Kiat Aman Naik Pesawat Bersama Balita

Musim liburan baru saja tiba. Apakah Anda merencanakan akan membawa si kecil traveling dengan menggunakan pesawat terbang? Mungkin ada beberapa orangtua yang khawatir membawa anaknya, terutama bayi, bepergian menggunakan pesawat terbang. Banyak mitos yang beredar bahwa bayi tidak boleh naik pesawat terbang sampai usia tertentu. Namun kenyataannya, di zaman yang semakin maju ini, bepergian dengan pesawat terbang serta membawa bayi adalah hal yang tidak bisa dihindari dan seringkali dihadapi para orangtua. Untuk itu ada baiknya kita mengetahui hal-hal yang perlu diperhatikan selama perjalanan melalui udara, demi keselamatan buah hati kita.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membawa bayi bepergian melalui udara:

  • Usia bayi. Pada umumnya, usia tidak mempengaruhi kesanggupan bayi untuk melakukan perjalanan udara. Namun pada dasarnya, bila perjalanan dirasa tidak urgent, dokter akan menyarankan bayi yang baru saja lahir untuk tidak bepergian sampai usia tertentu. Untuk hal ini, ada baiknya konsultasikan kondisi si kecil kepada dokter yang ahli.
  • Telinga bayi. Perubahan tekanan kabin selama penerbangan menyebabkan perubahan tekanan sementara dalam telinga tengah, yang dapat menyebabkan rasa sakit di telinga. Untuk itu, bayi sebaiknya menyusu pada ibunya atau menggunakan botol / dot saat lepas landas dan mendarat. Infeksi telinga biasanya tidak menimbulkan masalah selama perjalanan udara. Namun jika bayi anda dalam keadaan sakit, ada baiknya konsultasikan kepada dokter, apakah memungkinkan untuk melakukan perjalanan atau harus ditunda.
  • Pernapasan bayi. Selama penerbangan, tekanan udara di dalam kabin pesawat lebih rendah dari tekanan udara di darat. Meskipun perubahan sementara kadar oksigen ini tidak menimbulkan masalah bagi bayi yang sehat, namun jika kondisi pernapasan bayi bermasalah, dokter anak akan menyarankan untuk pemberian tambahan oksigen pada bayi. Jika bayi lahir prematur dan memiliki riwayat penyakit paru-paru, dokter biasanya menyarankan untuk menunda perjalanan udara sampai usia satu tahun atau lebih.
  • Kursi keselamatan bayi. Pada umumnya, car seat bayi telah memenuhi syarat untuk digunakan pada perjalanan udara. Maskapai penerbangan biasanya memperbolehkan bayi untuk dipangku selama perjalanan, namun Federal Aviation Administration merekomendasikan agar anak duduk di kursi sendiri dengan sabuk pengaman. Jika anda tidak membeli tiket tersendiri untuk anak anda, tanyakan jika sudah berada di dalam pesawat kepada awak kabin, apakah memungkinkan untuk menempati kursi yang kosong agar anak anda bisa mempunyai kursi sendiri, lebih baik lagi jika mempunyai sekat (pada pesawat tertentu).
  • Obat-obatan atau alat P3K. Simpan obat-obatan atau alat P3K yang mudah dalam tas jinjing yang mudah dijangkau. Jangan masukkan di dalam bagasi atau kabin karena sulit di akses bila sewaktu-waktu diperlukan.

Bepergian dengan Bayi naik Pesawat

Bila Si Kecil Rewel

Di antara hal-hal yang menjadi perhatian orangtua ketika membawa bayi bepergian dengan pesawat terbang, yang paling mengkhawatirkan adalah ketika si kecil rewel selama perjalanan. Namun, pengalaman penulis, bayi tersebut rewel karena ada hal-hal yang membuatnya tidak nyaman dan bosan. Untuk itu, ada beberapa tips yang mungkin bisa dipertimbangkan para orangtua:

  • Siapkan barang-barang yang penting untuk bayi anda dalam satu tas khusus, berisi segala makanan, minuman (ASI perah atau susu formula) dan mainan. Hal ini dapat memudahkan orangtua mengambil barang yang dibutuhkan si kecil dengan segera. Adapun beberapa jenis mainan diharapkan dapat mengalihkan perhatiannya dan membuat tenang selama perjalanan.
  • Ganti popok bayi anda sebelum naik pesawat agar si kecil merasa lebih nyaman.
  • Berilah makanan pada bayi saat pesawat mulai lepas landas dan akan mendarat, karena hal ini dapat membantu mengurangi perubahan tekanan udara ditelinga yang sering kali mengganggu. (Untuk bayi yang masih mendapat ASI lebih baik langsung menyusu pada ibunya ketika lepas landas dan mendarat).
  • Lakukan apa yang biasa anda lakukan di rumah untuk menenangkan si kecil. Jangan khawatir untuk berjalan-jalan di gang pesawat apabila perlu, namun pastikan hal tersebut dilakukan pada saat pesawat dalam keadaan aman.
  • Tetaplah tenang di segala situasi, karena semakin anda terlihat gelisah dan panik semakin bayi anda akan terus menangis. Jangan khawatir dengan orang di sekitar yang mungkin akan merasa terganggu. Tetaplah fokus menenangkan si kecil sambil berupaya sekuat tenaga. Pada dasarnya orang di sekitar akan mengerti karena kita sedang membawa bayi yang mungkin merasa tidak nyaman dengan penerbangan tersebut.
  • Bekerja sama dengan partner anda dalam penerbangan. Salah satu memegang dan memusatkan perhatian pada si bayi ketika yang lainnya makan, dan lakukan bergantian. Sehingga bayi tetap terperhatikan dan merasa tidak bosan.

Bila Kakak Naik Pesawat

Selain bayi, bepergian membawa anak-anak yang lebih besar kadang juga memberikan kekhawatiran tersendiri bagi orangtua. Perjalanan membawa anak-anak bisa menyenangkan maupun penuh tantangan. The American Academy of Pediatrics (AAP) memiliki beberapa tips untuk perjalanan yang aman dan nyaman untuk keluarga, diantaranya adalah:

  • Demi keamanan dan kenyamanan anda, terutama yang bepergian dengan anak-anak yang lebih kecil, berikan waktu tambahan untuk persiapan menghadapi perjalanan.
  • Sebaiknya anak memakai sepatu dan baju luaran yang mudah dilepas-pasang untuk pemeriksaan keamanan. Anak-anak yang lebih kecil dari 12 tahun tidak perlu melepas sepatu / pakaian untuk pemeriksaan.
  • Stroller dapat dibawa melewati bagian keamanan bandara dan gerbang pemeriksaan untuk memudahkan perjalanan dengan anak yang lebih kecil.
  • Jelaskan tentang proses pemeriksaan keamanan di bandara kepada anak anda. Berikan pengertian kepada anak anda bahwa barang-barang mereka harus dimasukkan ke dalam mesin X-ray dan nantinya akan dikembalikan kepada mereka.
  • Jelaskan kepada anak anda bahwa dilarang untuk mengucapkan hal-hal yang berkaitan dengan ancaman keselamatan kepada seluruh penumpang, walaupun pernyataan tersebut tidak benar / bercanda. Ancaman yang dibuat bercanda (bahkan oleh anak) akan mendapatkan hukuman berupa denda atau penundaan keberangkatan.
  • Persiapkan car seat untuk anak anda setibanya di tempat tujuan, atau anda bisa membawa punya anda sendiri. Maskapai penerbangan biasanya memberikan tambahan bagasi untuk car seat tersebut tanpa dikenai biaya tambahan.
  • Ketika bepergian menggunakan pesawat terbang, perlindungan terbaik untuk anak adalah berada di atas car seat yang sesuai dengan usia, berat badan, maupun tinggi badan anak tersebut, atau menggunakan sabuk pengaman pesawat. Car seat yang digunakan harus sudah tersertifikasi dan disetujui oleh Federal Aviation Administration (FAA).
  • Meskipun FAA memperbolehkan anak-anak di bawah usia 2 tahun untuk dipangku oleh orang dewasa, namun FAA lebih menyarankan untuk mencari kemungkinan adanya kursi kosong yang dapat digunakan dalam penerbangan tersebut agar anak memiliki kursinya sendiri.
  • Simpan obat-obatan atau alat P3K yang mudah dalam tas jinjing yang mudah dijangkau. Jangan masukkan di dalam bagasi atau kabin karena sulit di akses bila sewaktu-waktu diperlukan.
  • Siapkan tas khusus berisi mainan dan makanan ringan untuk menjaga anak anda ‘sibuk’ selama penerbangan. Hal ini juga dapat membantu apabila anak anda bosan terutama pada perjalanan yang menempuh waktu yang lama.
  • Untuk mengurangi nyeri telinga ketika terjadi perubahan tekanan udara, bayi sebaiknya menyusu pada ibunya atau menggunakan botol / dot saat lepas landas dan mendarat. Anak yang lebih besar dapat mencoba mengunyah permen karet atau minum cairan dengan sedotan.
  • Cuci tangan secara teratur, dan pertimbangkan untuk membawa cairan / gel pembersih tangan untuk mencegah penularan penyakit selama perjalanan.
  • Konsultasikan dengan dokter anak anda sebelum terbang dengan bayi yang baru lahir, bayi maupun anak yang memiliki penyakit jantung kronis atau paru-paru bermasalah dengan gejala di saluran pernapasan atas / bawah.
  • Konsultasikan dengan dokter anak anda jika penerbangan dilakukan dalam waktu 2 minggu dari adanya infeksi telinga atau operasi telinga pada anak.
  • Mungkin bagi anda yang akan bepergian jauh ke belahan dunia lain, anda dan anak anda dapat mengalami jet lag, istilah yang cukup sering kita dengar. Namun apakah sebenarnya jet lag itu? Jet lag dapat diartikan sebagai sekelompok gejala berupa kelelahan siang hari, kesulitan tidur, mudah marah, dan penurunan efisiensi mental, yang dapat terjadi ketika ada ketidakseimbangan antara jam internal tubuh dan lingkungan eksternal. Faktor risiko antara lain; melintasi beberapa zona waktu (terutama ke arah timur) dan kurang tidur. Sampai saat ini, belum diketahui sejauh mana anak-anak mengalami jet lag, tapi mungkin berbeda dengan orang dewasa karena anak-anak mengekspresikan melatonin dalam jumlah yang tinggi. Melatonin ini merupakan hormon yang efektif digunakan untuk terapi jet lag pada orang dewasa, namun tidak dianjurkan untuk anak-anak.

Jadi, tidak perlu khawatir lagi bila perlu membawa bayi atau anak yang lebih besar untuk naik pesawat. Mudah-mudahan dengan mengikuti tips ini perjalanan si kecil menjadi nyaman dan menyenangkan ya..

Nela Fitria Yeral, dr.

4/09/2014

Last update : 12/12/2015

Daftar Pustaka

  1. AAP policy statement: Restraint Use in Aircrafthttp://aappolicy.aappublications.org/cgi/content/full/pediatrics;108/5/1218
  2. Federal Aviation Administration http://www.faa.gov/passengers/fly_children/crs/
  3. Jay L. Hoecker, M.D. http://www.mayoclinic.org/healthy-living/infant-and-toddler-health/expert-answers/air-travel-with-infant/faq-200585391.
  4. Aerospace Medical Association. Medical Guidelines for Airline Travel. 2. < www.asma.org/pdf/publications/medguid.pdf> (Version current at November 29, 2006.
  5. Skjenna OW, Evans JF, Moore MS, Thibeault C, Tucker AG. Helping patients travel by air. CMAJ. 1991;144:287–93. [PMC free article] [PubMed]
  6. Szmajer M, Rodriguez P, Sauval P, Charetteur MP, Derossi A, Carli P. Medical assistance during commercial airline flights: Analysis of 11 years experience of the Paris Emergency Medical Service (SAMU) between 1989 and 1999. Resuscitation. 2001;50:147–51. [PubMed]
  7. Leder K, Newman D. Respiratory infections during air travel. Intern Med J. 2005;35:50–5. [PubMed]
  8. Buscemi N, Vandermeer B, Hooton N, et al. Efficacy and safety of exogenous melatonin for secondary sleep disorders and sleep disorders accompanying sleep restriction: Meta-analysis. BMJ. 2006;332:385–93. [PMC free article] [PubMed]