Manajemen ASI Perah

Adakalanya seorang ibu tidak punya waktu untuk menyusui langsung dari payudara, misalnya karena bekerja atau berkarir di luar rumah. Hal itu bukan alasan untuk menghentikan sama sekali pemberian ASI. Untuk memenuhi kebutuhan ASI bayi selama Anda tidak di rumah, dapat disiasati dengan memberikan ASI perahan dari payudara Anda. Berikut adalah beberapa manajemen ASI perahan.

http://www.breastfeedinginsheffield.co.uk/wp-content/uploads/hand-expressing.jpg
http://www.breastfeedinginsheffield.co.uk/wp-content/uploads/hand-expressing.jpg

Memerah ASI Dengan Tangan

  1. Cuci tangan Anda sampai bersih.
  2. Ambil posisi duduk yang nyaman.
  3. Pijat lembut payudara dengan gerakan melingkar. Dari pangkal payudara ke arah puting. Tapi jangan sampai terkena puting.
  4. Pegang botol yang sudah disterilkan dengan satu tangan Anda. Letakkan di bawah puting untuk menampung ASI yang keluar. Sementara tangan lainnya memposisikan ibu jari dan telunjuk Anda di luar lingkaran areola. Lalu tekan payudara Anda ke arah dalam dinding dada.
  5. Tanpa mengubah atau menggeser posisi ibu jari dan telunjuk, tekan pula payudara ke arah atas dan bawah hingga ASI keluar dan tertampung dalam botol.
  6. Cara lain memerah ASI dengan tangan adalah dengan mengubah posisi ibu jari dan telunjuk. Dengan kata lain, pemijatan perlu dilakukan di setiap sudut, hingga ASI pada payudara Anda terasa kosong. Biasanya, pemerahan ASI pada payudara berlangsung sekitar 5-10 menit.
  7. Lakukan pemijatan payudara lain sampai Anda merasa ASI telah habis. Pemerahan ASI dianggap mencukupi jika berlangsung sekitar 20 menit.
  8. Tutup botol tempat menampung ASI tadi dengan rapat, lalu masukkan ke kulkas. Jika di kantor tidak ada kulkas, Anda dapat menyediakan paket tas dan peralatan pendingin ASI (cool box) yang dapat diisi es batu.
http://babygooroo.com/2011/09/which-breast-pump-is-best-for-you-2/
http://babygooroo.com/2011/09/which-breast-pump-is-best-for-you-2/

Memerah ASI dengan Pompa (breast pump)

  1. Letakkan bagian kop breast pump Anda tepat di bagian tengah payudara hingga menutupi daerah sekitar puting.
  2. Lakukan pemompaan secara perlahan hingga ASI keluar dan sampai alirannya melemah. Saat memompa, tangan yang lain dapat difungsikan untuk memijat payudara yang sedang diperah.
  3. Lakukan hal serupa pada payudara yang lain.
http://spotofteadesigns.com/2014/06/review-giveaway-lansinoh-breastfeeding-products/
http://spotofteadesigns.com/2014/06/review-giveaway-lansinoh-breastfeeding-products/

Cara Menyimpan ASI Perah

  1. Usai memerah ASI, beri keterangan tanggal dan jam pemerahan pada setiap wadah penampungan ASI.
  2. Simpan ASI perah di dalam kulkas pada suhu sekitar 4 derajat celcius. Harap jangan letakkan ASI di luar kulkas atau coolbox lebih dari tiga jam. Sebab dapat merusak kandungan ASI.
  3. Setelah tiba di rumah, simpan kembali ASI perah tadi ke dalam kulkas. Mintalah kepada pengasuh bayi Anda untuk memberikan ASI itu pada bayi keesokan harinya.
  4. ASI perahan yang disimpan dalam freezer pada suhu minus 18 derajat celcius masih dapat bertahan dan digunakan hingga tiga bulan ke depan.
http://www.uofmmedicalcenter.org/healthlibrary/Article/82245
http://www.uofmmedicalcenter.org/healthlibrary/Article/82245

Cara Penyajian ASI Perah

  1. Ambil botol berisi ASI perah dalam kulkas. Pilihlah yang tanggal dan jam pemerahannya lebih dulu dilakukan.
  2. Hangatkan dengan cara meletakkan botol berisi ASI perah itu ke dalam wadah berisi air hangat. Diamkan selama beberapa menit.
  3. Jika bayi telah berusi 6 bulan, cadangan ASI perah dalam kulkas dapat dijadikan bahan mengolah MPASI. Misalnya, sebagai pencampur bubur susu atau biscuit.

Depok, 2 April 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :
1. Health WA Team. 2014. Breastfeeding and Breast Care. Western Australia : Departement of Health, Women and Newborn Health Service
2. Hilmani, Baljit Kaur, et al. 2011. Effect of Initiation of Breastfeeding within one hour delivery on Maternal-Infant Bonding. Nursing and Midwifery Research Journal. Sukhmani College of Nursing. Panjab
3. Keating, Curtis, et al. 2013. Maternal Milk Volume and Breast milk Expression : Implication for Diet and Nutrition in Infant. University of Minnesota. Wageningen Academic Publisher
4. Saria, Syeda, et al. 2014. Nutritional Status and Breast feeding Practice among Mothers Attending Lactation Management Centre. Research Article. Pediatric International Journal. IBIMA Publisher
5. Eveline, Nanang. 2010. Panduan Pintar Merawat Bayi dan Balita. Jakarta : Wahyu Media. Pg 42

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *