Mengenal Gangguan Belajar Pada Anak

Beberapa orangtua mungkin ada yang khawatir melihat kemampuan belajar anaknya ‘berbeda’ dengan anak seusianya. Seperti sulit membaca, menulis, mengerjakan soal matematika, berbicara, mendengar atau konsentrasi. Namun, orangtua tidak perlu terlalu galau. Nyatanya, banyak orang besar yang memiliki gangguan belajar seperti Albert Einstein baru bisa membaca diusia 9 tahun dan Walt Disney memiliki kesulitan membaca di sepanjang hidup mereka. Yang terpenting, orangtua perlu mengenali sejak dini gangguan belajar pada anak dan mencari solusinya.

Apa itu gangguan belajar pada anak?

Gangguan belajar pada anak termasuk gangguan neurologis atau persarafan pada anak. Secara sederhana, gangguan belajar terjadi akibat perbedaan cara kerja dari otak seseorang anak. Sebenarnya, anak-anak dengan gangguan belajar itu sama pintar atau bahkan lebih pintar dari teman-temannya. Tetapi, anak dengan gangguan belajar mungkin akan mengalami kesulitan dalam membaca, menulis, mengeja, penalaran, mengingat dan/atau mengorganisir informasi saat disuruh menjelaskan sesuatu atau saat diberi pelajaran dengan cara-cara konvensional.

Gangguan Belajar Pada Anak
Gangguan Belajar

Gangguan belajar pada anak tidak bisa disembuhkan atau diperbaiki, dan dia termasuk problem seumur hidup. Namun, dengan dukungan dan intervensi yang tepat, anak-anak dengan gangguan belajar dapat berhasil baik di sekolah dan meraih sukses. Bahkan ada yang mencapai karir luar biasa kelak setelah dia dewasa.

Orang tua dapat membantu anak dengan gangguan belajar untuk mencapai sukses dengan mendorong kekuatan mereka, memahami kelemahan dan system pendidikan yang diperlukan, serta mempelajari strategi untuk menghadapi kesulitan tertentu. Berikut beberapa fakta tentang gangguan belajar:

  1. Diperkirakan, 1 dari 7 orang di seluruh dunia memiliki beberapa tipe dari gangguan belajar.
  2. Kesulitan membaca dan kemampuan berbahasa adalah gangguan belajar pada anak yang paling umum. Sekitar 80% dari siswa dengan gangguan belajar mengalami masalah dengan membaca.
  3. Gangguan belajar pada anak tidak perlu dibingungkan dengan gangguan yang lain, seperti: keterbelakangan mental, autism, ketulian, kebutaan, dan gangguan perilaku. Tak satu pun dari kondisi di atas termasuk kategori gangguan belajar. Selain itu, kita pun tidak perlu bingung dengan kesempatan pendidikan untuk anak dengan gangguan belajar, hanya saja mereka memerlukan metode khusus.
  4. Gangguan atensi dan gangguan belajar sering kali terjadi pada saat bersamaan, tetapi kedua jenis gangguan tersebut tidak identik.

Bentuk gangguan belajar pada anak

Bentuk gangguan belajar pada anak yang paling umum, antara lain:

  1. Disleksia: gangguan yang berhubungan dengan bahasa, dimana anak memiliki kesulitan untuk memahami kata-kata tertulis. Gangguan ini juga biasa disebut sebagai gangguan membaca.
  2. Diskalkulia: gangguan matematikal, dimana anak perlu waktu lebih lama untuk memecahkan problem aritmatika dan menangkap konsep matematika.
  3. Disgrafia: gangguan menulis, dimana anak akan merasa sulit untuk mencoretkan sebuah huruf atau menulis dalam sebuah area yang telah ditentukan.
  4. Gangguan pengolahan auditori dan visual: gangguan dalam memahami bahasa meskipun dia mempunyai pendengaran dan penglihatan yang normal.
  5. Gangguan belajar nonverbal: gangguan neurologis yang berasal dari belahan otak kanan, menyebabkan masalah dengan fungsi proses visual-spasial, intuitif, organisasi, evaluatif, dan holistik. Tipikalnya, anak dengan gangguan belajar nonverbal sulit memahami ekspresi wajah, bahasa tubuh dan memiliki koordinasi yang kurang baik.

Kabar baik tentang gangguan belajar adalah bahwa para ilmuwan telah menambah pengetahuan mereka setiap hari. Penelitian mereka pun telah banyak memberikan harapan dan arahan yang menggembirakan. Jika orang tua, guru, dan professional lain sejak dini menemukan gangguan belajar anak dan langsung memberi bantuan yang tepat, maka langkah seperti ini akan memberi anak kesempatan untuk mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan untuk bisa menjalani kehidupan yang sukses dan produktif.

Cilegon, 8 Januari 2015
Reqgi First Trasia, dr.

Referensi

  1. Corinne Smith: Learning Disabilities A to Z; Free Press; 1st edition (June 12, 2000)
  2. Gary Fisher dan Rhoda Cummings: The School Survival Guide for Kids with Learning Disability (Self-Help for Kids Series); Free Spirit Publishing; 2nd edition (September 2000)
  3. Joan M Harwell dan Rebecca Williams Jackson: The Complete Learning Disability Handbook: Ready to-Use Strategies and Activities for Teaching Students with Learning Disability; Jossey-Bass; 3rd edition (October 20, 2008)
  4. Peg Dawson dan Richard Guare: Coaching Students with Executive Skills Deficits; The Guilford Press; 3rd edition (Februari 9, 2010)
  5. Types of Learning Disabilities. 2016. Learning Disabilities Association of America. http://ldaamerica.org/types-of-learning-disabilities/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *