Manfaat ASI bagi ibu

Manfaat ASI bagi Ibu

ASI sudah tidak diragukan lagi bermanfaat bagi bayi. Kualitas ASI tidak bisa ditandingkan dengan susu apapun. Lebih hebat lagi ternyata memberikan ASI bukan hanya bermanfaat bagi bayi tetapi juga bermanfaat bagi ibu. Selain dapat menghemat pengeluaran rumah tangga, manfaat ASI ternyata sangat besar terhadap kesehatan ibu sesaat setelah melahirkan bahkan  jangka panjang. Berikut ini beberapa manfaat ASI bagi ibu yang perlu ibu ketahui.

Manfaat ASI Bagi Ibu Sesaat setelah melahirkan

1. Mempercepat penyembuhan rahim setelah melahirkan. Saat menyusui, tubuh ibu mengeluarkan hormon oksitosin. Hormon ini berfungsi untuk menimbulkan kontraksi rahim yang nantinya mengurangi pendarahan dan mempercepat rahim kembali ke ukuran semula. Selain itu, ibu juga dapat terhindar dari resiko anemia dan infeksi paska salin.

2. Mengurangi depresi setelah melahirkan. Depresi paska melahirkan (baby blues) cukup sering dialami para ibu meskipun ibu telah merasa siap memiliki anak. Emosi negatif setelah melahirkan seperti sedih, khawatir, menangis tanpa alasan, merasa gagal, dsb bisa saja muncul dari perubahan hormonal drastis pasca melahirkan. Selain itu, adanya status baru, perasaan lelah setelah melahirkan dan datangnya anggota keluarga baru, serta kesulitan saat menyusui juga dapat menimbulkan perasaan ini. Penelitian menyebutkan bahwa kejadian depresi paska melahirkan meningkat pada ibu yang tidak menyusui bayinya atau yang menyapih terlalu cepat. Jadi, mungkin dapat disimpulkan bahwa menyusui dapat membantu mengurangi kejadian depresi pada ibu yang baru melahirkan.

3. Menjalin ikatan batin atau bonding antara ibu dan bayi. Hormon menyusui seperti oksitosin dan prolaktin memiliki efek positif terhadap hubungan emosional ibu dan bayi. Selain itu, sentuhan kulit ibu dan bayi selama menyusui juga dapat mempererat ikatan batin antara keduanya. Hal ini selaras dengan penelitian yang membuktikan bahwa kasus penelantaran atau kekerasan anak lebih rendah pada ibu yang memberikan ASI daripada yang tidak,

4. Menyusui diduga dapat menurunkan berat badan setelah hamil. Proses menyusui membutuhkan energi yang didapat dari pembakaran kalori ibu. Sehingga, amat logis bila ibu yang menyusui berat badannya lebih cepat turun daripada yang tidak menyusui. Pada penelitian yang melibatkan lebih dari 14000 ibu paska melahirkan ditemukan bahwa ibu yang menyusui lebih dari 6 bulan berat badannya lebih rendah 1,38 kg daripada yang tidak menyusui.

5. Menunda kehamilan secara alami. Memberikan ASI eksklusif dapat menunda kembalinya siklus menstruasi pada ibu. Hal ini disebabkan isapan bayi saat menyusui merangsang hormon prolaktin yang mana dapat menurunkan hormon pencetus ovulasi pada ibu (hormon GnRH, FSH, LH). Sehingga, kesuburan ibu cenderung rendah saat memberi ASI eksklusif.

Manfaat ASI Bagi Ibu Jangka Panjang

1. Menurunkan risiko diabetes bagi ibu yang sebelumnya sehat. Dengan menyusui, resiko terjadinya diabetes mellitus pada ibu yang sebelumnya sehat dapat berkurang. Bila ibu menyusui, resiko DM Tipe 2 akan turun sebanyak 4-12% setiap tahun selama ibu menyusui.

2. Menurunkan risiko diabetes bagi ibu yang mengidap diabetes saat hamil. Bagi ibu yang menderita diabetes saat hamil (diabetes gestasional), ada berita yang amat baik bila ibu memberi ASI. Saat ini telah diketahui bahwa ibu yang menderita gestasional diabetes resikonya 7x lebih besar dapat berlanjut menjadi Diabetes Mellitus tipe 2 beberapa tahun setelah melahirkan. Namun, tidak perlu khawatir. Penelitian terbaru membuktikan bahwa menyusui dapat menurunkan resiko DM Tipe 2 dalam 2 tahun setelah melahirkan sampai separuhnya pada ibu yang mengalami gestasional diabetes. Perlu diingat bahwa penurunan resiko ini tergantung dari intensitas menyusui.

3. Menurunkan resiko kanker payudara dan ovarium. Kanker payudara dan ovarium termasuk kanker yang ditakuti karena dapat berakibat fatal bagi wanita. Ternyata kanker ini dapat dicegah salah satunya dengan menyusui. Menyusui lebih dari 12 bulan telah terbukti menurunkan resiko kanker ovarium dan kanker payudara sampai 28%.

Manfaat ASI bagi ibu

4. Menurunkan resiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Hasil penelitian yang melibatkan lebih dari 139.000 wanita paska menopouse membuktikan bahwa menyusui selama 12-23 dapat menurunkan resiko yang signifikan terhadap penyakit hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi dan serangan jantung daripada yang tidak pernah menyusui. Laporan dari Nurse’s Health Study menunjukkan bahwa ibu yang menyusui selama total dua tahun dalam hidupnya lebih rendah resikonya terkena penyakit jantung koroner daripada yang tidak pernah menyusui.

5. Menurunkan resiko terkena penyakit rheumatoid arthritis. Rheumatoid arthritis ialah penyakit autoimun dimana sistem kekebalan tubuh penderita menyerang sendi-sendi kecil yang sehat. Gejalanya berupa nyeri dan pembengkakan sendi pada jari-jari tangan dan kaki. Penyakit ini lebih banyak diderita wanita terutama yang berusia di atas 40 tahun. Salah satu fakta menarik dari ASI dan kaitannya dengan penyakit rheumatoid arthritis didapatkan dari Nurses Health Study. Pada penelitian ini disebutkan bahwa semakin lama ibu memberi ASI selama hidupnya, semakin rendah resiko terkena penyakit ini.

Ternyata manfaatnya banyak sekali ya… Semoga setelah ini para ibu jadi lebih semangat memberi ASI sesuai kebutuhan si kecil. Semoga bermanfaat.

Agustina Kadaristiana, dr. 

12/12/2015

Referensi

1. Section on Breastfeeding. Breastfeeding and the use of human milk. Pediatrics. 2012 Mar;129(3):e827–41.
2. Benefits of Breastfeeding for Mom [Internet]. HealthyChildren.org. [cited 2015 Dec 12]. Available from: http://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/breastfeeding/Pages/Benefits-of-Breastfeeding-for-Mom.aspx
3. Breastfeeding Overview [Internet]. WebMD. [cited 2015 Dec 12]. Available from: http://www.webmd.com/parenting/baby/nursing-basics
4. Breastfeeding. J Obstet Gynecol Neonatal Nurs. 2015 Jan 1;44(1):145–50.
5. Gunderson EP, Hurston SR, Ning X, Lo JC, Crites Y, Walton D, et al. Lactation and Progression to Type 2 Diabetes Mellitus After Gestational Diabetes MellitusA Prospective Cohort StudyLactation and Incidence of Diabetes After GDM. Ann Intern Med. 2015 Nov 24;N/A(N/A):N/A – N/A.
6. Leading nursing journal finds mothers and babies benefit from skin-to-skin contact [Internet]. EurekAlert! [cited 2015 Dec 12]. Available from: http://www.eurekalert.org/pub_releases/2014-11/w-lnj111114.php
7. Richard J Schanler, MD. Maternal and economic benefits of breastfeeding. Uptodate. 2015 Nov 18;
8. Staff LS. Moms Gain Health Benefits From Breast-Feeding, Too [Internet]. LiveScience.com. [cited 2015 Dec 12]. Available from: http://www.livescience.com/18708-breastfeeding-health-benefits-moms-women.html
9. Vekemans M. Postpartum contraception: the lactational amenorrhea method. Eur J Contracept Reprod Health Care Off J Eur Soc Contracept. 1997 Jun;2(2):105–11.
10. Mayo Clinic Staff. Rheumatoid arthritis. Mayo Clin [Internet]. 2014 Oct 29; Available from: http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rheumatoid-arthritis/basics/definition/con-20014868

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *