Kiat Aman Mengajarkan Puasa Pada Anak

Marhaban ya Ramadhan πŸ™‚ Hanya dalam hitungan hari umat Islam seluruh dunia akan merayakan bulan puasa. Tak terkecuali anak-anak yang ikut meramaikan dengan pesantren, pergi tarawih sampai ikut berpuasa. Meskipun anak yang belum puber tidak wajib berpuasa, seringkali orangtua ingin melatih anak berpuasa dari sejak dini. Lalu apa saja yang perlu ayah bunda perhatikan sebelum mengajak si kecil ibadah shaum?

Kenali Dampak Kesehatan Puasa Pada Anak

Anak bukanlah ‘dewasa kecil’. Saat anak-anak terjadi proses pertumbuhan yang aktif-aktifnya. Sehingga perbedaan antara anak-anak dan dewasa bukan hanya terletak pada ukuran tetapi juga pada proses metabolisme. Termasuk salah satunya perbedaan respon tubuh anak saat berpuasa. Beberapa hikmah mengapa anak tidak diwajibkan berpuasa misalnya:

  1. Semakin muda usia anak, semakin mudah terkena hipoglikemia (kurang gula darah). Fakta ini didapatkan dari penelitian yang melibatkan 167 anak sehat untuk melakukan puasa makan namun boleh minum. Subjek penelitian dikelompokkan menjadi 3 berdasarkan umur (0-2 tahun; 2-7 tahun; >7tahun). Lalu, anak-anak tersebut dites hasil darahnya pada jam-jam tertentu. Hasilnya, semakin muda usia anak, semakin cepat tubuhnya mengalami hipoglikemia (kurang gula darah) saat puasa. 1
  2. Proses pemecahan simpanan gula dalam tubuh lebih cepat dialami anak yang lebih kecil. Hal ini diduga sebagai respon dari lebih cepatnya gula darah menurun pada anak kecil yang berpuasa. 1
  3. Penurunan kadar Hemoglobin dan zat besi yang signifikan pada anak praremaja (usia 9-12 tahun) di minggu terakhir Ramadan. 2
  4. Penurunan jumlah jam tidur. Semakin dini usia anak, semakin besar pula kebutuhan tidurnya. Bangun sahur dan solat tarawih dapat memperpendek jam tidur anak. Meskipun kualitas tidur bisa tidak terganggu bila anak tidur di siang hari atau anak membalas tidur setelah bulan Ramadan selesai. 2
  5. Perubahan kognitif. Hasil riset menyebutkan bahwa anak pra remaja (9-12 tahun) mengalami penurunan fokus pada minggu ke-4 Ramadan. Hal ini mungkin mempengaruhi performanya di sekolah. 2
32-muslims-photo-ramadan-2011
Shaum anak (http://www.ummahweb.net/?p=4048)

Lalu bolehkah saya mengajak berpuasa?
Tentu banyak pertimbangan penting dari orang tua ketika ingin mengajarkan anaknya berpuasa. Sehingga keputusan mengajak anak berpuasa sepenuhnya ada di tangan orangtua. Namun, penting sekali untuk memahami kondisi anak baik mental maupun fisik. Agar anak dapat mencerna pendidikan puasa ini sesuai kemampuannya.

Kapan waktu yang aman mengajarkan anak berpuasa?
Bila sudah puber, anak sudah diwajibkan puasa dan sudah dinilai aman untuk berpuasa penuh layaknya orang dewasa. Sebelum puber, usia bisa dimulai berpuasa tergantung pada kondisi masing-masing anak. Namun, menurut panduan puasa sehat dari National Health Services United Kingdom, anak di bawah usia 6-7 tahun tidak dianjurkan berpuasa penuh. Alternatifnya, mereka dapat diajarkan untuk ‘mencicipi’ puasa beberapa jam atau separuh hari. 3

Tips Aman Mengajak Anak Berpuasa4–6

  • Utamakan makna. Mulailah bercerita mengenai makna puasa pada anak sejak dini agar anak dapat lebih ringan menjalani puasa saat ia sudah siap. Salah satu ide yang mungkin mudah ditangkap anak ialah mengajarkan arti puasa sebagai ibadah sosial. Saat puasa kita dapat memahami rasa lapar yang sehari-hari dirasakan kaum dhuafa. Baik sekali bila orangtua mengajak anak melihat langsung ke panti asuhan atau lingkungan dhuafa sambil bersedekah atau berbuka bersama.

sedekah2

  • Jadikan puasa momen menggembirakan. Bila anak fokus pada aktivitas menahan lapar dan haus, tentu akan terasa berat. Katakan pada anak bahwa puasa ialah bulan yang penuh bonus dan pahala. Ajak anak untuk menyambut Ramadan dengan hal-hal menggembirakan seperti dekor rumah, mengajak belanja makanan untuk berbuka, ngabuburit ke masjid, dll. Buat suasana agar anak dengan sendirinya tertarik untuk ikut ibadah di bulan Ramadan.
0206dafc1fbe0268c37ef7b6a91ff103
https://www.pinterest.com/explore/ramadan-decorations/
  • Ajarkan puasa secara bertahap. Balita tidak disarankan untuk berpuasa penuh sekaligus. Sehingga anda bisa memulai dari mengajak sahur atau berbuka saja sampai puasa beberapa jam. Terus pantau kondisi anak selama berpuasa dan konsultasikan ke dokter bila anak anda memiliki penyakit penyerta.
  • Peduli pada emosi. Ibadah puasa bukan serta merta menahan lapar dan haus. Ajari anak bersikap sabar dan jujur.
  • Alihkan saat lapar.Β Saat di siang hari, Anda bisa mengajaknya bermain atau tidur agar anak bisa lupa sejenak dengan laparnya.
  • Kenali tanda ia perlu berbuka. Anak prapubertas cukup rentan terhadap hipoglikemia atau kurang gula. Tanda ia dehidrasi atau kurang gula ialah lemas, rewel, kurang responsif, menggigil, tidak keluar air mata saat menangis sampai pingsan. Bila ada tanda-tanda demikian sebaiknya lekas berbuka.
  • Sediakan makanan bergizi dengan porsi sesuai. Kebutuhan nutrisi anak saat berpuasa tidaklah berubah dengan nutrisi sehari-hari. Hati-hati dengan asupan berlebih akibat ‘balas dendam’ saat berbuka. Hal ini benar terjadi dan sudah dibuktikan dari penelitian bahwa pada bulan Ramadan asupan kalori anak malah meningkat.2
  • Pahami kebutuhan tidur. Saat ramadan waktu tidur anak mungkin berkurang karena sahur atau tarawih. Ajak anak tidur siang untuk mengkompensasi tidur malam.
  • Beri penghargaan, hindari tekanan. Pahami bahwa beribadah ialah proses belajar. Hindari memaksa atau menekan anak bila belum bisa bangun sahur atau ikut puasa. Beri ia penghargaan dan apresiasi atas peningkatan usahanya agar anak senang dan bisa beribadah dengan sukarela.

Bagaimana dengan ayah bunda? Bagikan pengalaman Anda mengajak anak berpuasa pada kolom komentar di bawah ini ya πŸ™‚ Semoga bermanfaat…

Agustina Kadaristiana, dr, Kiki Barkiah

Modifikasi terakhir : 05/27/2015

Referensi

1. Veen MR van, Hasselt PM van, Velden MGM de S der, Verhoeven N, Hofstede FC, Koning TJ de, et al. Metabolic Profiles in Children During Fasting. Pediatrics. 2011 Apr 1;127(4):e1021–7.
2. Farooq A, Herrera CP, Almudahka F, Mansour R. A Prospective Study of the Physiological and Neurobehavioral Effects of Ramadan Fasting in Preteen and Teenage Boys. J Acad Nutr Diet [Internet]. [cited 2015 May 25];0(0). Available from: http://www.andjrnl.org/article/S221226721500163X/abstract
3. Dr Razeen Mahroof, BM, MRCP(UK), FRCA, Dr Rizwan Syed, BM, DRCLG, Dr Ahmed El-Sharkawy, BM, MRCP(UK), Tehseen Hasan, BSc(Hons), Sahra Ahmed, MPharm, Dr Fuad Hussain. Ramadhan Health Guide [Internet]. Communities in Action; 2007. Available from: http://www2.warwick.ac.uk/services/equalops/resources/a_guide_to_healthy_fasting.pdf
4. 99 Tips to Help Kids Fast during Ramadan [Internet]. American Muslim Mom. [cited 2015 May 27]. Available from: http://americanmuslimmom.com/99-tips-kids-fast-ramadan
5. [Ramadan Series] 10 Tips to Help Moms Make Ramadan Fun for Kids [Internet]. ProductiveMuslim.com. [cited 2015 May 27]. Available from: http://productivemuslim.com/10-tips-to-help-moms-make-ramadan-fun-for-kids/
6. TanyaDok.com | Kapan Puasa Untuk Anak Dimulai, Dok? | Page 3 of 3 [Internet]. TanyaDok.com. [cited 2015 May 27]. Available from: http://www.tanyadok.com/anak/kapan-puasa-untuk-anak-dimulai/3/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *