Category Archives: Fakta atau Mitos

Larangan Ibu Hamil, Mitos atau Fakta?

Tidak dapat dipungkiri, peristiwa kehamilan selalu dianggap luar biasa oleh wanita dan keluarga terdekatnya. Namun, hal ini sering disalahkaprahkan dengan berbagai macam anjuran dan larangan yang tidak berdasar. Bahkan diantara anjuran dan larangan ibu hamil tersebut ada yang malah membahayakan, baik dari segi kesehatan ibu hamil, maupun dari segi spiritual. Pada artikel ini, kita akan bahas larangan yang berupa mitos atau fakta seputar kehamilan.

Larangan Ibu Hamil yang Sering Disebut

1. Ibu hamil jangan menyusui

Tidak sepenuhnya benar. Anjuran sehat untuk wanita adalah memberikan ASI selama 2 tahun setelah itu baru bersiap untuk memberikan adik bagi si kakak. Namun, tak jarang dijumpai bahwa beberapa bulan setelah melahirkan, ternyata rahim sudah ada penghuni lagi. Bila demikian, ibu tetap dapat menyusui saat hamil apabila kandungan ibu sehat tanpa komplikasi.

2. Dilarang minum es karena bisa menyebabkan bayi gemuk

Mitos. Entah siapa penciptanya, yang jelas mitos ini bertahan di puncak tangga sejak berpuluh tahun yang lalu. Penjelasannya mudah saja, es batu terbuat dari air yang dibekukan. Tentu saja air tidak menyebabkan gemuk.

3. Dilarang berhubungan intim

Tidak sepenuhnya benar. Bagi ibu hamil dan janin yang sehat, berhubungan intim selama kehamilan relatif aman. Namun, pada ibu dengan komplikasi (seperti pendarahan, ketuban pecah dini, plasenta letak rendah, dll) mungkin hubungan suami-istri perlu dihindari sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan.

4. Tidak boleh naik pesawat

Tidak sepenuhnya benar. Pada umumnya ibu yang sehat diperbolehkan naik pesawat sampai usia kandungan 37 minggu (meskipun pada beberapa maskapai terdapat kebijakan yang berbeda). Namun, sebelum ibu bepergian dengan pesawat, ibu perlu menyertakan surat keterangan dokter setelah diperiksa kondisi umum dan kandungannya.

5. Jangan melakukan pemeriksaan X Ray

Tidak sepenuhnya benar. Pemeriksaan X Ray pada ibu hamil mestilah mempertimbangkan manfaat dan resikonya. Rontgen mungkin dibutuhkan pada keadaan yang amat diperlukan ( kondisi emergensi, patah tulang, dsb). Ibu juga perlu ingat bahwa efek radiasi X Ray pada janin bergantung pada dosis dan paparan sinar rontgen tadi. Sehingga, pemeriksaan X Ray sebanyak 1 kali tidak akan mempengaruhi janin. Namun, memang penggunaan X Ray mestilah diminimalisir dengan menggunakan pemeriksaan lain yang lebih aman seperti CT Scan atau MRI.

6. Dilarang sauna, spa dan pijat

Ada yang dilarang, ada yang tidak. Ibu hamil yang sehat boleh saja dipijat kecuali bagian perut. Paling aman memang dilakukan di salon yang menyediakan perawatan ibu hamil. Perawatan yang sebaiknya ibu hindari ialah perawatan dengan air atau uap panas seperti berendam, sauna, jacuzzi, ratus, dsb. Hal ini dikhawatirkan peningkatan temperatur tubuh mendadak dapat mengganggu janin. Bila ibu melakukan perawatan di kolam, pastikan suhunya tidak lebih dari 32-35oC (Rekomendasi The Royal College of Obstetricians and Gynaecologists).

7. Dilarang memakai kosmetik dan perawatan kecantikan lainnya.

Perawatan kulit saat hamil sebaiknya benar-benar dalam pengawasan dokter. Pasalnya, ada beberapa kandungan kosmetik yang perlu dihindari karena beresiko menyebabkan gangguan pada janin seperti Retinoid dan Hidroquinone. Penelitian mengenai efek obat pewarna rambut juga masih terbatas, sehingga sebaiknya dihindari untuk mencegah efek yang belum diketahui pada janin.

8. Jangan mandi malam

Tidak benar. Sepanjang kondisi tubuh cukup sehat dan cuaca cukup bersahabat, mandi malam cukup aman. Sebelum mandi, beristirahatlah sejenak agar suhu tubuh kembali normal. Gunakanlah air hangat bila perlu.

9. Hindari bekerja di depan komputer, laptop atau gadget

Tidak benar. Komputer, laptop, dan sejenisnya aman dan terbukti tidak berbahaya bagi janin. Pastikan saja ibu tidak meletakkan laptop atau gadget yang panas di dekat perut. Namun, memang bekerja di depan komputer terlalu lama dengan posisi yang tidak ergonomis berpotensi menimbulkan nyeri punggung. Mengetik terlalu lama juga dapat memicu Sindrom Terowongan Karpal (terjepitnya saraf di pergelangan tangan yang menyebabkan kesemutan atau baal).

10. Jangan makan daging setengah matang, tidak terlalu sering makan telur, dan hindari makan nanas.

Daging setengah matang memang tidak dianjurkan mengingat adanya risiko penularan parasit toxoplasma. Demikian juga dengan konsumsi telur mentah atau setengah matang, tidak dianjurkan karena adanya risiko infeksi Salmonela (bakteri penyebab demam tifoid). Tidak ada pantangan makan buah-buahan tertentu sepanjang porsinya dalam batas wajar.

Depok, 6 Juli 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :

  1. Chescheir, C. Nancy¸ et al. 2000. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. The Americal College of Obstetricians and Gynecology. Washington.
  2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23rd edition. Mc Graw Hill. New York.
  3. Evans, A. 2007. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
  4. Novak, Patricia D. 1995. Dorland’s Pocket and Medical Dictionary. 25th edition. WB Saunders Company. Philadelphia.
  5. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
  6. Kusumaningsih, Prita. 2011. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Qultum Media: Jakarta.
  7. Charles J Lockwood, MD, MHCM, Urania Magriples, MD. Initial prenatal assessment and first trimester prenatal care. Uptodate. 2015 Aug 13;
  8. Guidelines for Diagnostic Imaging During Pregnancy. ACOG [Internet]. 2004 Sep; Available from: http://www.acog.org/Resources-And-Publications/Committee-Opinions/Committee-on-Obstetric-Practice/Guidelines-for-Diagnostic-Imaging-During-Pregnancy
  9. Choices NHS. Is it safe to use a sauna or jacuzzi if I’m pregnant? – Health questions – NHS Choices [Internet]. 2014 [cited 2015 Aug 15]. Available from: http://www.nhs.uk/chq/Pages/2402.aspx?CategoryID=54#close
  10. Bozzo P, Chua-Gocheco A, Einarson A. Safety of skin care products during pregnancy. Can Fam Physician. 2011 Jun;57(6):665–7.
  11. Lisa Fields. Pregnancy-Proofing Your Beauty Regimen. WebMD.
  12. Is it safe to use a computer screen during pregnancy? [Internet]. BabyCentre. [cited 2015 Aug 15]. Available from: http://www.babycentre.co.uk/x536447/is-it-safe-to-use-a-computer-screen-during-pregnancy

Berjemur di pantai menyembuhkan cacar?

Q: Assalamualaikum wr wb. Setelah anak saya yang sulung terkena cacar, anak saya yang lain menyusul. Pada hari kedua anak kedua saya cacar, adik ipar saya mengajak kami sekeluarga piknik di pantai. Saya dan suami menyusul sambil berpesan dengan adik ipar agar anak saya tidak berenang. Ternyata, pesan saya dilanggar oleh anak saya. Keesokan harinya saat saya periksa, ternyata cacarnya sudah mengering. Saya heran, yang menjadi pertanyaan saya, apakah itu disebabkan oleh air laut? Bila iya, bolehkah saya memandikan anak saya yang ketiga (yang terkena cacar juga)  dengan air+garam? Lalu apakah dalam tempo yang singkat memungkinkan anak saya yang kedua untuk terjangkit cacar lagi? Terimakasih. (Ibu A, Malaysia)

A : Waalaikumsalam wr wb halo ibu, kalau untuk air lautnya sendiri kami belum menemukan penelitiannya. Tapi ada dugaan penelitian dari Philip S Rice, University of London, UK (2011) yang menganggap sinar matahari (UV light) bisa menghambat aktivitas virus cacar. Salah satu contoh kegiatan yang memungkinkan kita terpapar sinar UV misalnya berjemur di pantai. Beliau menilai dari jumlah orang yang terkena cacar di daerah tropik lebih sedikit daripada yang jauh di garis khatulistiwa. Namun, sampai saat ini belum ada penelitian lanjutan yang menguatkan dugaan ini.

 Mengenai infeksi cacar  kedua, biasanya kalau anak-anak yg terkena cacar tidak akan terkena cacar lagi. Kecuali daya tahan tubuhnya yang sangat menurun atau saat usia lanjut, bisa aktif kembali virusnya. Oiya ibu, meskipun  ada bruntus cacar sudah kering, tetapi fase luka kering ini bisa jadi masih dalam fase penularan. Fase penularan cacar terjadi dari 1-2 hari sebelum munculnya bruntus sampai lesi kompak semua kering. Sebaiknya memang tinggal dirumah dulu, jangan sekolah (sesuai dengan saran dokter yg memeriksa) sampai waktu tertentu. Biar teman-teman atau saudara yg lain tidak tertular semoga membantu ibu (admin)

Sumber :

  1.  Paddock, Catharine. “Sun’s UV Rays May Stop Spread Of Chickenpox.” Medical News Today. MediLexicon, Intl., 20 Dec. 2011. Web.12 Oct. 2014. <http://www.medicalnewstoday.com/articles/239442.php>
  2. Rice, S Philip. “Ultra-violet radiation is responsible for the differences in global epidemiology of chickenpox and the evolution of varicella-zoster virus as man migrated out of Africa”; Virology Journal, first published online 23 April 2011; DOI:10.1186/1743-422X-8-189
  3. Chickenpox(Varicella). CDC.2013. http://www.cdc.gov/chickenpox/hcp/clinical-overview.html
  4. Can the sun stop chickenpox?. NHS. 2011. http://www.nhs.uk/news/2011/12December/Pages/sun-stops-chickenpox.aspx

Berhenti merokok secara tiba-tiba dapat menyebabkan serangan jantung?

Beberapa waktu lalu teman saya ada yang khawatir. Pasalnya, suaminya berniat untuk berhenti merokok dengan cara stop merokok total, bukan bertahap. Teman saya ini mendengar cerita bahwa ada yang terkena serangan jantung sebulan setelah berhenti merokok secara total. Beredar juga kabar bahwa efek samping cara ini lebih parah daripada cara bertahap.Benarkah isu berhenti merokok secara total itu buruk? Mari kita simak ulasannya.

Health-Smoker-Timeline-Body-Quitting-Response-Heart-Cancer

Rokok merupakan produk berbahaya yang mengandung campuran lebih dari 7000 bahan kimia yang ratusan diantaranya merupakan racun dan 70 zat diantaranya bisa menyebabkan kanker.(1) Merokok telah menyebabkan kematian 440.000 warga Amerika per tahun dengan perkiraan  49.000 diantaranya meninggal karena perokok pasif.(2) Satu-satunya cara untuk mencegah efek negatif  dari rokok adalah berhenti dari merokok itu sendiri. Berhenti merokok terbukti sangat bermanfaat bagi kesehatan. Menurut WHO, terdapat manfaat jangka pendek dan jangka panjang dari berhenti merokok, yaitu 🙁3)

  • 20 menit : tekanan darah dan nadi menurun
  • 12 jam : level racun karbon monoksida di dalam tubuh menurun
  • 2-12 minggu: aliran darah membaik, fungsi paru meningkat
  • 1-9 bulan :gejala batuk dan sesak nafas berkurang
  • 1 tahun: resiko terkena serangan jantung menurun menjadi ½ kali dibandingkan dengan perokok
  • 5 tahun : resiko terkena stroke menurun
  • 10 tahun : resiko kanker paru menurun menjadi 50% dibandingkan perokok, resiko kanker mulut, tenggorokan, esofagus, kandung kemih, mulut rahim dan pancreas menurun.
  • 15 tahun  : resiko jantung koroner sama seperti orang yang tidak merokok

Namun, bagaimana sebenarnya cara berhenti merokok yang baik?

Pada masyarakat terdapat kekhawatiran tentang efek samping dari berhenti merokok. Memang benar, dalam dunia medis pecandu rokok yang memberhentikan aktivitas merokoknya dapat mengalami gejala penarikan Nikotin (Nicotine Withdrawal). Hal ini terjadi karena otak berusaha menyeimbangkan kondisi normal tubuh setelah berhentinya suplai nikotin, zat aktif yang membuat seseorang kecanduan merokok.  Gejala ini dapat berupa :

  • Gangguan emosi (cepat marah, cemas, depresi)
  • Keinginan yang kuat untuk merokok kembali
  • Gangguan tidur (mudah mengantuk sampai tidak bisa tidur (insomnia)
  • Sakit kepala
  • Nafsu makan bertambah dan berat badan naik
  • Gangguan konsentrasi 

Gejala ini biasanya muncul 2-3 jam setelah seseorang berhenti merokok dan memuncak dalam 2-3 hari. Meskipun begitu, setelah hari ke 4-5 gejala ini akan semakin berkurang.(45) Saat ini ada beberapa pilihan terapi dalam membantu seseorang untuk berhenti merokok secara nyaman. Mulai dari konseling perilaku sampai bantuan obat-obatan. (1)

Menurut  US Department of Health and Human Services, 2008, rekomendasi terapi dari kecanduan merokok ialah pemberhentian rokok secara total.(6) Namun, penelaahan jurnal terbaru dari International Cochrane Collaboration (2012) menyimpulkan bahwa metode pemberhentian merokok baik secara tiba-tiba maupun bertahap memiliki tingkat keberhasilan yang sama dari segi pemantangan merokok setelah 6 bulan. Meta analisis ini melibatkan 3760 peserta penelitian dari 10 uji acak terkendali (Randomized Clinical Trial). Hasil lain yang diperoleh adalah tidak terlihat efek samping serius dari dua metode tersebut (meskipun masih diperlukan penelitian lebih mendalam tentang hal ini).(78)

Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa perokok dapat memilih kedua metode sesuai dengan kenyamanan masing-masing tanpa perlu khawatir dengan isu efek berbahaya setelah berhenti merokok. Perlu diingat, meskipun efek samping dapat terjadi, manfaat dari berhenti merokok jauh lebih bagi kesehatan diri dan juga orang lain. Disamping bisa menurunkan resiko penyakit berbahaya seperti kanker, penyakit jantung dan paru, berhenti merokok juga bisa memperpanjang harapan hidup lho. Jadi, tetap semangat untuk hidup sehat tanpa rokok.

Agustina Kadaristiana, dr.

Sumber :

  1. CDC. Quitting Smoking4 June 2014. Available from: http://www.cdc.gov/tobacco/data_statistics/fact_sheets/cessation/quitting/index.htm?utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed%3A+CdcSmokingAndTobaccoUseFactSheets+(CDC+-+Smoking+and+Tobacco+Use+-+Fact+Sheets).
  2. Lande G. Nicotine Addiction. 2014.
  3. WHO. Fact Sheet about Health Benefit of Smoking Cessation. Available from: http://www.who.int/tobacco/quitting/en_tfi_quitting_fact_sheet.pdf.
  4. Nicotine and Tobacco: MedlinePlus. Available from: http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000953.htm.
  5. Smoking and Tobacco: The Lung Association. Available from: http://www.lung.ca/protect-protegez/tobacco-tabagisme/quitting-cesser/withdrawal-sevrage_e.php.
  6. Fiore M. Treating Tobacco Use and Dependence: 2008 Update2008. Available from: http://bphc.hrsa.gov/buckets/treatingtobacco.pdf.
  7.  Lindson-Hawley. Reduction Versus Abrupt Cessation in Smokers Who Want to Quit. The Cochrane Collaboration. 2012.
  8. Lindson-Hawley. Gradual Reduction vs Abrupt Cessation as a Smoking Cessation Strategy in Smokers Who Want to Quit. JAMA 2013;310.