Category Archives: Wanita

Sudahkah Pengasuh Bayi Anda Mendapatkan Vaksin Pertusis?

Sebuah sekolah menengah di Seattle baru-baru ini mengumumkan wabah kecil batuk rejan: 13 siswa didiagnosis dengan pertusis yang dikonfirmasi laboratorium. Tak satu pun dari remaja yang menular saat ini, namun hal ini menjadi pertanyaan menarik tentang bagaimana melindungi anak-anak dan masyarakat kita. Apakah tanggung jawab kita sebagai orang tua untuk memastikan pengasuh bayi, pengasuh atau bahkan nenek buyut benar divaksinasi?

Cukup sulit untuk meminta kakek dan nenek untuk memvaksinasikan diri mereka agar dapat melindungi anak bungsu atau balita yang paling rentan. Mungkin juga merupakan tantangan dengan pengasuh tetangga. Saya akan menyarankan Anda untuk hanya mengatakan, “Hei, apakah Anda mendapatkan suntikan 11 tahun dan vaksin flu Anda tahun ini?” Masalahnya, satu kendala mungkin adalah bahwa pengasuh berusia 15 tahun Anda mungkin tidak tahu apakah mereka sudah mendapatkan vaksin Pertusis remaja. Sebagai pengingat, semua anak diberi imunisasi untuk batuk rejan (DTaP) pada usia 2, 4, 6, dan 15 bulan. Mereka kemudian menerima dosis lain pada usia 4. Kemudian dosis tween booster (tembakan Tdap) pada usia 11 tahun.

Banyak remaja mempersiapkan diri untuk pekerjaan besar mengasuh anak dengan mengikuti kelas/kursus. Di kelas, instruktur membantu mereka untuk memastikan apakah mereka akan mendapatkan imunisasi selama kursus berlangsung.

Apa Itu Batuk Rejan?

  • Infeksi bakteri yang sangat menular (pertusis) pada hidung dan tenggorokan menyebabkan “batuk rejan.”
  • Mudah terbawa oleh batuk dan bersin. Gejala muncul 7-10 hari setelah terpapar (rata-rata)
  • Gejala berbeda menurut usia, bayi dan anak kecil mungkin akan memiliki batuk parah atau bahkan berhenti bernapas. Kami sangat khawatir tentang bayi yang baru lahir, bayi muda di bawah usia 2 bulan, tetapi juga mempertimbangkan bayi di bawah usia 6 bulan “berisiko tinggi.”
  • Orang dewasa dan anak yang lebih tua bisa mengalami demam, pilek dan batuk yang parah yang berlanjut menjadi batuk, suara yang “rejan” terdengar dengan batuk, atau bahkan batuk yang berlangsung lebih dari 100 hari (bahkan jika diobati). Pengobatan adalah berupa mencegah penyebaran, bukan batuk.

Apakah Batuk Rejan Adalah Masalah yang Serius?

  • Sangat serius untuk bayi dan anak kecil. Sekitar setengah dari bayi yang mendapatkan batuk rejan masuk rumah sakit. Beberapa akan mengalami gangguan pernafasan parah dan beberapa orang akan mengalami kejadian yang mengancam jiwa saat bernafas.
  • Bisa menyebabkan pneumonia, kejang, kerusakan otak dan bahkan kematian sangat jarang.

Orang dengan risiko tertinggi:

  • Bayi, ibu hamil, penderita asma
  • Washington State: kami mengalami wabah besar dua tahun lalu. Syukurlah sekarang kasus biasanya antara 184 dan 1026 kasus pada tahun biasa. Sejauh ini, telah terjadi 96 kasus yang dilaporkan tahun ini (sampai 11/8), turun dari 644 yang dilaporkan kali ini tahun lalu. King County memiliki salah satu catatan yang lebih rendah di negara bagian: 3.8 / 100.000 orang (tertinggi adalah Adams County: 60 per 100.000).

Apa yang Orang Tua Perlu Tahu?

Vaksinasi (vaksin DTaP pada anak kecil & Tdap pada usia 11 tahun ke atas) adalah pertahanan terbaik melawan pertusis. Anak-anak yang tidak divaksinasi setidaknya memiliki risiko delapan pertiga lebih besar dibandingkan anak-anak yang sepenuhnya divaksinasi dengan DTaP. Kata “wabah” benar-benar mengajarkan kita bahwa dibutuhkan masyarakat yang sudah divaksinasi untuk melindungi bayi kecil. Sebagian besar data memperkirakan hanya sekitar 4 dari 5 dari kita yang mendapatkan suntikan perlindungan dari batuk rejan sehingga kita bergantung pada orang-orang di sekitar kita untuk diimunisasi agar kita cenderung tidak menyebar. Selama epidemi 2012 di Washington banyak anak dan remaja yang menderita batuk rejan telah diimunisasi. CDC mencatat epidemi Washington yang mengajarkan kita tentang batuk rejan. Meski vaksin pertusis memberikan perlindungan jangka pendek yang bagus, sepertinya imunitas bisa memudar. Data CDC memang mengingatkan kita bahwa mendapatkan suntikan masih merupakan strategi tunggal yang paling efektif, terutama untuk wanita hamil dan kontak bayi.

  • Pengasuh bayi dari segala usia harus tinggal di rumah saat sakit (terutama jika merawat bayi yang baru lahir) jika mereka memiliki gejala batuk atau pilek, terutama jika wabah batuk rejan atau influenza berada di wilayah mereka.
  • Ibu hamil membutuhkan Tdap selama trimester ketiga mereka. Temuan penelitian menyimpulkan, “Tdap selama kehamilan tidak dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan hipertensi pada kehamilan atau kelahiran prematur atau SGA (usia gestasi yang kecil).
  • Dosis satu kali Tdap direkomendasikan untuk semua orang berusia di atas 11 tahun
  • Efek seumur hidup tidak terbukti (efek suntikan berlangsung sekitar 4-12 tahun) namun setelah 5 tahun proteksi moderat tetap ada.
  • Cuci tangan, tutupi batuk, tetap di rumah saat sakit
  • Hindari kontak dekat dengan seseorang yang memiliki gejala batuk rejan. Dorong mereka untuk menemui dokter untuk pengobatan jika mereka memiliki batuk yang tidak biasa.

 

 

Ditulis oleh Wendy Sue Swanso, MD, MBE, Pediatrician, Executice Director of Digital Health at Seattle Children’s Hospital dan penulis blog Seattle Mama Doc dan Mama Doc Medicine. Pelajari lebih lanjut dengan mengikuti Twitternya di (@SeattleMamaDoc) dan Facebook (www.Facebook.com/SeattleMamaDoc).

 

Artikel asli: http://seattlemamadoc.seattlechildrens.org/has-your-babysitter-had-the-whooping-cough-shot/. Artikel ini diterjemahkan atas izin dari SeattleMamaDoc oleh dr. Reqgi First Trasia.

Bisakah rasa sakit saat melahirkan dikurangi secara alami?

Jika anda ingin melakukan persalinan secara normal, Anda mungkin akan mengkhawatirkan rasa sakit yang akan anda rasakan saat proses melahirkan. Berikut ini adalah sederet pilihan pengurang rasa sakit alami yang dapat dilakukan, mulai dari teknik-teknik yang dapat Anda latih di rumah sampai perawatan untuk mengurangi rasa sakit. Apa saja pilihannya?

Pijat

Pijatan lembut akan merangsang pelepasan hormon endorfin, pengurang rasa sakit alami di tubuh kita, membuat tubuh memperoleh relaksasi. Mintalah pasangan Anda memprektekkan teknik pijat ini sebelum masa persalinan. Rasa sakit di punggung bagian bawah dan bokong akan bereaksi pada tekanan yang kuat. Saat kontraksi, pijatan di bahu akan mengurangi ketegangan. Komunikasi adalah kunci: katakan pada pasangan apa yang Anda butuhkan, dan ingatlah di hari H situasinya mungkin berbeda.

Melahirkan dengan hipnotis

Program persalinan ini mengombinasikan relaksasi dengan visualisasi dan hipnosis diri sederhana. Metode ini membantu Anda melepaskan rasa takut dan menghantarkan Anda pada satu kondisi relaksasi mendalam saat persalinan, dan Anda dapat mengatasi setiap kontraksi yang membuat kelahiran si kecil kian dekat. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa waktu persalinan ibu hamil yang melakukan hypnobirthing akan lebih pendek, lebih sedikit pula diintervensi dengan obat-obatan, termasuk obat bius.

Teknik pernapasan

Bernapas perlahan dan teratur selama kontraksi adalah cara terbaik untuk memfokuskan pikiran dan mengurangi ketegangan. Mengambil napas adalah semacam refleks alamiah tubuh, jadi berkonsentrasilah pada pernapasan. Merespon rasa sakit dengan menahan napas (insting alami) akan menghambat aliran oksigen dan membuat otot-otot menjadi tegang. Dengan berlatih pernapasan ritmis sebelum persalinan akan membantu Anda fokus pada pernapasan.

Mesin TENS

Mesin TENS (transcutaneous electrical nerve stimulation) adalah sebuah perangkat yang mentransmisikan denyut listrik yang bertujuan untuk menghambat sinyal rasa sakit mencapai otak. Kabel mesin TENS akan dihubungkan ke bantalan yang dipasang di punggung Anda. Alat ini efektif digunakan dalam persalinan awal, hingga kini diketahui tidak mendatangkan efek samping, dan membuat Anda lebih bebas bergerak. Meski demikian, bukti ilmiah berdasarkan penelitian yang melibatkan 712 wanita hamil di Inggris meunjukkan bahwa penggunaan TENS tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap nyeri.

Melahirkan dalam air

Air hangat bagus untuk persalinan, berefek menenangkan otot dan membantu Anda untuk rileks. Sedangkan kondisi mengapung alami akan menopang tubuh Anda dan mengurangi tekanan pada tulang belakang dan panggul. Dengan demikian, Anda dapat lebih bebas bergerak tanpa merasa kelelahan. Selain itu, Anda juga akan menikmati perawatan khusus karena Anda tidak akan ditinggalkan sendirian di kolam. Kolam untuk melahirkan tersedia di hampir semua rumah sakit yang memiliki fasilitas waterbirth. Anda harus menunggu saat persalinan tiba atau saat leher rahim sudah terbuka sampai 5 cm untuk dapat menggunakan kolam di rumah sakit. Belum ditemukan adanya peningkatan risiko infeksi karena melahirkan dalam air dan refleks ‘menyelam’ alami si kecil menghentikan si kecil menarik napas ketika bersentuhan dengan air. Suhu kolam harus dijaga maksimal 37,5 C agar tidak terlalu panas bagi Anda dan membuat si bayi stres. Meski demikian, American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) belum merekomendasikan persalinan dengan metode ini karena belum adanya cukup bukti untuk menunjang aspek ilmiahnya.

Birth Partner

Birth partner, seperti suami, dapat membantu Anda mengatur napas, memijat, atau membantu Anda masuk ke dalam kolam bila memilih metode waterbirth.

Anda mungkin tidak ingin menggunakan obat bius karena ingin menikmati pengalaman melahirkan di setiap detiknya. Tetapi Anda harus ingat, persalinan tidak dapat diperkirakan, sehingga tetaplah bersiap diri bila harus dilakukan intervensi berupa induksi atau operasi sesar.

Depok, 10 Januari 2017

Referensi :

  1. Kate M Levett, et al. 2016. Complementary Therapies for Labor and Birth Study: A Randomised Controlled Trial of Antenatal Integrative Medicine for Pain Management in Labor. Sydney. Australia.

  2. Christin Roberts, et al. 2004. Pain Relief for Labour for Women Having Their First Baby. University of Sydney. Australia.

  3. Lesley Dixon, et al. 2013. The Emotional and Hormonal Pathways of Labour and Birth: Integrating Mind, Body, and Behaviour. New Zealand College of Midwifes. Australia.

  4. Smith CA, et al. 2006. Studies on Hypnosis for Childbirth. Departement Obstetric and Gynecology. University of Adelaide. Australia.

  5. Collins CT, et al. 2007. Complementary and Alternative Therapies for Pain Management in Labor. Medical School North. Australia.

  6. Joseph R Wax, et al. 2016. Immersion in Water During Labor and Delivery. Women’s Health Care Physicians. The American College of Obstetricians and Gynecologist. Washington.

  7. Carrol D, et al. 2001. Transcutaneous Electrical Nerves Stimulation in Labour Pain: A Systematic Review. London.

  8. Jones L, et al. 2012. Pain Management for Women in Labour – An Overview. Cochrane Library

7 Perasaan Unik Saat Hamil Muda

Ketika seorang wanita sedang hamil trimester pertama, mungkin ia akan merasa ada sesuatu yang berbeda sekalipun belum mengetahui hasil tes kehamilan. Bila Anda tiba-tiba tidak suka rasa kopi yang setiap hari Anda teguk atau aromanya membuat Anda mual, nah bisa jadi ini suatu pertanda ada perubahan dalam diri Anda. Apa saja ya perasaan unik tersebut?

Rasa Logam di Lidah

Dysgeusia adalah rasa logam di mulut yang tidak menyenangkan. Fenomena ini dapat disebabkan oleh peningkatan kadar hormon esterogen dalam tubuh kita. Mungkin juga efek dari retensi air pada indra pengecapan Anda. Anehnya, mengonsumsi makanan yang manis malah memperburuk rasa mineral di mulut Anda. Tetapi menyikat gigi dengan pasta gigi rasa mint akan membantu menghilangkan rasa logam ini. Mengonsumsi makanan yang asam atau menambahkan sedikit cuka pada salad atau keripik juga dapat membantu mengatasinya.

Selera Aneh

Apakah makanan terasa kurang asin atau terasa pahit? Kadar estrogen yang tinggi dapat berdampak pada selera makan Anda: menjadi kurang sensitif terhadap rasa asin, tetapi sensitivitas pada rasa pahit makanan dan minuman justru bertambah. Ini hal biasa. Banyak ibu hamil tidak berselera pada kopi (dan alkohol) di trimester pertama kehamilannya, tetapi bukankah ini suatu perubahan yang baik?

Mabuk Perjalanan & Mual Pagi Hari

Cenderung mabuk di perjalanan? Wah, hal ini bisa bertambah buruk saat kehamilan. Anda juga akan mengalami mabuk di pagi hari. Kadar gula yang rendah menjadi pemicu rasa mual itu. Sebaiknya Anda makan teratur dan ngemil sebelum bepergian atau melakukan perjalanan jauh. Gelang khusus perjalanan (travel wristband) dapat membantu mengatasinya karena akan menekan satu titik akupresur di bagian dalam pergelangan tangan.

Payudara Membesar

Payudara Anda akan menjadi lebih sensitif dan membesar, tetapi ini karena mempersiapkan diri Anda untuk memberi ASI pada si kecil nanti. Kenakan bra yang cukup kuat menopang payudara (tanpa kawat di bagian bawah) agar Anda lebih nyaman.

Penciuman Sensitif

Indra penciuman Anda menjadi sama sensitifnya dengan indra perasa. Ini juga disebabkan oleh kadar estrogen yang meningkat. Banyak ibu hamil yang merasa sangat sensitif terhadap bau-bauan, misalnya ibu yang suka berkebun merasa tidak tahan dengan bau tanaman tertentu. Ibu hamil yang lain bahkan mencium bebauan yang tidak jelas sumbernya alias phantom smell, atau dapat membaui seseorang dari kejauhan. Nah, untuk mengatasi hal ini, coba hirup aroma lemon yang segar: teteskan minyak beraroma lemon pada pakaian atau hirup jika dibutuhkan.

Berliur seperti Bayi

Air liur berlebihan adalah gejala klasik hamil muda, dan mungkin dapat disebabkan oleh peningkatan hormon gonadotropin. Ini adalah hormon yang memelihara kehamilan. Peningkatan hormon ini mencapai puncaknya pada usia kandungan 8-11 minggu, dan setelah itu akan menurun. Mengunyah permen, memperbanyak minum air putih, dan makan dalam porsi kecil kadang akan membuat Bunda lebih nyaman.

Lelah Berlebihan

Rasa penat karena hamil mungkin agak membingungkan di awal kehamilan. Keletihan itu disebabkan oleh peningkatan kadar progesteron dan tubuh Anda memang sedang bekerja keras menumbuhkan janin. Untuk mempersiapkan diri terhadap kelahiran si kecil, tubuh Anda harus meningkatkan volume darah. Oleh karena itu, sistem tubuh Anda pun sibuk lebih banyak menyerap oksigen. Setiap ada kesempatan, ada baiknya Anda tidur siang, beristirahat sepulang kerja, dan membatasi kegiatan sosial yang menguras tenaga.

Selamat menjadi ibu!

Depok, 30 Desember 2016

Reqgi First Trasia, dr.

Referensi:

  1. Chescheir, C. Nancy, et al. 2001. Planning your pregnancy and Birth. 3rd edition. The American College of Obstetriciann and Gynecology. Washington.
  2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23 edition. Mc Graw Hill. New York.
  3. Evans, A. 2008. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
  4. Novak, Patricia D. 1996. Dorland’s Pocket and Medical Dictionary. 25th edition. WB Saunders Company. Philadelphia.
  5. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
  6. Shaony Bhatacarya, et al. 2015. The Pregnancy and Baby Book. Dorling Kindersley. London.

Depresi Postpartum

Berita mengenai mutilasi anak yang dilakukan oleh ibunya sendiri telah mendapatkan sorotan yang cukup tajam dari berbagai kalangan. Kejadian semacam itu membuahkan banyak pertanyaan mengenai motif pelakunya yang merupakan orang terdekat sang anak. Meskipun hingga kini belum ada klarifikasi yang solid dari pihak kepolisian, salah satu diagnosis diferensial dari fenomena ini mengarah pada kondisi depresi paska melahirkan atau yang lebih dikenal dengan depresi postpartum.

~

Perubahan kondisi kejiwaan adalah hal yang lazim ditemukan pada ibu yang baru melahirkan. Kelahiran si kecil merupakan hal yang bisa membuat emosi sang ibu tidak stabil karena perubahan hormon yang drastis dari kehamilan. Tingkatan kondisi kejiwaan ini bervariasi dari mulai ringan hingga berat. Berikut adalah 3 jenis kondisi kejiwaan yang dapat ditemukan paska melahirkan:

  1. Post Partum Blues /Baby Blues (PPB)

Baby Blues adalah kondisi kejiwaan yang paling ringan dan paling lazim ditemukan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa 60-80% perempuan yang baru melahirkan mengalami sindrom ini. Biasanya baby blues hanya bertahan beberapa hari atau 2 minggu setelah kelahiran. Tanda-tanda baby blues diantaranya adalah:

  • suasana hati yang mudah berubah
  • gelisah
  • kesedihan
  • mudah tersinggung
  • menangis tanpa sebab
  • konsentrasi menurun
  • tidak nafsu makan
  • sulit tidur
  1. Post Partum Depression (PPD)

Depresi setelah melahirkan (PPD) adalah kondisi kejiwaan yang lebih parah dari baby blues. Gejala awal PPD seringkali serupa dengan baby blues, namun tanda tanda ini semakin kuat terasa dan bertahan lebih lama. Para ibu yang mengidap PPD biasanya kesulitan dalam mengasuh bayinya  ataupun melakukan kegiatan sehari-hari. Gejala ini biasanya berkembang beberapa minggu setelah melahirkan, atau malah 6 bulan setelahnya. Statistik menunjukkan bahwa 10-15% perempuan melahirkan mengalami PPD.

Faktor-faktor yang dapat memicu PPD adalah:

  • Kegelisahan selama masa kehamilan
  • Kejadian yang sangat menekan jiwa saat kehamilan
  • Dukungan sosial (suami dan keluarga) yang sangat minim
  • Depresi di masa lalu

Sedangkan gejala PPD dapat meliputi:

  • Depresi berlebihan atau perubahan suasana hati yang sangat parah
  • Menangis berlebihan
  • Kesulitan menjalin ikatan pada anak
  • Kehilangan nafsu makan atau makan terlalu banyak
  • Insomnia (sulit tidur)
  • Ketakutan tidak dapat menjadi ibu yang baik
  • Berpikir menyakiti bayi atau diri sendiri
  • Berpikir untuk bunuh diri
  • Sangat mudah tersinggung dan marah
  • Merasa sangat lelah
  • Kehilangan minat pada hal-hal yang dulu disukainya
  1. Post Partum Psychosis (PPP)

Post Partum Psychosis adalah gangguan kejiwaan yang paling parah yang dapat ditemukan pada ibu yang baru melahirkan. Dibandingkan baby blues dan post partum depression, PPP lebih jarang ditemukan. Gejala PPP meliputi pikiran yang terganggu, halusinasi, dan gangguan bicara juga tingkah laku.

Statistik menunjukkan bahwa 1-2 kasus PPP ditemukan dalam 1000 kasus kelahiran bayi. Namun demikian, peluang kejadiannya lebih besar ditemukan pada wanita dengan kelainan bipolar dan skizofrenia. Tidak seperti baby blues yang bisa hilang dengan sendirinya, PPP harus ditangani oleh dokter dan disembuhkan dengan obat-obat tertentu. Namun demikian, sebuah penelitian menunjukkan bahwa peran ayah dalam memperbaiki hubungan ibu dan anak pada kasus PPP sangat signifikan.

Dyna Rochmyaningsih

Sumber:

  1. Manjunath, Narasimhiah G dkk. 2011. Post Partum Blues is Common in Socially and Economically Insecured Mothers.  https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3214451/, 5 Oktober 2016.
  2. Anonim. 2016. Depression Among Women. Diunduh dari: https://www.cdc.gov/reproductivehealth/depression/, 5 Oktober 2016.
  3. Robertson, Emma, dkk. 2004. Antenatal risk factors for postpartum depression: a synthesis of recent literature. http://www.ghpjournal.com/article/S0163-8343(04)00039-8/abstract?cc=y= , 6 Oktober 2016.
  4. Anonim. 2015. Post Partum Depression. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/postpartum-depression/basics/symptoms/con-20029130, 6 Oktober 2016.
  5. Brockington, Ian. 2004. Post Partum Psychiatric Disorded. Diunduh dari: http://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(03)15390-1/abstract, 6 Oktober 2016.

Pap smear : Metode Sederhana dengan Manfaat Luar Biasa

Kanker serviks merupakan kanker pada wanita dengan angka kematian tertinggi di negara-negara berkembang. Diperkirakan hampir 200.000 wanita meninggal setiap tahun akibat kanker serviks. Sayangnya, sebanyak 70% kasus kanker serviks baru diketahui pada stadium lanjut yang sudah sulit untuk diobati.Namun, Anda tidak perlu khawatir. Memberantas kanker serviks ternyata amat mudah. Cukup dengan upaya pencegahan rutin, seorang wanita bisa hidup bebas dari kanker serviks. Upaya pencegahan kanker serviks yang populer dan cukup mudah ialah skrining dengan pemeriksaan pap smear. Pap smear dapat mendeteksi kanker serviks pada stadium awal, bahkan pada stadium pre-kanker. Penelitian menyebutkan bahwa di negara yang rutin melakukan pap smear, angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks menurun. Selain itu, pasien kanker serviks yang terdeteksi dini memiliki angka harapan hidup yang lebih baik. Sehingga, sudah tidak diragukan lagi pap smear sangat penting dalam mencegah kanker serviks.

Pap smear

Perubahan kematian akibat kanker serviks di berbagai negara setelah Pap smear dikenalkan (Laara, dkk, 1987)

Apa itu Pap smear?

Pap smear atau Pap test adalah pemeriksaan pada serviks atau leher rahim untuk mencari sel-sel abnormal yang berpotensi menjadi sel kanker. Pemeriksaan ini pertama kali dikembangkan oleh Georgios Papanikolaou tahun 1940an. Sel-sel serviks pada leher rahim diambil, kemudian diperiksa dengan mikroskop di laboratorium.

Siapa saja yang sebaiknya melakukan pemeriksaan pap smear?

Wanita usia 21-65 tahun dianjurkan melakukan pemeriksaan pap smear setiap 3 tahun atau pada wanita dengan risiko tinggi setiap setahun sekali.

Atau

Jika jarak antar pemeriksaan ingin diperpanjang menjadi setiap 5 tahun sekali, maka wanita usia 30-65 tahun sebaiknya melakukan pemeriksaan pap smear DAN tes HPV*.

*Wanita <30 tahun tidak disarankan melakukan tes HPV, dengan atau tanpa pemeriksaan pap smear.

Siapa yang tidak disarankan melakukan pemeriksaan pap smear?

  • Wanita usia <21 tahun atau yang belum aktif secara seksual.
  • Wanita usia >65 tahun yang telah menjalani pemeriksaan pap smear rutin selama hidupnya (hasil pemeriksaan negatif) dan tidak berisiko tinggi menderita kanker serviks.
  • Wanita yang telah menjalani histerektomi/operasi pengangkatan rahim dan tidak memiliki riwayat sel ganas.

Apa saja yang harus dipersiapkan sebelum pemeriksaan Pap smear?

Dalam jangka waktu 2-3 hari sebelum Anda melakukan pemeriksaan Papsmear, ada beberapa kondisi yang sebaiknya dipenuhi, yaitu:

  • Tidak sedang haid
  • Tidak melakukan hubungan suami istri
  • Tidak menggunakan obat atau krim pada vagina.

Cara Pemeriksaan Pap smear

Anda akan duduk di kursi ginekolog dengan posisi mengangkang. Dokter/bidan akan menggunakan alat spekulum yang berbentuk seperti cocor bebek untuk membuka kelamin Anda. Hal ini dilakukan agar dokter/bidan dapat memeriksa serviks dan vagina dengan baik. Anda mungkin akan merasa tidak nyaman. Untuk menyiasatinya, sebisa mungkin Anda rileks.

pap-smear

Kemudian sel-sel serviks akan diambil dengan cytobrush (sikat kecil dengan bulu yang halus), yang dioleskan ke serviks. Proses ini hanya berlangsung sekitar 15 menit. Spekulum dilepaskan, Anda sudah bisa pulang. Sementara itu, sel-sel serviks yang menempel pada cytobrush akan dioles ke preparat kaca atau dimasukkan ke cairan sitologi khusus. Pemeriksaan dilanjutkan dengan menggunakan mikroskop di laboratorium.

Hasil Pemeriksaan

Hasil pemeriksaan pap smear Anda akan selesai dalam waktu 1-3 minggu (bisa bervariasi antar laboratorium). Hasil negatif berarti hanya ditemukan sel-sel normal. Hasil positif berarti ditemukan sel-sel abnormal pada serviks Anda.

Foto dari Douglas K. Hanks, MD

Anda tidak perlu khawatir, sel-sel abnormal bukan berarti Anda pasti terkena kanker serviks. Sel abnormal bisa juga berarti Anda terinfeksi HPV atau sel-sel tersebut merupakan sel prekanker. Apapun hasilnya, sebaiknya segera konsultasikan hasil pemeriksaan Papsmear dengan dokter Anda.

Komplikasi

Komplikasi sangat jarang terjadi. Jika ada biasanya berupa perdarahan minimal atau infeksi ringan. Kadang terdapat vaginal spotting (bercak darah) segera setelah pemeriksaan papsmear, namun hal ini masih normal.

Kesimpulan
Pemeriksaan Pap smear merupakan cara yang mudah dan efektif untuk mencegah kanker serviks. Pemeriksaan rutin dan sesuai anjuran dapat mendeteksi kanker serviks pada stadium awal, sehingga lebih mudah diobati. Jadi, masihkah Anda ragu untuk melakukan Papsmear?

Diana Andarini, dr.

08/19/2016

Referensi 

  1. Sherris J, Herdman C, Elias C. Cervical cancer in the developing world. West J Med. 2001 Oct; 175(4): 231-33. [cited 27 Juli 2016] Available from: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1071564/
  2. Laara E, Day NE, Hakama M. Trends in mortality from cervical cancer in Nordic countries: association with organized screening programmes. Lancet 1987;1(8544):1247. Illustration used with the permission of Elsevier Inc. All rights reserved.
  3. Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia. Bulan Cegah Kanker Serviks 2015 [cited 15 Juli 2016] Available from: http://pogijaya.or.id/blog/2015/02/20/bulan-cegah-kanker-serviks-2015/
  4. Centers for disease control and prevention. Cervical cancer: what should I know about screening? March 2016. [cited 15 Juli 2016] Available from: http://www.cdc.gov/cancer/cervical/basic_info/screening.htm
  5. Karjane NW, Ivey SE, Isaacs C. Papsmear. Feb 2016. [cited 3 Agustus 2016] Available from: http://emedicine.medscape.com/article/1947979-overview

Kondom : Sebuah Pilihan Saat Berhubungan

Memilih metode kontrasepsi untuk anda dan pasangan seringkali membutuhkan pertimbangan yang cermat mengenai resiko, prosedur, efektifitas dan belum lagi tentang pentingnya kesepakatan dengan pasangan mengenai pemilihan terhadap suatu metode kontrasepsi. Di Indonesia, kondom merupakan salah satu metode kontrasepsi yang banyak dipakai oleh pasangan. Namun, alat kontrasepsi ini masih tetap kalah popular dengan metode yang lain seperti IUD, pil, implant maupun suntikan.

Beberapa informasi yang beredar mengenai kondom berpengaruh pada tingkat kepercayaan pasangan dalam memilih jenis kontrasepsi ini. Informasi tersebut bisa merupakan fakta maupun mitos belaka ataupun buah dari ketidaktahuan untuk menyiasati kelemahan kondom sebagai alat kontrasepsi. Berikut ini persepsi masyarakat yang diikuti penjelasan dari tim medis mengenai alat kontrasepsi barrier ini.

Apa yang dipikirkan masyarakat tentang kondom

“Tidak selalu nyaman dipakai”

Kondom yang cenderung agak tebal memang dapat menganggu sensitifitas rangsangan pada kulit dan saraf saat berhubungan intim, hal ini dapat diatasi dengan memilih ketebalan yang tepat. Di pasaran, variasi harga  juga menentukan kualitasnya, namun nyaman atau tidak tergantung masing-masing individu. Jika tidak puas pada salah satu merk, merk yang lain belum tentu tidak memuaskan juga sehingga harus dicoba jenis dan ketebalan yang cocok agar nyaman saat dipakai.

“Sering dirasa mengganggu momen-momen berhubungan intim”

Penggunaan kondom yang tepat memang saat penis mengalami ereksi maksimal agar tidak longgar. Agar momen berhubungan intim tidak terlalu terganggu, persiapkan kondom sebelum berhubungan intim dan pemasangan juga bisa dilakukan sambil, melakukan beberapa variasi foreplay yang bisa jadi malah membuat momen hubugan intim lebih berkesan.

Kondom

Kondom

“Kalau bisa bocor apa bisa dikatakan efektif?”

Efektifitas alat kontrasepsi ini dalam mencegah kehamilan adalah sekitar 98 %, artinya hanya 2 wanita yang hamil dari 100 wanita yang menggunakan kondom-pria sebagai alat kontrasepsi mereka. Untuk menghindari kebocoran ialah dengan cara pemakaian yang benar dan berhati-hati agar tidak robek oleh kuku/ perhiasan. Jika terlanjur bocor atau terlepas saat berhubungan, kontrasepsi darurat dapat menjadi solusinya. Dalam rentang waktu 2-5 hari setelah kejadian, hendaknya menggunakan pil kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Lamanya waktu maksimal kapan menggunakn pil setelah kejadian tergantung jenis pil kontrasepsi yang digunakan, IUD juga dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat dengan rentang waktu maksimal 5 hari setelah kejadian kebocoran pada kondom.

“Alat ini dapat mencegah penyakit menular seksual, benarkah?”

Sebagai salah satu kontrasepsi dengan metode barrier, alat ini mencegah sentuhan langsung antar lapisan kemaluan sehingga dapat mencegah penyakit menular seksual yang disebabkan karena kontak pada mukosa genital yang telah terinfeksi asalkan cara penggunaannya benar dan konsisten. Penyakit menular seksual yang ditularkan melalui cairan di daerah genital seperti kencing nanah/gonorrhoe juga dapat dicegah dengan alat kontrasepsi ini. Studi Laboratorium menunjukan alat kontrasepsi ini efektif mencegah masuknya kuman penyebab penyakit menular seksual meski kuman terkecil sekalipun.

” Bagusnya kondom itu murah dan praktis”
Dibanding alat kontrasepsi lain, kondom mudah didapatkan, dapat langsung dipakai dan ekonomis. Ide mengenai ATM kondom yang kontroversial beberapa waktu yang lalu salah satunya karena alat kontrasepsi ini dianggap mudah dipergunakan oleh siapa saja dan kapan saja tanpa perlu bantuan tenaga kesehatan profesional

“Alat kontrasepsi ini tidak mengganggu siklus menstruasi, benarkah?”
Siklus menstruasi wanita dipengaruhi oleh hormon di dalam tubuh. Kondom bukanlah kontrasepsi yang berpengaruh pada hormon jadi tidak perlu khawatir siklus menstruasi terganggu karenanya.

kondom wanita

Kondom Wanita

“Kondom wanita sulit dipakai dibanding pria”
Struktur tubuh wanita sendiri sehingga pemasangan kondom wanita tidak semudah pemasangan pada pria. Namun dengan pemasangan yang tepat, efektifitasnya hampir sama dengan efektifitas kondom pria.

Irma Susan Kurnia, dr.

12/15/2015

Referensi

  1. Laporan Hasil Pelayanan Kontrasepsi, Januari 2014 [internet] [cited December 2015]. Available from www.bkkbn.go.id
  2. Condom fact Sheet in Brief, March 2013 [internet] [cited December 2015] Available from www.cdc.gov
  3. Contraception Guide : Male condom [internet] [cited December 2015] Available from www.nhs.uk
  4. Condoms don’t Reduce Satisfaction[internet][cited December 2015] Available from www.austra-lasianscience.com.au

Kondom dan Pencegahan Penyakit Menular Seksual

Pasangan suami istri yang ingin mencegah atau menunda kehamilan dianjurkan untuk memakai alat kontrasepsi. Salah satu alat kontrasepsi yang mudah, murah dan cukup aman untuk digunakan ialah kondom. Alat kontrasepsi yang banyak dipakai pria ini juga diketahui amat bermanfaat untuk mencegah penyakit menular seksual (PMS). Termasuk salah satunya ialah penyakit yang berbahaya seperti HIV (Human Immunodeficiency Virus).

Kasus penyakit menular seksual, termasuk infeksi HIV, cukup banyak terjadi di Indonesia. Data menyebutkan bahwa jumlah penderita HIV sejak 1987 sampai September 2014 sebanyak 150.296 orang. Kelompok yang paling banyak terinfeksi HIV dan AIDS yaitu laki-laki usia 25-49 tahun. Namun, yang paling mengejutkan bahwa berdasarkan profesi, penderita AIDS yang terbanyak di Indonesia adalah ibu rumah tangga.

Untitled

Sekilas tentang Penyakit Menular Seksual

Penyakit menular seksual (PMS) ialah penyakit ditularkan melalui hubungan intim. PMS dapat disebabkan oleh bakteri, virus atau parasit. Beberapa penyakit menular seksual yang cukup banyak dialami masyarakat contohnya sifilis, gonorea (kencing nanah), klamidia (infeksi jamur), trikomoniasis, herpes, dan yang mungkin paling ditakuti ialah HIV.

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sel darah putih, yang menyebabkan kekebalan tubuh seseorang turun. Sedangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh oleh infeksi HIV. Penderita AIDS sangat mudah terkena berbagai infeksi kuman lain yang sering berakibat fatal.

Bagaimana cara penularan PMS?

Sesuai dengan namanya, penyakit menular seksual paling banyak ditularkan melalui hubungan seksual. Kuman yang membawa penyakit kelamin ini menyebar melalui kontak dari cairan mani, cairan dari kemaluan wanita atau darah. Seperti pada penularan penyakit kencing nanah (gonore), klamidia, trikomoniasis dan infeksi HIV. Selain itu, penularan bisa juga terjadi saat kontak permukaan mukosa kelamin dengan lesi kulit yang terinfeksi dari penderita. Sebagai contoh lesi kulit yang khas pada penderita herpes, sifilis dan chancroid.

Beberapa penyakit juga bisa ditularkan dari aktivitas non seksual. Contohnya bertukar jarum suntik pada pengguna narkoba, donor darah yang tidak aman, dan penularan dari ibu ke bayi saat proses melahirkan.

Bagaimana cara mencegah PMS?

Hal yang paling efektif dalam mencegah penyakit menular seksual ialah tidak berhubungan suami istri sama sekali bagi yang belum menikah. Bila sudah menikah, penting sekali untuk setia kepada pasangan agar dapat terlindungi dari penyakit menular seksual ini. Selain itu, para wanita dianjurkan untuk disuntik vaksin HPV untuk mencegah infeksi HPV dan kanker serviks.

Khusus untuk penyakit HIV, selain melalui hubungan seksual, HIV juga dapat dicegah dengan :

1. Melakukan skrining produk darah jika menjadi penerima transfusi darah.
2. Tidak menggunakan suntik apapun (termasuk narkoba) kecuali atas indikasi medis.
3. Ibu hamil yg positif HIV disarankan menjalani terapi ARV (anti-retroviral)

Bagaimana cara kondom mencegah PMS?

PMS paling banyak ditularkan melalui hubungan seksual, oleh karena itu salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah PMS ialah menggunakan kondom. Kondom menutupi seluruh penis, sehingga dapat menghalangi kontak dan perpindahan cairan yang keluar dari penis penderita PMS ke alat kelamin pasangannya.

Kondom yang banyak beredar di Indonesia merupakan jenis kondom yang dipakai pria. Namun ada juga kondom yang dapat dipakai wanita. Kondom wanita mirip kondom pria, berbentuk tabung dengan salah satu ujungnya tertutup, namun ukurannya lebih besar dibanding kondom pria. Kondom wanita menutupi pinggir mulut vagina, seluruh dinding vagina dan mulut rahim. Kondom wanita juga dapat menghalangi kontak dan perpindahan cairan yang keluar dari serviks dan vagina penderita PMS ke alat kelamin pasangannya.

Seberapa efektif kondom mencegah PMS?

Penggunaan kondom lateks secara rutin konsisten dan tepat efektif mencegah penularan PMS. Efektivitasnya sangat bergantung pada metode penularan PMS. Kondom sangat efektif mencegah PMS yang ditularkan melalui cairan mani dan cairan dari kemaluan wanita, misalnya pada klamidia, gonorea, trikomoniasis dan infeksi HIV. Cairan yang mengandung virus/bakteri tersebut dapat ditampung dan tidak menembus kondom. Pada penelitian tentang HIV, penggunaan kondom dapat menurunkan insidens HIV 69-95%, bahkan jika dikombinasikan dengan terapi ARV (anti-retroviral) maka insidens HIV dapat menurun sampai 99%.

Kondom juga efektif mencegah PMS yang ditularkan melalui lesi kulit seperti herpes genital, sifilis, chancroid dan infeksi HPV, dengan syarat lesi kulit/area yang terinfeksi tertutup seluruhnya oleh kondom. Namun jika lesi kulit/area yang terinfeksi tidak tertutup oleh kondom, maka perlindungannya tidak efektif.

Bagaimana bila kondom robek? 

Jika kondom robek, maka cairan dari alat kelamin dan lesi kulit yang terinfeksi dapat kontak dengan alat kelamin pasangannya dan menularkan PMS, sehingga kondom menjadi tidak efektif. Selain memasang kondom dengan benar, cara mencegah kondom robek yaitu:

  • Periksa tanggal kadaluarsa sebelum digunakan karena kondom yang sudah kadaluarsa mudah robek.
  • Hati-hati membuka kemasan . Hindari membuka terlalu kasar, tergores kuku atau membuka kemasan dengan gigi.
  • Pastikan kondom tidak robek sebelum dipakai.
  • Jangan memakai lubrikan yang berbahan minyak seperti losion, baby oil, petroleum jelly atau krim (Vaseline), karena bisa merusak kondom.

Kesimpulan

Kelompok yang paling banyak mengidap HIV dan AIDS sejak dahulu tidak berubah, yaitu kelompok laki-laki heteroseksual usia 25-49 tahun. Turunnya kasus AIDS sejak tahun 2004 membuktikan terapi ARV sudah cukup berhasil, namun kasus HIV baru terus meningkat. Selain pencegahan dengan menggunakan kondom secara rutin konsisten dan tepat, disinilah pentingnya kerjasama antara lembaga kesehatan dan keagamaan.

Fakta lain yang mengejutkan adalah cukup tingginya kasus HIV pada ibu rumah tangga. Komunikasi yang baik dan keterbukaan antara pasangan suami istri sangat penting. Komunikasi yang baik dapat dilanjutkan dengan skrining HIV, penggunaan kondom secara rutin konsisten dan tepat, serta terapi ARV. Hal ini penting untuk mencegah infeksi HIV pada anak yang sedang dikandung atau disusui oleh ibu tersebut.

Diana Andarini, dr.

11/30/2015

Referensi

  1. Lee Warner, Daniel R. Newman, Harland D. Austin. Condom Effectiveness for Reducing Transmission of Gonorrhea and Chlamydia: The Importance of Assessing Partner Infection Status. Am. J. Epidemiol. (2004) 159 (3): 242-251. doi: 10.1093/aje/kwh044. Cited from http://aje.oxfordjournals.org/content/159/3/242.full
  2. Department of Health and Human Services. Centers for Disease Control and Prevention. Condoms and STDs: Fact Sheet for Public Health Personnel. Cited from http://www.cdc.gov/condomeffectiveness/docs/Condoms_and_STDS.pdf
  3. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan Indonesia. Situasi dan Analisis HIV AIDS. Cited from http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/Infodatin%20AIDS.pdf
  4. Weller SC, Davis-Beaty K. Condom effectiveness in reducing heterosexual HIV transmission. Cochrane Database of Systematic Reviews 2002, Issue 1. Art. No.: CD003255. DOI: 10.1002/14651858.CD003255. Cited from http://apps.who.int/rhl/reviews/CD003255.pdf
  5. Liu H, Su Y, Zhu L, Xing J, Wu J, Wang N (2014) Effectiveness of ART and Condom Use for Prevention of Sexual HIV Transmission in Serodiscordant Couples: A Systematic Review and Meta-Analysis. PLoS ONE 9(11): e111175. doi:10.1371/journal.pone.0111175. Cited from http://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0111175
  6. Weller SC. A Meta-analysis of condom effectiveness in reducing sexually transmitted HIV. Soc Sci Med. 1993 Jun;36(12):1635-44. Cited from http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/8327927
  7. Steven D.Pinkerton, Paul R.Abramson. Effectiveness of condoms in preventing HIV transmission. Soc Sci Med. 1997 May;44(9):1303-12. doi:10.1016/S0277-9536(96)00258-4 Cited from http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0277953696002584
  8. Nicholas John Bennet. HIV Disease Treatment & Management. Cited from http://emedicine.medscape.com/article/211316-treatment#d15
  9. Sexually Transmitted Diseases Causes. Cited from http://www.emedicinehealth.com/sexually_transmitted_diseases/page2_em.htm#sexually_transmitted_diseases_stds_causes
  10. Condoms. Cited from http://www.nhs.uk/conditions/contraception-guide/pages/male-condoms.aspx
  11. UNAIDS. Making Condoms Work for HIV Prevention. Cited from http://data.unaids.org/Publications/IRC-pub06/JC941-CuttingEdge_en.pdf

Aborsi Perlu Pantauan Medis! Ini Sebabnya

Terus terang kami bergidik untuk menulis mengenai tindakan aborsi. Namun, praktik aborsi ilegal amatlah memprihatinkan setelah kami telusuri bahwa penjualan obat penggugur kandungan marak terjadi di dunia maya. Untuk itu, kami merasa bertanggung jawab untuk mengedukasi bahayanya usaha menggugurkan kandungan di luar pengawasan dokter dan tanpa indikasi medis.

Alasan Pentingnya Pantauan Medis Pada Aborsi

Berikut ini alasan mengapa aborsi memerlukan pemantauan dari tenaga medis dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai:

Counselling

Pentingnya konseling paska aborsi

  1. Konseling. Konseling mengenai efek aborsi secara medis dan psikologis amat penting  bagi wanita hamil juga keluarga. Efek samping jangka pendek seperti perdarahan dan infeksi perlu dijelaskan kepada wanita hamil yang akan menjalani aborsi. Begitu juga efek samping jangka panjang, seperti meningkatnya risiko kelahiran prematur maupun postmatur pada kehamilan berikutnya. Konseling pascaaborsi juga diperlukan terutama pada wanita yang rentan depresi seperti pernah depresi sebelumnya, usia muda, kehamilan pertama, dan keraguan saat mengambil keputusan aborsi.
  2. Pengkajuan medis. Perlunya pengkajian apakah wanita tersebut tidak memiliki kondisi kesehatan yang memerlukan penatalaksanaan sebelum tindakan aborsi dilakukan, dan apakah ada kontraindikasi terhadap tindakan aborsi pada wanita tersebut. Gangguan kesehatan seperti asma, diabetes mellitus, anemia, dan gangguan darah dapat memburuk bila menggunakan obat-obat pemicu aborsi.Pengkajian tersebut dapat berupa anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.
  3. Pemantauan efek samping. Obat-obat yang digunakan untuk aborsi memiliki efek samping. Sebagian dari efek samping tersebut dapat membahayakan jiwa.
  4. Pemantauan resiko gagal. Angka kegagalan tuntasnya aborsi yang dilakukan dengan menggunakan obat saja dapat terjadi hingga 22%-89% (tergantung pada jenis obat yang digunakan dan usia kandungan saat itu). Tidak tuntasnya aborsi yang dilakukan dapat berakibat timbulnya perdarahan akibat masih ada jaringan yang melekat. Tanpa pengawasan tenaga medis, perdarahan yang terjadi tidak mampu ditangani dengan cepat dan tepat, sehingga dapat membahayakan kesehatan bahkan nyawa wanita tersebut.
  5. Pemantauan infeksi, walaupun hanya menggunakan obat dan tanpa tindakan medis, dapat menimbulkan infeksi serius yang berakibat fatal bagi wanita yang menjalaninya. Tanpa pendampingan medis, deteksi dini dan penanganan dini dari infeksi tersebut akan tertunda. Infeksi dapat terjadi tanpa disertai demam, dan dapat menyebabkan kematian.

Rizki Cinderasuci, dr.

11/12/2015

Referensi

1. Christin-Maitre S, Bouchard P, Spitz IM. Medical termination of pregnancy. N Engl J Med. Mar 30 2000;342(13):946-56. [NEJM]
2. Zhou W, Sorensen HT, Olsen J. Induced abortion and subsequent pregnancy duration. Obstet Gynecol. Dec 1999;94(6):948-53. [PubMed]
3. Wilhite, M. et al. Psychological responses of women after first-trimester abortion. Archives of General Psychiatry. 2000; 57: 777–784 [PubMed]
4. Andrew and Boyle, 2003Andrew, J. and Boyle, J.S. African American Adolescents experiences of unplanned pregnancy and elective abortion. Health Care for Women International. 2003; 24: 414–433. [PubMed]
5. Kahn JG, Becker BJ, MacIsaa L, et al. The efficacy of medical abortion: a meta-analysis. Contraception. Jan 2000;61(1):29-40. (ISSN: 0010-7824). [Contraception]

Tes Kehamilan yang Perlu Anda Tahu

Tes Kehamilan yang Perlu Anda Tahu

Bila Anda mengamati terdapat tanda-tanda kehamilan, Anda mungkin penasaran ingin mengecek apakah benar Anda hamil atau tidak. Berikut ini tes kehamilan yang umum digunakan:

Tes urin/ Tes Pack

Tes urin mungkin tes kehamilan yang paling umum dan mudah digunakan karena wanita bisa mengecek kehamilannya di rumah. Tes urin dapat mengetahui adanya kehamilan dengan cara mengukur hormon hCG (Human Chorionic Gonadotropin). Hormon hCG dikeluarkan sel dari janin Saat pertama kali janin menempel pada rahim. Hormon ini berfungsi untuk merangsang estrogen dan progesteron. Kadar hormon ini memuncak di tiga bulan pertama kehamilan. Sehingga pemeriksaan hCG dapat digunakan tes kehamilan di trimester awal.

Untitled

Cara menggunakan tes urin/tes pack

  1. Periksa tanggal kadaluarsa dan kondisi alat. Bila tes pack diletakkan lama di tempat lembab, mungkin kualitas alat sudah menurun. Lebih baik ganti dengan tes pack yang baru.
  2. Gunakan di pagi hari saat urin anda paling pekat
  3. Baca petunjuk test pack. Cara penggunaan test pack mungkin berbeda sesuai dengan merk yang Anda gunakan.
  4. Umumnya, Anda perlu menampung urin sebelum mencelupkan test pack selama 5 detik. Namun, ada juga alat yang bisa membaca hasil dengan Anda pipis langsung ke alat tersebut.
  5. Baca hasil. Hasil juga tergantung alat yang digunakan. Ada yang muncul dua garis berarti positif, ada juga yang langsung muncul berupa kata bila Anda menggunakan alat tes urin digital.

Bila ibu mendapati tes pack yang positif di rumah, maka sebaiknya selalu konfirmasi dengan pemeriksaan hCG darah atau USG. Meskipun dalam produk dikatakan tes pack 99% akurat, dalam kenyataan tes ini mungkin tidak dapat mendeteksi kehamilan bila tes dilakukan terlalu dini. Lagipula, klaim 99% akurat berasal dari uji lab dimana urin perempuan yang tidak hamil ditambahkan dengan hormon hCG. Sehingga tidak sepenuhnya bisa mewakili kondisi ibu hamil yang bervariasi. Selain itu, meskipun jarang, ada kemungkinan hasil tes kehamilan ini positif palsu (seolah-olah hamil padahal bukan seperti :

  • Abortus
  • Hamil anggur
  • Anda meminum obat penyubur yang mengandung hCG
  • Penyakit yang menyebabkan hormon hCG tinggi (seperti tumor penghasil hCG)
  • Kesalahan alat (sudah kadaluarsa atau rusak)

Tes Darah

Mirip halnya dengan tes urin, tes darah juga mendeteksi kehamilan dari hormon hCG. Namun, tes kehamilan lewat darah memang lebih akurat daripada urin karena dapat mengukur kadar pasti hormon hCG. Namun, karena pemeriksaannya lebih kurang nyaman, tes darah hanya digunakan bila diagnosis kehamilan amat perlu ditegakkan (misalnya sebelum memberi obat-obatan yang dapat mengganggu janin), terlambat mens kurang dari seminggu dengan tes urin yang negatif.

USG atau Doppler

manfaat-usg-kehamilan-300x200

Tes kehamilan yang paling akurat mungkin USG atau Doppler. Kehamilan bisa dikatakan positif bila terlihat janin dari pemeriksaan USG atau terdengar bunyi jantung janin oleh alat Doppler. Biasanya metode USG yang digunakan ialah USG transvaginal (melalui liang vagina) karena paling akurat untuk mengetahui usia kandungan dan lokasi kehamilan (pada kehamilan ektopik, janin bisa menempel di luar rahim dan dapat berbahaya bagi ibu). Sedangkan denyut jantung bayi dapat didengarkan oleh alat Doppler pada usia 10-12 minggu kehamilan.

Agustina Kadaristiana, dr.

09/30/2015

Referensi

1. Pregnancy Diagnosis: Overview, History and Physical Examination, Laboratory Evaluation. 2015 Sep 16 [cited 2015 Sep 30]; Available from: http://emedicine.medscape.com/article/262591-overview
2. F. Gary Cunningham, Kenneth J. Leveno, Steven L. Bloom, Catherine Y. Spong, Jodi S. Dashe, Barbara L. Hoffman, et al. Williams Obstetrics. 24th ed. United States: McGraw-Hill Education; 2014.

Home birth, Amankah?

Tahukah Anda bahwa 30% ibu di Indonesia melakukan home birth atau bersalin dirumah? Salah satu alasan yang tidak bisa dipungkiri ialah kurangnya fasilitas atau transportasi di pedesaan. Namun, ada pula ibu yang melahirkan di rumah atau home birth karena pilihan. Menurutya, mereka merasa lebih nyaman, dekat dengan keluarga dan bisa “mengontrol” proses persalinan. Selain itu, biaya yang dikeluarkan juga jauh lebih murah dan ibu merasa aman karena terhindar dari prosedur medis yang menakutkan. Namun, apakah home birth menjadi pilihan yang aman untuk ibu bersalin?

Untitled

Home birth dari segi medis

Home birth memang masih kontroversi di kalangan medis. Pasalnya, melahirkan di rumah dinilai paling tidak aman dibandingkan dengan fasilitas kesehatan.

Departemen Kesehatan RI dan lembaga kesehatan dunia seperti WHO dan ACOG (The American College of Obstetricians and Gynecologists) telah memberi pernyataan bahwa home birth dapat beresiko bagi ibu dan janin. Penelitian juga menyebutkan bahwa, meskipun resiko absolutnya rendah, melahirkan di rumah berhubungan dengan peningkatan resiko kematian bayi 3x dibandingkan dengan di rumah sakit.

Alasan lain mengapa melahirkan di rumah kurang dianjurkan dari segi medis ialah:

  • Sulitnya memantau kondisi ibu dan janin secara berkala. Menjelang persalinan, mungkin dibutuhkan pemeriksaan penunjang seperti alat pantau kontraksi, USG, pemeriksaan darah, urin, dsb.
  • Lebih sulit menciptakan suasana steril di rumah. Padahal, menolong persalinan dan memotong tali pusar bayi sangat perlu alat dan perlakuan yang steril untuk mencegah infeksi.
  • Kemungkinan terjadi resiko terlambat mendapat pertolongan dari tenaga ahli bila ada kondisi yang tidak diharapkan dari ibu maupun janin

Bagaimana bila Ibu tetap ingin home birth?

Meskipun home birth tidak direkomendasikan, tenaga kesehatan akan tetap menghargai pilihan ibu. Namun, ada beberapa syarat agar home birth tetap aman bagi ibu dan janin:

  1. Ibu sudah diberi informasi dari tenaga kesehatan dan paham betul mengenai resiko melahirkan di rumah
  2. Kehamilan ibu selalu diperiksa oleh tenaga kesehatan
  3. Kandungan ibu tunggal (bukan kembar) dan cukup bulan
  4. Tidak ada penyakit serius pada ibu seperti diabetes, kelainan jantung, kelainan pembekuan darah, gagal ginjal, dsb.
  5. Tidak ada riwayat operasi caesar.
  6. Ibu dan janin sehat dengan kriteria:
    – Keadaan umum ibu baik
    – Tekanan darah normal <140/90 mmHg
    – Bertambahnya berat badan sesuai minimal 8 kg selama kehamilan (1 kg tiap bulan) atau sesuai   Indeks Masa Tubuh ibu
    – Bengkak hanya pada tungkai
    – Denyut jantung janin 120 – 160 kali/menit
    – Gerakan janin dapat dirasakan setelah usia kehamilan 18 – 20 minggu hingga melahirkan
    – Tidak ada kelainan riwayat obstetri
    – Ukuran rahim sesuai dengan usia kehamilan
    – Pemeriksaan fisik dan laboratorium dalam batas normal
  7. Tidak ada kelainan saat hamil yang serius seperti preeklampsia, pendarahan, ketuban pecah dini, dll.
  8. Tidak ada kontraindikasi melahirkan normal seperti plasenta previa, penyakit kelamin
  9. Persalinan ibu ditolong oleh tenaga kesehatan yang kompeten (bidan, perawat, dokter umum atau dokter kandungan)
  10. Persalinan tidak boleh ditolong oleh paraji/dukun beranak. Paraji tetap boleh mendampingi hanya sebagai dukungan emosional
  11. Wajib siapkan transportasi bila ada kejadian yang tidak diinginkan. Idealnya, ibu juga booking RS atau Rumah bersalin 24 jam dalam jarak 15 menit dari rumah.
  12. Setelah bersalin, ibu tetap dipantau kesehatannya oleh tenaga kesehatan.

Semoga ibu dan keluarga bisa mengambil keputusan yang bijaksana ya. Utamakan keselamatan ibu dan bayi. Semoga bermanfaat.

Agustina Kadaristiana, dr.

11/11/2015

Referensi

1. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan [Internet]. 1st ed. Indonesia: Departemen Kesehatan; 2013. Available from: http://www.searo.who.int/indonesia/documents/976-602-235-265-5-buku-saku-pelayanan-kesehatan-ibu.pdf
2. Commitee Opinion : Planned Home Birth. Am Coll Obstet Gynecol [Internet]. 2011 Feb;(467). Available from: http://www.acog.org/Resources-And-Publications/Committee-Opinions/Committee-on-Obstetric-Practice/Planned-Home-Birth
3. Eugene Declercq, PhD, Naomi E Stotland, MD. Planned home birth. Uptodate. 2015 Aug 19;
4. RISET KESEHATAN DASAR [Internet]. BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI; 2013. Available from: http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%202013.pdf

Cara Mengetahui Masa Subur Wanita

Masa subur biasanya menjadi penting saat pasangan ingin mendapatkan keturunan. Pasalnya, kemungkinan terjadi kehamilan paling besar saat masa subur. Masa subur terjadi saat sel telur keluar dari indung telur dan siap untuk dibuahi (ovulasi). Kehamilan akan terjadi apabila dalam 12-24 jam terjadi pembuahan (sperma bertemu dengan sel telur).

Berikut ini adalah beberapa cara mengetahui masa subur wanita :

1. Sistem Kalender

Cara ini mungkin paling mudah dan murah. Anda hanya perlu mencatat tanggal mulai dan berhenti haid selama beberapa bulan. Semakin rutin Anda mencatat, semakin akurat perhitungannya. Cara menghitung masa suburnya dengan kalender ialah:

  1. Catat awal dan akhir menstruasi. Lebih baik dilakukan selama 8-12 bulan
  2. Penghitungan periode menstruasi dimulai dari hari 1 menstruasi bulan sebelumnya sampai hari 1 menstruasi bulan berikutnya
  3. Cari periode menstruasi terpanjang dan terpendek dari bulan-bulan yang Anda hitung
  4. Periode awal masa subur ditentukan dengan mengurangi 18 hari dari periode menstruasi terpendek.
  5. Periode akhir masa subur ditentukan dengan mengurangi 11 hari dari periode menstruasi terpanjang.
    • Contoh : Setelah dilakukan pengukuran selama 8 bulan didapatkan periode terpendek Anda 28 hari dan terpanjang 30 hari. Berarti Periode awal masa subur : 28-18 =10; Periode akhir masa subur : 29-11=18
    • Berarti masa subur Anda akan jatuh di hari ke 10-19 dari hari pertama menstruasi

free-printable-september-2015-calendar-shining-mom

  • *Saat ini banyak website/Apps untuk menghitung masa subur untuk mengurangi kerepotan Anda menghitung tiap bulan

2. Termperatur tubuh basal

Hormon progesteron yang dihasilkan tubuh wanita setelah ovulasi mempengaruhi hipotalamus di otak untuk meningkatkan suhu tubuh. Sehingga memonitor suhu tubuh tiap hari dapat digunakan untuk mengetahui saat ovulasi. Caranya ialah :

  1. Siapkan termometer. Termometer air raksa lebih akurat daripada termometer elektronik dalam pengukuran periode ovulasi.
  2. Ukur suhu Anda di bawah lidah sesaat setelah bangun pagi. Artinya sebelum Anda beranjak dari tempat tidur, ke kamar mandi, makan, minum, dll.
  3. Sebelum ovulasi, suhu tubuh basal wanita biasanya tetap di antara 36.1-36.4°C. Saat ovulasi suhu tubuh basal Anda akan meningkat 0.1-0.2°C.
    Meskipun cukup mudah dan murah, kekurangan metode ini ialah hasilnya yang mungkin bervariasi. Bila anda sakit, bepergian, kurang tidur, atau mengkonsumsi obat tertentu bisa saja suhu basal anda akan berubah dan mempengaruhi pengukuran.

3. Menilai lendir rahim (mukus serviks)

Konsistensi lendir yang keluar dari kemaluan Anda akan berubah selama periode mens. Semakin mendekati masa subur, ‘keputihan’ Anda akan menjadi lebih banyak, licin, kenyal seperti putih telur. Cara mengetahui masa subur lewat lendir rahim ialah :

  1. Ambil lendir dari kemaluan Anda dengan menyapukan jari dari depan ke belakang
  2. Catat mengenai warna, konsistensi dan kekentalan di kalender Anda
  3. Ovulasi biasanya terjadi 1-2 hari saat lendir rahim paling jernih, licin, elastis/kenyal.
    Dibandingkan dengan sistem kalender atau mengukur suhu tubuh, cara ini dinilai lebih dipercaya.
Various-types-of-mucus

Gambar A. Lendir kering, tebal, lengket (Tidak Subur) B. Seperti krim, lengket (Tidak Subur) C. Keruh, elastis (Agak subur) D. Jernih, Elastis, Seperti Putih Telur (Paling subur)

4. Tes hormon LH (Luteinizing Hormone)

Tepat sebelum ovulasi, hormon LH akan meningkat secara drastis sehingga dapat digunakan untuk mengetahui ovulasi. Bila dilakukan dengan benar, alat ini 99% dapat memprediksi ovulasi meskipun harganya lebih mahal. Namun, perlu diingat bahwa tes LH ini hanya bisa prediksi, tidak bisa memberi kepastian kapan ovulasi terjadi. Saat ini alat ukur LH sudah tersedia di pasaran. Penggunaannya mirip tes urine kehamilan sehingga amat nyaman untuk wanita yang ingin mengetahui masa subur dari rumah. Cara menggunakannya ialah :

  1. Baca petunjuk alat. Ada tes yang prediksi ovulasi dalam waktu 7 hari dan ada yang 3-2 hari.
  2. Tentukan waktu. Bila siklus Anda teratur, Anda bisa gunakan sekitar 2-3 hari sebelum perkiraan ovulasi (14 hari sebelum perkiraan mens berikutnya). Tapi bila siklus Anda tidak teratur, Anda bisa mengira-ngira waktu tes saat lendir mulai jernih, licin dan kenyal. Ingat, sesuaikan dengan petunjuk alat tes Anda.
  3. Lakukan pengujian dengan menggunakan urin antara jam 10.00-20.00 tapi jangan gunakan urin pertama di pagi hari. Sebaiknya kurangi minum 2 jam sebelum melakukan tes karena bisa mempengaruhi untuk mendapatkan hasil yang akurat.
  4. Jika muncul dua garis warna artinya hasil positif. Ovulasi kemungkinan akan terjadi dalam 24-48 jam berikutnya. Lakukan hubungan intim dalam 24-48 jam ini bila ingin berusaha mendapatkan keturunan.
table-siklus

Saran Waktu Dilakukan Tes Urine LH berdasarkan siklus menstruasi

Diskusian dengan dokter atau bidan Anda apabila menemukan kendala dalam mencoba metode-metode ini. Selamat berusaha 🙂

Agustina Kadaristiana, dr.

09/27/2015

Referensi

1. Charting Your Fertility Cycle [Internet]. WebMD. [cited 2015 Sep 27]. Available from: http://www.webmd.com/infertility-and-reproduction/fertility-tests-for-women
2. How to Chart Your Menstrual Cycle [Internet]. WebMD. [cited 2015 Sep 27]. Available from: http://www.webmd.com/baby/charting-your-fertility-cycle
3. Corrine K Welt, MD. Evaluation of the menstrual cycle and timing of ovulation. Uptodate. 2015 Apr 21;
4. Fertility Awareness: Natural Family Planning (NFP) [Internet]. American Pregnancy Association. [cited 2015 Sep 27]. Available from: http://americanpregnancy.org/preventing-pregnancy/natural-family-planning/
5. How to guide: Ovulation calculator [Internet]. WebMD Boots. [cited 2015 Sep 27]. Available from: http://www.webmd.boots.com/fertility/how-to-ovulation-calculator
6. Ovulation Kits and Fertility Monitors [Internet]. American Pregnancy Association. [cited 2015 Sep 27]. Available from: http://americanpregnancy.org/getting-pregnant/ovulation-kits/

Kehamilan Risiko Tinggi (Faktor Ibu)

Pengalaman mengenai hamil tentu berbeda pada tiap ibu. Ada ibu yang lancar dan sehat sampai persalinan, namun ada pula ibu yang perlu perhatian khusus dari tenaga kesehatan. Perlu dipahami bahwa tidak semua kehamilan risiko tinggi mengharuskan Anda bersalin dengan cara operasi. Asalkan ibu yang beresiko ini mendapatkan pelayanan kesehatan selama hamil. Beberapa kondisi ibu yang termasuk kelompok ibu hamil resiko tinggi ialah :

1. Riwayat kehamilan bermasalah

Saat ibu memiliki riwayat penyulit saat kehamilan sebelumnya, ada kemungkinan untuk terjadi masalah yang sama di kehamilan saat ini. Masalah tersebut misalnya riwayat aborsi berulang, preeklampsia/eklamsia, prematur, berat badan bayi lahir rendah atau lebih, kehamilan lama (>42 minggu) dan riwayat melahirkan dengan kelainan bawaan.

2. Kehamilan dengan riwayat bedah sesar sebelumnya

Rahim yang sudah pernah dioperasi sesar berarti sudah pernah mengalami luka akibat pembedahan. Karena itu, perlakuannya berbeda dengan ibu yang belum pernah di caesar. Meskipun setelah mengalami 1 kali bedah sesar, ibu masih bisa dicoba persalinan normal dengan pengawasan dari dokter.

3. Kehamilan pada usia di atas 35 tahun atau dibawah 16 tahun

Kehamilan saat remaja beresiko untuk terjadi hipertensi, anemia, preeklamsia/eklamsia dan prematuritas. Sedangkan kehamilan di atas 35 tahun meningkatkan resiko operasi caesar, pendarahan saat persalinan, persalinan lama, dan cacat bawaan pada bayi (misalnya Sindroma Down)

4. Terlalu banyak punya anak, 4 atau lebih

Rahim yang sudah terlalu sering ‘mengembang’, maka elastisitas dan daya kontraksi ototnya akan menurun. Kondisi demikian membuat meningkatnya peluang untuk terjadi pendarahan akibat plasenta previa dan atonia uteri (otot rahim tidak kuat untuk kontraksi)

5. Jarak kehamilan terlalu dekat (<18 bulan)

Jarak antar kehamilan yang terlalu dekat membuat kondisi ibu belum pulih sepenuhnya dari kehamilan, persalinan, dan penyusuan anak sebelumnya. Penelitian menyebutkan bahwa hamil dalam waktu <18 bulan setelah melahirkan dapat meningkatkan risiko prematuritas. Sedangkan jarak kehamilan <12 bulan dapat meningkatkan risiko pelepasan plasenta, plasenta previa (letak rendah), prematur, berat badan lahir bayi rendah bahkan autis.

6. Jarak kehamilan terlalu jauh (>5 tahun)

Jarak kehamilan terlalu jauh juga tidak baik untuk ibu dan janin karena dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah. Para ahli menduga kehamilan dapat meningkatkan kesuburan rahim. Namun, seiring dengan waktu, manfaat ini makin lama makin hilang.

7. Tinggi badan ibu kurang dari 145 cm dan ibu belum pernah melahirkan bayi cukup bulan dan berat normal

Tinggi badan berhubungan dengan luasnya panggul. Biasanya ibu dengan tinggi badan <145 cm cenderung mempunyai panggul yang sempit, sehingga berisiko lebih besar untuk melahirkan dengan operasi sesar.

8. Ibu dengan penyakit kronis

Ibu dengan pengidap penyerta seperti anemia, darah tinggi, gagal jantung, diabetes mellitus, penyakit autoimun, penyakit ginjal, tiroid, infeksi terutama penyakit kelamin amat perlu untuk diawasi tenaga kesehatan saat hamil. Pasalnya, penyakit penyerta ini dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian bagi ibu dan janin bila tidak dikontrol atau diobati.

9. Kehamilan dengan penyakit di organ reproduksi

Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan pembahasan poin sebelumnya. Contoh penyakit di organ reproduksi misalnya mioma uteri (tumor jinak pada rahim), kista ovarium adalah (tumor berisi cairan yang berasal dari indung telur), penyakit kelamin, dll. Dokter dan pasangan suami istri harus berdiskusi untuk menjawab berbagai pertanyaan yang muncul.

10. Kehamilan dengan anemia (Hb kurang dari 10,5 gr%)

Anemia adalah kondisi ketika kadar hemoglobin (Hb) rendah, di bawah normal, yaitu kurang dari 10,5 gr. Memang pada ibu hamil akan terjadi pengenceran darah sehingga terjadi anemia fisiologis (anemia juga, tetapi dianggap normal). Apabila kadar Hb normal pada wanita tidak hamil adalah diatas 12 gr%, maka padaibu hamil ada ‘dispensasi’.

Depok, 4 Juli 2015

Reqgi First Trasia, dr.

Modifikasi Terakhir :09/23/2015

Referensi :

  1. Chescheir, C. Nancy¸ et al. 2000. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. The Americal College of Obstetricians and Gynecology. Washington.
  2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23rd edition. Mc Graw Hill. New York.
  3. Evans, A. 2007. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
  4. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
  5. Kusumaningsih, Prita. 2011. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Qultum Media: Jakarta.
  6. Family planning: Get the facts about pregnancy spacing – Mayo Clinic [Internet]. [cited 2015 Sep 23]. Available from: http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/getting-pregnant/in-depth/family-planning/art-20044072
  7. C Dangal. High Risk Pregnancy [Internet]. The Internet Journal of Obstetric Gynecology. [cited 2015 Sep 23]. Available from: http://ispub.com/IJGO/7/1/13508
  8. Informasi Kehamilan Resiko Tinggi – medicastore.com [Internet]. [cited 2015 Sep 23]. Available from: http://medicastore.com/penyakit/569/Kehamilan_Risiko_Tinggi.html
  9. George Uchenna Eleje EI. Inter-Pregnancy Interval (IPI): What Is The Ideal? AFRIMEDIC J. 2011;2(1):36–8.
  10. dr. Baruch. Kenali Resiko Pada Kehamilan Anda [Internet]. Eka Hospital. [cited 2015 Sep 23]. Available from: http://www.ekahospital.com/uploads/kenali-resiko-pada-kehamilan-anda.pdf
  11. What are the factors that put a pregnancy at risk? [Internet]. [cited 2015 Sep 23]. Available from: https://www.nichd.nih.gov/health/topics/high-risk/conditioninfo/Pages/factors.aspx#conditions

Gambar di unduh
dari : http://birthwisemc.com/uploads/1/9/5/7/19579427/9269300_orig.png

USG Kehamilan yang Rasional

Sharing foto USG bayi di sosial media sudah menjadi trend bagi calon orangtua baru. Penantian selama 9 bulan juga bisa jadi lebih ringan dengan memandang aktivitas bayi saat pemeriksaan USG. Belum lagi saat kandungan mulai besar, orang tua harap-harap cemas ingin segera tahu jenis kelamin bayinya. Sehingga, tidak heran bila USG 3D bahkan 4D menjadi momok yang amat dicari oleh calon ayah dan ibu. Namun, tahukah Anda bahwa penggunaan USG harus dibatasi sesuai indikasi medis? Kenapa ya?

Sekilas Tentang USG

Ultrasonografi (USG) merupakan pemeriksaan penunjang dengan menggunakan gelombang ultrasound. Gelombang ultrasound ialah gelombang suara dengan frekuensi yang lebih besar dari ambang batas pendengaran manusia (>20.000 Hz). Pada pemeriksaan kandungan, gelombang suara yang digunakan berkisar antara 2-12 juta Hz. Gelombang ini berasal dari “tranducer” yang ditransmisikan ke seluruh tubuh. Gelombang yang berhasil dipantulkan akan ditangkap menjadi gambar di layar USG. 1,2

Ultrasound_Terese Winslow

Manfaat Pemeriksaan USG

Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) amat lazim dilakukan saat pemeriksaan kehamilan. Hal ini disebabkan USG merupakan pemeriksaan akurat untuk menentukan usia kehamilan, deteksi bayi kembar, dan lokasi plasenta. USG juga amat bermanfaat pada ibu yang mengalami tanda bahaya kehamilan. Sehingga, manfaat dari segi medis amat terasa. 2–5

Penelitian dari Cochrane, Helsinski Trial, Radius Trial, dan Euferous study menyebutkan bahwa pemeriksaan USG sebelum usia kandungan 24 minggu dapat mendeteksi secara signifikan adanya kelainan pada janin. Meskipun begitu, beberapa kelainan kongenital mungkin muncul kemudian dan tidak dapat terdeteksi dengan USG sekalipun dengan operator yang handal. 6–9

Berbahayakah USG bagi janin?

Efek gelombang ultrasound pada jaringan dibagi menjadi dua : thermal (panas) dan non-thermal. Gelombang ultrasound diketahui menghasilkan panas, perubahan tekanan dan gangguan mekanik pada jaringan. Efek biologis ultrasound pada jaringan telah dilaporkan pada percobaan hewan namun tidak pada manusia. Efek non-thermal atau efek mekanik terjadi akibat tekanan dari gelombang frekuensi tinggi (acoustic streaming). Efek ini paling menjadi perhatian saat mengukur keamanan USG.10,11

Sampai saat ini belum ada bukti penelitian yang kuat mengenai bahaya USG bagi janin. Tidak ditemukan hubungan antara USG dengan cacat lahir, kanker saat masa anak-anak, atau masalah tumbuh kembang anak di kemudian hari. Namun, para ahli sepakat bahwa belum ditemukannya efek samping dari USG bukan berarti USG bebas dari resiko. Sehingga, penelitian mengenai keamanan USG jangka pendek dan panjang masih terus dilakukan sampai sekarang. 1,2,10

Rekomendasi Pemeriksaan USG Rasional dalam Kehamilan

Badan profesional dunia yang perhatian terhadap keamanan USG seperti British Medical Utrasound Society (BMUS), American Institute of Ultrasound in Medicine (AIUM), European Federation of Societies for Ultrasound in Medicine and Biology (EFSUMB), Australian Society for Ultrasound in Medicine (ASUM), International Society for ultrasound in Obstetrics and Gynaecology (ISUOG), dan World Federation of Societies for Ultrasound in Medicine and Biology (WFUMB) sepakat bahwa:1,10,12,13

  1. Tidak ada alasan untuk menunda USG saat kehamilan asal dilakukan dengan operator yang sangat terlatih.
  2. Pemeriksaan USG hanya dilakukan berdasarkan indikasi medis.
  3. Pemeriksaan USG untuk kepentingan non-medis tidak dapat dibenarkan (seperti hanya untuk mengetahui jenis kelamin bayi, mengabadikan momen, kepentingan komersial, dll). The American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) juga menambahkan bahwa USG non-medis hanya menenenangkan sementara ibu hamil karena cacat bawaan mungkin tidak terdeteksi pada USG.
  4. Pemeriksaan USG dilakukan secepat mungkin (biasanya 5-10 menit) dan tidak melebihi 60 menit.
  5. Sebaiknya hindari pemeriksaan USG saat ibu demam karena dapat meningkatkan resiko panas yang berbahaya. Peningkatan suhu tubuh di atas 41°C selama 5 menit dianggap berbahaya.
  6. Teknologi USG terbaru seperti pencitraan harmonis dan USG 3D tidak memperlihatkan risiko lebih tinggi dari USG biasa.

Berapa kali pemeriksaan USG rasional dilakukan?

Menurut panduan POGI (Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia), pemeriksaan USG dilakukan 3 kali saat kehamilan :
1. Trimester 1 (8-12 minggu). Berfungsi untuk menentukan :

  • Kehamilan dalam rahim
  • Umur kehamilan
  • Deteksi jantung
  • Deteksi kehamilan ganda
  • Deteksi kelainan pada janin

2. Trimester 2 (18-22 minggu)

  • Memastikan kehamilan tunggal atau ganda
  • Memastikan viabilitas janin
  • Menilai parameter pertumbuhan
  • Mendeteksi kelainan janin
  • Menilai cairan ketuban
  • Menilai struktur dan letak plasenta

3. Trimester 3 (28-32 minggu). Sama dengan penilaian di trimester 2.

Pemeriksaan selain ketiga waktu ini hanya berdasarkan indikasi medis. 14

Kesimpulan

Meskipun sampai saat ini USG tidak menimbulkan bahaya yang berarti bagi ibu dan janin, tidak menutup kemungkinan diketahui resiko USG di masa yang akan datang. Atas dasar inilah para ahli menganjurkan untuk membatasi penggunaan USG hanya bila ada indikasi medis. Sebaiknya, orangtua bersikap hati-hati bila menginginkan USG untuk keperluan di luar medis.

Agustina Kadaristiana, dr.

09/12/2015

Referensi
1. Thomas D Shipp, MD, RDMS. Basic principles and safety of diagnostic ultrasound in obstetrics and gynecology. Uptodate. 2014 Apr 30;
2. Ultrasound Exams. ACOG [Internet]. 2013 Sep 25; Available from: http://www.acog.org/Patients/FAQs/Ultrasound-Exams
3. Salomon LJ, Alfirevic Z, Bilardo CM, Chalouhi GE, Ghi T, Kagan KO, et al. ISUOG practice guidelines: performance of first-trimester fetal ultrasound scan. Ultrasound Obstet Gynecol Off J Int Soc Ultrasound Obstet Gynecol. 2013 Jan;41(1):102–13.
4. Turandot Saul, MD, RDMS, Resa Lewiss, MD, RDMS. Focus On – Ultrasound Imaging in First Trimester Pregnancy. Am Coll Emerg Physicians [Internet]. 2008 Jul; Available from: http://www.acep.org/Clinical—Practice-Management/Focus-On—Ultrasound-Imaging-in-First-Trimester-Pregnancy/
5. Anna K Sfakianaki, MD, Joshua Copel, MD. Routine prenatal ultrasonography as a screening tool. Uptodate. 2015 Aug 10;
6. Ewigman BG, Crane JP, Frigoletto FD, LeFevre ML, Bain RP, McNellis D. Effect of prenatal ultrasound screening on perinatal outcome. RADIUS Study Group. N Engl J Med. 1993 Sep 16;329(12):821–7.
7. Saari-Kemppainen A, Karjalainen O, Ylöstalo P, Heinonen OP. Ultrasound screening and perinatal mortality: controlled trial of systematic one-stage screening in pregnancy. The Helsinki Ultrasound Trial. Lancet Lond Engl. 1990 Aug 18;336(8712):387–91.
8. Crane JP, LeFevre ML, Winborn RC, Evans JK, Ewigman BG, Bain RP, et al. A randomized trial of prenatal ultrasonographic screening: impact on the detection, management, and outcome of anomalous fetuses. The RADIUS Study Group. Am J Obstet Gynecol. 1994 Aug;171(2):392–9.
9. Grandjean H, Larroque D, Levi S. The performance of routine ultrasonographic screening of pregnancies in the Eurofetus Study. Am J Obstet Gynecol. 1999 Aug;181(2):446–54.
10. Haar G ter. Ultrasonic imaging: safety considerations. Interface Focus. 2011 Aug 6;1(4):686–97.
11. Newnham JP, Doherty DA, Kendall GE, Zubrick SR, Landau LL, Stanley FJ. Effects of repeated prenatal ultrasound examinations on childhood outcome up to 8 years of age: follow-up of a randomised controlled trial. The Lancet. 2004 Dec;364(9450):2038–44.
12. Abramowicz JS. Ultrasound in Obstetrics and Gynecology Is This Hot Technology Too Hot? J Ultrasound Med. 2002 Dec 1;21(12):1327–33.
13. Salomon LJ, Alfirevic Z, Berghella V, Bilardo C, Hernandez-Andrade E, Johnsen SL, et al. Practice guidelines for performance of the routine mid-trimester fetal ultrasound scan. Ultrasound Obstet Gynecol Off J Int Soc Ultrasound Obstet Gynecol. 2011 Jan;37(1):116–26.
14. Panduan Ultrasonografi Antenatal Obstetri Dasar [Internet]. Pelatihan Standardisasi dan Sertifikasi Kompetensi Ultrasonografi Obstetri Dasar. Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia; 2014. Available from: http://www.slideshare.net/imagingultrasound/pogi-usg-2014-final-2-panduan-usg-pogi-20140422

Pusar Bodong saat Hamil?

Beberapa ibu hamil mungkin mengalami “pusar bodong” saat hamil. Dalam dunia kedokteran, “pusar bodong” disebut hernia umbilikalis. Hernia adalah suatu kondisi dimana terdapat bagian organ tubuh yang keluar melalui bagian otot yang melemah. Pada bayi baru lahir hingga usia 4-5 tahun, penutupan bagian dalam tali pusatnya dapat belum sempurna, sehingga dapat terjadi hernia umbilikalis. Namun biasanya, kondisi ini akan membaik setelah usia 5 tahun. Pada ibu hamil, otot-otot di sekitar perut cenderung tertarik dan melemah, sehingga memiliki risiko untuk terjadinya hernia umbilikalis saat hamil. Selain anak-anak dan ibu hamil, orang yang sering mengangkat beban yang berat juga berisiko untuk mengalami hernia umbilikalis.

Hernia umbilikalis merupakan jenis hernia ketiga tersering setelah hernia inguinalis (selangkangan) dan femoralis (paha), yaitu sekitar 3-8,5% dari seluruh kasus hernia. Kejadian hernia umbilikalis lima kali lebih sering pada wanita, dengan salah satu kondisi penting penyebabnya adalah kehamilan.1

http://www.laparoscopicconsultant.co.uk/hiatus-hernia-operation-london.html

Hernia Umbilikalis

Apa Saja Gejala Hernia Umbilikalis?

Gejala hernia umbilikalis pada kehamilan bervariasi, mulai dari yang tidak terlalu tampak dan tidak terasa, hingga yang selalu menonjol dan tampak dengan jelas. Seringkali tonjolan ini terasa nyeri saat beraktivitas yang berlebihan, tertawa, bersin, atau batuk. Seiring dengan bertambah besarnya kehamilan, beberapa wanita mungkin mengalami kesulitan untuk beraktivitas, karena lebih mudah nyeri.

Berbahayakah bila pusar saya menonjol saat hamil?

Sebenarnya, kondisi ini tidak berbahaya bagi ibu maupun janin, selama tidak terasa nyeri yang terus menerus atau kemerahan pada tonjolan hernia. Sebaiknya sampaikan kondisi ini pada dokter yang memeriksa rutin, agar dapat diperiksa lebih lanjut. Pada ibu hamil dengan hernia umbilikalis, disarankan agar tidak menggunakan pakainan yang ketat. Salah satu laporan komplikasi hernia umbilikalis pada kehamilan adalah terjadinya luka akibat gesekan antara kantung (tonjolan) hernia dengan pakaian. 2

Kapan Perlu ke Dokter?

Beberapa gejala yang menunjukkan tanda-tanda bahaya pada hernia umbilikalis dan perlu segera diperiksakan ke dokter:

  • Nyeri tajam yang terus menerus atau semakin parah
  • Kemerahan pada area atau sekitar tonjolan hernia disertai demam, mual, muntah
  • Tonjolan hernia tidak dapat dimasukkan lagi ke dalam
  • Tanda bahaya diatas sangat penting untuk diperhatikan karena dapat merupakan tanda komplikasi hernia yang dapat membahayakan nyawa bila tidak ditangani segera.

Terapi Hernia Umbilikalis

Hernia umbilikalis pada kehamilan yang tidak bergejala atau tidak nyeri belum memerlukan terapi. Yang perlu dilakukan adalah selalu waspada akan tanda bahaya dengan segera memeriksakan diri bila terdapat satu atau lebih tanda bahaya. Satu-satunya terapi yang terbukti efektif bagi hernia umbilikalis adalah dengan operasi. Perbaikan hernia umbilikalis selama kehamilan hanya dianjurkan bila hernia mengalami komplikasi.Diskusikan dengan dokter bedah untuk informasi lebih detil mengenai kapan saat yang tepat untuk dilakukan prosedur operasi bila dibutuhkan.

Bagaimana Cara Mencegahnya?

Hingga saat ini belum ada pencegahan khusus agar tidak terjadi hernia umbilikalis. Sehingga yang mungkin dapat dilakukan adalah dengan :

  • Mencegah aktivitas, tertawa, batuk atau besin yang berlebihan
  • Menekan tonjolan pusar saat melakukan kegiatan diatas

Titania Nur Shelly, dr., MARS

08/18/2015

Referensi:

1. Dabbas N, Adams K, Pearson K, Royle GT. Frequency of Abdominal Wall Hernia: Is Classical teaching out of date?. JRSM Short Rep. 2011 Jan; 2(1): 5. Published online 2011 Jan 19. Diunduh dari: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3031184/

2. Punguyire D, Iserson KV, Apangan S. Fullterm pregnancy in umbilican hernia. Pan Afr Med J. 2011; 8: 6. Published online 2011 Jan 31. diunduh dari: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3201614/

3. American Collage of Surgeons, Division of Education. Adult Umbilical Hernia Repair. diunduh dari: https://www.facs.org/~/media/files/education/patient%20ed/adultumbilical.ashx

4. Ahmed A, Stephen G, Ukwenya Y. Spontaneous Rupture of Umbilical Hernia in Pregnancy: A Case Report. Oman Med J. 2011 Jul; 26(4): 285–287. diunduh dari: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3191721/

Gambar di unduh dari :

http://www.laparoscopicconsultant.co.uk/hiatus-hernia-operation-london.html

Week 25: Nesting and a hernia and candy bars, oh my!

Larangan Ibu Hamil, Mitos atau Fakta?

Tidak dapat dipungkiri, peristiwa kehamilan selalu dianggap luar biasa oleh wanita dan keluarga terdekatnya. Namun, hal ini sering disalahkaprahkan dengan berbagai macam anjuran dan larangan yang tidak berdasar. Bahkan diantara anjuran dan larangan ibu hamil tersebut ada yang malah membahayakan, baik dari segi kesehatan ibu hamil, maupun dari segi spiritual. Pada artikel ini, kita akan bahas larangan yang berupa mitos atau fakta seputar kehamilan.

Larangan Ibu Hamil yang Sering Disebut

1. Ibu hamil jangan menyusui

Tidak sepenuhnya benar. Anjuran sehat untuk wanita adalah memberikan ASI selama 2 tahun setelah itu baru bersiap untuk memberikan adik bagi si kakak. Namun, tak jarang dijumpai bahwa beberapa bulan setelah melahirkan, ternyata rahim sudah ada penghuni lagi. Bila demikian, ibu tetap dapat menyusui saat hamil apabila kandungan ibu sehat tanpa komplikasi.

2. Dilarang minum es karena bisa menyebabkan bayi gemuk

Mitos. Entah siapa penciptanya, yang jelas mitos ini bertahan di puncak tangga sejak berpuluh tahun yang lalu. Penjelasannya mudah saja, es batu terbuat dari air yang dibekukan. Tentu saja air tidak menyebabkan gemuk.

3. Dilarang berhubungan intim

Tidak sepenuhnya benar. Bagi ibu hamil dan janin yang sehat, berhubungan intim selama kehamilan relatif aman. Namun, pada ibu dengan komplikasi (seperti pendarahan, ketuban pecah dini, plasenta letak rendah, dll) mungkin hubungan suami-istri perlu dihindari sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan.

4. Tidak boleh naik pesawat

Tidak sepenuhnya benar. Pada umumnya ibu yang sehat diperbolehkan naik pesawat sampai usia kandungan 37 minggu (meskipun pada beberapa maskapai terdapat kebijakan yang berbeda). Namun, sebelum ibu bepergian dengan pesawat, ibu perlu menyertakan surat keterangan dokter setelah diperiksa kondisi umum dan kandungannya.

5. Jangan melakukan pemeriksaan X Ray

Tidak sepenuhnya benar. Pemeriksaan X Ray pada ibu hamil mestilah mempertimbangkan manfaat dan resikonya. Rontgen mungkin dibutuhkan pada keadaan yang amat diperlukan ( kondisi emergensi, patah tulang, dsb). Ibu juga perlu ingat bahwa efek radiasi X Ray pada janin bergantung pada dosis dan paparan sinar rontgen tadi. Sehingga, pemeriksaan X Ray sebanyak 1 kali tidak akan mempengaruhi janin. Namun, memang penggunaan X Ray mestilah diminimalisir dengan menggunakan pemeriksaan lain yang lebih aman seperti CT Scan atau MRI.

6. Dilarang sauna, spa dan pijat

Ada yang dilarang, ada yang tidak. Ibu hamil yang sehat boleh saja dipijat kecuali bagian perut. Paling aman memang dilakukan di salon yang menyediakan perawatan ibu hamil. Perawatan yang sebaiknya ibu hindari ialah perawatan dengan air atau uap panas seperti berendam, sauna, jacuzzi, ratus, dsb. Hal ini dikhawatirkan peningkatan temperatur tubuh mendadak dapat mengganggu janin. Bila ibu melakukan perawatan di kolam, pastikan suhunya tidak lebih dari 32-35oC (Rekomendasi The Royal College of Obstetricians and Gynaecologists).

7. Dilarang memakai kosmetik dan perawatan kecantikan lainnya.

Perawatan kulit saat hamil sebaiknya benar-benar dalam pengawasan dokter. Pasalnya, ada beberapa kandungan kosmetik yang perlu dihindari karena beresiko menyebabkan gangguan pada janin seperti Retinoid dan Hidroquinone. Penelitian mengenai efek obat pewarna rambut juga masih terbatas, sehingga sebaiknya dihindari untuk mencegah efek yang belum diketahui pada janin.

8. Jangan mandi malam

Tidak benar. Sepanjang kondisi tubuh cukup sehat dan cuaca cukup bersahabat, mandi malam cukup aman. Sebelum mandi, beristirahatlah sejenak agar suhu tubuh kembali normal. Gunakanlah air hangat bila perlu.

9. Hindari bekerja di depan komputer, laptop atau gadget

Tidak benar. Komputer, laptop, dan sejenisnya aman dan terbukti tidak berbahaya bagi janin. Pastikan saja ibu tidak meletakkan laptop atau gadget yang panas di dekat perut. Namun, memang bekerja di depan komputer terlalu lama dengan posisi yang tidak ergonomis berpotensi menimbulkan nyeri punggung. Mengetik terlalu lama juga dapat memicu Sindrom Terowongan Karpal (terjepitnya saraf di pergelangan tangan yang menyebabkan kesemutan atau baal).

10. Jangan makan daging setengah matang, tidak terlalu sering makan telur, dan hindari makan nanas.

Daging setengah matang memang tidak dianjurkan mengingat adanya risiko penularan parasit toxoplasma. Demikian juga dengan konsumsi telur mentah atau setengah matang, tidak dianjurkan karena adanya risiko infeksi Salmonela (bakteri penyebab demam tifoid). Tidak ada pantangan makan buah-buahan tertentu sepanjang porsinya dalam batas wajar.

Depok, 6 Juli 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :

  1. Chescheir, C. Nancy¸ et al. 2000. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. The Americal College of Obstetricians and Gynecology. Washington.
  2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23rd edition. Mc Graw Hill. New York.
  3. Evans, A. 2007. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
  4. Novak, Patricia D. 1995. Dorland’s Pocket and Medical Dictionary. 25th edition. WB Saunders Company. Philadelphia.
  5. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
  6. Kusumaningsih, Prita. 2011. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Qultum Media: Jakarta.
  7. Charles J Lockwood, MD, MHCM, Urania Magriples, MD. Initial prenatal assessment and first trimester prenatal care. Uptodate. 2015 Aug 13;
  8. Guidelines for Diagnostic Imaging During Pregnancy. ACOG [Internet]. 2004 Sep; Available from: http://www.acog.org/Resources-And-Publications/Committee-Opinions/Committee-on-Obstetric-Practice/Guidelines-for-Diagnostic-Imaging-During-Pregnancy
  9. Choices NHS. Is it safe to use a sauna or jacuzzi if I’m pregnant? – Health questions – NHS Choices [Internet]. 2014 [cited 2015 Aug 15]. Available from: http://www.nhs.uk/chq/Pages/2402.aspx?CategoryID=54#close
  10. Bozzo P, Chua-Gocheco A, Einarson A. Safety of skin care products during pregnancy. Can Fam Physician. 2011 Jun;57(6):665–7.
  11. Lisa Fields. Pregnancy-Proofing Your Beauty Regimen. WebMD.
  12. Is it safe to use a computer screen during pregnancy? [Internet]. BabyCentre. [cited 2015 Aug 15]. Available from: http://www.babycentre.co.uk/x536447/is-it-safe-to-use-a-computer-screen-during-pregnancy

Bila Baby Blues Melanda

Momen persalinan biasanya identik dengan rasa haru dan bahagia saat menyambut sang buah hati. Namun, terkadang seorang ibu merasa hal sebaliknya setelah melahirkan. Perasaan sedih, ingin menangis tanpa alasan, bingung, bahkan khawatir yang berlebihan. Bila Ibu merasa demikian, mungkin Ibu mengalami sindroma yang dinamakan baby blues.

Bottle with help message

Baby Blues yang membuat lesu

Sindroma Baby Blues memang cukup banyak terjadi yakni sekitar 50-80% dan seringkali ibu tidak menyadarinya. Biasanya timbul pada hari ke 3-4 setelah melahirkan dan umumnya akan menghilang dalam 14 hari.

Ibu yang mengalami sindroma ini akan merasa sedih, bingung, emosi yang labil, khawatir, menangis tanpa alasan, lelah, perubahan mood, sulit tidur, merasa tidak mampu merawat bayi dan berbagai perasaan negatif lainnya.  Perasaan ini dapat terjadi selama beberapa menit hingga beberapa jam setiap harinya. Umumnya gejala ini ringan dan tidak sampai mengganggu kemampuan ibu dalam merawat bayi.

Penyebab di balik Baby blues

Meskipun terkadang seorang ibu sudah siap secara mental menghadapi datangnya anggota keluarga baru, sindroma ini tetap dapat terjadi. Adanya perubahan hormonal drastis pasca melahirkan disinyalir menjadi pernyebab sindroma ini. Selain itu, adanya status baru, perasaan lelah setelah melahirkan dan datangnya anggota keluarga baru, serta kesulitan saat menyusui juga menambah adanya perasaan negatif dan stres pada ibu pasca melahirkan.

Agar Baby Blues tidak berkepanjangan

Ibu memang tidak dapat mencegah perubahan hormonal pasca melahirkan yang menyebabkan sindroma baby blues ini. Namun, Ibu dapat mengatasi sindroma ini agar tidak berlanjut menjadi depresi pasca melahirkan. Misalnya :

  • Ceritakan perasaan-perasaan Anda kepada suami atau orang yang dipercaya. Hal ini akan membuat Anda merasa lebih lega dan tenang.
  • Mintalah dukungan dari suami atau orang terdekat.
  • Sesekali refresing keluar rumah dan menghirup udara segar.
  • Makan makanan yang seimbang. Makan terlalu banyak karbohidrat dapat meningkatkan perubahan emosi (mood swing), selain itu makanan seimbang juga sangat penting bagi ibu menyusui.
  • Mintalah bantuan kepada suami atau anggota keluarga lainnya untuk membantu merawat bayi saat ibu merasa lelah seperti mengganti popok, memandikan bayi, atau menghandle anak-anak yang lain sehingga ibu dapat beristirahat serta menikmati waktu-waktu menyenangkan bersama bayi.
  • Mencoba berpikir positif.
  • Turunkan ekspektasi. Ibu tidak perlu berharap terlalu berlebihan dan perfeksionis terutama di minggu-minggu awal kelahiran, karena Ibu masih dalam masa pemulihan pasca melahirkan. Pahami juga bahwa ibu sedang belajar menghadapi rutinitas baru. Ekspektasi berlebihan hanya akan menambah beban pikiran dan stres dalam diri Anda.
  • Anda tidak sendirian mengalami perasaan ini, Anda bisa mengikuti support group dari ibu-ibu hamil dan melahirkan yang sama-sama mengalami keadaan pasca melahirkan, yakinkan diri bahwa Anda mampu melalui keadaan ini.

Apabila setelah 2 minggu (14 hari) sindroma ini terus berlanjut, Ibu sebaiknya segera mencari pertolongan ke dokter. Dikhawatirkan kondisi ini berlanjut menjadi depresi pasca melahirkan (postpartum depression). Semoga bermanfaat.

Arfenda Puntia Mustikawati, dr.

08/05/2015

Referensi :

1. Baby Blues. [Internet]. American Pregnancy.org [cited 2015 Agust 04] Available from: http://americanpregnancy.org/first-year-of-life/baby blues/tt
2. Baby Blues ; Healthwise Medical Information on [Internet]. eMedicineHealth [cited 2015 Agust 04] Available from: http://www.emedicinehealth.com/baby_blues-health/article_em.htm
3. Joy, Saju. Postpartum depression.   [cited 2015 Agust 05] Available from:
http://reference.medscape.com/article/271662-overview#a4
4. The Baby Blues. [cited 2015 Agust 05] Available from: http://www.babycenter.com/0_the-baby-blues_11704.bc

Gambar di unduh dari :

http://www.newbornhub.com/images/ppd.

jpghttp://i2.wp.com/www.postpartumprogress.com/wp-content/uploads/postpartum-depression-guide-help1.jpg?resize=850%2C565

Tips Agar Lahir Normal

Setiap ibu pada umumnya menghendaki persalinan yang lancar dan normal. Lahir normal adalah persalinan melalui jalan lahir (vagina), spontan (dengan tenaga ibu seluruhnya), dan janin dalam posisi belakang kepala (bayi tengkurap, dan kepala menunduk sehingga yang tampak pertama saat lahir adalah ubun-ubun kecilnya). Persalinan normal sebaiknya juga diikuti dengan lahirnya bayi yang normal. Bayi tersebut langsung menangis saat lahir, gerakannya kuat, dan kulitnya berwarna kemerahan. Faktor-faktor yang memengaruhi persalinan normal disingkat dengan 5P. Nah, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dijalani selama masa prenatal sehingga dapat memudahkan persalinan normal.

P1 (Power)/Kekuatan

Agar P1 (power) ibu kuat, biasakan hidup sehat, makan makanan seimbang, dan berolah raga teratur. Konsumsi susu dan suplemen agar daya tahan tubuh terjaga. Mintalah pemeriksaan laboratorium guna mengetahui adanya anemia atau penyakit lain. Jauhkan diri dari sumber penyakit, misalnya tidak terpapar polusi atau asap rokok. Jangan mendekat apabila ada rekan yang menderita penyakit menular. Apabila ada, ikutilah kelas prenatal atau senam hamil, sehingga fisik dan psikis sudah terkondisi dengan pola napas saat kontraksi, atau posisi tubuh saat bersalin. Cara mengejan yang benar juga bisa dipelajari di kelas ini.

childbirth456

P2 (Passage)/Jalan lahir

Agar P2 (passage) tak bermasalah, pastikan bahwa panggul normal. Pada umumnya akan dilakukan pemeriksaan panggul saat kehamilan memasuki usia 36 pekan. Kesehatan panggul ini memang sudah harus dimulai sejak dini, agar tidak terpapar penyakit yang merusak tulang. Untuk kelenturan sendi panggul, lakukan senam hamil atau berenang. Jalan kaki juga baik untuk kelenturan sendi panggul. Allah sebenarnya juga sudah menyiapkan P2 ini dengan adanya hormon relaksin yang bersifat melonggarkan sendi.

P3 (Passanger)/Bayi

Supaya P3 (passenger) bisa lancar melalui jalan lahir, maka sebaiknya berat badan bayi tidak terlalu besar, jangan lebih dari 4 kilogram. Biasanya ukuran janin yang besar ini sudah dapat dideteksi sebelumnya, sehingga dokter akan menasihatkan untuk mengurangi makanan atau minuman berkalori tinggi. Namun, kondisi ibu bisa juga membuat janin besar, yaitu apabila ibu menderita penyakit Diabetes Melitus (kencing manis) yang tidak terkendali. Karena itu, periksalah gula darah sebelum hamil, terutama bila diketahui ada riwayat keluarga yang menderita penyakit tersebut.

5183371_s

P4 (Psikis)

P4 (psikis) semata-mata bergantung pada ibu sendiri. Persiapkan jiwa dan raga untuk hamil dan bersalin. Persiapkan jiwa dan raga untuk hamil dan bersalin. Tambahlah pengetahuan dengan banyak membaca dan berkonsultasi dengan ahlinya. Jangan racuni diri dengan mitos yang tidak jelas tujuannya. Persiapkan ruhiyah dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Pengalaman membuktikan, ibu yang siap menghadapi persalinan dengan segala rasa nyerinya, biasanya proses persalinan akan berjalan dengan lancar.

bidan-cantik

P5 (Penolong)

Penolong (P5), perlu ditentukan semenjak hamil. Persalinan tidak harus selalu ditolong oleh dokter kandungan. Kehamilan risiko rendah bisa ditolong oleh bidan. Namun, kasus kehamilan risiko tinggi sebaiknya ditolong oleh dokter. Bidan yang baik dan berpengalaman akan mampu menyaring kasus, mana yang bisa ditolong bidan, mana yang harus dirujuk ke dokter. Tidak dianjurkan untuk bersalin dengan dukun beranak. Siapa yang akan mendampingi saat bersalin nanti, tentukan sejak dini.

Depok, 9 Juli 2015

Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :

  1. Chescheir, C. Nancy¸ et al. 2000. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. The Americal College of Obstetricians and Gynecology. Washington.
  2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23rd edition. Mc Graw Hill. New York.
  3. Evans, A. 2007. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
  4. Novak, Patricia D. 1995. Dorland’s Pocket and Medical Dictionary. 25th edition. WB Saunders Company. Philadelphia.
  5. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg. 6. Kusumaningsih, Prita. 2011. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Qultum Media: Jakarta.

Gambar di unduh dari :

  • http://www.inhabitots.com/choosing-a-childbirth-education-class/
  • http://cdn-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/bidan-cantik.jpg

10 Keluhan Umum Trimester 3 Kehamilan

Pada trimester 3 ini, keluhan-keluhan kembali muncul setelah pekan ke-34. Tidak berlebihan kalau dikatakan ibu hamil jadi serba salah. Begini salah. Begitu salah. Namun, jangan kalah! Dengan pemahaman, pengertian, dan kesabaran, hal-hal yang dirasa kurang menyenangkan ternyata bisa disiasati. Berikut adalah beberapa keluhan yang biasa dialami oleh ibu hamil trimester ketiga.

info2

1. Kaki kram

Biasanya keluhan ini muncul pada saat dini hari sampai menjelang subuh. Terutama saat cuaca dingin. Memang, kram (kejang otot) yang merupakan akibat dari defisiensi kalsium ini dapat dipicu pula oleh kondisi dingin. Umumnya, terjadi mendadak. Tiba-tiba saja otot kaku dan terasa nyeri terutama di daerah betis.

2. Kaki bengkak

Bengkak timbul akibat timbunan cairan di tungkai. Cairan tersebut mengalami hambatan untuk menuju bagian atas tubuh dikarenakan lebih besarnya tekanan dari atas, yaitu adanya kehamilan. Bila tungkai tampak bengkak merata, yang tidak berkurang meskipun saat bangun tidur, atau terjadi pembengkakan pada tangan, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan tidak adanya preeclampsia.

3. Napas pendek

Sebagian ibu hamil mengartikan napas pendek ini dengan sesak napas karena memang demikianlah rasanya. Bernapas tidak lega dan tidak leluasa, seperti ada yang menindih di bagian dada. Terkadang napas pendek ini datang dengan tiba-tiba saat sedang beraktivitas maupun beristirahat.

4. Sulit tidur

Sulit tidur ada dua macam. Jenis pertama, sulit memulai tidur. Jenis kedua, cepat terbangun dan sulit untuk tidur kembali. Meskipun tidak berbahaya, sulit tidur ini memang sangat mengganggu. Untuk mengatasinya, cobalah membuat rutinitas waktu tidur dan bangun, serta berusaha menepatinya sehingga jam tubuh akan menyesuaiakan.

5. Striae gravidarum (Stretch mark)

Mula-mula sedikit dan samar, tapi lama kelamaan garis-garis tersebut makin menebal dan berwarna kemerahan yang nyata. Ia terus menyebar sampai ke seluruh permukaan perut. Ditambah lagi dengan timbulnya rasa gatal yang membuat tangan selalu ingin mampir menggaruk. Itulah yang disebut stretch mark.

6. Gerah (kepanasan)

Tiada hari tanpa keringat. Ya, begitulah yang dirasakan oleh wanita yang hamil tua. Tak harus berada dalam cuaca panas, saat malam hari pun rasa gerah terus dirasakan. Ibu hamil semakin stres ketika mengetahui bahwa orang lain ternyata tidak merasakan gerah yang sama. Rasa gerah itu bersumber dari metabolisme yang meningkat selama kehamilan.

7. Nyeri panggul

Banyak wanita yang merasakan nyeri di persendian pangkal paha dan di tulang ekor. Terkadang ada yang merasakan nyeri di daerah tulang kemaluan. Rasa nyeri ini timbul saat berjalan, bangkit dari berbaring ke duduk/berdiri, atau pada saat berubah posisi berbaring (dari telentang ke miring atau sebaliknya).

8. Kontraksi palsu dan gangguan gerakan bayi

Semakin dekat dengan tanggal taksiran persalinan atau hari perkiraan lahir, tak jarang tiba-tiba perut terasa mengeras dan kencang untuk beberapa saat lamanya. Itulah yang dinamakan kontraksi palsu atau Braxton Hicks.

9. Sering berkemih

Setelah melewati periode sering BAK pada trimester 1, maka pada akhir trimester 3 ini, rasa ingin sering berkemih timbul lagi. Kalau dulu kandung kemih tertekan oleh rahim yang baru mulai membesar, sekarang kepala bayilah yang mengadakan tekanan ke kandung kemih tersebut.

10. Varises dan wasir

Baik varises maupun wasir, sebetulnya mempunyai runutan kejadian yang tak jauh berbeda, yaitu kombinasi antara faktor hormonal dan beban kehamilan. Adanya pengaruh hormon progesterone membuat elastisitas dinding pembunuh vena menurun.

Depok, 1 Juli 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi:
1. Chescheir, C. Nancy¸ et al. 2000. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. The Americal College of Obstetricians and Gynecology. Washington.
2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23rd edition. Mc Graw Hill. New York.
3. Evans, A. 2007. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
4. Novak, Patricia D. 1995. Dorland’s Pocket and Medical Dictionary. 25th edition. WB Saunders Company. Philadelphia.
5. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
6. Kusumaningsih, Prita. 2011. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Qultum Media: Jakarta.

Keluhan Ibu Hamil Trimester 2

Trimester dua berlangsung sejak usia 13 – 28 pekan. Trimester dua ini boleh dikatakan sebagai masa yang paling menyenangkan selama kehamilan. Nafsu makan melonjak, seolah ‘bawaannya lapar terus’. Aktivitas sehari-hari masih bisa dikerjakan dengan mudah karena ukuran rahim belum terlalu besar. Quickening atau merasakan gerakan janin untuk pertama kali terjadi pada trimester 2 ini, tepatnya pada usia 18-20 pekan. Keluhan-keluhan ibu hamil pada trimester ini relatif ringan dan hampir tidak memerlukan tindakan khusus. Berikut ini beberapa uraiannya.

Trim2

1. Keputihan

Hampir semua ibu hamil mengeluhkan ini. Pada kasus seperti ini, sebenarnya yang terjadi adalah peningkatan sekresi cairan oleh kelenjar-kelenjar di sepanjang saluran genitalia. Sensasi yang dirasakan ibu hamil memang menyerupai keputihan. Ini merupakan kondisi normal, sebagai akibat dari aktivitas hormon esterogen. Namun, sebaiknya diwaspadai karena adanya cairan yang berlebihan akan meningkatkan kelembaban. Ditambah lagi, perut yang sudah membesar akan sedikit menyulitkan ibu untuk mengeringkan bagian bawah tubuh. Akibatnya, potensi untuk terinfeksi jamur jadi meningkat.

2. Sembelit

Ada dua jenis sembelit yang sering dikeluhkan ibu hamil. Yang pertama, ibu tetap bisa buang air besar (BAB), namun perlu waktu lebih lama dari biasanya. Yang kedua, lebih berat, yaitu ibu tidak bisa BAB sama sekali lebih dari 2 hari. Sebenarnya, sembelit ini wajar dialami oleh ibu hamil. Hormon progesterone meningkat saat kehamilan, efeknya membuat pergerakan (peristaltic) usus menjadi lambat. Akibatnya, sensasi rasa ingin BAB pun tidak selalu ada. Selama feses berada di dalam usus besar, ia terus menerus mengalami resorbsi, yakni penyerapan air oleh dinding usus besar. Semakin lama feses berdiam dalam usus besar, semakin keraslah konsistensinya. Inilah yang menyebabkan sembelit pada ibu hamil.

Constipation

3. Kembung

Sebagian orang menganggapnya sebagai ‘masuk angin’. Kembung adalah rasa penuh di ulu hati diakibatkan terkumpulnya udara di lambung. Kondisi kembung terkadang membuat perut hamil tampak lebih besar dari usia kehamilan yang sebenarnya. Jangan terkecoh dengan penampakan ini. Hormon progesterone yang melambatkan gerakan peristaltic lambung mengakibatkan udara terkumpul dalam lambung. Desakan udara dalam lambung inilah yang menimbulkan rasa tak nyaman. Biasanya kembung ini hanya menimbulkan rasa penuh dan sebah, tidak sampai mengganggu nafsu makan.

4. Tangan kesemutan atau mati rasa

Pada kondisi ini, yang dirasakan adalah sekumpulan gejala yang terjadi pada tangan (sebatas pergelangan) terasa kebas, mati rasa dalam beberapa derajat, dan kesemutan. Hal ini biasa terjadi terutama saat bangun tidur. Akibatnya, timbul ketidaknyamanan saat melakukan aktivitas yang menggunakan tangan, misalnya menulis, mengetik, atau memegang benda-benda kecil. Kumpulan gejala itulah yang disebut dengan Sindroma Terowongan Karpal (Carpal Tunnel Syndrome). Asal kejadiannya adalah adanya pembengkakan pada selubung saraf yang melintasi pergelangan tangan, yaitu saraf medianus.

5. Mimisan

Ya, mimisan pada ibu hamil memang sering menghebohkan. Mimisan dapat timbul tanpa didahului trauma, misalnya hidung terbentur atau tertonjok. Darah bisa tiba-tiba saja mengalir dari hidung, atau tersembur saat kita menghela napas, tanpa rasa nyeri sedikitpun yang menyertainya. Kondisi ini tidaklah berbahaya. Pada waktu hamil, terjadi perubahan hormon yang menyebabkan kerapuhan pada dinding pembuluh darah di mukosa hidung, sehingga mudah terjadi perdarahan.

Depok, 30 Juni 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :
1. Chescheir, C. Nancy¸ et al. 2000. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. The Americal College of Obstetricians and Gynecology. Washington.
2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23rd edition. Mc Graw Hill. New York.
3. Evans, A. 2007. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
4. Novak, Patricia D. 1995. Dorland’s Pocket and Medical Dictionary. 25th edition. WB Saunders Company. Philadelphia.
5. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
6. Kusumaningsih, Prita. 2011. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Qultum Media: Jakarta.

Keluhan yang sering dialami Ibu Saat Hamil Muda

Halo mommies.. Saat pertama melihat tanda garis dua pada testpack tentu rasanya campur aduk ya 🙂 Bahagia, penuh cinta, bersemangat, tapi juga ada rasa khawatir dengan adanya perubahan ini. Kehamilan tidak jarang memberi tantangan sendiri. Terlebih lagi pada saat hamil muda.  Apa saja sih keluhan yang sering dialami ibu hamil saat trimester pertama?

Keluhan Fisik Saat ibu Saat Hamil Muda

1. Mual dan muntah

Mual atau morning sickness adalah gejala yang paling sering dirasakan oleh wanita yang hamil muda, istilah untuk ibu hamil pada trimester pertama. Bahkan, rasa mual ini diidentikkan dengan adanya kehamilan. Adalah mengherankan, namun sekaligus disyukuri apabila seseorang hamil tanpa mual. Rasa mual terutama pada pagi hari yang dialami oleh wanita hamil diakibatkan oleh peningkatan hormon Beta HCG, hormon estrogen, indra penciuman dan perasa yang semakin sensitif, bahkan stres. Untuk mengurangi rasa mual, ibu bisa mengkonsumsi makanan dalam porsi kecil tapi sering, menghindari makanan merangsang dan bisa  mengiritasi (makanan pedas, asam, gorengan) dan coba relaksasi atau istirahat yang cukup.

642x361_IMAGE_1_7_Remedies_for_Morning_Sickness

2. Sakit kepala

Rasa nyeri yang menetap atau berdenyut pada kepala bisa timbul spontan atau dipicu dengan muntah. Sebagian orang memaknai sakit kepala dengan pusing. Pusing menggambarkan rasa berputar dan berkunang-kunang. Pada derajat ringan, kondisi ini tidak dirasakan mengganggu aktivitas. Dengan sedikit istirahat, keluhan dapat hilang dengan sendirinya.

3. Rasa lelah

Rasa lelah pada kehamilan trimester pertama disebabkan oleh menurunnya metabolisme basal. Sejalan dengan makin tuanya kehamilan (biasanya diiringi dengan makin aktifnya janin), maka metabolisme tersebut akan meningkat, sehingga ibu dapat menjadi lebih segar. Terkadang, rasa lelah ini juga disertai rasa mudah mengantuk. Hal ini sering menjadi masalah bagi ibu yang bekerja di kantor.

4. Perubahan emosi

Kebanyakan yang mengeluhkan masalah emosional ini adalah pasangan. Tak jarang si ibu hamil pun mengadukan permasalahan yang serupa. Tidak ada yang salah dalam hal ini. Saat hamil muda, kadar hormon esterogen dan progesterone meningkat. Perubahan tersebut akan memengaruhi neurotransmitter di otak dan membawa sebuah keadaan perubahan emosi yang tak menentu. Kondisi ini dapat dipicu atau diperberat apabila terjadi kelelahan fisik.

5. Nyeri punggung

Nyeri punggung biasanya dimaknai dengan rasa pegal yang menetap di area punggung bawah atau sedikit ke arah pinggang. Walau nyeri terkadang ringan saja, tak jarang membuat tidak nyaman saat beraktivitas. Penyebab nyeri bisa bermacam-macam, namun yang umum pada saat kehamilan adalah adanya perubahan poros tubuh. Pada saat hamil, tulang belakang lebih melengkung ke arah depan (hiperlordosis).

6. Nyeri perut bawah

Biasanya sehabis bersin, ibu hamil akan merasakan nyeri yang menusuk di perut bawah, agak ke samping. Bisa di sebelah kiri bawah atau kanan bawah. Anehnya, nyeri tersebut hanya berlangsung beberapa detik. Setelah itu hilang. Memang, ibu hamil trimester 1 akhir atau trimester 2 terkadang merasakan sensasi nyeri tajam yang berlangsung singkat disamping rahim. Nyeri tersebut disebabkan oleh regangan ligamentum rotundum atau round ligament yang terjadi saat ada peningkatan tekanan yang mendadak di rongga perut, seperti bersin, batuk, atau tertawa terbahak-bahak.

7. Sering berkemih

Meskipun tidak terlalu mengganggu, hampir semua ibu hamil mengeluhkan hal ini. Sebenarnya, sering berkemih bisa dianggap normal, lagipula ini hanya merupakan kondisi sementara. Posisi rahim tepat berada di belakang kandung kemih. Saat rahim membesar, maka kandung kemih akan tertekan. Wajar saja bila kemudian timbul rasa ingin berkemih yang sering.

8. Jerawat dan gangguan kulit

Tiba-tiba saja, beberapa butir jerawat bermunculan di wajah yang tadinya mulus. Bahkan, tidak hanya di wajah, punggung pun turut mendapatkan jatah ketumbuhan jerawat. Hormon yang bertanggungjawab terhadap munculnya jerawat (acne vulgaris) ini adalah progesteron, yang berakibat semakin aktifnya kinerja kelenjar sebasea.

Permasalahan yang dipaparkan pada artikel ini memang tidaklah mutlak. Anda bisa saja tidak mengalaminya, atau ada yang mengalaminya tetapi malah bukan pada trimester pertama. Hal yang terpenting Ibu tahu trik nya mengatasi masalah ini. Jangan lupa konsultasikan ke bidan atau dokter selalu bila ada gejala yang dirasa semakin berat.

Depok, 29 Juni 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :

  1. Chescheir, C. Nancy¸ et al. 2000. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. The Americal College of Obstetricians and Gynecology. Washington.
  2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23rd edition. Mc Graw Hill. New York.
  3. Evans, A. 2007. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
  4. Novak, Patricia D. 1995. Dorland’s Pocket and Medical Dictionary. 25th edition. WB Saunders Company. Philadelphia.
  5. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
  6. Kusumaningsih, Prita. 2011. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Qultum Media: Jakarta.
  7. Morning sickness : Cause, concerns, treatments. Baby Center. 2013. http://www.babycenter.com/morning-sickness?showAll=true

Cara Menghitung Usia Kehamilan dan Taksiran Persalinan

Kehamilan trimester 1 adalah masa kehamilan dari 0-12 minggu (0-3 bulan). Usia kehamilan dihitung dari hari pertama haid terakhir (HPHT), dan sekaligus bisa diketahui tanggal taksiran persalinan (TP) dengan menggunakan rumus dari Naegele. Caranya adalah:

Untuk mendapatkan tanggal TP:
Tanggal HPHT ditambah 7
Bulan dikurangi 3
Tahun ditambah 1

Misalkan tanggal HPHT adalah 1-4-2011, maka TP-nya adalah (1+7=8) / (4-3=1) / (2011+1=2012). Hasilnya menjadi = 8-1-2012 (sesuai dengan usia kehamilan 40 minggu)

pregnancy-due-date-calculator1035-x-1035-229-kb-jpeg-x

Yang sering jadi pertanyaan:

“Berarti saya hamilnya 10 bulan dong? Apa tidak kelamaan tuh?”
Tidak begitu. Waktu selama 40 minggu (10 bulan) itu dihitung dari HPHT. Sementara itu, pembuahan baru terjadi lebih kurang 2 pekan sesudah haid tersebut. Namun, tanggal berapa tepatnya pembuahan itu terjadi? Tak ada seorangpun yang mengetahuinya, kecuali pembuahan itu dilakukan di laboratorium, alias bayi tabung. Yang lebih objektif diamati adalah HPHT. Jadi, usia kehamilan sebenarnya menurut rumus Naegele tersebut adalah 9,5 bulan (atau 9 bulan 10 hari). Persalinan cukup bulan adalah dari 38-42 pekan. Jadi, bisa maju atau mundur 2 pekan dari tanggal TP.

“Bagaimana mungkin saya sekarang sudah hamil 10 pekan, padahal kami baru menikah 2 bulan?”
Hal ini bisa terjadi apabila setelah menikah, seorang istri belum pernah haid lagi, karena langsung terjadi pembuahan. Jadi, tanggal HPHT yang dipakai adalah saat sebelum menikah. Ini wajar saja. Bukan berarti bahwa sudah terjadi kehamilan sebelum menikah.

Pada trimester 1, terjadi perubahan-perubahan fisik sebagai akibat dari perubahan hormonal. Tidak hanya fisik, psikis pun turut mengalami perubahan. Keadaan ini sedikit banyak mempengaruhi tubuh ibu secara keseluruhan. Sehingga, tidak sedikit yang justru mengalami penurunan berat badan pada trimester 1 ini.

Di lain pihak, pembentukan organ-organ vital janin (yang memerlukan kecukupan gizi dan nutrisi) juga berlangsung pada trimester 1. Sehingga, meskipun terengah-engah menahan mual, muntah, dan penderitaan yang lain, para ibu hamil dimohon kebijaksanaannya untuk tetap makan dan minum yang bergizi. Tidak ada batasan dan larangan apapun terhadap jenis makanan yang dikonsumsi. Silakan berimprovisasi dengan tetap memerhatikan keseimbangan gizi. Ingatlah bahwa Anda kini tengah memperjuangkan janin yang juga sedang berjuang untuk hidup. Itulah yang harus Anda ingat saat mood makan Anda sedang buruk.

Depok, 28 Juni 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :
1. Chescheir, C. Nancy¸ et al. 2000. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. The Americal College of Obstetricians and Gynecology. Washington.
2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23rd edition. Mc Graw Hill. New York.
3. Evans, A. 2007. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
4. Novak, Patricia D. 1995. Dorland’s Pocket and Medical Dictionary. 25th edition. WB Saunders Company. Philadelphia.
5. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
6. Kusumaningsih, Prita. 2011. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Qultum Media: Jakarta.