Waspada Infeksi MERS

Melepas kepergian Haji memang bukan perkara mudah. Selain umat Islam perlu berserah diri meninggalkan rutinitas semata-mata untuk ibadah, ditambah dengan tantangan yang mungkin dihadapi di tanah suci. Salah satu tantangan jamaah haji tahun ini ialah infeksi MERS.

Dalam seminggu terakhir dilaporkan 49 kasus positif MERS di Arab Saudi. Peningkatan kasus ini cukup menggelisahkan mengingat rombongan Haji sudah mulai berdatangan termasuk jamaah dari Indonesia. Tapi tidak perlu panik, bila Anda atau keluarga akan menjalankan Haji tahun ini, tidak ada salahnya bila kita persiapkan yang terbaik untuk tetap fit dan terbebas dari MERS.1,2

Apa itu MERS?

MERS (Middle East Respiratory Syndrome) merupakan penyakit gangguan pernafasan yang disebabkan oleh coronavirus yang disebut MERS-CoV. Penyakit ini pertama kali di laporkan di Saudi Arabia tahun 2012.3,4

Apa gejala MERS?

Gejala MERS bervariasi dari yang ringan sampai berat. Namun, mayoritas pasien yang terinfeksi virus MERS-CoV mengalami gangguan saluran pernafasan berat seperti demam tinggi, menggigil, batuk, batuk darah nyeri tenggorokan dan sesak nafas dimana 30% diantaranya meninggal dunia. Keluhan lain bisa berupa diare, muntah dan nyeri perut.3

Bagaimana cara penularan MERS?

Saat ini diduga kuat penularan infeksi MERS dapat melalui manusia atau hewan. Yaitu :

  • Kontak langsung dengan penderita MERS (berada dalam jarak 2 meter dalam satu ruangan dengan periode yang lama)
  • Terkena tetesan bersin atau droplet batuk
  • Memegang hidung, mulut atau mata setelah kontak dengan perlengkapan pasien yang terinfeksi
  • Kontak langsung dengan unta terutama yang berpunuk satu.3,5

Adakah terapi atau vaksin untuk MERS?

Sampai saat ini belum ada antivirus dan vaksin untuk mengatasi MERS. Terapi hanya bersifat meringankan gejala. 3,5

Perlukah kita membatalkan perjalanan ke semenanjung Arab dengan tujuan apapun?

CDC (Centers for Disease Control and Prevention) tidak merekomendasikan untuk membatalkan rencana perjalanan ke Timur Tengah (termasuk Saudi Arabia) karena MERS. Namun, penting diketahui langkah-langkah pencegahan MERS bagi yang akan berkunjung ke daerah ini.3

Bagaimana mencegah penularan penyakit MERS?

mersinfographic

Pencegahan penyakit MERS tidaklah sulit. Caranya adalah :

  • Seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air. Jika tidak ada sabun dan air, gunakan hand sanitizer berbahan dasar alkohol.
  • Hindari menyeka mata, hidung dan mulut karena kuman menyebar dengan cara ini.
  • Hindari kontak dekat dengan orang sakit.
  • Gunakan masker (direkomendasikan masker jenis N95)
  • Lakukan vaksin dasar sebelum umroh/haji (vaksin influenza dan meningitis). Meskipun belum ada vaksin untuk MERS, kedua vaksin ini membantu mencegah infeksi lain yang gejalanya menyerupai MERS.
  • Jamaah yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes, bronkitis, dll harus konsutlasi terlebih dahulu dengan petugas medis sebelum berangkat.
  • Hindari kontak dengan unta atau hewan lain selama di Arab. Bila terjadi kontak, langsung cuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer.
  • Hindari konsumsi daging yang tidak matang sempurna atau susu yang belum dipasteurisasi.
  • Lakukan pola hidup sehat dan bersih seperti selalu menjaga kebersihan badan dan makanan/minuman. 2-5

Jika kita sakit :

  • Tutup mulut dengan tisu ketika batuk atau bersin dan buanglah tisu ini langsung pada tempat sampah. Jangan gunakan tisu yang sama lebih dari sekali. Jangan bersin langsung ke kulit tangan karena virus akan tetap hidup dan berpindah ke tangan. Bila tidak ada tisu, bersin atau batuklah ke kain lengan baju karena virus tidak bisa hidup di serat kain.
  • Hindari kontak yang dekat dengan orang lain untuk mengurangi penularan
  • Bila sakit saat bepergian, temui sarana medis terdekat.
  • Temui dokter bila mengalami demam, batuk, sesak nafas dalam 14 hari setelah mengunjungi Timur Tengah. 2,3,6

Semoga bermanfaat.. Selamat menjalankan ibadah Haji bagi yang melaksanakannya..

Agustina Kadaristiana,dr.

Publikasi pertama Jun 2, 2014,  revisi terakhir 27 Agustus 2015

Referensi :
1. Why worries about a MERS virus outbreak at the Hajj are probably overblown [Internet]. Vox. [cited 2015 Aug 27]. Available from: http://www.vox.com/2015/8/25/9207157/mers-hajj
2. Kingdom of Saudi Arabia – Ministry of Health Portal [Internet]. [cited 2015 Aug 27]. Available from: http://www.moh.gov.sa/en/
3. Middle East Respiratory Syndrome (MERS). CDC [Internet]. 2015 Jul 6; Available from: http://www.cdc.gov/coronavirus/mers/about/index.html
4. WHO | Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) [Internet]. WHO. [cited 2015 Aug 27]. Available from: http://www.who.int/emergencies/mers-cov/en/
5. Kenneth McIntosh, MD. Middle East respiratory syndrome coronavirus. Uptodate. 2015 Aug 24;
6. WHO | Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) [Internet]. WHO. [cited 2015 Aug 27]. Available from: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/mers-cov/en/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *