Keterampilan Motorik Anak

Keterampilan motorik adalah kemampuan melakukan gerakan-gerakan sadar dan terkoordinasi. Keterampilan motorik ditandai dengan berkembangnya pengendalian gerakan tubuh melalui kegiatan yang terkoordinir. Keterampilan motorik seorang anak sangat ditentukan faktor-faktor berikut:

  1. Perkembangan organ otak anak.
    Otak merupakan pusat koordinasi dari aktivitas motorik yang disadari. Sehingga apabila perkembangan otak terganggu, ada kemungkinan aktivitas gerak anak juga terganggu.
  2. Kemampuan anak mempersepsikan sesuatu di lingkungannya
    Pada tahap awal, kemampuan motorik anak sebenarnya perwakilan dari hasrat anak terhadap sesuatu. Misalkan, ketika anak melihat sebuah benda yang menarik perhatiannya, benda itu dipersepsikan dalam otaknya untuk dimainkan.
  3. Proses kematangan fisik anak.
    Perkembangan kemampuan anak terjadi secara bertahap.Tidak mungkin anak usia 6 bulan sudah langsung dapat berjalan.
  4. Kelengkapan organ tubuh anak
  5. Jenis kelamin. Pada anak laki-laki, kemampuan fisik yang bersifat atletis seperti berlari, melompat, dan melempar, lebih baik dibandingkan dengan anak perempuan.

Untuk lebih jelas, berikut beberapa manfaat atas pencapaian keterampilan motorik anak:

  1. Melalui keterampilan motorik, kepercayaan diri anak sedang diasah dan dimunculkan
  2. Dirinya akan merasa terhibur dan senang
  3. Menjadi sarana sosialisasi dan pergaulan anak
  4. Sesungguhnya anak sedang merintis jalan menuju pembentukan dan perkembangan kepribadiannya.

Jenis keterampilan motorik:

1. Motorik halus

Gerakan yang menggunakan otot-otot halus atau sebagian anggota tubuh tertentu untuk melakukan gerakan-gerakan kecil. Kemampuan ini dipengaruhi kesempatan yang diperoleh anak untuk belajar dan berlatih melakukan gerakan-gerakan itu. Misalnya, kemampuan menggenggam, memindahkan benda dengan jari jemarinya, mencoret-coret, menyusun balok, menyuap sendiri makanan ke dalam mulut, menulis, menggambar, menggunting, dan sebagainya.

2. Motorik kasar

Gerakan tubuh yang menggunakan otot-otot besar untuk melakukan gerakan-gerakan besar. Kemampuan dari gerakan ini dipengaruhi oleh proses perkembangan kematangan organ-organ tubuh anak itu sendiri. Misalnya,tengkurap, mengangkat leher, duduk, berdiri, berjalan, berlari, menendang, naik atau turun tangga, memanjat, mengayuh sepeda dan sebagainya.

Cara yang dapat ditempuh agar perkembangan motorik halus dan kasar anak berkembang baik antara lain:

  1. Memberi stimulasi (rangsangan) pada motorik halus maupun motorik kasarnya
  2. Memberikan gizi yang cukup dan seimbang pada anak
  3. Menyediakan lingkungan yang mendukung

Depok, 5 April 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :
1. Barbara J Roeber, et al. 2012. Gross Motor Development in Children Adopted from Orphanage Settings. Departement of Psychology, University of Wisconsin-Madison.
2. Thomas Schack, et al. 2011. Representation and Anticipation in Motor Action. Faculty of Psychology and Sport Sciences, Bielefeld University, Germany.
3. Bartlomiej, Maria. 2012. Development of Selected Motor Skills in Boys and Girls in Relation toTheir Rate of Maturation – A Longitudinal Study. University School of Physical Education. Polandia.
4. Eveline, Nanang. 2010. Panduan Pintar Merawat Bayi dan Balita. Jakarta : Wahyu Media. Pg 184

Gambar diunduh dari:

http://www.smartfirstgraders.com/image-files/boycutting.jpg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *