Empeng itu Baik atau Tidak ya?

Kebiasaan bayi mengempeng merupakan satu isu yang kontroversial di kalangan orang tua baru belakangan ini. Para ahlipun berbeda pendapat tentang masalah ini. Kabar yang beredar menyatakan bahwa empeng itu berbahaya karena bisa merusak pembentukan rahang dan gigi. Empeng juga disinyalir bisa menghambat pembelajaran bayi untuk menyusui langsung kepada ibu.


Kenapa Bayi Mengempeng?

Umumnya bayi mempunyai insting untuk mengempeng untuk menenangkan dirinya sendiri sejak berada di dalam kandungan (sekitar 29 minggu). Bayi yang sedang mengempeng terkadang teramati melewati USG pada masa pemeriksaan prenatal. Kebiasaan ini berlanjut terutama dalam 6 bulan pertama kehidupan bayi pada lebih dari 80% bayi yang mengempeng walaupun mereka tidak lapar. Bayi biasanya mengempeng jempolnya, jari-jarinya yang lain, tangan, empeng (pacifier), atau benda lain seperti mainan dan selimut. Bayi cenderung mengempeng ketika dia lelah, takut, bosan, sakit atau menghadapi lingkungan baru seperti tempat penitipan anak. Bayi juga biasanya mengempeng ketika dia hendak tidur atau berusaha tidur kembali ketika terbangun tengah malam. Sebenernya, kemampuan menenangkan dirinya sendiri dengan mengempeng merupakan salah satu hal yang mendorong kemandiriannya untuk mampu mengatur perilaku dan emosinya sendiri. Kemampuan ini sangat penting bagi perkembangan bayi. Dengan mengempeng, bayi dapat membantu dirinya sendiri untuk merasa tenang tanpa bantuan. Bayi akan berhenti mengempeng ketika dia siap dan sudah menemukan hal lain untuk membuat dirinya tenang.

Apakah Mengempeng Berbahaya?

Asosiasi dokter gigi Amerika (ADA) menyatakan bahwa sebagian besar anak bisa mengempeng baik empeng (pacifier) atau jempolnya tanpa mempengaruhi susunan gigi atau rahangnya jika kebiasaan tersebut berhenti sebelum pembentukan gigi permanen (sekitar 6 tahun). Namun, kebiasaan mengempeng yang berkelanjutan dapat mempengaruhi perkembangan rahang dan susunan gigi (malocclusion). Anak yang mengempeng juga mengalami masalah dalam berbicara seperti salah pengucapan Ts dan Ds atau mendorong lidah keluar ketika berbicara. Efek kebiasaan mengempeng pada gigi dipengaruhi oleh frekuensi, kekuatan, dan lama mengempeng. Resiko kerusakan susunan gigi diperbesar oleh kebiasaan bayi yang menghisap empeng (pacifier) atau jempolnya dengan kuat. Anak yang hanya meletakkan jempolnya atau empengnya di mulut dengan pasif mempunyai resiko masalah gigi yang lebih rendah di kemudian hari.Efek yang ditimbulkan kebiasaan mengempeng pada gigi umumnya tidak permanen dan tidak menyebabkan masalah pada jangka panjang jika kebiasaan mengempeng dapat dihentikan pada usia dini. Oleh karena itu, sangat penting untuk menghentikan kebiasaan mengempeng ini sebelum gigi permanen tumbuh, para ahli merekomendasikan untuk mulai mengurangi kebiasaan ini ketika anak sudah berusia 3-4 tahun. Jika anak anda tergolong tipe yang mengempeng dengan kuat, anda bisa menghentikan kebiasaannya ketika anak anda berusia 3 tahun. JIka anda mengamati perubahan pada mulut atau gigi anak karena kebiasaan ini, segera hubungi dokter gigi anda.Jika jari anak terpengaruh oleh kebiasaan mengempeng ini, anda bisa mengoleskan pelembab pada jari ketika anak anda tidur.

Mana yang lebih baik, menghisap empeng (pacifier) atau jari?

Anak yang mengempeng empeng (pacifier) umumnya menghentikan kebiasaannya lebih cepat daripada anak yang mengempeng jari Anda bisa lebih mudah menghentikan kebiasaan mengempengnya dengan menjauhkan empeng (pacifier) dari anak jika anak sudah berusia di atas 1 tahun untuk memperkecil resiko anak mengempeng jempolnya. Akan tetapi, mengempeng jari memberi bayi kemandirian karena anak bisa langsung menghisap jarinya kapanpun dia merasa butuh untuk menenangkan dirinya sementara penggunaan empeng (pacifier) mengharuskan anda untuk terus menerus meletakkan empeng pada mulut bayi. Menaruh empeng (pacifier) pada mulut bayi terus menerus pada waktu yang lama diduga menyebabkan anak ketagihan empeng (pacifier) dan kebiasaan mengempeng makin sulit dihentikan.Pada tahun 2005, American Academy of Pediatrics (AAP) mempublikasikan hasil riset mereka yang merekomendasikan penggunaan empeng (pacifier) pada tahun pertama bayi untuk mengurangi resiko bayi mati mendadak (SIDS). Panduan penggunaan empeng (pacifier) menurut AAP:

  • Empeng hanya digunakan ketika bayi hendak tidur dan dilepaskan ketika bayi sudah tidur
  • Empeng tidak boleh dilapisi cairan manis
  • Empeng harus dibersihkan dan diganti secara teratur
  • Untuk bayi yang menyusui, penggunaan empeng sebaiknya ditunda hingga bayi berusia sebulan agar tidak mengganggu proses penyusuan
  • Empeng tidak boleh digunakan sebagai pengganti makanan ataupun susu, empeng hanya boleh digunakan ketika bayi tidak dalam keadaan lapar
  • Empeng yang digunakan harus mempunyai lubang ventilasi dan mempunyai dasar yang lebih besar dari mulut bayi untuk mencegah resiko tertelan
  • Empeng harus terbuat dari material yang aman, dan harus diganti ketika sudah ada tanda kerusakan. Jangan pernah menalikan empeng ke tali di boks bayi atau tali di sekitar leher atau tanga bayi.

Ketika mengenalkan empeng, carilah waktu ketika anda yakin bahwa bayi anda tidak lapar. Anda tidak perlu merasa khawatir jika bayi anda tidak menyukai empeng (pacifier) dan lebih memilih jarinya. Perlu diingat juga bahwa tidak semua bayi butuh mengempeng. Beberapa bayi sudah cukup puas dengan menyusu langsung atau menggunakan botol.

Bagaimana memberhentikan kebiasaan mengempeng?

Sebagian besar anak akan menghentikan kebiasaan mengempengnya ketika mereka sudah menemukan cara lain untuk menenangkan dirinya. Sebagai contoh, pada awal-awal kehadirannya, bayi akan menghisap jempolnya ketika merasa lapar. Semakin dia berkembang, dia bisa menyatakan keinginannya atau langsung mengambil makanan yang bisa diraihnya. Pada sebuah penelitian yang dilakuan Dr. T. Berry Brazelton, hanya 6% bayi yang masih mengempeng pada usia 1 tahun dan hanya 3% pada usia 2 tahun. Anak lain pada umumnya akan berhenti mengempeng ketika sudah bersekolah akibat tekanan teman-temannya.Anda bisa membantu anak anda untuk meninggalkan kebiasaan mengempeng ini. Kuncinya adalah mengetahui kapan dan penyebab kebiasaan ini sehingga anak bisa dialihkan perhatiannya ke hal lain. Ketika anda sudah bisa mengidentifikasi situasi dan kondisi yang mendorong anak anda mengempeng, alihkanlah perhatiannya dengan mainan yang menggunakan tangan secara aktif seperti bermain bola atau bermain boneka. Anda juga bisa berusaha menenangkan anak anda dengan mendekapnya, mengayunnya, bernyanyi untuknya, atau mendengarkan lagu yang menenangkan.Jika anak anda mengempeng ketika dia lelah, biarkanlah dia tidur siang lebih lama. Atau ketika anak anda mengempeng ketika merasa gelisah atau frustasi ajarilah mengungkapkan emosinya dengan kata-kata atau buatlah dia merasa lebih baik dengan mendekapnya.

Bersikap keras dan menghukum anak anda untuk menghentikan kebiasaan mengempengnya tidak akan membantu karena anak anda umumnya mengempeng dengan tidak sadar. Lagipula, bersikap terlalu keras juga bisa membuat anak anda merasa tidak nyaman dan mendorongnya untuk mengempeng lebih kuat. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak yang masih mengempeng pada usia 4 tahun sempat dilarang keras mengempeng oleh orang tuanya sebelumnya. Penelitian juga menunjukkan bahwa menarik paksa jari dari mulut anak ketika dia sedang mengempeng bisa mendorong anak anda mengempeng berkelanjutan hingga berusia lebih dari 5 tahun. Komentar negatif, bentakan, hukuman, pukulan juga hanya membuat anak anda semakin kuat mengempeng.

Jika kebiasaan mengempeng masih berlanjut sampai usia 4 tahun, anda mungkin harus berkonsultasi dengan dokter gigi anda untuk untuk mengevaluasi efek kebiasaan mengempeng pada gigi anak dan strategi untuk menghentikannya. Dokter gigi anak bisa merekomendasikan alat yang bisa digunakan di mulut sehingga anak akan merasa tidak nyaman untuk mengempeng.

Hanifah Widiastuti, PhD

SUMBER:

  1. www.babycenter.com/0_thumb-sucking_11574.bc
  2. www2.aap.org/ORALHEALTH/pact/ch8_sect1c.cfm
  3. www.childrenshealthnetwork.org/CRS/CRS/pa_thumbsuc_hhg.htm
  4. www.mayoclinic.org/healthy-living/childrens-health/in-depth/thumb-sucking/art-20047038?pg=2
  5. http://www.webmd.com/parenting/how-to-stop-thumb-sucking
  6. http://www.webmd.com/parenting/how-to-stop-thumb-sucking#

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *