Malaria Pada Anak

Malaria ialah penyakit yang disebabkan oleh parasit. Parasit ini ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Apabila tertular penyakit malaria, anak dapat mengalami gejala dari ringan sampai berat. Malaria pada anak dan bayi amat ditakuti karena dapat mengakibatkan kelumpuhan, cacat permanen, gangguan fungsi otak bahkan kematian.

Malaria di Indonesia

Di Indonesia penyakit malaria tersebar di seluruh pulau meskipun dengan jumlah penyakit yang berbeda-beda. Mayoritas kasus malaria terjadi di wilayah Indonesia Timur, terutama di Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Penyebab Malaria Pada Anak

Ada beberapa parasit penyebab malaria. Di Indonesia, yang terbanyak adalah parasit Plasmodium falciparum, Plasmodium malariae dan Plasmodium vivax. Parasit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina Begitu parasit penyebab malaria masuk ke dalam tubuh, ia akan tumbuh di dalam sel hati. Setelah itu, parasit akan menghancurkan sel darah merah sehingga mengakibatkan demam.

Siklus Malaria Pada Anak

Siklus Malaria Pada Anak

Penyakit malaria pada anak sendiri dapat dibedakan ke dalam beberapa jenis, di antaranya malaria tropikana, tertiana dan kuartana. Malaria tropikana ialah malaria yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum. Anak yang menderita penyakit ini mungkin mengalami gejala yang paling berat. Malaria tertiana disebabkan oleh parasit Plasmodium vivax. Disebut tertiana karena gejala demam terjadi tiap hari ke tiga. Sedangkan pada malaria kuartana, malaria yang disebabkan Plasmodium malariae, gejala demam akan muncul setiap hari ke empat dari mulai muncul gejala.

Tanda dan Gejala Malaria Pada Anak

Gejala malaria pada anak amat bervariasi mulai dari yang ringan sampai berat dan mengancam jiwa. Pada umumnya, anak yang mengalami malaria akan mengalami tiga gejala khas :

  • Menggigil, selama 15-60 menit
  • Demam, selama 2-6 jam, dimana suhu tubuh antara 37,5-40o C
  • Berkeringat selama 2-4 jam

Selain itu, tidak jarang anak mengeluhkan sakit kepala, mual muntah, nyeri badan atau pegal-pegal.

Pada malaria berat, anak dapat mengalami penurunan kesadaran seperti selalu terlihat mengantuk dan sulit untuk dibangunkan. Selain itu, dapat terjadi kejang, demam yang amat tinggi, kulit atau mata menjadi kuning, mimisan atau pendarahan gusi, sampai sesak nafas.

Kapan Perlu ke Dokter?

Ketika Anda curiga muncul gejala malaria pada anak, segeralah ke dokter atau Puskesmas. Terlebih lagi apabila anak Anda mengalami demam setelah bepergian dari daerah endemik malaria. Hal ini dikarenakan pengobatan malaria paling baik dilakukan secara cepat untuk menghindari komplikasi yang tidak diinginkan.

Diagnosis

Setelah dokter bertanya dan melakukan pemeriksaan fisik pada anak Anda, dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan darah untuk memastikan ada tidaknya malaria. Diagnosis pasti malaria ditegakkan setelah dokter menemukan parasit malaria di dalam darah lewat mikroskop. Namun, dalam keadaan emergensi atau di daerah terpencil yang tidak tersedia fasilitas laboratorium, pemeriksaan tes diagnosis cepat (Rapid Diagnostic Test) dapat digunakan. Tes ini dapat mendeteksi antigen parasit malaria dalam tubuh penderitanya.

Terapi Malaria Pada Anak

Terapi malaria bertujuan untuk membunuh semua parasit penyebab malaria yang ada dalam tubuh anak. Pengobatan malaria di Indonesia menggunakan Obat Anti Malaria (OAM) kombinasi. Saat ini yang digunakan program nasional ialah obat dari turunan artemisinin dengan golongan aminokuinolin. Penggunan obat anti malaria disesuaikan dengan kondisi anak, parasit penyeba dan tingkat keparahannya. Semua obat ini tidak boleh diberikan dalam keadaan perut kosong karena bersifat iritasi lambung. Oleh sebab itu, anak harus makan terlebih dulu setiap akan obat anti malaria.

Jika ditemukan gejala malaria berat atau sudah terjadi komplikasi, dokter akan memberi obat anti malaria suntik dan merujuk ke rumah sakit. Anak mungkin butuh untuk dirawat karena akan dipantau secara berkala dan diberi obat anti malaria melalui infus.

Komplikasi

Parasit penyebab malaria dapat menyerang ke berbagai organ tubuh. Pada anak, malaria dapat berakibat fatal karena mampu menyerang otak, sel-sel darah, hati, dll. Gejala malaria berat pada anak meliputi :

  • Hipoglikemia (gula darah rendah). Gejala ini merupakan gejala malaria berat tersering pada anak. Hipoglikemia dapat menyebabkan penurunan kesadaran yang dicirikan dengan anak terlihat terus mengantuk, tidak berespon atau sulit dibangunkan
  • Anemia berat (jumlah sel darah merah yang sangat rendah, Hb <5 g%) yang dicirikan dengan anak sangat pucat dan lemah
  • Kejang berulang
  • Kulit, mata terlihat kuning akibat sel darah merah yang pecah.
  • Pendarahan spontan seperti mimisan dan gusi berdarah
  • Gagal ginjal
  • Demam yang sangat tinggi >40oC
  • Sesak nafas
  • Syok

Pencegahan

Saat ini pemerintah terus berusaha memberantas malaria melalui program Gebrak Malaria (Gerakan Eliminasi Radikal Malaria) terutama di daerah endemi. Pada program ini, pemerintah mendorong pencegahan malaria dengan membagikan kelambu berinsektisida, melakukan skrining dan pengobatan masal.

Upaya pencegahan malaria dari diri sendiri yang paling efektif dilakukan ialah menghindari gigitan nyamuk Anopheles penyebab malaria. Cara ini dapat dilakukan dengan :

  • Hindari keluar rumah dan tutup jendela saat malam tiba. Nyamuk Anopheles aktif menggigit manusia pada sore dan malam hari yaitu pukul 17.00-18.00, sebelum jam 24 (20.00-23.00) dan setelah jam 24
  • Gunakan baju atau celana panjang dan selimut saat tidur
  • Gunakan kelambu berinsektisida terutama bagi anak dan ibu hamil. Kelambu ini efektif sampai 3-5 tahun dan dapat dicuci secara teratur 3 bulan sekali. Insektisida dalam kelambu ini tidak berbahaya bagi ibu hamil, janin dan anak.


  • Gunakan lotion anti nyamuk yang mengandung DEET (N, N diethylmetatoluamide). Pada anak sebaiknya gunakan yang konsentrasi DEET rendah (24%) karena zat kimia yang terlalu banyak dapat menyerap ke dalam kulit
  • Hindari bepergian ke daerah yang endemi (banyak terjadi malaria) terutama kelompok yang beresiko seperti ibu hamil, anak yang terlalu muda, atau orang tua.

Nyamuk Anopheles berkembang biak di area persawahan, perbukitan/hutan dan pantai/aliran sungai. Kerjasama dengan masyarakat dan pemerintah setempat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pengendalian jentik nyamuk atau penyemprotan. Jangan lupa untuk menjaga kebersihan dari genangan air di rumah dan sekitarnya.

Reqgi First Trasia, dr.

12/03/2015

Referensi:

  1. Abdulla S, et al. 2001. Impact on Malaria morbidity in children aged under 2 years in Tanzania: community cross sectional study. British Medical Journal 322: 270-273
  2. Audibert M, et al. 2002. Malaria in the Logone Valley, Cameroon. American Journal of Tropical Medicine and Hygiene; 42: 550-560
  3. De Bartolome CA, et al. 2003. A case study of Malaria treatment in Brazil. Journal of Health Economics; 14: 191-205
  4. Baume C, et al. 2004. Patterns of Care for childhood Malaria in Zambia. Social Science and Medicine; 51: 1419-1503
  5. Eveline, Nanang. 2010. Panduan Pintar Merawat Bayi dan Balita. Jakarta : Wahyu Media. Pg 164
  6. 65_PMK No. 5 Ttg Pedoman Tata Laksana Malaria [Internet]. Scribd. [cited 2015 Dec 3]. Available from: https://ml.scribd.com/doc/211815570/65-PMK-No-5-Ttg-Pedoman-Tata-Laksana-Malaria
  7. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan [Internet]. 1st ed. Indonesia: Departemen Kesehatan; 2013. Available from: http://www.searo.who.int/indonesia/documents/976-602-235-265-5-buku-saku-pelayanan-kesehatan-ibu.pdf
  8. dr. Ferdinand J Laihad, MPHM. Epidemiologi Malaria di Indonesia. Jendela Data Dan Info Kesehatan. 2011;
  9. Malaria-Prevention [Internet]. WebMD. [cited 2015 Dec 3]. Available from: http://www.webmd.com/a-to-z-guides/malaria-prevention
  10. dr. Rita Kusriastuti, MSc. Pedoman Penggunaan Kelambu Berinsektisida Menuju Eliminasi Malaria. Kementeri Kesehat RI TAHUN 2011 [Internet]. 2011; Available from: http://www.pppl.depkes.go.id/_asset/_download/Buku_saku_menuju_eliminasi_malaria.pdf

One thought on “Malaria Pada Anak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *