Manfaat Sunat Lebih Besar daripada Resikonya

Sirkumsisi (atau sunat) pada laki-laki telah menjadi tradisi bagi mayoritas masyarakat Indonesia terutama pemeluk agama Islam. Meskipun penelitian telah membuktikan bahwa banyak manfaat dari sirkumsisi, tidak sedikit moms yang khawatir akan resiko dari tindakan sunat itu sendiri. Untuk menjawab keranguan moms tentang, kali ini kami akan mencoba menelaah pernyataan terbaru dari American Academy of Pediatric (AAP) yang menyebutkan bahwa ternyata manfaat sunat lebih besar daripada resikonya.


Sekilas tenang sirkumsisi 
Sirkumsisi (sunat) merupakan tindakan operasi pemotongan kulup atau kulit penutup penis. Tindakan ini merupakan salah satu dari operasi yang paling sering dilakukan di seluruh dunia. Sunat pada laki-laki diwajibkan pada agama Islam dan Yahudi. Praktik ini juga terdapat di kalangan mayoritas penduduk Korea Selatan, Amerika, dan Filipina. 1
Manfaat Sirkumsisi

Sirkumsisi telah menimbulkan perdebatan di berbagai kalangan terkait manfaat dari tindakan ini. Faktanya mayoritas alasan sunat ialah alasan non medis. Namun, pada tahun 2012 American Association of Pediatric (AAP) Amerika Serikat menyatakan bahwa manfaat sirkumsisi melebihi dari resikonya.2, 3

Adapun beberapa manfaat sirkumsisi menurut pernyataan AAP terbaru adalah :

  • Menurunkan resiko infeksi HIV
    • Hasil dari penelahaan jurnal sejak tahun 1995 ialah adanya efek protektif sebesar 40-60% dari resiko infeksi HIV setelah tindakan sunat dilakukan pada pria di daerah dengan kejadian HIV yang tinggi (Afrika). 2-4
  • Menurunkan resiko infeksi menular seksual seperti HPV (Human Papillomavirus), herpes dan bakterial vaginosis bagi pasangan perempuan.
  • Menurunkan resiko infeksi saluran kemih
    • Terdapat bukti penelitian kasus infeksi saluran kemih menurun pada anak laki-laki kurang dari 2 tahun yang telah disunat dibandingkan dengan yang tidak disunat. Hal ini karena pada usia 6 bulan pertama, bakteri penyebab infeksi saluran kemih pada anak yang belum disunat lebih banyak bersarang di ujung saluran kencing dibandingkan pada anak yang telah disunat. 2, 3
  • Menurunkan resiko kanker penis dan prostat
    • Penelitian yang dipublikasi American Cancer Society menunjukkan bahwa sirkumsisi yang dilakukan oleh pria sebelum hubungan seksual pertamanya dapat menurunkan 15% resiko kanker prostat dibandingkan dengan pria yang tidak disirkumsisi. 2, 3, 5
  • Menurunkan resiko kanker serviks bagi partnernya
    • Hasil dari penelitian ini adalah terdapat efek proteksi dari pria yang disirkumsisi terhadap kanker servis pada partner wanitanya. Hal ini disebabkan insidensi HPV pada pria yang disirkumsisi lebih rendah daripada yang tidak.2, 3

Resiko Sirkumsisi

Meskipun sirkumsisi telah diketahui banyak manfaatnya secara medis, tindakan ini tidaklah tanpa resiko atau komplikasi.  Komplikasi dini/akut misalnya :

  • Pendarahan
  • Infeksi
  • Pemotongan kulup penis yang terlalu pendek atau panjang.

Adapun komplikasi lanjut misalnya :

  • Meatal stenosis (penyempitan lubang kencing) akibat peradangan
  • Adhesi penis (penempelan kulit setelah di sunat ke penis).

Namun, moms tidak perlu khawatir, komplikasi akut yang parah jarang terjadi yaitu sekitar 1 dari 500 bayi baru lahir yang disirkumsisi. Resiko operasi ini pun menurun bila operasi sunat dikerjakan di rumah sakit dengan tenaga profesional ahli dibandingkan dengan tenaga tidak ahli. 3

Manfaat vs Resiko

Setelah menelaah dari berbagai penelitian, American Association of Pediatric (2012) berkesimpulan bahwa manfaat dari sirkumsisi lebih besar daripada resiko operasinya. Bahkan, setelah melakukan analisa efektifitas biaya (cost-effectiveness) UNAIDS dan WHO mengadvokasi sirkumsisi di negara yang memiliki banyak kasus HIV. Selaras dengan itu, hasil analisis dari Centers for Disease Control (CDC) menyebutkan bahwa bayi laki-laki yang baru lahir di Amerika Serikat yang disirkumsisi diperkirakan akan memiliki kualitas hidup yang meningkat dan bisa melakukan penghematan karena menurunnya infeksi HIV serta rangkaian terapinya.3, 6

Pengaruh Sirkumsisi terhadap Fungsi dan Kepuasan Seksual

Salah satu alasan beberapa kelompok menolak sirkumsisi ialah karena isu sirkumsisi dapat menurunkan fungsi dan kepuasan seksual pada pria dewasa. Hal ini dibantah oleh AAP yang menyebutkan bahwa tidak ditemukan bukti yang kuat dari efek samping sirkumsisi pada penurunan fungsi, sensitivitas atau kepuasan seksual pria yang disirkumsisi. Bahkan sebaliknya, hasil dua penelitian uji kontrol terkendali menyebutkan bahwa:

  • Terdapat penurunan rasa nyeri saat berhubungan seks
  • Terdapat peningkatan kepuasan seksual 2 tahun setelah disunat
  • Sensitifitas penis yang lebih tinggi.
  • Dua tahun kemudian 55% pria yang disikrumsisi melaporkan lebih mudah mencapai orgasme dibandingkan dengan sebelumnya.

Keterbatasan dari penelitian ini adalah hasil laporan yang subjektif dan tidak melibatkan pengukuran objektif. 3, 6,7  

Waktu yang direkomendasikan untuk sirkumsisi

Seperti yang kita tahu, sirkumsisi di Indonesia biasanya dilakukan saat balita sampai usia sekolah. Namun, ternyata penelitian membuktikan bahwa waktu yang paling tepat untuk tindakan sunat ialah saat baru lahir (bayi usia 0-28 hari). Hal ini dikarenakan sirkumsisi pada bayi membawa  perlindungan terhadap infeksi saluran kemih 10 kali lipat dibandingkan dengan bayi yang tidak di sunat. Pada periode ini, sistem saluran kemih belum berkembang sempurna, sehingga mudah terjadi infeksi. Infeksi saluran kemih pada bayi yang usianya lebih muda memberikan gejala yang lebih parah dari mulai demam tinggi, sepsis sampai kematian. Sirkumsisi juga melindungi bayi dari infeksi kulit penis yang diakibatkan oleh bakteri Candida. 1, 6

Operasi sunat pada bayi juga lebih disukai karena komplikasinya yang kecil (0,2%-0,8%). Hal ini disebabkan karena bayi baru lahir belum banyak bergerak sehingga operasi yang dilakukan dapat lebih cepat. Waktu penyembuhan yang singkat, tidak diperlukannya jahitan dan hasil kosmetik yang baik juga menjadi alasan kenapa sunat lebih direkomendasikan di usia bayi. Meskipun begitu, AAP tetap memberikan pilihan dan keputusan sirkumsisi anak laki-laki kepada orang tuanya. Jika orang tua memilih untuk menyunat anaknya dikemudian hari, masih lebih baik dibandingkan dengan tidak menyunat anaknya sama sekali. 1

Agustina Kadaristiana, dr. 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Morris B, Waskett J, Banerjee J, Wamai R, Tobian A, Gray R, et al. A ‘snip’ in time: what is the best age to circumcise? BMC Pediatrics. 2012;12(1):20.
  2. Nordqvist C. Circumcision Benefits More Than Risks, AAP. Medical News Today. 2012.
  3. American Academy of Pediatrics Task Force on C. Male circumcision. Pediatrics. 2012;130(3):e756-85.
  4. The Translational Genomics Research Institute. Dramatic changes in bacteria following male circumcision. ScienceDaily. 2013.
  5. Shepherd R. Circumcision Linked To Lower Prostate Cancer Risk. Medical News Today. 2012.
  6. Tobian AA, Gray RH. The medical benefits of male circumcision. JAMA. 2011;306(13):1479-80.
  7. Krieger JN, Mehta SD, Bailey RC, Agot K, Ndinya-Achola JO, Parker C, et al. Adult male circumcision: effects on sexual function and sexual satisfaction in Kisumu, Kenya. The journal of sexual medicine. 2008;5(11):2610-22.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *