Demam dan Ruam Pada Anak

Ayah bunda mungkin pernah mengalami betapa pusingnya bila buah hati demam. Terlebih lagi jika muncul ruam kemerahan yang meluas pada kulit. Amat mungkin orangtua panik dan bertanya-tanya : apakah penyakit ini berbahaya? Menular? Ini campak atau bukan? Dan kegalauan lain yang sering disampaikan kepada dokter. Sebagai orangtua cerdas tentu ingin tahu, apa saja sih yang dapat membuat anak saya demam dan ruam?

Munculnya ruam kulit mendadak yang diikuti dengan demam atau gejala sistemik yang lain disebut dengan exanthema. Penyebab exanthem ini bermacam-macam, mulai dari infeksi, reaksi obat atau kombinasi dari keduanya. Namun, beberapa penyakit klasik yang dikenal ialah campak, demam skarlet, rubella, erythema infectiosum dan roseola infantum.1

Campak (Measles/Rubeola)

Campak disebabkan oleh virus dari genus Morbillivirus, famili Paramyxodiviridae. Penyakit campak menular lewat droplet atau tetesan air liur saat anak bersin dan batuk. Selain itu campak bisa ditularkan lewat udara meskipun lebih jarang.

Gejala
Demam, pilek, konjungitivits (peradangan pada selaput mata), bruntus merah dan bercak koplik’s (bintik-bintik putih di pipi bagian dalam)

Perjalanan penyakit
Masa inkubasi campak (Pertama kali anak terkena infeksi sampai timbul gejala) berlangsung sekitar 8-12 hari. Sedangkan masa penularan dimulai dari 5 hari sebelum muncul ruam sampai 4 hari setelahnya. Pertama kali timbul gejala anak biasanya mengalami demam, tidak enak badan, dan tidak nafsu makan. Kemudian diikuti dengan konjungtivitis, batuk, pilek dan munculnya bercak Koplik. Saat bercak Koplik memudar, muncul ruam merah disertai bruntus.

measles-boy-blotchyface
Campak (https://www.aap.org/en-us/PublishingImages/measles-boy-blotchyface.jpg)

Urutan bercak ini dimulai dari wajah, kepala, leher, sampai ke seluruh tubuh diikuti dengan pembengkakan kelenjar getah bening. Setelah 3-4 hari, ruam ini menjadi kecoklatan dan semakin lama-semakin hilang sesuai dengan urutan munculnya ruam. Ruam akan hilang dalam 6-7 hari sedangkan batuk masih bisa bertahan sampai 1-2 minggu.

Terapi :
Tidak ada terapi khusus untuk campak. Terapi hanya bersifat suportif misalnya obat penurun panas. Vitamin A biasanya diberikan untuk mencegah komplikasi defisiensi vitamin A dan xerophtalmia (selaput mata kering akibat kekurangan vitamin A).

Komplikasi :
Diare, infeksi salura nafas, otitis media (radang telinga tengah) dan radang otak (ensefalitis).

Pencegahan :
vaksin MMR.2–4

Demam Skarlet/Scarlatina

Demam skarlet merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri grup A Streptococcus. Penyakit ini sering dijumpai pada anak usia 5-12 tahun. Biasanya gejala demam skarlet relatif ringan namun perlu diobati dengan antibiotik untuk mencegah komplikasi jangka panjang.

Penyebaran :
Paling sering lewat droplet saat orang yang terinfeksi batuk, pilek atau berbagi alat makan yang sama. Bisa juga melalui kontak dengan infeksi kulit grup A streptococcus.

Gejala :
Tenggorokan yang radang dan sangat merah, demam tinggi, ruam merah kasar seperti amplas, ruam merah terang di lipatan kulit, lidah “strawberry” (merah dan berbintil), lapisan putih di lidah dan tenggorokan, sakit kepala, mual muntah, nyeri perut, pembengkakan kelenjar getah bening, sakit badan.

Perjalanan penyakit :
Masa inkubasi berlangsung 2-5 hari. Gejala dimulai dari demam, muntah nyeri perut, lidah bengkak, memerah dan berbintil “strawberry tongue” disertai lapisan putih. Ruam muncul 1-2 hari setelahnya dari leher, ketiak, selangkangan lalu seluruh tubuh. Awalnya bercak berupa ruam mulus kemerahan lalu berangsur muncul bruntus kasar seperti amplas. Bercak ini biasanya akan hilang selama 7 hari sampai beberapa minggu.

Terapi :
Antibiotik

Komplikasi :
Demam rematik, penyakit ginjal, otitis media (radang telinga tengah), infeksi kulit, abses tenggorokan, pneumonia (infeksi paru), arthritis (radang sendi).

Pencegahan :
cuci tangan dan jangan berbagi alat pribadi seperti alat makan, handuk, atau kain. Anak yang terkena demam skarlet harus izin sekolah paling tidak 24 jam setelah dimulai antibiotik.4,5

Rubella (Campak Jerman/ Campak 3 Hari)

Rubella merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dari golongan Togaviridae. Penyakit ini ditularkan melalui droplet cairan hidung dan mulut. Masa inkubasi berlangsung 2-3 minggu.

Pada anak gejala yang dialami biasanya ringan dan dicirikan oleh ruam merah disertai bruntus seluruh tubuh, pembengkakan kelenjar getah bening dan demam ringan. Ruam dimulai dari wajah, langsung menyebar di seluruh badan dalam 24 jam dan bertahan sekitar 3 hari. Oleh sebab itu, Rubella disebut campak 3 hari. Masa penularan yaitu 1 minggu sebelum ruam muncul sampai 1 minggu setelah ruam hilang.

Rash_of_rubella_on_back_(crop)
Rubella (CDC)

Terapi :
Suportif
Komplikasi :
Ensefalitis (radang otak), trombositopenia (trombosit rendah)
Pencegahan :
Vaksin MMR (Measles, Mumps, and Rubella)4,6,7

Erythema Infectiosum/Fifth Disease

Erythema Infectiosum ialah penyakit ruam ringan akibat infeksi dari Parvovirus B19. Penyakit ini ditularkan melalui kontak cairan saluran nafas, darah, dan transmisi vertikal dari ibu ke janin.Saat paling menular justru sebelum muncul ruam atau nyeri sendi. Masa inkubasi rata-rata 4-14 hari sampai 21 hari.

Perjalanan penyakit :
Biasanya gejala dimulai dari demam sumeng-sumeng, lemas, nyeri otot, sendi, dan sakit kepala. Sekitar 7-10 hari kemudian muncul ruam merah terang pada pipi yang dinamakan “slapped cheek” karena mirip seperti pipi habis ditampar. Ruam ini disertai pucat disekeliling bibir, ruam merah seperti renda yang gatal di badan lalu menyebar ke lengan, bokong dan paha. Warna merah pada ruam dipengaruhi oleh panas dan cahaya matahari.

Terapi

Terapi hanya bersifat suportif untuk meringankan gejala seperti menurunkan demam, mengurangi nyeri dan gatal.

Pencegahan :
Tidak ada vaksin yang dapat mencegah infeksi ini. Cuci tangan, menggunakan masker, menghindari orang yang sakit atau tinggal dirumah selama sakit dapat mengurangi penularan. 4,8,9

Roseola Infantum (Exanthem Subitum)

Penyebab penyakit ini ialah Human Herpesvirus 6 (HHV-6). Gejala muncul 9 sampai 10 hari setelah anak terinfeksi. Khasnya Roseola ialah demam tinggi 3-5 hari (bisa lebih dari 40oC) yang tiba-tiba turun lalu diikuti ruam merah. Ruam dimulai dari leher dan badan lalu meluas ke wajah serta ekstrimitas. Gejala lain yang mungkin muncul misalnya pembengkakan kelenjar getah bening, keluhan saluran cerna atau saluran nafas, dan radang gendang telinga.

Roseola_rash_edt
Roseola Infantum

Penularan HHV-6 paling sering dari peluruhan virus di sekresi cairan penderita saat tidak bergejala. Saat anak terkena Roseola dan menunjukkan gejala justru tidak menular. Sehingga tidak ada rekomendasi khusus untuk melarang anak ke luar rumah saat gejala timbul dengan alasan takut menularkan.

Terapi :
Bersifat suportif

Pencegahan :
Menjaga higiene dan cuci tangan. Tidak ada vaksin untuk Roseola.

Komplikasi :
Paling sering ialah kejang demam. Komplikasi lain ialah radang otak (ensefalitis), meningitis, dan penurunan trombosit. 4,10

Agustina Kadaristiana, dr. 

08/10/2015

Referensi
1. Lam JM. Characterizing viral exanthems. Pediatr Health. 2010;4(6):623–35.
2. Hayley Gans, MD, Yvonne A Maldonado, MD. Clinical manifestations and diagnosis of measles. 2015 Jul 8;
3. About Measles. CDC [Internet]. 2015 Feb 20; Available from: http://www.cdc.gov/measles/about/index.html
4. Carol J Baker, MD, FAAP. Red Book Atlas of Pediatric Infectious Diseases. 2nd ed. USA: American Academy of Pediatrics; 2013.
5. CDC Features – Scarlet Fever [Internet]. [cited 2015 Aug 10]. Available from: http://www.cdc.gov/features/scarletfever/
6. Morven S Edwards, MD. Rubella. Uptodate. 2015 Jul;
7. About Rubella. CDC [Internet]. 2014 Dec 17; Available from: http://www.cdc.gov/rubella/about/index.html
8. Fifth Disease. CDC [Internet]. 2012 Feb 14; Available from: http://www.cdc.gov/parvovirusb19/fifth-disease.html
9. Jeanne A Jordan, PhD. Clinical manifestations and diagnosis of parvovirus B19 infection. Uptodate. 2014 Dec 15;
10. Cécile Tremblay, MD, Michael T Brady, MD. Roseola infantum (exanthem subitum). Uptodate. 2015 Jun 4;

One thought on “Demam dan Ruam Pada Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *