Mengatasi Anak Susah Makan

Perilaku anak yang menolak makanan seringkali membuat orangtua panik . Sehingga, dalam prakteknya orangtua sering berkreasi sendiri agar anak mau makan. Mulai dari menyetel TV, mengajak jalan-jalan, makan sambil bermain, mengiming-imingi dengan hadiah, bahkan mencekok. Tetapi sayangnya, praktik tersebut malah bisa membuat anak susah makan. Lalu bagaimana solusinya mengatasi anak susah makan? Bagaimana supaya anak bisa menerima makanan dengan rasa suka cita?

Tetapkan tujuan dalam memberi makan anak

Selama ini, orangtua sering terfokus pada porsi makan yang harus masuk ke dalam tubuh anak. Namun, hal itu ternyata tidak cukup. Tujuan memberi makan anak ialah agar ia menjadi “competent eater” atau anak yang kompeten untuk makan. 

Anak yang kompeten dalam kegiatan makan ialah anak yang bisa menikmati berbagai makanan, tahu bagaimana menyukai makanan baru, bisa mengontrol jumlah makanan yang sesuai dengan kebutuhannya dan bisa berlaku sopan serta sesuai di meja makan. Baik di lingkungan rumahnya maupun di lingkungan baru. Mungkinkah hal ini diraih? Tentu saja mungkin.

competent eater

mengatasi anak susah makan

Kenali dan dukung perkembangan normal makan anak

Agar anak tumbuh menjadi mandiri dan kompeten dalam kegiatan makan, penting bagi orangtua untuk mendukung perkembangan normal makan anak sesuai usianya, yaitu :

Usia

Perkembangan makan

Lahir-6 bulan

Bisa menyusui dari puting, payudara atau botol

Bisa memegang botol saat menyusui (2-4 bulan)

Bisa menjaga postur separuh bungkuk saat menyusui

Adanya interaksi antara bayi dengan orangtua

6-9 bulan (transisi menyusui)

Makan lebih dalam posisi tegak

Mulai makan MP ASI yang lunak, berupa puree dengan sendok

Kedua tangan bisa memegang botol

Mulai dikenalkan makan lewat tangan

Mengunyah makanan padat mudah lunak secara vertikal

Lebih banyak disuapi

9-12 bulan

Minum dari gelas

Makan MP ASI yang lebih kental

Mulai makan dengan tangan untuk makanan padat yang mudah lunak

Mulai mengunyah dengan gerakan rahang memutar

12-18 bulan

Mulai makan sendiri, memegang sendok dengan seluruh tangan

Memegang gelas dengan kedua tangan

Minum 4-5 teguk yang berurutan

Menggenggam dan membalikkan botol

>18-24 bulan

Menelan dengan mulut tertutup

Lebih dominan makan sendiri

Mengunyah dengan makanan yang lebih banyak

Bisa menggerakan lidah naik-turun secara tepat

24-26 bulan

Bisa menggerakan rahang secara memutar

Mengunyah dengan mulut tertutup

Memegang gelas dengan 1 tangan dan membuka tutup minum tanpa tumpah

Menggunakan jari untuk memenuhi isi sendok

Makan berbagai jenis makanan padat

Makan sendiri secara total, bisa menggunakan garpu

Pahami “Pembagian Tanggung Jawab” dalam kegiatan makan

bigstock-family-smiling-around-a-health-40896751Pada kegiatan makan, ternyata orangtua tidak perlu melakukan semuanya sendiri. Dalam setiap tahapan usia anak, orangtua berperan sebagai pemimpin kegiatan makan namun membiarkan anak untuk makan sendiri.

 

Pembagian tanggung jawab untuk bayi

Pembagian tanggung jawab untuk anak

Orangtua bertanggung jawab untuk menentukan jenis makanan

Anak bertanggung jawab untuk menentukan porsi makan

Orang tua tetap bertanggung jawab untuk menentukan “apa”, “kapan” dan “di mana” anak diberi makan

Anak tetap dan selalu bertanggung jawab untuk menentukan porsi dan “apakah hendak memakan” yang disediakan orangtua.

Panduan Umum Memberi Makan Anak

Setelah paham mengenai tanggung jawab orangtua dalam memberi makan anak, orangtua perlu ketahui panduan umum cara memberi makan anak yang benar yaitu:

  • Hindari bersikap terlalu melarang terhadap makanan yang kurang sehat karena anak cenderung makan makanan tersebut secara tidak terkontrol saat orang tua tidak ada

  • Hindari mengiming-imingi sesuatu (misalnya es krim) agar anak mau makan makanan sehat (sayur/buah) karena malah menyebabkan anak lebih suka dengan makanan “hadiah”nya yang seringkali kurang sehat.

  • Membuat jadwal/rutinitas makan yaitu menyediakan 3 makan besar dan 2 cemilan perhari dan tidak memperbolehkan anak makan atau minum (kecuali air putih) diluar waktu makan besar dan cemilan

  • Menciptakan suasana makan yang tidak penuh tekanan dan tetap positif. Tekanan untuk memakan jenis makanan tertentu (biasanya sayur) malah akan menambah ketidaksukaan anak pada makanan tersebut.

  • Menjadi model makan yang baik untuk anaknya (ikut mengkonsumsi makanan sehat seperti buah-buahan dan sayur)

  • Menjadikan waktu makan menjadi waktu keluarga

  • Mendudukkan anak di highchair bila anak sudah bisa duduk atau di kursi makan

  • Hindari distraksi seperti makan sambil TV, bermain, jalan-jalan, atau di tempat yang orangtua sulit mengontrol (seperti di mobil).

  • Memahami bahwa anak memang biasa menolak makanan baru, atau makanan yang bukan favoritnya (terutama sayur dan buah). Cobalah memberi makanan yang sama berulangkali (8-10x) baru berkesimpulan anak menerima/menolak makanan tersebut

  • Mengajari kemampuan makan pada anak seperti menggunakan sendok, minum dari gelas atau mendorong anak makan sendiri

  • Biarkan anak-anak tumbuh untuk mendapatkan tubuh yang tepat bagi mereka

  • Biarkan anak mengeksplorasi. Perilaku eksplorasi makanan dengan cara memegang, mencium, memasukkan makanan kemulut dan melepehnya kembali bisa menjadi tanda anak mulai menerima atau mencoba makanan baru.

Cara Memberi Makan Anak Sesuai Usia

Usia

Cara Memberi Makan

0-6bulan

Bayi anda membutuhkan suasana yang tenang, nyaman dan tetap terbangun ketika menyusui. Untuk membantunya, biarkan anda memberi ASI kapanpun dan dengan cara apapun yang ia inginkan. Berhentikan kegiatan menyusui saat bayi ingin berhenti. Letakkan ia dalam tempat tidurnya saat ia tenang dan mengantuk sampai ia tertidur sendiri. Saat usia 2-3 bulan, anak mulai belajar tentang kasih sayang. Ia selalu berusaha meraih perhatian kita. Agar ia terbiasa, ajak bayi di dekat kita saat kita makan supaya ia mulai belajar tentang makan.

5-9 bulan

Saat ini bayi anda mulai senang memperhatikan lingkungan. Seringkali ia berhenti untuk memperhatikan sesuatu ketika ia sedang menyusui. Ketika bayi menginjak 6 bulan dan ia telah siap, mulai kenalkan ia dengan makanan pendamping. Tanda bayi siap ialah ia duduk dan membuka mulut ketika diberi sendok, ia menutup mulut ketika sendok masuk, dan menjaga makanan tetap dimulutnya. Cara memulai MP ASI :

– Dudukkan ia di kursi tinggi (highchair)

– Tahan sendok beberapa inchi di depan mulutnya dan tunggu ia membuka mulut sebelum anda menyuapinya

– Beri makan sesuai dengan kecepatan dan jumlah yang ia mau

– Hentikan makan jika ia terlihat ingin berhenti (meskipun hanya satu suap)

– Berikan ia kesempatan yang banyak untuk belajar

7-15 bulan

Saat ini, anak mulai transisi dari disuapi lewat sendok ke makan sendiri pakai tangan. Jangan kaget bila kadang anak mau disuapi tetapi besoknya anak menolak. Yang bisa anda lakukan untuk mengatasi penolakan makanan tiba-tiba oleh anak:

– Tawari anak makanan yang bisa diambil olehnya, mudah dikunyah dan ditelan

– Biarkan dulu ia makan sendiri sesuai kecepatannya

– Tawarkan ASI/susu di gelas, bukan di botol

– Berikan ia sesendok makan dulu, biarkan ia makan atau tidak

– Berikan ia banyak kesempatan untuk mencoba makanan baru dan belajar untuk menyukainya

– Tawarkan cemilan 2-3 jam sebelum makan besar jadi saat waktu makan ia dalam keadaan lapar dan siap memakan makanan yang disediakan. Jangan tawarkan apapun selain waktu cemilan/makan besar kecuali air putih.

11-36 bulan

Pada usia ini, anak bisa berubah menjadi sangat pemilih, tidak menentu dan berubah-ubah. Solusinya, beri arahan dan kontrol yang jelas dengan cara :

– Makan di meja makan bersama keluarga

– Tawari makan dengan waktu yang teratur

– Biarkan ia makan dengan cara dan takarannya sendiri (dengan sendok/tangan, cepat/lambat)

– Biarkan ia turun dari kursi makan saat ia kehilangan nafsu untuk makan atau mulai berulah tidak baik

– Ajari ia untuk bermain dengan tenang sampai anda selesai makan

– Katakan ‘tidak’ saat ia meminta makan diluar waktu makan

3-5 tahun

Memberi makan diusia ini cendeerung mudah. Anak prasekolah cenderung ingin membuat orangtua senang termasuk saat makan. Namun, tetap biarkan ia makan sesuai porsinya sendiri agar ia tidak kehilangan kesenangan untuk belajar makan. Ia juga perlu untuk belajar konsep kenyang dan lapar sendiri. Tetap berikan makanan sesuai jadwal, di kursi makan bersama keluarga (temani ia makan) dan tetap realistis menghadapi table manner anak (maklumi saat ia berganti makan dengan tangan atau sendok karena lama kelamaan kebiasaan ini akan semakin baik)

Dengan menciptakan budaya makan positif dan mandiri, orangtua dapat mengatasi anak susah makan dengan sendirinya. Semoga bermanfaat.

Agustina Kadaristiana, dr

Publikasi : 10/19/2014

Modifikasi Terakhir:11/14/2015

Sumber :

  1. Nicklas T, Johnson R, American Dietetic A. Position of the American Dietetic Association: Dietary guidance for healthy children ages 2 to 11 years. Journal of the American Dietetic Association. 2004;104(4):660-77.
  2. Satter E. How Children Become Competent Eaters2014. Available from: http://ellynsatterinstitute.org/htf/howchildrenbecomecompetenteaters.php.
  3. Udall JN, Jr. Infant feeding: initiation, problems, approaches. Current problems in pediatric and adolescent health care. 2007;37(10):374-99.
  4. Satter E. Ellyn Satter’s Division of Responsibility in Feeding2014. Available from: http://ellynsatterinstitute.org/dor/divisionofresponsibilityinfeeding.php#sthash.6qN1IR6b.dpuf.
  5. AAPCommitteeonNutrition. Pediatric Nutrition Handbook 6ed. Elk Grove Village: AAP; 2008.
  6. Robert M. Kliegman M, Bonita F. Stanton M, Joseph W. St. Geme III M, Nina F. Schor M, PhD, Richard E. Behrman M. FEEDING TODDLERS AND PRESCHOOL-AGE CHILDREN. Nelson Textbook of Pediatrics. 19th ed. Philadelphia: Elsevier; 2011. p. 165-8.
  7. Faith MS, Scanlon KS, Birch LL, Francis LA, Sherry B. Parent-child feeding strategies and their relationships to child eating and weight status. Obesity research. 2004;12(11):1711-22.
  8. Birch LL, Marlin DW. I don’t like it; I never tried it: effects of exposure on two-year-old children’s food preferences. Appetite. 1982;3(4):353-60.
  9. Johnson SL, Bellows L, Beckstrom L, Anderson J. Evaluation of a social marketing campaign targeting preschool children. American journal of health behavior. 2007;31(1):44-55.
  10. Satter E. Child Feeding Ages And Stages2014. Available from: http://ellynsatterinstitute.org/htf/howtofeed.php.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *