Mengapa Ibu Hamil Keranjingan Makan?

You are what you eat

tapi apa maksudnya bila tiba-tiba Anda makan pisang dengan saus?

 

Dalam banyak kejadian, ciri-ciri hamil digambarkan dengan keranjingan makan es krim dan acar. Kita juga kerap mendengar seorang teman yang tiba-tiba kepingin makan banyak daging merah atau tiba-tiba tidak suka kopi sama sekali. Bahkan, 75 persen dari ibu hamil (bumil) akan doyan ngemil jenis-jenis makanan tertentu sampai usia kehamilannya mencapai 40 minggu.

Mungkin Anda tidak heran kalau mendengar bahwa keranjingan makan yang sering terjadi adalah ngemil yang manis-manis, berlemak, seperti coklat atau kue donat; juga keranjingan terhadap cemilan asin dan berbumbu. Tetapi jenis makanan yang disuka bumil ini bervariasi, tergantung pada latar belakang masing-masing. Di Tanzania, misalnya, bumil umumnya akan senang makan daging, mangga, yogurt, dan buah jeruk. Sementara di Kamboja, para bumil senang ngemil makanan yang gurih dan berbumbu.

Sebaliknya, ada ibu hamil yang tidak suka makan dan merupakan hal yang juga mengejutkannya dengan keranjingan karena perubahan kebiasaan dari saat sebelum hamil. Datang tiba-tiba dan sulit dikontrol. Anda bisa jadi hanya inginkan roti gosong dengan olesan tebal mentega tak peduli siang atau malam.

Kapan kesukaan atau justru penolakan terhadap makanan itu terjadi? Doyan ngemil umumnya terjadi pada kehamilan pertama, meski para ahli tidak dapat menentukan kapan tepatnya kebiasaan ini dimulai. Sementara 60% dari kasus tidak doyan makan dimulai pada trimester pertama kehamilan, tepatnya ketika mual-mual mulai timbul, menurut sebuah jurnal yang membahas mengenai appetite. Tidak doyan makan umumnya tidak menimbulkan masalah setelah trimester pertama, tetapi keranjingan justru bisa berkelanjutan sepanjang masa kehamilan.

Sebuah studi lain dari University of Connecticut memperlihatkan bahwa perempuan lebih banyak mengonsumsi makanan yang manis di trimester kedua dan keranjingan makanan gurih seiring bertambahnya usia kandungan.

Apa yang terjadi? Beberapa ahli mengatakan bahwa keranjingan makan ini sebenarnya adalah intuisi tubuh ketika terjadi kekurangan nutrisi. Perilaku keranjingan makanan berbahan dasar susu pada bumil dianggap biasa karena rata-rata perempuan mengonsumsi hanya tiga perempat dari kebutuhan kalsium hariannya. Tidak demikian halnya dengan kesukaan terhadap makanan gurih. Tubuh Anda memang membutuhkan lebih banyak sodium karena volume darah yang meningkat, tetapi pada umumnya kita sudah mengonsumsi terlalu banyak garam. Namun, belum ada bukti yang mendukung teori ini.

Teori lain menyebutkan bahwa tidak doyan makan adalah mekanisme perlindungan ibu dan bayinya terhadap racun-racun dari lingkungan sekitar. Lihatlah berapa banyak perempuan yang tiba-tiba mual dengan kopi, terutama di minggu-minggu awal kehamilan. Bumil juga mungkin tidak doyan sayuran pahit atau beraroma tajam, dan itu justru menghindari bumil dari keracunan.

Penyebab lain dari dua perilaku seputar kebiasaan makan bumil adalah perubahan hormon tubuh. Para ahli meneliti keranjingan makan dalam kaitannya dengan kadar progesteron dan prolaktin, yang dapat memengaruhi nafsu makan. Perubahan hormon ini berpengaruh pada sensitivitas terhadap bau dan rasa, dan berkaitan erat dengan tekstur makanan yang dikonsumsi bumil. Es adalah makanan favorit bumil karena rasa lezatnya, juga efek dingin dan menyegarkannya.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa doyannya bumil terhadap makanan dipengaruhi oleh pola pikir kita tentang apa yang harus dimakan, misalnya buah dari produk-produk susu yang berefek mendinginkan, atau hal-hal klise yang sering kita lihat di televisi. Perilaku ini bertambah intensif saat bumil gelisah. Memang menggoda untuk mengalihkan pikiran ke makanan. Banyak bumil memilih cemilan anak-anak yang cenderung hambar, misalnya keju dan roti bakar, puding beras, atau pasta dengan butter. Ada hal positif disini, karbohidrat akan meningkatkan kadar hormon serotonin yang akan membuat Anda lebih rileks.

Namun, perilaku keranjingan ini bisa menggila. Beberapa bumil bisa berjingkat-jingkat ke dapur di malam hari dan makan kerak makanan di dinding panci atau mengendus semir sepatu. Perilaku semacam ini disebut pica, keranjingan hal-hal yang bukan makanan, misalnya bau tanah dan pasta gigi. Fenomena seperti ini ditemui di berbagai budaya, bahkan terjadi sejak lama. Dalam beberapa tradisi, perilaku keranjingan ini dinanti-nanti, bahkan didorong sebagai semacam perlindungan atau pertanda baik. Sebuah studi tahun 2000, para ibu di Mexico mengatakan bahwa memakan segumpal tanah liat suci akan mendatangkan berkah. Dan barangsiapa menolak ngidam, maka bayinya tidak akan pernah puas (lahir dengan mulut ngiler), dan bila ngidamnya dipenuhi maka bayinya akan senang dan bersih.

Jadi, haruskah Anda menolak ngidam? Ya, jika Anda ngidamnya membaui asap mobil atau ngemil batu bata, mungkin Anda harus bicara dengan dokter apakah Anda kekurangan nutrisi tertentu. Namun tidak ada data yang mendukung bahwa ngidam berakibat buruk pada bayi. Yang Anda harus lakukan adalah menggantinya dengan sesuatu yang lebih menyehatkan; makan sedikit tetapi sering karena kadar gula dalam darah yang rendah akan memicu keinginan ngemil. Makan lebih banyak ikan juga dapat membantu karena minyak dari ikan tersebut akan mengurangi keinginan Anda untuk ngemil.

Jika Anda sangat ingin makan coklat, Anda mungkin sedang kekurangan zat magnesium dan cobalah ngemil biji (kuaci) bunga matahari. Keletihan juga dapat meningkatkan keinginan ngemil, jadi Anda sebiknya tidur cukup di malam hari dan istirahat di siang hari. Dan yang penting adalah semangati diri Anda untuk melalui tahap yang aneh, tetapi sangat berarti dalam kehamilan Anda.

Penulis:
Reqgi First Trasia, dr.

 

Referensi :
1. Ministry of Health. 2006. Food and nutrition guidelines for Healthy Pregnant and Breastfeeding Women. Wellington : New Zealand.
2. Crawley, Helen. 2014. Eating well for Healthy Pregnancy: A Practical Guide. Queens Road : London.
3. National Health and Medical Research Council. 2007. Healthy Eating during your Pregnancy. Departement of Health and Aging : Australian Government.
4. Australian Dietary Guidelines. 2008. Food Savety during Pregnancy. Departement of Food Authority : New Zealand.
5. Williamson, C.S. 2006. Nutrition in Pregnancy. British Nutrition Foundation : London.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *