Mengapa ASI tidak lancar?

Terkadang keinginan ibu memberikan ASI pada bayi tidak kesampaian karena produksi ASI-nya yang tidak lancar atau justru tidak keluar sama sekali. Inilah yang disebut sebagai kegagalan laktasi. Pada bagian “Pedoman Pemberian ASI” sebelumnya telah disinggung aspek penting terkait pemberian ASI, yang berdampak pada kelancaran ASI. Ketidaklancaran itu dapat disebabkan terabaikannya aspek tersebut. Disamping itu, hal berikut juga dapat menjadi penyebab kurang lancarnya ASI.

1. Efek persalinan yang memakai metode sesar
Pada persalinan ini berlangsung pembiusan, baik lokal maupun total. Pada bius lokal, kesadaran ibu biasanya lebih cepat pulih, yakni sekitar 30 menit, dibandingkan bius total yang bias lebih dari 2 jam tidak sadarkan diri. Bisa jadi ketika bayi lahir, yang harusnya langsung segera diberi ASI, namun karena ibu tidak sadarkan diri, bayi pun diberi susu formula oleh perawat atau bidan. Ketika Anda telah sadar, ‘refleks hisap terkuat’ bayi Anda telah berkurang. Akibatnya ia enggan diberi ASI oleh Anda.

http://www.surgeryencyclopedia.com/Ce-Fi/Cesarean-Section.html
http://www.surgeryencyclopedia.com/Ce-Fi/Cesarean-Section.html

Kejadian itu mengakibatkan hilangnya momentum refleks hisap terkuat bayi dan payudara Anda pun (pada masa yang menentukan produktivitas ASI) tidak memperoleh rangsangan berupa hisapan dari bayi. Dengan begitu, hormon-hormon yang berperan dalam produksi ASI tidak bekerja optimal.

Apalagi jika pada proses berikutnya ternyata Anda tidak sabar melatih pemberian ASI pada bayi, maka produksi ASI pun semakin tidak lancar. Jika ini terus berlanjut, Anda pun akhirnya terdorong memberi susu formula untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi Anda. ASI Anda akhirnya sulit berproduksi.

Namun, tidak selalu dampak persalinan sesar membuat bayi enggan menyusui ASI dan tak selalu membuat produksi ASI jadi berkurang. Banyak kasus Ibu yang melahirkan melalui sesar ternyata ASI-nya tetap lancar. Sebab, sang Ibu itu sangat sabar dan telaten melatih anaknya menyusui ASI.

2. Efek dari penggunaan kontrasepsi

Jika saat menyusui Anda ikut program Keluarga Berencana (KB), sebaiknya hindari ber-KB memakai obat yang mengandung hormon, terlebih yang banyak esterogen. Sebab dapat mengurangi produksi ASI dan konon dapat merubah rasa ASI. Rasa ASI yang berubah tentu akan membuat bayi merasa ‘aneh’ ketika menghisapnya. Akhirnya, bayi pun enggan mengisapnya. Payudara Anda pun jadi tidak terlatih memproduksi ASI. Jika ini terus berlanjut, produksi ASI Anda pun akan berkurang. Untuk itu, pilihlah KB kalender atau menggunakan kondom.

hormonal_methods
Kontrasepsi Hormonal (http://www.soc.ucsb.edu/sexinfo/article/estrogen-and-progestin-overview)

3. Adanya penyakit tertentu yang diderita Ibu menyusui

Untuk mengetahui hal ini, segeralah periksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan diagnose penyakit yang diderita dan melakukan langkah-langkah medis untuk mengatasinya.

Tips Melancarkan Kembali ASI

  • Tingkatkan tekad dan rasa percaya diri untuk memberikan ASI
  • Susui bayi Anda lebih sering lagi. Atau lakukan proses pemerahan ASI lebih optimal. Dengan begitu payudara Anda akan terangsang untuk memproduksi ASI lebih banyak.
  • Makanlah sayuran yang berkhasiat memperlancar ASI, seperti daun katuk.
  • Mintalah petunjuk dokter jika Anda berniat menggunakan obat-obatan untuk merangsang refleks pengeluaran ASI.

Depok, 3 April 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi :
1. Health WA Team. 2014. Breastfeeding and Breast Care. Western Australia : Departement of Health, Women and Newborn Health Service
2. Hilmani, Baljit Kaur, et al. 2011. Effect of Initiation of Breastfeeding within one hour delivery on Maternal-Infant Bonding. Nursing and Midwifery Research Journal. Sukhmani College of Nursing. Panjab
3. Keating, Curtis, et al. 2013. Maternal Milk Volume and Breast milk Expression : Implication for Diet and Nutrition in Infant. University of Minnesota. Wageningen Academic Publisher
4. Saria, Syeda, et al. 2014. Nutritional Status and Breast feeding Practice among Mothers Attending Lactation Management Centre. Research Article. Pediatric International Journal. IBIMA Publisher
5. Eveline, Nanang. 2010. Panduan Pintar Merawat Bayi dan Balita. Jakarta : Wahyu Media. Pg 46

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *