Home birth, Amankah?

Tahukah Anda bahwa 30% ibu di Indonesia melakukan home birth atau bersalin dirumah? Salah satu alasan yang tidak bisa dipungkiri ialah kurangnya fasilitas atau transportasi di pedesaan. Namun, ada pula ibu yang melahirkan di rumah atau home birth karena pilihan. Menurutya, mereka merasa lebih nyaman, dekat dengan keluarga dan bisa “mengontrol” proses persalinan. Selain itu, biaya yang dikeluarkan juga jauh lebih murah dan ibu merasa aman karena terhindar dari prosedur medis yang menakutkan. Namun, apakah home birth menjadi pilihan yang aman untuk ibu bersalin?

Untitled

Home birth dari segi medis

Home birth memang masih kontroversi di kalangan medis. Pasalnya, melahirkan di rumah dinilai paling tidak aman dibandingkan dengan fasilitas kesehatan.

Departemen Kesehatan RI dan lembaga kesehatan dunia seperti WHO dan ACOG (The American College of Obstetricians and Gynecologists) telah memberi pernyataan bahwa home birth dapat beresiko bagi ibu dan janin. Penelitian juga menyebutkan bahwa, meskipun resiko absolutnya rendah, melahirkan di rumah berhubungan dengan peningkatan resiko kematian bayi 3x dibandingkan dengan di rumah sakit.

Alasan lain mengapa melahirkan di rumah kurang dianjurkan dari segi medis ialah:

  • Sulitnya memantau kondisi ibu dan janin secara berkala. Menjelang persalinan, mungkin dibutuhkan pemeriksaan penunjang seperti alat pantau kontraksi, USG, pemeriksaan darah, urin, dsb.
  • Lebih sulit menciptakan suasana steril di rumah. Padahal, menolong persalinan dan memotong tali pusar bayi sangat perlu alat dan perlakuan yang steril untuk mencegah infeksi.
  • Kemungkinan terjadi resiko terlambat mendapat pertolongan dari tenaga ahli bila ada kondisi yang tidak diharapkan dari ibu maupun janin

Bagaimana bila Ibu tetap ingin home birth?

Meskipun home birth tidak direkomendasikan, tenaga kesehatan akan tetap menghargai pilihan ibu. Namun, ada beberapa syarat agar home birth tetap aman bagi ibu dan janin:

  1. Ibu sudah diberi informasi dari tenaga kesehatan dan paham betul mengenai resiko melahirkan di rumah
  2. Kehamilan ibu selalu diperiksa oleh tenaga kesehatan
  3. Kandungan ibu tunggal (bukan kembar) dan cukup bulan
  4. Tidak ada penyakit serius pada ibu seperti diabetes, kelainan jantung, kelainan pembekuan darah, gagal ginjal, dsb.
  5. Tidak ada riwayat operasi caesar.
  6. Ibu dan janin sehat dengan kriteria:
    – Keadaan umum ibu baik
    – Tekanan darah normal <140/90 mmHg
    – Bertambahnya berat badan sesuai minimal 8 kg selama kehamilan (1 kg tiap bulan) atau sesuai   Indeks Masa Tubuh ibu
    – Bengkak hanya pada tungkai
    – Denyut jantung janin 120 – 160 kali/menit
    – Gerakan janin dapat dirasakan setelah usia kehamilan 18 – 20 minggu hingga melahirkan
    – Tidak ada kelainan riwayat obstetri
    – Ukuran rahim sesuai dengan usia kehamilan
    – Pemeriksaan fisik dan laboratorium dalam batas normal
  7. Tidak ada kelainan saat hamil yang serius seperti preeklampsia, pendarahan, ketuban pecah dini, dll.
  8. Tidak ada kontraindikasi melahirkan normal seperti plasenta previa, penyakit kelamin
  9. Persalinan ibu ditolong oleh tenaga kesehatan yang kompeten (bidan, perawat, dokter umum atau dokter kandungan)
  10. Persalinan tidak boleh ditolong oleh paraji/dukun beranak. Paraji tetap boleh mendampingi hanya sebagai dukungan emosional
  11. Wajib siapkan transportasi bila ada kejadian yang tidak diinginkan. Idealnya, ibu juga booking RS atau Rumah bersalin 24 jam dalam jarak 15 menit dari rumah.
  12. Setelah bersalin, ibu tetap dipantau kesehatannya oleh tenaga kesehatan.

Semoga ibu dan keluarga bisa mengambil keputusan yang bijaksana ya. Utamakan keselamatan ibu dan bayi. Semoga bermanfaat.

Agustina Kadaristiana, dr.

11/11/2015

Referensi

1. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan [Internet]. 1st ed. Indonesia: Departemen Kesehatan; 2013. Available from: http://www.searo.who.int/indonesia/documents/976-602-235-265-5-buku-saku-pelayanan-kesehatan-ibu.pdf
2. Commitee Opinion : Planned Home Birth. Am Coll Obstet Gynecol [Internet]. 2011 Feb;(467). Available from: http://www.acog.org/Resources-And-Publications/Committee-Opinions/Committee-on-Obstetric-Practice/Planned-Home-Birth
3. Eugene Declercq, PhD, Naomi E Stotland, MD. Planned home birth. Uptodate. 2015 Aug 19;
4. RISET KESEHATAN DASAR [Internet]. BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI; 2013. Available from: http://www.depkes.go.id/resources/download/general/Hasil%20Riskesdas%202013.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *