Liburan

Liburan Sehat Bersama Anak

Tak jarang ada ibu yang merasa bahwa bepergian bersama balita itu sungguh merepotkan. Pergi ke supermarket untuk belanja mingguan saja membutuhkan perencanaan cermat dan jitu, apalagi bepergian ke tempat yang lebih jauh. Tapi percaya deh, sebenarnya liburan tidak serepot itu!

Persiapan sebelum liburan

Pertama-tama sebelum mengajak buah hati kita liburan lihat dulu kesehatan anak. Seberapa sering balita Anda harus dibawa ke dokter? Apakah si kecil sering sakit atau kelihatan lemas lesu? Apakah dia punya alergi terhadap bahan tertentu? Atau dia anak yang lincah dan sehat? Sebagai catatan, anak dengan daya tahan tubuh rendah bukan berarti tidak bisa diajak jalan-jalan. Anda hanya perlu lebih berhati-hati. Sebaiknya sebelum mengajak ia liburan, konsultasilah terlebih dahulu dengan dokter.

Setelah itu, cari informasi tentang daerah tempat Anda berlibur. Bukan hanya info kuliner, wisata atau hotel, tetapi juga cuaca, perbedaan waktu, sampai resiko penyakit yang sering menjadi masalah di daerah tersebut. Sebab, ada beberapa tempat yang sebaiknya Anda dan buah hati perlu divaksinasi sebelum mengunjungi daerah tersebut. Sebagai contoh vaksin meningitis bila Anda mengunjungi Saudi Arabia, vaksin Influenza, vaksin Japanese Encephalitis bila mengunjungi Jepang,  dsb. Informasi vaksin yang dibutuhkan saat Anda dan buah hati akan ke luar negeri bisa dilihat di situs CDC. Jangan lupa lengkapi imunisasi Anak sesuai jadwalnya. Tanyakan pada dokter untuk pilihan vaksinasi terbaik bagi situasi dan kondisi yang akan dihadapi anak Anda.

Selain itu, Anda sebaiknya menghindari mengajak balita ke daerah yang rawan malaria. Hal ini disebabkan balita Anda lebih mudah mengidap malaria berat daripada orang dewasa karena kekebalan tubuhnya yang masih rentan. Bila memang Anda sekeluarga perlu pergi ke tempat rawan malaria, konsultasikan ke dokter mengenai perlu tidaknya obat pencegahan malaria.

Ke Dokter vs Tidak ke Dokter

Meskipun banyak buku panduan menyarankan orangtua membawa balitanya ke dokter sebelum bepergian jauh, rupanya kebanyakan orang tua merasa hal itu tidak perlu. Para orangtua yang tidak membawa balitanya ke dokter punya alasan bahwa anaknya relatif sehat, bisa menghemat biaya dokter, dan obat-obatan generik untuk sakit ringan dijual di pasaran. Sedangkan mereka yang pergi ke dokter sebelum liburan punya alasan:

  • Anak sudah cocok dengan obat-obatan dari dokter langganan
  • Belum tentu reaksi yang diberikan sama dengan obat dari dokter lain atau obat yang dijual bebas
  • Belum tentu ada dokter anak yang cocok di tempat tujuan, sekiranya anak jatuh sakit disana
  • Mungkin ada hambatan Bahasa atau budaya di tempat tujuan yang bisa mempersulit kita menjelaskan sakit yang diderita si kecil
  • Dokter bisa menjelaskan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi dalam perjalanan.

Apapun pilihan Anda (ke dokter atau tidak) , pastikan Anda mempersiapkan obat-obatan pertolongan pertama untuk anak dalam perjalanan. Misalnya :

  1. Obat-obatan khusus yang diresepkan dokter (misalnya obat asthma, alergi, dsb)
  2. Obat demam, nyeri atau radang seperti paracetamol atau ibuprofen
  3. Oralit bila anak mencret
  4. Lotion kalamin untuk mengurangi gatal
  5. Hidrokortison krim 1% untuk iritasi kulit ringan, seperti gatal yang disebabkan oleh gigitan serangga
  6. Obat alergi, seperti antihistamin dan obat yang diresepkan dokter bila anak Anda mempunyai alergi berat (seperti Epinefrin suntik/EpiPen®)
Travel Kit Liburan
Travel Kit Liburan

Selain itu, Anda sebaiknya juga membawa :

  1. Thermometer
  2. Plester, antiseptic pembersih luka
  3. Cairan pencuci tangan (hand sanitizer)
  4. Lotion pelindung sinar matahari
  5. Minyak hangat, seperti minyak telon atau minyak kayu putih. Hati-hati bila memberikan pada bayi. Jangan beri di daerah wajah.
  6. Obat nyamuk lotion, terutama bila Anda hendak pergi ke daerah rawan demam berdarah dengue atau malaria. Menurut The American Academy of Pediatrics, lotion nyamuk untuk anak yang digunakan ialah yang mengandung DEET dalam dosis kecil (<30%). Namun, lotion ini tidak boleh digunakan anak di bawah 2 tahun. Sebaiknya tanyakan pada dokter/farmasi untuk informasi selengkapnya.

Pastikan perlengkapan ’emergensi’ ini diletakkan dalam tas jinjing yang bisa dengan mudah dan cepat dijangkau bila diperlukan sewaktu-waktu. Jangan masukkan ke dalam koper atau bagasi karena perlengkapan ini akan sulit diakses. Saat berkendaraan menggunakan pesawat atau mobil, tetap perhatikan kaidah keamanan membawa anak berkendaraan.

Saat Liburan

Ayah bunda tetap menjaga kesehatan yah meskipun sedang liburan. Ajarkan juga Anak untuk berperilaku hidup sehat dimanapun ia berada. Ingatkan ia untuk cuci tangan sebelum makan atau sesudah buang air. Bila sedang jauh dari tempat air mengalir, hendaknya ajarkan anak untuk cuci tangan menggunakan hand sanitizer berbahan alkohol.

Saat makan, hendaklah memilih tempat jajan yang bersih. Makan makanan yang dimasak sempurna juga masih panas dan cuci buah-buahan dan sayur dalam air yang bersih. Selain itu, pastikan ayah ibu memperhatikan kebersihan air. Minumlah dari air kemasan yang di segel sempurna atau air yang telah dimasak/disterilkan. Air minum yang kurang bersih dapat menjadi sarang kuman penyebab diare. Terlebih lagi bila buah hati Anda meminum susu botol dengan air atau dot yang kurang bersih. Bila Anda membawa bayi, tetap susui ia seperti biasa.

Jika Anda membawa buah hati ke pantai, kolam renang atau apapun jenis wisata air, perhatikan petunjuk keselamatan bermain air bersama anak.

Bila Anak sakit

Imunisasi sudah, obat-obatan juga sudah dibawa. Tapi kenapa balita tetap sakit ya? Memang meskipun orangtua sudah persiapkan kesehatan anak dengan baik, bukan berarti semua aman. Umumnya karena excited berada di tempat baru, anak menjadi super lincah hingga kelelahan. Selain itu, pola aktivitas dan makanan yang berubah di tempat liburan membuat anak mudah jatuh sakit. Biasanya penyakit yang melanda si kecil bukanlah penyakit berat, misalnya pilek, batuk, atau sakit perut. Tapi namanya juga sakit, tentu anak akan tetap merasa sangat terganggu.

Berikut penyakit ringan yang mungkin diderita anak saat berlibur:
Batuk Pilek
Penyebab : cuaca buruk, terpapar angin kencang, berada di keramaian sehingga tertular yang sudah sakit, kurang menjaga kebersihan
Penanganan : makanan dan minuman hangat, istirahat, minyak hangat pada badan atau kaki (hati-hati pemberian pada anak kurang dari 2 tahun. Hindari memberikan di sekitar wajah atau leher).

Sakit perut (diare, sembelit, maag)
Penyebab : salah makan, kurang menjaga kebersihan, kurang minum, terlambat makan
Penanganan : makanan lembut dan hangat, istirahat, minyak hangat pada perut, oralit, ke dokter bila terus muntah atau mencret.

Kelelahan dan sakit kepala
Penyebab : terlalu banyak main, terpapar angin kencang, cuaca buruk
Penanganan : istirahat, minyak hangat, pijat lembut, pertimbangkan beri obat anti nyeri bila sakit belum reda.

Luka lecet
Penyebab : jatuh saat bermain
Penanganan : bersihkan luka lalu obati dengan antiseptic seperti betadine atau povidon iodine.

Mual dalam perjalanan

Tips mengurangi mual dalam perjalanan:

  • Mintalah anak untuk tidak terlalu banyak bergerak. Pergerakannya yang tidak sinkron dengan gerakan kendaraan bisa membuatnya mual.
  • Mintalah anak untuk tidak membaca, menonton TV/DVD bila perangkat ini tersedia di kendaraan, karena upaya terus-menerus memfokuskan mata pada titik yang dekat sementara kendaraan bergerak membuat kita pusing dan mual.
  • Beberapa jenis makanan dapat mengurangi mual karena mabuk perjalanan, antara lain biskuit tawar, serealia kering, dan permen jahe
  • Selalu sediakan minyak telon atau minyak kayu putih. Aroma segarnya bisa mengurangi mual
  • Pijatlah anak dengan lembut
  • Mintalah anak untuk mencoba tidur agar mualnya berkurang.
  • Pertimbangkan memberi obat anti atas anjuran dokter bila hal-hal di atas tidak mengurangi rasa mual.

Bagaimana? Apa Anda masih ragu untuk membawa anak liburan? Semoga tips ini bermanfaat ya ayah bunda

Cilegon, 1 Oktober 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi:

1. Widjayanto, Donna. 2011. Travelling with Tots. Gramedia Pustaka. Jakarta
2. LLC. 2011. Survival Guide for Travelling with Children. www.travel-tot.com
3. Enid Zwerts, et al. 2010. How children view their travel behavior: a case study from Flanders (Belgium). Elsevier Journal
4. Government of Canada. 2015. Travel health kit. http://travel.gc.ca/travelling/health-safety/kit
5. Government of Canada. Tips for healthy travel with children. 2015. http://travel.gc.ca/travelling/health-safety/children
6.American Academy of Pediatrics. 2012. Choosing an Insect Repellent for Your Child. https://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/at-play/Pages/Insect-Repellents.aspx
7. Baby center. 2014. Travel first-aid checklist. http://www.babycentre.co.uk/a6996/travel-first-aid-checklist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *