Amankah Membeli ASI Online?

Tahukah Anda, penelitian di Amerika Serikat pada tahun 2013 menemukan bahwa membeli ASI di Internet melalui situs berbagi susu (milk-sharing) tidak sepenuhnya aman. Meskipun ASI yang dapat diperoleh melalui situs online dengan gratis atau sangat murah, hal itu mungkin membawa risiko yang berarti bagi bayi. Jelas manfaat ASI sangat luas; Dokter Anak dan ahli kesehatan merekomendasikan untuk menyusui eksklusif sampai usia 6 bulan. Namun, ASI yang diperoleh dari individu yang tidak diketahui (atau hanya diketahui) secara online dapat membawa kontaminasi berupa obat yang dikeluarkan melalui ASI, atau kontaminasi berupa bakteri dan virus. Jika seorang ibu tidak mampu menyediakan cukup ASI untuk bayinya, ia dan suami perlu mengetahui bahwa susu dari penjual online dapat terkontaminasi pada saat pengumpulan dan/ atau selama transportasi. Hal ini dapat berbahaya, terutama untuk bayi yang lahir prematur. Sehingga jika ingin membeli, sebaiknya carilah ASI yang bersertifikasi.

Pada tahun 2010, sebenarnya FDA sudah menyatakan penentangannya dalam praktik pembelian ASI secara online, dengan memperingatkan orang tua mengenai adanya potensi risiko kontaminasi bakteri atau virus, terpapar bahan kimia, pengobatan terapi penyakit, dan obat-obatan terlarang. Penelitian di Amerika Serikat ini kemudian menguatkan hal tersebut: para peneliti mendapatkan bahwa hampir 3/4 dari ASI yang didapat secara online  memiliki kontaminasi bakteri dan 20% sampel dinyatakan positif terinfeksi virus yang bernama CMV (Citomegalovirus). 

Perlu diperhatikan bahwa jumlah bakteri (atau virus) di dalam ASI tidaklah menentukan besarnya risiko infeksi. Sehingga, adanya bakteri dalam sampel ASI tidak berarti bahwa bayi yang mengonsumsinya pasti akan sakit. Berapa umur bayi, jumlah bakteri dalam sampel, dan status kekebalan bayi juga ikut berperan. Namun, ada laporan tentang bayi prematur dan bayi dengan ketahanan tubuh yang rendah (immunodeficiency) yang menjadi sakit parah akibat pemberian ASI yang tidak dipasteurisasi, sehingga bersikap hati-hati itu perlu bagi orang tua yang ingin membeli ASI melalui situs online.

Ditekankan bahwa ASI yang diperoleh dan dipelajari dalam penelitian bukanlah ASI yang berasal dari dari bank susu (milk bank). Himpunan ASI Amerika Utara (Human Milk Banking of North America/HMBANA) melakukan skrining infeksi (seperti HIV) bagi para pendonor ASI dan mempasteurisasi ASI untuk memastikan peningkatan perlindungan keselamatan penerimanya. Yang menjadi masalah bagi banyak keluarga yang tidak mampu memperoleh ASI yang cukup dengan menggunakan bank-bank seperti ini adalah mahalnya harga yang harus dibayar untuk mengganti biaya penanganan, skrining, dan pasteurisasi, yang dapat membuat satu ons ASI saja seharga beberapa dolar!

ASI yang Dibeli Melalui Internet:

  • Para peneliti di Ohio mengumpulkan lebih dari 100 sampel ASI donasi melalui situs ASI online yang tidak disebutkan namanya untuk pengujian. Silakan cari kata kunci “buy breastmilk” untuk beberapa contoh situs jual beli ASI secara online. Dalam penelitiannya, para peneliti memesan, membayar, dan melakukan tes pada ASI diperoleh melalui situs online. Mereka memetakan waktu pengiriman, suhu pada saat kedatangan dan menguji susu-susu tersebut terhadap kontaminasi bakteri dan virus. Pada penelitian itu, 74% air susu yang diperoleh secara online didapati mengandung kontaminasi bakteri pada saat pengujian. Sebagian besar bakteri yang ditemukan dalam susu yang dikumpulkan adalah bakteri gram positif (“staph“) yang hidup di kulit manusia. Tiga sampel ASI yang dikumpulkan terkontaminasi bakteri Salmonela. Sekitar 1 dari 5 sampel yang diuji positif mengandung DNA CMV.
  • Kemungkinan untuk terjadinya kontaminasi bakteri dapat menjadi lebih tinggi dengan semakin lamanya waktu yang dibutuhkan ASI untuk sampai ke tempat tujuan. Meskipun separuh dari sampel tiba dalam waktu dua hari, 12% dibutuhkan tiga sampai enam hari. Setiap tambahan satu hari transit dikaitkan dengan peningkatan total jumlah bakteri. Beberapa penjual ASI mempromosikan diet atau olah raga yang biasa mereka jalani atau tidak menggunakan obat-obatan. Namun, tak satu pun dari klaim ini dapat digunakan untuk memprediksi jumlah bakteri atau adanya virus CMV.
  • Para peneliti membandingkan sampel ASI yang diperoleh secara online dengan sampel air susu yang diperoleh (sebelum pasteurisasi) dari bank susu anggota HMBANA.  Ternyata sampel-sampel yang diperoleh melalui online lebih terkontaminasi secara signifikan dibandingkan ASI yang didapatkan dari bank susu. Peneliti berteori bahwa karena susu yang disumbangkan ke bank susu telah di skrining dan berasal dari wanita yang di skrining dan diberi konseling mengenai teknik pengumpulan yang tepat, mereka dapat mengirimkan susu yang lebih tidak terkontaminasi secara keseluruhan dengan praktik penanganan higienis yang lebih baik.
  • Para peneliti menguatkan pernyataan FDA 2010 akan ASI online: “ASI yang dibeli melalui Internet menunjukkan pertumbuhan bakteri yang tinggi dan seringnya kontaminasi bakteri patogen, yang mencerminkan praktik pengumpulan, penyimpanan, atau pengiriman yang tidak baik.”
  • Penelitian ini sangat bermanfaat sebagai informasi awal tentang ASI yang dibeli melalui Internet. Mayoritas ibu melakukan menyusui bayinya sejak dini (77%), namun tidak semua ibu dapat menghasilkan cukup ASI untuk bayi mereka. Jika Anda seorang ibu yang memiliki tantangan dalam menyediakan stok susu atau mengenal ibu yang memiliki tantangan serupa, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah dengan berkonsultasi dengan konsultan laktasi untuk mendapatkan dukungan dalam meningkatkan produksi susu. Jika keluarga ingin membeli ASI tambahan, penelitian baru ini dan rekomendasi FDA saat ini menyarankan sebaiknya hindari pembelian ASI secara online.

Ditulis oleh Wendy Sue Swanso, MD, MBE, Pediatrician, Executice Director of Digital Health at Seattle Children’s Hospital dan penulis blog Seattle Mama Doc dan Mama Doc Medicine. Pelajari lebih lanjut dengan mengikuti Twitternya di (@SeattleMamaDoc) dan Facebook (www.Facebook.com/SeattleMamaDoc)

 

Artikel asli: http://seattlemamadoc.seattlechildrens.org/buying-breast-milk-online/. Artikel ini diterjemahkan atas izin dari SeattleMamaDoc oleh dr. Reqgi First Trasia.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *