Kondom : Sebuah Pilihan Saat Berhubungan

Memilih metode kontrasepsi untuk anda dan pasangan seringkali membutuhkan pertimbangan yang cermat mengenai resiko, prosedur, efektifitas dan belum lagi tentang pentingnya kesepakatan dengan pasangan mengenai pemilihan terhadap suatu metode kontrasepsi. Di Indonesia, kondom merupakan salah satu metode kontrasepsi yang banyak dipakai oleh pasangan. Namun, alat kontrasepsi ini masih tetap kalah popular dengan metode yang lain seperti IUD, pil, implant maupun suntikan.

Beberapa informasi yang beredar mengenai kondom berpengaruh pada tingkat kepercayaan pasangan dalam memilih jenis kontrasepsi ini. Informasi tersebut bisa merupakan fakta maupun mitos belaka ataupun buah dari ketidaktahuan untuk menyiasati kelemahan kondom sebagai alat kontrasepsi. Berikut ini persepsi masyarakat yang diikuti penjelasan dari tim medis mengenai alat kontrasepsi barrier ini.

Apa yang dipikirkan masyarakat tentang kondom

“Tidak selalu nyaman dipakai”

Kondom yang cenderung agak tebal memang dapat menganggu sensitifitas rangsangan pada kulit dan saraf saat berhubungan intim, hal ini dapat diatasi dengan memilih ketebalan yang tepat. Di pasaran, variasi harga  juga menentukan kualitasnya, namun nyaman atau tidak tergantung masing-masing individu. Jika tidak puas pada salah satu merk, merk yang lain belum tentu tidak memuaskan juga sehingga harus dicoba jenis dan ketebalan yang cocok agar nyaman saat dipakai.

“Sering dirasa mengganggu momen-momen berhubungan intim”

Penggunaan kondom yang tepat memang saat penis mengalami ereksi maksimal agar tidak longgar. Agar momen berhubungan intim tidak terlalu terganggu, persiapkan kondom sebelum berhubungan intim dan pemasangan juga bisa dilakukan sambil, melakukan beberapa variasi foreplay yang bisa jadi malah membuat momen hubugan intim lebih berkesan.

Kondom
Kondom

“Kalau bisa bocor apa bisa dikatakan efektif?”

Efektifitas alat kontrasepsi ini dalam mencegah kehamilan adalah sekitar 98 %, artinya hanya 2 wanita yang hamil dari 100 wanita yang menggunakan kondom-pria sebagai alat kontrasepsi mereka. Untuk menghindari kebocoran ialah dengan cara pemakaian yang benar dan berhati-hati agar tidak robek oleh kuku/ perhiasan. Jika terlanjur bocor atau terlepas saat berhubungan, kontrasepsi darurat dapat menjadi solusinya. Dalam rentang waktu 2-5 hari setelah kejadian, hendaknya menggunakan pil kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Lamanya waktu maksimal kapan menggunakn pil setelah kejadian tergantung jenis pil kontrasepsi yang digunakan, IUD juga dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat dengan rentang waktu maksimal 5 hari setelah kejadian kebocoran pada kondom.

“Alat ini dapat mencegah penyakit menular seksual, benarkah?”

Sebagai salah satu kontrasepsi dengan metode barrier, alat ini mencegah sentuhan langsung antar lapisan kemaluan sehingga dapat mencegah penyakit menular seksual yang disebabkan karena kontak pada mukosa genital yang telah terinfeksi asalkan cara penggunaannya benar dan konsisten. Penyakit menular seksual yang ditularkan melalui cairan di daerah genital seperti kencing nanah/gonorrhoe juga dapat dicegah dengan alat kontrasepsi ini. Studi Laboratorium menunjukan alat kontrasepsi ini efektif mencegah masuknya kuman penyebab penyakit menular seksual meski kuman terkecil sekalipun.

” Bagusnya kondom itu murah dan praktis”
Dibanding alat kontrasepsi lain, kondom mudah didapatkan, dapat langsung dipakai dan ekonomis. Ide mengenai ATM kondom yang kontroversial beberapa waktu yang lalu salah satunya karena alat kontrasepsi ini dianggap mudah dipergunakan oleh siapa saja dan kapan saja tanpa perlu bantuan tenaga kesehatan profesional

“Alat kontrasepsi ini tidak mengganggu siklus menstruasi, benarkah?”
Siklus menstruasi wanita dipengaruhi oleh hormon di dalam tubuh. Kondom bukanlah kontrasepsi yang berpengaruh pada hormon jadi tidak perlu khawatir siklus menstruasi terganggu karenanya.

kondom wanita
Kondom Wanita

“Kondom wanita sulit dipakai dibanding pria”
Struktur tubuh wanita sendiri sehingga pemasangan kondom wanita tidak semudah pemasangan pada pria. Namun dengan pemasangan yang tepat, efektifitasnya hampir sama dengan efektifitas kondom pria.

Irma Susan Kurnia, dr.

12/15/2015

Referensi

  1. Laporan Hasil Pelayanan Kontrasepsi, Januari 2014 [internet] [cited December 2015]. Available from www.bkkbn.go.id
  2. Condom fact Sheet in Brief, March 2013 [internet] [cited December 2015] Available from www.cdc.gov
  3. Contraception Guide : Male condom [internet] [cited December 2015] Available from www.nhs.uk
  4. Condoms don’t Reduce Satisfaction[internet][cited December 2015] Available from www.austra-lasianscience.com.au

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *