Tidak sepenuhnya benar. Pada umumnya ibu yang sehat diperbolehkan naik pesawat sampai usia kandungan 37 minggu (meskipun pada beberapa maskapai terdapat kebijakan yang berbeda). Namun, sebelum ibu bepergian dengan pesawat, ibu perlu menyertakan surat keterangan dokter setelah diperiksa kondisi umum dan kandungannya.

5. Jangan melakukan pemeriksaan X Ray

Tidak sepenuhnya benar. Pemeriksaan X Ray pada ibu hamil mestilah mempertimbangkan manfaat dan resikonya. Rontgen mungkin dibutuhkan pada keadaan yang amat diperlukan ( kondisi emergensi, patah tulang, dsb). Ibu juga perlu ingat bahwa efek radiasi X Ray pada janin bergantung pada dosis dan paparan sinar rontgen tadi. Sehingga, pemeriksaan X Ray sebanyak 1 kali tidak akan mempengaruhi janin. Namun, memang penggunaan X Ray mestilah diminimalisir dengan menggunakan pemeriksaan lain yang lebih aman seperti CT Scan atau MRI.

6. Dilarang sauna, spa dan pijat

Ada yang dilarang, ada yang tidak. Ibu hamil yang sehat boleh saja dipijat kecuali bagian perut. Paling aman memang dilakukan di salon yang menyediakan perawatan ibu hamil. Perawatan yang sebaiknya ibu hindari ialah perawatan dengan air atau uap panas seperti berendam, sauna, jacuzzi, ratus, dsb. Hal ini dikhawatirkan peningkatan temperatur tubuh mendadak dapat mengganggu janin. Bila ibu melakukan perawatan di kolam, pastikan suhunya tidak lebih dari 32-35oC (Rekomendasi The Royal College of Obstetricians and Gynaecologists).

7. Dilarang memakai kosmetik dan perawatan kecantikan lainnya.

Perawatan kulit saat hamil sebaiknya benar-benar dalam pengawasan dokter. Pasalnya, ada beberapa kandungan kosmetik yang perlu dihindari karena beresiko menyebabkan gangguan pada janin seperti Retinoid dan Hidroquinone. Penelitian mengenai efek obat pewarna rambut juga masih terbatas, sehingga sebaiknya dihindari untuk mencegah efek yang belum diketahui pada janin.

8. Jangan mandi malam

Tidak benar. Sepanjang kondisi tubuh cukup sehat dan cuaca cukup bersahabat, mandi malam cukup aman. Sebelum mandi, beristirahatlah sejenak agar suhu tubuh kembali normal. Gunakanlah air hangat bila perlu.

9. Hindari bekerja di depan komputer, laptop atau gadget

Tidak benar. Komputer, laptop, dan sejenisnya aman dan terbukti tidak berbahaya bagi janin. Pastikan saja ibu tidak meletakkan laptop atau gadget yang panas di dekat perut. Namun, memang bekerja di depan komputer terlalu lama dengan posisi yang tidak ergonomis berpotensi menimbulkan nyeri punggung. Mengetik terlalu lama juga dapat memicu Sindrom Terowongan Karpal (terjepitnya saraf di pergelangan tangan yang menyebabkan kesemutan atau baal).

10. Jangan makan daging setengah matang, tidak terlalu sering makan telur, dan hindari makan nanas.

Daging setengah matang memang tidak dianjurkan mengingat adanya risiko penularan parasit toxoplasma. Demikian juga dengan konsumsi telur mentah atau setengah matang, tidak dianjurkan karena adanya risiko infeksi Salmonela (bakteri penyebab demam tifoid). Tidak ada pantangan makan buah-buahan tertentu sepanjang porsinya dalam batas wajar.

Depok, 6 Juli 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :

  1. Chescheir, C. Nancy¸ et al. 2000. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. The Americal College of Obstetricians and Gynecology. Washington.
  2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23rd edition. Mc Graw Hill. New York.
  3. Evans, A. 2007. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
  4. Novak, Patricia D. 1995. Dorland’s Pocket and Medical Dictionary. 25th edition. WB Saunders Company. Philadelphia.
  5. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
  6. Kusumaningsih, Prita. 2011. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Qultum Media: Jakarta.
  7. Charles J Lockwood, MD, MHCM, Urania Magriples, MD. Initial prenatal assessment and first trimester prenatal care. Uptodate. 2015 Aug 13;
  8. Guidelines for Diagnostic Imaging During Pregnancy. ACOG [Internet]. 2004 Sep; Available from: http://www.acog.org/Resources-And-Publications/Committee-Opinions/Committee-on-Obstetric-Practice/Guidelines-for-Diagnostic-Imaging-During-Pregnancy
  9. Choices NHS. Is it safe to use a sauna or jacuzzi if I’m pregnant? – Health questions – NHS Choices [Internet]. 2014 [cited 2015 Aug 15]. Available from: http://www.nhs.uk/chq/Pages/2402.aspx?CategoryID=54#close
  10. Bozzo P, Chua-Gocheco A, Einarson A. Safety of skin care products during pregnancy. Can Fam Physician. 2011 Jun;57(6):665–7.
  11. Lisa Fields. Pregnancy-Proofing Your Beauty Regimen. WebMD.
  12. Is it safe to use a computer screen during pregnancy? [Internet]. BabyCentre. [cited 2015 Aug 15]. Available from: http://www.babycentre.co.uk/x536447/is-it-safe-to-use-a-computer-screen-during-pregnancy

Tips Memasak Daging Sapi Agar Rendah Lemak

Ibu-ibu sebagai koki dirumah biasanya sudah mulai menyetok daging merah untuk persiapan lebaran. Hmmm.. siapa yang tidak kangen dengan menu spesial gulai, rendang, sate, sambal goreng ati dan sayur santan yang disiram di atas lontong? Apalagi bila dimakan saat bersilaturahim ke saudara atau kerabat. Tentu makin nikmat ya hidangan setelah berpuasa. 🙂

Daging sapi memang salah satu sumber gizi dalam diet seimbang. Namun, mengkonsumsi daging merah perlu hati-hati. Pasalnya, daging merah mengandung asam lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL dalam darah. LDL ini nantinya dapat menyumbat pembuluh darah dan menyebabkan penyakit kardiovaskuler seperti stroke dan jantung koroner juga diabetes tipe 2.

Lalu bagaimana cara memasak daging merah agar lemaknya berkurang ya?

  1. Pilih potongan daging rendah lemak (lean). Contoh potongan daging ini ialah daging kelapa (round), sampil/paha depan (chuck), daging has luar (sirloin), has dalam (tenderloin), gandik (eye round). Sebaliknya, daging iga, sandung lamur, jeroan merupakan bagian yang cukup banyak lemak. 1–4

    Potongan Daging Sapi (https://id.wikipedia.org/wiki/Daging_sapi)

  2. Pilih potongan yang berkualitas “Choice” atau “Select” daripada “Prime” karena daging prime biasanya lebih banyak mengandung lemak.1 Lemak ini terlihat dari struktur marbling (lemak di antara serat) dari daging. Bagi yang belum familiar, istilah mutu daging ini dikenalkan oleh USDA (United State Department of Agriculture) berdasarkan keempukan, juiciness (kebasahan daging), dan rasa.Daging Prime ialah daging bermutu tinggi karena tekstur marbling yang banyak sehingga dagingnya amat empuk dan juicy.

    Mutu Daging USDA (http://www.livetradingnews.com/)

  3. Buang lemak yang terlihat sebelum dimasak1
  4. Bila anda mengolah daging giling, lakukan cara ini untuk mengurangi lemak :6
    • Tiriskan lemak setelah menumis daging
    • Pindahkan daging ke piring yang dilapisi tisu dapur selama satu menit lalu tutup juga bagian atas daging
    • Letakan daging di atas saringan
    • Siram 4 gelas air panas ke atas daging. Tiriskan selama 5 menit
    • Hasil tirisan daging dapat digunakan setelah lapisan lemak dibuang.beef_crumbles
  5. Sebaiknya Anda tidak menambahkan minyak saat mengolah daging. Bila Anda perlu menggunakan minyak misal untuk menumis bumbu, gunakan minyak dengan asam lemak tidak jenuh tunggal atau ganda (MUFA/PUFA) seperti minyak kanola, minyak bunga matahari (sunflower oil), minyak kedelai, minyak zaitun, minyak wijen atau minyak kacang. Gunakan spray atau sendok the saat menakar minyak. 1,7,8

    Oil Mister Spray

    Oil Spray

  6. Gunakan rak yang dapat mentiriskan lemak saat daging dipanggang atau dibakar. Sebaiknya sari lemak yang jatuh tidak dioleskan lagi ke permukaan daging.1

    puckoven25-e1399410549673

    Rak masak (the-gadgeteer.com)

  7. Setelah daging direbus, dikukus atau dibuat menjadi kaldu, masukkan ke dalam kulkas semalaman. Lemak yang keluar dari hasil pengolahan akan membeku di lapisan paling atas kuah. Buang lemak-lemak tersebut sebelum daging diolah kembali.1
  8. Bila ada resep yang menginstruksikan untuk browning (membuat permukaan daging menjadi coklat), sebaiknya lakukan dengan memanggang daging daripada memasaknya di teflon (pan-fry).1
  9. Sebaiknya ganti bahan penyerta masakan menjadi lebih rendah lemak. Misalnya ganti santan dengan atau susu rendah lemak saat membuat soto betawi atau gulai. Bila anda tidak biasa, bisa lakukan bertahap dengan menggunakan santan cair. Contoh lain ialah mengganti mentega dengan margarin rendah lemak jenuh dan nihil lemak trans atau minyak nabati. 8,9
  10. Batasi bahkan sebaiknya hindari penggunaan daging olahan seperti sosis, kornet, salami, dll meskipun pada label disebutkan “rendah lemak”. Hal ini disebabkan daging olahan memiliki kalori, lemak jenuh, dan kadang sodium yang tinggi. Penelitian dari Harvard juga membuktikan bahwa konsumsi daging olahan (misanya 1 hotdog atau 2 buah bacon) secara sering dapat meningkatkan risiko kematian sebanyak 20%.1,10

Perlu diingat meskipun kadar kolesterol dalam daging bisa dikurangi, tetapi kandungan lain dari daging merah dapat menyebabkan kanker bila dikonsumsi berlebihan. Zat karsinogenik ini, Heterocyclic amines (HCA) dan Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs), berasal dari reaksi temperatur tinggi dari proses memasak dengan asam amino, gula dan, kreatin pada daging merah.11Sehingga konsumsilah daging merah secukupnya yaitu kurang dari 500 gram per minggu atau 70 gram/hari. Patokannya kira-kira seukuran telapak tangan untuk daging 80 gram (3 ons).12 Jangan lupa perbanyak makan buah dan sayur untuk mengurangi kolesterol. 7,13. Semoga bermanfaat. 🙂

Agustina Kadaristiana, dr.

2015-07-13

Referensi :

1. Cooking for Lower Cholesterol. Amercan Heart Assoc [Internet]. 2014 Jul 16; Available from: http://www.heart.org/HEARTORG/Conditions/Cholestero/PreventionTreatmentofHighCholesterol/Cooking-for-Lower-Cholesterol_UCM_305630_Article.jsp
2. Mengenal nama bagian-bagian daging sapi – Welcome to my kitchen [Internet]. [cited 2015 Jul 12]. Available from: http://dapurpunyaku.blogspot.sg/2011/08/mengenal-nama-bagian-bagian-daging-sapi.html
3. Cuts of beef: A guide to the leanest selections. Mayoclinic [Internet]. Available from: http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/cuts-of-beef/art-20043833?pg=1
4. Heart disease and diet: MedlinePlus Medical Encyclopedia [Internet]. [cited 2015 Jul 13]. Available from: http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/002436.htm
5. Meadows L. What’s Your Beef – Prime, Choice or Select? USDA [Internet]. 2013 Jan 28; Available from: http://blogs.usda.gov/2013/01/28/what%E2%80%99s-your-beef-%E2%80%93-prime-choice-or-select/
6. How to prepare ground beef to reduce fat. Iowa State Univ [Internet]. Available from: http://www.extension.iastate.edu/foodsavings/page/how-prepare-ground-beef-reduce-fat
7. 11 foods that lower cholesterol [Internet]. Harvard Health. [cited 2015 Jul 12]. Available from: http://www.health.harvard.edu/heart-health/11-foods-that-lower-cholesterol
8. Smart Substitutions. Amercan Heart Assoc [Internet]. 2014 Oct 15; Available from: http://www.heart.org/HEARTORG/GettingHealthy/NutritionCenter/HealthyEating/Smart-Substitutions_UCM_302052_Article.jsp
9. Fats and Cholesterol [Internet]. [cited 2015 Jul 12]. Available from: http://www.heartfoundation.org.au/healthy-eating/fats/Pages/default.aspx
10. Red meat raises red flags [Internet]. Harvard Gazette. [cited 2015 Jul 13]. Available from: http://news.harvard.edu/gazette/story/2012/03/red-meat-raises-red-flags/
11. Chemicals in Meat Cooked at High Temperatures and Cancer Risk [Internet]. National Cancer Institute. [cited 2015 Jul 12]. Available from: http://www.cancer.gov/about-cancer/causes-prevention/risk/diet/cooked-meats-fact-sheet
12. Cutting red meat-for a longer life [Internet]. Harvard Health. [cited 2015 Jul 12]. Available from: http://www.health.harvard.edu/staying-healthy/cutting-red-meat-for-a-longer-life
13. Choices NHS. Red meat and bowel cancer risk – Live Well – NHS Choices [Internet]. 2015 [cited 2015 Jul 13]. Available from: http://www.nhs.uk/Livewell/Goodfood/Pages/red-meat.aspx

Seberapa Amankah Penyandang Diabetes Berpuasa?

Semua umat muslim tentu ingin menyambut bulan Ramadan. Tidak terkecuali penyandang diabetes. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa puasa untuk penderita diabetes tidak sepenuhnya aman. Oleh karena itu, tahun 2010, American Diabetes Association (ADA) mengeluarkan rekomendasi mengenai siapa-siapa saja diabetisi yang bisa berpuasa dan bagaimana cara berpuasa yang aman bagi penyandang diabetes. Lebih lengkapnya, yuk kita simak..

Sekilas Tentang Diabetes

Diabetes melitus merupakan penyakit dimana terdapat kadar gula darah yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh  gangguan pengeluaran hormon insulin dari pankreas dan/atau insulin tidak berfungsi dengan baik. Insulin merupakan hormon yang berfungsi mengantar gula darah masuk ke dalam sel untuk menghasilkan energi. Gangguan pada hormon ini menyebabkan gula menumpuk dalam darah tanpa energinya bisa kita gunakan. 2, 3

Diabetes terbagi 2 jenis, tipe 1 dan 2.

  • Diabetes tipe 1 merupakan keadaan dimana tubuh tidak bisa sama sekali menghasilkan insulin. Kita tidak bisa mencegah diabetes tipe 1 ini dan biasanya penyakit ini terdiagnosis saat anak-anak atau remaja. Penyandang diabetes tipe ini membutuhkan suntikan insulin sepanjang hidupnya.
  • Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh kekurangan insulin atau saat insulin tidak berfungsi secara baik. Diabetes tipe 2 dialami 90% penyandang diabetes. Seseorang beresiko mengalami diabetes tipe 2 karena faktor keturunan, etnik, atau pola hidup yang kurang sehat seperti obesitas. Diabetes tipe 2 paling banyak dialami orang dewasa usia 40 tahunan.2-4
slide-big-4

Diabetes (http://medwingz.com/wp-content/uploads/2014/06/slide-big-4.jpg)

Proses Tubuh Saat Penyandang Diabetes Berpuasa

Perbedaan reaksi tubuh saat puasa penderita diabetes dengan orang sehat terletak pada kerja hormon pengendali gula darah. Pada orang yang sehat hormon insulin, glukagon, dan katekolamin dapat bekerja secara baik dalam menyeimbangkan gula darah. Sedangkan pada penderita diabetes, proses ini tidaklah berjalan secara baik. Gula darah saat diabetisi berpuasa berkurang, sedangkan hormon-hormon pengatur gula tidak bekerja secara baik dan obat-obat penurun gula darah tetap dikonsumsi sehingga dapat beresiko hipoglikemia atau gula darah rendah. Namun, bisa juga saat puasa malah terjadi keadaan hiperglikemia (gula darah sangat tinggi) karena tubuh terus memecah gula darah dari organ penyimpan gula (hati, lemak, otot) disaat gula darah turun tanpa diiringi dengan kerja insulin untuk menggunakan gula tadi sebagai energi.1, 2

Resiko Puasa Bagi Penyandang Diabetes

Penelitian EPIDAR tahun 2001 yang dilakukan di 13 negara Islam pada 12.243 individu penyandang diabetes yang berpuasa Ramadhan menyebutkan bahwa terjadi komplikasi akut yang cukup tinggi pada objek penelitian tersebut. 4 resiko tinggi yang cukup berbahaya yang ditemukan saat berpuasa pada diabetisi ini adalah :1

  1. Hipoglikemia (gula darah rendah) Menurunnya asupan makanan diketahui sebagai faktor resiko terjadinya hal ini.
  2. Hiperglikemia (gula darah tinggi) Keadaan ini mungkin disebabkan penurunan dosis obat pencegah hipoglikemia yang berlebihan atau konsumsi makanan manis yang meningkat saat puasa.
  3. Diabetes Ketoasidosis (gula darah dan zat keton yang tinggi) Biasanya terjadi pada penderita Diabetes Tipe 1. Keadaan ini mungkin terjadi karena penurunan dosis insulin yang berlebihan berdasarkan asumsi asupan makanan berkurang saat puasa.
  4. Dehidrasi dan trombosis (penyumbatan pembuluh darah)
    Kurangnya cairan saat berpuasa terutama di daerah yang beriklim panas dan lembab atau pada buruh yang menyebabkan keluar keringat yang berlebihan. Hal ini bisa menyebabkan seseorang pingsan, jatuh, dan tekanan darah menurun. Selain itu, dehidrasi ini bisa menyebabkan darah menjadi lebih kental yang bisa beresiko menimbulkan sumbatan pada pembuluh darah. Laporan kasus dari Saudi Arabia menyebutkan bahwa terdapat peningkatan kasus penyumbatan pembuluh darah vena retina saat puasa. Namun, kejadian jantung koroner atau stroke tidak meningkat saat Ramadhan.

Hasil dari penelitian ini membuat praktisi kesehatan dan penyandang diabetes untuk berhati-hati bila dihadapkan dengan keputusan berpuasa saat Ramadhan. Meskipun ADA tidak mengatakan penderita diabetes boleh atau tidak melakukan puasa secara gamblang, ADA memberi gambaran kelompok penyandang diabetes mana yang aman berpuasa dan mana yang tidak.1

Kelompok Penyandang Diabetes Berdasarkan Resiko Terjadinya Komplikasi Saat Puasa 1

Resiko Kelompok Penyandang Diabetes
Resiko Sangat Tinggi -Hipoglikemia berat 3 bulan terakhir sebelum Ramadhan
-Riwayat hipoglikemia berulang
-Riwayat hipoglikemia yang tidak disadari
-Diabetes tidak terkontrol
-Ketoasidosis dalam 3 bulan sebelum Ramadhan
-Diabetes tipe 1
-Diabetisi dengan penyakit akut
-Koma,dalam 3 bulan sebelum Ramadhan
-Diabetisi yang bekerja berat (buruh,petani,dll) saat puasa
-Penyandang diabetes yang hamil
-Diabetisi yang menjalani dialisis (cuci darah) dalam jangka waktu lama
Resiko Tinggi -Diabetisi dengan hiperglikemia sedang (rata-rata gula darah 150-300mg/dL, A1C 7,5-9,0%)
-Diabetisi dengan gangguan ginjal
-Diabetisi dengan komplikasi sumbatan pembuluh darah besar (jantung koroner, stroke)
-Diabetisi yang hidup sendiri
-Diabetisi usia lanjut dengan kondisi yang kurang sehat
-Pengguna obat-obatan yang mempengaruhi mental
Resiko Menengah Penyandang diabetes yang terkontrol baik yang diobati insulin jangka pendek
Resiko Rendah Diabetisi yang terkontrol baik yang diobati oleh diet, obat yang secara umum sehat.
Rekomendasi ADA ini bertujuan untuk memberi edukasi baik pada penyandang diabetes maupun tenaga kesehatan sehingga dicapai komunikasi dan kerja sama yang baik saat diabetisi memutuskan untuk berpuasa. Perlu diingat bahwa terlepas dari fakta dan rekomendasi yang ada, keputusan berpuasa tetap dikembalikan kepada penyandang diabetes itu sendiri setelah diberikan informasi yang memadai. Tidak lupa mempertimbangkan untuk mengambil keringan berupa fidyah bila dirasa puasa malah memberatkan.

Anjuran Bila Penyandang Diabetes Ingin Berpuasa

Bila penyandang diabetes memutuskan untuk berpuasa, ada beberapa poin yang penting dijalani agar puasanya tetap aman, yaitu :

  1. Konsultasi dengan dokter. Hal ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui kondisi Anda aman atau tidak untuk berpuasa serta untuk mengatur waktu pemberian obat.
  2. Seringlah memonitor gula darah terutama penyandang diabetes tipe 1 dan tipe 2 yang menggunakan insulin. Hal ini disebabkan kadar gula darah menjadi patokan penting seseorang masih aman berpuasa atau tidak.
  3. Waspada gejala hipoglikemia dan hiperglikemia. Diabetisi harus mengenal gejala hipoglikemia seperti pusing, keringat banyak, gemetar dan jantung berdebar-debar atau gejala hiperglikemia seperti sulit konsentrasi, sering buang air kecil, sakit kepala, badan terasa lemah dan pandangan kabur. Semua penyandang diabetes harus segera membatalkan puasanya bila gula darah dibawah 70mg/dL atau gula darah mencapai 300 mg/dL untuk mencegah komplikasi yang berbahaya seperti koma bahkan kematian.
  4. Porsi makanan saat puasa tidak boleh berubah secara drastis dari diet seimbang dan sehat.
  5. Makan sahur dilakukan saat mendekati waktu imsak/subuh. Sebaiknya konsumsi jenis karbohidrat kompleks seperti beras merah, barley, oat, millet, semolina, kacang-kacangan, lentil, tepung gandum dan beras basmati. Selain itu makanan tinggi serat juga baik dikonsumsi saat sahur karena dicerna perlahan-lahan seperti kentang dengan kulit, sayuran dan hampir semua buah. Fungsi dari mengkonsumsi makanan ini supaya energi tetap dihasilkan secara jangka panjang.
  6. Hindari makanan tinggi lemak dan porsi besar saat berbuka. Makanan dengan karbohidrat sederhana lebih dianjurkan saat berbuka seperti madu, sirup, gula, kentang, nasi putih, dll namun jangan berlebihan.
  7. Tingkatkan minum saat sahur dan berbuka.
  8. Aktivitas fisik normal tetap dilakukan tetapi jangan berlebihan. Bila solat tarawih dilakukan, harus dimasukkan ke hitungan program latihan fisik
  9. Hindari berpuasa bila merasa kurang sehat. 1, 5, 6, 7

Gejala Hipo dan Hiperglikemia

Picture

Agustina Kadaristiana, dr.
Publikasi pertama : 2014-07-03
Modifikasi terakhir : 2015-06-23

Daftar Pustaka

  1. Al-Arouj M, Assaad-Khalil S, Buse J, Fahdil I, Fahmy M, Hafez S, et al. Recommendations for management of diabetes during Ramadan: update 2010. Diabetes care. 2010;33(8):1895-902.
  2. Ali DS, Hussain DS, Chowdhury DT, Hanif PW, Shafi DS. Diabetes and Ramadan : Managing Diabetes During Ramadan. In: Britain TMCo, UK D, editors.: Diabetes UK; 2014.
  3. David K McCulloch M. Classification of diabetes mellitus and genetic diabetic syndromes2014 4 July 2014. Available from: http://www.uptodate.com.ezlibproxy1.ntu.edu.sg/contents/classification-of-diabetes-mellitus-and-genetic-diabetic-syndromes?source=search_result&search=diabetes+mellitus&selectedTitle=5~150.
  4. Romesh Khardori M, PhD, FACP. Type 2 Diabetes Mellitus2014 4 July 2014. Available from: http://emedicine.medscape.com/article/117853-overview.
  5. Holland K. Hyperglycemia and Type 2 Diabetes2012. Available from: http://www.healthline.com/health/type-2-diabetes/hyperglycemia#Overview1.
  6. Konsensus Pengendalian dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia. Perkumpulan Endokrinologi Indonesia. 2011.
  7. Carbohydrates: Simple versus Complex. Available from: http://www.nutritionmd.org/nutrition_tips/nutrition_tips_understand_foods/carbs_versus.html.

Bolehkah Penderita Maag Berpuasa?

Penderita maag acap kali khawatir bila memasuki bulan Ramadan. Perut yang kosong akibat puasa di siang hari terkadang membuat rasa tidak nyaman dan perih di lambung. Tapi di sisi lain ada keyakinan bahwa puasa Ramadan dapat menyehatkan saluran pencernaan. Lalu, bagaimana sebenarnya batasan puasa bagi penderita maag? Apakah semua penderita maag bisa berpuasa?

Apa itu penyakit maag?

Maag sebenarnya istilah awam untuk keluhan dispepsia. Dispepsia sendiri sebenarnya bukan penyakit tetapi sekumpulan gejala berupa rasa penuh (begah) setelah makan, tidak mampu menghabiskan makanan porsi normal sampai nyeri atau rasa terbakar di ulu hati.

Penyebab dispepsia sendiri dibagi menjadi dua kelompok besar yaitu organik dan fungsional. Maksud dari penyebab fungsional ialah munculnya gejala ketidaknyamanan pada ulu hati tadi tanpa kerusakan organ. Sebaliknya, dispepsia organik terjadi karena ada gangguan anatomis/organ. Sehingga penanganannya lebih serius. Untung saja penyebab organik ini hanya menyumbang 25% kasus dispepsia. Penyebab terbanyak dari dispepsia organik ialah adanya luka dari lambung atau usus 12 jari. Penyakit ini disebut juga tukak peptik. 1

Mengapa terjadi tukak lambung?

Setiap hari lambung kita menghasilkan asam lambung untuk mencerna makanan. Agar cairan asam ini tidak merusak saluran cerna, sel epitel di lambung dan usus 12 jari menghasilkan mukus (semacam lendir) untuk melindungi diri dari iritasi. Selain itu, terdapat sel-sel ini dapat mengeluarkan kelebihan ion Hidrogen untuk menjaga pH sel agar tidak terlalu asam. Dalam kondisi normal, terdapat keseimbangan yang harmonis antara pengeluaran asam lambung dan mukosa. Namun, bila ada perangsang asam lambung seperti infeksi bakteri H. pylori, obat anti inflamasi non steroid, alkohol, stress, rokok, dll, dinding lambung bisa radang (gastritis) bahkan sampai menjadi tukak di lambung dan usus 12 jari (tukak peptik).2

Tukak Peptikum (http://www.physio-pedia.com/images/e/ed/Peptic-ulcers-lg-enlg.jpg)

Tukak Peptikum (http://www.physio-pedia.com/images/e/ed/Peptic-ulcers-lg-enlg.jpg)

Pengaruh Puasa Terhadap Maag

Allah SWT tentu memberi hikmah di balik diwajibkannya berpuasa. Bagi muslim yang sehat, tentu berpuasa dapat berefek positif untuk detoksifikasi, memperbaiki profil kolesterol juga mengistirahatkan saluran pencernaan.3 Tentu manfaat ini akan didapat bila yang berpuasa tetap disiplin untuk hidup sehat selama Ramadan. Namun, bagi penderita maag perlu ada rambu-rambu untuk memilah mana yang dapat berpuasa secara aman dan mana yang tidak.4Pasalnya :

  1. Tingkat keasaman lambung naik setelah 10 hari Ramadan terutama di siang hari sehingga dapat memperberat tukak lambung.5
  2. Hasil dari endoskopi 321 pasien sebelum, selama dan setelah puasa menyimpulkan bahwa terdapat peningkatan tukak duodenum (usus 12 jari) selama puasa secara signifikan. Tapi tidak ada temuan yang bermakna pada dinding esofagus dan lambung saat puasa.6
  3. Terdapat peningkatan kasus pendarahan saluran cerna atas pada penderita gangguan pencernaan sebelumnya selama puasa. 7
  4. Ada kemungkinan puasa dapat meningkatkan pendarahan saluran cerna akibat tukak usus 12 jari tetapi tidak menyebabkan prognosisnya lebih buruk daripada pasien yang tidak puasa. 8

Jadi bolehkah penderita maag berpuasa?

Boleh tidaknya penderita maag berpuasa ditentukan dari penyebab dispepsia masing-masing penderita, gejala serta ada tidaknya komplikasi. Sehingga penting sekali diagnosis dan anjuran dari dokter Anda sebelum melaksanakan puasa.

Secara umum, penderita maag fungsional dapat berpuasa. Namun, penderita maag akibat tukak lambung atau usus dua belas jari perlu dilihat dulu kedalaman tukaknya dan seberapa besar resiko pendarahan. Bila tukaknya luas, dalam, serta mudah berdarah mungkin Anda tidak dianjurkan untuk berpuasa. Namun, bila iritasi atau tukaknya tidak terlalu parah, Anda mungkin dapat berpuasa sambil diobati. Pengobatan dengan obat penghambat proton (seperti Omeprazole, Lansoprazole, dsb), penghambat H2 juga eradikasi kuman H. Pylori berperan penting untuk mengatasi tukak peptikum. Penelitian membuktikan bahwa pasien tukak peptikum yang diobati dapat berpuasa tanpa peningkatan risiko komplikasi. 9–11

Tips Berpuasa Penderita Maag

Bagi penderita maag yang diperbolehkan berpuasa setelah berkonsultasi dengan dokter, berikut sedikit tips untuk mencegah gejala maag saat anda puasa..

http://www.news-articles-jobs.com/wp-content/uploads/2014/07/healthy-food.jpg

  1. Yakinkan diri bahwa puasa membawa maslahat bagi yang mampu melakukannya. Sibukkan diri dengan ibadah dan hadapi puasa dengan tenang tanpa stress agar asam lambung tidak diproduksi secara berlebihan
  2. Selalu makan sahur sebelum memulai puasa. Sebaiknya makan sahur dekat dengan waktu imsak. Konsumsi karbohidrat kompleks (gandum, nasi merah, millet, dll) dan makanan tinggi serat (sayur dan buah). Makanan ini berfungsi agar anda tidak cepat lapar saat puasa. Penelitian membuktikan asupan buah, sayur dan vitamin A yang tinggi dapat menurunkan kejadian tukak usus dua belas jari. Teh hijau dan probiotik juga baik dikonsumsi penderita maag karena dapat menghambat kuman H.Pylori. 12–14
  3. Berbuka dengan karbohidrat sederhana (kurma atau jus buah) untuk mengembalikan energi tubuh. Hindari makan porsi besar sekaligus agar tidak memberatkan kerja lambung. 3
  4. Konsumsi obat maag sesuai anjuran dokter seperti antasida, H2 Bloker atau obat penghambat proton. Biasanya obat-obatan ini diminum sebelum makan sahur atau berbuka
  5. Hindari minum kopi, soda, alkohol, merokok dan obat-obatan anti radang non steroid (ibuprofen, aspirin, dll) karena dapat menstimulus produksi asam lambung. Hindari juga makanan dengan lemak trans tinggi seperti gorengan, mentega, dll.15
  6. Sebaiknya hindari makanan yang terlalu pedas karena bisa menyebabkan gejala dispepsia. Meskipun begitu tidak ditemukan hubungan makanan pedas dengan gastritis atau tukak peptikum.16
  7. Cegah dehidrasi dengan memenuhi kebutuhan cairan sebanyak 6-8 gelas per hari.

Selamat berpuasa 🙂

Agustina Kadaristiana, dr.

Referensi

  1. George F Longstreth, MD, Brian E Lacy, MD, PhD. Approach to the adult with dyspepsia. Uptodate [Internet]. 2014 Sep 26 [cited 2015 Jun 15]; Available from: http://www.uptodate.com/contents/approach-to-the-adult-with-dyspepsia?source=search_result&search=dyspepsia&selectedTitle=1~150
  2. Peptic Ulcer Disease. 2015 Feb 9 [cited 2015 Jun 15]; Available from: http://emedicine.medscape.com/article/181753-overview#aw2aab6b2b3
  3. Dr Razeen Mahroof, BM, MRCP(UK), FRCA, Dr Rizwan Syed, BM, DRCLG, Dr Ahmed El-Sharkawy, BM, MRCP(UK), Tehseen Hasan, BSc(Hons), Sahra Ahmed, MPharm, Dr Fuad Hussain. Ramadhan Health Guide [Internet]. Communities in Action; 2007. Available from: http://www2.warwick.ac.uk/services/equalops/resources/a_guide_to_healthy_fasting.pdf
  4. Sadeghpour S, Keshteli AH, Daneshpajouhnejad P, Jahangiri P, Adibi P. Ramadan fasting and digestive disorders: SEPAHAN systematic review No. 7. J Res Med Sci [Internet]. 2012 Mar 16 [cited 2015 Jun 15];17(0). Available from: http://jrms.mui.ac.ir/index.php/jrms/article/view/8233
  5. Iraki L, Bogdan A, Hakkou F, Amrani N, Abkari A, Touitou Y. Ramadan diet restrictions modify the circadian time structure in humans. A study on plasma gastrin, insulin, glucose, and calcium and on gastric pH. J Clin Endocrinol Metab. 1997 Apr;82(4):1261–73.
  6. Gokakin AK, Kurt A, Akgol G, Karakus BC, Atabey M, Koyuncu A, et al. Effects of Ramadan fasting on peptic ulcer disease as diagnosed by upper gastrointestinal endoscopy. Arab J Gastroenterol Off Publ Pan-Arab Assoc Gastroenterol. 2012 Dec;13(4):180–3.
  7. Ozkan S, Durukan P, Akdur O, Vardar A, Torun E, Ikizceli I. Does Ramadan fasting increase acute upper gastrointestinal haemorrhage? J Int Med Res. 2009 Dec;37(6):1988–93.
  8. Amine EM, Kaoutar S, Ihssane M, Adil I, Dafr-Allah B. Effect of Ramadan fasting on acute upper gastrointestinal bleeding. J Res Med Sci Off J Isfahan Univ Med Sci. 2013 Mar;18(3):230–3.
  9. DR. Dr. Ari F. Syam SpPD, K-GEH, MMB, FINASIM, FACP. Sakit Maag : Bolehkah Berpuasa…? PB PAPDI [Internet]. Available from: http://www.pbpapdi.org/papdi.php?pb=detil_berita&kd_berita=33
  10. Mehranbian AA, Homayouni R, Hashemi M, Moradi A. Is healing of duodenal ulcer delayed by Ramadan fasting? Koomesh. 2007 Feb 15;8(2):67–72.
  11. Hosseini-asl K, Rafieian-kopaei M. Can patients with active duodenal ulcer fast Ramadan? Am J Gastroenterol. 2002 Sep;97(9):2471–2.
  12. Lee K-M, Yeo M, Choue J-S, Jin J-H, Park SJ, Cheong J-Y, et al. Protective mechanism of epigallocatechin-3-gallate against Helicobacter pylori-induced gastric epithelial cytotoxicity via the blockage of TLR-4 signaling. Helicobacter. 2004 Dec;9(6):632–42.
  13. Felley C, Michetti P. Probiotics and Helicobacter pylori. Best Pract Res Clin Gastroenterol. 2003 Oct;17(5):785–91.
  14. Aldoori WH, Giovannucci EL, Stampfer MJ, Rimm EB, Wing AL, Willett WC. Prospective study of diet and the risk of duodenal ulcer in men. Am J Epidemiol. 1997 Jan 1;145(1):42–50.
  15. Peptic ulcer [Internet]. University of Maryland Medical Center. [cited 2015 Jun 15]. Available from: http://umm.edu/Health/Medical-Reference-Guide/Complementary-and-Alternative-Medicine-Guide/Condition/Peptic-ulcer
  16. Marotta RB, Floch MH. Diet and nutrition in ulcer disease. Med Clin North Am. 1991 Jul;75(4):967–79.

Puasa itu Sehat Asal dengan Cara yang Benar

Tahukah Anda bahwa dari segi medis, puasa dapat menyehatkan tubuh apabila dilakukan dengan cara yang benar? Namun, puasa juga dapat berefek sebaliknya apabila misalnya kita tidak mengindahkan diet dan aktivitas fisik yang baik. Lalu, bagaimana kiat agar puasa tetap menyehatkan?

Sekilas Tentang Puasa

Puasa dalam Islam pada prinsipnya adalah menahan diri dari hawa nafsu termasuk makan, minum, berhubungan suami-istri dan juga merokok dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Periode berpuasa dalam sehari tergantung dari tempat berpuasa. Rata-rata waktu puasa dalam sehari di bulan Ramadhan ialah 12 jam.1

Respon tubuh saat berpuasa tergantung dari lamanya seseorang berpuasa. Secara teknis, tubuh memasuki keadaan “puasa” setelah 8 jam dari makan terakhir, ketika usus selesai menyerap nutrisi dari makanan. Pada keadaan normal, gula darah (glukosa) yang merupakan sumber utama energi manusia disimpan dalam hati dan otot. Namun, selama keadaan puasa, gula darah yang disimpan dalam hati dan otot ini dipecah untuk mencukupi kebutuhan energi. Setelah simpanan ini habis, lemak akan dipecah menjadi sumber energi. Bila puasa dilanjutkan, protein (melalui otot) yang akan dipecah menjadi glukosa. Namun, keadaan puasa sampai memecah cadangan protein tidaklah baik karena saat ini tubuh sudah memasuki fase kurang nutrisi. 2

Puasa Ramadhan, yang berlangsung hanya sekitar 12 jam, tidak sampai menimbulkan pemecahan protein. Hal ini disebabkan ada puasa diselingi makan sahur dan berbuka. Sehingga terdapat waktu yang cukup untuk mengisi energi kembali. Adapun perubahan aktivitas organ pencernaan lain saat puasa dapat dilihat di sini:2

Efek Puasa

Efek Puasa Pada Tubuh

Manfaat Puasa Bagi Kesehatan

Efek puasa terhadap kesehatan telah menjadi topik yang diminati untuk diteliti. Tiga jenis puasa yang paling banyak diteliti ialah :

1. Restriksi kalori (Caloric Restriction/ CR) : Puasa dengan mengurangi asupan kalori (biasanya 20-40%). CR telah terbukti meningkatkan kesehatan dan memperpanjang umur di beberapa spesies. Selain itu, puasa CR dapat memperlambat onset penyakit seperti penyakit autoimun, atherosklerosis, cardiomyopati, kanker, diabetes, penyakit ginjal, penyakit degeneratif saraf, dan penyakit saluran nafas. 1

2. alternate-day fasting (ADF)/puasa selang sehari : Puasa yang dilakukan dengan selang-seling, dimana pada 24 jam pertama objek peneliti boleh makan apa saja dan 24 jam berikutnya puasa. Percobaan puasa ADF pada model hewan membuktikan bahwa dapat memperpanjang harapan hidup serta mencegah kecacatan dari berbagai penyakit seperti penyakit jantung-pembuluh darah, ginjal, kanker dan diabetes. ADF juga terbukti berdampak positif pada kesehatan jantung-pembuluh darah yaitu dapat menurunkan tekanan darah dan denyut nadi.1

3. Dietary Restriction (DR)/retriksi diet. CR adalah Puasa metode ADF ialah Sedangkan DR adalah mengurangi satu atau lebih komponen diet dimana asupan total kalori cenderung tetap. Efek dari puasa DR dengan cara membatasi asupan protein dapat memperpanjang usia sampai 20%. Namun, efek ini tidak terbukti terjadi saat membatasi asupan lemak dan karbohidrat.1, 3

Metode puasa Ramadhan dimana cukup dilakukan dari subuh sampai maghrib, mirip dengan cara puasa ADF (selang-seling) dengan waktu yang lebih pendek sehingga manfaat yang didapat juga mirip dengan ADF. Hasil penelitian tentang manfaat puasa Ramadhan sendiri beragam. Hal ini disebabkan karena jenis dan jumlah makanan saat Ramadhan berbeda di tiap negara. Beberapa hasil penelitian yang positif menyebutkan bahwa terdapat penurunan jumlah karbohidrat, gula darah, index masa tubuh, kolesterol jahat (LDL) dan peningkatan kolesterol baik (HDL). Namun ada juga yang mengatakan bahwa lemak tubuh dan gula darah meningkat disebabkan konsumsi minuman atau makanan yang bergula lebih tinggi saat Ramadhan dibandingkan dengan bulan yang lain. Manfaat lain dari puasa adalah terjadinya proses detoksifikasi dan peningkatan hormon endorfin di hari-hari terakhir yang menyebabkan perasaan emosi secara umum lebih baik. 1, 4

Tips Sehat Puasa

Pola makan yang salah saat berpuasa malah akan berdampak negatif terhadap kesehatan. Seperti mengkonsumsi makanan dalam jumlah banyak saat berbuka atau makan/minum yang terlalu manis. Berikut ini beberapa tips agar puasa tetap menyehatkan : 2

  1. Konsumsi karbohidrat kompleks (karbohidrat yang dipecah perlahan-lahan) sebagai contoh gandum, barley, oat, millet, semolina, kacang-kacangan, lentil, tepung gandum, beras basmati, beras merah. Selain itu makanan tinggi serat juga baik dikonsumsi saat sahur karena dicerna perlahan-lahan seperti kentang dengan kulit, sayuran dan hampir semua buah. Fungsi dari mengkonsumsi makanan ini supaya energi tetap dihasilkan saat waktu puasa.
  2. Hindari makanan yang berat diproses, karbohidrat sederhana seperti gula, tepung, dan juga makanan tinggi lemak. Kafein (seperti kopi, teh, cola) juga sebaiknya dihindari karena bersifat diuretik yaitu menstimulasi kehilangan cairan lewat berkemih.
  3. Makan sahur secukupnya yang mengandung makanan lama cerna (karbohidrat kompleks dan tinggi serat)
  4. Berbuka paling baik dengan kurma atau jus buah dan jangan terlalu banyak.
  5. Minum yang cukup (kebutuhan air sehari kurang lebih 2 l)
  6. Hindari cara masak deep-fry (menggoreng dengan banyak minyak). Alternatifnya goreng dengan minyak yang lebih sedikit. Memasak dengan cara kukus atau panggang lebih baik
  7. Mulai menghitung minyak dengan sendok saat menggoreng bumbu. Kalau memungkinkan, kurangi minyak perlahan-lahan.
Mudah-mudahan bermanfaat. Selamat berpuasa bagi yang menjalankannya.
Agustina Kadaristiana, dr.
Modifikasi Terakhir : 06/14/2015

Daftar Pustaka

  1. Trepanowski JF, Bloomer RJ. The impact of religious fasting on human health. Nutrition journal. 2010;9:57. http://www.nutritionj.com/content/9/1/57
  2. Dr Razeen Mahroof B, MRCP(UK), FRCA, Dr Rizwan Syed B, DRCLG, Dr Ahmed El-Sharkawy B, MRCP(UK), Tehseen Hasan BH, Sahra Ahmed M, Hussain DF. Ramadhan Health Guide : a Guide to Healthy Fasting. In: Action Ci, editor.: Crown; 2007. http://www.nhs.uk/Livewell/Healthyramadan/Pages/healthyfasting.aspx
  3. Varady KA, Hellerstein MK. Alternate-day fasting and chronic disease prevention: a review of human and animal trials. The American journal of clinical nutrition. 2007;86(1):7-13. http://ajcn.nutrition.org/content/86/1/7.full
  4. Shehab A, Abdulle A, El Issa A, Al Suwaidi J, Nagelkerke N. Favorable changes in lipid profile: the effects of fasting after Ramadan. PloS one. 2012;7(10):e47615. http://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0047615

Ibu Hamil Berpuasa, Amankah?

Assalamualaikum Bunda.. Adakah yang berniat berpuasa Ramadan sementara sedang hamil? Meskipun telah diberi keringanan untuk mengganti puasa di hari lain atau membayar fidyah, banyak ibu hamil yang ingin turut serta beribadah puasa di bulan suci ini. Tapi di sisi lain ibu sering dilema tentang keamanan berpuasa dari segi medis. Lalu, sejauh mana ibu hamil bisa berpuasa di bulan Ramadan?

Pro dan Kontra Puasa Ibu Hamil

Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui efek puasa terhadap kehamilan. Secara umum tidak ditemukan efek samping serius pada janin bagi ibu hamil sehat yang berpuasa. Namun, ada pula penelitian yang menemukan dampak negatif puasa pada ibu hamil. Sehingga, sampai saat ini batas aman tidaknya berpuasa bersifat individual.

puasa_ibu_hamil

Puasa Ibu Hamil

Hasil penelitian yang menyebutkan puasa pada ibu hamil relatif aman misalnya :

  • Ibu yang berpuasa saat hamil tidak mempengaruhi berat badan bayi saat lahir. 1,2
  • Ibu hamil yang berpuasa di trimester kedua tidak meningkatkan kadar stres oksidatif ibu juga tidak mempengaruhi perkembangan dan berat badan janin.3
  • Tidak ditemukan penumpukan zat keton didalam darah ataupun urin pada ibu hamil yang berpuasa.4
  • Tidak ada pengaruh puasa saat hamil dengan perkembangan janin atau kesehatan janin. Tidak juga ditemukan perbedaan ukuran arteri rahim atau ari-ari, parameter pertumbuhan atau cairan amnion antara ibu hamil yang berpuasa dan yang tidak.4
  • Tidak ada perbedaan IQ yang signifikan pada anak yang ibunya berpuasa saat hamil5
  • Tidak ditemukan peningkatan resiko kelahiran prematur pada ibu yang berpuasa saat hamil6

Sedangkan beberapa efek samping puasa yang ditemukan saat hamil contohnya :

  • Bayi yang ibunya berpuasa saat Ramadhan lebih kecil dan kurus serta plasentanya lebih kecil dibandingkan dengan ibu yang tidak berpuasa berdasarkan penelitian yang melibatkan 1.321 bayi di Tunisia 7
  • Adanya penurunan kadar gula darah, insulin dan karnitin serta peningkatan asam lemak. Gula darah dan insulin berperan penting sebagai sumber nutrisi ibu dan janin. Begitu pula dengan karnitin yang berfugsi sebagai pengantar asam lemak ke dalam sel. 8
  • Terdapat penurunan kadar hormon LH, FSH, estrogen, progesteron dan leptin secara signifikan pada ibu hamil yang berpuasa. Hormon-hormon ini sangat penting karena bertugas untuk menjaga dan mempertahankan kehamilan serta mempengaruhi metabolisme tubuh saat kehamilan.9
  • Penelitian efek jangka panjang puasa pada kehamilan dari data Survey Kehidupan Keluarga Indonesia (Indonesian Family Life Survey, 2000) menyebutkan bahwa muslim dewasa yang ibunya berpuasa saat hamil sedikit lebih kurus dan pendek daripada yang tidak. 10
  • Adanya penurunan pergerakan nafas bayi saat ibu berpuasa akibat penurunan gula darah ibu11

Menyikapi perbedaan hasil penelitian ini, sebaiknya para ibu bijaksana dalam memutuskan untuk berpuasa. Penting sekali untuk paham kondisi ibu dan janin sendiri juga melibatkan tenaga kesehatan sebelum memutuskan berpuasa.

Bila Ibu Hamil ingin Berpuasa

Keputusan untuk berpuasa sepenuhnya dari ibu itu sendiri. Bila ibu diperbolehkan dan merasa sanggup berpuasa ada beberapa hal yang harus diperhatikan :2,12–14

  • Pantau kondisi kesehatan ibu dan janin ke dokter atau bidan sebelum dan selama berpuasa
  • Sebaiknya hindari berpuasa saat trimester pertama kehamilan karena ada kemungkinan berat badan bayi lebih rendah meskipun penelitian lain menemukan perbedaan ini kurang signifikan
  • Sebaiknya hindari juga berpuasa di trimester tiga kehamilan karena saat ini ibu membutuhkan asupan kalori yang lebih banyak
  • Coba berpuasa selang-seling
  • Makan dan minum sesuai takaran yang dianjurkan untuk ibu hamil.
  • Jangan tinggalkan sahur. Sebaiknya makan sahur dekat dengan waktu imsak. Agar tidak cepat lapar, konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks saat sahur. Misalnya beras merah, gandum, oat, beras basamati, kacang-kacangan, dll

  • Berbuka dengan makanan karbohidrat sederhana seperti kurma, madu, sirup, gula, kentang, nasi putih, dll. Gula sederhana ini amat mudah diserap tubuh untuk mengembalikan energi
  • Segera berbuka dan temui dokter bila ada tanda-tanda berikut :
    • Sangat haus
    • Buang air kecil lebih sering sampai berbau kuat atau berwarna pekat (tanda dehidrasi)
    • Sakit kepala, pusing atau pingsan
    • Merasa letih dan lemah
    • Demam
    • Mual sampai muntah
    • Pergerakan bayi menurun
    • Terasa kontraksi (bisa jadi tanda-tanda persalinan prematur)

Mudah-mudahan bermanfaat ya bunda..

Waalaikumsalam wr wb

Agustina Kadaristiana, dr. 

Publikasi pertama 9 Juli 2014

Modifikasi terakhir : 7 Juni 2015

Referensi

  1. Cross JH, Eminson J, Wharton BA. Ramadan and birth weight at full term in Asian Moslem pregnant women in Birmingham. Arch Child. 1990 Oct;65(10 Spec No):1053–6.http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1590265/
  2. Kavehmanesh Z, Abolghasemi H. Maternal Ramadan fasting and neonatal health. J Perinatol. 2004 Dec;24(12):748–50. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15343350
  3. Ozturk E, Balat O, Ugur MG, Yazicioglu C, Pence S, Erel O, et al. Effect of Ramadan fasting on maternal oxidative stress during the second trimester: a preliminary study. J Obstet Gynaecol Res. 2011 Jul;37(7):729–33. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21736666
  4. Dikensoy E, Balat O, Cebesoy B, Ozkur A, Cicek H, Can G. Effect of fasting during Ramadan on fetal development and maternal health. J Obstet Gynaecol Res. 2008 Aug;34(4):494–8. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18937702
  5. Azizi F, Sadeghipour H, Siahkolah B, Rezaei-Ghaleh N. Intellectual development of children born of mothers who fasted in Ramadan during pregnancy. Int J Vitam Nutr Res Int Z Für Vitam- Ernährungsforschung J Int Vitaminol Nutr. 2004 Sep;74(5):374–80. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15628676
  6. Awwad J, Usta IM, Succar J, Musallam KM, Ghazeeri G, Nassar AH. The effect of maternal fasting during Ramadan on preterm delivery: a prospective cohort study. BJOG Int J Obstet Gynaecol. 2012 Oct;119(11):1379–86.
  7. Alwasel SH, Harrath A, Aljarallah JS, Abotalib Z, Osmond C, Al Omar SY, et al. Intergenerational effects of in utero exposure to Ramadan in Tunisia. Am J Hum Biol. 2013 May;25(3):341–3.
  8. Malhotra A, Scott PH, Scott J, Gee H, Wharton BA. Metabolic changes in Asian Muslim pregnant mothers observing the Ramadan fast in Britain. Br J Nutr. 1989 May;61(3):663–72.
  9. Khoshdel A, Kheiri S, Hashemi-Dehkordi E, Nasiri J, Shabanian-Borujeni S, Saedi E. The effect of Ramadan fasting on LH, FSH, oestrogen, progesterone and leptin in pregnant women. J Obstet Gynaecol. 2014 Jun 10;1–5.
  10. Van Ewijk RJ, Painter RC, Roseboom TJ. Associations of prenatal exposure to Ramadan with small stature and thinness in adulthood: results from a large Indonesian population-based study. Am J Epidemiol. 2013 Apr 15;177(8):729–36.
  11. Mirghani HM, Weerasinghe SD, Smith JR, Ezimokhai M. The effect of intermittent maternal fasting on human fetal breathing movements. J Obstet Gynaecol. 2004 Sep;24(6):635–7.
  12. Bajaj S, Khan A. Women’s Health in Ramadan. Medical Update 2013 [Internet]. The Association of Physicians of India; 2013. p. 332–4. Available from: http://www.apiindia.org/medicine_update_2013/chap175.pdf
  13. Ziaee V, Kihanidoost Z, Younesian M, Akhavirad MB, Bateni F, Kazemianfar Z, et al. The effect of ramadan fasting on outcome of pregnancy. Iran J Pediatr. 2010 Jun;20(2):181–6.
  14. Bajaj S, Khan A, Fathima FN, Jaleel MA, Sheikh A, Azad K, et al. South Asian consensus statement on women’s health and Ramadan. Indian J Endocrinol Metab. 2012 Jul;16(4):508–11.

Tips Berhenti Merokok di Bulan Ramadan

Menghindari rokok di bulan Ramadan ternyata bernilai ibadah. Pasalnya, umat Islam bukan hanya diwajibkan untuk menahan diri dari lapar dan haus, tetapi juga merokok. Sehingga saat ini adalah momen yang tepat untuk memulai bebas dari rokok. Maukah Anda beresolusi untuk berhenti atau mengajak orang tersayang berhenti dari rokok di bulan mulia ini?

tobacco-free-ramadan

http://www.ramadan.co.uk/wp-content/uploads/2014/09/tobacco-free-ramadan.jpg

Pandangan Islam Mengenai Rokok

Hukum rokok tidaklah sama dengan konsumsi alkohol. Hal ini disebabkan hukum rokok tidaklah dijelaskan gamblang dari Al-Quran dan Hadist, sehingga hukum rokok didasari pada ijtihad ulama berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan. 1,2

Dalam sejarahnya, Islam bersikap netral terhadap rokok. Tetapi setelah diketahui bahwa rokok berbahaya bagi kesehatan, para ulama mulai berpendapat bahwa hukum rokok makruh atau haram. Mulai tahun 1979, pelarangan ini dianggap ancaman terbesar bagi industri rokok seperti yang didokumentasikan dalam British Medical Journal. Pasalnya, negara Islam adalah kunci keberlangsungan industri rokok karena kebiasaan merokok menurun di negara maju. 1,3

&MaxW=640&imageVersion=default&AR-140719883

http://www.thenational.ae/storyimage/AB/20140710/ARTICLE/140719883/AR/0/&MaxW=640&imageVersion=default&AR-140719883.jpg

Saat ini, mayoritas fatwa ulama dari negara Islam, termasuk otorititas Al-Azhar yang termashyur, mendeklarasikan bahwa rokok itu dilarang. Demikian pula fatwa MUI yang melarang rokok antara “haram” dan “makruh”.Dua landasan pemikiran ini ialah 1,3,4

Surat Al-Baqarah : 195 (Larangan merusak diri)

albaqarah195
Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Surat Al-Araf : 31 (Larangan mubadzir)

alaraf31
Wahai anak-anak Adam! Pakailah pakaian kamu yang indah berhias pada tiap-tiap kali kamu ke tempat ibadat (atau mengerjakan sembahyang), dan makanlah serta minumlah, dan jangan pula kamu melampau; sesungguhnya Allah tidak suka akan orang-orang yang melampaui batas.

Apakah Merokok Membatalkan Puasa?

Para ulama sepakat merokok dapat membatalkan puasa karena asap rokok mengandung banyak kumpulan zat yang masuk sampai ke perut dan lambung. Sementara semua yang dimasukkan ke dalam perut dengan sengaja maka membatalkan puasa. Mereka mengistilahkan merokok dengan “syurbud dukhan” atau minum asap. Ditambah lagi dengan dasar hukum merokok ialah dilarang. Terkecuali bagi perokok pasif yang tidak sengaja mencium bau rokok maka puasanya tidak batal. Sebab untuk dapat masuk ke dalam lambung, zat dalam rokok harus dihisap. (Majmu’ Fatawa Ibnu Utsaimin, Fatawa Shiyam, no. 203 dan 204)5,6

ramadhaan-highway-code-dos-and-donts

https://theticamuslimah.files.wordpress.com/2013/07/ramadhaan-highway-code-dos-and-donts.jpg

Keuntungan Meninggalkan Rokok di Bulan Ramadan

Larangan puasa saat puasa membuat muslim perokok mau tidak mau meninggalkan rokok dari subuh hingga maghrib. Ditambah lagi dukungan dari lingkungan yang sama-sama puasa rokok di siang hari memperkecil kemungkinan terjadi gejala kambuh. Namun, hal ini sulit berlaku untuk mereka yang melanjutkan rokok saat berbuka karena sulit terbentuk kebiasaan meninggalkan rokok yang permanen. Keuntungan lain ialah motivasi spiritual yang kental saat Ramadan dapat meningkatkan keberhasilan perokok untuk berhenti. Penelitian membuktikan bahwa ¾ perokok yang ingin berhenti merasa terbantu ketika dikaitkan dengan sisi spiritual. 7

Tantangan

Berhenti merokok saat Ramadan ternyata ada tantangan sendiri yang perlu disiasati. Pertama, kondisi menahan lapar dan haus meningkatkan keinginan untuk merokok. Hal ini menyebabkan berhenti total di bulan Ramadan menjadi cukup sulit. Padahal metode ini dinilai paling nyaman apabila seseorang ingin berhenti di bulan puasa. Selain itu, obat pengganti nikotin untuk mengatasi ‘sakau rokok’ tidak bisa diresepkan dokter saat berpuasa. Terakhir, pada sebagian orang kondisi yang ‘memaksa’ berhenti merokok tidak membuat mereka berhenti rokok secara permanen.7

Kiat Sukses Berhenti Rokok Saat Ramadan

Agar Anda atau orang yang ada sayangi berhasil menjadikan momen Ramadan ini untuk berhenti merokok, cobalah tips-tips berikut ini :

10511083_717543841614648_8207448745244727884_n

Berhenti Merokok

  • Cari tahu sebab Anda ingin berhenti merokok. Alasan untuk meninggalkan merokok bersifat personal. Pentingnya mencari alasan ini agar Anda ingat niat awal saat tergoda merokok kembali. Beberapa pertimbangan berhenti merokok dapat Anda lihat di sini.8
  • Bulatkan tekad dari diri sendiri. Keberhasilan lepas dari rokok akan sulit dicapai bila keinginan berhenti merokok tidak dari diri sendiri. Jadikan berhenti merokok ini satu target kesuksesan dalam hidup.
  • Berdoa dan mohon kekuatan dari Allah SWT. Jadikan upaya ini salah satu motivasi ibadah menjadi pribadi yang lebih baik.
  • Beritahu orang sekeliling Anda agar dapat memberi dukungan dan pengertian
  • Tetapkan tanggal. Anda bisa memulai mengurangi rokok sejak 2 minggu sebelum rencana berhenti.8,9
  • Cari metode berhenti yang paling Anda nyaman. Larangan rokok di siang hari terkadang menimbulkan gejala penarikan nikotin di malam hari. Sehingga pada sebagian orang cara cold turkey atau berhenti rokok total lebih nyaman saat Ramadan. Namun, untuk perokok yang merasa kesulitan dengan metode ini, bisa dicoba cara berikut ini saat sudah berbuka:7

Metode

Cara

Rokok terjadwal

Tetapkan jadwal merokok yang ketat (misalnya setiap jam setelah berbuka) lalu perpanjang jarak antar rokok tiap harinya (misal menjadi 2 jam sekali). Diluar jam itu rokok dilarang sama sekali

Hierarchical smoking

Buat catatan pribadi waktu apa saja yang membuat diri butuh merokok. Lalu kurangi rokok dimulai dari waktu termudah sampai tersulit meninggalkan rokok

Periode bebas rokok

Cara ini dilakukan dengan mencatat waktu istirahat anda dengan merokok lalu secara bertahap kurangi rokok saat ini.

  • Hindari pencetus merokok. Beberapa hal yang membuat Anda kembali ingin merokok misalnya alkohol, perokok lain, dan godaan merokok setelah makan Sampaikan dengan sopan bahwa Anda sedang puasa merokok dan tolaklah tawaran rokok dengan halus. Bagi mereka yang terbiasa merokok setelah makan, coba ganti dengan cemilan ringan seperti buah, makanan penutup sehat, potongan coklat atau permen karet. Jangan lupa sibukkan diri dengan ibadah. 9
  • Antisipasi gejala penarikan nikotin. Sesaat setelah berhenti merokok, tubuh Anda otomatis ‘menagih’ nikotin. Gejala ini biasanya memuncak di hari ke 2-3 sampai beberapa hari atau minggu. Cara mengatasinya misalnya :10,9

Gejala

Cara mengatasi

‘Sakau’ rokok

Tenangkan diri beberapa saat, alihkan pikiran, jalan

Mudah marah, tidak sabar

Olahraga, mandi air hangat, relaksasi, hindari kafein

Insomnia

Hindari kafein, relaksasi, olahraga sebentar, baca sebelum tidur

Mudah lelah

Tidur sebentar, jangan terlalu menekan diri Anda

Kurang konsentrasi

Kurangi beban kerja, hindari stress

  • Beri penghargaan atas tiap usaha Anda.
  • Minta pertolongan medis. Penelitian membuktikan bahwa kombinasi konseling, terapi perilaku dan bantuan obat merupakan cara paling efektif dengan tingkat keberhasilan tertinggi dalam berhenti merokok. Anda bisa mengunjungi Puskesmas, dokter keluarga atau klinik merokok. 11–13

Agustina Kadaristiana, dr.

06/04/2015

Referensi

  1. Dyer O. Tobacco industry sought to prevent Islamic fatwas against smoking. BMJ. 2015 Apr 28;350:h2281.
  2. Smoking is prohibited but not like drinking alcohol in sin. Fatwa No : 231226. Islamweb. :15 December 2013.
  3. Ghouri N, Atcha M, Sheikh A. Influence of Islam on smoking among Muslims. BMJ. 2006 Feb 2;332(7536):291–4.
  4. Fatwa MUI, Rokok Hukumnya Makruh dan Haram. Pus Inf Dan Humas Kementeri Agama [Internet]. Available from: http://kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=81811www.metrotvnews.com
  5. Baits AN. Mengapa Rokok Membatalkan Puasa dan Inhaler Tidak Membatalkan Puasa? [Internet]. Konsultasi Kesehatan dan Tanya Jawab Pendidikan Islam. [cited 2015 Jun 4]. Available from: http://www.konsultasisyariah.com/rokok-membatalkan-puasa/
  6. A fasting person smelling the smoke of incense, cigarettes and scented candles. Fatwa No : 128689. Islamweb [Internet]. 2009 Nov 4; Available from: http://www.islamweb.net/emainpage/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=128689
  7. Aveyard P, Begh R, Sheikh A, Amos A. Promoting smoking cessation through smoking reduction during Ramadan. Addiction. 2011 Aug 1;106(8):1379–80.
  8. Nancy A Rigotti, MD, Stephen I Rennard, MD, David M Daughton, MS. Overview of smoking cessation management in adults. Uptodate. 2015 Feb 24;
  9. Robinson L, Melinda Smith, M.A. How to Quit Smoking A Guide to Kicking the Habit for Good. Helpguide.org. :April 2015.
  10. Overcoming Addiction: Paths toward recovery [Internet]. Harvard Health. [cited 2015 Jun 4]. Available from: http://www.health.harvard.edu/addiction/overcoming-addiction-paths-toward-recovery
  11. Syarifah F. 3 Tempat Ini Bantu Anda Berhenti Merokok [Internet]. liputan6.com. [cited 2015 Jun 4]. Available from: http://health.liputan6.com/read/2125975/3-tempat-ini-bantu-anda-berhenti-merokok
  12. Stead LF, Lancaster T. Combined pharmacotherapy and behavioural interventions for smoking cessation. Cochrane Database Syst Rev. 2012;10:CD008286.
  13. Suls JM, Luger TM, Curry SJ, Mermelstein RJ, Sporer AK, An LC. Efficacy of smoking-cessation interventions for young adults: a meta-analysis. Am J Prev Med. 2012 Jun;42(6):655–62.