IMD (Inisiasi Menyusui Dini)

Awali pemberian ASI dengan inisiasi menyusui dini (IMD). Apa itu IMD? Ketika persalinan berlangsung, ada perubahan dramatis yang terjadi dalam psikologis ibu. Pada masa yang sangat singkat ini, ibu ingin segera mendekap bayinya yang masih basah oleh ketuban. IMD adalah membiarkan bayi menyusu sendiri segera setelah lahir. Bayi manusia ternyata mempunyai kemampuan untuk merangkak mencari payudara, menemukan putingnya, dan mulai menyusu. Hal ini terjadi apabila bayi mengalami kontak kulit langsung dengan ibunya.

Langkah-langkah IMD adalah:

  1. Begitu lahir, bayi diletakkan di perut ibu yang sudah dialasi kain kering.
  2. Tali pusat dipotong.
  3. Bayi kemudian ditengkurapkan di perut ibu, dan diselimuti di atas tubuh bayi. Dengan demikian, terjadi kontak kulit antara ibu dan bayi.
  4. Bayi dibiarkan dalam posisi demikian sampai menemukan payudara dan kemudian menyusu. Waktu yang dibutuhkan bayi untuk menemukan putting brevariasi, namun pada umumnya tidak lebih dari 1 jam.

inisiasi_dini

Manfaat dilakukan IMD:

  1. Mencegah hipotermia (kedinginan), karena dada ibu merupakan inkubator yang terbaik. Bahkan suhu badan ibu akan meningkat untuk memberikan kehangatan kepada bayinya.
  2. Ibu dan bayi merasa lebih tenang. Pernapasan dan detak jantung bayi lebih stabil. Bayi cenderung tenang dan jarang menangis, karena mendengar detak jantung ibu membuatnya merasa di dalam rahim.
  3. Saat bayi merangkak dan menjilat-jilat kulit ibunya, pada saat itulah terjadi pemindahan ‘bakteri baik’ dari kulit ibu yang ditelan bayi. ‘Bakteri baik’ ini akan berkembang biak membentuk koloni di usus bayi yang akan melindungi bayi dari bakteri jahat.
  4. Bonding (ikatan) antara ibu dan bayi akan lebih baik karena pada 1-2 jam pertama pasca kelahirannya, bayi dalam kondisi siaga.
  5. Bayi yang berkesempatan IMD akan lebih berhasil dalam program ASI eksklusif dan lebih lama disusui.
  6. Sentuhan tangan dan jilatan bayi pada putting susu dan sekitarnya akan merangsang pengeluaran hormon oksitosin. Oksitosin ini membuat rahim berkontraksi, sehingga membantu terlepasnya plasenta dan mencegah perdarahan pasca persalinan.
  7. Bayi yang mengalami IMD akan mendapatkan kolostrum lebih dini pula. Kolostrum ini adalah ASI yang pertama kali keluar, mempunyai kadar immunoglobulin yang tinggi. Immunoglobulin penting untuk memberikan daya tahan tubuh bayi terhadap infeksi.

Namun, dalam pelaksanaannya, proses IMD terkadang terkendala dengan hal-hal berikut:

Dari pihak ibu

  1. Ibu merasa lelah dan ingin istirahat saat proses persalinan selesai, termasuk proses perbaikan jalan lahir. Tak jarang memang, sebelum proses persalinan yang sebenarnya, ibu sudah merasa kesakitan, yang meski dalam skala ringan, namun cukup bisa mengganggu kepulasan tidur. Karenanya, baru sesaat memeluk bayi yang dilahirkannya (proses IMD), mereka pun sudah meminta agar bayi segera diangkat.
  2. Ibu merasa kesulitan memosisikan bayi di dadanya. Apalagi kalau di tangannya ada selang infuse.
  3. Merasa hopeless dengan pengalaman anak terdahulu, ketika ASI baru keluar setelah hari ketiga, atau para ibu yang memiliki putting payudara datar atau masuk ke dalam.

Dari pihak suami atau keluarga ibu bersalin

Mereka ingin segera tahu data-data bayi yang baru lahir. Misalnya, berat berapa? Panjang berapa? Mereka ingin segera memberikan kabar gembira ini kepada sanak keluarga yang lain. Tidak jarang, saat mendampingi istrinya, sang suami masih disibukkan dengan ponsel. Karena itu, persiapkan diri dan suami apabila memang menginginkan IMD atau bersalin di tempat yang melaksanakan IMD.

Depok, 10 Juli 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :

1. Chescheir, C. Nancy¸ et al. 2000. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. The Americal College of Obstetricians and Gynecology. Washington.
2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23rd edition. Mc Graw Hill. New York.
3. Evans, A. 2007. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
4. Novak, Patricia D. 1995. Dorland’s Pocket and Medical Dictionary. 25th edition. WB Saunders Company. Philadelphia.
5. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburgh.
6. Kusumaningsih, Prita. 2011. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Qultum Media: Jakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *