Daycare dan Leukimia Akut: Apa Hubungannya?

Sejumlah ilmuwan dari Institut Riset Kanker di Universitas London menemukan hubungan antara penyakit Acute Lymphoblastic Leukimia (ALL), atau yang populer disebut leukimia akut, dengan tempat penitipan anak (daycare). Namun jangan khawatir bunda, keterkaitan yang ditemukan adalah hubungan yang positif dimana anak-anak yang mengikuti day-care pada fase awal kehidupannya cenderung tidak mudah mengidap penyakit leukimia, dibandingkan anak-anak yang terlalu dibatasi ruang bermainnya.

Penelitian yang dilakukan selama lebih dari 7 tahun ini menemukan bahwa jika anak sering mengalami kontak dengan virus atau bakteri penyebab infeksi ringan (batuk pilek, radang, dsb), maka anak tersebut akan lebih terlindungi dari penyakit leukimia.

sn-leukemia
Gambar menunjukkan sel darah tikus yang menjadi leukemia setelah disuntikkan dengan sel yang diperlakukan untuk keperluan stimulasi infeksi multipel. Warna menunjukkan pasangan kromosom. Pada sel yang abnormal ini terdapat 3 kopi kromosom 18 (MARKUS MÜSCHEN/UCSF)

Day care adalah tempat dimana seorang anak berinteraksi dengan banyak anak-anak lain dan disinilah kesempatan mendapatkan infeksi virus atau bakteri menjadi lebih tinggi. Logikanya, infeksi ringan yang berulang bisa melatih sistem kekebalan tubuh anak sehingga bisa menjadi lebih “tangguh” dari waktu ke waktu.

Mel Greaves, salah satu penulis dalam penelitian ini, menyatakan bahwa anak-anak yang “terlalu dilindungi” dari infeksi virus akan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih rentan terhadap leukimia. “Karena jarang terpapar oleh infeksi, sistem kekebalan tubuh anak-anak ini cenderung menimbulkan reaksi berlebihan (overreact) dan hal ini bisa memicu leukimia,” kata Greaves

Leukimia akut adalah suatu penyakit kelainan sistem kekebalan tubuh, dimana sel B dari sistem kekebalan tubuh kita tidak berkembang sedemikian rupa sehingga tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Sel B adalah bagian dari sistem kekebalan tubuh kita yang bertugas mencari “virus/bakteri” yang menyusup di aliran darah kita. Dalam tubuh penderita leukimia akut, produksi sel B cenderung meningkat dan menyerang sel tubuh normal karena menyangka sel normal tersebut sebagai bakteri“penyusup”.

leukemia
Leukemia (http://cdn3.dogomedia.com/)

Penelitian yang dilakukan oleh Greaves menemukan bahwa berubahnya tingkah laku sel B bisa dicegah dengan adanya infeksi ringan yang berulang. Atau jika ingin diumpamakan, kekebalan tubuh kita dilatih dengan beberapa kali “serangan” dari luar. Penelitian ini juga mendukung gagasan bahwa vaksinasi, atau mengenalkan antigen pada tubuh anak, memiliki dampak positif bagi kesehatan tubuh anak.

Dyna Rochmianingsih, S.Si (Science Journalist)

Tulisan sudah di tinjau oleh Hanifah Widiastuti, PhD.

Referensi

  1. Swaminathan S, Klemm L, Park E, Papaemmanuil E, Ford A, Kweon S-M, et al. Mechanisms of clonal evolution in childhood acute lymphoblastic leukemia. Nat Immunol [Internet]. 2015 May 18 [cited 2015 Jun 1];advance online publication. Available from: http://www.nature.com.ezlibproxy1.ntu.edu.sg/ni/journal/vaop/ncurrent/full/ni.3160.html2. Cornwall W. Study may explain mysterious cancer–day care connection. Science [Internet]. 2015 May 18 [cited 2015 Jun 1]; Available from:http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25985233
  2. Cornwall W. Study may explain mysterious cancer–day care connection. Science [Internet]. 2015 May 18 [cited 2015 Jun 1]; Available from: http://news.sciencemag.org/biology/2015/05/study-may-explain-mysterious-cancer-day-care-connection

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *