Keluhan yang sering dialami Ibu Saat Hamil Muda

Halo mommies.. Saat pertama melihat tanda garis dua pada testpack tentu rasanya campur aduk ya 🙂 Bahagia, penuh cinta, bersemangat, tapi juga ada rasa khawatir dengan adanya perubahan ini. Kehamilan tidak jarang memberi tantangan sendiri. Terlebih lagi pada saat hamil muda.  Apa saja sih keluhan yang sering dialami ibu hamil saat trimester pertama?

Keluhan Fisik Saat ibu Saat Hamil Muda

1. Mual dan muntah

Mual atau morning sickness adalah gejala yang paling sering dirasakan oleh wanita yang hamil muda, istilah untuk ibu hamil pada trimester pertama. Bahkan, rasa mual ini diidentikkan dengan adanya kehamilan. Adalah mengherankan, namun sekaligus disyukuri apabila seseorang hamil tanpa mual. Rasa mual terutama pada pagi hari yang dialami oleh wanita hamil diakibatkan oleh peningkatan hormon Beta HCG, hormon estrogen, indra penciuman dan perasa yang semakin sensitif, bahkan stres. Untuk mengurangi rasa mual, ibu bisa mengkonsumsi makanan dalam porsi kecil tapi sering, menghindari makanan merangsang dan bisa  mengiritasi (makanan pedas, asam, gorengan) dan coba relaksasi atau istirahat yang cukup.

642x361_IMAGE_1_7_Remedies_for_Morning_Sickness

2. Sakit kepala

Rasa nyeri yang menetap atau berdenyut pada kepala bisa timbul spontan atau dipicu dengan muntah. Sebagian orang memaknai sakit kepala dengan pusing. Pusing menggambarkan rasa berputar dan berkunang-kunang. Pada derajat ringan, kondisi ini tidak dirasakan mengganggu aktivitas. Dengan sedikit istirahat, keluhan dapat hilang dengan sendirinya.

3. Rasa lelah

Rasa lelah pada kehamilan trimester pertama disebabkan oleh menurunnya metabolisme basal. Sejalan dengan makin tuanya kehamilan (biasanya diiringi dengan makin aktifnya janin), maka metabolisme tersebut akan meningkat, sehingga ibu dapat menjadi lebih segar. Terkadang, rasa lelah ini juga disertai rasa mudah mengantuk. Hal ini sering menjadi masalah bagi ibu yang bekerja di kantor.

4. Perubahan emosi

Kebanyakan yang mengeluhkan masalah emosional ini adalah pasangan. Tak jarang si ibu hamil pun mengadukan permasalahan yang serupa. Tidak ada yang salah dalam hal ini. Saat hamil muda, kadar hormon esterogen dan progesterone meningkat. Perubahan tersebut akan memengaruhi neurotransmitter di otak dan membawa sebuah keadaan perubahan emosi yang tak menentu. Kondisi ini dapat dipicu atau diperberat apabila terjadi kelelahan fisik.

5. Nyeri punggung

Nyeri punggung biasanya dimaknai dengan rasa pegal yang menetap di area punggung bawah atau sedikit ke arah pinggang. Walau nyeri terkadang ringan saja, tak jarang membuat tidak nyaman saat beraktivitas. Penyebab nyeri bisa bermacam-macam, namun yang umum pada saat kehamilan adalah adanya perubahan poros tubuh. Pada saat hamil, tulang belakang lebih melengkung ke arah depan (hiperlordosis).

6. Nyeri perut bawah

Biasanya sehabis bersin, ibu hamil akan merasakan nyeri yang menusuk di perut bawah, agak ke samping. Bisa di sebelah kiri bawah atau kanan bawah. Anehnya, nyeri tersebut hanya berlangsung beberapa detik. Setelah itu hilang. Memang, ibu hamil trimester 1 akhir atau trimester 2 terkadang merasakan sensasi nyeri tajam yang berlangsung singkat disamping rahim. Nyeri tersebut disebabkan oleh regangan ligamentum rotundum atau round ligament yang terjadi saat ada peningkatan tekanan yang mendadak di rongga perut, seperti bersin, batuk, atau tertawa terbahak-bahak.

7. Sering berkemih

Meskipun tidak terlalu mengganggu, hampir semua ibu hamil mengeluhkan hal ini. Sebenarnya, sering berkemih bisa dianggap normal, lagipula ini hanya merupakan kondisi sementara. Posisi rahim tepat berada di belakang kandung kemih. Saat rahim membesar, maka kandung kemih akan tertekan. Wajar saja bila kemudian timbul rasa ingin berkemih yang sering.

8. Jerawat dan gangguan kulit

Tiba-tiba saja, beberapa butir jerawat bermunculan di wajah yang tadinya mulus. Bahkan, tidak hanya di wajah, punggung pun turut mendapatkan jatah ketumbuhan jerawat. Hormon yang bertanggungjawab terhadap munculnya jerawat (acne vulgaris) ini adalah progesteron, yang berakibat semakin aktifnya kinerja kelenjar sebasea.

Permasalahan yang dipaparkan pada artikel ini memang tidaklah mutlak. Anda bisa saja tidak mengalaminya, atau ada yang mengalaminya tetapi malah bukan pada trimester pertama. Hal yang terpenting Ibu tahu trik nya mengatasi masalah ini. Jangan lupa konsultasikan ke bidan atau dokter selalu bila ada gejala yang dirasa semakin berat.

Depok, 29 Juni 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :

  1. Chescheir, C. Nancy¸ et al. 2000. Planning Your Pregnancy and Birth. 3rd edition. The Americal College of Obstetricians and Gynecology. Washington.
  2. Cunningham, G, et al. 2010. William Obstetrics. 23rd edition. Mc Graw Hill. New York.
  3. Evans, A. 2007. Manual Obstetrics. Lippincot Williams and Wilkins. Philadelphia.
  4. Novak, Patricia D. 1995. Dorland’s Pocket and Medical Dictionary. 25th edition. WB Saunders Company. Philadelphia.
  5. Oats J, Abraham S, Lwellyn. 2010. Jones Fundamentals of Obstetrics and Gynecology. Mosby Elsevier. Edinburg.
  6. Kusumaningsih, Prita. 2011. Membentangkan Surga di Rahim Bunda. Qultum Media: Jakarta.
  7. Morning sickness : Cause, concerns, treatments. Baby Center. 2013. http://www.babycenter.com/morning-sickness?showAll=true

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *